cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Pemodelan Rute Optimal Berbasis SIG Terhadap Sistem Pengangkutan Sampah Kota Bandung dalam Mengantisipasi Pemanfaatan Rencana TPPAS Legok Nangka Satriandi Haratua; Byna Kameswara
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.44236

Abstract

Pengoperasian TPPAS Legok Nangka sebagai pengganti TPA Sarimukti mempengaruhi sistem pengangkutan sampah Kota Bandung yang wajib menggunakan SPA sebagai tempat transit bagi truk pengangkut sampah sebelum dilanjutkan ke TPA tujuan. Terdapat 2 lokasi SPA yang beroperasi yaitu SPA Gedebage dan SPA Leuwigajah. Pemodelan rute dilakukan berdasarkan 3 lokasi tujuan dari setiap model, yang diproses menggunakan analisis spasial berbasis jaringan menggunakan Network Analyst (NA). Penggunaan NA menghasilkan rute optimal yang memiliki jarak tempuh pendek serta waktu tempuh optimal pada masing-masing pemodelan rute. Pemodelan Rute 1 menunjukkan bahwa dari 82 rute yang dimodelkan terdapat beberapa rute yang belum optimal, sehingga rute tersebut diberikan alternatif berupa pemindahan TPS tujuan ke rute lain yang searah dan dengan jarak antar TPS tujuan 5 km. Hasil pemodelan ulang terhadap rute yang belum optimal pada Pemodelan 1 menghasilkan rute yang memiliki jarak dan waktu tempuh lebih singkat dibandingkan dengan model rute awal. Hasil rute pemodelan 2 dan 3 menunjukkan bahwa Model Rute 2-1 dan Model Rute 3-2 merupakan rute yang optimal untuk menuju ke masing-masing TPA tujuan. Penunjukan TPPAS  Legok Nangka sebagai TPA tujuan dinilai lebih baik bagi Kota Bandung karena memiliki jarak dan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan TPA Sarimukti.
Kajian Struktur Ruang Kecamatan Serengan Kota Surakarta Moh. Ali Ma'sum
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i1.42471

Abstract

Kecamatan Serengan sebagai salah satu kecamatan dengan penerapan sistem perkotaan di Kota Surakarta yang sudah terus mengalami perkembangan. Struktur ruang merupakan tatanan dari pusat pemukiman serta sistem sarana prasarana yang berguna dalam mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat dimana secara hierarki mempunyai hubungan fungsional. Karena hal tersebut maka penulis mengkaji penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui struktur ruang Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menerapkan pendekatan kuantitatif serta variabel penelitian ini berupa sarana prasarana yaitu fasilitas pelayanan masyarakat dan jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukankan bentuk struktur kecamatan Serengan mendekati konsep pola konsentris, dimana pusat perkembangan dan pertumbuhan berada di tengah-tengah kecamatan Serengan selain itu model struktur ruangnya yaitu multi nodal karena terdiri dari pusat, sub pusat serta pusat lainya.
Hidrogeomorfologi mataair pada peralihan antara Paleovulkan Gajah dan Menoreh di Pegunungan Kulonprogo Maulana Azkaa Salsabila; Suhadi Purwantara; Muhamad Ervin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i1.48832

Abstract

Kondisi geomorfologis merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap lokasi, persebaran, dan kondisi hidrologis mataair. Penelitian ini bertujuan; (1) menggambarkan pola distribusi spasial dan karakteristik mataair berbasis hidrogeomorfologi pada peralihan antara Paleovulkan Gajah dan Menoreh di Pegunungan Menoreh Kulonprogo, (2) mengidentifikasi karakteristik mataair pada peralihan antara Paleovulkan Gajah dan Menoreh di Pegunungan Kulonprogo. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif-survei. Pengumpulan data dilakukan secara random sampling pada masing-masing satuan unit geomorfologi. Teknik analisis data dibantu dengan analisis geostatistik dan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuklahan berperan dalam mengontrol lokasi keberadaan mataair. Pola distribusi spasial mataair di lokasi penelitian bertipe mengelompok. Pengelompokkan ini dikontrol oleh perpotongan topografi, struktur sesar, dan perpotongan hydraulic head pada cekungan airtanah. (2) karakteristik mataair dengan tipe pemunculan paling banyak adalah rheocrene. Rata-rata debit mataair termasuk pada kelas VI. Studi ini memberikan wawasan tentang hidrogeomorfologi Paleovulkan yang karakteristiknya sangat bergantung dari kondisi geomorfologis saat ini.
Analisis neraca airtanah Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku erik febriarta
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i1.46584

Abstract

Neraca airtanah merupakan kondisi pemanfaatan dengan ketersediaan airtanah. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung neraca sumber daya airtanah Kota Dobo yang berada di Pulau Wamar. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui ketersediaan air tanah dari sifat batuan dalam menyimpan dan meloloskan air tanah. Data yang digunakan antara lain curah hujan dari data sekunder, luas wilayah dari pehitungan keruangan dan faktor geologi daridata litologi. Analisis imbuhan (RC) air tanah dengan menggunakan data dari sifat kemampuan menyimpan air tanah terhadap luas wilayah dari imbuhan air hujan. Diketahui ketersediaan sumber daya air di Kota Dobo sebesar 30.849.053.309,7 m3/tahun. Perbandingan perhitungan pemanafaatan air yang dihitung antara lain rumah tangga (domestik), sekolah, kantor, tempat ibadah, industri, pertanian, peternakan, dan pemanfaatan air pariwisata dari data sekunder. Nilai total kebutuhan atau pemanfaatan di Kota Dobo sebesar 29.886.312,4 m3/tahun (0,1 % ketersediaan air), sehingga masih tersedia cadangan sebesar 30.819.166.997,3 m3/tahun (99,9%) yaitu bernilai surplus atau masih dapat mencukupi kebutuhan air bersih.
Pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat terhadap sampah rumah tangga di RW 06 percontohan pengurangan sampah Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat Shafira Adelia Pratiwi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i1.45099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah dan bentuk partisipasi masyarakat di RW 06 yang didaulat menjadi RW percontohan pengurangan sampah, sebagai bagian dari program SAMTAMA dalam melakukan pengelolaan sampah yang berbasis 3R. Penelitian ini dilakukan di RW 06 Percontohan, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RW 06 menerapkan tiga sistem pengelolaan sampah yaitu, pengelolaan sampah dengan tabungan bank sampah, mandiri dan produktif serta kumpul-angkut-buang. Masyarakat RW 06 sudah mulai berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara 3R, seperti dalam tahap perencanaan mengikuti kegiatan rapat pengelolaan sampah secara 3R, pada tahap pelaksanaan sudah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi sampah (3R), lalu pada tahap evaluasi masyarakat RW 06 sudah terlibat dalam pemantauan dan pemberian kritik/saran terhadap pengelolaan sampah secara 3R. Meskipun beberapa masyarakat sudah berpartisipasi untuk mengupayakan pengelolaan sampahnya secara 3R, sistem pengelolaan sampah masih dominan digunakan masyarakat RW 06 percontohan pengurangan sampah.
Pemetaan zona keterpaparan permukiman terhadap bencana tsunami (Studi kasus: Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon) Tasya Alifah Khansa; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i1.41102

Abstract

Kecamatan Ciwandan berlokasi di pesisir barat Kota Cilegon dan berpotensi terhadap bencana tsunami karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Selat Sunda. Permukiman adalah aset yang harus dijaga.  Oleh sebab itu, pemetaan zona keterpaparan permukiman terhadap bencana tsunami sangat diperlukan sebagai acuan untuk mitigasi bencana dan meminimalkan kerugian yang ditimbulkan dari bencana tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk memperkirakan tingkat keterpaparan permukiman terhadap bencana tsunami. Tingkat keterpaparan dapat dilihat melalui dua komponen, yaitu tingkat bahaya (hazard) dan element at risk. Tingkat bahaya tsunami dilihat berdasarkan jarak dari garis pantai, ketinggian daratan, kemiringan lereng dan jarak dari sungai. Sedangkan element at risk merupakan elemen yang terpapar bencana tsunami, dalam hal ini adalah permukiman. Pemetaan dilakukan menggunakan teknik overlay serta metode skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterpaparan permukiman di Kecamatan Ciwandan didominasi tingkat keterpaparan sedang seluas 3.05 km², kemudian untuk tingkat keterpaparan tinggi seluas 1.13 km² dan tingkat keterpaparan rendah 0.11 km².
Analisis Temporal Perubahan Garis Pantai Kedung Celeng Kabupaten Malang Tahun 1995-2021 Menggunakan Metode MNDWI (Modified Normalized Difference Water Index) ghairandi al abrar; mohammad rendra maghandi; muhammad hanif hasbulloh; Nina Nila Ziyana Cholidah; ferryati masithoh
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i2.46217

Abstract

Garis Pantai akan mengalami perubahan karena berbagai faktor, penelitian ini dilakukan di Pantai Kefung Celeng Kabupaten Malang dengan tujuan untuk untuk mengetahui perubahan garis pantai di Pantai Kedung Celeng  dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, serta untuk mengatahui faktor serta dampak yang terjadi akibat perubahan garis pantai di Pantai Kedung Celeng. Data yang digunakan pada peneltian ini adalah data primer dan skunder, data primer diperoleh degan melakukan survei lapangan secara terstris dan data skunder diperoleh dari citra satelit Landsat pada tahun 1995, 2005, 2015, dan 2021. Pengolahan citra dilakukan dengan menggunakan metode MNDWI (Modified Normalized Difference Water Index). Perhitungan MNDWI akan menghasilkan tiga hasil yaitu nilai positif air lebih besar daripada di NDWI karena menyerap lebih banyak cahaya SWIR daripada cahaya NIR. Hasil dari penelitian ini adalah Sekitar tahun 2000 hingga 2005 proses perubahan angin, arus laut kearah timur, membuahkan abrasi tebing bagian barat dan pengikisan karang pantai yang membuahkan garis pantainya berubah, bagian barat lebih menjorok dan bagian timur terdapat sedimentasi pasir, pada tahun 2015 telah mengalami banyak perubahan karena berbagai fenomena alam yang terjadi terus menerus, dan pada tahun 2021 garis pantai tidak terlalu jauh bebeda dari tahun 2015, namun terjadi sedimentasi pada bagian tengah pantai sehingga membuahkan kawasan pantai ini cenderung mengalami periubahan pada bagian tengah saja.
Pengembangan Tas Siaga Bencana Berbasis Kearifan Lokal Yogyakarta Sebagai Upaya Membangun Kesiapsiagaan Bencana Bagi Masyarakat Laila Fatmawati; Vera Yuli Erviana; Dholina Inang Pambudi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i2.47118

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya potensi ancaman bencana dan kerentanan tinggi di  wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan bencana, masih perlu dikembangkan tas siaga bencana berbasis kearifan lokal Yogyakarta sebagai upaya membangun kesiapsiagaan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) untuk mengembangkan tas siaga bencana (Tasina) berbasis kearifan local Yogyakarta, 2) untuk menganalisis kualitas pengembangan tas siaga bencana (Tasina) berbasis kearifan lokal Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dan  pengembangan (RD) menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahun pertama hanya meliputi 3 tahap yaitu analysis, design, dan development. Prototype tas siaga bencana (TASINA) telah dikembangkan dengan kualitas sangat baik. Perlu ada perbaikan di beberapa bagian TASINA dan penambahan kelengkapan isi TASINA yang membantu dalam bertahan hidup selama belum adanya bantuan datang.
Analisis tingkat kerawanan banjir Kota Bogor menggunakan metode overlay dan scoring berbasis sistem informasi geografis Rahmat Al Fauzi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i2.48017

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu administrasi kota yang dikenal dengan sebutan “Kota Hujan”. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat Kota Bogor mendapatkan julukan tersebut. Karena curah hujan yang tinggi Kota Bogor mengalami bencana salah satunya adalah bencana banjir. Selain faktor curah hujan, terdapat faktor lainnya seperti kemiringan lereng, ketinggian lahan, jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan dan kerapatan sungai menjadi parameter yang digunakan untuk penelitian tingkat kerawanan banjir. Penelitian ini dilakukan dengan metode overlay dan scoring dari parameter yang ada. Setiap parameter dilakukan proses scoring dan pemberian nilai bobot sesuai dengan klasifikasinya masing-masing. Skor dan bobot dikalikan untuk mendapatkan nilai total dari setiap parameter. Setelah nilai total diperoleh dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.5. Software ini berbasis komputer yang artinya memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memberikan informasi terkait daerah rawan banjir dalam bentuk digital. Hasil akhir dari penelitian berupa peta rawan banjir dengan luas wilayah yang termasuk ke dalam kategori sangat rawan (46.311 Km2), kategori rawan (45.894 Km2), kategori cukup rawan (15.848 Km2), kategori tidak rawan (4.038 Km2). Curah hujan menjadi parameter dominan yang menyebabkan terjadinya banjir di Kota Bogor. Walaupun memiliki bobot yang lebih kecil dari jenis tanah dan kemiringan lereng namun seluruh wilayah di Kota Bogor memiliki intensitas curah hujan yang sangat tinggi sebesar 3000 mm/tahun. Peta yang dihasilkan dapat memberikan informasi tentang daerah yang rawan akan banjir karena memiliki tingkat validitas yang cukup akurat sebesar 86% dari 36 titik sampel validasi.
Pemodelan spasial untuk tingkat kesesuaian habitat Surili Jawa (Presbytis comate fredericae Sody, 1930) di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) Andy Nugroho
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v20i2.51818

Abstract

Surili Jawa (Presbytis comate fredericae Sody, 1930) merupakan salah satu primata endemik yang dapat ditemui di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb). Habitat Surili Jawa terus mengalami tekanan dan gangguan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan aktivitas manusia. Sebagai bentuk tindakan konservasi, maka diperlukan informasi spasial mengenai persebaran habitat Surili Jawa melalui data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk membuat model spasial kesesuaian habitat Surili Jawa di kawasan TNGMb melalui data Penginderaan Jauh dan SIG. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode species distribution modelling (SDM) dengan Maximum Entropy (Maxent). Variabel yang digunakan adalah data kehadiran, tutupan lahan, kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, ketinggian tempat, jarak dari jalur pendakian, dan jarak dari tepi hutan. Hasil penelitian menunjukan luas wilayah yang sesuai untuk habitat Surili Jawa adalah 960,48 ha. Evaluasi kinerja model menunjukan akurasi nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,887 dengan kategori baik. Hasil uji Jackknife menunjukan variabel yang memiliki kontribusi tinggi adalah jarak dari jalur pendakian, tutupan lahan, ketinggian tempat, dan kerapatan vegetasi.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue