cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Pengaruh Kepuasan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekretariat DPRD Kota Singkawang Triyono, Agus; Riyantini, Kurnia
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.279 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.12156

Abstract

In an effort to achieve a success, then the satisfaction of organizational communication is a very important factor, it "˜caused communication satisfaction is the result of a number of processes that are internal and external.Employees is one of the most important assets who participate in helping in the achievement effortof organizational goals that is realization of the vision and mission of the organization. Therefore, good cooperation between the organization and all employees are indispensable so that common goals can be realized. This research aims to find the influence of communication organizational satisfaction to employees performance in Secretariat Legislature Singkawang city. This research uses quantitative research, the method used in this research is survey method. In this research, researcher used a questionnaire as the data collection technique. Sample in this study is all civil servants in Secretariat Legislature Singkawang city numbered as many as 35 people. Data analysis techniques used in this study is simple linear regression analysis techniques. Based on the results of simple linear regression test, obtained constant values from the regression variable employees performance that is equal 26,603. While the regression coefficient of the variable communication organization satisfaction is positive that is equal 0,462. This means that the variable communication organization satisfaction have a positive influence on variable employees performance that is equal 0,462. Based on t-test result, obtained t value of 3,874, greater than the table value of 2,034. Therefore, it can be concluded that H0rejected. This mean that the amount of significant influence among the variables communication organization satisfaction to employees performance of 31,3% while the rest 68,7% influenced by other variable.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS EMPATI PADA ANAK-ANAK USIA SD Pratiwi Wahyu Widiarti
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.143 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4446

Abstract

Akhir-akhir ini di Indonesia terjadi permasalahan dalam banyak ranah (area). Di ranah politik, hukum dan pemerintahan terjadi kasus korupsi. Korupsi sudah merebak di segala lini. Di ranah pendidikan, terjadi kasus plagiarisme di Perguruan Tinggi (2010), kasus kenaikan pangkat guru yang instan dengan cara karya-karya tulis guru sebagai syarat kenaikan pangkat dibuatkan oleh pihak lain (2009), kecurangan yang terjadi pada saat menghadapi UN yang dilakukan oleh semua elemen (2009 2010). Di tingkat sekolah dasar dan menengah, banyak terjadi kasus-kasus kekerasan antar anak (bullying) maupun tawuran.
MEROKOK SEBAGAI SIMBOL INTERAKSI BAGI PEROKOK PEREMPUAN URBAN Martiana, Aris; Wardhana, Amika; Pratiwi, Poerwanti Hadi
Informasi Vol. 47 No. 1 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.381 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i1.14904

Abstract

Urban women have a higher education background who understand informationknowledge about smoking and financial independence as they work in the public sector.They have a smoking behavior both in private and public spaces so as to be known to thepublic. It is very interesting that smoking behavior is used as a symbol of communicationmade by fellow smokers, a symbol of social interaction in their group.This study aimsto be able to know that smoking as a symbol of interaction have meaning for urbanwoman smokers. This research is qualitative descriptive research because it will be ableto produce data information in holistic and depth. According to the purpose of researchused purposive sampling and snowball sampling techniques with data collectiontechniques using observation and interview. Data analysis using interactive modelanalysis technique.The results of this study showed that smoking is a symbol for themto communicate that occurs in social interaction. Symbols have a meaning that is asNeeds and Habits, Togetherness, Release Fatigue and Respect Smokers. They also havea habit in smoking that is done together with fellow smokers are drinking coffee, thereare also drinking liquor and gamble. That is gambling soccer. The activity is done whengathering with fellow smokers. The gathering is usually done at night after they work.AbstrakPerempuan urban memiliki latar belakang pendidikan tinggi yang memahamipengetahuan informasi tentang merokok dan kemandirian secara finansial dikarenakanmereka bekerja di sektor publik. Mereka memiliki perilaku merokok baik di ruang pribadimaupun umum sehingga dapat diketahui oleh masyarakat. Hal tersebut sangat menarikternyata perilaku merokok digunakan sebagai simbol komunikasi yang dilakukan sesamaperokok, simbol interaksi sosial dalam kelompok mereka.Penelitian ini bertujuan untukdapat mengetahui bahwa merokok sebagai simbol interaksi memiliki makna bagi perokokperempuan urban. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena akan dapatmenghasilkan informasi data secara holistik dan mendalam. Sesuai tujuan penelitian digunakanteknik cuplikan purposive sampling dan snowball samplingdengan teknik pengumpulan datamenggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dengan menggunakan teknik analisamodel interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwamerokok adalah sebuah simbol bagimereka melakukan komunikasi yang terjadi dalam interaksi sosialnya. Simbol tersebutmemiliki makna yaitu sebagai kebutuhan dan kebiasaan, kebersamaan, melepaskankepenatan dan menghargai sesama perokok. Mereka juga memiliki kebiasaan dalammerokok yang dilakukan bersama-sama teman sesama perokok yaitu minum kopi, adayang minum minuman keras juga ada yang berjudi yaitu judi bola. Kegiatan tersebutdilakukan saat berkumpul dengan sesama perokok dan biasanya dilakukan pada malamhari selepas mereka bekerja.
DI SEPUTAR SEJARAH DAN PENDIDIKAN SEJARAH Aman aman
Informasi Vol 37, No 1 (2011): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.414 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.4461

Abstract

Sejarah adalah sebuah proses interaksi tanpa henti antara sejarawan dan fakta-faktanya, dan dialog yang tak berujung antara masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan dating. Sejarah merupakan suatu diakronisme yang tidak pernah selesai selama manusia masih menyejarah. Sejarah tidak pernah final, mati, dan tertutup, melainkan berkesinambungan. Oleh karena itu, sejarawan dan sejarah merupakan kesatuan yang utuh untuk menjadikan sejarah bernuansa. Sejarawan tanpa fakta tidak dapat berbuat apa-apa, dan fakta tanpa sejarawan juga tidak akan pernah hidup. Kaitannya dengan pendidikan, sejarah tidak akan berguna tanpa dijadikan pendidikan. Karena sejarah merekam kesadaran dari masa silam, merangsang perbuatan nyata pada masa kini, dan membangkitkan apresiasi untuk masa depan. Hanya melalui upaya memproyeksikan peristiwa masa lampau ke masa kini baru akan dapat berbicara tentang makna edukatif  sejarah yang sesungguhnya. Dalam kemasakinianlah masa lampau itu benar-benar masa lampau yang penuh makna, the meaningful of past,  dan bukan masa lampau yang mati dan final,  the final and dead of past. Oleh karena itu, urgensi dari pendidikan sejarah tidak diragukan lagi. Karena Collingwood pun mengatakan “...knowing your self means knowing that you can do; and since nobody knows what he can do until he tries, the only clue to what man can do is what man has done. The value of history then, is that it teachs us what man has done and then what man”. Kata kunci: sejarah, pembelajaran sejarah, dan pendidikan.
Literasi Media Sosial Humas Pemerintah Daerah Putra, Novian Anata
Informasi Vol. 47 No. 2 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.26 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i2.17235

