cover
Contact Name
Horasman Perdemunta Munthe
Contact Email
munthepudan@gmail.com
Phone
+6281213012348
Journal Mail Official
matagurujurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bougenvile. Tateli Satu, Kecamatan Mandolang - Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MATA GURU : Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 30898463     DOI : https://doi.org/10.70420/mataguru.v3.i1
Core Subject :
Mata Guru Jurnal Pendidik dan Kependidikan (MGPTK) Menerima Tulisan Artikel Terkait dengan Topik-Topik berupa hasil pemikiran dan penelitian. Fokus dan ruang lingkup artikel yang diterbitkan adalah mengenai pendidikan formal, non-formal, informal dan pendidikan inklusi. Terkait dengan Teori dan Praktik Belajar Mengajar, Pengembangan Kurikulum, Materi Pembelajaran, Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Media dan Teknologi Pembelajaran, Evaluasi atau Penilaian Pembelajaran, Etika Profesi, Profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kepemimpinan Pendidik dan Kependidikan, Supervisi Pendidikan, Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Kependidikan, Serta Teologi dan Pendidikan Kristen. Mata Guru adalah ungkapan dalam bahasa Batak Toba yang berarti jadikan mata sebagai guru. Mata Guru juga berarti dimana seseorang akan mendapatkan ilmu karena memperhatikan apa yang dilihatnya. Jurnal ini memberikan kesempatan kepada Pendidik (Guru dan Dosen), Kependidikan, Pengawas, dan Konselor serta pemerhati atau aktivis pendidikan yang berada di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal untuk mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian yang terbitkan di jurnal MGPTK merupakan karya orisinil dan belum pernah diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal ini merupakan jurnal yang ber-e-ISSN dengan jadwal publikasi dua kali dalam satu Tahun (Januari - Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PANDANGAN MASYARAKAT KRISTEN TERHADAP KEMAJEMUKAN DI MANADO : ANALISIS SOSIOLOGIS DAN TEOLOGIS Juliana Mosey; Ria Bonya; Angelica Kaumbur; Moses Walukow; Iren Ransulangi; Kezia kusuma
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.638

Abstract

Manado dikenal secara nasional sebagai kota dengan tingkat toleransi yang tinggi, yang tercermin dalam semboyan "Torang Samua Basudara". Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat Kristen di Manado terhadap kemajemukan agama dan budaya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi literatur, artikel ini membedah berbagai dimensi yang membentuk konstruksi berpikir masyarakat Kristen dalam merespons kehadiran "liyan" (the other). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat Kristen di Manado terhadap kemajemukan tidak hanya didasarkan pada landasan teologis kasih, tetapi juga dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai kearifan lokal. Sinergi antara pemahaman Alkitabiah dan tradisi budaya menciptakan model pluralisme yang organik dan fungsional. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan kristen dan peran institusi gereja menjadi faktor kunci dalam melanggengkan harmoni di tengah arus globalisasi dan tantangan radikalisme.
TANTANGAN PSIKOLOGIS DI ERA DIGITAL: BULLYING DI KALANGAN GEN Z Ryan Lapian; Reva Greti Sampel; Stevanya Oktavi Sambe; Marchellino Stevandro Puasa Weku; Serli Tempo; Divania Gracella Pongilatan
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.644

Abstract

Era digitla membawa perubahan signifikan dalam kehidupan generasi Z, khususnya dalam pola interaksi sosial melalui media digital. Dibalik kemudahna yang ditawarkan, era ini juga memunculkan tantangan psikologis serius, salah satunya adalah bullying dalam bentuk cyberbullying. Cyberbullying menjadi fenomena yang semakin marak dan berdampak langsung oada kesehatan mental Gen Z, seperti stress, kecemasan, depresi, penurunan kepercayaan diri, hingga kecenderungan isolasi sosial dan tindakan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis cyberbullying terhadap Gen Z serta mengidentifikasi berbagai upaya penanganan yang dapat dilakukan secara holistik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah dan dokumen relevan yang berkaitan dengan bullying dan kesehatan mental di era digital. Hasil kajian menunjukan bahwa cyberbullying memiliki dampak psikologis jangka pendek dan jangka panjang yang serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan terpadu melalui pendekatan profesional (psikolog dan psikiater), pastoral konseling, dukungan keluarga, serta peran strategis guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai motivator, teladan, dan fasilitator. Sinergi antara pendekatan psikologis, pastoral, dan pendidikan berbasis nilai-nilai Kristiani menjadi kunci penting dalam membantu pemulihan korban serta mencegah terjadinya cyberbullying di kalangan Gen Z. 
ANALISIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP SIKAP GEREJA BAGI KELUARGA KORBAN BUNUH DIRI DI MINAHASA UTARA Gabriela Tulung
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.681

Abstract

This thesis, entitled An Analysis of Christian Religious Education toward the Church’s Attitude toward Families of Suicide Victims in North Minahasa, investigates the increasing phenomenon of suicide in North Sulawesi, particularly in Talawaan Village, which reveals tensions between theological doctrine, social stigma, and cultural traditions. While the church often emphasizes suicide as sin, pastoral calling requires the presence of love, compassion, and accompaniment for grieving families. Employing a qualitative descriptive approach through interviews, observation, and document analysis with pastors, church elders, community leaders, and local residents, the study found that Christian Religious Education (CRE) must bridge these tensions by embodying God’s love through prayer, faith strengthening, and pastoral care. The main obstacles include rigid doctrinal views, social stigma that labels suicide as a disgrace, and discriminatory customary practices toward the deceased and their families. The findings suggest that CRE should function not merely as doctrinal transmission but as a transformative pastoral instrument that nurtures love, empathy, and solidarity within the congregation. In this way, the church can become an agent of renewal that embodies and proclaims the liberating love of Christ in society.
URGENSI NILAI-NILAI UPACARA ADAT MALABOT TUMBE/TUMPE UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI KABUPATEN BANGGAI LAUT PROVINSI SULAWESI TENGAH Desika Sudara; Wolter Weol; Sugijanti Supit
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.682

Abstract

The purpose of this research is to describe and explain the Urgency of the Values of the Malabot Tumbe/Tumpe Traditional Ceremony for Strengthening Christian Religious Education in Banggai Laut Regency, Central Sulawesi Province. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The implementation of the values of the Malabot Tumbe tradition tends to be normative and informative. Teachers place more emphasis on the knowledge of the tradition rather than touching upon the students' affective and conative aspects. Consequently, the dialogue between faith and culture is not truly felt by the students. The Malabot Tumbe culture has not been fully incorporated into the learning design, focusing only on general aspects, and the contextual values of the local culture are merely an addition (optional) in the teaching and learning process in the classroom
GAME EDUKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN ERA DIGITAL DI SMP NEGERI 11 MANADO Sarina Bawole; Olivia Cherly Wuwung; Subaedah Luma
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.685

Abstract

This research aims to analyze and describe the use of educational games as a learning medium for Christian Religious Education in the Digital Era at SMP Negeri 11 Manado. This study employs a qualitative research method with a descriptive-analytic approach. Observation, interviews, and literature studies were conducted to collect data and revealed the following findings: Teachers have previously used technology, but mostly relied on conventional media which make students are not highly motivated to participate in the learning process. The use of educational games such as Wordwall application as a learning medium can improve students’ participation and motivation in the learning process. Although the implementation of the educational games at first faced several challenges that hinders learning such as limited internet quota and the poor condition of the device used by some students, the problems can be solved by the school support such as the availability of School Wi-Fi and electrical power sources or sockets in several corners of classrooms. Thus, the improvements in the teaching and learning process can be observed through the use of educational games. One of the significant outcomes is the increased enthusiasm of students to participate actively in classroom activities. This ultimately contributes to improving the quality of education at SMP Negeri 11 Manado
INTERNALISASI NILAI-NILAI KRISTIANI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD INPRES TATELU RONDOR Marsia Rumimpunu
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.689

Abstract

This research aims to analyze the internalization of Christian values in Christian Religious Education learning at SD Inpres Tatelu Rondor. The research employed a qualitative method with a descriptive-analytic approach. Data were collected through observation, interviews, and literature study. The findings indicate that the process of internalizing Christian values at SD Inpres Tatelu Rondor takes place through spiritual learning activities and habituation programs implemented in the school environment. These activities include routine practices such as daily prayer, participation in religious learning, and the development of disciplined and respectful behavior in accordance with Christian teachings. Through these processes, students are expected to understand and apply Christian values in their daily lives. However, the implementation has not yet been fully effective, as the application of these values in students’ daily behavior remains inconsistent and not yet deeply rooted. This condition indicates that the internalization process still requires continuous reinforcement, guidance, and evaluation so that the values taught can be more effectively integrated into students’ character formation.
PENERAPAN DEEP LEARNING BERBASIS TEORI KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Aurera Imanuela Inriyanti Nasir Nasir; Eunike Mandolang; Elisabeth Nicolina Sandehang; Novita Sweity Lumantak4; Serra Timbuleng
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.702

Abstract

This study aimed to describe the implementation of deep learning based on constructivist theory in Pancasila Education learning and to analyze its effect on the engagement of third-grade elementary school students. The research employed Classroom Action Research (CAR) with a descriptive qualitative approach and was conducted at SD Negeri 03 Manado involving 24 third-grade students. The research design followed the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The learning process was designed through contextual learning activities, group discussions, reflection sessions, and independent learning tasks that integrated deep learning principles with constructivist theory. The findings revealed that the implementation of deep learning based on constructivism significantly improved student engagement in Pancasila Education learning. Students demonstrated greater participation in discussions, enhanced ability to connect learning materials with real-life experiences, improved reflective thinking, and increased learning independence. The average student engagement increased from 70% before the intervention to 95% after the intervention. These findings indicate that deep learning based on constructivist theory effectively creates meaningful, student-centered, contextual, and reflective learning experiences that enhance student engagement in elementary school Pancasila Education.
MEDIA SOSIAL GEREJA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMPERKUAT SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA GENERASI Z Stela Ester Kalalo; Tri Putri Chentami Lumi; Carter Abraham Alehendrie Senduk; Aprilia Gloria Wehantow; Aronsonia Aimbu
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.704

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z, termasuk dalam memperoleh informasi dan pemahaman keagamaan. Di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan berupa penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, dan informasi yang tidak terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Pendidikan Agama Kristen melalui media sosial gereja dalam menanamkan nilai moderasi beragama pada Generasi Z melalui penguatan sikap toleransi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan dengan Pendidikan Agama Kristen, media sosial gereja, moderasi beragama, dan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial gereja dapat dimanfaatkan sebagai sarana Pendidikan Agama Kristen yang efektif melalui penyebaran konten edukatif, pembinaan iman, serta pembentukan komunitas digital yang mendukung penguatan sikap toleransi. Selain memiliki peluang yang besar dalam menjangkau Generasi Z, pemanfaatan media sosial juga menghadapi tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pelayanan digital yang kreatif, edukatif, dan berorientasi pada nilai kasih serta penghormatan terhadap keberagaman guna mendukung penguatan moderasi beragama di kalangan Generasi Z.
MEWUJUDKAN DIAKONIA TRANSFORMATIF MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Willi Rumorong; Elsa Elisabeth; Tesalonika Lumempow; Chevanya Loho; Tesalonika Betah
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.705

Abstract

Pelayanan diakonia merupakan salah satu panggilan penting gereja dalam menghadirkan kasih Allah secara nyata kepada jemaat dan masyarakat. Akan tetapi, praktik diakonia yang selama ini lebih banyak berfokus pada pemberian bantuan materi sering kali belum mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam kehidupan jemaat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan model pelayanan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan. Artikel ini membahas pentingnya pelayanan diakonia berbasis pendidikan sebagai upaya membangun kemandirian jemaat di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Pendidikan dipahami sebagai sarana yang mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kapasitas jemaat sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, pendampingan ekonomi, dan pembinaan yang berkelanjutan, gereja dapat menjalankan fungsi diakonia yang lebih transformatif. Pelayanan semacam ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong terciptanya jemaat yang produktif, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi gereja maupun masyarakat. Dengan demikian, diakonia berbasis pendidikan menjadi bentuk pelayanan yang relevan dan kontekstual dalam menjawab kebutuhan gereja masa kini, sekaligus mewujudkan pelayanan Kristus yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan ekonomi secara holistik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG INKLUSIF BAGI PENYANDANG DISABILITAS adelin takawalude; marsyah takaliuang; miracle lumintang; violita mamahit; stinki yosina boseren
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.707

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang inklusif bagi penyandang disabilitas merupakan panggilan teologis sekaligus tanggung jawab pedagogis gereja dan lembaga pendidikan Kristen. Penelitian ini mengkaji implementasi PAK inklusif yang mengakomodasi kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas fisik, sensoris, intelektual, maupun sosial-emosional dalam konteks gereja dan sekolah Kristen di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, artikel ini menelusuri dasar teologis inklusivitas dalam PAK, tantangan implementasi di lapangan, serta strategi konkret yang dapat diterapkan oleh pendidik, gereja, dan lembaga pendidikan Kristen. Temuan menunjukkan bahwa PAK inklusif bukan sekadar adaptasi kurikulum, melainkan transformasi paradigma pelayanan yang menempatkan setiap orang sebagai ciptaan Allah yang bermartabat dan berhak menerima pendidikan iman secara penuh dan setara. Implementasi yang efektif memerlukan kolaborasi antara pendidik yang terlatih, kurikulum yang adaptif, lingkungan yang aksesibel, dan dukungan komunitas iman yang menerima keberagaman.