cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA ACUMINATA) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CENDAWAN PATOGEN PYRICULARIA ORYZAE SECARA IN VITRO Syauqi, Akhmad; Isnawati, Isnawati; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendawan Pyricularia oryzae merupakan cendawan penyebab penyakit blas pada padi. Ekstrak daun kamboja (Plumeria acuminata) memiliki potensi sebagai fungisida untuk mengendalikan serangan penyakit blas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil fitokimia dari ekstrak daun kamboja, menguji pengaruh ekstrak daun kamboja terhadap pertumbuhan cendawan P. oryzae dan menentukan konsentrasi ekstrak daun kamboja yang dapat menghambat pertumbuhan cendawan P. oryzae terbesar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu arah, yaitu variasi konsentrasi (0%, 0,01%, 0,25%, 0,5%, dan 1%). Penelitian ini dilakukan dengan 5 kali penggulangan. Pengamatan dilakukan setelah masa inkubasi selama 7 hari pada suhu ruang. Paramater yang diamati yaitu hambatan pertumbuhan P. oryzae yang ditunjukkan dari ukuran diamater koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kamboja berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter koloni cendawan P. oryzae. Konsentrasi 1% ekstrak daun kamboja (P. acuminata) mampu menghambat pertumbuhan P. oryzae terbesar dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,13±0,057 cm dan persentase penghambatan sebesar 11,42%.
EFEKTIVITAS PENURUNAN LOGAM BERAT PB GRACILARIA GIGAS MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI ASAM SITRAT BELIMBING WULUH DAN JERUK NIPIS Riyanto, Nindya Anggraeni; Yuliani, Yuliani; Kuntjoro, Sunu
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut (Gracilaria gigas) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis yang tumbuh di perairan laut dangkal. Gracilaria gigas dapat mengakumulasi logam berat pada perairan dangkal tersebut. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk menguji pengaruh perasan jenis (buah belimbing wuluh dan jeruk nipis), pengaruh konsentrasi perasan dan interaksi pemberian perasan buah belimbing wuluh dan jeruk nipis terhadap penurunan logam Pb. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel Gracilaria gigas diperoleh dari tempat budidaya makroalga di Desa Kalilao, Kelurahan Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Gracilaria gigas kemudian direndam menggunakan air perasan buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 50% (BKI) dan 100% (BKII) serta air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 50% (JKI) dan 100% (JKII)  selama 1 jam. Setelah direndam, kandungan logam Gracilaria Gigas dianalisis Pb menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Data kemudian dianalisis menggunakan analisis varian dua arah. Hasil penelitian diperoleh berupa data akhir kandungan logam Pb setelah perlakuan dengan rerata 4,273 ppm (BKI); 3,923 ppm (BKII); 3,633 ppm (JKI) dan 3,773 ppm (JKII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi perasan buah belimbing wuluh dan jeruk nipis berpengaruh terhadap kandungan Pb Gracilaria gigas. Perlakuan yang efektif dalam menurunkan logam berat Pb pada Gracilaria gigas menggunakan air perasan belimbing wuluh pada konsentrasi 50% (BKI), sedangkan menggunakan air perasan jeruk nipis pada konsentrasi 100% (JKII).
KEMAMPUAN TANAMAN SIRIH GADING (EPIPREMNUM AUREUM) SEBAGAI ABSORBEN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DI UDARA Riyantika Sari, Fanni Riyantika; Purnomo, Tarzan; Rachmadiarti, Fida
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirih Gading (Epipremnum aureum) adalah tanaman hias yang dapat digunakan sebagai penyerap emisi timbal (Pb) dari kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam berat timbal (Pb) pada daun Sirih Gading (Epipremnum aureum) yang terpapar emisi kendaraan bermotor pada beberapa jalan di Surabaya dan mengetahui hubungan korelasi antara kadar timbal (Pb) pada daun terhadap kadar klorofilnya. Sampel daun diambil dari tiga tempat yaitu : Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, dan Jalan Wiyung Kota Surabaya. Sampel daun diuji akumulasi kadar timbal (Pb) dengan metode pengabuan basah menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) di Laboratorium Gizi Universitas Airlangga dan kadar klorofil daun dengan spektrofotometer di Laboratorium Fisiologi Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Sirih Gading (Epipremnum aureum) varietas hijau kuning dan varietas hijau mampu mengabsorbsi logam timbal (Pb). Kadar timbal (Pb) yang terakumulasi pada daun Sirih Gading (Epipremnum aureum) dipengaruhi oleh tingkat pencemaran timbal (Pb) di udara, dimana semakin tinggi volume kendaraan yang melintas, maka semakin tinggi kadar timbal (Pb) yang terakumulasi pada daun. Terdapat korelasi negatif antara kadar timbal (Pb) dengan klorofil daun, dimana semakin tinggi kadar timbal (Pb) yang terakumulasi pada daun, maka semakin sedikit kadar klorofil yang dihasilkan. Kadar timbal yang terserap dan terakumulasi pada daun Sirih Gading varietas hijau kuning yaitu sebesar 0,60 - 0,643 ppm, dan Sirih Gading varietas hijau yaitu sebesar 0,582 - 0,618 ppm. Kadar klorofil pada daun Sirih Gading varietas hijau kuning lebih rendah daripada daun Sirih Gading varietas hijau. Kadar klorofil Sirih Gading varietas hijau kuning yaitu sebesar 8,52 - 11,63 ppm dan Sirih Gading varietas hijau sebesar 10,86 - 15,33 ppm.
PENGARUH REBUSAN SERBUK SIMPLISIA BUAH DELIMA MERAH (PUNICA GRANATUM) DALAM MENURUNKAN FREKUENSI DEFEKASI MENCIT (MUS MUSCULUS) Trisnawati, Nuril; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanin merupakan senyawa yang dapat bekerja sebagai astringen dan banyak terdapat pada buah delima merah. Telah dilakukan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuktikan bahwa rebusan serbuk simplisia buah delima merah dapat menurunkan frekuensi defekasi pada diare, dengan pre-post test design. Sasaran penelitian 108 ekor mencit yang dibedakan dalam 10 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Seluruh kelompok diinduksi minyak jarak, kecuali kelompok kontrol. Satu jam setelah induksi, kelompok perlakuan diberi berbagai konsentrasi rebusan serbuk simplisia buah delima merah yaitu 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Pada setiap kelompok diamati frekuensi defekasi konsistensi feses cair dan feses lembek sebelum dan sesudah perlakuan. Data penelitian frekuensi defekasi dianalisis dengan Kruskal-Wallis (cair=0,00<0,05; lembek=0,04<0,05) dan Mann Whitney (<0,05). Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian rebusan serbuk simplisia buah delima merah mampu menurunkan frekuensi defekasi feses konsistensi cair dan lembek. Frekuensi defekasi terendah pada feses cair adalah dengan pemberian konsentrasi rebusan 50% (0,89 kali) dan pada feses lembek dengan pemberian konsentrasi rebusan 60% (0,67 kali). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan frekuensi defekasi pada mencit diare setelah pemberian rebusan serbuk simplisia buah delima merah dengan frekuensi defekasi terendah pada feses konsistesi cair adalah pada pemberian konsentrasi rebusan 50%, sementara pada feses konsitensi lembek adalah pada pemberian konsentrasi rebusan 60%.
PEMANFAATAN FILTRAT ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) UNTUK MENURUNKAN KADAR TIMBAL (PB) PADA IKAN BADER PUTIH (BARBONYMUS GONIONOTUS) Solihah, Maratus; Rachmadiarti, Fida; Raharjo, Raharjo
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging buah asam jawa (Tamarindus indica) mengandung asam organik, salah satunya yaitu asam sitrat yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam. Tujuan penelitan ini adalah untuk menguji fungsi filtrat asam jawa dalam menurunkan kadar logam berat timbal pada ikan bader putih dengan menggunakan berbagai konsentrasi dan lama perendaman. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 2 faktor perlakuan dengan perbedaan konsentrasi (0%, 5% dan 10%) dan  lama perendaman (15 menit dan 30 menit). Penelitian dilakukan dengan 4 kali pengulangan. Data yang dihasilkan berupa nilai penurunan kadar Pb pada ikan bader putih. Data dianalisis dengan uji analisis varian (ANAVA) dua arah, lalu dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar Pb terbesar pada ikan bader putih adalah konsentrasi 5% dengan lama perendaman selama 30 menit sebesar 59,559%.
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KARAH SURABAYA ULFIANA, VETI; Rachmadiarti, Fida; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri batik sering menjadi permasalahan utama dalam lingkungan. Limbah batik banyak mengandung logam berat timbal (Pb) hingga 0,537 ppm. Oleh karena itu, agar air limbah batik yang akan dibuang ke lingkungan tidak mencemari maka harus melalui proses remediasi terlebih dahulu. Proses remediasi dalam penelitian ini menggunakan serbuk biji kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar logam timbal (Pb) di dalam air limbah batik dengan menggunakan berbagai konsentrasi serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dan lama waktu pemaparan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi (20 g, 25 g dan 30 g) dan lama waktu pemaparan (20 menit dan 30 menit). Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 unit perlakuan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar logam timbal (Pb)  sebelum dan setelah perlakuan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Anava 2 arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Data pendukung adalah pH, suhu pada air limbah dan kadar logam timbal (Pb) pada serbuk biji kelor (Moringa oleifera). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 30 gram serbuk biji kelor mampu menurunkan kadar logam timbal (Pb) paling optimal, sedangkan waktu optimal untuk menurunkan kadar logam timbal (Pb) adalah 20 menit.
PENGARUH FILTRAT KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI GLUKOSA NUR LAXMI, SUCI Nur; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan alami merupakan salah satu materi yang dapat digunakan sebagai obat. Salah satunya adalah kulit buah naga merah yang diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, antosianin, dan triterpenoid. Oleh karena itu, dilakukan penelitian eksperimental untuk membuktikan pengaruh filtrat kulit buah naga merah  (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar glukosa darah mencit,  dengan pre-post test design, subjek 72 ekor mencit jantan, 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Filtrat kulit buah naga merah diberikan satu kali setelah 1 jam induksi glukosa 2 g/kg BB dengan konsentrasi filtrat 100%, 90%, 70%, 50%, dan 30%. Pengukuran kadar glukosa darah yang diambil melalui ekor dilakukan dengan menggunakan alat hitung digital glico easy touch dengan satuan mg/dl. Data dianalisis dengan uji t dan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah mencit pada konsentrasi filtrat kulit buah naga merah 100% sebesar 79 mg/dl; 90% sebesar 86 mg/dl; 70% sebesar 105,25 mg/dl; 50% sebesar 123 mg/dl; 30% sebesar 139 mg/dl dan 0% sebesar 147 mg/dl. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa filtrat kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit pada semua konsentrasi kecuali 0%.  Kadar glukosa darah normal pada mencit adalah dalam rentang antara 50-109 mg/dl
PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA PADA PENGENCER DASAR TRIS-CITRIC-ACID SOYA (TCS) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER PASCA-PEMBEKUAN BEKTI PAMUNGKAS, DIO Bekti; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Ducha, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan semen dapat dilakukan dengan cara pembekuan. Dalam tahapan proses pembekuan, spermatozoa membutuhkan sumber energi untuk metabolisme. Fruktosa adalah contoh sumber energi yang biasa digunakan dalam pengencer. Tujuan  penelitian ini untuk menguji pengaruh fruktosa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 pengulangan. Pengamatan motilitas dilakukan dengan mengestimasi spermatozoa yang bergerak progresif lurus ke depan. Data diuji dengan ANAVA satu arah dengan taraf ketelitian 95% dan dilanjutkan uji Duncan. Pengamatan motilititas before freezing menunjukkan hasil pada konsentrasi fruktosa 2 g memberikan pengaruh paling baik dengan nilai 53.50±0.788. Setelah thawing konsentrasi fruktosa 2 g juga memberikan pengaruh paling baik dengan nilai 41.50±0.79. Kesimpulan  penelitian ini adalah  fruktosa dalam pengencer Tris-Citric-Acid Soya mampu mempertahankan kualitas spermatozoa kambing Boer pasca pembekuan
POTENSI KONSORSIUM BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) VARIETAS PAPUA PATIPPI DALAM MENAMBAT NITROGEN AMANAH, ISKHAWATUN; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri endofit A1, B1, B2, dan B3 dari akar tanaman ubi jalar varietas papua patippi diketahui mampu menghasilkan hormon IAA dan melakukan penambatan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi konsorsium bakteri endofit dalam meningkatkan penambatan nitrogen dan mendeskripsikan konsorsium yang paling optimal dalam menambat nitrogen serta waktu inkubasi yang optimal. Potensi penambatan nitrogen diperoleh dengan mengukur nilai akumulasi amonium yang dihasilkan selama 6 hari masa inkubasi menggunakan metode spektrofotometri dengan panjang gelombang 410 nm. Data akumulasi amonium konsorsium bakteri endofit dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium bakteri endofit mampu meningkatkan penambatan nitrogen yang ditunjukkan dengan akumulasi amonium yang dihasilkan. Rata- rata nilai akumulasi amonium tertinggi yang dihasilkan oleh keenam jenis konsorsium berkisar antara 10 mg/L - 13 mg/L. Konsorsium A1-B3 merupakan konsorsium yang paling optimal dalam menambat nitrogen, karena memiliki rata-rata nilai akumulasi amonium tertinggi yaitu sebesar 10,38 mg/L. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa waktu inkubasi yang diperlukan untuk akumulasi amonium secara optimal adalah 1 hari, karena pada waktu tersebut dihasilkan akumulasi amonium paling tinggi.
PROFIL PROTEIN SEMANGGI AIR (MARSILEA CRENATA) YANG DITANAM PADA KOMBINASI MEDIA TANAM LUMPUR LAPINDO DAN TANAH ALFISOL Karunia Hidayati, Rizki K; Rachmadiarti, Fida; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur lapindo merupakan lahan yang mengandung banyak logam berat salah satunya adalah Cd sehingga diperlukan perbaikan fungsi lahan salah satunya menggunakan teknik fitoremediasi. Semanggi air berpotensi sebagai fitoremediasi karena memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat di habitat tumbuhnya. Lumpur Lapindo sulit digunakan sebagai media tanam karena tekstur yang sangat liat sehingga perlu ditambahkan tanah alfisol agar dapat dijadikan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi media tanam lumpur lapindo dan tanah alfisol terhadap kemampuan tanaman semanggi dalam menyerap logam berat Cd pada media tanam, dan profil protein akar semanggi air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan, yaitu kombinasi media tanam lumpur Lapindo: tanah alfisol (0%: 100%, 10%: 90%, 20%:80%, 30%: 70%) dengan 6 kali pengulangan. Parameter yang diukur adalah penurunan logam berat Cd pada media tanam, dan profil protein. Analisis logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) analisa profil protein menggunakan metode Sodium Dedosyl Sulfate Polyacrilamide Gel Electroforesis (SDS-PAGE). Hasil penelitian menunjukkan semanggi air mampu menyerap logam Cd hingga 70% pada media tanah. Kombinasi media tanam berpengaruh terhadap profil protein akar semanggi air. Pada perlakuan kontrol muncul 7 pita protein, perlakuan 10% muncul 2 pita protein, perlakuan 20% muncul 2 pita protein, perlakuan 30% muncul satu pita protein dengan berat molekul 68 kDa, 67 kDa, 66.2 kDa, 60 kDa, 57 kDa, 48 kDa, 45 kDa, 43 kDa, 37 kDa, 35 kDa, 29 kDa.