cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar on Food and Dietetic
ISSN : -     EISSN : 31232825     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional dan Call for Papers Seminar on Food and Dietetics merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan artikel-artikel penelitian dalam bidang gizi dan dietetik. Tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Studi Kasus: Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Usia 18 Bulan Gizi Kurang di Sukoharjo Putri Puspita Ulya; M Muwakhidah; Ninuk Kusumawati
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya pada masa awal pertumbuhan yang dapat menentukan kualitas hidup di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif terhadap seorang balita perempuan berusia 18 bulan di wilayah Puskesmas Mojolaban, Sukoharjo. Intervensi dilakukan selama tujuh hari menggunakan menu PMT tinggi energi dan tinggi protein (225-275 kkal/hari dan 4,5-11 g protein/hari) dengan pemantauan asupan zat gizi dan status antropometri. Data diperoleh melalui wawancara, recall makanan, pengukuran antropometri, serta edukasi kepada ibu balita menggunakan pendekatan motivational interviewing.Hasil: Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecukupan zat gizi makro. Pada hari ke-7, asupan energi mencapai 96% kebutuhan harian, protein 97%, lemak 89%, dan karbohidrat 93%. Sempat mengalami penurunan konsumsi pada hari ke-4 dan ke-5 akibat demam dan diare, asupan nutrisi kembali membaik di akhir intervensi. Berat badan meningkat dari 7,75 kg menjadi 8 kg dalam 14 hari, tinggi badan tetap pada 73,2 cm.Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal dapat meningkatkan kecukupan gizi dan asupan harian balita dalam jangka pendek, terutama dalam pada zat gizi energi dan protein. Namun, perubahan indikator antropometri seperti tinggi badan dan berat badan membutuhkan durasi intervensi yang lebih panjang. Keberhasilan PMT dipengaruhi oleh faktor penerimaan makanan, variasi menu, kondisi kesehatan anak, serta keterlibatan aktif orang tua melalui edukasi yang efektif. Oleh karena itu, implementasi PMT harus disertai pemantauan rutin dan pendekatan yang menyeluruh untuk mendukung perbaikan status gizi balita secara berkelanjutan.
Pengembangan Media Edukasi berbasis Animasi mengenai Gagal Tumbuh pada Balita Annisa Failasufa; M Muwakhidah; Asti Nugrahani
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian berat badan naik yang rendah pada balita ini merupakan masalah yang dianggap penting untuk diperhatikan, sehingga memerlukan adanya edukasi tentang gagal tumbuh pada balita. Video animasi dapat digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai gagal tumbuh pada balita. Media ini dianggap efektif dalam membantu peningkatan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media edukasi berbasis animasi guna meningkatkan pengetahuan pada ibu balita terkait gagal tumbuh.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan tahapan analisis, perencanaan, pengembangan, dan implementasi. Subjek penelitian meliputi 3 ahli materi, 3 ahli media, 3 uji coba, serta 30 sasaran, sementara objek utama penelitian adalah video animasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan validasi konten dengan CVI.Hasil: Berdasarkan hasil validasi, media tersebut memperoleh penilaian layak dari para validator, dengan rata-rata skor 4,3. Nilai CVI yang diperoleh adalah 1, menunjukkan penilaian ahli materi bahwa isi materi dalam media tersebut relevan. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan pengetahuan, dengan rata-rata skor pretest sebesar 66,7 dan posttest sebesar 90, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 35%.Simpulan: Media edukasi berbasis animasi dinilai layak digunakan sebagai sarana penyampaian informasi dalam meningkatkan pengetahuan terkait gagal tumbuh pada ibu balita.
Analisis Organoleptik dan Fisikokimia Produk Enteral berbasis Tepung Sorgum dan Kacang Hijau untuk Penderita Diabetes Mellitus Faizah Putri Maharani; Nabila Aliya Putri; Aan Sofyan
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai tingginya kadar glukosa darah. Pola makan yang buruk seperti makan tidak tepat waktu dan jumlah dapat mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Kepatuhan diet pada penderita DM berguna untuk menstabilkan gula darah. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti pasien dengan gangguan makan atau rawat inap jangka panjang, formula enteral menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh parameter pada uji organoleptik dan fisikokimia formula. Hubungan antara variabel formulasi dengan parameter organoleptik dan fisikokimia menunjukkan bahwa perubahan komposisi bahan baku tidak hanya memengaruhi penerimaan panelis, tetapi juga menentukan nilai gizi serta karakteristik fungsional produk enteral. Metode: Desain penelitian adalah penelitian eksperimental. Pengujian yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kandungan gizi, uji viskositas, uji osmolalitas, uji daya alir, uji warna. Penilaian organoleptik menggunakan uji hedonik pada 15 panelis tidak terlatih dengan non probability sampling. Uji pengaruh perbedaan formula menggunakan oneway ANOVA dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil pada uji viskositas ketiga formula belum mencapai standar viskositas formula enteral yaitu di atas 50 cP. Uji osmolalitas didapatkan hasil <500 mOsm/L yang artinya osmolalitas ketiga formula sudah sesuai standar. Uji daya alir didapatkan hasil ketiga formula di rentang 0,4-1,67 ml/detik sehingga telah memenuhi syarat formula enteral. Uji warna didapatkan hasil bahwa ketiga formula berwarna cenderung cerah kekuningan. Hasil uji organoleptik tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada semua parameter dengan p>0,05. Formula yang paling disukai adalah formula enteral terbaik adalah Formula 3 dengan nilai tekstur, rasa, dan keseluruhan yang paling tinggi.
Pengembangan Enteral berbasis Tepung Umbi Garut dan Tepung Wortel bagi Penderita Gastritis Dewi Nabila Martianny; Maulidya Zahra; Sudrajah Warajati Kisnawaty
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan penyakit peradangan pada mukosa lambung, Enteral berasal dari tepung umbi garut yang dapat mengatasi sakit lambung dan juga tepung wortel yang memiliki kandungan betakaroten untuk meredakan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian produk enteral dengan standarisasi, serta mengetahui tingkat uji daya terima pada produk. Metode yang digunakan yakni True Experimental Design dengan melihat perbedaan formula enteral berdasarkan rasio bahan utama, serta dilakukan tiga kali perlakuan. Temuan memperlihatkan formula enteral memiliki viskositas yang masih tinggi (> 50 cP), osmolalitas yang masih tinggi (> 500 mOsm/kg), hasil uji daya alirnya lebih cepat tetapi masih sesuai standarisasi yakni sebesar 0,75 (F1), 1,39 (F2), dan 1,13 (F3), hasil uji warnanya tidak terdapat perbedaan di antar ketiga formula (p > 0,05), kadar airnya didapatkan hasil signifikansi sebesar p = 0,867, dan secara keseluruhan, uji organoleptik menunjukkan hasil yang agak disukai. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hasil dari produk enteral berbasis tepung umbi garut dan tepung wortel masih kurang memenuhi standar pada beberapa uji, yakni uji viskositas dan osmolalitas, untuk sarannya sebaiknya perlu dilakukan perbaikan komposisi bahan pangannya agar bisa menghasilkan mutu pangan yang sesuai dengan standarisasi enteral dan perlunya membuat formula enteral lebih menarik lagi dari cita rasa, aroma, tektsur, dan warna agar memiliki tingkat daya terima yang tinggi.
Pengembangan Formula Enteral (ENTELELA) berbasis Pangan Lokal Ikan Lele, Tempe, dan Labu Kuning bagi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Sulis Widiawati; Hanifatun Mufidah; Fitriani Mustikaningrum; Endang Nur Widyaningsih
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi di Indonesia yang berdampak pada risiko BBLR, prematuritas, hingga kematian ibu dan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula enteral berbasis pangan lokal ikan lele, tempe kedelai, dan labu kuning (ENTELELA) serta membandingkannya dengan formula enteral komersial. Bahan dan Metode: Penelitian eksperimental dilakukan di laboratorium dengan menggunakan dua formula lokal (ENTELELA 1: 70:80:25; ENTELELA 2: 80:90:25) dan satu formula komersial sebagai pembanding. Uji yang dilakukan meliputi kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, pH, kadar air, daya alir, intensitas warna, serta uji organoleptik oleh 15 panelis. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA menggunakan SPSS 26. Hasil: Formula ENTELELA 1 dan 2 memiliki energi (303 & 306 kkal/250 mL) dan protein (15,9-16,1 g/250 mL) lebih tinggi dibanding formula komersial (250 kkal/250 mL; 14 g/250 mL). Kandungan omega-3 pada formula lokal telah memenuhi kebutuhan ibu hamil, namun nilai viskositas (126-150 cP) dan osmolalitas (535-628 mOsmol/kg) lebih tinggi dari standar, sehingga menurunkan daya alir (0,95-1,14 cc/detik) dibanding formula komersial (2,17-2,50 cc/detik). Uji organoleptik menunjukkan penerimaan baik pada warna, tetapi skor lebih rendah pada aroma, tekstur, dan rasa dibanding formula komersial. Kesimpulan: Formula enteral berbahan pangan lokal memiliki potensi sebagai alternatif nutrisi ibu hamil KEK, namun diperlukan modifikasi formulasi dan pengolahan untuk meningkatkan mutu fisikokimia dan daya terima produk. Saran: penelitian lanjutan diperlukan untuk menurunkan viskositas dan osmolalitas agar sesuai standar klinis.
Pengembangan Makanan Enteral berbasis Spirulina, Kedelai, dan Beras Merah (NUTRIVITA-SKB) untuk Tuberculosis pada Anak Cakra Maharani; Amalia Jati Mahanani; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada anak-anak, di mana penyakit ini dapat memengaruhi status gizi dan sistem imun. Untuk itu, dukungan nutrisi menyeluruh yang meliputi protein dan mikronutrien sangat penting dalam pemulihan anak dengan TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk enteral berbahan dasar spirulina, tepung kacang kedelai, dan tepung beras merah. Bahan-bahan ini dipilih karena kandungan protein, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktifnya yang tinggi, yang mendukung kesehatan paru-paru dan sistem imun. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formula: F1, F2, dan F3. Parameter analisis meliputi uji organoleptik (uji hedonik dan mutu hedonik) dan analisis kandungan gizi. Data yang tidak terdistribusi normal dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney jika diperlukan. Hasil: Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara ketiga formula dalam hal mutu warna, aroma, rasa, dan tekstur. Namun, secara keseluruhan, semua formula memperoleh kategori rata-rata "Agak Suka". Berdasarkan uji hedonik dan MPE, formula yang paling disukai adalah F2, yang mengandung 1 gram spirulina dan 144,5 gram tepung kacang kedelai. Hasil analisis mutu menunjukkan bahwa viskositas formula termasuk kategori "Nectar-Like," dan kadar airnya sesuai dengan standar yang direkomendasikan. Simpulan: Produk enteral ini menjadi salah satu solusi untuk menunjang asupan nutrisi pada anak dengan TBC.
Pengembangan dan Evaluasi Mutu Fisik Formula Enteral Lokal dari Wortel, Kacang Hijau, Labu Kuning (WOKABU) untuk Pasien Gagal Jantung Sangrila Fitri Dewi Nur Khasanah; Azni Mardiatul Nisa; Raissa Salsabila; Puji Astuti; Faradina Afifah; Zulia Setiyaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular yang sering disertai penurunan status gizi sehingga memerlukan dukungan nutrisi enteral yang sesuai. Formula enteral berbasis pangan lokal, seperti wortel dan labu kuning yang kaya β-karoten sebagai antioksidan serta kacang hijau sebagai sumber protein nabati untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien gagal jantung. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi mutu fisik serta tingkat penerimaan Formula Enteral WOKABU sebagai alternatif formula enteral lokal bagi pasien gagal jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan membandingkan Formula Enteral WOKABU berbahan segar, berbahan tepung, dan formula komersial. Pengujian meliputi analisis kandungan gizi, viskositas, daya alir, osmolalitas, serta uji organoleptik menggunakan skala hedonik 1-7 pada 16 panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Dalam 1000 mL formula, WOKABU berbahan segar, tepung, dan formula komersial memiliki densitas energi sekitar 1 kkal/mL, dengan kandungan energi masing-masing 997,8 kkal, 945,7 kkal, dan 1000 kkal. Formula berbahan segar menunjukkan karakteristik fisik yang lebih sesuai untuk formula enteral, yaitu viskositas 41,97 cP, daya alir 0,74 cc/detik, dan osmolalitas 308 mOsm/kg, dibandingkan formula berbahan tepung yang memiliki osmolalitas lebih tinggi (551 mOsm/kg). Hasil uji organoleptik menunjukkan perbedaan signifikan pada seluruh parameter (p<0,05), dengan tingkat penerimaan formula berbahan segar lebih baik dibandingkan formula berbahan tepung. Simpulan: Formula Enteral WOKABU berbahan segar memiliki karakteristik gizi, mutu fisik, dan tingkat penerimaan yang lebih baik dibandingkan formula berbahan tepung serta paling mendekati formula komersial sehingga berpotensi menjadi alternatif formula enteral lokal bagi pasien gagal jantung.
Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Serat berbasis Pangan Lokal Labu Kuning, Kacang Merah, dan Putih Telur Ayam (LABUCA) untuk Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Salwa Yumna Muthiah; Karisma Larasati Adelia Prayogi; Nahidah Ulya Maulidia; Inggit Tri Herawati; Mutiara Maharani; Zulia Setiyaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang memerlukan pengaturan makan dan terapi nutrisi yang tepat untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah. Formula enteral berbasis pangan lokal seperti kacang merah, labu kuning, dan putih telur berpotensi menjadi alternatif formula enteral bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua jenis formula, yaitu formula segar dan formula kering. Pengujian dilakukan terhadap kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, dan organoleptik menggunakan 15 panelis semi terlatih. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Formula segar memiliki kandungan energi 927,5 kkal dan formula kering 973,0 kkal dalam 1000 ml. Hasil uji menunjukkan daya alir formula segar sebesar 1 ml/detik dan formula kering 1,16 ml/detik. Nilai viskositas formula segar dan formula kering masing-masing sebesar 63,87 cP dan 72,3 cP, sedangkan osmolalitas formula segar sebesar 414 mOsm/kg dan formula kering sebesar 220 mOsm/kg. Hasil organoleptik menunjukkan formula segar lebih disukai panelis dibandingkan formula kering. Simpulan: Formula enteral berbasis kacang merah, labu kuning, dan putih telur berpotensi sebagai alternatif formula enteral untuk penderita Diabetes Mellitus tipe 2, terutama formula segar yang memiliki karakteristik fisik dan daya terima lebih baik.
Pengembangan Formula "NEBULA" berbasis Ubi Ungu (Ipomoea batatas) dan Sari Kedelai (Glycine max) untuk Penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Rifqi Fauziyaha; Alifia Maharani Ivan; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus sehingga dapat merusak lapisan mukosa esofagus. Asupan serat yang tinggi diketahui dapat menurunkan frekuensi refluks pada penderita GERD. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan pangan lokal tinggi serat menjadi salah satu upaya dalam pengelolaan GERD. Salah satu bentuk pengembangannya adalah Formula Enteral Ubi Ungu dan Sari Kedelai (NEBULA), yaitu formula enteral berbasis bahan pangan lokal yang tersusun dari ubi ungu dan sari kedelai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi antara ubi ungu dan sari kedelai terhadap kandungan nutrisi, karakteristik fisik (daya alir, viskositas, osmolalitas, dan warna), serta uji organoleptik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain eksperimental (true experimental design). Metode yang digunakan meliputi analisis kandungan gizi menggunakan software Nutrisurvey 2007, uji daya alir menggunakan selang NGT ukuran 14 Fr, uji viskositas menggunakan alat viskometer, uji osmolalitas menggunakan alat osmometer, uji warna menggunakan alat colorimeter, dan uji organoleptik menggunakan metode hedonik. Analisis statistik dilakukan dengan software SPSS 21 menggunakan uji one way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa densitas energi NEBULA 3 (1,1) kkal.mL) lebih tinggi dibandingkan formula NEBULA 1 (1 kkal/mL) dan NEBULA 2 (1,05 kkal/mL). Hasil uji daya alir menunjukkan formula komersial (5,26 cc/detik) mengalir lebih cepat dibandingkan formula NEBULA 1 (0,5 cc/detik), NEBULA 2 (0,9 cc/detik), dan NEBULA 3 (tidak terdeteksi). Uji viskositas NEBULA 3 (1171,5 cP) lebih tinggi dibandingkan NEBULA 1 (265,5 cP) dan NEBULA 2 (229,7 cP), formula komersial tidak terdeteksi viskositasnya. Uji osmolalitas menunjukkan NEBULA 3 (543 mOsm/kg) yang tertinggi dan formula komersial (418 mOsm/kg) yang terendah. Uji warna menunjukkan perbedaan signifikan antara formula NEBULA dengan formula komersial. Uji organoleptik menunjukkan secara keseluruhan formula NEBULA agak disukai. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah NEBULA 2 memiliki hasil terbaik pada uji mutu fisik dan diterima secara hedonik dibandingkan NEBULA 1 dan NEBULA 3. Sehingga formula NEBULA 2 direkomendasikan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pengembangan Pangan Lokal "NILETELA" (Nugget Ikan Lele, Tempe Kedelai, dan Labu Kuning) sebagai PMT bagi Ibu Hamil KEK Hanifatun Mufidah; Sulis Widiawati; Fitriana Mustikaningrum; Endang Nur Widiyaningsih
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pangan lokal termasuk labu, tempe kedelai, dan ikan lele dapat digunakan sebagai PMT untuk mengatasi masalah gizi pada ibu hamil dengan KEK. Makanan lokal sesuai dengan budaya dan pola konsumsi masyarakat setempat, memiliki kandungan gizi tinggi, mudah didapat, dan harganya terjangkau. Metode: penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan dua (dua) perlakuan dan lima belas panelis semiterlatih untuk menganalisis kadar air, warna, penyerapan minyak, dan penerimaan formula diet khusus sebagai alternatif dalam upaya menemukan nutrisi bagi ibu hamil. Uji T Independen digunakan dalam pengujian statistik. Hasil: dengan skor rata-rata 4,13, yang termasuk dalam kategori suka, formula yang mengandung 80 gram ikan lele, 50 gram tempe kedelai, dan 50 gram labu menerima nilai penerimaan tertinggi dari aspek keseluruhan, yang meliputi parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Simpulan: oleh karena itu, formula 2 nugget lebih disarankan berdasarkan semua faktor tersebut.

Page 3 of 4 | Total Record : 37