cover
Contact Name
Noblana Adib
Contact Email
edugamaiainbabel@gmail.com
Phone
+6282282246509
Journal Mail Official
edugamaiainbabel@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Petaling Km.13 Kelurahan Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 33173
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 25988115     EISSN : 26140217     DOI : https://doi.org/10.32923/
Core Subject :
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, is published twice a year by the Graduate Program IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Focus and Scope This journal departs from philosophy of Religious Education, which aims at becoming contain ideas, research results in educational, social and religious.
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Artificial Intelligence sebagai Pusat Sumber Belajar: Apa Implikasinya bagi Kualitas Pendidikan? Mochammad Noor Dwicahyo; Annida Afifah; Muhammad Fajar Firdaus
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.4899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara lebih mendalam tentang AI yang digunakan sebagai sumber belajar di sekolah. Selain itu, penelitian ini juga akan mengupas secara komprehensif bagaimana implikasi AI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research). Peneliti melakukan pencarian secara komprehensif melalui database akademik seperti Sciencedirect, Google Scholar, Scopus, dan sumber jurnal pendidikan lainnya yang bereputasi dan dinyatakan kredibel untuk mendapatkan literatur yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) AI dapat digunakan sebagai pusat sumber belajar bagi siswa dengan catatan diawasi langsung oleh pendidik; 2) AI berimplikasi terhadap kualitas pendidikan dikarenakan AI memiliki segudang potensi yang dapat membuat peningkatan terhadap kinerja akademik peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan di lembaga pendidikan.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Komparatif antara Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Ocean dan Kanzul Lughah di Tulungrejo, Pare, Kediri) Zaprulkhan Zaprulkhan; Ratna Dewi
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.5048

Abstract

Bahasa Arab telah menjadi salah satu bahasa internasional yang banyak digunakan orang, terutama umat Islam. Dalam konteks Indonesia, tidak begitu banyak yang berhasil menguasai keterampilan berbahasa dengan lancar sebagaimana lazimnya digunakan orang-orang Arab secara resmi. Begitu pula, walaupun sudah ada berbagai institusi pendidikan bahasa Arab yang mengajarkan bahasa Arab, baik secara formal maupun informal, tapi masih sedikit di antara lembaga tersebut yang mampu menjadikan para peserta didiknya menguasai keterampilan berbahasa Arab dengan lancar dan mudah. Di antara lembaga pendidikan bahasa Arab informal yang berhasil menciptakan peserta didiknya terampil dalam berbicara bahasa Arab dengan lancar, mudah, dan fasih adalah Lembaga pendidikan bahasa Arab Ocean dan Kanzul Lughah di Tulungrejo, Pare, Kediri. Mayoritas siswa yang belajar di Ocean dan Kanzul Lughah selama dua sampai tiga bulan hampir dapat dipastikan akan mampu berbicara bahasa Arab dengan mudah dan lancar. Karena itu, artikel ini mengeksplorasi metode pembelajaran bahasa Arab di lembaga Ocean dan Kanzul Lughah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menekankan studi kasus dimana peneliti melakukan observasi, wawancara mendalam, dan diperkaya dengan analisis terhadap sumber-sumber tekstual.
Fenomena Anggota Majelis Taklim Nurul Iman Desa Agung Koto Iman Antara Sorotan Media Sosial Atau Motivasi Belajar Agama Nabila Yaltavera
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.5112

Abstract

Fenomena keagamaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media sosial. Majelis Taklim sebagai salah satu sarana pendidikan agama informal tidak hanya menjadi wadah untuk menimba ilmu agama, tetapi juga sebagai wadah untuk menunjukkan jati diri keagamaan di ruang digital. Penelitian ini difokuskan pada fenomena anggota Majelis Taklim Nurul Iman di Desa Agung Koto Iman, khususnya untuk mengetahui motivasi keikutsertaan mereka, apakah lebih dipengaruhi oleh sorotan media sosial atau dorongan internal untuk mempelajari agama. Permasalahan utama yang diteliti adalah adanya indikasi bahwa sebagian anggota Majelis Taklim tampak terdorong oleh kebutuhan akan pengakuan sosial di media sosial, sementara sebagian lainnya menunjukkan niat yang sungguh-sungguh untuk memperdalam pemahaman agama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap beberapa anggota Majelis Taklim. Analisis data dilakukan dengan metode tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang mencerminkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian anggota menggunakan media sosial untuk menunjukkan aktivitas keagamaannya, sebagian besar tetap memiliki motivasi utama untuk mempelajari agama. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media sosial memengaruhi cara orang mengekspresikan identitas keagamaan mereka dan bagaimana majelis taklim berfungsi sebagai sarana pengembangan spiritual sekaligus alat eksistensi di era digital. Temuan ini memiliki implikasi untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika motivasi dalam praktik keagamaan di masyarakat modern.
Aktor, Proses, dan Saluran Komunikasi Politik Mahmud Yunus Daulay
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.5330

