cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 6, no 2 (2025)" : 10 Documents clear
Analisis Kemoterapi Platinum terhadap Rasio Neutrofil-Limfosit pada Pasien Karsinoma Nasofaring di RS PKU Muhammadiyah Gombong Abdul Ghozi; Muhammad Almanfaluthi; Stefani Widodo; Oke Kadarullah; Abidah Safithri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.23537

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan kanker yang tumbuh di area nasofaring dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu opsi pengobatan utama untuk KNF adalah kemoterapi berbasis platinum, yang dapat menekan pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan harapan hidup. Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) sering digunakan untuk memantau aktivitas peradangan dan imunitas pada pasien kanker. Tujuan: Menilai perbedaan RNL sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum pada pasien KNF di RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta mengamati signifikansi perubahan RNL sebagai penanda keberhasilan terapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup pasien KNF yang tercatat menjalani kemoterapi berbasis platinum minimal satu siklus. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi usia, jenis kelamin, serta hasil pemeriksaan darah lengkap (jumlah neutrofil dan limfosit). Perubahan RNL sebelum dan sesudah kemoterapi dianalisis menggunakan uji beda berpasangan (paired t-test) setelah uji normalitas. Hasil: Dari 54 pasien yang memenuhi kriteria, sebagian besar berusia 60-78 tahun dan terdiagnosis KNF stadium lanjut. Rerata RNL sebelum kemoterapi sebesar 3,4 dan menurun menjadi 2.5 setelah kemoterapi. Uji statistik menunjukkan p0,05, menandakan adanya penurunan bermakna RNL pascakemoterapi. Meskipun demikian, sekitar 14,8% pasien tidak mengalami perubahan RNL signifikan, yang diduga berkaitan dengan komorbid atau infeksi tertentu. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna RNL sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum pada pasien KNF. Penurunan RNL ini mengindikasikan respon positif terapi dan berkurangnya proses inflamasi. Dengan demikian, RNL dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk memantau efektivitas kemoterapi pada KNF, meski faktor komorbid dan infeksi harus turut diperhatikan
Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita Dwi Mayahetty Nasution
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.19451

Abstract

Abstrak : Stunting adalah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Terjadi peningkatan balita stunting di Indonesia dari tahun 2021 sebesar 12,5%. Tujuan pengkajian ini untuk mengidetifikasi faktor risiko kejadian stunting. Mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat meningkatkan kasus stunting sangat penting karena dengan mengetahui faktor risikonya akan lebih mudah dalam melakukan pencegahannya. Desain penelitian ini adalah Literature Review. Penulis memilih jurnal penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan case control yang terbit dari tahun 2020 sampai 2024. Penulis menggunakan database yang dijadikan sebagai sumber pencarian yang terkait dalam penelitian yaitu Google Scholar dan Pubmed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya stunting terbagi atas 3, yaitu pertama faktor ibu terdiri dari usia ibu saat hamil, tinggi badan ibu, pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, jarak kelahiran, dan status gizi ibu, kedua faktor anak, terdiri dari Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), Riwayat infeksi, dan Status vaksinasi tidak lengkap dan ketiga faktor lingkungan, terdiri dari Pendidikan, pendapatan keluarga, sanitasi lingkungan, dan paparan asap rokok.  
A Bibliometric Analysis of Hospital Disaster Preparedness Muhammad Agita Hutomo; Ahmad Muttaqin Alim; Tri Yunanto Arliono; Adnan Abdullah; Muhammad Farid; Khusniyan Nur fadhli; Dewi Yuniasih
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.23809

Abstract

Effective disaster management in hospitals is essential to ensure optimal preparedness and response in emergency situations that can save lives and reduce negative impacts on patients and staff. The main objectives of this study were to identify research trends and patterns in hospital disaster management, determine the significant contributions of authors, institutions, and countries in this field, and map collaboration networks. Bibliometric methods were used, with data collected from Scopus. The study also conducted a keyword analysis to understand the current research focus and evaluate the impact of research through citation analysis. The results of the analysis showed that the United States was the most contributing country with more than 450 publications, followed by Australia and the United Kingdom. The most dominant keywords were ‘hospital disaster preparedness,’ ‘disaster management,’ and ‘emergency service.’ International collaboration networks involved the United States the most, while recent research trends show an increased focus on simulation training for disaster preparedness. Hospital disaster preparedness research highlights a global focus on enhancing resilience and operational efficiency during crises. Strengthening international collaboration and evidence-based strategies is vital to address complex future disasters, particularly in light of climate change-induced risks.
Determinant Factors Related to Outcomes in Breast Cancer Survivors: A Systematic Review Mila Trisna Sari
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.24298

Abstract

Background: The global incidence of breast cancer continues to rise, yet so too does survivorship, due to advances in early detection and treatment. As survivorship improves, understanding the determinants that influence long-term outcomes becomes paramount. Objective: To systematically review and synthesize the current literature on clinical, psychological, social, and socioeconomic factors associated with outcomes in breast cancer survivors. Methods: Following PRISMA guidelines, databases including PubMed, ScienceDirect, Ovid, and Google Scholar were searched for studies published between 1995 and 2023. Determinants were categorized by domain, and only peer-reviewed, original research articles were included. Quality assessment was conducted using the Newcastle-Ottawa Scale. Results: Thirty-three studies involving over 1.3 million breast cancer survivors were included. Key determinants of outcomes included cancer stage, comorbidities, psychological resilience, depression, perceived social support, income, and educational level. The impact of these factors varied across geographical and cultural contexts. Conclusion: Survivorship outcomes in breast cancer are influenced by a complex interplay of biomedical and psychosocial factors. Integrative survivorship care must be tailored to address not only disease characteristics but also individual psychological and social circumstances.
Neurological Manifestations in Rheumatoid Arthritis: Scoping Review Andrianto Selohandono; Ana Budi Rahayu; Dewi Yuniasih
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic autoimmune disease characterized primarily by joint inflammation and deformity. Beyond its articular manifestations, RA often presents with significant neurological complications, including peripheral neuropathy, central nervous system (CNS) vasculitis, cervical myelopathy, and cognitive impairments. These manifestations arise from systemic inflammation and autoimmune mechanisms that damage the nervous system, posing serious risks to patient prognosis. Despite their clinical importance, data on the prevalence, pathophysiological mechanisms, and management of these complications remain limited and scattered across studies. This scoping review aimed to synthesize existing literature on neurological manifestations in RA, focusing on their prevalence, underlying mechanisms, and therapeutic approaches.Methods: Using a systematic methodology, relevant studies were identified from databases including PubMed, Scopus, and ProQuest. Articles published between 2020 and 2024 were selected based on specific inclusion and exclusion criteria.Result: The findings reveal that neurological complications in RA range from peripheral neuropathy, affecting up to 50% of patients, to severe conditions like cerebral vasculitis and rheumatoid meningitis. Cognitive impairment, reported in approximately 31% of patients, highlights the long-term burden of the disease. Early diagnosis and tailored therapeutic interventions, such as immunomodulatory therapies, are critical to mitigating these impacts.Conclusion: This review underscores the need for further research to bridge existing knowledge gaps, develop effective diagnostic tools, and improve management strategies for neurological complications in RA. Comprehensive understanding and multidisciplinary approaches are essential for enhancing patient outcomes and quality of life. 
Tingkat Pengetahuan tentang Program Wolbachia pada Masyarakat di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta Tri Wulandari Kesetyaningsih; Arfan Ramadhana
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.23755

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan tentang program Wolbachia pada masyarakat umum di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik random sampling digunakan dalam penelitian ini, dengan jumlah sampel sebanyak 392 responden. Sebanyak 203 responden dari Kabupaten Sleman dan 189 responden dari Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kabupaten Sleman memiliki skor rata-rata pengetahuan lebih baik (74,61) daripada Kota Yogyakarta (71,18) dengan rincian: Kabupaten Sleman: 3,0% rendah, 53,7% sedang, 43,3% tinggi. Kota Yogyakarta: 6,9% rendah, 59,8% sedang dan 33,3% tinggi. Uji statistik menggunakan Mann Whitney membuktikan bahwa perbedaan bersifat signifikan (p = 0,019). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang program Wolbachia di Kabupaten Sleman lebih baik daripada masyarakat di Kota Yogyakarta. Perlu dilakukan studi lanjutan untuk mengungkap apakah perbedaan pengetahuan tentang program wolbachia ini berdampak pada penurunan jumlah kasus DBD pada masing-masing wilayah.
Pengaruh Pengetahuan dan Aspek-Aspek Personal terhadap Kesediaan Vaksinasi Human Papillomavirus pada Siswi SMA Negeri 1 Klaten Asarizq Fatihah Rasjava; Dewi Yuniasih; Rachma Greta Perdana Putri; Leonny Dwi Rizkita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.23840

Abstract

Pendahuluan: Kanker serviks, merupakan keganasan yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), merupakan salah satu kanker yang paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Pencegahan yang dapat dilakukan berupa vaksinasi HPV dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesediaan siswi SMA N 1 Klaten untuk menerima vaksin HPV.Metode: Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest dilakukan pada 83 siswi SMA Negeri 1 Klaten. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest yang mengukur pengetahuan tentang HPV, kanker serviks, dan vaksinasi HPV. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji bivariat untuk melihat hubungan antara faktor-faktor pribadi dan kesediaan vaksinasi.Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan, dengan 98,8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait HPV dan kanker serviks. Namun, analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kesediaan vaksinasi. Kepercayaan terhadap vaksinasi HPV memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan, sementara usia, motivasi, dan paparan informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang vaksin HPV, namun faktor kepercayaan lebih berpengaruh pada kesediaan vaksinasi daripada pengetahuan itu sendiri.
Jenis Tindakan Laparotomy Berdampak terhadap Lama Hari Rawatan Pasien di RSU Cut Meutia Muhammad Sayuti; Diana Farasha; Mauliza Mauliza; Teuku Ilhami Surya Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laparotomy adalah pembedahan yang dilakukan pada dinding abdomen dengan melakukan insisi pada dinding abdomen hingga rongga abdomen. Pasien post laparotomy akan mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan lama hari perawatan yang berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor. Deskriptif analitik menggunakan desain penelitian potong lintang, studi retrospektif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 sampel. Seluruh proses pengolahan data dan analisis menggunakan SPSS 26. Mayoritas karakteristik pasien sebagai berikut: usia 56-65 tahun (25,3%), berjenis kelamin laki-laki (57,9%), tidak anemia (48,8%), bersih terkontaminasi (46,3%) dan bukan penderita diabetes melitus (78,9%). Uji Chi Square digunakan sebagai uji statistik dengan (α=0,05) didapatkan faktor yang berhubungan terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy adalah jenis luka operasi, penyakit penyulit diabetes melitus, usia, jenis kelamin dan  kadar hemoglobin. Terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, kadar hemoglobin, jenis luka operasi dan penyakit penyulit (diabetes melitus) terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy di RSU Cut Meutia Aceh Utara. 
Hubungan antara Hipertensi dan Kadar HbA1c dengan Kejadian Amputasi Ekstremitas Bawah pada Pasien Ulkus Diabetikum Rafif Ryandra Izdhihar; Safari Wahyu Jatmiko
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.22317

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis dari diabetes mellitus (DM). Hipertensi dan kadar HbA1c menjadi faktor dari progresivitas penyakit ini dengan risiko amputasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum dengan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan case-control. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 116 subjek yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data sekunder berupa rekam medis pasien ulkus diabetikum dari RSUD Kota Madiun periode Januari 2022 hingga Juli 2023 digunakan. Hasilnya, pasien ulkus diabetikum dalam penelitian ini mayoritas berusia lanjut (96, 82.8%), perempuan (72, 62.1%), tidak menderita hipertensi (65, 56%), dan kadar HbA1c tidak terkontrol (79, 68.1%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.04 (OR=2.181) dan kadar HbA1c terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.01 (OR=2.904). Analisis regresi logistik menunjukkan nilai p=0.098 (OR=1.919) pada hipertensi dan nilai p=0.018 (OR=2.769) pada kadar HbA1c. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum.
Herpes Zoster pada Anak Nada Syifa; Dika Amalia; Teuku Ilhami Surya Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Herpes zoster (HZ) pada anak merupakan kasus yang jarang, namun dapat terjadi terutama pada anak dengan riwayat infeksi varisela dini atau gangguan imunitas. Dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia 8 tahun 4 bulan yang datang dengan keluhan demam, nyeri kepala, dan vesikel berkelompok di dahi kanan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta didukung hasil laboratorium. Pasien juga terdiagnosis demam tifoid berdasarkan hasil tubex positif skala 4. Terapi yang diberikan meliputi antivirus asiklovir topikal dan oral, antibiotik ceftriaxone, antipiretik paracetamol, kortikosteroid metilprednisolon, serta suportif lainnya. Perkembangan klinis menunjukkan perbaikan bertahap dengan resolusi vesikel dan perbaikan keluhan subjektif. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini herpes zoster pada anak untuk mencegah komplikasi seperti keratitis dan neuralgia pascaherpetik, serta perlunya terapi komprehensif yang melibatkan antiviral, antibiotik, dan manajemen nyeri yang adekuat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10