cover
Contact Name
cecep munir
Contact Email
cecep.munir@trisakti.ac.id
Phone
+6281329205572
Journal Mail Official
jurnalactatrimedika@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jl. Kyai Tapa No. 260, RT.5/RW.9, Tomang, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akta Trimedika
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 30465125     DOI : https://doi.org/10.25105/aktatrimedika
Core Subject :
Jurnal Akta Trimedika adalah jurnal kedokteran melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) dengan akses terbuka secara online sebagai salah satu jurnal ilmiah resmi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang terbit setahun empat kali (Bulan Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal ini berfokus pada ilmu pengetahuan medis mulai dari ilmu dasar, klinis, dan komunitas. Jurnal ini bertujuan sebagai salah satu media penghubung antara mahasiswa kedokteran, dokter, peneliti dan pemerhati kesehatan untuk berbagi informasi masalah kesehatan terkini dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat Indonesia Jurnal ini menerbitkan original article, article review, dan laporan kasus yang berkontribusi pada pengetahuan kedokteran dan kesehatan. Semua topik ilmu kedokteran diterima untuk dipublikasikan di jurnal ini, antara lain: Ilmu Biologi Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah Ilmu Kebidanan dan Kandungan Ilmu Penyakit Paru Ilmu Saraf Ilmu Bedah Ilmu Ortopedi dan Kedokteran Olahraga Ilmu Onkologi Ilmu Hematologi Ilmu Endokrin, Diabetes, Metabolisme Ilmu Nutrisi Ilmu Gastroenterologi dan Hepatopankreatikobilier Ilmu Nefrologi dan Urologi Ilmu Imunologi Ilmu Kesehatan Kulit Ilmu Otolaringologi Ilmu Penyakit Infeksi Ilmu Geriatri dan Penuaan Ilmu Kedokteran Intensif dan Anestesiologi Ilmu Kesehatan Mata Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Kesehatan Kerja Ilmu Farmakologi dan Farmasi Dan topik lainnya yang berhubungan dengan kedokteran dan/atau kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
RESILIENSI DAN BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI MASA PANDEMI: PENELITIAN CROSS-SECTIONAL Purnamawati Tjhin; Revalita Wahab; Erita Istriana
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i1.21723

Abstract

Latar belakang. Perubahan proses pembelajaran pada masa pandemi menyebabkan mahasiswa perlu beradaptasi. Perubahan proses pembelajaran dari tatap muka menjadi daring dan hybrid serta paparan materi pembelajaran yang banyak, jadwal yang padat, dan perubahan lingkungan belajar dapat menyebabkan terjadinya academic  burnout  yang ditandai dengan kelelahan baik fisik maupun emosional, sinisme, dan menurunnya efikasi diri. Prevalensi  burnout  yang dialami mahasiswa bidang kesehatan mencapai 44,9% sehingga perlu ada resiliensi akademik dalam menghadapi tantangan pada proses pembelajaran. Tujuan. Menggali penyebab  burnout  akademik dan menilai hubungan resiliensi dengan burn-out akademik pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran. Tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 105 mahasiswa kedokteran tahun kedua dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Tahap ini dilanjutkan dengan tahap kualitatif menggunakan Focus Group Discussion dengan 26 mahasiswa yang mengalami burnout tingkat sedang hingga berat. Data resiliensi akademik diperoleh dari data sekunder yang dikumpulkan selama tes psikometrik untuk seleksi penerimaan mahasiswa. Burnout akademik diukur menggunakan kuesioner School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Hasil. Sebanyak 62,5% mahasiswa mengalami  burnout  ringan dan hanya 4,8% yang tidak mengalami  burnout. Mahasiswa yang mengalami  burnout  sedang - berat sebesar 32,7%. Kejadian burnout yang cukup tinggi memerlukan penanganan khusus agar tidak menjadi lebih berat. Resiliensi akademik tidak berhubungan secara statistik dengan  burnout  yang dialami (p>0.05). Kesimpulan. Mahasiswa kedokteran yang mengalami  burnout  sedang-berat sebanyak 32,7%. Tidak terdapat hubungan antara resiliensi dengan burnout akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di masa pandemi.
BENEFITS AND RISKS OF ULIPRISTAL ACETATE FOR UTERINE FIBROIDS Triasti Khusfiani; Yudhisman Imran; Irmiya Rachmiyani; Donna Adriani
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i1.21724

Abstract

Uterine fibroids (FU) are often experienced by women of reproductive age or in their early menopause with therapy options involving surgical intervention such as hysterectomy. Ulipristal Acetate (UPA) is an oral drug from the selective progesterone receptor modulator (SPRM) class which has been proven to be effective in treating FU symptoms so that patients can maintain their fertility and their uterus. The PEARL I-IV clinical trials (PGL4001/UPA Efficacy Assessment in Reduction of Symptoms Due to Uterine Leiomyomata) has proven the effectiveness of this drug in terms of reducing symptoms such as bleeding and pain, reducing fibroid volume, as well as its impact on the patient's quality of life. During ongoing clinical trials, the majority of side effects found were mild-moderate and reversible. In 2020, UPA was discontinued due to reports of the risk of DILI (drug induced liver injury), but after thorough investigation and considering its benefit and risk ratio for patients, UPA can be given again but its indication is limited to intermittent FU therapy with moderate to severe symptoms in women who has not reach menopause or when surgical procedures cannot be performed/have failed. Close monitoring of liver function is of course necessary.
DETEKSI DAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS LARING Assa Putri Nur Anisya Anisya; Maria Angelika Tampubolon Tampubolon; Tiara Melati
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i1.21727

Abstract

Laryngeal tuberculosis, a form of extrapulmonary tuberculosis is prevalent less than 2% in Indonesia. Indonesia continues to be the second-highest tuberculosis-endemic country in the world, with more than 700,000 cases in 2022 and more than 600,000 cases in 2023. Of these cases, only 8% are extrapulmonary. In head and neck tuberculosis, laryngeal tuberculosis is the second most common manifestation after cervical lymphadenopathy tuberculosis. However, these numbers are expected to be underreported and underestimated in Indonesia. Misdiagnosis often occurs in highly contagious laryngeal tuberculosis due to lacking pathognomonic signs and symptoms. Furthermore, the high frequency of tuberculosis in productive age groups, particularly those aged 15 to 54 years, results in enormous catastrophic expenses for affected individuals, as well as a financial burden on the government. Considering the fore mentioned, a comprehensive systematic review of such rare case is required. This review aims to facilitate and provide an update on early detection and diagnosis of laryngeal tuberculosis to appropriate and prompt management.
PENGELOLAAN MANAJEMEN LOGISTIK DALAM PENGADAAN DAN DISTRIBUSI OBAT DI RS PEMERINTAH Azalia Wardhani Dya Carissa; Anmollya Bella Lamza; Juni Chudri
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.21764

Abstract

Manajemen logistik obat yang baik melalui pengelolaan, perencanaan dan pendistribusian merupakan pegangan umum untuk dapat terselenggaranya pengelolaan obat di rumah sakit pemerintah. Ketersediaan obat menjadi indikator utama dalam efektivitas layanan rumah sakit, dan masalah seperti ketidaksesuaian stok obat, tingginya persentase obat kadaluarsa, dan kendala waktu layanan resep mempengaruhi aspek medis dan ekonomi. Solusi yang diusulkan meliputi penggunaan sistem pesan antar obat online dan perbaikan sistem IT. Kendala manajerial juga mencakup kekosongan obat dari distributor dan pencatatan yang tidak disiplin. Penelitian sebelumnya menghadapi tantangan dalam perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pemusnahan obat, termasuk masalah anggaran, koordinasi, dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen logistik obat di rumah sakit pemerintah, mengidentifikasi metode pengelolaan serta kendala dan tantangan yang ada dalam pengadaan dan distribusi obat
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK: UPAYA KOTA BEKASI DALAM PERLINDUNGAN HAK ANAK Windy Pradita Adyarani; Mas Wishnuwardhana; Beatrix Melanie Beding; Pujiati Abbas; Bona Sandro Hasibuan
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22209

Abstract

Pendahuluan. Pendidikan dasar adalah tahap penting dalam membangun dasar intelektual dan spiritual anak sesuai dengan perkembangan mereka. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, namun sayangnya, distribusinya di Indonesia masih belum merata. Untuk menjamin hak anak dalam memperoleh pendidikan, pemerintah menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak, yang bertujuan agar institusi pendidikan dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi anak. Di Kota Bekasi, program ini dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Metode. Penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang yang bertujuan untuk menggambarkan evaluasi program Sekolah Ramah Anak di Kota Bekasi pada tahun 2024. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah distandarisasi. Proses evaluasi dilaksanakan melalui dua metode, yaitu penilaian dokumen dan verifikasi lapangan. Skor total dari kedua metode tersebut dijumlahkan, dan satu sekolah dipilih sebagai pemenang. Hasil. MI Tarbiyatul Falah menempati peringkat pertama dalam evaluasi program Sekolah Ramah Anak tahun 2024. Kesimpulan. Program evaluasi Sekolah Ramah Anak bertujuan memastikan hak anak terpenuhi dan memberikan perlindungan di sekolah. Pembentukan sekolah ramah anak diharapkan menjadi standar sekolah yang fokus pada pemenuhan hak anak, sehingga mereka dapat berkembang optimal sesuai tahap usia dan perkembangan.
HUBUNGAN PROFIL LIPID DENGAN KADAR KREATININ SERUM PADA PENDERITA DM TIPE 2 Nyoman Ratih Dikti; Pusparini Pusparini
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22291

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang memiliki karakteristik berupa kondisi hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Prevalensi penderita DM khususnya DM tipe 2 terus meningkat. Kelainan klinis berupa dislipidemia terjadi pada pasien DM yang dapat mempercepat kerusakkan ginjal. Fungsi ginjal dapat diketahui dengan menggunakan parameter eGFR dengan menggunakan kadar kreatinin serum. Hubungan antara profil lipid dengan kreatinin serum pada penderita DM tipe 2 masih diperdebatkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara profil lipid dengan kreatinin serum pada penderita DM tipe 2. Studi dengan desain cross sectional digunakan pada penelitian ini, menggunakan data rekam medis dari 182 penderita DM tipe 2 yang memeriksakan profil lipid dan kreatinin serum di RSUD Budhi Asih Jakarta dengan teknik total sampling dari januari 2022 sampai dengan Agustus 2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan yang digunakan p<0,05. Mayoritas responden berusia >= 45 tahun (92,9%) dan berjenis kelamin perempuan (54,4%). Tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol HDL dengan kadar kreatinin (p=0,190 dan r=-0,98); kolesterol LDL dengan kadar kreatinin (p=0,295 dan r=-0,78); trigliserida dan kreatinin (p=0,527 dan r=0,047); kolesterol total dengan kreatinin (p=0,355 dan r=--o,069). Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan profil lipid dengan kadar kreatinin serum pada penderita DM tipe 2.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG Fajar Febryan Wiratama; Alvina Alvina
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22319

Abstract

Pendahuluan. Gagal jantung merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Secara fisik, pasien sering mengalami kelelahan, nyeri dada, dan sulit tidur, sementara secara psikologis, muncul perasaan rendah diri dan keterbatasan aktivitas sehingga membutuhkan bantuan dari orang lain. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepatuhan terhadap pengobatan, klasifikasi New York Heart Association (NYHA), dukungan keluarga, dan tingkat depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantug. Metode. Penelitian menggunakan metode cross sectional. Pemilihan subjek menggunakan metode non random sampling, dengan besar sampel 107 pasien gagal jantung. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuesioner WHOQoL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil. Terdapat 107 responden dengan kelompok usia lansia sebanyak 50,5%, dan kelompok dewasa sebanyak 49,5%. Pasien gagal jantung laki-laki sebanyak 60,7%, dan perempuan sebanyak 39,3%. Kualitas hidup baik lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa dibandingkan kelompok lansia. Analisis menunjukkan terdapat hubungan antara usia dan kualitas hidup (p=0.001)  tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup (p=0,272) Kesimpulan. Mayoritas pasien gagal jantung pada kelompok usia lansia dan berjenis kelamin laki-laki.Kualitas hidup baik lebih banyak pada kelompok dewasa.Terdapat  hubungan antara usia dan kualitas hidup,tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kualitas hidup.­­­
HEPATITIS B KRONIK DENGAN SARCOMA HEPAR Mutiara Ferina; Mario Mario
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22352

Abstract

Virus Hepatitis B (HBV) merupakan virus enveloped DNA yang termasuk dalam famili Hepadnaviridae. Hepatitis diperkirakan menginfeksi 300 juta penduduk di dunia dengan 254 juta merupakan hepatitis B kronik. Terdapat 61,4 juta penduduk di regio Asia Tenggara menderita Hepatitis B. Prevalensi Hepatitis B di Indonesia ditemukan pada 7,1% penduduk. Infeksi HBV dapat mengakibatkan komplikasi menjadi sirosis hepatis dan Hepatocellular carcinoma (HCC). Pada kasus ini, merupakan seorang laki-laki berusia 53 tahun dengan hepatitis B kronik ditemukan adanya massa pada hepar dan asites pada pemeriksaan fisik. Pemeriksaan radiologi dengan CT-scan abdomen juga menemukan adanya lesi kistik dengan asites pada hepar. Hasil laboratorium menunjukan kadar AFP 89,49 ng/mL. Pemeriksaan patologi anatomi menunjukan sarcoma hepar. Sarcoma hepar merupakan keganasan hepar yang sangat jarang pada dewasa dan memiliki prognosis buruk pada golongan usia dewasa.  Pasien meninggal setelah 2 hari tindakan biopsi.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN USIA PRODUKTIF Indri Reslinga; Fransisca Chondro
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22399

Abstract

Work productivity can be defined as the relationship between effort and tangible results in the form of goods and services. According to APO (Asian Productivity Organization) in 2019, Indonesia's worker productivity ranks fifth out of ten ASEAN countries. Sleep quality is a risk factor that can affect productivity. Poor sleep quality can cause complaints such as tired eyes, drowsiness and even falling asleep at work so that it will interfere with work and cause a decrease in employee performance. Previous research shows various results therefore further study to determine the relationship between sleep quality and work productivity is important. This is an observational analytic study with cross sectional design involving 93 employees with consecutive non-random sampling technique. The inclusion criteria in this study were active employees with at least one month of work and aged 20-60 years, able to communicate well and willing to sign informed consent, while the exclusion criteria were employees who took sleeping pills, had a history of diagnosis of psychological disorders, and had a history of diagnosis of diabetes mellitus. Data analysis was performed using the chi-square test on the SPSS version 25 program using a significance level of 0.05. The results showed that the characteristics of the majority of respondents aged 31-40 years (48.4%) and male (50.5%) with significant relationship between sleep quality and work productivity in productive age employees with a p value = 0.002 (p <0.05).
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN STATUS HIDRASI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PUSKESMAS Nasywa Noor Wulandari; Lie Tanu Merijanti
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i2.22414

Abstract

Background. Human resources (HR) is a critical element in the success of a company, as HR plays the role of both planner and executor. The quality of HR can be evaluated through employee productivity, which is influenced by various factors, including health, nutritional status, and hydration status. This study aims to assess whether there is a relationship between nutritional status and hydration status with work productivity. Method. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted at a community health center in East jakarta from September to November 2024. Data was collected from 151 employees who met the inclusion adn exclusion criteria, using a work productivity questionnaire that had been tested for validity and reliability. Nutritional status was measured through Body Mass Index (BMI), and hydration status was assessed through urine examination. Data analysisi was performed using the Spearman Rank Correlation and Chi-Square tests, with ethical approval from the Ethics Committee of the Faculty of Medicine, Trisakti University. Results. There was no relationship between nutrtional status and work productivity (p=0,578), dan dno realtionship between hydration status and work productivity(p=0,578). Conclusion. There is no relationship between nutritional and hydration status with work productivity. 

Page 6 of 12 | Total Record : 119