cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Kekuatan Lentur Balok Beton Dengan Perkuatan Ferrocement Sebagai Bahan Bangunan Non-Engineered Construction INyoman Merdana; Fathmah Mahmud; Hariyadi Hariyadi; Ngudiyono Ngudiyono; Ni Nyoman Kencanawati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1252

Abstract

Abstrak   Non-Engineered Construction merupakan bangunan sederhana yang dikerjakan oleh tenaga tak terlatih tanpa pendampingan dari ahli bangunan. Bangunan Non-Engineered construction tersebut paling banyak mengalami rusak saat terjadi gempa. Bangunan seperti demikian itu seringkali berupa bangunan rumah sederhana, baik dengan ataupun tanpa perkuatan kerangka beton. Untuk tujuan perkuatan dapat digunakan Ferrocement dengan tulangan berupa kawat Wire-mesh. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton yang diperkuat dengan Ferrocement dengan tulangan PVC Coated Welded wire-mesh. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan benda uji balok beton bertulang diperkuat dengan Ferrocement yang dibebani secara statis. Adapun variable dalam kajian ini adalah Fraksi volume dari Welded wire-mesh. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua balok uji berperilaku daktail. Lebar retak dan jarak retak pada balok dipengaruhi secara nyata oleh perkuatan Ferrocement dengan tulangan Welded wire-mesh. Kuat lentur nominal dari balok meningkat tidak signifikan dengan penambahan Ferrocement namun lebar retak menurun seiring dengan bertambahnya nilai Fraksi volume wire-mesh.   Kata kunci: Non-Engineered construction, Fraksi Volume tulangan, Kuat lentur, Pola retak   Abstract   Non-Engineered Constructions are simple buildings established by non-skilled building workers without supervisions of an architect. Non-Engineered constructions are frequently damaged because of earthquakes. Such buildings are simple housing, either Unconfined masonry building or Simple concrete building. In order to strengthening these type of buildings, Ferrocement with Wire-mesh reinforcement can be used. This study is intended to explore the flexural behavior of reinforced concrete beam plastered with PVC Coated Welded wire-mesh Ferrocement. This study is conducted experimentally using reinforced concrete beams strengthened with Ferrocement loaded statically. The Volume Fraction of Welded wire-mesh is considered as variable in this study. From the tests carried out, it is concluded that all of the beams tested exhibit ductile behavior. The crack width and crack distance observed on the beam are significantly affected by the Ferrocement. Nominal flexural strength of the beams increases lightly as the Volume fraction of reinforcement increase; however, the crack width is reduced remarkably as the Volume Fraction of wire-mesh rise.   Keywords: Non-Engineered construction, Volume fraction of reinforcement, Flexural strength, Crack patern
Studi Daya Dukung dan Distribusi Beban Fondasi Tiang Bor Terhadap Static Loading Test Yang Terinstrumentasi Julita Hayati; Muhammad Faisal Nugraha; Syahidus Syuhada
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1255

Abstract

Abstrak   Dalam merancang sebuah fondasi diperlukan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kemampuan dan kinerja struktur serta memverifikasi kemampuan fondasi yang terpasang dalam menaham beban yang telah direncanakan. Uji pembebanan yang terinstrumentasi dapat dilakukan untuk mengetahui daya dukung fondasi dan secara spesifik mencatat perilaku beban-deformasi yang diterima tiang selama uji pembebanan. Oleh karena itu peneliti bermaksud menganalisis daya dukung aksial dan distribusi beban pada fondasi bored pile terhadap hasil static loading test terinstrumentasi vibrating wire strain gauge dan tell-tale ekstensometer. Penelitian ini menggunakan persamaan empiris  dan program geoteknik dalam mengestimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial static loading test lebih besar dibandingkan dengan daya dukung teoritisnya sehingga menunjukkan fondasi mampu menahan beban yang direncanakan. Distribusi beban hasil instrumentasi menunjukkan >90% beban telah terdistribusi pada selimut tiang sehingga perlu dilakukan pemendekan tiang.   Kata kunci: daya dukung aksial, distribusi beban, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSG     Abstract   In designing a foundation, field testing is necessary to evaluate the capacity and performance of the pile and verify the installed foundation's ability to resist the structure load. Instrumented loading tests can be conducted to determine the load-bearing capacity of the foundation and the load-deformation behavior experienced by the piles during the loading test. Therefore, the researchers analyze the axial load-bearing capacity and load distribution on the bored pile foundation based on the results of the static loading test using an instrumented VWSG and Tell-Tale Extensometer. This research uses empirical equations and geotechnical programs. The analysis results show that the axial bearing capacity from the static loading test is greater than its theoretical bearing capacity, indicating that the foundation can withstand the structural load. The load distribution from the instrumentation results shows that >90% of the load has been distributed to the skin friction pile, so pile shortening is necessary.   Keywords: axial bearing capacity, load distribution, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSG
Alternatif Perencanaan Gedung Mahad Putra UIN Malang Menggunakan Struktur Baja dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Priscila Namudala; Ester Priskasari; Mohammad Erfan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1256

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Kata kunci: balok , kolom, struktur baja, metode SRPMK, dinamika struktur     Abstract   This research aims to redesign the Mahad Putra Building of State Islamic University (UIN) Malik Ibrahim Malang, where the main structure originally used reinforced concrete and was designed to be a steel structure. To achieve this goal, analysis and calculations are carried out using the SRPMK Method and using the ETABS 2021 Program. This building has 5 floors and the focus of this research is the planning of main beams, secondary beams and columns. The steel material used has an ultimate stress (fu) of 450 MPa, yield stress (fy) of 345 MPa, steel elastic modulus (Es) of 200,000 MPa, shear modulus of 80,000 MPa. Based on the results of analysis and calculation, it is found that the profiles WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 which are used as main beam, secondary beam and column respectively meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Similarly, the structural dynamics in the form of base shear force, eccentricity, deviation, and P-Delta influence meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Keywords: beam, column, steel structure, SRPMK method, structural dynamics
Analisis Oceanografi Untuk Penanganan Abrasi Pantai Bengkulu Ofik Taupik Purwadi; Eria Zundi Rahmadani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1268

Abstract

Abstrak   Permasalahan abrasi pantai di beberapa wilayah yang ada di Indonesia menjadi salah satu fenomena alam yang secara alami terjadi, fenomena abrasi pantai yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Bengkulu, khususnya pada ruas jalan negara (Bintunan - Lais). Metode yang digunakan meliputi survei in situ dan wawancara dengan masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai kejadian abrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus laut dominan bergerak ke arah Selatan Tenggara dengan kecepatan rata-rata 0,81 m/s, yang berkontribusi pada proses transportasi sedimen. Tinggi gelombang yang terukur mencapai 2,3 m pada saat pasang, yang mempercepat proses abrasi. Selain itu, analisis sedimentasi menunjukkan bahwa jenis partikel dominan adalah pasir halus, dengan laju sedimentasi berkisar antara 25,16-34,25 mg/cm³/det. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan pantai yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak abrasi dan melindungi infrastruktur yang ada.   Kata kunci: Abrasi, Oceanografi, Pesisir Bengkulu     Abstract   The problem of coastal abrasion in several regions in Indonesia is one of the natural phenomena that naturally occurs, the phenomenon of coastal abrasion that occurs along the coastal areas of Bengkulu, especially on the state road (Bintunan - Lais). The methods used include in situ surveys and interviews with local communities to collect data on abrasion events. The results showed that the dominant ocean currents moved towards South-Southeast with an average speed of 0,81 m/s, which contributed to the sediment transportation process. The measured wave height reaches 2,3 m at high tide, which accelerates the abrasion process. In addition, sedimentation analysis showed that the dominant particle type was fine sand, with sedimentation rates ranging from 25,16-34,25 mg/cm³/det. This research emphasizes the importance of sustainable beach management to reduce the impact of abrasion and protect existing infrastructure.   Keywords: Abrasion, Oceanography, Coastal Bengkulu
Analisis Geometrik Jalan Menggunakan Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (Studi Kasus: Jenderal Sudirman Kota Parepare) Nurfika fika; Hakzah Hakzah; Andriyani Andriyani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1270

Abstract

Abstrak   Jalan Jenderal Sudirman Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan – Indonesia merupakan jalan nasional yang memiliki jenis jalan 4 lajur 2 arah terbagi (4/2-T) dengan arus volume lalu lintas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik geometrik jalan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriftif dan dianalisis menggunakan pedoman desain geometrik jalan (PDGJ) 2021. Hasil geometrik jalan sepanjang 3 km dengan 12 tikungan diperoleh Jarak Pandang Henti (JPH) 418,08 m, Jarak Pandang Mendahului (JPM) 218,536 m, Alinyemen Horizontal dan Alinyemen Vertikal tidak memenuhi standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021. Mengindikasikan bahwa sebagaian ruas jalan dapat meningkatkan resiko kecelakaan serta keselamatan pengguna jalan. diperlukan evaluasi lebih lanjut serta perbaikan pada ruas jalan yang tidak sesuai standar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Seperti penyesuaian desain geometrik, pemasangan rambu peringatan, serta penerapan rekayasa lalu lintas direkomendasikan untuk mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.   Kata kunci: Jalan, geometrik, PDGJ 2021       Abstract   Jenderal Sudirman Road, Parepare City, South Sulawesi Province—Indonesia is a national road that has a type of 4-lane, 2-way divided road (4/2-T) with high traffic volume. The purpose of this study was to determine the geometric characteristics of the road. The 2021 road geometric design guidelines (PDGJ) served as the analytical framework for the quantitative descriptive research method. The geometric results of the 3 km long road with 12 bends obtained a Stopping Sight Distance (JPH) of 418.08 m, an Overtaking Sight Distance (JPM) of 218.536 m, the Horizontal Alignment and Vertical Alignment do not meet the standards of the 2021 Road Geometric Design Guidelines. Indicates that some road sections can increase the risk of accidents and the safety of road users. Further evaluation and improvements are needed on road sections that do not meet standards in order to improve driving safety and comfort. Such as adjusting the geometric design, installing warning signs, and implementing traffic engineering are recommended to reduce the potential for accidents at these locations.   Keywords: road, geometric, PDGJ 2021,
The Impact of Supply Chain Management on Construction Company Performance in Banda Aceh: A Factor Analysis Hafnidar A Rani; Tamalkhani Syammaun; Jurisman Amin; Muhammad Tendy Adji Saputra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1271

Abstract

Abstract   Supply Chain Management (SCM) significantly contributes to the efficiency of project implementation in the construction industry. Failures in construction projects can lead to substantial losses and delays, making the implementation of SCM crucial. This research aims to analyze the impact of SCM on the performance of construction companies and identify the dominant factors challenging its implementation in Banda Aceh. A quantitative approach was employed using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to building contractors in Banda Aceh. A total of 47 respondents participated, with 30 meeting the criteria for analysis. Data analysis involved factor analysis, descriptive analysis, and Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The study examines variables such as cost estimation, execution and working relationships, project documentation, materials, labor, equipment, project financials, project duration, and economic/political policies. The findings indicate that SCM significantly influences construction company performance. Notably, materials emerged as the most influential factor due to their direct impact on project costs, timelines, quality, and operational efficiency. Effective management of materials is therefore essential for enhancing overall performance, profitability, and reputation within the construction industry. These insights underscore the critical role of SCM in driving success for construction companies in Banda Aceh and highlight the need for strategic focus in SCM practices.   Keywords: Supply Chain Management, construction company performance, factor analysis, materials management   Abstrak   Manajemen Rantai Pasok (SCM) berkontribusi secara signifikan terhadap efisiensi pelaksanaan proyek diindustri konstruksi. Kegagalan dalam proyek konstruksi dapat menyebabkan kerugian besar dan keterlambatan, sehingga penerapan SCM menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak SCM terhadap kinerja perusahaan konstruksi serta mengidentifikasi faktor dominan yang menjadi tantangan dalam penerapannya di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor bangunan di Banda Aceh. Jumlah total sampel adalah 47 responden, namun yang memenuhi kriteria untuk dianalisis sebanyak 30 responden. Data dianalisis menggunakan analisis faktor, analisis deskriptif, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Studi ini meneliti variabel estimasi biaya, pelaksanaan dan hubungan kerja, dokumentasi proyek, material, tenaga kerja, peralatan, keuangan proyek, durasi proyek, serta kebijakan ekonomi/politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SCM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan konstruksi. Secara khusus, material muncul sebagai faktor paling berpengaruh karena dampaknya yang langsung terhadap biaya proyek, jadwal, kualitas, dan efisiensi operasional. Oleh karena itu, manajemen material yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kinerja keseluruhan, profitabilitas, dan reputasi dalam industri konstruksi. Temuan ini menegaskan peran krusial SCM dalam mendorong keberhasilan perusahaan konstruksi di Banda Aceh serta menyoroti perlunya fokus strategis dalam praktik SCM.   Kata kunci: Manajemen Rantai Pasok, kinerja perusahaan konstruksi, analisis faktor, manajemen material
Merancang Pemodelan Gerusan Lokal pada Pilar Jembatan Menggunakan Metode HEC-18 Berbasis Python Ahmad Herison; Fathan Naufal Ahsan; Yuda Romdania; Ahmad Zakaria
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1276

Abstract

Abstrak   Gerusan lokal mengancam kestabilan pilar jembatan saat banjir, sementara perhitungan manual metode HEC-18 lambat dan rentan kesalahan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan arus sungai deras. Penelitian bertujuan mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat. Metode ini diterapkan dalam pengembangan aplikasi berbasis Python yang dilengkapi dengan visualisasi 2D dan potongan, sehingga mempermudah analisis dampak gerusan terhadap jembatan secara lebih intuitif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya mempercepat proses perhitungan dibandingkan metode manual, tetapi juga secara signifikan mengurangi potensi kesalahan manusia serta memberikan solusi yang lebih efektif dan akurat dalam menjaga keberlanjutan jembatan. Kesimpulnya adalah penelitian ini berhasil mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 dalam bentuk aplikasi untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat.   Kata kunci: simulasi numerik, pemodelan hidraulika, keamanan jembatan, analisis aliran sungai, analisis fondasi jembatan.     Abstract   Local scour threatens the stability of bridge piers during floods, while manual calculation using the HEC-18 method is slow and prone to errors, especially in areas with high rainfall and strong river currents. This research aims to develop a scour calculation model based on the HEC-18 method to support faster and more accurate analysis. This method is implemented in a Python-based application equipped with 2D and cross-sectional visualizations, making it easier to analyze the impact of scour on bridges more intuitively. The results show that this application not only accelerates the calculation process compared to the manual method but also significantly reduces the potential for human error and provides a more effective and accurate solution in maintaining bridge sustainability. The conclusion is that this research successfully develops a scour calculation model based on the HEC-18 method in the form of an application to support faster and more accurate analysis.   Keywords: numerical simulation, hydraulic modeling, bridge safety, river flow analysis, bridge foundation analysis.
Evaluasi Keretanan Bangunan Berdasarkan Metode Floor Spectral Ratio Dengan Perekaman Mikrotremor Anggit Mas Arifudin; Wishal Dinansyah Suleman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1277

Abstract

Abstrak   Yogyakarta merupakan daerah yang terletak di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sehingga berpotensi tinggi terhadap aktivitas tektonik yang dapat memicu gelombang seismik di permukaan tanah. Gelombang ini dapat membahayakan kestabilan bangunan yang ada di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan struktur bangunan terhadap gempa bumi melalui analisis data mikrotremor yang merekam getaran alami bangunan. Studi dilakukan pada gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia, dengan 46 titik perekaman di dalam bangunan dan 2 titik referensi di tanah. Data mikrotremor diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh nilai frekuensi dominan dan amplitudo. Metode Floor Spectral Ratio (FSR) digunakan untuk menganalisis bangunan, sedangkan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk analisis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bagian bangunan memiliki frekuensi natural yang mendekati frekuensi tanah, meningkatkan potensi resonansi. Nilai indeks resonansi tergolong sedang hingga tinggi, sementara indeks kerentanan secara umum menunjukkan bahwa gedung berada pada tingkat risiko kerusakan yang rendah terhadap getaran gempa.   Kata kunci: Mikrotremor, FSR, HVSR, Frekuensi, Indeks Resonansi, Indeks Kerentanan     Abstract   Yogyakarta is located near the convergence of the Eurasian and Indo-Australian plates, making it highly vulnerable to tectonic activity that can generate seismic waves on the ground surface. These waves pose a threat to the stability of buildings. This study aims to assess the vulnerability level of building structures to earthquakes by analyzing microtremor data that records the building's natural vibrations. The research was conducted on the Faculty of Civil Engineering and Planning building at Universitas Islam Indonesia, using 46 recording points inside the building and 2 reference points on the ground. Microtremor data were processed using Geopsy software to obtain dominant frequency and amplitude values. The Floor Spectral Ratio (FSR) method was used for building analysis, while the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method was applied for ground analysis. The results show that several parts of the building have natural frequencies close to the ground frequency, increasing the potential for resonance. The resonance index values range from moderate to high, while the overall vulnerability index indicates a low risk of structural damage due to seismic vibrations.   Keywords: Microtremor, FSR, HVSR, Frequency, Resonance Index, Vulnerability Index
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Menggunakan Bahan Additif Batu Tawas Putri Azzura Nurkhumaira; Abraham Kalalimbong; Masnye Ronal Ayal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1279

Abstract

Abstrak   Tanah lempung memiliki plastisitas tinngi dan sering memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukungnya. di ruas Jalan Taeno-Wakal, jenis tanah ini menyebabkan terjadinya longsor pada 12 Mei 2024, yang mengakibatkan penutupan jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan tawas Al2(SO4)3) sebagai bahan aditif untuk stabilisasi tanah lempung di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran tawas sebesar 1%, 3% dan 5%. Pengejian meliputi kadar air, berat isi, berat jenis, Analisa saringan, batas-batas Atterberg, pemadatan, CBR (California Bearing Ration). Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah di Lokasi termasuk kategori A-2-5 dan A-2-7. Hasil penelitian menunjukkan variasi nilai CBR yang tidak konsisten. Titik 1 hingga 5 menghasilkan nilai CBR berbeda-beda, dengan nilai tertinggi 5,88% dan terendah 2,37%. Secara keseluruhan, penambahan tawas tidak efektif sebagai bahan stabilisasi tanah Jalan baru Taeno-Wakal. (tambah presentase).   Kata kunci: Stabillisasi, CBR, Tanah Lempung, Tawas     Abstract   Clasy soil high plasticity and often requires improvement to enhance its bearing capacity. Along the Taeno-Wakal road section, this soil type contributed to a landslide that occurred of alum Al2(SO4)3) as an additive for stabilizing clay soil in the affected area. An experimental method was employed using alum mixtures of 1%, 3% and 5%. Laboratory tests included water content, specific gravity, unit weight, Atterberg limit, sieve analysis compaction, and California bearing ratio (CBR). Accprding to the AASHTO classification sytem, the soil is categorized as A-2-5 and A-2-7. The results revealed inconsistent CBR values across different alum concentrations. Sample point 1 to 5 produced varying outcomes, with the highest CBR value recorded at 5,88% and the lowest at 2,37%. Overall, the addition of alum was found to be ineffective as a stabilizing agent for the clay soil in Taeno-Wakal Road section.   Keywords: stabilization, CBR, Clay Soil, Alum
Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Wesli Wesli; Ifsan Yusuf; Lis Ayu Widari; Nanda Savira Ersa; Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1281

Abstract

Abstrak   Tempurung kelapa merupakan limbah padat yang mudah ditemukan tetapi belum termanfaatkan dengan baik. Limbah tempurung kelapa hasil pembakaran susah untuk terurai sehingga akan mencemari lingkungan. Tempurung kelapa memiliki senyawa karbon yang mempunyai kemiripan dengan dengan karbon aspal yang aktif ketika dipanaskan dengan persentase kemiripan sebesar 91% dengan. Karbon adalah senyawa utama penyusun aspal berfungsi sebagai pengikat antar partikel yang beragam. Pemanfaatan senyawa karbon tempurung kelapa diharapkan dapat mengurangi limbah padat dan meningkatkan mutu serta kualitas aspal pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi parameter marshall pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan metode deduktif. Hasil penelitian variasi ATK sebesar 5%, 10% dan 15% dengan benda uji setiap variasi sebanyak 3 sampel dan total benda uji variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) adalah 9 benda uji diperoleh hasil pengujian parameter marshall dengan seluruh variasi benda uji dapat dimanfaatkan pada campuran perkerasan jalan dan telah memenuhi seluruh Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.   Kata kunci: Arang Tempurung Kelapa, Laston AC-BC, Parameter Marshall, Substitusi Sebagian Aspal.   Abstract   Coconut shell is a solid waste that is easy to find but has not been utilized properly. Coconut shell waste from burning is difficult to decompose so it will pollute the environment. Coconut shell has a carbon compound that is similar to asphalt carbon which is active when heated with a similarity percentage of 91% with. Carbon is the main compound that makes up asphalt and functions as a binder between various particles. The utilization of coconut shell carbon compounds is expected to reduce solid waste and improve the quality of asphalt in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The purpose of this study was to determine the variation of Coconut Shell Charcoal (ATK) that can be utilized to meet the Marshall parameters in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The research method is an experimental method with a deductive method. The results of the ATK variation research of 5%, 10% and 15% with 3 samples of each variation test object and the total test object of the Coconut Shell Charcoal (ATK) variation is 9 test objects. The results of the Marshall parameter test with all variations of test objects can be used in road pavement mixtures and have met all of the 2018 General Bina Marga Specifications Revision 2.   Keywords: Coconut Shell Charcoal, Laston AC-BC, Marshall Parameters, Partial Asphalt Substitution

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue