cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 61 Documents clear
VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS COLLABORATIVE LEARNING PADA MATERI GERAK LURUS DI SMA NEGERI 1 DRIYOREJO WATIKA, LISNA; , SULIYANAH
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis collaborative learning yang layak secara teoritis berdasarkan validitasnya guna melatihkan keterampilan proses sains pada materi gerak lurus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode telaah dan metode validasi yang dilakukan oleh 2 dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persentase dari syarat didaktik sebesar 78,90%, syarat konstruksi sebesar 80,90% dan pada syarat teknis sebesar 77,70%. Rata-rata kevalidan LKPD berbasis collaborative learning menunjukkan persentase sebesar 79,2% yang termasuk dalam kategori valid. Menurut Riduwan (2015), berdasarkan kriteria interpretasi skor validasi LKPD yang dikembangkan dapat dikatakan valid apabila memperoleh persentase 61%. Dengan demikian LKPD yang dikembangkan dapat dikatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : LKPD, Collaborative Learning, Gerak Lurus.
CRITICAL THINKING SKILLS PROFILE IN DECISION MAKING ON OPTICAL MATERIALS AT SMA NEGERI 10 SURABAYA ANDIKA, LOUIS; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Critical thinking skills is the ability to be possessed by every individual in the face of various problems. Differences level thinking skills of each individual affects all aspects of their daily activities, especially related to the concept and materials physics. Manifold ex post facto study aims to describe the profile of the students critical thinking skills to solve the problems of optical devices. Instruments critical thinking is modified from standard instruments critical thinking Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (W-GCTA) and the California Critical Thinking Skills Test (CCTST) on the material of optical devices. The samples were 63 students (2 classes XI MIA) SMA Negeri 10 Surabaya, 10% of the total number of students as many as 261 students. Based on the test of critical thinking skills can be obtained that the average percentage of each indicator critical thinking is inference (23%), assumptions (62%), deduction (72%), interpretation (53%), arguments (54%), analysis ( 34%), evaluation (37%), and the conclusion (26%), as well as an explanation (33%). Each indicator of the level of critical thinking skills profiles majority being down. In an essay about the indicator value is still a small percentage even though other indicators enough and it was very good. Keywords: Critical Thinking Skills Profile, Optical Device Material, Problem Solving
KETERLAKSANAAN CASE BASED LEARNING (CBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENALARAN ILMIAH DI SMA NEGERI 1 PUNCU ASTIKA WATI, DEVIAN; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran Case Based Learning (CBL) di SMA Negeri 1 Puncu. Jenis penelitian ini pre-experimental dengan desain one-grup pretest-posttest menggunakan 2 kelas replikasi dan 1 kelas implementasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keterlaksanaan pembelajaran dengan skala Likert. Skor rata-rata yang diperoleh dari jumlah seluruh skor keterlaksanaan pembelajaran dikonversikan ke kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas yaitu kelas replikasi 1, replikasi 2 dan implementasi memperoleh nilai persentase berturut-turut yaitu 91%, 90% dan 90% dalam kategori sangat baik. Kendala yang dihadapi adalah peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran CBL yang berorientasi analisa pada kasus fisika untuk meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah sehingga perlu waktu ditingkatkan lagi. Kata Kunci : Keterlaksanaan Pembelajaran, Case Based Learning (CBL)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI) UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK SMA HANIFAH, NUR; ADMOKO, SETYO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Argumentasi ilmiah adalah sebuah usaha untuk memvalidasi ataupun menolak sebuah gagasan yang didasarkan pada sebuah alasan ilmiah yang mencermikan perilaku para ilmuwan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik SMA setelah diterapkan model pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan dengan desain Explanatory sequential. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran ADI mampu melatihkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkkatan level argumentasi ilmiah yang mampu dicapai oleh peserta didik, yakni rata-rata pada pre-test level argumentasi ilmiah peserta didik berada pada level 1 dan 2 sedangkan pada post-test level argumentasi ilmiah peserta didik mampu mencapai level 3 dan 4. Hal ini didukung oleh hasil analisis kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik secara lisan. Kata kunci : Argumentasi ilmiah, Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI), Hukum Newton tentang Gerak
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA VISKOSITAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DI SMA NURVITASARI, SITI; , PRABOWO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan alat peraga viskositas sebagai media pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model 4D dengan tahapan meliputi Define (pendefinisan), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Alat peraga yang dikembangkan diujicobakan menggunakan uji validitas teoritis dan validitas empiris. Uji validitas teoritis diperoleh dari hasil penilaian ahli dan Uji validitas empiris diperoleh dari hasil ujicoba kepada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Ngimbang dengan menggunakan ?One Group Pre-test Post-test Design? dengan tiga kelas eksperimen. Data hasil penelitian ini berupa kelayakan alat peraga sebesar 95,38% dengan kategori sangat layak digunakan. Adapun ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 97,22% dari 108 peserta didik yang tersebar dalam tiga kelas. Sedangkan untuk respon peserta didik didapatkan respon yang sangat positif dengan persentase 90,30%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa alat peraga viskositas telah layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika materi fluida statis sub materi viskositas dan hukum stokes. Kata kunci: Alat Peraga, Viskositas, Pre-test, Post-test
HIGH SCHOOL STUDENTS PROFILE OF MISCONCEPTION IN KINETIC THEORY OF GASES YOPI PUTRA, LINGGA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misconception is student conceptions that oppose the scientist`s. The purpose of this research was to describe students` profile of misconception on kinetic theory of gases before and after remedial instructions using discussion learning model. This research used pre-experimental design with one-group pre-test post-test design. Subject of this research is 36 science class student in Lamongan, Indonesia. Before the instructions conduct, three-tier diagnostic test formatted pre-test is given to reveal student misconceptions profile. Physic instructions using discussion learning model then conducted. After the instructions, the same diagnostic test formatted was given as post-test. Collected data then analyzed to describe student misconceptions profile before and after the instructions. The result show that before the instructional there are misconception students got as average in every sub-concept, after the instructions, misconceptions was reduced. Keywords: Misconception, Remedial, Kinetic theory of gases.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS TIPE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS X MIA MATERI USAHA DAN ENERGI ZAHRATUL HIKMAH, NAILA; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group pada materi Usaha dan Energi di SMA Negeri 1 Gedangan, mendeskripsikan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik setelah diberikan pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group pada materi Usaha dan Energi di SMA Negeri 1 Gedangan, dan mendeskripsikan respon peserta didik setelah diterapkan pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah pada materi Usaha dan Energi di SMA Negeri 1 Gedangan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian pre-experimental dan desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 93 peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 1 Gedangan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah pada materi Usaha dan Energi dengan persentase sebesar 91,7% dengan kategori sangat baik. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan tes argumentasi ilmiah secara lisan, dan lembar soal pre-test dan post-test, dan angket respon peserta didik. Berdasarkan model Toulmin?s Argumen Pattern (TAP) yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, diperoleh data pada saat posttest sebesar 2,1% peserta didik berada pada level 2, sebesar 65,6% pada level 3 dan sebesar 32,3% berada pada level 4. Pada saat pretest 100% peserta didik berada pada level 1. Dengan demikian terjadi peningkatan level argumentasi secara tertulis pada ketiga kelas. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan dan perhitungan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group pada materi Usaha dan Energi dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik di ketiga kelas tersebut secara signifikan pada ?=5%, dengan nilai rata-rata n-gain sebesar 0,7 berkategori tinggi.Kataikunci: Diskusi kelas, Buzz group, dan Kemampuan Argumentasi Ilmiah
KETERLAKSANAAN MODEL CASE BASED LEARNING (CBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN AGRUMENTASI PESERTA DIDIK KELAS X MADRASAH ALIYAH BILINGUAL KRIAN AMALIAH, QURATUN; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlaksanaan Case Based Learning (CBL) untuk meningkatkan keterampilan argumentasi peserta didik di Madrasah Aliyah Bilingual Krian. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 78 peserta didik dari tiga kelas X di Madrasah Aliyah Bilingual Krian. Instrument yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran. Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan menghitung skor yang diperoleh dibagi skor rata ? rata dikali seratus. Persentase skor yang diperoleh dikonversikan ke kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa keterlaksanaan model CBL dalam meningkatkan keterampilan argumentasi peserta didik termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata ? rata persentase 91,40%. Kendala yang dihadapi saat penelitian adalah pada aspek mencari informasi dan membuat langkah ? langkah penyelesaian peserta didik membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan peserta didik belum terbiasa untuk berargumen dalam memecahkan masalah, sehingga peserta didik terlebih dahulu dikenalkan mengenai keterampilan argumentasi sebelum dilaksanakan pembelajaran dengan model CBL. Kata kunci: Case Based Learning, keterlaksanaan pembelajaran
PROFIL PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA SUB MATERI GERAK JATUH BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN FOUR TIER DIAGNOSTIC TEST RAHAYU, PUJI; HARIYONO, EKO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penguasaan konsep siswa pada sub materi gerak jatuh bebas dengan menggunakan four tier diagnostic test. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan mix method tipe embedded. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 dengan subjek penelitian 50 siswa kelas x. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis profil penguasaan konsep siswa pada sub materi gerak jatuh bebas yang diperoleh dengan mengacu pada kombinasi jawaban four tier diagnostic test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami miskonsepsi dengan persentase 40,67%. Hasil penelitian menunjukkan siswa juga mengalami paham sebagian konsep sebesar 26,67%, tidak paham konsep sebesar 16,67%, tidak dapat dikodekan sebesar 0,67%, serta paham konsep sebesar 15,33%. Faktor penyebab miskonsepsi yang dialami siswa adalah rendahnya pemahaman konsep siswa serta penggunaan metode mengajar guru yang tidak tepat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa profil penguasaan konsep siswa pada sub materi gerak jatuh bebas tertinggi adalah pada kategori miskonsepsi. Kata kunci : profil penguasaan konsep siswa, four tier dagnostic test, gerak jatuh bebas
KETERLAKSANAAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PENYELESAIAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X SMA IFFAH, NUR; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan penyelesaian masalah peserta didik. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain one-grup pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran. Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan menghitung persentase data yang diperoleh dari modifikasi rating scale. Persentase rata-rata yang diperoleh kemudian dikonversi ke dalam kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil yang diperoleh yaitu rata-rata keterlaksanaan pada kelas eksperimen sebesar 89% , sebesar 87% pada kelas replikasi 1 dan sebesar 91% pada kelas replikasi 2. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing terlaksana dengan kategori sangat baik pada ketiga kelas. Kendala yang dihadapi saat penelitian adalah waktu penelitian yang singkat dan keterampilan penyelesaian masalah peserta didik yang masih rendah. Sehingga diperlukan waktu penelitian yang lebih lama untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik. Kata kunci: Keterlaksanaan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing