cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar on Food and Dietetic
ISSN : -     EISSN : 31232825     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional dan Call for Papers Seminar on Food and Dietetics merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan artikel-artikel penelitian dalam bidang gizi dan dietetik. Tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Branched-Chain Amino Acids berbasis Pangan Lokal Labu Kuning dan Ikan Lele untuk Pasien Sirosis Hati Dhea Sadilla Anggraheni; Fitriana Mustikaningrum; Isna Rizqi Nurhikmah; Siti Rahmatun Hasanah; Siti Zulaikhah; Melya Ummunnisa
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi sering terjadi pada 20-50% pasien sirosis hati akibat gangguan fungsi hati, penurunan absorpsi nutrisi, dan meningkatnya kebutuhan energi. Pasien juga mengalami penurunan kadar BCAA, yang penting untuk sintesis protein dan fungsi otot, sehingga asupan BCAA melalui makanan enteral sangat diperlukan. Formula enteral kaya BCAA dapat memperbaiki status gizi, mendukung regenerasi hati, dan mencegah komplikasi seperti ensefalopati hepatik. Formula berbahan pangan lokal labu kuning dan ikan lele yang tinggi BCAA dapat menjadi alternatif enteral tinggi BCAA untuk pasien sirosis hati. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua perlakuan, kemudian dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK). Parameter yang diuji meliputi daya terima, viskositas, nilai gizi, osmolalitas, daya alir, dan harga. Data daya terima dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis (p<0,05) dan uji Mann-Whitney bila signifikan. Perbedaan viskositas dianalisis dengan uji T-Test (p<0,05), sedangkan osmolalitas, daya alir, dan harga dianalisis secara deskriptif. Hasil: Formula F1 memiliki kandungan energi, protein, karbohidrat, dan densitas lebih tinggi. Formula F2 menunjukkan viskositas berbeda signifikan (p=0,00), aspek gizi tidak berbeda signifikan (p=0,317) dan laju daya alir (0,25 cc/detik pada selang 12 dan 0,4 cc/detik pada selang 14). Osmolalitas F2 sebesar 485 mOsm/kg memenuhi standar formula enteral. Daya terima F1 dan F2 berbeda signifikan dibanding formula komersial (p=0,001). F2 lebih disukai karena proporsi labu kuning dan ikan lele 50% lebih sedikit dibanding F1, serta lebih ekonomis dengan biaya Rp31.219 per sajian. Simpulan: Formula enteral blenderized F2 direkomendasikan untuk pasien sirosis hati karena kandungan gizinya setara formula komersial, dengan viskositas dan osmolalitas sesuai standar formula enteral blenderized. Kombinasi nilai gizi, kualitas fisik, biaya, dan daya terima membuat F2 layak sebagai alternatif formula enteral.
Formulasi Makanan Enteral dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) dari Labu Kuning dan Kecipir untuk Penderita Sirosis Hati Alya Aulia Rahma; Septilia Anggi Rahmawati; Lili Hernasari; Ferinda Rahma Mawadda; Faizah Zahrani; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penderita sirosis hati sulit memenuhi kebutuhan gizi secara oral, sehingga berisiko mengalami malnutrisi, kehilangan massa otot rangka, penurunan kekuatan fisik, dan status gizi. Dibutuhkan makanan enteral yang diformulasikan khusus, seperti labu kuning dan kecipir yang kaya asam amino esensial untuk mempertahankan massa otot dan β-karoten sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, daya terima, dan biaya dari formula enteral berbasis labu kuning dan kecipir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan 2 variasi perlakuan perbandingan persentase berat labu kuning dan kecipir yaitu LANCIP 1 (11:12) dan LANCIP 2 (12:11) yang kemudian dibandingkan dengan formula enteral komersial. Kandungan gizi dianalisis secara empiris. Viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, daya alir menggunakan NGT ukuran 14 fr, endapan diamati selama 3 jam, dan uji daya terima dilakukan oleh 15 panelis semi-terlatih dan dianalisis dengan uji kruskal-wallis. Hasil: Kandungan BCAA LANCIP 1 dan 2 lebih rendah 35,3% dari formula komersil. Nilai viskositas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 133,8-283,8 cP. Nilai osmolalitas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 398-450 mOsm/kg (formula komersil 415 mOsm/kg). Hasil daya alir pada formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 0,81-2,33 cc/detik (formula komersil 1,78 cc/detik). Hasil uji endapan formula LANCIP 1 dan 2 yaitu setinggi 0,2 cm (formula komersil 0,3 cm). Hasil daya terima formula LANCIP 2 lebih disukai dibandingkan LANCIP 1, namun formula komersil masih unggul dalam semua aspek. Simpulan: Formula LANCIP 2 lebih direkomendasikan dibandingkan LANCIP 1 karena hasil uji mutu, daya terima, serta nilai gizi mendekati komersil.
Pengembangan Formula Enteral Blenderized Rendah Indeks Glikemik berbahan Dasar Labu Kuning, Putih Telur Ayam, dan Kacang Hijau (BUTEJO) Regita Shalsabillah Dhita Alam; Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi dan hiperkatabolisme pada pasien diabetes mellitus adalah dengan pemberian formula enteral blenderized rendah indeks glikemik. Pembuatan formula enteral blenderized rendah indeks glikemik dapat menggunakan bahan lokal yaitu labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi enteral rendah indeks glikemik berbasis labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau (BUTEJO) serta melakukan pengujian mutu fisik dan daya terima. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan 2 formula dengan variasi perbandingan putih telur ayam dan kacang hijau 1:1 (F1) dan 2:1 (F2). Selanjutnya akan dilakukan pengujian mutu dan daya terima. Uji mutu yang dilakukan yaitu uji viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji endapan dilakukan dengan membiarkan formula selama 6 jam dalam suhu ruang. Uji daya terima menggunakan uji hedonik. Kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan microsoft excel dengan data dari TKPI 2019, hasil dari uji mutu diolah secara deskriptif, uji daya terima diolah menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Man Whitney. Hasil: Hasil uji mutu menunjukkan formula 1 memiliki viskositas 42,37cP dan osmolalitas 296 mOsm/kg, sementara formula 2 memiliki viskositas 117,2cP dan osmolalitas 329 mOsm/kg. Hasil uji daya alir pada selang 12 Fr menunjukkan 1,725 cc/detik untuk formula 1 dan 0,695 cc/detik untuk formula 2, sedangkan pada selang 14 Fr, masing masing 2,245 cc/detik dan 0,96 cc/detik. Tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter keseluruhan pada uji organoleptik didapatkan rata-rata panelis netral terhadap formula 1 dan formula 2. Simpulan: Berdasarkan uji mutu dan daya terima, formula terbaik yaitu formula BUTEJO Formula 1 (1:1) karena memiliki viskositas, osmolalitas, dan daya terima yang lebih baik dibandingkan F2.
Formula Enteral Blenderized untuk Diet Diabetes Melitus dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Kacang Merah dan Labu Kuning (LAMERA) Lili Hernasari; Septilia Anggi Rahmawati; Ferinda Rahma Mawadda; Alya Aulia Rahma; Faizah Zahrani; Dyah Intan Puspitasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada pasien diabetes melitus (DM) terjadi resistensi insulin. Pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat mencegah lonjakan gula darah pada penderita DM. Salah satu bahan makanan rendah IG yaitu kacang merah. Selain rendah IG juga mengandung serat yang dapat menurunkan respon insulin. Labu kuning mempunyai efek hipoglikemik dengan meningkatkan level serum insulin. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan gizi, food cost, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan dan daya terima formula enteral blenderized LAMERA. Metode: Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan 2 formula dengan perbedaan komposisi pada bahan utama yang digunakan. Hasil: Hasil uji osmolalitas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 452 mOsmol/l dan 455 mOsmol/l. Viskositas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 85,6 cP dan 54,5 cP. Uji daya alir pada LAMERA 1 ukuran selang 12 french (fr) 0,24 cc/detik dan ukuran 14fr 0,84 cc/detik. pada LAMERA 2 selang 12fr 0,57 cc/detik dan ukuran 14fr 1,14 cc/detik. Hasil uji endapan pada LAMERA 1 selama 6 jam dihasilkan sebanyak 0,4 cm dan LAMERA 2 0,3 cm. Hasil organoleptik parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara formula LAMERA 1 dan LAMERA 2. Kesimpulan: Hasil penelitian nilai gizi, uji viskositas, uji endapan dan daya alir LAMERA 2 lebih baik dari LAMERA 1. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik LAMERA 1 dan LAMERA 2 tidak terdapat perbedaan. LAMERA 1 dan 2 sudah memenuhi syarat untuk formula enteral.
Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik berbasis Daun Kelor, Labu Kuning, dan Buah Naga Frida Nur Fitriani Hasanah; Endang Nur Widiyaningsih; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang komplikasi. Makanan berindeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah setelah makan. Formula enteral untuk DM sering kali mahal, sehingga bahan pangan lokal bisa menjadi alternatif pengganti makanan enteral komersil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan sifat organoleptik dari formula enteral rendah indeks glikemik berbasis buah naga, daun kelor, dan ubi ungu. Penelitian ini juga membandingkan biaya formula ini dengan formula komersial untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat. Metode: Desain eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan F1 (100 gram labu kuning, 80 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga), dan F2 (100 gram labu kuning, 105 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga). Hasil: Densitas energi formula enteral F1 dan F2 didapatkan densitas energi sebesar 1 kkal/cc dan beban indeks glikemik F1:F2 yaitu 6.8 gram : 7 gram. Hasil viskositas formula enteral pada F1 di suhu 24.3°C berkisar 383.1 cP dan pada F2 berkisar 307.05 cP. Uji osmolalitas formula enteral F1:F2 didapatkan hasil osmolalitas 402 mOsm/kg : 378 mOsm/Kg. Hasil uji endapan F1 dan F2 selama 6 jam didapatkan tidak ada endapan. Hasil keseluruhan uji daya terima pada enteral rendah indeks glikemik pada F1 dan F2 panelis menyatakan netral sedangkan pada FEK panelis menyatakan suka. Simpulan: Formula enteral terbaik yang direkomendasikan yaitu formula enteral F1 karena memiliki daya terima yang lebih tinggi.
Pengembangan Formula Enteral Blenderized Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) Berbahan Labu Kuning, Daging Ayam, Putih Telur Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum; Ida Rohmawati; Puput Fitria Erli Ningtyas; Alfi Mifthahul Nikmah; Putri Puspita Ulya; Farida Nur Isnaeni; Fitriana Mustikaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit sirosis hati berisiko tinggi menyebabkan malnutrisi pada pasien yang dapat meningkatkan kejadian komplikasi dan kematian. Makanan enteral blenderized dapat menjadi alternatif terapi diet penderita sirosis hati karena mudah dicerna dan kandungan gizinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan organoleptik pada formulasi enteral komersil dengan dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan komposisi daging ayam, putih telur, roti tawar, dan maltodextrin yang berbeda. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan penyusunan komposisi dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan masing-masing komposisi pada formula 1 dan formula 2 yaitu, putih telur (6:9), daging ayam (5:4), roti tawar (4:3), dan maltodextrin (5:6). Penilaian kandungan gizi dilakukan dengan secara empiris, uji viskositas diukur menggunakan viskometer, osmolalitas diukur menggunakan osmometer, daya alir diukur menggunakan NGT ukuran 12 fr, uji endapan dilakukan selama 6 jam, dan uji organoleptik dengan 15 panelis. Analisis data hasil organoleptik diuji menggunakan uji Kruskal Wallis lalu dilanjutkan uji Post Hoc. Hasil: Kandungan energi formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 553,6-567,8 kkal. Nilai osmolalitas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 494-543 mOSm/Kg. Nilai viskositas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 146,15-264,8 cp. Hasil uji daya alir formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 0,22-1,335 cc/detik. Tidak ada endapan di kedua formulasi enteral BUDALUR. Hasil uji organoleptik didapatkan formula enteral BUDALUR 1 lebih disukai dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 2. Simpulan: Formula enteral BUDALUR 2 lebih direkomendasikan karena kandungan BCAA lebih tinggi, hasil osmolalitas dan viskositas lebih rendah serta hasil uji daya alir lebih cepat dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 1.
Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik Berbasis Pangan Lokal ENSIDABUCANG (Enteral Subtitusi Daging Ayam, Labu Kuning, dan Kacang Merah) Siti Rahmatun Hasanah; Dyah Intan Puspitasari; Isna Rizqi Nurhikmah; Dhea Sadilla Anggraheni; Siti Zulaikhah; Melya Ummunnisa
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu intervensi gizi bagi pasien yang tidak dapat mencukupi asupan melalui oral adalah pemberian dalam bentuk formula enteral. Formula enteral berbahan pangan lokal, seperti labu kuning, kacang merah, dan daging ayam merupakan alternatif yang bernilai gizi tinggi, terjangkau, mudah didapat, serta mendukung pengendalian glukosa darah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi terhadap mutu serta daya terima formula enteral untuk mendukung terapi nutrisi pasien diabetes mellitus secara optimal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan penyusunan komposisi bahan dan pembuatan formula yang kemudian diuji viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan zat gizi, serta biaya yang diperlukan, dan dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK). Hasil: Kandungan zat gizi formula ENSIDABUCANG per sajian yaitu formula 1 (energi 266,12 kkal; protein 13,24 g; lemak 2,92 g; karbohidrat 37,04 g), formula 2 (energi 266,26 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,25 g; karbohidrat 36,74 g), formula 3 (energi 267,5 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,96 g; karbohidrat 36,86 g) dan FEK (energi 250 kkal; protein 10 g; lemak 7 g; karbohidrat 39 g). Uji daya alir F1 0,06 cc/detik; F2 0,03 cc/detik; F3 0,093 cc/detik; FEK 1,2 cc/detik selang ukuran 12Fr; F1 0,09 cc/detik; F2 0,07 cc/detik, F3 0,154 cc/detik; FEK 2,4 cc/detik selang ukuran 14Fr. Uji viskositas F1 665,7 cP; F2 640,2 cp; F3 492,9 Cp. Osmolalitas F1 544 mOsm/Kg; F2 483 mOsm/kg; F3 498 mOsm/kg; FEK 314 mOsm/kg. Berdasarkan uji daya terima dari F1, F2, F3, dan FEK dari segi warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan paling tinggi diperoleh oleh F3, sedangkan dari segi aroma paling tinggi diperoleh F2. Dari segi biaya dalam satu porsi formula enteral ENSIDABUCANG lebih hemat 70% dibanding FEK. Kesimpulan: Formula ENSIDABUCANG memiliki kandungan zat gizi yang sama dengan FEK dengan harga yang lebih hemat 70% dibanding dengan FEK, tetapi dengan osmolalitas yang lebih besar.
Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) berbasis Pangan Lokal Sulabayatika (Susu, Labu Kuning, Pepaya Muda Tinggi Kalsium dan Laktogogum) Umi Kurniawati; Dyah Intan Puspitasari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nutrisi yang adekuat selama masa menyusui sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan bayi serta mendukung produksi ASI, sehingga pengembangan formula enteral tinggi energi dan protein (TETP) berbasis pangan lokal seperti susu, pepaya muda, labu kuning, dan telur menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis mutu formula enteral melalui uji daya alir, viskositas, osmolalitas, dan uji organoleptik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, penilaian kandungan zat gizi secara empiris, viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji organoleptik dengan 20 panelis, dan perhitungan food cost untuk pembuatan formula. Hasil: Formula ini mengandung energi 1088 kkal, protein 45,7 g, lemak 31,4 g, karbohidrat 156,8 g, kalsium 676,9 g. Uji daya alir pada selang NGT 12 Fr (0,42 cc/detik) dan 14 Fr (0,56 cc/detik). Viskositas sebesar 158,6 cP. Omolalitas 547 mOsm/kg, Food cost untuk 1 resep Rp. 6.664,00. Uji Organoleptik menunjukkan sebagian besar suka untuk aroma (80%), dan suka pada rasa (55%), warna (70%), tekstur (70%), dan keseleruhan (70%). Simpulan: Formula sulabayatika memiliki nilai zat gizi yang sesuai syarat dan prinsip enteral tinggi energi tinggi protein untuk ibu menyusui. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memodifikasi bahan atau teknik pengolahan untuk mencapai osmolalitas yang lebih sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan substitusi gula dengan maltodekstrin dapat dilakukan, karena maltodekstrin memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah dibandingkan gula.
Formula Enteral berbasis Kedelai, Labu Kuning, Putih Telur Ayam (KELAPI) sebagai Diet Tinggi Energi Tinggi Protein Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Regita Shalsabillah Dhita Alam; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Status gizi yang optimal merupakan aspek krusial dalam mempercepat proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan kebutuhan khusus seperti pasien dengan malnutrisi, luka kronis, atau dalam fase pemulihan pascaoperasi karena peningkatan katabolisme. Oleh itu untuk memenuhi kebutuhan maka bisa ditambahkan suplementasi gizi seperti formula enteral berupa diet tinggi energi dan tinggi protein berbasis pangan lokal (kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan dan pengujian formula enteral tinggi energi dan tinggi protein berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang diawali dengan formulasi produk enteral KELAPI. Perhitungan kandungan zat gizi dilakukan secara empiris menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Formula yang telah disusun kemudian diuji melalui serangkaian pengujian mutu fisik, meliputi: viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, serta daya alir menggunakan Nasogastric Tube (NGT) ukuran 12 Fr dan 14 Fr. Uji endapan dilakukan selama 6 jam. Selain itu, dilakukan uji organoleptik oleh 15 panelis untuk menilai karakteristik sensorik formula. Data hasil uji organoleptik kemudian dianalisis menggunakan uji beda non-parametrik Mann-Whitney. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viskositas formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam adalah 12,22 cP, osmolalitas 420 mOsm/kg, daya alir pada selang 12 Fr adalah 1,67 cc/detik dan selang 14 Fr adalah 2,73 cc/detik, tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter organoleptik memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,8±0,68, yang menunjukkan bahwa responden cenderung menyukai formula tersebut. Kesimpulan: Secara keseluruhan pengujian formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam sesuai dengan standar persyaratan formula enteral tinggi energi dan tinggi protein yang dapat mendukung manajemen gizi pada pasien dengan malnutrisi.
Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak dengan Malignant Neoplasm of Testis Stadium IV Obs Penurunan Kesadaran dd Metastasis Otak, Anemia terkait Keganasan, Obstruksi Saluran Cerna, Trombositopenia, dan Hiponatremia Isna Rizqi Nurhikmah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker testis pada anak merupakan kasus langka, dengan insiden 0,5-2 kasus per 100.000 anak per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh testis tidak turun, disgenesis gonad, dan kelaurga yang menderita kanker memiliki risiko terkena kanker 10x lipat. Stadium IV menandakan penyebaran luas ke organ jauh, termasuk otak, yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti obstruksi saluran cerna, anemia, trombositopenia, dan hiponatremia. Pemberian asuhan gizi diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan ongkologi. Penelitian ini dilakukan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif dengan nomor Ethical Clearance : 1.189 / VI / HREC / 2025. Asuhan gizi dilakukan selama empat hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantuan terjadi peningkatan bertahap asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Asuhan gizi terstruktur berkontribusi secara positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.

Page 1 of 4 | Total Record : 37