cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL WULANDARI, DESI; , MADLAZIM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (i) keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan metode STEM (ii) peningkatkan keterampilan berfikir kreatif peserta didik dengan diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing metode STEM (iii) respon peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan metode STEM pada materi Pemanasan Global. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pte-test post-test design. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-berpasangan, analisis n-gain, analisis lembar keterlaksanaan pembelajaran, dan analisis angket respon peserta didik. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa (i) keterlaksanaan pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan metode STEM terlaksana dengan sangat baik (ii) dari ketiga kelas keterampilan berfikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan dari keempat indikator. Indikator berfikir fluency mengalami peningkatan sebesar 22% yang ditandai ketika peserta didik menyampaikan banyak ide atau gagasan. Indikator berfikir flexibility mengalami peningkatan 33% yang ditandai ketika peserta didik menjawab pertanyaan. Indikator berfikir originallity mengalami peningkatan sebesar 33% yang ditandai ketika peserta didik menyampaikan pendapat secara asli atau unik, dan Indikator berfikir elaboration mengalami peningkatan 44% yang ditandai ketika peserta didik mengguraikan data dalam tabel (iii) respon peserta didik rata-rata ketiga kelas termasuk dalam kategori sangat baik.Kata kunci : Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berfikir Kreatif, STEM, dan Pemanasan Global Abstract This research aims to describe: (i) the implementation of guided inquiry learning using the STEM method (ii) enhancing students creative thinking skills with applied guided inquiry learning model STEM method (iii) student responses after applied guided inquiry learning model using the STEM method on the material Global warming. The design used in this study was one group pte-test post-test design. The data obtained were analyzed using paired t-test, n-gain analysis, analysis of learning implementation sheet, and student response questionnaire analysis. From this research it was found that (i) the implementation of guided inquiry model learning using the STEM method was carried out very well (ii) the four indicators of students creative thinking skills from the three classes experienced an increase. The indicator of fluency thinking has increased by 22% which was marked when students comunicate many ideas. The indicators of thinking flexibility has increased by 33% which was marked when students answered questions. The indicators of thinking originallity has incresed by 33% which was marked when students expressed their opinions original or unique, and the indicators of elaboration thinking has incresed by 42% which was marked when students describe data in table (iii) the response of students on an average of three classes included in the excellent category. Keywords : Guided Inquiry, Creative Thinking Skills, STEM, and Global Warming
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA HUKUM MELDE UNTUK MENENTUKAN CEPAT RAMBAT GELOMBANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GELOMBANG STASIONER AYU KHOMSATUN, MITA; , PRABOWO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan alat peraga Hukum Melde untuk menentukan cepat rambat gelombang sebagai media pembelajaran fisika pada materi gelombang stasioner. Jenis penelitian yang dilakukan adalah desain penelitian pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluation) dan desain penelitian menggunakan One group pretest-posttest design, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 75 peserta didik kelas XI IPA di SMA Kartika Wijaya Surabaya. Berdasarkan analisis data dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan tes kinerja melakukan percobaan, dan lembar soal pre-test dan post-test, dan angket respon siswa, maka dapat disimpulkan bahwa Alat peraga Hukum Melde yang dikembangkan memiliki persentase kelayakan 86% dan mempunyai kriteria sangat layak. Kataikunci: Alat peraga Hukum Melde, Gelombang stasioner dan Kelayakan alat peraga Hukum Melde Abstract This research aims to describe and analyze the feasibility of Meldes Law props to determine wave propagation as a medium of physics learning in stationary wave material. This research uses design of development of the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement and Evaluation) and research design using One group pretest-posttest design,, apply to 75 subjects in the XI IPA class at SMA Kartika Wijaya Surabaya. Based on data analysis with research instruments used in the form of learning implementation observation sheets, performance test observation sheets conducting experiments, and pre-test and post-test question sheets, and student response questionnaires, it can be concluded the Melde Law Props developed have a percentage of eligibility 86% and has very decent criteria. Keywords: Meldes Law teaching aids, Stasionary wave and Feasibility of Meldes Law Props.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING POCKET BOOK ANDROID UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN LITERASI PADA MATERI GELOMBANG MEKANIK ROSYID EKO ROBIYANTO, ZUFARIZAL; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran android pocket book pada materi gelombang mekanik. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan sudah layak untuk digunakan ditinjau dari hasil validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Validitas media pembelajaran memperoleh kategori sangat valid dengan nilai rata - rata skor persentase sebesar 87,60%. Media Pembelajaran yang telah dikembangkan sudah memenuhi kriteria praktis dengan kriteria keterlaksanaan proses pembelajaran sangat baik. Media pembelajaran yang memenuhi kriteria efektif dari respons peserta didik dengan kriteria sangat baik. Media pembelajaran yang telah dikembangkan dapat melatihkan literasi sains yang dapat dibuktikan dengan skor rata-rata n- gain sebesar 0,69 yang memperoleh kategori sedang. Oleh karena itu, Media Pembelajaran yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dan mampu melatihkan literasi sains peserta didik.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TEKNIK COUPLE CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI HUKUM NEWTON TENTANG GERAK WAHYUNI, MELAN; RASID ACHMADI, HAINUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) teknik couple card untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X di SMAN 1 Kamal pada tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pre-experimental design, one group pretest posttest.Penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi.Instrument yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran.Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan menghitung persentase data yang diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil yang diperoleh yaitu rata-rata keterlaksanaan pada kelas eksperimen 1 pada pertemuan pertama sebesar 92 % dan pada pertemuan kedua sebesar 91%, pada kelas replikasi 1 sebesar 91% pada pertemuan pertama dan 94% pada pertemuan kedua, dan pada kelas replikasi 2 pada pertemuan pertaman sebesar 90%, pada pertemuan kedua sebesar 93%. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe teams games tournament (TGT) teknik couple card pada materi Hukum Newton tentang Gerak kelas X di SMAN 1 Kamal di kelas eksperimen 1, kelas replikasi 1, dan kelas replikasi 2 terlaksana dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Keterlaksanaan pembelajaran, Kooperatif TGT, couple card. Abstract This research aims to describe accomplishment learning activities cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) with couple card to increase student learning outcomes of class X students at SMAN 1 Kamal in the 2018/2019 school year. The type of research used is quantitative research pre-experimental design one-group pretest posttest. This research use 1 experiment class and 2 replication classes. The instrument used is the observation sheet of accomplishment learning activities. The result of observation is analyzed by calculating the percentage of data obtained, and than it is converted to the assessment criteria for accomplishment learning activities. The result of accomplishment learning activities in experiment class is 92% and 91%, in replication 1 is 91% and 90%, and than in replication 2 is 90% and 93%. Based on the result, it can be conclude that the implementation of cooperative learning type TGT with couple card on Newton?s Law of motion material in X class at SMAN 1 Kamal on experiment 1 class, replication 1 class, and replication 2 class carried out well. Keyword: Accomplishment learning activities, cooperative type TGT, couple card.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI USAHA DAN ENERGI MURNI KHASANAH, SEPTI; ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan saintifik untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi usaha dan energi. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan LKPD yang dikembangkan layak digunakan dilihat dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Aspek validitas LKPD menunjukkan telah memenuhi kategori valid dengan rata-rata persentase sebesar 85%. Aspek kepraktisan LKPD menunjukkan telah memenuhi kriteria praktis dengan persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 92% dan aktivitas peserta didik sebesar 94% dengan kategori terlaksana sangat baik. Aspek keefektifan LKPD yang dikembangkan menunjukkan telah memenuhi kriteria efektif dengan persentase respon peserta didik sebesar 93% dalam kategori sangat baik. Sedangkan ditinjau dari ketercapaian keterampilan berpikir kritis, LKPD yang dikembangkan dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis dengan ditunjukkan dari nilai rata-rata n-gain sebesar 0,57 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian, LKPD yang dikembangkan layak dipergunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Kata kunci: LKPD, berpikir kritis, Usaha dan Energi.Abstract This study aims to produce a Student Worksheet (LKPD) based on a scientific approach to facilitate critical thinking skills on topic the work and energy. The development model used in this study is ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Based on the results of the research obtained it shows that the LKPD developed is feasible to use in terms of aspects of validity, practicality, and effectiveness. The validity aspect of the LKPD shows that it meets the valid category with an average percentage of 85%. The practical aspects of the LKPD show that they have met the practical criteria with the percentage of learning feasibility amounting to 92% and the activities of students at 94% with the category implemented very well. The effectiveness aspects of the developed LKPD show that they have met the effective criteria with the percentage of students responses being 93% in the excellent category. While in terms of the achievement of critical thinking skills, the developed LKPD can facilitate critical thinking skills by showing the average value of n-gain of 0.57 which is in the medium category. Based on the results of the study, the developed LKPD is suitable to be used to facilitate critical thinking skills in students. Keywords: student worksheet, critical thinking, work and energy.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS UNTUK MENINGKATKAN ARGUMENTASI ILMIAH MATERI GETARAN HARMONIS AZIZAH ANWARUDIN, GABRIELA; ADMOKO, SETYO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik baik secara tertulis maupun secara lisan, dan respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran diskusi kelas pada materi getaran harmonis. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan bentuk the matching-only pretest-posttest control group design. Jumlah kelas yang digunakan adalah 2 kelas, yaitu X IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 5 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada materi getaran harmonis dengan menerapkan model pembelajaran diskusi kelas dapat terlaksana dengan sangat baik dengan skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dari kedua kelas sebesar 3,18. Peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik secara tertulis pada kelas X IPA 3 dan X IPA 5 berada pada level 2 menjadi level 3. Berdasarkan uji n-gain pada soal argumentasi dan soal evaluasi, diperoleh bahwa peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik secara tertulis dalam kategori sedang, pada kelas X IPA 3 berturut-turut sebesar 0,668 dan 0,631 sedangkan pada kelas X IPA 5 sebesar 0,539 dan 0,681. Peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik secara lisan pada kelas X IPA 3 berada pada level 1 menjadi level 3, sedangkan pada kelas X IPA 5 berada pada level 1 menjadi level 2. Respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran diskusi kelas pada materi getaran harmonis berada dalam kriteria baik.Kata kunci: Model Pembelajaran Diskusi Kelas, Kemampuan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik, Getaran Harmonis
MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBELM BASED LEARNING PUTRI WARDANI, MUSTIKA; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan berpikir kritis peserta didik masih lemah sehingga kurang mampu menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, keterlaksanaan pembelajaran, serta respon peserta didik terhadap pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one-group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik, keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat secara signifikan pada ?=5 % dengan rata-rata nilai n-gain berkategori sedang dan respon peserta didik terhadap pembelajaran problem based learning berkategori baik. Kata kunci: Problem based learning, Keterampilan berpikir kritis, Momentum dan Impuls. Abstract Student?s critical thinking skills are still low so students lessable to solve complex problems. This research aims to describe learning implementation, student?s critical thinking skill, and response toward problem based learning. The type of research is pre-experimental with one-group pre-test post-test design. The subject of research are 90 students Grades X in MAN 2 Gresik. The results show that learning implementation was done in good category, problem based learning that applied to the momentum and impulse in X grade had improve the student?s critical thinking skill which ?=5 % with n-gain degrees in medium category, students response toward problem based learning model in good category. Keywords: Problem based learning, Critical thinking skill, Momentum and impulse
ANALISIS BUTIR INSTRUMENPROBLEM SOLVING BERBASIS PERMASALAHAN KONTEKSTUAL PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS ALVIAN AFANDI, RAHMAD; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitasinstrumen soal problem solving berbasis masalah kontekstual pada materi momentum dan impuls menggunakan analisis butir soal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan di SMAN 16 Surabaya dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 peserta didik kelas X dan XI yang dipilih secara random. Instrumen problem solving pada materi momentum dan impuls tersebut berisikan 14 soal dengan bentuk uraian menggunakan indikator pemecahan masalah dari Jennifer Docktor. Hasil validitas teoritis ranah materi, bahasa, dan kriteria problem solving dinyatakan valid dengan memperoleh persentase kelayakan berturut-turut sebesar 96,88%;81,25%; dan 81,25%. Berdasarkan analisis taraf kesukaran didapatkan 92,86% berada pada kategori sedang dan pada kategori sukar sebesar 7,14% dengan nilai 0,29-0,48. Berdasarkan analisis sensitivitas diperoleh bahwa semua soal dinyatakan sensitif untuk mengukur problem solving peserta didik pada rentang indeks sensitivitas 0,32-0,72. Berdasarkan validitas empirik dapat diketahui 71,43% soal dinyatakan valid pada rentang nilai rhitung sebesar 0,4224-0,8466 dengan reliabilitas soal sebesar 0,757 pada kategori tinggi. Berdasarkan analisis kuantitatif (validitas teoritik, taraf kesukaran, sensitivitas, validitas empirik dan reliabilitas) disimpulkan bahwa 71,43% (10 Soal) instrumen problem solving berbasis masalah kontekstual dinyatakan layak
THE EFFECTIVENESS OF ICT-BASED PROBLEM BASED LEARNING IN IMPROVING HOTS FEHABUTAR, DALIANA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to describe the effectiveness of ICT-based Problem Based Learning in improving HOTS learners. This type of research is pre experimental design consisting of two experimental class with the same treatment. The analysis technique used is the paired t test to test differences in the pre-test and post-test, n-gain analysis to look at the criteria for the increase in value, as well as independent t test to see the average gain consistency both experimental classes. ICT-based PBL models is effective when the value of the post-test was higher than the pre-test, the average value of n-gain minimal medium category, and the average gain of both the experimental class is no different. The conclusion of the research is ICT-based Problem Based Learning is effective in improving HOTS.Keywords: Problem Based Learning, ICT, HOTS. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan Problem Based Learning berbasis ICT dalam meningkatkan HOTS peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design yang terdiri dari dua kelas eksperimen dengan perlakuan yang sama. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t berpasangan untuk menguji perbedaan nilai pre-test dan post-test, analisis n-gain untuk melihat kriteria peningkatan nilai, serta uji t independent untuk melihat kekonsistenan rata-rata gain kedua kelas eksperimen. Model PBL berbasis ICT dikatakan efektif apabila nilai post-test lebih tinggi daripada nilai pre-test, nilai rata-rata n-gain minimal berkategori sedang, dan kedua rata-rata gain kedua kelas eksperimen tidak ada beda. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisis, model PBL berbasis ICT efektif dalam meningkatkan HOTS Peserta didik.Kata kunci: Problem Based Learning, Berbasis ICT, HOTS.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MATERI ALAT OPTIK AININ, NURUL; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan berpikir kreatif dan respon siswa terhadap penerapan model problem based instruction. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Kelas XI MIA 1 sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes dan kuosioner. Analisis kemampuan berpikir kreatif dengan uji n-gain score dan uji t-berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keterlaksanaan penerapan model problem based instruction memperoleh presentase sebesar 91% dengan kategori sangat baik (2) Siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif signifikan dengan taraf signifikan 5% didukung dengan perolehan n-gain score pada indikator fluency (lancar) sebesar 0,90 dalam kategori tinggi; pada indikator flexibility (luwes) sebesar 0,85 dalam kategori tinggi: pada indikator originality (pembaruan) sebesar 0,86 dalam kategori tinggi dan pada indikator elaboration (merinci) sebesar 0,77 dalam kategori tinggi (3) Memperoleh respon yang positif dari siswa dengan presentase 97% dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kataikunci: problem based instruction, berpikir kreatif, alat optik