cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
EVALUASI PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT MAJU JAYA DI KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN BOJONEGORO ACHMAD AMIRULLAH, NUR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Undang - Undang No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan, maka instrumen penunjang pemberant asan buta aksara melalui Pendidikan Non Formal (PNF) melalui program budaya baca dan pembinaan perpustakaan adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Maju Jaya sebagai salah satu pendidikan non formal. Pemerin tahan Kabupaten Bojonegoro menjadikan sasaran dan arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro 2013/2018 guna mendukung progam pembangunan sumber daya manusia serta mengentaskan buta aksara di kabupaten bojonegoro.penelitian ini yaitu mengetahui upaya,kendal - ken dala dan solusi pengelola Taman Bacaan Masyarakat dalam meningkatkan minat baca masyarakat Evaluasi program yang digunakan dalam penelitian evaluasi layanan taman bacaan masyarakat adalah model evaluasi CSE - UCLA penelitian ini layanan taman bacaan ma syarakat dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat di sekitar desa Kandangan kecamatan Trucuk kabupaten Bojonegoro Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif .hasil evalusi layanan taman bacaan Upaya yang telah dilakukan pengelola taman bacaan masy arakat mengelompokkan masyarakat menjadi beberapa kelompok sesuai dengan materi dan mendiskusikan hasil dari buku yang dibaca sehingga memudahkan mereka untuk mengerti dan memahami kendala – kendala dalam pelaksanan program ruang atau tempat untuk menyimpan buku ini menjadi salah satu faktor yang menjadikan suatu TBM Maju Jaya kurang maksimal .Solusi dalam menghadapi kendala – kendala upaya kegiatan berbagai upaya seprti halnya usaha produktif dan melakukan agar Taman bacaan masyarakat menjadi tem pat yang menyenangkan pada masyarakat dengan kata lain memasyarakatkan Taman Bacaan masyarakat. Kata kunci : Minat baca,Evaluasi program taman bacaan masyarakat Abstract Based on act No. 20 year 2003 concerning education, so the supporting instrument of illiterate eradication through non - formal education by learning culture program and library development was community reading corner (TBM) through Maju Jaya Community Reading Corner as a one of non - formal education. Bojonegoro District decide the direction and object development 2013/2018 to support human resources development program as well as illiterate eradication on Bojonegoro District. The aim of this research was to determine the efforts, problems, and solutions of community reading cor ner I improve societys reading interest. Program evaluation that applied in this research was CSE - UCLA evaluation model. The problem formulation of this research was how Community Reading Corner in the effort to improve communitys reading interest around of Kandangan village, Trucuk sub - District, Bojonegoro District by applied descriptive quantitative research approach. Evaluation result toward Community Reading Corner management were grouping community become several groups based on the matter and discuss the result of the book that read which facilitate the, to understand and comprehend. The problems in program implementation was space or books storage become one of factors that make Maju Jaya Community Reading Corner not optimal. Solutions in solv ing the problems was productive efforts and make the Community Reading Corner as a pleasant place in other words to popularize Community Reading Corner. Keywords : R eading interest, Community Reading Comer program evaluation
PENGEMBANGAN MEDIA SLIDE POWERPOINT TENTANG MATERI MENGIDENTIFIKASI BERBAGAI PENYAKIT SOSIAL SEBAGAI AKIBAT PENYIMPANGAN SOSIAL DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT PADA BIDANG STUDI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUNJANG BIN ADHISETIAWAN, HERU
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi berkembang sangat pesat dan memberikan dampak besar disemua aspek. Diantaranya dunia pendidikan, dampak tersebut salah satunya adalah penggunaan berbagai multimedia dalam kegiatan belajar mengajar. Tetapi proses pembelajaran di SMP N 2 Kunjang pada mata pelajaran IPS media yang ada terbatas yaitu media cetak saja, sehingga kurang menarik minat belajar siswa. Berdasarkan masalah yang telah dijabarkan, pengembang memberikan solusi dengan perlu adanya penyegaran dalam penggunaan media pembelajaran dengan mengembangkan media slide powerpoint pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media slide powerpoint. Dengan menggunakan model yang terdapat dalam Warsita. Metode yang digunakan adalah metode angket dan wawancara. Dari hasil uji lapangan dapat diketahui prosentasi keberhasilan dan kelayakan pengembangan media slide powerpoint. Model yang digunakan pada pengembangan ini diadaptasi dari pedoman pengembangan program video pustekom yang terdapat dalam Warsita (2008:227). Model ini dipilih karena tahapan-tahapan dalam model pengembangan tersebut sederhana dan mudah dilaksanakan dalam penelitian di lapangan, dan urutan setiap tahapan tersusun secara sistematissehingga dalam pelaksanaan pengembangan setiap langkah dapat terkontrol dengan baik dan dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Dari hasil uji coba yang dilakukan secara keseluruhan diperoleh hasil penilaian dari ahli materi I dengan kategori baik sekali, ahli materi II dengan kategori baik sekali, ahli media I dengan kategori baik, ahli media II dengan kategori baik sekali. Sedangkan uji coba perseorangan dengan kategori baik sekali, uji coba kelompok kecil dengan kategori baik sekali, untuk uji coba lapangan dengan kategori baik sekali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media slide powerpoint pokok bahasan penyimpangan sosial dikatakan layak digunakan sebagai media belajar siswa SMP N 2 Kunjang. ABSTRACT In the modern era of technological development is growing very rapidly and have a major impact in all aspects. Among the world of education , the impact of one of them is the use of various multimedia in teaching and learning activities . But the learning process in SMP N 2 Kunjang in social studies are limited media ie print media alone , making it less attractive student interest . Based on the problems that have been outlined , the developer provides a solution to the need for refreshment in the use of instructional media to develop a powerpoint slide media in social studies. This research aimed to produce slide powerpoint media using development model by Warsita. The method used is questionnaires and interviews from research. From the field test results can be known percentage of success and feasibility of developing a powerpoint slide media . The model used in this development program was adapted from guidelines for the development of video pustekom contained in Warsita (2008 : 227 ) . This model was chosen for the stages in the development model is simple and easy to implement in research in the field, and the order arranged sistematissehingga every stage in the implementation of the development every step can be well controlled and can save time , money and energy. From the results of experiments performed on the whole obtained results of the assessment of subject matter experts I in both categories once , subject matter experts II to the category of excellent , media experts I in both categories , media experts II in both categories once , While testing the individual to the category of excellent , small group trial in both categories once , for field trials in both categories. The conclusion from this study is that the subjects powerpoint slide media social deviation is feasible to use as a medium of learning students of SMP N 2 Kunjang .
PENGEMBANGAN MODUL MATA PELAJARAN PRODUKSI KOMPOSISI FOTO DIGITAL UNTUK SISWA KELAS XI JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 2 SAMPANG NURRIYAH,
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan media pembelajaran sangat dibutuhkan. Media pembelajaran merupakan salah satu faktor penunjang yang penting dalam proses peningkatan kual itas belajar mengajar. Salah satu sekolah yang perlu memanfaatkan media modul untuk proses belajar mengajar. Guru hanya menggunakan alat peraga. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas XI MM - 1 dibutuhkan pengembangan modul mata pelajaran komposisi foto di gital, dibutuhkan uji kelayakan dan uji keefektivitas dalam pengembangan modul. Tujuan pengembangan media modul adalah menghasilkan modul mata pelajaran komposisi foto digital, menghasilkan modul yang layak dan efektif untuk digunakan kelas XI MM - 1 Di SMK Negeri 2 Sampang. Selain itu pengembangan modul sebagai alat bantu pembelajaran yang layak dan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Adapun spesifikasi produk pengembangan terdir i dari modul cetakan untuk siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku petunjuk guru dan buku petunjuk siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (R&D), pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli materi , ahli media, dan sis wa. Media modul ini diujicobakan pada siswa jurusan multimedia kelas XI di SMK Negeri 2 Sampang. Pre - test dan Post - test dilakukan pada siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil wawancara ahli materi dan media berupa checklist beserta angket siswa menggunakan teknik Perhitungan Semua Aspek (PSA) dan teknik Perhitungan Semua Program (PSP). Sedangkan untuk mengolah data hasil belajar siswa menggunakan perbandingan hasil pre - test dan post - test siswa mengg unakan rumus uji t. Data yang diperoleh dari hasil uji coba erupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data hasil dari ahli materi adalah 80 (baik), untuk ahli media 84,04 (baik), uji coba satu - satu 82,35 (baik), uji coba kelompok kecil 81,65 (baik), dan uji kelompok besar 80 (baik). Sedangkan hasil nilai pre - test dan post - test dengan teknik analisis uji t adalah t hitung ( 43,09) >t table (1,701 ). Dari data - data tersebut dapat disimpulkan Modul Mata Pelajaran Produksi Komposisi Foto Digital Untuk Siswa Ke las XI Jurusan Multimedia Di Smk Negeri 2 Sampang telah layak dan efektif untuk digunakansebagai media pembelajaran sebagai alat bantu guru dalam proses belajar mengajar untuk meningkatakan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: Pengembangan Media Modul
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK MATA PELAJARAN ANIMASI 3 DIMENSI KOMPETENSI DASAR APLIKASI PEMODELAN 3 DIMENSI KELAS XI MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 6 SURABAYA YULIANA, EVI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK “Pengembangan Modul ElektronikMata Pelajaran Animasi 3 Dimensi Kompetensi Dasar Aplikasi Pemodelan 3 Dimensi Kelas XI Multimedia di SMK Negeri 6 Surabaya” SMK Negeri 6 Surabaya yang berlokasi di Jl. Margerejo no. 76 Surabaya. Di SMKN 6 Surabaya terdapat beberapa jurusan yaitu Tata Boga, Kecantikan, Multimedia, Partisery, Perhotelan dan Tata Busana. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan bapak Ngariyanto S.Pdpada jurusan Multimedia kelas XI mendapatkan permasalahan dalam proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran Animasi 3 dimensidimana tidak adanya sumber belajar lain selain pendidik ini menyebabkan nilai teori maupun praktek peserta didik tidak mencapai KKM yaitu minimal 76. Permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan adanya media modul elektronik yang sudah disesuaikan dengan sarana dan prasarana sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media modul elektronik yang layak dan efektif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan karakteristik Self Intructional yang dapat difungsikan sebagai media belajar mandiri. Model pengembangan yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) Sugiono (2011). Namun pada proses pengembangannya, peneliti tidak melakukan prosedur produksi massal. Hal ini dikarenakan pengembangan ini ditujukan kepada peserta didik Multimedia kelas XI di SMK Negeri 6 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menguji kelayakan media adalah wawancara terstruktur untuk ahli materi dan ahli media sedangkan untuk peserta didik menggunakan angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut : (1) menurut ahli materi menunjukkan tingkatan baik (100%) ; (2) menurut ahli media menunjukkan tingkatan baik (100%) ; (3) dari uji coba perorangan 3 peserta didik (90,1%) (4) dari uji coba kelompok kecil 12 peserta didik (89,4%) (5) dari uji coba pemakaian peserta didik (91%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produksi media pembelajaran memiliki kualitas baik sebagai sumber belajar. Penilaian terhadap proses pembelajaran dengan memanfaatkan media dengan r hitung 0,66. Efektivitas dari penggunaan media terhadap peserta didik diperoleh berdasarkan pretest dan posttest, setelah data yang diperoleh diolah makan mendapatkan t-hitung sebesar 8,6. Setelah dibandingan dengan t-tabel (nilai t-tabel 2,042) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media modul elektronik efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian (1) dari seluruh validasi kepada ahli media dan ahli materi, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar yang dilakukan , dapat disimpulkan bahwa media modul elektronik mata pelajaran Animasi 3 Dimensi kompetensi dasar Aplikasi 3 dimensi ini telah layak dan efektif dijadikan media pembelajaran. (2) Media modul elektronik ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Multimedia SMK Negeri 6 Surabaya dalam mata pelajaran Animasi 3 Dimensi. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya nilai post test dibandingkan pre test setelah menggunakan media modul elektronik. Saran (1) dalam menggunakan media modul elektronik diharapkan setiap peserta didik menggunakan satu laptop atau komputer terutama saat proses pembelajaran. (2) Sebelum menggunakan media modul elektronik, peserta didik diberi penjelasan tentang cara penggunaan dan isi materi yang ada di dalam media modul elektronik yang akan digunakan Kata Kunci : SMK Negeri 6 Surabaya, Kompetensi dasar Aplikasi pemodelan 3 Dimensi, Animasi 3 Dimensi, Media Modul Elektronik ABSTRACT Development of Electronic Module Basic Competency 3 Dimension Model Application on 3 Dimension Animation Lesson XI Multimedia Major Class in Vocational High School 6 Surabaya   Vocational High School 6 Surabaya located in Margorejo St. No. 76 Surabaya. There are some Majors like food-keeping, cosmetology, Multimedia, Patisserie, hotelman, and fashion Design. According to interview’s result with Mr. Ngariyanto,S.Pd, there is problem found in instructional on XI Multimedia major class, especially in 3 Dimension Animation which is only teacher as learning source causing theory and practical output can’t reach minimum standard point at 76. This problem can be solved with electronic module that has been appropriated with school’s tools and infrastructures. This research aim to produce proper and effective electronic module which can increase student’s output with Self-instructional Characteristics that can be functioned as self-learning media. Development Model that had been used is Research and Development (R&D) Model by Sugiono (2011). But in this development process, researcher does not use mass production procedure. It is because this development is specifically aimed to XI Multimedia Major Class Student in Vocational High School 6 Surabaya. Data Collection Method that has been used to Media’s proper test is structured interview for material and media experts, while questionnaire is used for student. Result’s analysis show that product’s quality that has been produced is : (1) material experts, show that is good level (100%) ; (2) media experts show that is in good level (100%) ; (3) individual tryout with 3 students (90,1%) ; (4) small group tryout with 12 students (89,4%) ; (5) using tryout by students (91%). From those result can be concluded that instructional media production has good quality as learning source. Assessment of instructional process in media’s using with r result at 0, 66. Effectiveness of using of the media is gained based on pretest and posttest, after data is analyzed, t result is gained at 8, 6. Then the result is being compared with t table (t-table point at 2,042), then it can be concluded that electronic module is effective to be applied in instructional process. Conclusion of this research (1) From whole validation process both material and media expert, individual, small and larger group tryout, it can be concluded that electronic module media for 3 Dimension Animation lesson with basic Competency 3 Dimension Application is proper and effective to be used as instructional media. (2) Electronic Module media has affect in increase outcome of XI Multimedia Major Class student in Vocational High School 6 Surabaya in 3 Dimension Animation lesson. It is showed with higher posttest compare with pretest after using of the electronic module media. Suggestion (1) in condition to use electronic module media, each of students is preferred to use their own laptop or computer, especially at learning process. (2) Before using of Electronic module media, student is given some briefing about how to use it and content that included in electronic module media that will be used. Keywords: Vocational High School 6 Surabaya, Basic Competency 3 Dimension Modelling Application, 3 Dimension Animation, Electronic Module Media
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POKOK TEKNIK MEMASAK PANAS KERING MATA PELAJARAN BOGA DASAR KELAS X JURUSAN TATA BOGA DI SMK NEGERI 6 SURABAYA DAYANTI, PRISKA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POKOK TEKNIK MEMASAK PANAS KERING MATA PELAJARAN BOGA DASAR KELAS X JURUSAN TATA BOGA DI SMK NEGERI 6 SURABAYA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran yang digunakan untuk memecahkan masalah belajar siswa kelas X jurusan Tata Boga pada mata pelajaran Boga Dasar materi Teknik Memasak Panas Kering. Dari hasil observasi di SMK Negeri 6 Surabaya jurusan Tata Boga proses pembelajaran masih bersifat konvensional dan saat materi praktek guru hanya menggunakan metode demonstrasi. Guru belum menggunakan media pembelajaran lain yang dapat membantu proses pembelajaran. Penggunaan media video pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu penggunaan media video pembelajaran ini dapat membedakan hasil belajar kelas yang menggunakan media video pembelajaran dengan kelas yang tidak menggunakan media video pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah R&D (Research and Development) yang dalam pelaksanaannya hanya sampai tahap ke-9. Pada penelitian ini subyek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang yang diperoleh dari hasil penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari tanggapan dan saran dari hasil wawancara ahli materi dan ahli media. Sedangkan data kuantitatif didapatkan dari hasil wawancara ahli materi dan ahli media serta angket yang disebarkan kepada siswa. Hasil uji validasi desain media video pembelajaran dari ahli materi memperoleh presentase sebesar 87,8% yang dikategorikan sangat baik, sedangkan dari ahli media memperoleh presentase sebesar 84,27% yang dikategorikan sangat baik. Hasil dari uji coba produk pada uji perseorangan diperoleh presentase sebesar 85,7% yang dikategorikan sangat baik, pada uji coba kelompok kecil diperoleh presentase sebesar 85,8% yang dikategorikan sangat baik, dan pada uji coba kelompok besar diperoleh presentase sebesar 89,4% yang dikategorikan sangat baik. Untuk mengetahui keefektifan media video pembelajaran digunakan pre-test dan post-test yang kemudian dianalisis datanya menggunakan uji-t. Pada hasil hitung uji-t didapatkan thitung = 2,2 > ttabel = 2,0 dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi karena menggunakan media video pembelajaran dalam proses belajarnya. Kata kunci : Pengembangan, video pembelajaran, teknik memasak panas kering, boga dasar DEVELOPMENT OF VIDEO INSTRUCTIONAL ON THE MATERIAL OF DRY HEAT COOKING TECHNIQUES COURSE BASIC BOGA CLASS X MAJORS CULINARY AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL 6 SURABAYA Abstract This research aims to produce instructional video media being used to solve the study problem of class X student of majors culinary on the material of dry heat cooking techniques. From the observation at vocational high school 6 Surabaya majors culinary, the learning process is still conventional and teacher only using demonstration method when the explain practice material . Teachers are not using other instructional media that can help the learning process. The use of this instructional video media can be an alternative tool in the learning process and can improve student learning outcomes. Besides, the use of instructional video media is able to differentiate the learning outcomes between classes that use the instructional video media with classes that do not use the instructional video media. The model used is the development model of R & D (Research and Development) which in practice only till stage-9. In this research study subjects consisted of two classes, namely the experimental class and control class. The data obtained from the study is qualitative and quantitative data. The qualitative data obtained from the feedback and suggestions from the interview result to matter experts and media experts. While quantitative data obtained from the interview of matter experts and media experts as well as a questionnaire distributed to students. The results of the design validation video instructional media from material experts acquire a percentage of 87.8% that considered very good, while from the expert media get a percentage of 84.27% that considered very good. The results of the test product on an individual test obtained a percentage of 85.7% that considered very good, the small group trial obtained a percentage of 85.8% that considered very good, and the large group trial obtained a percentage of 89.4% categorized as very good. To determine the effectiveness of instructional video media used pre-test and post-test and then analyzed data using t-test. In the t-test results obtained arithmetic t = 2.2> table = 2.0 with a significance level of 5%. These results suggest that there are differences in learning outcomes between the experimental class and control class, where the results of the experimental class higher learning because using video media in their learning. Keyword : Development, video instructional, dry heat cooking, basic boga
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK MATERI HUBUNGAN SOSIAL KELAS VIII MTS NEGERI 3 SURABAYA ANINGSIH, OKTAVIANA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian di MTs Negeri 3 Surabaya terdapat suatu masalah belajar pada mata pelajaran IPS materi hubungan sosial. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Hasil dari penelitian ternyata masalah yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah yaitu tidak sesuainya model pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran tersebut. Untuk memecahkan masalah tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran ini didesain untuk saling kerjasama antar siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang aktifitas siswa dan tindakan guru dalam pembelajaran. Sedangkan tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar yang dicapai siswa sebelum dan setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Adapun teknik analisis data menggunakan statistik nonparametris. Dari perhitungan diperoleh hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran tergolong kategori “baik sekali” (84,38%) dan tindakan guru dalam pembelajaran sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam RPP, hasilnya tergolong dalam kategori “baik sekali” (85,74%). Hasil uji Anova pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan tidak ada perbedaan (sama) Fhitung<Ftabel (1,51<3,94). Sedangkan hasil uji Anova posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, Fhitung>Ftabel (21,99>3,94). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi hubungan sosial kelas VIII MTs Negeri 3 Surabaya. Kata Kunci: Hubungan Sosial, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar. Abstract Research on MTs Negeri 3 Surabaya showed learning problem on social science in social relation matter. It can be observed from student learning result who has not fulfilled minimum completeness criterion. Result from research was the problem that caused student’s low learning result namely the inappropriate learning model which applied on those subject. To solved those problem, researcher applied cooperative learning model type Jigsaw. This learning model designed to make student cooperate. Data collecting method which applied were observation and test. Observation applied to collect data concerning student activities and teacher act in learning. While test applied collect data concerning learning result who achieved by student before and after applied cooperative learning model type Jigsaw. Data analysis technique applied nonparametric statistical. From the calculation obtained student activity observation result in learning categorized “very good” (84.38%) and teacher act in learning appropriated with what has planned on lesson plan (RPP), and its result categorized in “very good” (85.74%). Anova test result for posttest between experiment and control groups showed there was no difference (same) Fcount < Ftable (1.51 < 3.94). While for Anova test result for posttest between control and experiment groups showed significant result, Fcount < Ftable (21.99 < 3.94). The conclusion of this research was that cooperative learning model type Jigsaw can improved student learning result on social science subject social relation matter of 8th grade student of MTs Negeri Surabaya.   Keywords: Social Relation, Learning Model Cooperative Type Jigsaw, Learning Result.
EVALUASI KETEPATAAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU PADA KELAS VII DAN VIII SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA FADHILAH ROMADHONA, NUR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI KETEPATAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU PADA KELAS VII DAN VIII SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA   Abstrak Media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran dan menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran membantu proses penyampaian pesan dari guru kepada peserta didik. Pemilihan media pembelajaran menuntut dipergunakannya suatu pedoman atau prinsip-prinsip tertentu agar tepat dalam memilih suatu media pembelajaran, karena setiap media pembelajaran memiliki karakteristik dan spesifikasi kegunaan yang berbeda. Tujuan penggunaan media pembelajaran adalah memudahkan siswa menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunaan guru saat mengajar. Penelitian ini dilakukan dikelas VII dan VIII di SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Mata pelajaran yang menjadi sampel dalam penelitian ini ada empat yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematikan, dan Ilmu pengetahuan alam. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengetahui media yang digunakan guru sedangkan wawancara untuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar dan media yang digunakan guru. Kriteria yang digunakan untuk menilai penggunaan media pembelajaran ada dua, yaitu kesesuaian dengan tujuan dan materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketepatan pemilihan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 88,58%, Bahasa Inggris sebesar 89,55%, Matematika 83,3%, dan Ilmu Pengetahuan Alam 79,4%. Sedangkan hasil penelitian ketepatan pemilihan media pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 88,58%, Bahasa Inggris sebesar 89,55%, Matematika 83,3%, dan Ilmu Pengetahuan Alam 79,4%. Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemilihan media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada mata pelajaran Unas kelas VII dan VIII dikatakan tepat. Namun perlu ada variasi penggunaan media pembelajaran yang tepat lainnya agar bisa menyampaikan pembelajaran lebih baik lagi dan memberi pengalaman belajar yang berbeda. Kata kunci: Evaluasi, Ketepatan, Pemilihan, Media Pembelajaran EVALUATION ACCURACY SELECTION INSTRUCTIONAL MEDIA USED TEACHER IN CLASS VII AND VIII SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA Abstract Instructional media is a learning component and an integral part of the learning process. The use of instructional media to help the process of delivering a message from the teacher to the learner. Selection of instructional media requires a guideline or certain principles to be precise in choosing a instructional media, because every instructional media has the characteristics and specifications of different uses. Goal the use of instructional media that is to help students master the competencies which has been set. The goal of this study evaluating accuracy the selection instructional media used by teachers when teaching. This research was conducted in class VII and VIII in SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. The subjects were sampled in this study four subjects namely, Indonesian, English, mathematics, and natural sciences. Methods of data collection using observation and interviews. Observation is used to to find out the media used by teachers. whereas the interview to find out the process of learning and media used by teachers. The criteria used to assess the use of instructional media, there are two, that is conformity with the goal of learning and materials learning. The results showed that the level of accuracy of the selection of instructional media with the goal of learning on Indonesian subjects amounted to 88.58%, English subjects amounted to 89.55%, Math 83.3%, and Natural Sciences 79.4%. While the research that the level of accuracy of the selection of instructional media with learning materials on Indonesian subjects amounted to 88.58%, English subjects amounted to 89.55%, Math 83.3%, and Natural Sciences 79.4%. From the research, it can be concluded that the selection of instructional media in accordance with the goal of learning and materials learning on the subjects of Unas class VII and VIII declared precise. But there should be variations in the use of other appropriate learning media so that teachers can deliver better learning and provide a different learning experience.   Keywords : Keyword: Evaluation, Accuracy, Selection, Instructional Media
PEMANFAATAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTIONAL (CAI) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KELAS 8 B SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI I WRINGINANOM GRESIK LESMANA P, INDRA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media CAI merupakan media yang mampu mengajak siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar, dan sekaligus bisa memberikan feedback (balikan) secara langsung kepada siswa. Materi bangun ruang merupakan materi yang bersifat visual dan berisi materi yang hanya terlihat secara lisan atau tertulis. Media CAI merupakan media yang mampu memberikan penjelasan secara nyata berbentuk animasi. Pemanfaatan media CAI dapat diterapkan dalam siswa kelas menengah pertama. Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negerti 1 Wringinanom Gresik salah satu masalah pada SMP terletak pada kelas 8 B materi Bangun Ruang. Siswa kurang mampu menangkap secara jelas materi yang disajikan. Siswa membutuhkan media CAI yang mampu menggambarkan secara jelas tentang bangun ruang dan dapat meningkatkan hasil belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan media sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun runag kelas 8 BSMP Negerti 1 Wringinanom Gresik. Pola pembelajarn dengan menggunakan pola yang dikemukakan oleh oleh Morris. Pola pembelajaran IV Morris membantu ssiswa mudah dalam menggunakan media dalam pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan metodenya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terjadi peningkatan hasil belajar siswa. hal ini terlihat dari hasil tes siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dalam pelakasanaannya guru melakukan perannya dengan baik. Siswa aktif dalam kegiatan belajar berlangsung. Dan dari hasil observasi yang dilakukan untuk guru dan siswa diperoleh bahwa media CAI dapat membantu siswa berperan aktif dengan materi sehingga dapat menyelesaikan soal latihan. Kata Kunci : Pemanfaatan, Media CAI, Materi Bangun Ruang, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK TENTANG PEMBUATAN OBYEK PADA APLIKASI ANIMASI MATA PELAJARAN ANIMASI 2D UNTUK SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 LAMONGAN ikhyaudin, muhammad
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK TENTANG PEMBUATAN OBYEK PADA APLIKASI ANIMASI MATA PELAJARAN ANIMASI 2D UNTUK SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 LAMONGAN Modul elektronik adalah bahan ajar mandiri yang disusun secara sistematis kedalam pembelajaran terkecil untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang disajikan dalam bentuk elektronik yang bersifat Self Instruction, Self Contained, Stand Alone, Adaptif, dan User Friendly yang memuat satu materi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui terdapat kesulitan siswa memahami materi yang terjadi dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Animasi 2 Dimensi materi pokok pembuatan obyek pada aplikasi 2 dimensi. Tujuan pengembangan modul elektronik adalah untuk memperoleh deskripsi tentang pengembangan modul elektronik tentang pembuatan obyek pada aplikasi animasi mata pelajaran animasi 2D untuk siswa kelas XI SMK NegeriLamongan dan pengaruh penggunaan modul elektronik animasi 2 Dimensi terhadap hasil belajar siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Lamongan pada materi pokok pembuatan obyek pada aplikasi animasi mata pelajaran animasi 2 Dimensi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Developmentatau R&D (Sugiyono, 2010:408). Pemilihan model tersebut dikarenakan terdapat langkah-langkah khusus yang lebih mendetail dan sistematis serta lebih sesuai dengan karakteristik media yang akan dikembangkan oleh peneliti dan hasil akhir dari pengembangan ini adalah menghasilkan suatu produk.Teknik pengumpulan data dari ahli materi dan ahli ahli media menggunakan teknik wawancara, sedangkan untuk siswa menggunakan agket dan tes. Hasil wawancara kepada ahli materi dan ahli media sebagai acuan untuk merivisi produk yang dikembangkan. Sedangkan hasil tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan modul elektronik. Berdasarkan hasil tahapan uji coba kelompok besar, yakni uji coba pada siswa kelas XI Multimedia diperoleh data t hitung lebih besar daripada t tabel yaitu (17,59>2,032). Maka dapat disimpulkan bahwa media modul elektronik pada mata pelajaran animasi 2 Dimensi materi pokok pembuatan obyek pada aplikasi animasi efektif karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Multimedia SMK Negeri 1 Lamongan. Kata kunci : Pengembangan modul elektronik, multimedia, SMKN 1 Lamongan. ABSTRACT The development of electronic module about making object in animation application in 2D animation subject for second grade students of SMKN 1 Lamongan Electronic module is independent teaching material which is structured systematically into smallest learning to reach the goal of certain learning which is served in electronic form which has the quality of friendly that accommodate one learning material. Based on observation and interview, it is known that student have problem to understand lesson’s material specifically in 2 Dimension Animation lesson subject matter making object in animation application in 2D animation. The purpose of the development of electronic module are to obtain the description about the development of electronic module about making object in animation application in subject animation for second grade students of SMKN 1 Lamongan and the influence of using 2D animation electronic module toward learning result second grade student of multimedia in SMKN 1 Lamongan. For main material making object in animation application in 2D animation subject. This research use Research and Development Method or R&D (Sugiyono, 2010:408). This model has been used because there are special steps which is more detail and systematic, it is also more suitable with characteristics from media which is will be developed by researcher and the final output from this this development is delivering a product. The data collecting technique from the material and media expert was best conducting interview, while from the students was by giving questionnaire and test. The result of the interview from the expert are used to revise the product which is developed whereas the result of the test are to know how student’s learning result after using electronic module. Based on the result of large group sample to second grade students of multimedia, it found that t data count is bigger than t table which is (17, 59>2,032). So it can be concluded that electronic module media in 2D animation subject of main material making object in animation application is effective because it can increasing the second grade multimedia students of SMKN 1 Lamongan learning result. Keywords:electronic modules development, multimedia, SMKN 1 Lamongan.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA MENGENAI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP UNTUK SISWA KELAS III DI SDN SIDOHARJO 1 LAMONGAN Ainul Fitri M, Marta
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA MENGENAI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP UNTUK SISWA KELAS III DI SDN SIDOHARJO 1 LAMONGAN Penelitian pada siswa kelasIIISDN Sidoharjo 1 Lamongan dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk tepatnya pada Sub Bab cirri-ciri pada hewan dikarenakan banyak materi yang harus dipelajari oleh siswa berupa penjelasan cirri-ciri pada hewan yang mana proses-proses tersebut tidak dapat dilihat secara langsung. Selain itu siswa sering lupa jika guru mereview materi sebelumnya, karena dalam proses pembelajaran yang selama ini di lakukan, penjelasan mengenai proses-proses yang tersebut hanya dijelaskan secara lisan dan menggunakan papan tulis, serta buku paket yang dikemas dalam power point dan materi penunjang seperti buku BSE sebagai sumber belajar, sedangkan dalam buku BSE sendiri tidak banyak ilustrasi gambar yang dapat menjelaskan proses tersebut, sehingga pembelajaran yang terjadi didalam kelas bersifat konvensional yaitu textbook oriented dan teacher centered. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Videoyang layak dan efektif untuk siswa kelas III SDNSidoharjo 1 Lamongan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitaf. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik analisis data yaitu wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan wawancara dan angket digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang kelayakan media Video Pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran dikelas, sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan tes digunakan untuk mengetahui apakah media Video Pembelajaran efektif digunakan dengan melalui soal uji pretest dan uji posttest. Berdasarkan hasil analis data yang diketahui dari hasil wawancara ahli materi dan ahli media dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (a) hasil presentaseAhli Materi I: 7%% (baik sekali), (b) hasil presentase Ahli Materi II: 10% (baik sekali), (c) hasil presentase Ahli Media I: 20% (baik sekali), (d) hasil presentaseAhli Media II:18% (baik sekali). Melalui hasil angket uji coba produk, dapat disimpulkan bahwa : (a) hasil presentase uji orang perorangan 10% (baik sekali), (b) hasil presentase uji coba kelompok kecil 30% (baik sekali), serta (c) hasil presentasepada uji coba kelompok besar 27,4 % (baik sekali). Dengan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Video Pembelajaran ini dikategorikan sangat baik sehingga layak dan efektif untuk digunakan. Kata kunci: Pengembangan, Media Video Pembelajaran, IPA ABSTRACT VIDEO MEDIA DEVELOPMENT IN LEARNING IPA SUBJECT OF THE CHARACTERISTICS AND NEEDS FOR LIVING IN CLASS III SDN SIDOHARJO 1 LAMONGAN Guidance lecture : Introduction Research on third student of SDN Sidoharjo 1 Lamongan is because student not really understand in natural sciences in class about the characteristics of the creature needs especially about traits in animals cause its too much matter that student must be learn and student cant see directly about animals trait. Besides that students often forget that teachers review the material before.because in the learning process so far only made orally and using a blackboard and textbooks that have made power point and additional material such as BSE, whereas BSE books are not many illustrations to explain more matter, so that the learning happens in the classroom is conventional that textbook oriented and teacher centered. Research aims to develop video media is feasible and effective for students in grade three in SDN sidoharjo 1 Lamongan. Learning is use on class, developer use pretest and post to know how instructional video can be effective to use Data analysis from matter expert and media expert make conclution: (a) percentage result of matter expert I : 7 % (very well) ( b) percentage result of matter expert II : 10 % ( very well), (c) percentage result of media expert I: 20% (very well) (d) percentage result of media expert II : 18 % ( very well) From questionnaire result make conclution : (a) percentage result of Individual testing : 10 (very well) (b) percentage result ofsmall group testing : 30 % ( very well) (c) percentage result of large group testing ( very well) From the result we can conclude that instructional video is very well so that feasible and effective for use Keyword : Development, Media of Video Education, Science