cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Kajian Kawasan Permukiman Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Setyaningrum, Agustina; Masduqi, Edy; Prasetiyowati, Sri Haryanti; Widyaputra, Primanda Kiky; Setyorini, Heny Budi
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.59164

Abstract

Permukiman Pantai Samas berpotensi dipengaruhi oleh berbagai aktivitas masyarakat antara lain aktivitas pariwisata, pertanian dan perikanan. Kondisi permukiman menjadi sangat dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk melakukan penilaian kondisi kawasan permukiman pesisir di wilayah Pantai Samas dan 2) untuk menyusun rekomendasi penanganan kawasan permukiman Pantai Samas. Data primer dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan survey lapangan dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kajian serupa sebelumnya yang sudah dilakukan. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua wilayah RT masuk kedalam kategori kumuh. Terdapat tiga RT yang masuk dalam kategori kumuh rendah, dengan nilai yang cukup rendah. Permasalahan utama penyebab kekumuhan adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak, tidak adanya saluran drainase dan belum adanya sistem hidran umum sebagai mitigasi kebakaran. Rekomendasi penangan rendah untuk melakukan perbaikan jalan lingkungan dan pembangunan saluran drainase dan sistem hidran umum.
Pemodelan spasial prediksi curah hujan melalui metode inverse distance weighting di wilayah Sumatera Barat tahun 2026 Karimah, Rizkia Zulal; Azzahmi, Zein Zidan; Prasetya, Arif Dwi; Apsari, Arin Nanda Dila; Fatah, Faithfulloh; Azziz, Khafidh Nur
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.68239

Abstract

Sumatera Barat memiliki tipe curah hujan (CH) ekuatorial yang dipengaruhi oleh keberadaan angin monsun barat laut dan tenggara.  Berdasarkan data intensitas CH tahunan pada tahun 2019 dan 2022, diketahui bahwa wilayah Sumatera Barat memiliki distribusi kelas CH yang variatif dengan kelas sedang hingga ekstrim. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proyeksi intensitas hujan tahunan pada tahun 2026 di Sumatera Barat, dengan menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) untuk mengetahui distribusi spasialnya (wilayah). Hasil dari proyeksi intesitas CH tahunan pada tahun 2026 ini kemudian digunakan dalam menganalisis upaya-upaya mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Sumatera Barat.
Kajian migrasi dan keterkaitannya dengan sektor unggulan di Kota Batam Aminah, Nabila Zahra Nur
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.66804

Abstract

Kota Batam menjadi daerah tujuan migrasi oleh penduduk sejak tahun 1970an hingga saat ini. Hal ini dibuktikan dengan data statistik yang menunjukkan tren peningkatan migran. Saat ini Kota Batam terus berkembang salah satu nya dalam aspek ekonomi. Seiring dengan perkembangan ekonomi, dapat diketahui sektor unggulan Kota Batam. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui faktor pendorong dan faktor penarik migrasi, (2) menganalisis keterkaitan antara migrasi dengan sektor unggulan di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap masyarakat migran dan beberapa instansi pemerintah Kota Batam. Hasil menunjukkan bahwa faktor pendorong migrasi yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah asal yang terbatas, pendapatan lebih rendah di daerah asal, budaya merantau, kondisi pendidikan di daerah asal yang kurang sesuai dengan keinginan migran, serta ketersediaan transportasi menuju Kota Batam. Faktor penarik migrasi berupa tersedianya lapangan pekerjaan yang beragam, penghasilan di Batam lebih tinggi daripada di daerah asal, serta keberadaan keluarga di Batam. Seluruh informan migran tidak mengetahui sektor unggulan per kecamatan di Kota Batam, akan tetapi sebagian besar yang memiliki informasi bahwa Batam sebagai kota industri.
Analisis Perbedaan Karakteristik Geomorfologi: Studi Kasus Pesisir Ampenan, Kota Mataram dan Desa Sekotong Barat, Lombok Barat Robbani, Fida Fahmi; Puna, Salvina Herawaty; Lestariningsih, Wiwid Andriyani; Larasati, Chandrika Eka
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.69715

Abstract

Pulau Lombok merupakan pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Karakteristik dan kondisi bentuk lahan di Pulau Lombok tidak terlepas dari berbagai faktor, salah satunya adalah faktor geomorfologi. Analisis kondisi geomorfologi suatu wilayah dapat dilakukan melalui pendekatan secara lansung berupa observasi wilayah, serta pemanfaatan sistem penginderaan jarak jauh atau remote sensing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kondisi geomorfologi daerah pesisir Ampenan, Kota Mataram dan pesisir Desa Sekotong Barat, Lombok Barat. Penelitian ini mencakup data sekunder dan data primer. Pengambilan data primer meliputi observasi lapangan. Data sekunder didapatkan dengan memanfaatkan citra penginderaan jarak jauh dari data model elevasi digital (DEM). Analisis karakteristik geomorfologi dilakukan berdasarkan aspek morfografi, morfometri, dan morfogenesis. Daerah pesisir Ampenan memiliki bentuk topografi cenderung landai dengan elevasi berkisar 6-10 m yang termasuk dalam lokasi strategis untuk pemukiman. Sedangkan, tebing-tebing didaerah pesisir pantai sekotong memiliki elevasi berkisar 100-250 m dengan tingkat kecuraman yang terjal, sehingga pada beberapa titik lokasi sering terjadi erosi atau tanah longsor. Daerah pesisir Ampenan termasuk kedalam daerah bentukan asal marine dan antropogenik. Pada Desa Sekotong Barat, ditemukan beberapa bentuk lahan pada daerah pesisir yaitu struktural, marine, dan antropogenik.
Kawasan Danau Tektovulkanik Ranau sebagai Sumber Belajar Geografi pada Pembelajaran Berdiferensiasi di SMA dalam Mendukung Kurikulum Merdeka Safarudin, Nur Rohmad; Utaya, Sugeng; Bachri, Syamsul; Mutia, Tuti; Fahmi, Muhammad Rizieq
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.60372

Abstract

Kurikulum merdeka identitik dengan pembelajaran yang berdiferensiasi. Dalam rangka menciptakan pembelajaran Geografi sesuai kurikulum merdeka, diperlukan penyediaan sumber belajar dan perangkat ajar yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Danau Ranau dengan segala kompleksitas fisiknya, berpotensi untuk dijadikan sumber belajar pada pembelajaran Geografi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi kawasan Danau Ranau sebagai sumber belajar Geografi dalam menciptakan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dari observasi lapangan dan data sekunder dari literatur ilmiah. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menggambarkan potensi kawasan Danau Ranau sebagai sumber belajar Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Danau Ranau memiliki kajian dari segi fisik, social, maupun interaksi antar keduanya yang dapat dijadikan sebagai objek kajian Geografi. Kompleksnya objek kajian di kawasan Danau Ranau memberikan peluang guru untuk memodifikasi materi dalam rangka menciptakan pembelajaran berdiferensiasi.
Pemetaan Tematik Batas Wilayah RT di Kawasan Kampung Berendam Tanjungriau, Kota Batam Roziqin, Arif; Widi Pratama, Rizki Widi; Gustin, Oktavianto; Sari, Diyan Rahma; Farhayati, Diah Dwi Putri; Dewi, Nanda Rahma Setia; Zibrael, Muhammad Taro; Raya, Fitra Kurnia; Mulia, Yogi Fahda; Erwin, Afifah Khairunnisa Erwin; Sunggu, Feni Indriani Ani Ompu; Samaloysa, Evitri Pirwanti; Manullang, Labora; Ibrahim, Ibrahim
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.72528

Abstract

Ketersediaan data geospasial batas RT di Indonesia sampai saat ini masih sangat terbatas, disebabkan oleh terkendala sumberdaya manusia dalam memetakan batas RT. Kampung Berendam merupakan salah satu kampung tua yang berlokasi di Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan belum memiliki batas RT.  Dalam penggambilan data batas wilayah RT menggunakan Drone DJI Phantom 4 RTK, untuk mendapatkan hasil foto udara wilayah Kampung Berendam. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan batas wilayah RT dan menentukan batas administrasi berdasarkan informasi di lapangan yang kemudian dipetakan sesuai dengan kaidah-kaidah kartografis. Metode yang digunakan di dalam pemetaan batas rukun tetangga (RT) adalah dengan menggunakan metode partisipatif, yaitu suatu metode berdasarkan dari informasi masyarakat setempat dalam menentukan batas wilayah. Batas rukun tetangga (RT) ini sangat penting untuk menciptakan tertib adminitrasi, dan meminimalisir terjadinya konflik. Hasil dari penelitian ini adalah Peta Batas Wilayah RT Kampung Berendam, Tanjungriau, Kota Batam, yaitu terdapat 4 batas wilayah RT, yaitu RT 03, RT 04, RT 05, RT 06, yang berada di kawasan RW 01.
Perkembangan Lahan Terbangun Kota Pekanbaru Tahun 2000-2020 Almegi, Almegi; Fatmawati, Fatmawati
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.65372

Abstract

This research aims describe the development of built-up area and identify trends the development of built-up area in Pekanbaru City in 2000-2020. The approach in research is descriptive quantitative with stages of temporal landsat image interpretation, field verification, and spatial analysis. The study population is the entire pixel data in satellite imagery with sampling techniques for the image interpretation process. Supervised classification is used in the interpretation process, kappa index with 22 sample points is used to test the accuracy of the interpretation results, and map overlays are used in spatial analysis. The results of the analysis show that in the last two decades (2000-2020) the built-up area in Pekanbaru City increased by 13,45% (85,99 km2) with an average increase of 0.67% (4,30 km2) annually. Spatially, the distribution of development of built up area is unevenly, but forms a patterns and directions that tends to be the same, namely the pattern of spreading from the city center to the fringe area with development trends in the south and southwest following the main road route.
Kerawanan Gelombang Pasang terhadap Penggunaan Lahan di Kawasan Wisata Pantai Sepanjang-Drini, Pesisir Selatan Kabupaten Gunungkidul Prabawa, Bayu Argadyanto; Wahyuhana, Ratika Tulus; Fatchurohman, Hendy
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.72493

Abstract

Gunungkidul Regional Spatial Plan states that Sepanjang and Drini Beach are designated areas for tourism zone, even Drini Beach is included in the development of a Fish Landing Base in Gunungkidul. The fact is that the Sepanjang-Drini coastal area is one of the susceptible area to storm tide that occur repeatedly every year. This research aims to study the land use susceptibility in the  Sepanjang-Pantai Drini coastal area based on the storm tide model. Tidal wave analysis conducted by modeling inundation caused by run-up height of tidal waves scenario, that overlayed with land use map. The susceptible area to tidal waves based on 2.99 meter wave height scenario in the Sepanjang Coast to Drini Beach is 4.82 hectares. The land use that mostly affected by tidal waves is an open area land use of sand beach. Stalls are the ones most susceptible building to tidal waves, where there are at least 130 units located in tidal waves susceptible area.
ANALISIS SATUAN KEMAMPUAN LAHAN UNTUK EVALUASI PARIWISATADI KAWASAN RAWAN BENCANA KAPANEWON CANGKRINGAN Pulungan, Widya Annisa Fitri; Permatasari, Afrinia Lisditya
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.61068

Abstract

Implementation of spatial planning in an area is planned based on the physical condition of the environment. Kapanewon Cangkringan has tourism potential to be developed as a disaster mitigation-based tourism area which is used as a tourist center as well as education. Along with the rapid pace of development and the increasing number of tourists due to tourism activities, threats to natural resources and ecosystems are also increasing, so it is necessary to analyze land capability in Kapanewon Cangkringan. The methods used in this research are spatial data analysis (overlay), scoring and qualitative descriptive analysis. The purpose of this study is to determine the level of land capability and to determine the level of land capability and to determine the relationship between land capability and evaluation of tourism in disaster-prone areas in Kapanewon Cangkringan. The results obtained were Kapanewon Cangkringan divided into four land capability classes namely Low, Medium, Moderately High and Very High Development Capability classes with the most dominant development capability class being the Very High Development Capability Class. The link between land capability and evaluation of tourism in disaster-prone areas is that four out of fifteen tourist objects were identified as not in accordance with the level of land capability that had been analyzed. This is because, some of these tourist sites are in areas with low levels of development that should not be developed as tourism areas.
Kajian dan prediksi perubahan Tutupan Lahan menggunakan Cellular Automata-Markov Chain di Kota Unaaha Aldiansyah, Septianto; Supriatna, Supriatna
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i1.52278

Abstract

Kota Unaaha memiliki letak yang strategis karena berada di jalan lintas provinsi, pusat kegiatan ekonomi, hingga industri. Pertumbuhan ekonomi cukup pesat dibanding wilayah lain di Kabupaten Konawe sehingga dapat menyebabkan konversi lahan dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di Kota Unaaha dari tahun 2006-2021 dan memprediksi tutupan lahan pada tahun 2036. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Cellular Automata Markov Chain untuk memprediksi perubahan tutupan lahan tahun 2036. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tutupan lahan permukiman dan daerah pertanian terus meningkat, sedangkan perairan, lahan terbuka dan daerah bervegetasi mengalami penurunan. Pada tahun 2036, kawasan permukiman dan pertanian akan bertambah masing-masing hingga seluas 1.279,42 ha dan 1074,14. Perubahan ini sejalan dengan rencana tata ruang Kota Unaaha sebagai Kota Agropolitan khususnya pada tutupan lahan daerah pertanian, namun cenderung menyimpang pada kawasan permukiman. Perencanaan tata ruang perlu untuk ditindaklanjuti untuk agar kota dapat lebih berkelanjutan di masa depan.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue