cover
Contact Name
HIJRAH IRWAN
Contact Email
hijrahirwan0806@gmail.com
Phone
+6282238074848
Journal Mail Official
hijrahirwan0806@gmail.com
Editorial Address
Universitas Cenderawasih, Gedung D FEB UNCEN Kampus Waena, Jl. Kamp Wolker Yabansai, Jayapura, Papua 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan (JKESP)
ISSN : 23556323     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan is a blind-review journal published three times a year (April, August, and December). The journal features various articles based on philosophical, conceptual, and theoretical insights, critical reviews, and research findings in the fields of development economics and economic development.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Jayapura Evi Hartati; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i1.2056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh antara Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Tingkat kemiskinan di Kabupaten Jayapura Tahun 2006-2013. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis deskriptif dan uji statistiknya meliputi uji Regresi Linier Berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Variabel Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan tidak signifikan, sedangkan variabel Pengangguran berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan dan signifikan.Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Tingkat Kemiskinan
Analisis Kinerja Keuangan Daerah Provinsi Papua Periode 2008-2013 Ary Anjani Denis; Mesak Ick; Robert M. WST. Marbun
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i1.2057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pendapatan Provinsi Papua dan kinerja belanja Provinsi Papua tahun 2008-2013. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data runtun waktu selama enam tahun yaitu tahun 2008-2013. Objek yang diteliti adalah hasil laporan realisasi pendapatan daerah Provinsi Papua serta realisasi belanja Provinsi Papua selama enam tahun. Metode analisis data yang digunakan adalah efektivitas pendapatan dan daya serap belanja. Hasil penelitian ini menunjukkan secara deskriptif Kinerja Keuangan Pendapatan Daerah Provinsi Papua dilihat dari Efektivitas Pendapatan Pemerintah Provinsi Papua selama tahun 2008-2013, secara umum dikatakan baik. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata target realisasi Pendapatan yang diperoleh Provinsi Papua sebesar 100,66%. Sedangkan Kinerja Keuangan Belanja Daerah Provinsi Papua dilihat dari Daya serap Belanja, realisasi anggaran belanja Pemerintah Provinsi Papua tidak terdapat angka melebihi anggaran belanja. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua mampu melakukan daya serap dalam penggunaan anggarannya. Sehingga dalam hal ini daya serap belanja Provinsi Papua dapat dikatakan cukup baik. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Pendapatan Daerah, Belanja Daerah.
Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi Kabupaten Jayawijaya Risky Novan Ngutra; Boy Piter Nizu Kekry
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i1.2058

Abstract

SKPG merupakan sistem yang tepat digunakan oleh pemerintah daerah karena SKPG merupakan sistem pengelolaan informasi pangan dan gizi dalam rangka menetapkan kebijakan program pangan dan gizi. Selain itu, informasi pangan dan gizi dapat dipakai untuk menetapkan kebijakan dan tindakan segeraterutama dalam keadaan krisis pangan dan gizi. Berdasarkan kenyataan ini analisis kerawanan pangan melalui kajian SKPG sangat penting artinya bagi upaya pencegahan terjadinya beberapa dampak negatif dari kerawanan pangan, terutama agar berbagai program dengan sumberdaya terbatas dapat betul-betul efektif, efisien dan tepat sasaran dalam menanggulangi masalah kerawanan pangan. Metode Analisa yang diterapkan dalam Kajian SKPG ini, terdiri atas (1) Analisis SKPG, dengan menggunakan analisa rasio dan indeks komposit; (2) Analisis Deskriptif. Hasil analisis yang diperoleh pada umumnya data-data terkait dengan ketersediaan pangan I cukup lengkap, dimana teridentifikasi hanya terdapat 12 distrik yang memiliki data dasar dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya. Selain itu di distrik pemekaran data dasar masih banyak yang belum tersedia. Terkait dengan analisa data, ada sebagian komoditi yang tidak dapat diukur tingkat produktifitasnya, misalkan komoditi ubi jalar (hipere). Hal ini dikarenakan sesuai dengan budaya mereka, panen dilakukan dengan cara mengambil sebagian tanaman untuk konsumsi hari itu, sisanya masih disimpan didalam tanah (lumbung hidup). Kekurangan data pada lokasi penelitian di Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan Daerah, maupun BPS di Kabupaten Jayawijaya disebabkan kurang koordinasinya antara Tenaga Penyuluh Lapangan dengan Badan Ketahanan Pangan Daerah dan Dinas Pertanian. Selain itu kurangnya hubungan yang harmonis antara BKP Daerah dengan tenaga penyuluh lapangan di masing-masing di distrik.   Kata Kunci: Ketahanan Pangan, SKPG, Komoditi
Pengembangan Pertanian Padi Sawah Masyarakat Suku Marind Di Kabupaten Merauke Julius Ary Mollet
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2059

Abstract

Kajian ini merupakan hasil laporan penelitian yang didanai oleh Penelitain Prioritas Nasional MP3EI Tahun 2015 Tahap ke II. Tujuan penelitian: 1) untuk mengkaji pola pengelolaan tanaman padi suku Marind, 2) menganalisa tingkat keuntungan produksi tanaman padi masyarakat Marind. Dengan menggunakan simple random sampling, total responden sebanyak 168 orang yang tersebar di tiga distirik (Kurik, Semanggi dan Tanah Miring). Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitan memperlihatkan bahwa terjadi perubahan sistem pertanian suku Marind dari subsisten ke mekanisasi pertanian, serta masyarkat Marind mampu mengembangkan tanaman padi. Selanjuntya hasil analisa BEP, memperlihatkan masyarakat Maridn masih memperopleh keuntungan dalam memproduksi padi. Kata Kunci : Pengembangan Pertanian, Tanaman Padi, Suku Marind
Analisis Produktivitas Komoditi Kelapa Kabupaten Sarmi Risky Novan Ngutra; Charlota Stella Kakisina
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2060

Abstract

Tanaman Kelapa (Coco nucifera L) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang sangat potensial sebagai komoditas perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Masyarakat pada umumnya, sudah sejak lama mengenal tanaman kelapa sebagai tanaman multifungsi yang dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya. Kabupaten Sarmi termasuk kabupaten penghasil kelapa terbesar di Provinsi Papua dengan luas wilayah tanam produksi kelapa terbesar di Papua. Selain itu, jika dilihat dari jenis tanaman perkebunan, komoditas kelapa di Kabupaten Sarmi termasuk komoditas unggulan. Penelitian ini menganalisis bagaimana pengembangan produktivitas komoditi kelapa kabupaten Sarmi; serta bagaimana arah kebijakan pengembangan komoditas kelapa untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sarmi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penerimaan dari usaha tani kelapa secara monokultur jika dihitung berdasarkan harga yang berlaku dengan luas lahan yang dimiliki/dikelola, diperoleh penerimaan sebesar Rp 2.700.000/ha/tahun sampai dengan Rp. 3.100.000/ha/tahun atau Rp.225.000/ha/bulan sampai dengan 258.000/ha/bulan. Sedangkan penerimaan yang diterima oleh petani kelapa di kabupaten setelah di hitung menghasilkan penerimaan adalah dengan usahatani kopra sebesar Rp. 36,971,650,000,-, dengan usahatani buah kelapa sebesar Rp 22,182,350,000.- dan usahatani minyak kelapa sebesar Rp 9,981,470,000,-. Sedangkan arah kebijakan yang dapat meningkatkan nilai kelapa untuk mendukung perekonomian petani perlu dilakukan pengembangan komoditas kelapa yang diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan pengelolaan usaha tani yang efisien, pengembangan produk kelapa yang bernilai ekonomi dengan mutu yang sesuai permintaan pasar, pemberdayaan kelompok tani atau gapoktan yang bermitra dengan industri kelapa/eksportir, bantuan teknis pembinaan dan pembiayaan bagi gapoktan dari instansi terkait yang terprogram dan berkelanjutan. Kata Kunci: Produktivitas, Komoditi Kelapa, Pertumbuhan Ekonomi
Kebijakan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (PKP) Di Provinsi Papua Siti Aminah
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2061

Abstract

Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah telah menegaskan bahwa Bidang Perumahan telah didesentralisasikan. Pemerintah Daerah wajib memberikan kemudahan pembangunan dan perolehan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayahnya. Melalui Dokumen Perencanaan Pembangunan PKP Tahun 2011, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk mengatasi permasalahan di bidang perumahan di Provinsi Papua dalam mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni, terjangkau, aman dan berwawasan lingkungan. Kompleksitas urusan perumahan khususnya di Provinsi Papua menjadi tantangan dalam upaya implementasi. Dengan komitmen yang terpadu antar berbagai instansi (SKPD yang memiliki tugas dan fungsi pembangunan PKP) dan didukung harmonitas kerja dengan stakeholders terkait, diyakini program ini dapat mencapai tujuannya.Kata Kunci : Desentralisasi Perumahan, Program PKP, Pemerintah Daerah.
Analisis Hubungan Realisasi Pendapatan Daerah Dan Realisasi Belanja Daerah Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Jayapura Tahun 2003-2013 Nurcahyani Rumbia; Transna Putra Urip; Rachmaeny Indahyani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara realisasi pendapatan daerah dengan realisasi belanja daerah, bagaimana pengaruh realisasi belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) dan bagaimana pengaruh realisasi belanja daerah terhadap sektor PDRB. Objek yang diteliti adalah data target dan realisasi APBD dan data pertumbuhan pertumbuhan ekonomi (PDRB) Kota Jayapura Tahun 2003-3013. Metode analisis yang digunakan adalah korelasi sederhana untuk melihat hubungan antara realisasi belanja daerah dengan realisasi pendapatan daerah dan regresi sederhana untuk melihat pengaruh antara realisasi belanja daerah terhadap PDRB. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara realisasi pendapatan daerah dan realisasi belanja daerah yang ditunjukkan dengan nilai realisasi pendapatan dan realisasi belanja yang meningkat setiap tahunnya, realisasi belanja daerah berpengaruh terhadap total PDRB yang ditunjukkan dengan nilai belanja dan total PDRB yang meningkat setiap tahunnya, realisasi belanja daerah berpengaruh terhadap delapan sektor PDRB ditunjukkan dengan nilai signifikan kurang dari 0.05 dan tidak berpengaruh terhadap satu sektor yang  ditunjukkan dengan nilai signifikan  lebih besar dari 0.05.Kata Kunci : Pendapatan Daerah , Belanja Daerah, Pertumbuhan Ekonomi (PDRB).
Analisis Sektor Unggulan Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Keerom Tahun 2003-2013 Chrisnoxal Paulus Rahanra; P. N. Patinggi; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor perekonomian serta mengetahui sektor basis dan non basis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Keerom. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data PDRB Kabupaten Keerom yang diperoleh dari BPS. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Tipologi Klassen dan Analisis LQ. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis Tipologi Klassen pada Kabupaten Keerom maka Sektor Pertanian; Sektor Industri Pengolahan; dan Sektor Bangunan termasuk dalam Kuadran I. Sektor Pertambangan dan Penggalian; dan Sektor Jasa-Jasa termasuk dalam Kuadran II. Sektor Listrik dan Air Bersih; dan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran termasuk dalam Kuadran III. Sedangkan sektor-sektor dalam Kuadran IV yaitu Sektor Pengangkutan dan Komunikasi; dan Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan. Hasil analisis Location Quotient dalam perekonomian Kabupaten Keerom terdapat 4 sektor yang termasuk sektor basis yaitu Sektor Pertanian; Sektor Pertambangan dan Penggalian; Sektor Industri Pengolahan; dan Sektor Bangunan. Kata Kunci : PDRB, Sektor Unggulan, Tipologi Klassen, LQ
Analisis Pertumbuhan Belanja Daerah Provinsi Papua Tahun 2008-2013 Vitri Iga Masari; Transna Putra Urip; Robert M. WST. Marbun
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i2.2064

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan belanja daerah provinsi papua, serta kecenderungan antara pertumbuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung.Objek yang diteliti adalah data Realisasi Belanja Daerah Provinsi Papua tahun 2008-2013. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder dan Metode analisis yang digunakan yaitu analisis diskriptif untuk mengetahui pertumbuhan belanja daerah, serta Uji Chow untuk melihat kecenderungan pertumbuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan belanja daerah mengalami penurunan dan peningkatan dari tahun ke tahun, alasan penurunan dan peningkatan dikaitkan dengan belanja yang diperlukan dan kurang diperlukan pada tahun tersebut. Hasil pengujian menggunakan uji chow menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecenderungan antara pertumbuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung, sehingga dinyatakan bahwa kecenderungan antara pertumbuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung sama dengan nilai koefisien pertumbuhan belanja langsung 0,95 dan koefisien pertumbuhan belanja tidak langsung sebesar 0,63.Keywords : Pertumbuhan Belanja Daerah, Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung
Sistem Ekonomi Koperasi Sebagai Solusi Masalah Perekonomian Di Indonesia Thobby Wakarmamu; Christine Marina Wakarmamu
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2065

Abstract

Until now, it is unclear what the economic system adopted by Indonesian nation. Perhaps people say economic system Indonesia is a mix between the capitalist economic system and the Socialist-Liberal-Command. Whatever the Indonesian economic system adopted, a clear until now the Indonesian economy increasingly lagging behind countries - countries ASEAN others who used it under Indonesia. Indonesia's economy is still not in favor of interest people. The little people are likely still not optimal in enjoy the fruits of national development, resulting in a gap that is very width between the rich and the poor. Since the State of Indonesia's independence, actually Bung Hatta launched a cooperative economic system for the Indonesian nation. Even This cooperative economic system has been set forth in the Constitution 'of 1945, in particular Article 33. But in reality, the government (nation) Indonesia never consistent with Article 33 is in the running wheel the national economy. Perhaps this is what causes the economy Indonesia continues to face chronic problems such as those in on. If the economic system is fundamentally cooperative studied, actually cooperative has characteristics that are closely aligned with the situation and culture Indonesian nation. Therefore, it is not something that is not possible if the cooperative economic system serve as a solution to Indonesia's economic problems. The issue is whether the government and the Indonesian people can apply cooperative economic system This consequently and continue. Keywords :  Cooperative Economic System, Indonesia Economy

Page 3 of 18 | Total Record : 180