cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inspirasi Manajemen Pendidikan
  • inspirasi-manajemen-pendidikan
  • Website
ISSN : -     EISSN : 22528253     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PENGEMBANGAN PANDUAN PERENCANAAN STRATEJIK PROGRAM LITERASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ARDIANA MAHESWARI, AYU; , MUDJITO
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Education is carried out in fulfilling human rights and needs to obtain a better quality of life. One of which is literacy education. With the frequent development of the culture of globalization, the phenomena that exist in the field indicate that students do not implement literacy education. This was said to be due literacy education in indonesia is not yet run in systematic and structured, so that a specific strategy is needed to educated them. Seeing this, a strategisc plan guide of literacy program is needed which is not widely used in State Junior High School 28 Surabaya. Moving on from this phenomenon, this study aims to facilitate school to cultivate a culture of literacy in preparing some strategisc plan. The development of a strategisc plan use the Borg San Gall (2003) model with 7 stages research data collection techniques and analyses conducted resulting in the feasibility of the strategisc plan guide of literacy program products. The results of the study show that using strategisc plan guide of literacy program will make it easier for headmaster and teacher to understand and compile the strategisc plan guide of literacy education in State Junior High School 28 Surabaya. This can be seen from the feasibility and effectiveness of the products produced by showing numbers more than 2 with a maximum value of 4.5. Based on the criteria set out, the strategisc plan guide is practically used and effective in gaining excellence in an organization. Key words: Strategisc Planning, Literacy Education, Junior High School Abstrak: Pendidikan dilakukan dalam memenuhi hak dan kebutuhan manusia untuk memperoleh kualitas hidup lebih baik. Salah satunya adalah pendidikan literasi. Seiring berkembangnya budaya globalisasi, fenomena yang ada di lapangan menunjukan bahwa peserta didik kurang mengimplementasi pendidikan literasi. Hal tersebut dapat dikatakan karena pendidikan literasi di Indonesia masih belum berjalan secara sistematis dan terstruktur, sehingga diperlukan strategi khusus untuk mendidik mereka. Melihat hal tersebut dibutuhkan suatu Panduan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Program Literasi, yang mana belum banyak digunakan di sekolah yang ada di Indonesia. Beranjak dari fenomena tersebut penelitian ini bertujuan untuk memudahkan sekolah untuk membudayakan budaya literasi dalam menyusun Panduan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Program Literasi. Pengembangan panduan RENSTRA menggunakan model Borg and Gall (2003) dengan 10 tahap penelitian. Teknik pengumpulan data dan analisis yang dilakukan menghasilkan kelayakan produk Panduan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Program Literasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan Panduan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Program Literasi memudahkan Kepala Sekolah dan Guru dalam memahami dan menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) Pendidikan Literasi di SMP Negeri 28 Surabaya. Hal tersebut dapat dilihat dari kelayakan dan keefektifan produk yang dihasilkan menunjukan angka lebih dari 2 dengan nilai maksimum 4,5. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, maka penelitian ini menunjukan bahwa panduan RENSTRA dinilai praktis digunakan dan efektif untuk mendapatkan keunggulan dalam suatu organisasi. Kata kunci: Perencanaan Strategis, Pendidikan Literasi, Sekolah Menengah Pertama
MANAJEMEN KURIKULUM LEMBAGA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS RHIMA ENGLISH COURSE (REC) PARE KABUPATEN KEDIRI ANJAR SANTIKA, NURMEI; , SUPRIYANTO
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the process of planning, implementing, and evaluating curriculum in LKP Rhima English Course (REC) Pare Kediri Regency. This study used a qualitative approach with a case study research design. The subjects of this study were Head of Institution, Tutor / Teacher, Alumni / Graduates, and Students. Data collection techniques using interviews, documentation, and observation. Data analysis techniques use data condensation, data presentation, and data verification. Checking the validity of the data includes testing the credibility of the data with source and technique triangulation, member check, transferability test, dependability test, and confirmability test. The results of the study are as follows, 1) Curriculum planning is carried out in a meeting to consider several things, namely, duration of time, material, and learning methods. This curriculum planning produces a curriculum structure that will later be used by tutors / teachers to compile syllabi and lesson plans. 2) Implementation of the curriculum is realized in the form of learning inside and outside the classroom with the same learning method. In the learning process tutors / teachers play a full role as curriculum implementers, and the head of the institution acts as a supervisor of the curriculum implementation process. 3) Evaluation The curriculum consists of an assessment of several aspects, namely student activity, ability and understanding of students, student learning outcomes, and learning constraints. Then the evaluation results are aligned with the vision, mission, and objectives of the institution to measure how achievable a goal is from LKP Rhima English Course. Keywords: Curriculum, Curriculum Management, English Language Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum di LKP Rhima English Course (REC) Pare Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yakni Kepala Lembaga, Tutor/Guru, Alumni/Lulusan, dan Peserta Didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data meliputi uji kredibilitas data dengan triangulasi sumber dan teknik, membercheck, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas.Hasil penelitian adalah sebagai berikut, 1) Perencanaan kurikulum dilakukan dalam sebuah rapat untuk mempertimbangkan beberapa hal yaitu, durasi waktu, materi, dan metode pembelajaran. Perencanaan kurikulum ini menghasilkan sebuah struktur kurikulum yang nantinya digunakan oleh para tutor/guru untuk menyusun silabus dan RPP. 2) Implementasi kurikulum diwujudkan dalam bentuk pembelajaran di dalam dan di luar kelas dengan metode pembelajaran yang sama. Dalam proses pembelajaran tutor/guru berperan penuh sebagai implementator kurikulum, dan kepala lembaga berperan sebagai pengawas proses implementasi kurikulum. 3) Evaluasi Kurikulum terdiri dari penilaian terhadap beberapa aspek yaitu keaktifan siswa, kemampuan dan pemahaman siswa, hasil belajar siswa, dan kendala pembelajaran. Selanjutnya hasil evaluasi diselaraskan dengan visi, misi, dan tujuan lembaga untuk mengukur seberapa tercapainya suatu tujuan dari LKP Rhima English Course. Kata Kunci: Kurikulum, Manajemen Kurikulum, Pendidikan Bahasa Inggris
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DI SDIT AT-TAQWA SURABAYA LAILIYAH, KOMSATUN; , KARWANTO
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze 1) the style of female principals in SD-At-Taqwa Surabaya, 2). Describe the efforts made by the principal in an effort to improve teacher performance at SDIT At-Taqwa Surabaya. This study uses a qualitative approach. Research conducted by researchers is 1) Pre-Field Phase; 2) Stages of Field Activities; 3) Intensive analysis stages .The results of the study can be explained as follows: (1) The leadership style of female principals is inferred from several aspects that have been determined by the researcher, namely: (a) The principals daily behavior is firm, disciplined and democratic. (b) Decision making by open principals (c) Supervision is carried out by the principal to the teacher through supervision and class visits. (d) Development of schools by participating in inter-school competitions, infrastructure development (e) Principals are patient, friendly, open people (2) Efforts made by female principals in efforts to improve teacher performance include: (a) Development of teacher competencies done by involving teachers in training, coaching, teacher working groups (KKG), or workshops. (B) The disciplinary guidance carried out by the principal for the teacher is through memberchek and also the deadline to collect the learning implementation plan. (c) The principal provides motivation in the form of facilitating the activities carried out by the teacher. (d) Awards Giving minimal praise in the form of thanksgiving and appreciation or appreciation for achievements made by the teacher capable of encouraging teacher performance. Key words: Style of Womens Leadership, Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) gaya kepala sekolah perempuan di SDIT At-Taqwa Surabaya, 2) Mendeskripsikan Usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam upaya peningkatan kinerja guru di SDIT At-Taqwa Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan disimpulkan dari beberapa aspek yang telah peneliti tentukan yaitu : (a) Perilaku keseharian kepala sekolah menerapkan sikap tegas disiplin sekaligus demokratis. (b) Pengambilan keputusan kepala sekolah terbuka (c) Pengawasan yang dilakukan kepala sekolah kepada guru yaitu melalui supervisi dan kunjungan kelas. (d) Pengembangan sekolah dengan mengikuti perlombaan-perlombaan, pengembangan sarana prasarana. (e) Kepala sekolah merupakan orang yang penyabar, dan Kepala sekolah merupakan kepala sekolah yang ramah (2) Usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah perempuan dalam upaya peningkatan kinerja guru, meliputi : (a) Pengembangan kompetensi guru dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan, pembinaan, KKG, ataupun workshop. (b) Pembinaan disiplin yang dilakukan kepala sekolah kepada guru adalah melalui checklock dan juga deadline pengumpulan RPP (c) Kepala sekolah memberikan motivasi berupa memfasilitasi kegiatan yang dijalankan oleh guru. (d) Penghargaan, pemberian pujian minimal dalam bentuk ucapan terimakasih serta penghargaan atau apresiasi atas prestasi yang dilakukan oleh guru mampu mendorong untuk meningkatkan kinerja guru. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Perempuan, Kinerja Guru
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LUAR KELAS (OUTDOOR LEARNING) DI SEKOLAH KREATIF SD MUHAMMADIYAH 16 SURABAYA FADILA, NUR; HARIYATI, NUNUK
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Portraits of education so far that run in one direction, tend to make the learning process boring. Therefore Outdoor Learning is a solution for the world of education, a direct learning method that involves nature and the surrounding environment that can change conventional learning patterns. This research aims to describe and analyze about: 1) Out-of-class learning planning (Outdoor Learning), 2) Execution of outdoor learning, 3) Supporting factors and inhibitors of outdoor learning. The researcher used a qualitative approach with a case study method. In taking data using interview, observation and documentation techniques. Analysis of the data used is descriptive qualitative analysis by giving a description of the situation under study from the stages of data collection, reduction, presentation and confirmation of conclusions. The validity test of the data is done using data source triangulation, technical triangulation and member check The results of research in the field can be explained as follows: 1) Out-of-class learning planning (Outdoor learning) includes setting goals, strategies, resources and determining each outdoor decision that refers to the syllabus and Learning Implementation Plan 2) Implementation of outdoor learning includes stages post-activity preparation, implementation and evaluation 3) Supporting factors and obstacles to outdoor learning are two internal and external sides such as resource capabilities, material, weather conditions of transportation. Keywords : learning methods, outdoor learning Abstrak: Potret pendidikan selama ini yang berjalan satu arah, cenderung membuat proses pembelajaran menjadi membosankan. Oleh karena itu Outdoor Learning hadir menjadi suatu solusi bagi di dunia pendidikan, metode pembelajaran langsung yang melibatkan alam dan lingkungan sekitar yang dapat merubah pola pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang: 1) Perencanaan pembelajaran luar kelas (Outdoor Learning), 2) Pelaksanaan pembelajaran luar kelas (Outdoor Learning), 3) Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran luar kelas (Outdoor Learning). Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dalam pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan memberikan pemaparan gambaran mengenai situasi yang diteliti dari tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian dan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi teknik dan member check..Hasil penelitian di lapangan dijelaskan sebagai berikut: 1) Perencanaan pembelajaran luar kelas (Outdoor learning) meliputi penetapan tujuan , strategi, sumberdaya dan penentuan setiap keputusan outdoor yang mengacu kepada silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2) Pelaksanaan pembelajaran luar kelas (Outdoor learning) meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pasca kegiatan 3) Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran luar kelas (Outdoor learning) ini terdapat dua sisi interen dan eksteren semisal kemampuan sumberdaya, materi, cuaca keadaan transportasi. Kata Kunci : metode pembelajaran, pembelajaran luar kelas (Outdoor learning)
IMPLEMENTASI MODEL KURIKULUM KULLIYATUL MU’ALLIMIN AL-ISLAMIYAH (KMI) DI MA PESANTREN PUTRI AL-MAWADDAH 1 PONOROGO NADIAH, HUDATUL; SYAHIDUL HAQ, MOHAMMAD
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum memegang peranan penting dalam lembaga pendidikan untuk di jadikan peran dalam mengatur strategis dalam sistem pembelajaran dan pendidikan. Mengingat bahwa pendidikan merupakan kunci kesuksesan para remaja untuk memajukan bangsa. Mengingat semakin ketatnya persaingan ketat mengenai lingkungan hidup dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun international. Implementasi kurikulum KMI merupaka salah satu perwujudan dari program Pesantren Putri Al-Mawaddah untuk mencetak siswa menjadi tangguh di era global. Memberikan dampak kepada siswa untuk lebih giat dalam memahami seluruh mata pelajaran dengan menggunkana bahasa yang berbeda supaya siap menghadapi dunia luar yang telah berkembvnag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan: 1) Implementasi Model Kurikulum KMi di Pesantren Putri Al-Mawaddah 1 Ponorogo; 2) Dampak implementasi kurikulum KMI di PP Al-MAwaddah 1 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Teknik analis menggunakan teknik uji kredibilitas dengan merujuk pada teknik triangulasi (triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu), membercheck, dependibilitas. Hasil penelitian di MA Pesantren Putri Al-Mawaddah 1 Ponorogo diperoleh bahwa perencanaan Kurikulum KMI di rencanakan di awal tahun atau awal semester baru lalu disesuaikan dengan visi dan misi pesantren lalu disesuaikan dengan kebutuhan siswa dikarenakan pesantren mengutamakan materi ajar yang akan di sampaikan bertujuan supaya adanya integrasi pembelajaran dengan kegiatan pesantren. Sosialiasi kurikulum di lakukan ketika awal semester baru melalui Up-Grading Guru yang disosialisasikan kepada guru. Guru sebagai pelaksana kurikulum yang akan menyampaikan materi kepada siswa sesuai dengan RPP dan silabus serta I?dad yang telah dibuat. Evaluasi diadakan 2 minggu sekali dan terdapat ujian tulis dan lisan untuk menentukan hasil dari kurikulum yang telah berjalan. Evaluasi akhir yang dilaksanakan untuk menentukan nilai siswa dan menentukan hasil apakah kurikulum berjalan dengan rencana awal. Hal tersebut memberikan dampak Dari pembelajaran siswa dapat memahami agama dan bahasa arab dan inggris serta membantu daam keseharian dan kegiatan non akademik dan bagi alumni hal yang telah di pelajari mengenai kurikulum sangat membantu siswa setelah lulus dari pesantren dikarenakan berdampak positif dan meningkatkan kepercayaan diri terutama alumni. Dari hasil penelitian tersebut bahwa model kurikulum yang diterapkan dalam kurikulum KMI yaitu terdapat 2 : 1) Model Subyek Akademis ; 2) Model Rekonstruksi Sosial. Kata Kunci : Implementasi Kurikulum, Model Kurikulum, Kurikulum KMIThe curriculum plays an important role in educational institutions to be made a role in regulating strategic learning and education systems. Given that education is the key to the success of teenagers to advance the nation. Given the increasingly stringent competition regarding the environment and human resources at national and international levels. The implementation of the KMI curriculum is one of the manifestations boarding school of Al-Mawaddah for girls program to print students to be strong in the global era. Making an impact on students to be more active in understanding all subjects by using different languages ??so that they are ready to face the outside world that has been developing. This study aims to find out and explain: 1) Implementation of the KMI Curriculum Model in boarding school of Al-Mawaddah 1 for girls; 2) Impact of the implementation of the KMI curriculum in boarding school of Al-MAwaddah 1 Ponorogo. This study uses a qualitative approach and case studies. Retrieving data using interview techniques, observation and documentation analysis. Analyst techniques use credibility test techniques by referring to triangulation techniques (source triangulation, method triangulation and time triangulation), member check, dependability. The results of the study at the high school of Al-Mawaddah 1 Islamic Boarding School found that the KMI curriculum planning was planned at the beginning of the year or the beginning of the new semester and adjusted to the pesantrens vision and mission and adjusted to the needs of students because the pesnat prioritized teaching material aimed at integration learning with boarding activities. Curriculum socialization was conducted when the beginning of the new semester through Teacher Up-Grading which was socialized to the teacher. Teachers as curriculum implementers who will deliver material to students in accordance with the RPP and syllabus and I?dad that have been made. Evaluations are held every 2 weeks and there are written and oral examinations to determine the results of the curriculum that has been running. Final evaluation is carried out to determine student grades and determine the results of whether the curriculum runs with the original plan. This has an impact. From learning students can understand Arabic and English religion and language and help with daily activities and non-academic activities and for alumni who have learned about the curriculum is very helpful for students after graduating from pesantren because it positively impacts and increases self-confidence, especially alumni. From the results of the study, the curriculum model applied in the KMI curriculum is 2: 1) Academic Subject Model; 2) Social Reconstruction Model. Keywords: Implementation of the curriculum, curriculum model, KMI curriculum
SISTEM PENGELOMPOKAN PESERTA DIDIK DALAM PELAYANAN PROGRAM KEBERBAKATAN DI SD MUHAMMADIYAH 15 SURABAYA SURYANI, MEGA; ROESMININGSIH, ERNY
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menelaah dan menganalisis program kelas bakat dalam upaya pembentukan modal sosial di SD Muhammadiyah 15 Surabaya yang mencakup beberapa sub fokus yaitu, (1) Identifikasi peserta didik; (2) Pelaksanaan grouping; (3) Pembelajaran kelas bakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dari perspektif teori Modal Sosial Coleman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas yang mencakup triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan membercheck; uji validitas eksternal; dependabilitas; dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya modal sosial yang dimiliki SD Muhammadiyah 15 Surabaya dalam pelaksanaan program kelas bakat. Adapun rincian dari indikator tersebut dijelaskan sebagai berikut: (1) Pembangunan modal sosial dalam tahap identifikasi dibentuk melalui kepercayaan (trust), jaringan (networking) dan norma (norm); (2) pembangunan modal sosial dalam pelaksanan grouping di SD Muhammadiyah 15 Surabaya dilakukan dengan membentuk kepercayaan (trust) dan networking; (3) Pembentukan modal sosial dalam pembelajaran dibentuk melalui kepercayaan kepercayaan (trust), jaringan (networking) dan norma (norm) Kata Kunci: modal sosial, pengelompokan, peserta didik, potensiThis study aims to describe, examinate and analyze talent class programs to determine social capital in SD Muhammadiyah 15 Surabaya which includes several sub-activities namely, (1) the activities of identifying; (2) Iimplementing grouping; (3) learning in the implementation of class talent programs. This study uses a qualitative method with an approach from the perspective of Colemans Social Capital theory. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation studies. Data analysis techniques used include data condensation, data presentation, and conclusion / verification. The validity test of the data is done through credibility tests that include source triangulation, technical triangulation, time triangulation, and member check; external validity test; dependability; and confirmability. The results of this study indicate that there is social capital owned by SD Muhammadiyah 15 Surabaya for the implementation of the talent class program. The results of the study can be explained as follows: (1) Development of social capital in the identification stage is formed through trust, network and norms; (2) the development of social capital in the implementation of grouping at SD Muhammadiyah 15 Surabaya is done by forming trust and network; (3) The formation of social capital in learning is formed through trust, network, and norms. Keywords: social capital, grouping, students, potential
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM BUDAYA NASIONALISME DI MTS NEGERI 2 SURABAYA ZATUL AULIA, LII; TRIHANTOYO, SYUNU
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM BUDAYA NASIONALISME DI MTS NEGERI 2 SURABAYA Nama : Lii? Zatul Aulia NIM : 15010714029 Program Studi : S-1 Jurusan : Manajemen Pendidikan Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri 2 Surabaya Pembimbing : Syunu Trihantoyo, M.Pd Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam membangun karakter siswa melalui program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya, implementasi pembangunan karakter siswa melalui program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya, dan bentuk-bentuk layanan ekstrakurikuler dalam program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi data. Dan pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini yakni menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian di MTs Negeri 2 Surabaya menunjukkan bahwa, (1) strategi kepala sekolah dalam membangun karakter siswa melalui program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya ialah melalui punishment yakni menjadi petugas upacara rutin secara bergiliran. strategi kedua ialah pemodelan yakni guru menjadi contoh siswanya dalam kegiatan program budaya nasionalisme, dan strategi ketiga ialah penguatan lingkungan yakni berupa pemutaran lagu kebangsaan dan pemasangan poster; (2) implementasi pembangunan karakter siswa melalui program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya yaitu melalui beberapa kegiatan yaitu upacara rutin setiap hari senin, jumat bersih, dan kegiatan memperingati hari besar nasional seperti hari pahlawa dan kartini; (3) bentuk-bentuk layanan ekstrakurikuler dalam program budaya nasionalisme di MTs Negeri 2 Surabaya yaitu terdapat ekstrakurikuler pendukung program budaya nasionalisme yaitu paskibra sebagai pelatihan upacara pada siswa yang mendapat punishment, ekstrakurikuler pramuka yaitu dewan galang yakni sebagai pemberi materi pada saat kegiatan pramuka wajib, dan ekstrakurikuler PMR yaitu menjadi tim kesehatan pada saat kegiatan upacara rutin maupun kegiatan lainnya. Kata Kunci :Strategi kepala sekolah, pendidikan karakter, nasionalisme.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM GERAKAN LITERASI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SD MUHAMMADIYAH 15 SURABAYA DWI APRILIYANTO, RAFEL; SHOLEH, MUHAMAD
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui mengenai Strategi kepala sekolah dalam gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Strategi kepala sekolah dalam gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di SD Muhammadiyah 15 Surabaya adalah sebagai berikut : (a) Pembuatan jadwal kunjungan perpustakaan.; (b) Persentasi siswa di depan kelas dilakukan oleh 4 sampai 5 anak setiap hari; (c) Pustakawan melakukan kontroling terhadap pelaksanaan membaca 30 menit sebelum KBM setiap hari di kelas untuk memastikan apakah pelaksanaan kegiatan literasi tersebut sudah berjalan atau belum; (d) Adanya penghargaan yang diberikan kepada siswa untuk menjadi duta literasi; (e) Terdapat program Al-adabul yaumiyah, yaitu pembiasaan-pembiasaan yang baik, membuat siswa terbiasa terhadap program literasi yang ada. (2) Implementasi gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di SD Muhammadiyah 15 Surabaya dilaksanakan setiap hari dengan melakukan kegiatan membaca 30 menit sebelum KBM, berkunjung keperpustakaan, dan presentasi didepan kelas hal ini dilakukan agar siswa terbiasa dalam gerakan literasi. Dalam melaksanakan pembiasaan literasi ini pustakawan akan melakukan pengawasan dan berkeliling setiap hari untuk memastikan apakah gerakan literasi berjalan dengan sesuai atau tidak. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, gerakan Literasi, keterampilan berpikir kritis siswa
PENGARUH BIMBINGAN KARIR DAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KEMATANGAN PILIHAN KARIR SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 MOJOKERTO , MUZDALIFAH; , MUDJITO
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH BIMBINGAN KARIR DAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAPKEMATANGAN PILIHAN KARIR SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO Nama : Muzdalifah Nim : 15010714083 Jurusan : Manajemen Pendidikan Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Mudjito, AK, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan karir dan praktik kerja industri terhadap kematangan pilihan karir siswa di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 224 responden. Data hasil penelitian di analisis menggunakan program SPSS 21.0. Hasil penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan berdasarkan hasil uji T nilai signifikansi bimbingan karir (X1) berpengaruh terhadap kematangan pilihan karir siswa (Y) yaitu sebesar 0,000, serta variabel praktik kerja industri (X2) secara parsial berpengaruh terhadap variabel kematangan pilihan karir sebesar 0,000. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji F untuk mengetahui hubungan antara bimbingan karir (X1) dan praktik kerja industri (X2) terhadap kematangan pilihan karir (Y) siswa diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 44,8%. Berdasarkan dengan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan karir dan praktik kerja industri terhadap kematangan pilihan karir siswa yang diperoleh sebesar 0,000. Nilai signifikan ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat diartikan bimbingan karir dan praktik kerja industri secara bersama-sama berpengaruh terhadap kematangan pilihan karir siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Mojokerto. Adapun besarnya pengaruh bimbingan karir dan praktik kerja industri terhadap kematangan pilihan karir siswa sebesar 28,9%. Kata Kunci : Bimbingan Karir, Praktik kerja industri, Kematangan Pilihan Karir ABSTRACT THE EFFECT OF CAREER GUIDANCE AND INDUSTRIAL WORK PRACTICES ON THE MATURITY OF CHOICE OF CAREER STUDENTS OF CLASS XI AT STATE 1ST VOCATIONAL SCHOOL, MOJOKERTO CITY Name : Muzdalifah Nim : 15010714083 Department : Education Management Faculty : Faculty of Education Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Mudjito, AK, M.Sc. This study aims to determine the effect of career guidance and industrial work practices on the maturity of student career choices of students in the State Vocational School 1 of Mojokerto City. This study uses a quantitative method with a sample of 224 respondents. The research data was analyzed using the SPSS 21.0 program. The results of this study resulted in two conclusions based on the results of the T test the significance of career guidance (X1) affect the maturity of student career choices (Y) that is equal to 0,000, and industrial work practice variables (X2) partially influence the career choice maturity variable of 0,000. The results of the study are based on the results of the F test to find out the relationship between career guidance (X1) and industrial work practices (X2) on the career choice maturity (Y) of students that the significance value is 44.8%. Based on the results of the study it can be concluded that there is an influence of career guidance and industrial work practices on the maturity of student career choices obtained at 0,000. This significant value is smaller than the alpha value that is 0.05, thus H0 is rejected and H1 is accepted, it can be interpreted career guidance and industrial work practices together to influence the maturity of the career choices of students in the State Vocational School 1 of Mojokerto City. The magnitude of the influence of career guidance and industrial work practices on the maturity of student career choices is 28.9%. Keywords: Career Guidance, Industrial work practices, Career Options Maturity
IMPLEMENTASI LAYANAN TRANSPORTASI SEKOLAH BERBASIS PAGUYUBAN DI SD AL FALAH SURABAYA SETYOWATI, ENIS; TRIHANTOYO, SYUNU
Inspirasi Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Inspirasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the safety, cost, adequacy, and efficiency factors in community-based transportation services at Al Falah Elementary School Surabaya. This study uses a type of qualitative approach with a case study research design. Data collection is done by using interview, observation, and documentation study techniques. The validity test of the data is done through a credibility test; transferability test, depenability test, and confirmability test. The results of the study related to the implementation of community-based school transportation services in Al Falah Elementary School Surabaya showed that analysis of safety factors was an important factor in the implementation of school transportation services. Analysis of safety factors includes human, vehicle and operational factors. Human factors show that fleet drivers have an important role in maintaining road safety. While vehicle factors indicate the importance of conducting routine checks regarding the condition of the vehicle. Operational factors related to student behavior when in a car. In addition, in school transportation services, cost analysis is a component that cannot be ignored. Benchmark used in determining the amount of the cost is the distance between the house and the school ranges from 2 to 25 km with a benchmark of around Rp. 200,000 - Rp. 700,000. Whereas for the analysis of adequacy is based on how many students are there with the number of existing fleets and area coverage. In addition, the purpose of the existence of school transportation services is to help students in terms of efficiency of arrival and return to and from school. So that in the management of school transportation services must have a good correlation between the 4 components that exist to create good service for students and guardians of students. Keywords : implementation, school transportation, community Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keselamatan, biaya, kecukupan, dan efisiensi dalam layanan transportasi berbasis paguyuban di SD Al Falah Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas; uji transferabilitas, uji depenabilitas, dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian terkait implementasi layanan transportasi sekolah berbasis paguyuban di SD Al Falah Surabaya menunjukkan bahwa, analisis faktor keselamatan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan layanan transportasi sekolah. Analisis faktor keselamatan meliputi faktor manusia, kendaraan, dan operasional. Faktor manusia menunjukkan bahwa sopir armada memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Sedangkan faktor kendaraan menunjukkan pentingnya melakukan pengecekan rutin terkait kondisi kendaraan. Faktor operasional berkenaan dengan perilaku siswa ketika di dalam mobil. Selain itu dalam layanan transportasi sekolah analisis biaya merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan. Patokan yang digunakan dalam menentukan besaran biaya adalah jarak rumah dengan sekolah berkisar 2-25 km dengan patokan iaya berkisar Rp 200.000 ? Rp 700.000. Sedangkan untuk analisis kecukupan didasarkan pada seberapa banyak jumlah siswa dengan jumlah armada yang ada dan cakupan wilayah. Selain itu tujuan dari adanya layanan transportasi sekolah adalah membantu siswa dalam hal efisiensi waktu kedatangan dan kepulangan ke dan dari sekolah. Sehingga dalam manajemen layanan transportasi sekolah harus memiliki korelasi yang baik diantara ke 4 komponen yang ada untuk mewujudkan pelayanan yang baik bagi siswa dan wali murid. Kata Kunci: implementasi, transportasi sekolah, paguyubanAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keselamatan, biaya, kecukupan, dan efisiensi dalam layanan transportasi berbasis paguyuban di SD Al Falah Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas; uji transferabilitas, uji depenabilitas, dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian terkait implementasi layanan transportasi sekolah berbasis paguyuban di SD Al Falah Surabaya menunjukkan bahwa, analisis faktor keselamatan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan layanan transportasi sekolah. Analisis faktor keselamatan meliputi faktor manusia, kendaraan, dan operasional. Faktor manusia menunjukkan bahwa sopir armada memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Sedangkan faktor kendaraan menunjukkan pentingnya melakukan pengecekan rutin terkait kondisi kendaraan. Faktor operasional berkenaan dengan perilaku siswa ketika di dalam mobil. Selain itu dalam layanan transportasi sekolah analisis biaya merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan. Patokan yang digunakan dalam menentukan besaran biaya adalah jarak rumah dengan sekolah berkisar 2-25 km dengan patokan iaya berkisar Rp 200.000 ? Rp 700.000. Sedangkan untuk analisis kecukupan didasarkan pada seberapa banyak jumlah siswa dengan jumlah armada yang ada dan cakupan wilayah. Selain itu tujuan dari adanya layanan transportasi sekolah adalah membantu siswa dalam hal efisiensi waktu kedatangan dan kepulangan ke dan dari sekolah. Sehingga dalam manajemen layanan transportasi sekolah harus memiliki korelasi yang baik diantara ke 4 komponen yang ada untuk mewujudkan pelayanan yang baik bagi siswa dan wali murid. Kata Kunci: implementasi, transportasi sekolah, paguyuban