Abstract

Dalam aktivitas komunikasi politik di peroleh yaitu aktor, proses dan saluran komunikasi, maka jika dikaitkan dengan pendapat Laswell di atas, judul tersebut terkait dengan Who dan in which channel yang kemudian di dalamnya ada proses. Ketiga unsur komunikasi ini (aktor, proses dan saluran) merupakan unsur yang sangat urgen atau penting dalam kegiatan atau aktivitas politik. Tujuan penelitian ini yaitu melihat perkembangan perpolitikan khususunya di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring berkembang dan semakin maju nya teknologi informasi yang kemudian dijadikan sebagai saluran dalam politik maka penggunaan saluran informasi secara digital juga semakin massif. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research). Peneliti mendapatkan data dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi kegiatan yang berkaitan dengan actor, proses dan saluran politik. Oleh sebab itu menjadi sesuatu yang harus diperhatikan serius agar komunikasi politik bisa berjalan sesuai dengan keinginan alias efektif. Dengan demikian di bagian selanjutnya penulis menyajikan tentang ketiga unsur tersebut dengan sistematika penyajian dengan terlebih dahulu menyajikan aktor komunikasi politik, proses komunikasi Politik, dan saluran komunikasi Politik.
Kebenaran Pragmatik dalam Perspektif Islam: Analisis Aksiologik Terhadap Nilai dan Etika Kehidupan Sosial Mesi Rawanita; Warul Walidin
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i2.5452

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep kebenaran pragmatik dari perspektif Islam melalui pendekatan aksiologi. Dalam Islam, kebenaran tidak hanya dinilai dari kesesuaiannya dengan fakta, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan manfaat sosial yang ditimbulkan. Konsep ini dibandingkan dengan filsafat pragmatisme Barat yang memprioritaskan utilitas praktis kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur terhadap Al-Qur'an, Hadis, serta karya para filsuf Islam dan pemikir pragmatik seperti Peirce, James, dan Dewey. Studi ini menemukan bahwa Islam menekankan dimensi moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam menilai kebenaran, sehingga memperluas pemahaman pragmatik dengan perspektif spiritual. Artikel ini merekomendasikan pendekatan integratif antara nilai pragmatik dan aksiologi Islam untuk memecahkan tantangan sosial kontemporer, termasuk dalam bidang politik, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan menekankan keadilan, transparansi, dan etika dalam implementasinya, Islam dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan adil.
Pengembangan Modul Doda Idi Berbahasa Aceh: Pendamping PPRA di Madrasah Aliyah Berbasis Kearifan Lokal Mesi Rawanita; Zulfatmi Zulfatmi; Hayati Hayati
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.5457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis syair tradisional Doda Idi sebagai pendamping dalam pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (PPRA) di Madrasah Aliyah. Doda Idi, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal Aceh, memuat nilai-nilai karakter seperti religiusitas, kasih sayang, tanggung jawab, dan nasionalisme, yang relevan dengan tujuan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE, studi ini memfokuskan pada tahap analisis kebutuhan yang melibatkan wawancara dengan guru, siswa, dan kepala sekolah di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Sinabang. Hasil analisis menunjukkan belum tersedianya modul kontekstual yang mengintegrasikan Doda Idi dalam pembelajaran PPRA, serta tingginya kebutuhan dari pihak sekolah, guru, dan siswa terhadap bahan ajar berbasis budaya lokal. Modul ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pelestarian budaya Aceh sekaligus memperkuat pendidikan karakter di madrasah melalui pendekatan konstruktivis yang kontekstual dan bermakna.
Hubungan Interaksi Teman Sebaya Dengan Hasil Belajar IPS Di SMPN 03 Pontianak Arjun Wahyudi
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i2.5693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi teman sebaya dengan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 03 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peserta didik kelas VIIc sampai VIIi dari total populasi 217 peserta didik. Data interaksi teman sebaya dikumpulkan melalui angket kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki tingkat interaksi yang moderat (65,71%), diikuti tingkat tinggi (20,71%), dan rendah (10%). Hasil belajar peserta didik diukur berdasarkan nilai Ulangan Harian Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) 80. Melalui uji korelasi Spearman, ditemukan adanya hubungan negatif yang signifikan (koefisien -0,529) antara interaksi teman sebaya dengan hasil belajar, menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas interaksi teman sebaya, semakin rendah pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun interaksi teman sebaya penting bagi perkembangan sosial-emosional peserta didik, interaksi yang tidak diarahkan pada aktivitas pembelajaran dapat mengalihkan fokus dan berdampak negatif pada hasil belajar peserta didik.
Telaah Hadis Tentang Hilangnya Ilmu dan Munculnya Kebodohan (HR. Bukhari No. 80) Sebagai Upaya Revitalisasi Pendidikan Islam Amir Abdul Aziz
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i1.5794

Abstract

Fenomena yang dialami pendidikan Islam era modern, yakni: problematik moral, digitalisasi dan merajalelanya maksiat dan kebodohan, mengindikasikan persoalan yang akan dialami pendidikan Islam sesuai hadis Rasulullah Saw (HR. Bukhari No. 80). Tujuan penelitian ini membahas hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari No. 80, yang menjelaskan tanda-tanda akhir zaman, seperti hilangnya ilmu dan munculnya kebodohan, serta menghubungkannya dengan pendidikan Islam sebagai upaya revitalisasi intelektual masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi literatur (library research), dengan teknik analisis deskriptif teks hadis, telaah kitab, dan situasi terkini dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa hilangnya ilmu dan munculnya kebodohan disebabkan sistem pendidikan Islam yang menarik garis batas tegas antara ilmu agama dan ilmu umum, degradasi moral dan lunturnya penghayatan tauhid. Upaya revitalisasi pendidikan Islam bisa dengan menghidupkan kembali keselarasan hadis dengan ilmu umum, menghidupkan etos inovasi, profesional dan dedikasi, menyesuaikan keselarasan nilai-nilai hadis dan kebutuhan pembelajar, serta penghayatan tauhid yang mendalam.
Pola Interaksi Sosial Antara Siswa Muslim dan Non-Muslim dalam Perspektif Al-Qur’an Ratna Dewi
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2026): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/egfgmk15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial antara siswa Muslim dan Non-Muslim di lingkungan pendidikan di SMP Negeri 1 Merawang, dengan meninjau bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi landasan dalam membentuk interaksi yang harmonis, toleran, dan saling menghormati. Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman yang ada di sekolah-sekolah multikultural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus pada sekolah yang memiliki keberagaman agama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini kajian menunjukkan: “adanya kerjasama yang positif,  Sikap saling menghormati hak beribadah, perilaku lemah lembut dan sopan santun, dan tolong-menolong menjadi implementasi nyata dalam interaksi antar siswa”. Adapun Prinsip-prinsip interaksi social dengan non muslim dalam persefektif Al-Qur’an  seperti: ta‘āruf (saling mengenal), al-birr (berbuat baik), al-‘adl (keadilan), dan suluk salīm (etika sosial) menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan harmonis tanpa diskriminasi agama”. Sedangkan non muslim dalam persefektif Al-Qur’an meliputi: “Al-Qur’an juga mengakui keberagaman agama dan mengatur interaksi dengan non-Muslim, khususnya Ahlul Kitab: yahudi dan nasrani, dengan prinsip keadilan dan penghormatan selama tidak ada permusuhan” sehingga Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam hubungan sosial yang baik, penghormatan terhadap ibadah, dan empati antar siswa berlatar belakang agama berbeda. Secara keseluruhan, Al-Qur’an memberikan pedoman bagi umat Muslim dalam membangun interaksi sosial yang harmonis, toleran, dan penuh kasih sayang dalam lingkungan pendidikan multikultural.  
Adab Menuntut Ilmu Menurut Kh. Hasyim Asyari dalam Kitab Adab Al-‘Ālim Wa Al-Muta‘Allim Moh. Ali Musyafa'; Basuki
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2026): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/yf54rq70

Abstract

Proses pembelajaran merupakan hubungan timbal balik antara guru dan murid” yang menuntut keduanya untuk menjunjung tinggi adab dalam setiap interaksinya. Artikel ini akan menjelaskan adab murid ketika mengikuti pembelajaran menurut pemikiran KH. Hasyim Asyari. “Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan” dengan memanfaatkan sumber primer kitab Adab Al-‘Ālim Wa Al-Muta‘Allim buah tangan KH. Hasyim Asyari. Dengan menggunakan konten analisis penelitian ini telah menemukan empat pemikiran KH. Hasyim Asyari tentang adab menuntut ilmu yaitu: (1) Murid harus membersihkan diri dari iri dengki dan akhlak yang jelek; (2) Murid harus meluruskan Niat; (3) Murid harus menjaga kehati-hatian dalam halal–haram; dan (4) Murid harus menjauhi banyak bergaul dan main-main. Empat adab tersebut merupakan keniscayaan yang harus dimiliki oleh murid agar mendapat ilmu yang berkembang, bermanfaat dan berkah.