cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI ELASTISITAS KELAS X DI SMA N 1 WONOAYU RAKHMA PUTRI, ANISSA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa mempunyai potensi kreatif yang berbeda sehingga dalam memecahkan masalah siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan dengan caranya sendiri (Anton, 2014). Hasil studi pendahuluan ini diperkuat dengan pemberian tes kemampuan berpikir kreatif, yang menunjukkan ketercapaian aspek berpikir lancar sebesar 22,22%, sedangkan aspek kemampuan berpikir luwes, kemampuan berpikir orisinil, dan kemampuan memeperinci masih belum nampak atau 0% dari jumlah siswa. Pembelajaran Guided Discovery merupakan salah satu pembelajaran yang dipandang sesuai guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi elastisitas dengan menerapkan pembelajaran guided discovery. Jenis penelitian ini merupakan pre-ekperimental yang menggunakan desain penelitian One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah 3 kelas dari 6 kelas X SMA N 1 Wonoayu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlakasanaan pembelajaran, angket respons siswa, aktivitas siswa dan lembar soal pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, analisis keterlaksanaan pembelajaran, uji t berpasangan, gain ternormalisasi dan analisis varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran guided discovery yang diterapkan pada materi elastisitas kelas X di SMA N 1 Wonoayu berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di ketiga kelas penelitian, derajat peningkatan tersebut berkategori sedang. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa konsisten di ketiga kelas penelitian. Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif siswa, guided discovery, elastisitas   Abstract Students have the potential creative different so it in solving the problem of students given the opportunity to complete with their own ways (Anton, 2014). The results of a study introduction is supported by the provision of tests the ability of creative thinking, that is achieved of aspects think smoothly (fluency) as much as 22,22%, while the the capacity to think flexible (flexibility), the capacity to think original (originality), and details the ability (elaboration) still not is visible or 0% of the number of students. Learning guided discovery is one of learning appropriate in order to increase the capacity to think creative students. This study attempts to described the capacity to think creative students to the matter elasticity by applying learning guided discovery. The kind of research this is pre-ekperimental that uses design research one-group pretest-posttest design. The subject of study this is 3 class of 6 class x high school n 1 wonoayu. Research instruments used is sheets of observation implemented learning, chief response students, the activity of students and a about pre-test and post-test. Analysis the data uses test normality, test of homogeneity, analysis feasibility, test t in pair, test, gain normalized and analysis variance. The research results show that learning guided discovery who applied to the matter elasticity class x in high school n 1 wonoayu had managed to improve the capacity to think creative students in third class research, degrees this increase medium category. Increased capacity creative thinking students consistent in the three class research                         Keywords:                Creative thinking, guided discovery, elastisitas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 18 SURABAYA PADA MATERI FLUIDA DINAMIK FENDITASARI, KHARISMA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan argumentasi ilmiah siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran diskusi kelas yang menekankan pada proses aktif, yakni dengan mengembangkan kebiasaan mengajukan gagasan atau pendapat (claim), kemampuan menganalisis data, kemampuan memberikan pembenaran (warrant) dan kemampuan memberikan dukungan (backing) yang rasional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model diskusi kelas, mendeskripsikan peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa  baik secara tertulis maupun selama KBM dan respon siswa setelah diterapkan model pembelajaran diskusi kelas tipe beachball. Desain yang digunakan yaitu ­pre experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 3 kelas, yakni X-MIA 1 sebagai kelas eksperimen, X-MIA 2 sebagai kelas replikasi I dan X-MIA 3 sebagai kelas replikasi II, diambil untuk mengetahui konsistensi peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model diskusi kelas berlangsung sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai presentase keterlaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen, replikasi I, dan replikasi II berturut-turut dari  pertemuan 1 ke pertemuan 2 yaitu 88,75% dan 93,75%, 82,26% dan 91,13% serta 78,23%% dan 90,32%. Berdasarkan uji N-gain, diperoleh bahwa kategori peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa secara tertulis di kelas XI MIA 2  dan XI MIA 3 berturut-turut adalah 0,74 dan 0,70 tergolong pada kategori tinggi dan XI MIA 1  bernilai 0,38 tergolong pada kategori sedang. Sedangkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa saat KBM pada ketiga kelas sampel tergolong rendah. Respon rata-rata siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan pada 3 kelas sampel berturut-turut berkisar antara 80,00%, 77,2%, 76,11%. Respon siswa berada dalam kriteria sangat baik.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Diskusi Kelas, Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa dan Fluida     Dinamik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENUNTASKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA SATATIS KELAS X DI SMAN 1 GEDANGAN MAY NUR UYUN SIRKANTI, FIRDA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran, aktivitas siswa, dampak pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan hasil belajar, ketuntasan hasil belajar, dan respon siswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika materi fluida statis. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMAN 1 Gedangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test dengan 1 kelas implementasi dan 2 kelas replikasi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing kelas implementasi sebesar 91,97%, kelas replikasi 1 sebesar 89,81%, dan kelas replikasi 2 sebesar 89,18% yang ketiganya dalam kategori sangat baik. Persentase rata-rata aktivitas siswa di kelas implementasi sebesar 77%, kelas replikasi 1 sebesar 76%, dan kelas replikasi 2 sebesar 74% yang ketiganya berkategori baik. Dampak pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan nilai <g>, ketiga kelas konsisten meningkat dalam kategori sedang dengan nilai <g> untuk kelas implementasi, replikasi 1, dan replikasi 2 masing-masing sebesar 0,53, 0,48, dan 0,50. Persentase ketuntasan hasil belajar kelas pada kelas implementasi, replikasi 1, dan replikasi 2 masing-masing sebesar 94%, 91%, dan 87% yang ketiganya dinyatakan tuntas. Respon siswa pada ketiga kelas konsisten dalam kategori baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat menuntaskan hasil belajar siswa kelas X materi fluida statis di SMAN 1 Gedangan.   Kata Kunci : inkuiri terbimbing, ketuntasan hasil belajar, fluida statis   Abstract This research was  aims to describe learning process visibility, student’s activities, guided inquiry learning impact to student’s learning outcomes incerase, completeness of learning outcomes, and student’s responses by applying guided inquiry learning model in static fluid of  physics subject.  This research was conducted in even semester academic school year 2015/2016 at SMAN 1 Gedangan. Type of the research was a discriptive quantitative with one group pre-test post-test design. The subject of this research were one implementation class and two replication class. Data were collected from tests, observation, and quiestionnaires. The results showed the average percentage of guided inquiry learning process visibility of implementation class was 91,97%, first replication class was 89,81% , and second replication class was 89,18% which all of classes were excellent category. The average percentage of student’s activities of implementation class was 77, first replication class was 76%, and second replication class was 74% which all of classes were good categorized. The impact of guided inquiry learning to student’s learning outcomes increase showed by n-gain <g> score, the three classes increased consistently in the medium category by each <g> score were 0,53 for implementation class, 0,48 for first replication class, and 0,50 for second replication class. The average completed of student’s outcomes at implementation class, first replication class, and second replication class was 94%, 91%, and 87% which all of classes were represented complete. The student’s responsess all classes consistently in good categorized. Based on the result can be concluded the aplication of guided inquiry learning model can complete student’s outcomes in static fluid subject for the tenth graders of SMAN 1 Gedangan.   Keywords : guided inquiry, completeness of student’s outcomes, static fluid
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN METODE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR DI KELAS X SMAN 1 NGANJUK ROSYIDAH, LATHIFATUR
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan metode active knowledge sharing terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah  true experimental design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X MIA di SMAN 1 Nganjuk, sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari empat kelas yaitu satu kelas kontrol (X MIA 3), satu kelas eksperimen (X MIA 4), dan dua kelas replikasi (X MIA 5 dan X MIA 6). Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan thitung hasil belajar siswa dari satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi berturut-turut sebesar 5,27; 5,25; dan 6,07 dengan ttabel sebesar 2,00, karena thitung tidak berada pada ttabel<thitung<ttabel maka hasil belajar siswa kelas eksperimen dan replikasi berbeda dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan uji-t satu pihak dan didapatkan nilai thitung satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi berturut-turut sebesar 5,27; 5,25; dan 6,07 dengan ttabel sebesar 1,67, karena thitung > ttabel, maka hasil belajar kelas eksperimen dan repliksi lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol. Hasil uji analisis varians mendapatkan Fhitung sebesar 0,54, Ftabel sebesar 2,70, karena Fhitung < Ftabel maka hasil belajar ketiga kelas (kelas ekseprimen, kelas replikasi I, dan kelas replikasi II) tersebut memiliki nilai yang konsisten. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan metode active knowledge sharing terlaksana dengan sangat baik. Hasil belajar siswa yang meliputi tiga aspek (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) memperoleh rata-rata nilai untuk kelas kontrol, kelas eksperimen, kelas replikasi 1, dan kelas replikasi 2 berturut-turut adalah 62,88; 88,45; 89,15; dan 90,87, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan metode active knowledge sharing lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas yang biasa diajar menggunakan pembelajaran yang ada di sekolah. Analisis hasil respons siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan metode active knowledge sharing mendapatkan respons positif dari siswa, hal ini ditunjukkan dengan hasil rata-rata respons siswa secara keseluruhan memperoleh persentase yang tinggi dan berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan metode active knowledge sharing berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi perpindahan kalor di kelas X SMAN 1 Nganjuk. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Metode Active Knowledge Sharing, dan Hasil Belajar Siswa. Abstract This research aims to descript influence of Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning type by active knowledge sharing method for learning outcomes of students. This is true experimental design research with research instrument of observation, test, and questionnaire sheets. Design of research uses pre-test and post-test control group design. Population of this research is student of X MIA in SMAN 1 Nganjuk while sample  of the research consists of four classes that is one control class (X MIA-3), one experimental class (X MIA-4), and two replication class (X MIA-5 and X MIA-6). Based on two parties t test analysis, it obtains tcalculated of learning outcomes  from one experimental class and two replication class 5,27; 5,25; and 6,07 respectively with table = 2,0,  because     t-calculated stands on –table < tcalculated < ttable then learning outcomes of students in experimental and replication class are different with in control class. Next, one party t-test is conducted and result in tcalculated of one experimental class and two replication class is 5,27; 5,25; and 6,07 respectively and table = 1,76, because tcalculated > ttable, then learning outcomes of students in experimental class and replication class are better than in control class. Then one way ANOVA test, it obtains Fcalculated is 0,54, because Fcalculated < Ftable so the third grade learning outcomes are consistent. From results of the research, it obtains that materialization of NHT cooperative learning type by active knowledge sharing is materialized well. On three aspects (knowledge, attitude, and skill), it obtains mean value of 62,88; 88,45; 89,15; and 90,87 in one control class, one experimental class, and two class replication. This indicates that learning outcomes in experimental and replication class is better than in control class. This shows that results for students in the classes using Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning type with active knowledge sharing method is higher than the learning outcomes of students in regular classes using learning in school. From analysis results of students response to Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning type with active knowledge sharing method obtains positive response from the students.   Keywords: Numbered Heads Together (NHT) of cooperative learning type, active knowledge sharing method, and students’ learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI MOTIVASI ARCS DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERPINDAHAN KALOR DI KELAS X SMAN 1 MOJOSARI RAHMALIA ARIYATI, MIFTAH
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting bagi kemajuan sebuah bangsa dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan dalam pendidikan yang memiliki peranan penting dalam pembentukan dan pengembangan intelektual. Studi pendahuluan dilakukan di SMAN 1 Mojosari menunjukkan 57,33% siswa belum termotivasi pada kegiatan awal pembelajaran, 54,67% siswa tidak mengetahui manfaat pembelajaran, 65,33% siswa tidak percaya diri dapat menguasai pembelajaran, dan 49,33% siswa tidak mengetahui kesimpulan dari pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan strategi motivasi ARCS dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan, hasil belajar, dan respons siswa setelah diterapkannya strategi motivasi ARCS dalam model  pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian pre-experimental design. Hasil analisis uji normalitas dan homogenitas terhadap hasil pretest didapatkan ketiga kelas terdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil analisis uji-t berpasangan didapatkan thitung berturut-turut 13,75; 12,18; 20,66 dengan ttabel 1,70, karena thitung>ttabel maka ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan hasil posttest. Selanjutnya dilakukan analisis n-gain didapatkan skor 0,69 untuk kelas X MIA 1 yang peningkatannya berkategori sedang dan berturut-turut kelas X MIA 2 dan X MIA 3 adalah 0,75 dan 0,78 berkategori peningkatannya tinggi. Secara umum strategi motivasi ARCS berpengaruh pada hasil belajar siswa terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran adalah sangat baik, hasil belajar siswa pada ketiga kelas berturut-turut mendapatkan rata- rata nilai 88,99; 88,15; 88,70, dan respons yang diberikan oleh siswa adalah sangat baik. Kata kunci: Strategi motivasi ARCS, model pembelajaran inkuiri terbimbing, hasil belajar, perpindahan kalor   Abstract Education is very important for national science and technology development. As one of science branch in education world, physics has important role on forming and developing intellectual. Preliminary study in SMAN 1 Mojosari showed that 57,33% of the students have not been motivated at the beginning of the learning activity, 54,67% of students did not know the benefits of learning, 65,33% students were not confident to complete the learning, and 49,33% of students did not know the conclusion of the study that have been done. One effort to overcome this problem by applying the ARCS motivation strategies in guided inquiry learning model. The purpose of this research was to describe the learning process, result of student’s learning process, and student’s response after ARCS motivational strategies in guided inquiry learning model implementation on heat transfer course. This research is using quantitative research method in pre-experimental research design. The results of the analysis of normality and homogeneity of the student’s pretest showed that three classes normally distributed and homogeneous. Based on the results of paired t-test analysis were t count 13.75; 12.18; 20.66 with 1.70 t table, because tcount>ttable so there are significant difference between the results of the pretest and posttest results. Further analysis n-gain obtained a score of 0.69 for class X MIA 1 that the increase is being categorized and X MIA 2 MIA 3 was 0.75 and 0.78 with high improvement category. In general, ARCS motivation strategies gave an effect on result of the student’s learning proved by the increased number of the student’s learning result. Results from the research showed that the learning process was very good, results of the student’s learning process in all three classes in a row to get the average value of 88,99; 88,15; 88,70, and the responses given by the students was very good.   Keywords: ARCS motivation strategies, guided inquiry learning model, result of student’s learning process, heat transfer course.
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN STRATEGI GUIDED TEACHING DI SMA NEGERI 1 TARIK SEPTI WULANDARI, NITA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran problem based instruction (PBI) dengan strategi guided teaching terhadap siswa kelas X SMA Negeri 1 Tarik. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah true experimental with randomized control group pre-test post-test design. Dari hasil observasi saat penelitian diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran PBI dengan strategi guided teaching terlaksana dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil analisis uji-t satu pihak didapatkan nilai thitung satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi berturut-turut sebesar 9,1; 9,16; dan 8,18 dengan ttabel sebesar 1,67, karena thitung > ttabel, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol. Kemudian dilakukan uji analisis varians yang mendapatkan hasil Fhitung sebesar 0,291 dan Ftabel sebesar 3,09, karena Fhitung< Ftabel maka hasil belajar ketiga kelas eksperimen tersebut memiliki nilai yang konsisten.. Nilai rata-rata keterampilan proses siswa di kelas ekperimen, replikasi 1, dan replikasi 2 berturut-turut adalah 90,17; 87,5; dan 88,21 yang berkriteria sangat baik. Pada aspek sikap, nilai modus sikap siswa di kelas ekperimen, replikasi 1, dan replikasi 2 untuk aspek jujur, bertanggungjawab, dan terbuka berturut-turut adalah 4, 4, dan 4; 4, 3, dan 2; serta 4, 4, dan 4 dengan kriteria sangat baik. Hasil analisis respons siswa terhadap model PBI dengan strategi guided teaching didapatkan respons dengan kriteria sangat baik dari siswa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBI dengan strategi guided teaching berpengaruh positif di kelas X SMA Negeri 1 Tarik. Kata Kunci: Model Problem Based Instruction/PBI, Strategi Guided Teaching, dan Hasil Belajar Siswa.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI KALOR DI KELAS X SMAN 1 NGANJUK LUTFI SUSANTI, RIA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru fisika di kelas X SMAN 1 Nganjuk, diperoleh bahwa dalam proses pembelajaran fisika masih kurang dieksplor dengan kegiatan praktikum. Akibatnya siswa kurang terlatih untuk menemukan sendiri fakta atau konsep yang akan dipelajari, sehingga berdampak pada keterampilan proses sainsnya. Salah satu pembelajaran yang melatihkan dan meningkatkan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran guided discovery. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran kalor dengan menerapkan model pembelajaran guided discovery,  mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran guided discovery. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian preeksperimental dengan desain One group pretest and posttest. Penentuan sampel penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan guru. Data yang diperoleh adalah hasil posstest yang dianalisis dengan statistik uji hipotesis. Berdasarkan analisis uji t berpasangan diperoleh thitung > ttabel, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai keterampilan proses sains siswa sebelum dan setelah diberi perlakuan. Dari analisis n-gain diperoleh bahwa terdapat peningkatan dengan kategori yang tinggi pada keterampilan proses sains setelah diterapkan model pembelajaran guided discovery. Kesimpulannya bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran guided discovery pada materi kalor secara keseluruhan pada ketiga kelas tersebut dapat dilaksanakan dengan kategori sangat baik, keterampilan proses sains siswa terdapat peningkatan yang diukur melalui pretest dan posttest. Kata kunci: model pembelajaran guided discovery, keterampilan proses sains, kalor.   Abstract Based on the results of interviews with physics teacher in class X SMAN 1 Nganjuk, found that in the process of learning physics is still lacking explored practical activities. As a result, poorly trained students to find their own facts or concepts that will be studied, so the impact on their science process skills. One learning that apply and improve science process skills is guided discovery learning model. Therefore, the research aimed to describe the feasibility application guided discovery learning model, and describes the science process skills of students before and after the implementation of guided discovery learning model. The method in this research is pre-experimental design One group pretest and posttest. The samples of research conducted with a purposive sampling technique. The data obtained are the results of posstest were analyzed by statistical hypothesis testing. Based on the analysis of paired t test showed tcount> ttable, this shows that there are differences in the value of science process skills of students before and after being treatment, thus tcount> ttable. From the result of n-gain analysis showed that there is an increase the science process skills in the high category in after application of guided discovery learning model. The conclusion that the enforceability of learning with guided discovery learning model on heat the material can be implemented with very good categories, science process skills of students there is increased as measured by pretest and posttest. Keywords: guided discovery learning model, science process skills, heat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN EKSPERIMEN VIRTUAL MC GRAW HILL PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANGKALAN Oktavianti, Evi
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri dengan eksperimen virtual Mc Graw Hill pada materi Hukum Newton tentang Gravitasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain one group pretest-posttest design serta menggunakan 2 kelas replikasi. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Bangkalan. Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas untuk penentuan sampel, digunakan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi yang sudah terdistribusi normal dan homogen yaitu kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, dan XI MIPA 4. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu H0 : tidak ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa, dan H1, yaitu ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis N-Gain Score, terlihat bahwa ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa, dibuktikan dengan Uji T-Gain (peningkatan), diperoleh bahwa thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan taraf kesalahan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh peningkatan hasil belajar siswa pada ketiga kelas mengalami peningkatan yang signifikan. Kata Kunci: Eksperimen Virtual, Gravitasi, Model Pembelajaran Inkuiri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DISERTAI TUGAS OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR DI KELAS X SMAN 1 TAMAN NIRMALA, RIZKY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMAN 1 Taman dengan metode angket, sebanyak 68,75% siswa menganggap bahwa fisika adalah mata pelajaran yang sulit dipahami karena banyaknya rumus yang harus dihafalkan, 37,50% siswa cenderung pasif ketika pembelajaran fisika berlangsung sehingga 53,12% siswa menyatakan pembelajaran fisika di kelas terasa membosankan. Selain itu, 65,62% siswa menyatakan bahwa tugas yang diberikan guru bersifat close ended (tugas yang berisi soal pilihan ganda dengan satu jawaban yang benar), dan sebanyak 90,62% siswa menginginkan pembelajaran fisika yang menerapkan diskusi antar teman untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan guru. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi fisika di SMAN 1 Taman, disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas X tahun ajaran 2014/2015 pada materi kalor masih rendah, dimana hanya 65% dari keseluruhan siswa kelas X yang mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) sedangkan 35% dari keseluruhan siswa masih belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Dari pemasalahan di atas, maka disusun suatu penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Disertai Tugas Open Ended. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa rata-rata keterlaksanaan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Disertai Tugas Open Ended di kelas X MIA 4 sebesar 3,56 dengan kategori sangat baik, di kelas X MIA 5 sebesar 3,19 dengan kategori baik, dan di kelas X MIA 6 sebesar 3,19 dengan kategori baik. Selain itu, diperoleh juga analisis gain ternormalisasi yang menggunakan nilai pretest dan posttest (hasil belajar ranah pengetahuan) di kelas X MIA 4 sebesar 0,72 dengan kriteria tinggi, di kelas X MIA 5 sebesar 0,76 dengan kriteria tinggi, dan di kelas X MIA 6 sebesar 0,73 dengan kriteria tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlaksanaan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Disertai Tugas Open Ended berkategori sangat baik serta hasil belajar siswa meningkat dengan kriteria tinggi. Kata Kunci              : Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division), Tugas Open Ended, Hasil Belajar Siswa.   Abstract Based on observations in SMAN 1 Taman by questionnaire, as much as 68.75% of students consider that physics is a subject which is difficult to understand because of the many formulas to memorize, 37.5% of students tend to be passive when learning physics so that 53.12% students stated learning physics class was boring. In addition, 65.62% of students stated that the assignment of teachers are close-ended (a task that contains multiple choice questions with one correct answer), and as much as 90.62% of students of students want to apply the learning physics discussion among friends to solve a problem from the teacher. Based on interviews with teachers of physics at SMAN 1 Taman, it was concluded that the results of class X student of the school year 2014/2015 in the matter of heat is still low, with only 65% ??of all students who achieve Complete Standard Minimum (SKM), while 35% were others still have not reached the minimum Complete Standard (SKM). Based of the problem, then compiled a study to improve student learning outcomes by implementing Cooperative Learning of STAD with Open Ended Task. This type of research is pre-experimental design with the design of the study one group pre-test post-test design. Based on the results of the study, found that the average Cooperative Learning of STAD with Open Ended Task activities in class X MIA 4 amounted to 3.56 with very good category, in class X MIA 5 amounted to 3.19 with good category, and in class X MIA 6 at 3.19 with good category. In addition, the analysis also obtained normalized gain using the value pretest and posttest (learning outcomes realm of knowledge) in class X MIA 4 0.72 with high criteria, in class X MIA 5 0.76 with the high criteria, and in class X MIA 6 by 0.73 with high criteria. The conclusion of this study is Cooperative Learning Type of STAD activities with open-ended task is in very good category and increased student learning outcomes with high criteria. Keywords: Cooperative type STAD (Student Team Achievement Division), Open Ended Task, Student Learning Outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMK NEGERI 2 BANGKALAN AYU SETIAWAN, FITRI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran fisika pemahaman konsep merupakan aktivitas yang penting. Pemahaman konsep dapat diperoleh dari berbagai cara seperti melakukan percobaan agar siswa dapat memahami konsep suhu dan kalor dengan cara mereka tersendiri.  Salah satu pembelajaran yang melatihkan keterampilan proses sains dan mengarahkan siswa untuk menemukan konsep adalah model pembelajaran guided discovery. Oleh sebab itu, peneliti menerapkan pendekatan keterampilan proses sains dalam model pembelajaran guided discovery. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa setelah diterapkan model Guided Discovery di SMK Negeri 2 Bangkalan ,Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran fisika di SMK Negeri 2 Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan disain pra-eksperimen, dan bentuk penelitian yang digunakan adalah disain statis dua kelompok. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan cara diundi dari populasi yang ada, dan diperoleh 2 kelas sebagai sampel. Kelas X-TITL sebagai eksperimen dan X-TGB sebagai kontrol.Data yang diperoleh adalah hasil post test, skor keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, disimpulkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran guided discovery kelas eksperimen berkategori baik, keterampilan proses sains pada kelas eksperimen terlaksana dengan baik, karena diindikasikan dengan hasil belajar kelas eksperimen dari pada control, respon siswa  terhadap penerapan model pembelajaran guided discovery dalam kategori baik sekali.. Kata kunci: pendekatan keterampilan proses sains, model pembelajaran guided discovery, suhu dan kalor, respon siswa

Page 4 of 42 | Total Record : 413