cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI DENGAN EBOOK HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI IMPULS DAN MOMENTUM IKHSAN, FATKHUL; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini perkembangan zaman dimana semua sudah menggunakan teknologi, sumber belajar juga berkembang dengan mengikuti teknologi yang sudah ada. Sumber belajar yang tadinya hanya berupa buku cetak sekarang terdapat dalam bentuk ebook. Ebook dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar yang interaktif, karena dapat mengintegrasikan suara, gambar, animasi maupun video sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional yang hanya dapat memuat teks dan gambar saja. Untuk menerapkan pembelajaran menggunakan ebook maka diperlukan perangkat pembelajaran yang valid untuk mendukung penggunaan ebook. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kevalidan dari perangkat pembelajaran fisika yang teritegrasi dengan ebook high order thinking skills untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dideskripsikan diantaranya RPP, LKPD, Instrumen Keterlaksanaan Pembelajaran, dan Lembar Evaluasi Pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang menggunakan lembar validasi untuk mengetahui kevalidan dari perangkat. Dari hasil penilaian dinyatakan bahwa perangkat yang dikembangkan valid digunakan sebagai bahan pembelajaran. Kata kunci: kevalidan, perangkat pembelajaran, ebook high order thinking skills
RANCANG BANGUN ALAT PERAGA FORCE TABLE SEDERHANA UNTUK PENJUMLAHAN GAYA DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI PENJUMLAHAN VEKTOR , RAHAYUNINGTYAS; SUCAHYO, IMAM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan alat peraga force table sederhana. Kelayakan alat peraga force table sederhana dapat dinyatakan layak dapat dinilai dari nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifitas alat peraga force table sederhana. Prosedur penelitian ini menggunakan sebagian metode 4D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan (1974) yang meliputi Define (Pendefinisian) dan Design (Perencanaan). Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari validator dan peserta didik kelas X SMA Al-Azhar Menganti Gresik sebanyak 25 peserta didik. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, nilai validitas alat peraga force table sederhana pada materi penjumlahan vektor mendapatkan nilai validitas konseptual yaitu 88% dari tiga validator yang termasuk dalam kategori sangat baik/sangat layak untuk digunakan. Hasil angket respon peserta didik yaitu 86% yang termasuk dalam kategori sangat positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat peraga force table sederhana yang dikembangkan memenuhi syarat kelayakansecara konseptual untuk menunjang pembelajaran fisika pada materi penjumlahan vektor. Kata kunci : Alat Peraga, Force Table, Validitas, Respon Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK SMA RAHMAWATI, DIAH; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik setelah diterapkan model pemelajaran guided discovery. penelitian idilakukan di SMA Negeri 3 Kota Mojokrto menggunakan 2 kelas yakni X MIPA 3 dan X MIPA 4 yang berjumlah 72 peserta didik.Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one shot case study dengan metode penelitian observasi, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian bahwa keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik meningkat pada kategori sedang dari ke-2 kelas tersebut setelah diberikan pembelajaran dengan pengukuran berdasarkan hasil pretest dan posttest. Bahwa nilai pre-test pada kelas X MIPA 3 sebesar 31,61 dan nilai post-test sebesar 77,08 sedangkan pada kelas X MIPA 4 sebesar 33,88 dan besar nilai post-test yakni 75,69. Peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dapat diamati berdasarkan hasil uji prasyarat salah satunya yakni uji n-gain menunjukkan bahwa rata-rata nilai n-gain pada kelas X MIPA 3 sebesar 0,64 sedangkan pada kelas X MIPA 4 sebesar 0,63. Kata kunci: guided discovery, argumentasi ilmiah Abstract The aim of this study is to describe the improvement of scientific argumentation skills of students after applying guided discovery learning models. This research was conducted at SMA Negeri 3 Mojokerto and it used 2 classes of X MIPA 3 and X MIPA 4, which amounted to 72 students. This study was used quantitative research and one shot case study as the design with observation, documentation, and test. Based on the results of the study showed that the scientific argumentation skills of students increased in the medium category of the 2 classes after being given learning by measurement based on the results of the pretest and posttest. The pre-test value in class X MIPA 3 was 31.61 and the post-test value was 77.08 while in class X MIPA 4 was 33.88 and the post-test value was 75.69. The improvement of students scientific argumentation skills can be observed based on the results of the prerequisite test, that was the n-gain test showed that the average value of n-gain in class X MIPA 3 was 0.64 while in class X MIPA 4 was 0.63. Keywords: Keywords: guided discovery, scientific argumentation.
PENGEMBANGAN KONTEN E-BOOK MATERI USAHA DAN ENERGI BERBASIS CRITICAL THINKING INDRIANI, MEILINDA; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT terdiri dari silabus, rancangan pelaksanaan pembelajaran, dan ECT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas silabus sebesar 92,50%, persentase validitas rancangan pelaksanaan pembelajaran sebesar 92,86%, persentase validitas ECT sebesar 90,40%. Sehingga perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Validitas, Perangkat Pembelajaran, ECT Abstract This research aims to describe the validity of learning tools discussion model based on ECT. This research used a quantitative descriptive research. Learning tools discussion model based on ECT consist of syllabus, learning implementation plan, and ECT. Research result postulate show that the percentage of syllabus validity is 92,50%, the percentage of learning implementation plan validity is 92,86%, the percentage of ECT validity is 90,40%. So learning tools discussion model based on ECT very vaid used in the process of learning. Keywords: validity, learning tools, ECT
VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBANTUAN E-BOOK LITERASI SAINS PADA MATERI FLUIDA DINAMIS KHOIRIAH, MIFTACHUL; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak E-Book merupakan salah satu sumber belajar yang interaktif, karena format e-Book tidak hanya berisi teks namun juga dapat mengintegrasikan suara, gambar, animasi, maupun video sehingga informasi yang disajikan lebih beragam dan menarik. Untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan e-Book diperlukan perangkat pembelajaran fisika yang valid dan dapat mendukung penggunaan e-Book untuk mencapai kompetensi yang hendak dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dari perangkat pembelajaran fisika berbantuan e-Book literasi sains untuk melatihkan kemampuan literasi sains peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dideskripsikan terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), lembar evaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas silabus sebesar 91,41%, persentase validitas rencana pelaksanaanpembelajaran (RPP) sebesar 91,25%, persentase validitas lembar kerja peserta didik (LKPD) sebesar 88,46%, dan persentase lembar evaluasi sebesar 86,93%. Sehingga perangkat pembelajaran yang dikembangkat sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran. Kataikunci: validitas, perangkat pembelajaran, e-Book literasi sains. Abstrack E-Book is an interactive learning resource, because the e-Book format not only contains text but can also integrate sound, images, animations, and videos so that the information presented is more diverse and interesting. To implement learning by using e-Book required a valid physics learning tool and can support the use of e-Book to achieve the competencies that are intended to be trained. This study aims to describe the validity of the physics learning device that is integrated with e-Book of scientific literacy to practice the scientific literacy skills of students. The learning kit described consists of syllabus, lesson plan, student worksheet, evaluation sheet. This research uses descriptive quantitative research. The results showed that the percentage of syllabus validity was 91.41%, the percentage of the validity of the lesson plans was 91.25%, the percentage of students worksheet validity was 88.46%, and the percentage of evaluation sheets was 86.93% . So that the developed learning device is very valid used in the learning process. Keywords: validity, learning instrument, e-Book scientific literacy.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SOAL HOTS UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF, DAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GERAK LURUS PADA PESERTA DIDIK SMA YULIANTANINGRUM, LINA; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) materi gerak lurus untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah pada peserta didik SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE terbatas yaitu Analysis, Design, Development, sehingga mengacu pada penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi masalah hasil studi lapangan yang dilakukan di daerah Gresik. Selanjutnya dilakukan perencanaan pengembangan instrumen soal. Instrumen HOTS pada materi gerak lurus tersebut berisikan soal yang terdiri dari pilihan ganda dan uraian dengan menggunakan indikator kompetensi HOTS meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah. Instrumen soal HOTS yang telah tersusun, kemudian divalidasi oleh 3 pakar untuk memperoleh hasil validitas teoritik. Ketiga pakar memberikan penilaian instrumen soal dengan mengisi lembar validasi. Hasil validasi oleh pakar berupa komentar dan saran pada masing-masing soal dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terdapat pada instrumen soal. Selain itu, analisis hasil validasi berupa penilaian kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase validitas instrumen soal. Berdasarkan hasil validitas teoritik pada ranah materi, konstruksi, dan bahasa memperoleh persentase validitas berturut-turut sebesar 83,33%; 92,42%; dan 89,58%. Dengan demikian, instrumen soal yang telah tersusun dapat dinyatakan valid secara teoritik sehingga layak diterapkan kepada peserta didik. Kata kunci: Validitas instrumen soal, HOTS, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah. ABSTRACT The purpose of this study was to develop HOTSs (Higher Order Thinking Skills) straight motion material to measure critical thinking skills, creative thinking, and problem solving in senior high school students. This development research uses a limited ADDIE developments model that is Analysis, Design, Development, so it refers to quantitative descriptive research. The analysis was carried out by identifying the problems results of field studies conducted in the Gresiks area. The next step is planning of instrument development. The HOTS instrument on the straight motion material contains questions consisting of multiple choices and descriptions using HOTS competency indicators including critical thinking, creative thinking, and problem solving. The HOTS question instruments which have been arranged, then validated by 3 experts to obtain theoretical validity results. The three experts gave the assessment of question instruments by filling out the validation sheet. The results of the validation by the experts in form of comments and suggestions on each question with the aim to correct the deficiencies contained in the question instrument. In addition, an results analysis of validation in form of a quantitative assessment was carried out by calculating the percentage of the validity of the question instruments. The test results of the experts will be analyzed. Based on the results of theoretical validity of material, construction, and language domain are declared valid by obtaining the percentage of validity in the amount 83,33%; 92.42%; and 89.58%. Thus, the instrument questions that have been arranged can be declared valid so it is feasible to be applied to students. Keywords: Question instrument validity, HOTS, critical thinking, creative thinking, and problem solving.
VALIDITAS INSTRUMEN PENILAIAN BERBANTUAN GOOGLE FORM UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF FISIKA PADA BAHASAN FLUIDA DINAMIS PRISTIA IRMAYA, FERNA; SUNARTI, TITIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas teoritis dan validitas empiris instrumen penilaian berbantuan Google Form untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif fisika peserta didik SMA yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 1 Krian yang sudah mempelajari materi fluida dinamis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar validasi dari instrumen penilaian yang dikembangkan dan lembar tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan valid secara teoritis berdasarkan validitas logis dengan persentase rata-rata kriteria pada ranah materi, konstruksi, dan bahasa masing-masing sebesar 99,17%; 100,00%; dan 99,67% dalam kategori sangat valid. Instrumen penilaian valid secara empiris berdasarkan validitas empiris butir soal, reliabilitas tes, tingkat kesukaran butir soal, dan daya pembeda butir soal. Validitas empiris butir soal menunjukkan sebanyak 70% soal memiliki kategori tinggi dan 30% soal kategori cukup. Reliabilitas tes diperoleh koefisien sebesar 0,7115 sehingga instrumen penilaian dinyatakan reliabel. Tingkat kesukaran butir soal menunjukkan sebanyak 80% soal memiliki kategori sedang. Sedangkan daya pembeda butir soal menunjukkan 50% soal memiliki kategori sangat baik, 40% soal kategori baik, dan 10% soal kategori cukup. Berdasarkan keempat kriteria pada validitas empiris, maka dapat disimpulkan sebanyak 80% dari keseluruhan soal dinyatakan valid. Kata kunci: Validitas, Kemampuan Berpikir Kreatif, Google Form, Fluida DinamisAbstract This study aims to describe the theoretical validity and empirical validity of the Google Form-assisted assessment instrument to measure the creative thinking abilities of physics in senior high school students that have been developed. This study uses the ADDIE development model. The test subjects in this study were 32 students of Class XI MIPA at SMAN 1 Krian who had studied dynamic fluid material. Data collection techniques using validation sheets from assessment instruments developed and test sheets. The results showed that the assessment instruments developed were theoretically valid based on logical validity with an average percentage of criteria in the realm of material, construction, and language respectively 99.17%; 100.00%; and 99.67% in the very valid category. The instrument of empirical valid validation is based on the empirical validity of the items, the reliability of the test, the difficulty of the items, and the distinguishing features of the items. The empirical validity of the items shows that 70% of the questions have a high category and 30% of the questions are enough categories. The reliability of the test obtained a coefficient of 0.7115 so that the assessment instruments were declared reliable. The level of difficulty items show as much as 80% of the questions have a medium category. Whereas the differentiation of items shows 50% of the questions have a very good category, 40% of the good category questions, and 10% of the enough category questions. Based on the four criteria in empirical validity, it can be concluded that as much as 80% of all questions are declared valid. Keywords: Validity, Creative Thinking Ability, Google Form, Dynamic Fluid
THE EFFECT OF SCIENTIFIC LITERACY INTEGRATION WITH CASE-BASED LEARNING MODEL ON STUDENTS’ CRITICAL-THINKING SKILLS NUR ROHMAH, SITI; NISWATI RODLIYATUL JAUHARIYAH, MUKHAYYAROTIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the effect of the integration of scientific literacy in the Case-Based Learning (CBL) model of students critical thinking skills. This type of research is a quasi-experimental design with quantitative descriptive analysis techniques, and the research design used is non-equivalent control group design. The subjects of this study were students of class XI Even Semester Academic Year 2019/2020 at SMAN 1 Gondang Nganjuk. The data used is a written test obtained from the results of pre-test and post-test, then analyzed using inferential statistics One-way ANOVA. The analysis shows that learning with the integration of scientific literacy in the CBL model influences students critical thinking skills. Learning with the integration of scientific literacy in the CBL model increases the critical-thinking skills of students with high categories, wherein the ?experimental class 1?, ?experimental class 2?, and the ?control class? get an N-gain score of 0.73, 0.72, and 0.35 respectively. Based on the N-gain score shows that the increase in critical thinking skills in the experimental class is higher than the control class. It can conclude that the integration of scientific literacy in the CBL model influences students critical thinking skills. Therefore, the integration of science literacy in the CBL model can further applied to other physics materials to improve critical-thinking skills. Keywords: Case-Based Learning (CBL), scientific literacy, critical-thinking skills
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI GERAK HARMONIK SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA KELAS X OCTAVIANDARI, HESY; SUCAHYO, IMAM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran materi gerak harmonik sederhana untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Kelayakan ini ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE dengan tahapan Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Realisasi), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi metode validasi, observasi, dan tes pengetahuan. Media pembelajaran yang dikembangkan diujicobakan kepada peserta didik kelas X di SMA Negeri 12 Surabaya di kelas X IPA 6 sebagai kelas kontrol menggunakan media pembelajaran konvensional dan kelas X IPA 7 sebagai kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran: 1) Dinyatakan valid ditinjau dari hasil validasi tiga validator untuk validitas media pembelajaran sebesar 92,87% dengan kategori sangat valid ; 2) Dinyatakan praktis ditinjau dari hasil keterlaksanaan pembelajaran pada kelas X IPA 6 dan X IPA 7 sebesar 94,51% dan 94,12% dengan kategori sangat praktis serta mendapat respons lebih tinggi di kelas X IPA 7 daripada kelas X IPA 6; 3) Dinyatakan efektif ditinjau dari peningkatan hasil pengetahuan saat pre-test dan post-test serta keterampilan proses sains peserta didik yang ditunjukkan oleh indeks n-gain sebesar 0,78 pada kelas X IPA 6 dan sebesar 1,00 di kelas X IPA 7. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran gerak harmonik sederhana telah layak digunakan dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Gerak Harmonik Sederhana, Keterampilan Proses Sains.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM HUKUM II NEWTON DENGAN SENSOR INFRARED UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA KELAS X MEGA JANNAH SUBHAN, KURNIA; SUCAHYO, IMAM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat praktikum Hukum II Newton dengan sensor Infrared yang layak (valid, praktis dan efektif). Penelitian pengembangan ini menggunakan model Analysis-Desain-Develop-Implement-Evaluate (ADDIE). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik validasi, teknik observasi dan teknik angket dengan sasaran penelitian siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri Jogoroto. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Persentase validitas alat praktikum dari dosen sebesar 88,33% dengan kategori sangat valid; 2) Persentase kepraktisan yang ditinjau dari hasil keterlaksanaan dan kendala pembelajaran sebesar 88,19% dengan kategori sangat praktis; 3) Persentase keefektifan yang ditinjau dari nilai keterampilan proses sains dengan rentang 72%-82% (merancang percobaan 79,84%; melakukan percobaan 82,26%; pengumpulan data 78,63%; menganalisis data 74,59%; dan menarik kesimpulan 72,17%) serta ditinjau dari respons siswa sebesar 95,77% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, Alat Praktikum Hukum II Newton dengan sensor Infrared dinyatakan layak dan dapat melatihkan keterampilan proses sains. Kata Kunci: Alat praktikum Hukum II Newton dengan sensor Infrared, ketarampilan proses sains.