cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN PUBLIC RELATIONS Sumarto, Rumsari Hadi
Informasi Vol. 46 No. 1 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.633 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i1.9650

Abstract

Organizations in maintaining the sustainability of life requires communication. Good established communication will affect the harmonious and harmony relations between the organization and its publics. A positive image is represented if there is a harmonious interaction between an organization and its publics. Imaging of anorganization is usually attached to public relations. Imaging can be awakened/built if there is a harmonious and pleasant communication between an organization and its publics. To support public relations activities, organization requires communication to be able to interact with the public in two-way communication. A PR practitioner should be able to make other people understand the message delivered so as to create mutual symbiosis between the two parties. Thus, the impression captured by the public is a positive impression of the organization. Public relations also allows feed back to the public so that the public can freely response the message from the organization and express what they want and what they complaint. The public response will be followed up so that the public will be satisfied on what the organization done to the public. Public relations is also constantly evaluating so that public opinion can be well controlled. Thus, public relations is an activity which essentially directs the organization to gain public recognition. Further public relations stride motion seeking to form public opinion that benefit the organization so that a positive image of the public will be given to an organization. Organisasi akan tetap langgeng saat terbangun komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik akan mempengaruhi hubungan yang harmonis dan selaras antara organisasi dan publiknya. Sebuah citra positif terbangun jika ada interaksi yang harmonis antara organisasi dan publiknya. Untuk mendukung kegiatan public relations, organisasi membutuhkan komunikasi dua arah. Seorang praktisi PR harus mampu membuat oranglain memahami pesan yang disampaikan sehingga tercipta simbiosis antara kedua belah pihak. Dengan demikian, kesan yang ditangkap oleh masyarakat adalah kesan positif dari organisasi. PR juga memungkinkan umpan balik kepada publik sehingga masyarakat dapat dengan bebas mendapat pesan dari organisasi dan mengekspresikan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka keluhan. PR juga perlu terus mengevaluasi sehingga opini publik dapat dikontrol dengan baik. Dengan demikian, PR adalah kegiatan yang pada dasarnya mengarahkan organisasi untuk memperoleh pengakuan publik. PR berusaha untuk membentuk opini publik yang menguntungkan organisasi sehingga citra positif terbangun dengan sendirinya.
PICTORICAL WARNING PADA KEMASAN ROKOK: KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM KAMPANYE KESEHATAN Negoro, Sherly Hindra
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.412 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.11794

Abstract

Smoking has became the serious problem which always to be the classical dynamic ofhealth communication's field. Through health campaign by using pictorical warning incigarette packs, Indonesian Government has priority to reduce the number of smokersin Indonesia. Pictorical warning in cigarette packs was regard as one of communicationstrategic for implementing. Health campaign has outcome that could change thehealth behavior for the persuadee. Visualization by using image becomes persuasivecommunication tools cigarette packs as the communication media. EPPM model wasused to analysis this case. This paper was using literature study to understand thisproblem.
KAJIAN FILSAFAT HUKUM TENTANG : HUKUM DAN NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI ERA OTONOMI DAERAH Eni Kusdarini
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.192 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5660

Abstract

Ruang lingkup pembahasan filsafat hukum sangat luas sekali mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang memerlukan pemecahan secara hukum. Di era otonomi daerah hukum dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat di daerah kabupaten/kota juga bisa dijadikan objek pembahasan filsafat hukum dengan memakai analisis ajaran sosiological jurisprudence yang mengemukakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pengaturan yang sifatnya sentralistik saat ini sudah banyak yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat di daerah, semestinya aturan-aturan hukum yang dibuat oleh pemerintah harus mengindahkan hukum-hukum yang berasal dari masyarakat hukum di daerah otonom. Diperlukan pemberdayaan masyarakat untuk menggali kembali hukum-hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat di daerah. Penggalian hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam masyarakat setempat dapat dipakai sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya diharapkan bisa mengantarkan pada kesejahteraan masyarakat setempat. Hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang digali dari masyarakat, terutama yang ada di daerah kabupaten/kota di Indonesia bisa dituangkan dalam bentuk peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah daerah.   Kata Kunci : Filsafat, Hukum, Nilai-nilai Budaya.
STRATEGIZING SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES DEVELOPMENT THROUGH ICT-RELATED INNOVATIONS ADOPTION: MODERATING INFLUENCE OF GENDER, AGE AND EXPERIENCE Adamkolo Mohammed Ibrahim
Informasi Vol 48, No 1 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.627 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i1.18417

Abstract

The rapid advancement in information and communication technology (ICT) has brought huge entrepreneur benefits and challenges. A key challenge that has been less researched is the demand for skilled manpower in relation to the issue of the role employees’ age and gender play in driving SMEs’ ICT-related innovations adoption. This paper attempted to determine the moderating role of three important workers’ demographic characteristics (age, gender and experience) on the use of innovations related to ICT by SMEs. Adopting the unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) perspective, a questionnaire was designed and administered to 400 employees selected from 43 SMEs in the Malaysian state of Selangor. The results of multiple regression analysis indicate that performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions all have significant impacts on ICT-related technology innovations adoption (ICTRIA) while the moderator analysis confirmed that the two gender categories, different age groups and different experience levels have specific moderating influence on the relationship paths between the four predictors and technology innovations use. Novel findings show that performance expectancy and social influence are more salient for older female and younger female workers to run jobs related to ICT innovations use in the firm respectively. 
MENGUKUR KEBERHASILAN KOPERASI Sugiharsono *
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.816 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6206

Abstract

Melalui Kementerian Koperasi, pemerintah era reformasi telah melakukan reorganisasi koperasi. Dengan reorganisasi koperasi ini ternyata tidak sedikit koperasi yang terpaksa dibubarkan, karena tidak lagi memenuhi persyaratan atau tdak layak lagi untuk dihidupkan. Namun demikian, di antara sekian banyak koperasi yang tumbuh di Indonesia, ada pula beberapa koperasi yang sempat mencapai keberhasilannya dalam memerankan fungsinya sebagai wadah gerakan ekonomi rakyat Indonesia. Untuk koperasi yang berhasil ini, perlu dikaji faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilannya. Di samping itu perlu juga diketahui indikator-indikator apa yang dapat digunakan menilai atau mengukur keberhasilan koperasi, serta kriteria untuk menentukan tingkat keberhasilan koperasi tersebut. Atas dasar perlunya mengetahui tingkat keberhasilan koperasi, tulisan ini akan mencoba mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan koperasi, serta indikator-indikator yang digunakan untuk menilai/mengukur keberhasilan koperasi dan kriteria untuk menentukan tingkat keberhasilan koperasi. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu landasan bagi para pejabat yang terkait dengan koperasi untuk dapat melakukan penilaian/ pengukuran terhadap keberhasilan (kesehatan) koperasi. Informasi mengenai tingkat keberhasilan (kesehatan) koperasi ini tentu sangat penting dan berguna bagi stake holder koperasi, khususnya yang menjalin kerjasama dengan koperasi.   Kata Kunci: keberhasilan koperasi, indikator keberhasilan, dan kriteria   keberhasilan
THE MEDIA FRAMING OF THE SELFIE BETWEEN MISS ISRAEL AND MISS LEBANON FROM CNN & BBC TOWARDS THE POLITIC INTEREST Sabrina Bawazier; Lestari Nurhajati
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.947 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.21205

Abstract

An international controversy occurred after the selfie between Miss Israel and Miss Lebanon went viral. The Instagram post received many responds from public whether its positive or negative feedbacks, the selfie itself involves a group photo of the Miss Universe contestants that are Miss Israel, Miss Lebanon, Miss Slovak and Miss Japan. After the post was posted by Miss Israel and went viral, Miss Lebanon received many critics relating to her existence in the picture. She was then accused of violating the Lebanon policy for being in contact with an Israeli whereas there are strict rules against any form of association with Israel. The objective of this research is  uncover the media framing between Miss Israel and Miss Lebanon 2015 selfie controversy. This research will analyze articles from two different media that are CNN and BBC that uses the framing theory by Entman, to solve the research problem through four steps of the theory that are to define problem, identify causal interpretation, make moral evaluations, and give treatment/ recommendations. This research result that the two news portal stand for is to acknowledge where they are from, CNN is from the United States whilst BBC is from the United Kingdom. The United States and Israel has always had a special relationship amongst them. America will often back up Israel in any aspects, in other hand UK does not share the same relationship with any of these countries.MEDIA FARMING SWAFOTO ANTARA MISS ISRAEL DAN MISS LEBANON DARI CNN BBC MENUJU KEPENTINGAN POLITIKKontroversi di dunia internasional muncul setelah swafoto antara Miss Israel dan Miss Lebanon menjadi viral. Instagram mengirimkan tanggapan-tanggapan dari publik yang berisikan komentar-komentar negatif ataupun positif. Swafoto yang diunggah tersebut berisi foto sederet kontestan Miss Universe yang terdiri dari Miss Israel, Miss Lebanon, Miss Slovak dan Miss Japan. Setelah foto tersebut diunggah oleh Miss Israel dan menjadi viral, Miss Lebanon menuai banyak kritikan yang berkaitan dengan keberadaannya dalam foto tersebut. Dia kemudian dituduh telah melanggar kebijakan Lebanon karena melakukan swafoto dengan warga Israel padahal telah ada aturan yang cukup jelas mengenai pelarangan bekerjasama dengan warga Israel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap framing media dari kontroversi swafoto yang dilakukan oleh Miss Israel dan Miss Lebanon 2015. Penelitian yang menganalisis artikel-artikel dari dua media yang berbeda yaitu CNN dan BBC ini menggunakan teori framing model Entman. Selain itu, penelitian ini menggunakan empat tahapan dari teori model Entman untuk menjawab permasalahan penelitian yang ada, yaitu menentukan permasalahan, mengidentifikasi interpretasi, membuat evaluasi tentang moral, dan memberikan rekomendasi. Hasil dari penelitian ini adalah masing-masing portal berita tersebut berada pada pihak masing-masing dimana CNN berasal dari Amerika dan BBC berasal dari UK. Amerika dan Israel selalu berada apada hubungan bilateral yang baik. Amerika akan selalu mendukung Israel di segala bidang, sebaliknya UK tidak memiliki hubungan sebaik kedua negara tersebut. 
KEPEMIMPINAN, KONFLIK DAN STRATEGIPENANGGULANGANNYA Saliman saliman
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3952.023 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6745

Abstract

Kelompok-kelompok yang terbentuk dalam masyarakat berangkat dari kebutuhan bersama, yaitu dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tujuan bersama tersebut dapat dicapai melalui koordinasi. Koordinasi hanya dapat dilakkukan apabila salah satu anggota kelompok mempunyai otoritas lebih besar daripada anggota lain, yang selanjutnya disebut pemimpin. Agar seorang pemimpin mampu melakukan fungsi­fungsi kepemimpinan secara optimal, maka harus memahami konsep pemimpin dan epemimpinan, kapan terjadi kepemimpinan, gaya kepemimpinan yang efektif, dan strategi yang tepat delsm melakukan fungsi-fungsi kepemimpinan. Pemimpin yang akan berhasil secara teoritis adalah seorang pemimpin di samping dilahirkan, juga harus dibentuk oleh lingkungannya, dan lingkungan yang membentuk adalah lingkungan yang berkualitas, serta dapat dipertanggungjawabkan. Di samping itu seseorang dapat berhasil sebagai pemimpin apabila memiliki kualifikasi ang dibutuhkan. Syarat mutlak yang harus dimiliki pemimpin yaitu: kekuasaan, ewibawaan, dan kemampuan. Pemimpin juga harus mampu menggunakan oendekatan kepemimpinan yang tepat dalam mengambil kebijakan delsm organisasinya. Konflik dalam suatu organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Dalam batas-batas tertentu konflik tidak selamanya merugikan justru sangat bermanfaat bagi penciptaan perilaku yang efektif. Oleh sebab itu perlu seni mengelola konflik, yaitu: membuat standard an penilaian, menentukan masalah kontroversial dan konflik, menganalilsa situasi dan evaluasi terhadap konflik, dan akhirnya pemimpin arus memilih tindakan yang tepat terhadap penyimpangan yang menimbulkan konflik.
Front Benni Setiawan
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.7 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.26555

Abstract

Cover-Daftar Isi
PENILAIAN KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BERDASARKAN FOTO UDARA,DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS bambang saeful hadi
Informasi Vol 29, No 1 (2003): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5459.961 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6973

Abstract

Permukiman kota sebagai bagian dan. penggunaan lahan kota tumbuh secara cepat akibat bertambahnya penduduk dan makin beragamnya aktivitas penduduk. Untuk itu para pengelola dan perencana kota perlu mengantisipasi dan memantau kualitas permukiman agar tidak terjadi penurunan kualitas permukiman yang telah ada akibat pendirian bangunan baru maupun akibat kurangnya pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas permukiman. . Untuk melakukan langkah-langkah itu diperlukan sejumlah peta-peta tematik aktual kota. Hanya saja untuk membuat peta-peta tersebut secara terestnial dipenlukan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit karena kondisi kota yang ramai, bentuk dan luas penggunaan lahan yang vaniasinya kompleks, dan hanyak daerah psdat yang sulit untuk diukur. Untuk mengatasi kendala dan keterbatasan cara terrestrial dalam pembuatan peta-peta aktual, dapat dilakukan altematif teknik Penginderaan Jauh sistem fotografik, dengan , pendekatan­multitemporal, foto skala besar. Pemanfaatan foto udara tersebut memungkinkan tersajinya data fisik kola secara detail dan dua atau lebih tahun pemotretan. Variabel tisik permukiman yang cukup banyak dan berbagai verst dapat diadopsi setelah dilakukan seleksi .. Variabel permukiman yang memungkinkan untuk disadap dan foto udara, diantaranya: kepadatan bangunan, keteraturan bangunan, ukuran bangunan, aksesibilitas, lebar jalan masuk/jalan lingkungan, persil-persil, fasilitas-fasilitas umum permukiman, dan tutupan vegetasi. Variabel-variabel tersebut diinterpretasi dari foto udara,untuk dijadikan peta-peta tematik. Kemudian untuk menilai dan menganalisis kualitas permukiman, peta-peta tematik tersebut diolah dengan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIC). Hasil analisis itu dapat dig- • unakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan dan kebijakan tentang permukiman kota. Kata kunci : Penginderaan Jauh, SIG, kualitas permukiman
PERAN MEDIA MASSA NASIONAL DALAM POLITIK INTERNASIONAL Andrianti, Nita
Informasi Vol. 45 No. 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.231 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v45i1.7769

Abstract

AbstractIn international politics, the mass media is not only a source of political information but also trigger the occurrence of political change. In general, the mass media has a specific tendency for reporting international coverage of the political events. In short, the media has a major role in the international political communication. Active involvement of the media have spawned the term "media diplomacy", the mass media as a channel in a diplomatic mission of a state against another state. As "media diplomacy", the mass media not only report diplomatic events, but also act as negosiator.Related to the media diplomacy that the media as one of the actors in the dynamic system of international relations. Indonesia's position in the system of international relations greatly influenced the mass media actors.AbstrakDalam politik internasional, media massa bukan hanya sumber informasi politik, tetapi juga kerap menjadi pendorong terjadinya perubahan politik. Secara umum media massa memiliki kecenderungan--kecenderungan tertentu dalam melakukan liputan pada peristiwa politik internasional. Dalam wujud yang lebih konkret, media memiliki peranan besar dalam komunikasi politik internasional.Keterlibatan aktif media ini telah melahirkan istilah "media diplomacy' artinya media massa sebagai saluran dalam menjalankan misi diplomasi sebuah negara tehadap negara lainnya. Sebagai "media diplomacy", media massa tidak hanya sekadar meliput peristiwa diplomatik, tetapi media massa harus memiliki sikap sebagai seorang negosiator.Terkait dengan media diplomacy bahwa media sebagai salah satu aktor dalam dinamika tata hubungan internasional. Posisi Indonesia dalam tata hubungan internasional sangat dipengaruhi aktor media massa tersebut.Keywords: Mass Media, Internasional, Politic Communication, Diplomacy.