cover
Contact Name
HIJRAH IRWAN
Contact Email
hijrahirwan0806@gmail.com
Phone
+6282238074848
Journal Mail Official
hijrahirwan0806@gmail.com
Editorial Address
Universitas Cenderawasih, Gedung D FEB UNCEN Kampus Waena, Jl. Kamp Wolker Yabansai, Jayapura, Papua 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan (JKESP)
ISSN : 23556323     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan is a blind-review journal published three times a year (April, August, and December). The journal features various articles based on philosophical, conceptual, and theoretical insights, critical reviews, and research findings in the fields of development economics and economic development.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Analis Pembagian Kerja Diantara Anggota Keluarga Dalam Pertanian Rakyat Di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya Transna Putra Urip
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2066

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang pembagian kerja diantara anggota keluarga dan faktor-faktor yang mendorong pembagian kerja di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya, dimana titik fokus penelitian adalah pada tahap-tahap kegiatan pertanian yaitu tahap penyiapan lahan, tahap penanaman, tahap pemeliharaan dan tahap pengambilan hasil. Adapun unit penelitian ini adalah anggota rumah tangga tani yang terdiri dari Ayah, Ibu, Anak Laki-laki dan Anak Perempuan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan melihat keterlibatan setiap anggota keluarga dalam kegiatan-kegiatan yang ada dalam tahapan kegiatan pertanian dan  faktor yang mendorong terjadinya pembagian tersebut. Hasil analisis menunjukkan Adanya pembagian kerja yang jelas diantara anggota keluarga,  dimana  anggota keluarga yang berstatus Ayah dan Anak laki-laki  mendapat tugas pada tahap penyiapan lahan dan kegiatan pemeliharaan saluran air pada tahap pemeliharaan , sedangkan anggota keluarga Ibu dan Anak perempuan mendapat tugas pada tahap penanaman, pekerjaan pemeliharaan tanaman pada tahap pemeliharaan dan tahap pengambilan hasil. Faktor yang mendorong timbulnya pembagian kerja adalah faktor kekuatan fisik, ketelitian dan sosial budaya (kebiasaan). Kata kunci : Pertanian Rakyat, Anggota Keluarga, Pembagian Kerja
Analisis Sektor Basis Dan Non Basis Di Kabupaten Jayapura Aurelianus Jehanu; Ida Ayu Purba Riani; Balthazar Kreuta
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2067

Abstract

Sektor basis dengan nilai LQ terbesar terdapat pada sektor industri dan pengolahan dengan nilai rata-rata 3,22 dan yang terendah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai rata-rata 0,66. Sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahan mengalami pergeseran dengan nilai DLQ lebih dari satu, Pada Analisis Tipologi Klassen pada awal tahun 2004 semua sektor-sektor Kabupaten Jayapura rata-rata merupakan sektor yang masuk dalam kategori kuadran I dimana laju pertumbuhan dan kontrubusi sektornya lebih besar dari laju pertumbuhan dan kontrubusi sektor provinsi Papua. Akhir tahun 2013 sektor-sektor mengalami perubahan pola pada sektor pertambangan dan penggalian dan sektor listrik dan air bersih dimana dalam kuadran IV laju pertumbuhan dan kontrubusi  Kabupaten Jayapura lebih kecil dari laju pertumbuhan dan kontrubusi Provinsi PapuaKata Kunci: PDRB, LQ, DLQ, Tipologi Klassen
Analisis Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Berdasarkan Perda Kota Jayapura Nomor 14 Tahun 2007 Rosari Uli Artha Saragi; Joddy E. H. Siahainenia; Rachmaeny Indahyani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jumlah lahan parkir, jumlah kendaraan dan PDRB berpengaruh terhadap penerimaan RPPTJU, perkembangan penerimaan RPPTJU sebelum dan sesudah Perda No.14 tahun 2007 dan kontribusinya terhadap retribusi daerah. Objek yang diteliti adalah realisasi penerimaan RPPTJU, jumlah lahan parkir, jumlah kendaraan dan PDRB. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda, t-test dan kontribusi. Hasil analisis ini menunjukkan secara deskriptif kuantitatif, lahan parkir dan kendaraan mempunyai pengaruh yang tidak signifikan dan PDRB sama sekali tidak berpengaruh, sedangkan perkembangan sebelum dan sesudah Perda No.14 tahun 2007, secara umum dikatakan baik. Hal ini ditunjukkan dengan perkembangan realisasi RPPTJU sesudah berlakunya Perda, penerimaan RPPTJU meningkat dari 19,33 menjadi 20,5. Dan kontribusinya terhadap retribusi daerah  pada tahun 2008 sebesar 5,59%  selanjutnya terus mengalami penurunan sampai  tahun 2011 menjadi 2,87%, pada tahun 2012 sempat mengalami kenaikan menjadi 4,45% dan kembali menurun pada tahun 2013 menjadi 3,75%. Kata Kunci: RPPTJU ,Jumlah Lahan Parkir, Jumlah Kendaraan, PDRB
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Kota Jayapura Tahun 2004-2013 Tierzha A. N. Tonapa; Ida Ayu Purba Riani; Elisabeth Lenny Marit
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2069

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor (pertumbuhan ekonomi dan melek huruf) yang berpengaruh signifikan dan faktor mana yang dominan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kota Jayapura tahun 2004-2013. Penulis menggunakan alat analisis Regresi Linier Sederhana dan pengujian kriteria statistik untuk mengetahui signfikan variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel melek huruf saja yang berpengaruh secara signifikan dan berpengaruh dominan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Jayapura dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien sebesar -3,571. Sedangkan pertumbuhan ekonomi mempunyai nilai signifikan sebesar 0,409 dan nilai koefisien sebesar -0,388. Kata Kunci : Tingkat Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi dan Melek Huruf
Analisis Sektor Unggulan Di Kabupaten Merauke Tahun 2007-2013 Rizka Andani; Yundy Hafizrianda; Balthazar Kreuta
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor ekonomi yang menjadi sektor basis dan sektor unggulan, sektor yang menjadi konsentrasi pertumbuhan serta mempunyai keunggulan kompetitif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data PDRB Kabupaten Merauke yang diperoleh dari BPS. Metode analisis yang digunakan yaitu SLQ, DLQ, SSA, IS dan MRP. Berdasarkan hasil penelitian, sektor yang basis di Kabupaten Merauke adalah sektor pertanian, subsektor peternakan dan hasilnya, subsektor kehutanan, subsektor perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industi pengolahan dan sektor listrik dan air bersih. Sedangkan sektor unggulannya adalah sektor pertanian. Sektor yang menjadi konsentrasi pertumbuhan adalah sektor Pertanian, subsektor Peternakan dan hasilnya, subsektor Perikanan, sektor Pertambangan dan Penggalian, dan sektor Listrik dan Air Bersih. Sektor yang memiliki keunggulan kompetitif adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan. Sektor yang basis harus dipertahankan sedangkan sektor yang non basis perlu ditingkatkan agar menjadi sektor yang basis.Kata Kunci : PDRB, Sektor Unggulan, SLQ, DLQ, SSA, IS, MRP
Efektivitas Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus Bidang Kesehatan Di Kabupaten Paniai Tahun Anggaran 2013-2015 Aprianto La'lang Kuddy
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2071

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dua hal, (1) untuk mengetahui bagaimana Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai menjalankan proses pengelolaan keuangan, mulai dari tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban, serta pengawasan dan MONEV terhadap program dan kegiatan yang dibiayai dana otsus sektor kesehatan; (2) untuk mengetahui bagaimana efektivitas penyelenggaraan program dan kegiatan sektor kesehatan yang dibiayai dana Otsus terhadap masyarakat setelah diberlakukannya Perdasus No. 25/2013. Populasi yang akan diamati dalam kajian ini adalah seluruh organisasi sosial sektor kesehatan dan masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Paniai. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, trend, frekwensi, dan persentase untuk data kuantitatif, sementara data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancana mendalam dan pengamatan dianalisis menggunakan content analisys dan fenomena nyata dalam perencanaan dan pengelolaan dana Otsus. Salah satu poin dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam hal pengimplemen- tasian program dan kegiatan yang dibiayai dana otsus sektor kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai belum sepenuhnya mengacu pada regulasi-regulasi yang memayunginya.Kata Kunci: dana otsus, pengelolaan keuangan, efektivitas pemanfaatan, Perdasus 25/2013.
Analisa Pembangunan Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Penduduk Di Kabupaten Mimika Charley M. Bisai; Tonni Upuya; Mesak Ick
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : a) bagaimana korelasi IPM dengan komponen-komponen pembentuk IPM, b) faktor apa yang paling besar membentuk IPM, dan c). seberapa besar pengaruh IPM terhadap Pendapatan Per Kapita, dan Kemiskinan.Data yang digunakan dalam penelitian adalah Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per Kapita dan Tingkat Kemiskinan Kabupaten Mimika kurun waktu tahun 2005-2013. Metode analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian di atas adalah menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh komponen pembentuk IPM mempunyai korelasi yang sangat kuat dan signifikan terhadap IPM, dengan rata-rata angka koefisien korelasi lebih dari 0,90 atau 90% ke atas.Diantara keempat komponen tersebut, Angka Harapan Hidup (AHH) dan Pengeluaran Per Kapita (PPP) keduanya mempunyai koefisien korelasi yang paling tinggi dan sama besar terhadap variabel IPM yakni 0,980 untuk AHH, dan 0,986 untuk PPP. Ini berarti kedua komponen tersebut dapat dikatakan sebagai pembentuk yang paling dominan terhadap IPM. Sehingga cepat lambatnya perkembangan IPM sangat tergantung kepada hasil pembangunan kesehatan dan pembangunan ekonomi daerah. Hasil analisis lainya menunjukkan bahwa kenaikan IPM Kabupaten Mimika sebesar 1 point akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 3,8225 persen atau 4 persen, selain itu kenaikan IPM akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Kabupaten Mimika sebesar Rp. 717.414,40. Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per kapita, Tingkat Kemiskinan
Kajian Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kota Jayapura Tahun 2010-2014 Balthazar Kreuta; Yundi Hafizrianda; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2073

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan, diantaranya untuk (1) Mengetahui perkembangan pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Jayapura; (2) Mengukur dan menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (3) Mengukur kemampuan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; dan (4) Mengukur efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (5) Merumuskan Kebijakan apa yang tepat dalam meningkatkan kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan melakukan pengambilan data secara langsung pada bagian Akuntansi Dinas Pengolaan Keuangan dan Aset Kota Jayapura yaitu berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2010-2014. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal diantaranya, (a) Sumber PAD terbesar Kota Jayapura adalah pajak daerah, terutama yang berasal dari pajak hotel dan restoran; (b) Belanja daerah Kota Jayapura selama tahun 2010-2014 cenderung mengalami peningkatan yang berfluktuatif, dengan daya serapnya yang cukup tinggi; (c) Tingkat ketergantungan fiskal di Kota Jayapura selama ini masih sangat tinggi, sehingga kemandirian fiskalnya menjadi rendah; (d) Kota Jayapura memiliki kemampuan pengembalian pinjaman yang cukup baik; (e) Secara keseluruhan tingkat efisiensi belanja Pemerintah Kota Jayapura dapat dikatakan rendah.Kata Kunci: PAD, belanja daerah, efisiensi dan efektivitas, kinerja keuangan.
Analisis Flypaper Effect Pada Pemerintah Daerah Di Provinsi Papua Robert M. WST. Marbun; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2074

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of General Allocation Fund Transfer (DAU) and Local Income (PAD) to local government expenditure (BD) in Papua Province. To determine and analyze how flypaper effect happen to the local government expenditure in Papua Province. This research using panel data in the 26 (twenty six) out of 29 local government in Papua Province in the year of 2010-2013 period. The data gathered from the Regency Expenditure Realization Report on the Fund report of local government that already get into final audit from BPK RI and submitted to the DJPK Ministry of Finance of The Republic of Indonesia and Papua in Figures that published by Central Bureau Of Statistics. This research results show that PAD and DAU at the same time positively affect the local government expenditure (BD) in Papua Province; but only DAU coefficient affects significantly and having a positive relation to the regency expenditure, while PAD statisticaly not significant to the local government expenditure in Papua Province. Coefficient value of DAU is higher than the PAD even though only the DAU is signifficant, this thing shows flypaper effect has detected happen on the local government expenditure in Papua Province.Keywords: Flypaper Effect, General Allocation Fund, DAU, PAD.
Kajian Alokasi Dana Otonomi Khusus Pada Empat Bidang Prioritas Di Kota Jayapura Marsi Adi Purwadi; Mesak Ick
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2075

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah: 1) mengidentifikasi dan mereview alokasi dan pemanfatan dana Otsus pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; 2) mengidentifikasi dan mereview aspek perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus untuk peningkatan pelayanan pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; 3) mengukur keberhasilan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus Kota Jayapura untuk peningkatan pelayanan pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Data yang diperoleh dianalisis melalui: 1) analisis statistik deskriptif kuantitatif; 2) analisis studi kasus; 3) Content Analysis; 4) Concept Mapping. Selama kurun waktu 2008-2014, pemerintah Kota Jayapura telah melaksanakan 810 kegiatan yang pembiayaannya dialokasikan melalui dana Otonomi Khusus. Bidang Pendidikan adalah bidang pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus Kota Jayapura. Peningkatan Mutu, Pelayanan dan Non Formal adalah Sub Pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Pendidikan, yaitu sebanyak 115 kegiatan. Kesehatan dasar adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Kesehatan, yaitu sebanyak 121 kegiatan. Komoditi unggulan adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Infrastruktur Dasar, yaitu sebanyak 13 kegiatan. Komoditi unggulan adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Ekonomi Kerakyatan, yaitu sebanyak 54 kegiatan. Bidang lainnya adalah bidang dengan pengalokasian dana Otonomi Khusus terbesar di Kota Jayapura yang mencapai 30.30 persen selama kurun waktu 2008-2014. Selain bidang tersebut, bidang pendidikan adalah bidang yang juga menerima alokasi dana Otsus yang cukup besar, sedangkan bidang bidang ekonomi, kesehatan dan infrastruktur, hanya mendapat alokasi dana Otsus yang tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum adalah SKPD yang mengelola Dana Otonomi Khusus terbesar di Kota Jayapura, yang digunakan untuk melakukan pembangunan OAP melalui Bidang Pendidikan, Kesehatan, Inftrastruktur dasar, dan ekonomi kerakyatan, selama kurun waktu 2008-2014. Kapasitas Aparatur pada SKPD Pengelola Dana OTSUS, perlu memperoleh perhatian serius terkait efektifitas pengelolaan Kebijakan OTSUS di Kota Jayapura. Hal tersebut terindikasi dari hasil jawaban responden yang menyatakan bahwa: 1) terdapat kegiatan yang pelaksanaannya telah sesuai dengan pedoman yang ada, yang pelaksanaanya masih terdapat kegiatan yang penggunaan dananya cukup kecil; 2) Masih terdapat kegiatan yang dilakukan oleh SKPD dengan sedikit melibatkan OAP, dan berkontribusi rendah terhadap penyelesaian masalah-masalah OAPKata kunci: dana otonomi khusus, transparansi, akuntabilitas, kinerja pembangunan

Page 4 of 18 | Total Record : 180