Abstract

Nowadays, the government is trying to fight against hoax. One of them, PresidentJoko Widodo instructed to improve the function of government public relations andinformation managers to ward off hoaxes spread quickly in social media. However, itwill work if government public relations officers have adequate social media literacyskills. Social media literacy is considered the basis for understanding the characteristicsof new media. The aim of this research is to examine the level of social meda literacyamong local government public relations at present. Quantitative approach with surveymethod will be used in this research. The study was conducted in eight local governmentsthat have held anti-hoax declarations. The eight local governments are: Semarangregency, Semarang city, Wonosobo regency, Solo city, Banyumas regency, Bloraregency, Yogyakarta city and Province of Bali. Based on the research analysis, it can beconcluded that the managers of social media public relations of local governments whohave held anti-hoax declaration are already have enough social media literacy. The localgovernment needs to increase knowledge and skills that are technical about new mediaand social media in order to optimize the function and the role of local governmentpublic relations in the effort to ward off hoaxes. While the hardest part of social medialiteracy, which always involves the criticality literacy media, most of local governmentpublic relations have already master it. Pemeritah saat ini berusaha melawan berita-berita hoax. Salah satunya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk meningkatkan fungsi humas pemerintah dan pengelola informasi untuk menangkal hoax yang tersebar cepat di media sosial. Namun, hal itu akan berhasil jika para petugas humas pemerintah mempunyai kecakapan literasi media sosial yang memadai. Literasi media sosial dianggap sebagai dasar memahami karakteristik media baru. Penelitian ini akan melihat sejauh mana tingkat literasi media sosial di kalangan humas pemerintah daerah saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilakukan di delapan pemerintah daerah yang telah menggelar deklarasi anti hoax, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kota Solo, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kota Yogyakarta, dan Provinsi Bali. Dengan tidak adanya nilai rendah, maka dapat disimpulkan bahwa para pengelola media sosial humas pemerintah daerah yang telah menggelar deklarasi anti hoax telah memiliki literasi media sosial yang cukup. Untuk mengoptimalkan fungsi dan peran humas pemerintah daerah dalam usaha menangkal hoax hanya perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang sifatnya teknis tentang media baru dan media sosial. Sedangkan bagian tersulit dari literasi media sosial, yaitu selalu melibatkan tingkat kekritisan para pegawai humas pemerintah daerah dalam aktifitas media sosial, telah banyak yang menguasainya.
SULITNYA MEMBANGUN DISIPLIN MASYARAKAT (HOW DIFFICULTY TO DEVELOP PEOPLE DISCOPLINE) suhadi Purwantara
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.984 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6200

Abstract

Discipline is the basic character toward success. Some people in this country too much do not discipline. It causes some problems are disadvantage till the killing. Some cases about accident in highway, air crash, explosion of gas, etc are the evident of indiscipline  of people. So that is all be responsibility of educational institutional.
AUDIENCE AND PUBLIC SERVICE ADVERTISEMENT ABOUT THE DANGERS OF SMOKING Akalili, Awanis
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.786 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.22527

Abstract

Public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” is a warning the dangers of smoking which is aired on television. This advertisement is produced by the government to make smokers realize the dangers of smoking among young people especially students. However, this aim cannot be so easily achieved because the community nowadays is not a passive audience but it has moved into active audience. By taking four informants, this study tries to answer the question of how the student smokers among gang understand the advertising messages in public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” on television. A reception analysis is chosen as the research method because this method can see how the audience understands the media messages based on the difference background they have. Based on the results of the study, it is found that four informants are able to negotiate with the advertising message on public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda”. The four informants are able to understand the messages from that advertising by using their own point of view. The difference of meaning is affected by two things: the family environment and the existence as a gang member. Two informants receive the advertisement, while two other informants assume that the public service advertisement does not correspond to the reality. AUDIENS DAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEROKOKklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” adalah peringatan bahaya merokok yang ditayangkan melalui televisi. Iklan ini diproduksi pemerintah dengan tujuan menyadarkan para perokok akan bahaya merokok, terutama kaum muda khususnya para pelajar. Hanya saja tujuan tersebut tidak bisa semudah itu dicapai karena saat ini masyarakat bukan kelompok penonton pasif tetapi sudah bergerak sebagai audiens aktif. Dengan mengambil empat informan, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tentang bagaimana pelajar perokok di lingkungan geng meresepsi pesan iklan dalam iklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” di media televisi. Analisis resepsi sendiri dipilih sebagai metode penelitian karena metode ini melihat bagaimana audiens memahami pesan media berdasarkan perbedaan latar belakang yang dimiliki. Berdasar dari hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa keempat informan mampu bernegosiasi dengan pesan iklan pada tayangan iklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda”. Keempat informan mampu memahami pesan iklan yang disampaikan dengan sudut pandang mereka masing-masing. Perbedaan pemaknaan ini dipengaruhi oleh dua hal yaitu lingkungan keluarga dan keberadaan sebagai anggota geng. Dua informan menerima wacana yang di sampaikan, sementara dua informan lainnya menganggap tayangan iklan layanan masyarakat tersebut tidak sesuai dengan realitas.
PEMBERDAYAAN HAK PASIEN SEBAGAI PENCEGAH KEJAHATAN MALAPRAKTEK Setiati Widihastuti
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4185.097 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6740

Abstract

Wacana mengenai maraknya "korbsn-korben" tindakan medik bermunculan di me­dia massa. Kegerahan mulai merebak di masyarakat, yang ditandai dengan keluhan di media massa, aduan ke Mahkamah Kode Etik Kedokteran Ikatan Ookter Indonesia (MKEK 101) yang tidak selalu direspon positii, atau upaya penyelesaian ke pengadilan. Namun yang apatis, dan ini jauh lebih banyak adalah memilih diam dan tidak memperpanjang masalah. Perlindungan terhadap pasien dari sisi hukum dan etika masih sangat lemah. Sejauh ini hukum kedokteran belum berpihak kepada masyarakat. Oi samping itu 101 sebagai penjaga etika dan moral profesi kedokteran terkesan tidak peka atas pelanggaran para anggotanya. jadi, menilik urgensinya serta untuk pembelajaran publik, melakukan action dengan menyelesaikannya secara hukum kadang-kadang memang perlu. Tujuannya bukan untuk menyerang, tetapi untuk peringatan agar dokter lebih berhati-hati. Tentu warga masyarakat perlu menyiapkan "peluru", supaya perjuangannya tidak sia-sia. Paham dan mencermati apa yang menjadi hak pasien merupakan langkah awalnya, kemudian memberdayakannya secara arif dan proporsional merupakan langkah selanjutnya. Sambil menunggu efektifnya undang-undang ten tang praktek kedokteran, "payung" perlindungan diri harus disiapkan supaya tidak lebih ban yak lagi korban melayang untuk sesuatu yang masih bisa dihindari.
THE PERSUASIVE DA’WAH COMMUNICATION OF KH ASYHARI MARZUQI AND ITS IMPLICATIONS IN MODERN LIFE Anton Prasetyo
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.55 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.23115

Abstract

This research was aimed to find out one of the Da’wah activists, namely KH Asyhari Marzuqi in delivering Da’wah material. Was it using persuasive words or just the opposite, coercive that causes fear? By using persuasive communication theory and other related theories, researchers analyzed the data using qualitative research methods. The approach used in this study was a case study. Data analysis model was with explanation development. Qualitative research is identical to a critical and interpretative research. After conducting the research, the researcher obtained the result that KH Asyhari Marzuqi was a figure of Da’i who was able to preach persuasively. As a communicator, he meets the standards for persuasive da’i. Meanwhile, the message delivered was also a language of invitation that is soft and without coercion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aktivis dakwah, yakni KH. Asyhari Marzuqi, dalam menyampaikan materi dakwah. Apakah menggunakan kata-kata persuasif atau justru sebaliknya, koersif yang menimbulkan ketakutan? Dengan menggunakan teori komunikasi persuasif dan teori terkait lainnya, peneliti menganalisis data dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Model analisa data dengan pengembangan penjelasan. Penelitian kualitatif identik dengan sebuah penelitian yang bersifat kritis dan interpretatif. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa KH Asyhari Marzuqi merupakan sosok da’i yang mampu berdakwah secara persuasif. Sebagai seorang komunikator, ia memenuhi standar untuk dikatakan da’i persuasif. Sementara, pesan yang disampaikan juga berupa bahasa ajakan yang bersifat lembut dan tanpa paksaan.
BASIS DATA SEBAGAI SALAH SATthPENDEKATAN DALAM MANAJEMEN SUMBER'DAYA·MANUSIA DI IKIP YOGYAKARTA sukirno, Sukirno
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3414.283 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6757

Abstract

Teknologi informasi dalam era globalisasi seakan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Teknologi informasi menawarkan kemudahan keiYadct manusia, karena mampu'mengo­lah, menyediakan, dan mengirim informasi secara lebih cepatdan.mudah. Basis data (data base) adalan suatu bentuk pengorganisasiandanpengelo­laan data organisasi dengan menggunakan teknologi injorm,as{b,eriujuan membantu menyediakan informasi kepada manajemen dalam proses pengam- bilan keputusan ekonomi. . Makalah ini mengupasperan basis data sebagai suatu pendekatan dalam manajemen sumber daya manusia. Analisis dan pembahasan artikel ini diarahkan pada perancangan dan pemanfaatan basis data dalam mendukung penyediaan informasi kepegawaian secara lebih cepat, mudah, dan murah di IKIP Yogyakarta.