cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SOYA DALAM PENGENCER DASAR TRIS-CITRIC ACID-FRUCTOSE (TCF) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER PASCA PEMBEKUAN Tjandrakirana, Tjandrakirana; Ducha, Nur; Noviansyah, Lucky
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan suhu rendah (-196oC) dapat menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa yang disebabkan kerusakan membran spermatozoa, sehingga dalam pengencer dibutuhkan perlindungan membran plasma yang disebut krioprotektan, salah satunya adalah soya. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan pengaruh penambahan soya dalam pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) terhadap motilitas spermatozoa kambing Boer pada suhu rendah. Parameter penelitian ini adalah motilitas dengan melihat spermatozoa motil progresif, viabilitas dengan pewarnaan eosin-negrosin, integritas membran dengan metode HOST, dan osmolaritas pengencer dengan alat osmometer. Desain penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan (konsentrasi soya 0 g, 2 g, 4 g, dan 6 g) dan 5 pengulangan. Analisis data dengan uji ANOVA satu arah pada taraf ketelitian 95%, lalu dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan motilitas spermatozoa dapat dipertahankan dengan penambahan soya 4 g dalam pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) saat before freezing sebesar 56,00 ± 1,09% dan pasca-thawing sebesar 41,00 ± 0,54%. Simpulan dari penelitian ini adalah pengencer Tris-Citric Acid-Fructose (TCF) dengan penambahan soya 4 g dapat mempertahankan motilitas spermatozoa kambing Boer pada suhu rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN ALFA TOKOFEROL DALAM PENGENCER CEP-D TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI LIMOUSIN YANG DISIMPAN PADA SUHU BEKU Ayu Astrini, Eka Ayu; Ducha, Nur; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan spermatozoa pada suhu beku, dapat menimbulkan terjadinya senyawa radikal bebas, oleh karena itu perlu dilakukan penambahan alfa tokoferol sebagai antioksidan dalam pengencer. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh alfa tokoferol dalam pengencer CEP-D terhadap daya gerak atau motilitas spermatozoa sapi Limousin yang disimpan pada suhu beku. Motilitas spermatozoa diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400X. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANAVA pada taraf signifikansi 95% dan selanjutnya dilakukan uji Duncan. Motilitas before freezing dan post thawing tertinggi dihasilkan oleh dosis alfa tokoferol 3mM, yaitu 74,38±0,81 dan 45,00±0,33. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan alfa tokoferol dalam pengencer CEP-D dapat mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Limousin yang disimpan pada suhu beku dengan penambahan dosis alfa tokoferol terbaik 3 mM.
POTENSI KONSORSIUM TIGA DAN EMPAT ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR VARIETAS PAPUA PATIPPI DALAM MEMPRODUKSI IAA BUDIYANTI SUMPETHANAYA, DWILIAM Budiyanti; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri endofit A1, B1, B2, dan B3 dari akar tanaman ubi jalar varietas Papua Patippi diketahui mampu memproduksi hormon IAA. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana potensi konsorsium bakteri endofit dalam memproduksi IAA dan konsorsium manakah yang paling optimal dalam memproduksi hormon IAA serta berapa lama waktu inkubasi yang paling optimal. Potensi konsorsium bakteri endofit dalam memproduksi IAA diperoleh dengan mengukur nilai absorbansi setiap harinya selama 5 hari masa inkubasi menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 530 nm. Data absorbansi IAA selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsorsium bakteri endofit berpotensi dalam memproduksi IAA. Konsorisum a (A1, B1, B2) merupakan konsorsium yang paling optimal dalam memproduksi IAA dengan nilai konsentrasi tertinggi yaitu 1,182 ppm. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pula bahwa waktu inkubasi yang diperlukan untuk memproduksi IAA dengan konsentrasi optimal dimulai pada hari ke-3.
POTENSI BAKTERI ENDOFIT AKAR UBI JALAR VARIETAS PAPUA PATIPPI DALAM MELARUTKAN FOSFAT SECARA IN VITRO MARIATUL KHIFTIYAH, ANA Mariatul; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan delapan isolat bakteri endofit yang sebelumnya telah berhasil diisolasi dari akar tanaman ubi jalar varietas Papua Patippi dalam melarutkan fosfat. Penelitian dilakukan selama bulan Februari sampai Juni 2016 di Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya. Kualitas kemampuan delapan isolat bakteri endofit dalam melarutkan fosfat diketahui dengan cara menghitung solubilizing index (SI) masing-masing isolat bakteri setelah ditumbuhkan pada media Pikovskaya agar yang mengandung trikalsium fosfat sebagai sumber fosfat. Konsentrasi fosfat terlarut yang dapat dilarutkan oleh bakteri diukur dengan metode spektrofotometri pada hari ke-0 dan hari ke-7 waktu inkubasi bakteri pada media Pikovskaya cair. Isolat bakteri endofit yang dapat melarutkan fosfat adalah isolat A2, A3, B1, B3, C1, dan C2 dengan kualitas kemampuan pelarutan fosfat yang terbesar ditunjukkan oleh isolat C2. Konsentrasi fosfat pada hari terakhir inkubasi yang berhasil dilarutkan oleh masing-masing isolat bakteri adalah antara 2,739 ppm sampai 3,962 ppm. Isolat bakteri yang dapat melarutkan fosfat dengan konsentrasi tertinggi adalah isolat bakteri A3.
PENGARUH TIMBAL (PB) TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL KIAMBANG (SALVINIA MOLESTA) ULFAH, MARIA; Rachmadiarti, Fida; Rahayu, Yuni Sri
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan logam timbal pada tumbuhan dapat berpengaruh terhadap biosintesis tumbuhan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh berbagai konsentrasi logam timbal dan waktu detensi yang berbeda terhadap kandungan klorofil dan akumulasi logam Pb pada daun kiambang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama meliputi konsentrasi larutan timbal sebesar 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm. Faktor kedua berupa lamanya waktu detensi, yaitu 7 hari dan 14 hari. Penelitian dilakukan dengan 3 pengulangan sehingga diperoleh 24 kombinasi perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kandungan klorofil dan akumulasi logam berat timbal pada daun. Data pendukung pada penelitian ini berupa kondisi fisik dan kimia lingkungan meliputi pH, suhu, dan intensitas cahaya. Uji hipotesis dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan berbagai waktu detensi dan kandungan logam berat yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil total dan akumulasi logam pada daun. Kandungan klorofil total terendah yaitu pada perlakuan dengan konsentrasi 15 ppm pada waktu detensi 14 hari dengan nilai persentase sebesar 76,68%. Akumulasi logam Pb pada daun tertinggi, yaitu pada konsentrasi 15 ppm selama 14 hari dengan persentase sebesar 35,12%.
IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT B2 DAN B3 DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR BERDASARKAN SEKUENS 16S RDNA ZUMRONA, HILDA; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolat bakteri endofit B2 dan B3 merupakan bakteri endofit yang dapat menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA) yang diisolasi dari akar tanaman ubi jalar varietas Papua Patippi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat bakteri tersebut sampai tingkat spesies berdasarkan sekuens 16S rDNA dan mengetahui urutan basa yang lestari dan beragam dari sekuens 16S rDNA bakteri uji. Teknik identifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sekuens 16S rDNA. Metode penelitian yang digunakan meliputi isolasi DNA dengan menggunakan metode CTAB/NaCl yang dimodifikasi, visualisasi DNA dengan elektroforesis gel agarose, amplifikasi sekuens 16S rDNA dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), serta sekuensing. Identifikasi dilakukan berdasarkan indeks similaritas sekuens 16S rDNA bakteri uji dengan sekuens 16S rDNA strain acuan yang diperoleh dari GenBank NCBI. Suatu isolat bakteri digolongkan dalam satu spesies jika memiliki indeks similaritas sekuens 16S rDNA sebesar ≥ 99% dengan sekuens acuan di GenBank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat B2 teridentifikasi sebagai Bacillus thuringiensis (JN628977) dengan indeks similaritas sebesar 100% dan jumlah basa nukleotida yang beragam sebesar 0 dari 1432, dan isolat B3 teridentifikasi sebagai Bacillus cereus JSYM 28 (HQ844479) dengan indeks similaritas sebesar 100% dan jumlah basa nukleotida yang beragam sebesar 0 dari 1415.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK LICHEN PARMELIA SULCATA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE DAN BACILLUS CEREUS Purwanti, Frida; Isnawati, Isnawati; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan salah satu organisme yang memiliki tingkat keanekaraganman hayati yang tinggi dan kandungan metabolit sekunder yang berguna sebagai antibakteri. Salah satu jenis lichen yang banyak ditemukan di Indonesia yaitu lichen Parmelia sulcata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antibakteri ekstrak lichen Parmelia sulcata terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus cereus. Sampel lichen P. sulcata diperoleh dari Arboretum, Sumber Brantas, Batu, dan diekstrak dengan menggunakan methanol 96% (1:10) selama 5 hari. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 6 perlakuan yaitu kontrol negatif (akuades), kontrol positif (tetrasiklin 0,25%), dan ekstrak lichen dengan konsentrasi 10.000 ppm; 15.000 ppm; 20.000 ppm; 25.000 ppm. Data yang diperoleh berupa rata-rata diameter zona hambat. Pada perlakuan aktivitas antibakteri ekstrak lichen P. sulcata terhadap pertumbuhan bakteri S. dysenteriae diperoleh rata-rata diameter zona hambat  sebesar 24,25 ± 0,95 mm pada perlakuan kontrol positif, pada perlakuan ekstrak lichen dengan konsentrasi dari yang terkecil hingga konsentrasi terbesar yaitu sebesar 30 ± 1,25 mm; 34,25 ± 0,95 mm; 33.35 ± 1,89 mm; dan 35 ± 1,41 mm. Perlakuan aktivitas antibakteri ekstrak lichen P. sulcata terhadap pertumbuhan B. cereus didapatkan rata-rata diameter zona hambat kontrol positif sebesar 43,25 ± 4,19 mm, dan  sebesar 16±0,81 mm; 19±0,81 mm; 21±2,44 mm; dan 22± 2,82 mm dari konsentrasi ekstrak lichen P. sulcata dari yang terkecil hingga konsentrasi terbesar. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa konsentrasi yang efektif ekstrak lichen P. sulcata dalam menghambat pertumbuhan dari kedua bakteri tersebut adalah konsentrasi 10.000 ppm, yang didapatkan dari hasil analisis statistik uji Duncan.
IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT A1 DAN B1 DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) VAR. PAPUA PATIPPI BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK HERYANI PUTRI, EGA Heryani; Yuliani, Yuliani; Lisdiana, Lisa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik fenotipik isolat A1 dan B1 bakteri endofit dari akar tanaman ubi jalar var. Papua patippi yang mampu menghasilkan hormon IAA serta mengidentifikasi spesies bakteri isolat A1 dan B1 berdasarkan karakter fenotipik. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan metode eksploratif menggunakan 38 macam uji di antaranya adalah kemampuan mereduksi gula, ketahanan hidup dalam kisaran pH, ketahanan hidup dalam kisaran suhu, kemampuan oksidasi, hidrolisis pati, kemampuan mereduksi gelatin, kemampuan produksi asam sulfida, kemampuan dekarboksilasi lisin, uji sitrat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan program clad97 untuk menentukan similaritas setiap isolat dengan strain acuan. Strain acuan merupakan hasil uji literatur yang kemudian ditetapkan sebagai Pseudomonas flourescens dan Bacillus subtilis. Analisis data menunjukkan bahwa nilai similaritas isolat A1 dan B1 dengan Pseudomonas flurescens adalah 1.0000 dan terletak cluster yang sama, sedangkan Bacillus subtilis memiliki nilai similaritas 0.898305 dan terletak pada cluster yang berbeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa isolat A1 dan B1 merupakan Pseudomonas flourescens.
KUALITAS PERAIRAN KALI LAMONG BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON LUKI NASTITI, ERMA Luki; Rahayu, Yuni Sri; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Lamong merupakan daerah aliran sungai yang mengalir dari pegunungan kapur Kendeng Utara, Desa Kedung Kumpul Kabupaten Lamongan sampai Selat Madura, Desa Segoromadu Kabupaten Gresik. Di sepanjang aliran Kali Lamong dimanfaatkan untuk berbagai keperluan aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, perkebunan, industri dan kegiatan domestik permukiman, yang berpotensi memberikan dampak pencemaran perairan. Plankton merupakan organisme akuatik yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui perubahan kualitas air pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan keanekaragaman plankton dan kualitas perairan Kali Lamong berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Pengambilan sampel dilakukan di Kali Lamong yang panjangnya 89 km pada 6 stasiun penelitian dimulai dari Desa Simongagrok, Lamongan sampai Desa Segoromadu, Gresik. Data keanekaragaman plankton dan kualitas perairan dihitung dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indeks keanekaragaman Shannon-Weaner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Kali Lamong ditemukan fitoplankton yang terdiri atas 27 spesies dan zooplankton yang terdiri atas 5 spesies. Kualitas perairan Kali Lamong secara keseluruhan termasuk kriteria baik, berdasarkan indeks keanekaragaman plankton sebesar 3,2870 yang termasuk dalam kategori sedang.
PEMANFAATAN SAMPAH DAUN TREMBESI (SAMANEA SAMAN) DAN DAUN ANGSANA (PTEROCARPUS INDICUS) SEBAGAI BAHAN BAKU KOMPOS FAUZIYAH, FARISKA; Winarsih, Winarsih; Fitrihidajati, Herlina
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos dari bahan sampah daun trembesi (Samanea saman) dan daun angsana (Pterocarpus indicus) ditinjau dari kadar hara N, P, K dan rasio C/N.  Jenis penelitian ini adalah observasional, materi yang diobservasi meliputi proses perubahan warna, tekstur, bau, suhu, pH dan kelembapan saat proses pengomposan dan kadar hara N, P, K dan rasio C/N. Sampah daun dirajang dan dicampur dengan kompos matang setelah itu ditumpuk atau digundukkan dengan tinggi 1 meter dan lebar 1,5 meter, sampah disiram setiap hari dan dibalik seminggu sekali. Kompos sampah daun matang setelah 40 hari. Hasil uji hara kompos dianalisis dengan cara membandingkan hasil kompos dengan sifat kimia tanah menurut Hardjowigeno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kadar hara N kompos daun 4,31%, kadar hara P2O5 2,15%, kadar hara K2O 3,59% dan rasio C/N 8,01. Kandungan hara kompos jika dibandingkan dengan sifat kimia tanah menurut Hardjowigeno termasuk dalam kategori sangat baik.