cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar on Food and Dietetic
ISSN : -     EISSN : 31232825     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional dan Call for Papers Seminar on Food and Dietetics merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan artikel-artikel penelitian dalam bidang gizi dan dietetik. Tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Pengaruh Perbedaan Proporsi Bahan terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Finger Stick Hatasa (Hati Ayam, Telur Ayam, Santan) Nanda Ayu Saputri; Emma Yahya Saputri; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak dengan gizi kurang perlu dioptimalkan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pengembangan produk Finger Stick HATASA (hati ayam, telur ayam, santan) dapat digunakan sebagai inovasi pemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan proporsi bahan terhadap kadar air, intensitas warna, dan sifat sensoris pada Finger Stick HATASA (hati ayam, telur ayam, santan). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan proporsi bahan yang digunakan. Hasil: Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Paired T Test dengan dengan p-value < 0,05 pada intensitas warna aspek L* dan b*, dan sifat sensoris. Analisis lainnya menggunakan Kruskall Wallis dengan p-value < 0,05 pada kadar air dan intensitas warna aspek a*. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan proporsi bahan mempengaruhi intensitas warna dan sifat sensoris. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan proporsi bahan memiliki pengaruh nyata terhadap intensitas warna aspek L* dan sifat sensoris aspek rasa, tekstur, dan keseluruhan. Namun tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air, intensitas warna aspek a* dan b*, serta sifat sensoris aspek warna dan aroma. Secara keseluruhan, formula terbaik didapatkan pada formula hati ayam 9%, telur ayam 14%, santan 18%, daging ayam 14%, roti tawar 32%, wortel 13% dengan rata-rata 6.00 pada kategori suka. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam memberikan inovasi pemanfaatan bahan pangan lokal untuk pembuatan PMT anak.
Karakteristik Organoleptik dan Fisikokimia Snack Bar Tepung Ubi Ungu dan Tepung Kacang Hijau Fadhilah Nur Aini; Rindi Febriana; Aan Sofyan; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kombinasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau berpotensi menghasilkan snack bar tinggi serat, rendah indeks glikemik, dan kaya antioksidan, sehingga aman bagi penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu organoleptik, intensitas warna, kadar air, dan kandungan gizi snack bar dengan 3 variasi perlakuan yaitu F1 (40:80), F2 (48:72), dan F3 (60:60). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu perbedaan konsentrasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau pada pembuatan snack bar. Penelitian menggunakan tiga formulasi perlakuan, yaitu F1 (40:80), F2 (48:72), dan F3 (60:60). Analisis mutu organoleptik dilakukan menggunakan uji hedonik terhadap 15 panelis semi terlatih, sedangkan intensitas warna dianalisis menggunakan chromameter, kadar air dengan metode termogravimetri menggunakan Kern DAB 100-3 moisture analyzer, dan kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2020. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Kruskal-Wallis serta dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan antar perlakuan. Hasil: Variasi konsentrasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan rasa, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Formula F3 memiliki nilai mutu organoleptik tertinggi. Peningkatan konsentrasi tepung ubi ungu menyebabkan penurunan nilai L* serta peningkatan nilai a* dan b*. Kadar air snack bar berkisar 23,73- 25,54% dan memenuhi standar pangan semi basah, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi tepung ubi ungu. Formula F3 memiliki kandungan energi tertinggi. Simpulan: Terjadi peningkatan tingkat kesukaan terhadap seluruh parameter organoleptik, nilai a*, dan nilai b* serta penurunan nilai L* seiring peningkatan konsentrasi tepung ubi ungu.
Pengembangan Olahan Cookies berbasis Tepung Kacang Merah dan Whey Protein Isolate untuk Penderita Kanker Payudara Jihan Salsabila Adha; Luthfiya Ninda Ideliasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan cookies berbahan dasar tepung kacang merah dan whey protein isolate (WPI) menawarkan alternatif makanan selingan tinggi protein yang dirancang bagi penderita kanker. Kanker sering menyebabkan penurunan status gizi dan massa otot sehingga diperlukan produk pangan dengan kandungan protein berkualitas tinggi dan antioksidan. Tepung kacang merah merupakan sumber protein, serat pangan, dan antioksidan antosianin, sedangkan WPI menyediakan kandungan protein tinggi, khususnya BCAA, yang berperan penting dalam sintesis protein otot dan pemulihan jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi perbandingan tepung kacang merah dan WPI, yaitu F1 (15:25), F2 (20:20), dan F3 (25:15). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, warna, komposisi gizi, biaya produksi, serta uji organoleptik oleh 15 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi tepung kacang merah, kadar karbohidrat dan kadar air meningkat, sementara kandungan protein menurun. Formula dengan proporsi WPI tertinggi (F1) menghasilkan kadar protein paling tinggi (6,9 g/50 g). Uji organoleptik tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada warna, aroma, rasa, tekstur, maupun penerimaan keseluruhan antar formula. Formula F1 terpilih sebagai formula terbaik karena memiliki kandungan protein lebih tinggi, nilai energi sesuai kebutuhan pasien kanker, serta biaya produksi relatif ekonomis. Produk cookies ini berpotensi menjadi alternatif makanan selingan fungsional berbasis pangan lokal bagi penderita kanker.
Karakeristik Fisik dan Sensoris Kue Talam Substitusi Tepung Kacang Hijau untuk Anak dengan Gizi Kurang Filsa Afitri Cholidha; Anindya Suryawati; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting, gizi buruk, dan kurang gizi. Penggunaan bahan pangan lokal dalam PMT dapat meningkatkan status gizi balita. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang telah ada sejak lama. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang berpotensi dikembangkan melalui substitusi tepung kacang hijau untuk meningkatkan nilai gizi produk. Metode: Metode eksperimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan F1 (substitusi tepung kacang hijau 15%), F2 (30%), F3 (45%). Instrumen penelitian menggunakan formulir uji organoleptik dengan 15 responden. Hasil: Hasil uji statistik Friedman menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter warna (p = 0,010), aroma (p = 0,004), rasa (p = 0,015), dan keseluruhan (p = 0,027). Formula F2 memiliki rerata kesukaan tertinggi pada sebagian uji organoleptik. Hasil uji warna mempengaruhi karakteristik warna produk, sedangkan uji kadar air semua formula memenuhi persyaratan mutu kue basah berdasarkan SNI 01-4309-1996. Simpulan: Substitusi tepung kacang hijau pada kue talam memengaruhi karakteristik sensoris dan fisik. Formula F2 (30%) merupakan formula terbaik berdasarkan uji organoleptik yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Pre-Post Laparatomi Adhesiolisis dan Reseksi Anastomosis Ileum End to End dengan Riwayat Appendisitis Akut Nur Khofipah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Appendisitis perforasi disertai peritonitis generalisata merupakan kondisi kegawatdaruratan pada sistem pencernaan yang dapat menimbulkan peradangan berat intraabdomen, perlengketan usus, serta gangguan fungsi saluran cerna sehingga membutuhkan tindakan operasi berupa laparotomi adhesiolisis reseksi dan anastomosis ileum end to end. Pasien pasca bedah digestif memiliki risiko mengalami gangguan asupan makan, peningkatan kebutuhan energi dan protein, infeksi, ileus, serta malnutrisi akibat proses inflamasi dan stres metabolik pascaoperasi. Dukungan terapi gizi yang adekuat diperlukan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, mempertahankan status gizi, dan mendukung pemulihan fungsi gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan gizi pada pasien pasca tindakan laparotomi dengan riwayat appendisitis perforasi peritonitis generalisata. Metode: laporan kasus (case report) dengan pendekatan deskriptif observasional pada satu pasien anak menjalani perawatan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan klinis, data laboratorium, serta pemantauan asupan makan, kemudian dianalisis berdasarkan langkah proses asuhan gizi terstandar. Hasil: Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI-2.1, NC-1.4, NI-5.1. Intervensi gizi diberikan melalui terapi diet TETP dengan tekstur bertahap dari cair jerning hingga tekstur biasa. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan meliputi asupan zat gizi, kondisi klinis, fungsi gastrointestinal, dan kemampuan pasien mentoleransi makanan. Setelah dilakukan intervensi gizi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan persentase pemenuhan kebutuhan energi dari 47% menjadi 52%, protein dari 53% mejadi 58%, dan karbohidrar dari 54% menjadi 64%, sedangkan asupan lemak menurun dari 58% menjadi 44%. Secara klinis pasien menujukkan perbaikan berupa berkuranngnya nyeri pasca operasi, membaiknya fungsi gastrointestinal, serta pasien mampu mentoleransi peningkatan tekstur makanan dari cair hingga makanan biasa. Kesimpulan: Pada kasus ini, kondisi pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah diberikan intervensi. Intervensi gizi yang diberikan telah tercapai dengan baik, meskipun target asupan pasien belum sepenuhnya terpenuhi.
Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Lama Rawat Inap Pasien Anak tanpa Komplikasi di Rumah Sakit Indriati Solo Baru Friska Oktaviani; Titik Dwi Noviati
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lama rawat inap di rumah sakit merupakan indikator penting untuk mengevaluasi efektivitas perawatan anak, proses pemulihan dapat dipengaruhi oleh jumlah energi dan protein yang dikonsumsi selama perawatan. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dan protein dengan lama rawat inap pasien anak tanpa komplikasi di rumah sakit Indriati Solo Baru. Metode: Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapat responden sebanyak 65 responden dari populasi 288 pasien anak tanpa komplikasi. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu asupan energi dan protein, sedangkan variable independent dalam penelitian ini yaitu lama rawat inap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional. Uji Fisher's Exact Test digunakan setelah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil Uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi energi dan lama rawat inap di rumah sakit (p = 1.00) atau antara asupan protein dan lama rawat inap di rumah sakit (p = 0.561). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan protein dengan lama rawat inap pasien anak tanpa komplikasi di rumah sakit Indriati Solo Baru.
Pengaruh Edukasi MP-ASI Stunting menggunakan Media E-Booklet dan Video Animasi terhadap Pengetahuan Ibu Balita L Lefiyana; Alfan Ridha
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting di Kabupaten Wonogiri mengalami peningkatan hingga 19,5% dari tahun 2019 hingga 2023, salah satu faktor resikonya adalah paktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat akibat rendahnya pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh edukasi dengan media e-booklet dan video animasi terhadap tingkat pengetahuan ibu balita serta menganalisis perbedaan pengaruh edukasi dengan media e-booklet dan video animasi. Metode: Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Pretest-Posttest with Control Group Design, sampel di bagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok yang diberikan edukasi dengan media ebooklet, video animasi, dan kelompok kontrol. Penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling secara incidental, analisis data dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi MP-ASI menggunakan media e-booklet dan video animasi dengan p-value <0,05 (<0,001). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pengaruh antara edukasi MP-ASI menggunakan media e-booklet dan video animasi dalam meningkatkan pengetahuan (p=0,992). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi dengan media e-booklet dan video animasi, namun tidak ditemukan perbedaan pengaruh edukasi dengan media e-booklet dan video animasi.

Page 4 of 4 | Total Record : 37