cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KEPEMIMPINAN MILITER DI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT SURABAYA Zumatul Atiqoh, Ayu
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepemimpinan Militer merupakan mata kuliah khusus dan wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa di STTAL Surabaya. Dalam proses pembelajaran kepemimpinan militer menunjukkan bahwa mahasiswa tidak memiliki buku pegangan sendiri, sumber referensi yang dimiliki oleh mahasiswa berupa buku-buku yang direkomendasikan oleh para gadik kurang. Dosen / Tenaga Pendidik merasa kesulitan dalam mengajar karena mahasiswa belum memiliki buku pegangan sendiri, dan hanya mengandalkan kuliah tatap muka. Sedangkan di STTAL sendiri kesempatan tatap muka sangat minim. Permasalahan tersebut adalah kesenjangan yang mestinya tidak ada dan harus dapat diminimalisir dengan mengembangkan bahan ajar kepemimpinan militer untuk mahasiswa di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), diperlukan uji kelayakan bahan ajar kepemimpinan militer yang telah dikembangkan, dan diperlukan uji efektifitas bahan ajar kepemimpinan militer yang telah dikembangkan dengan tujuan dihasilkan bahan ajar Kepemimpinan Militer untuk mahasiswa di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya dalam memfasilitasi belajar. Bahan ajar yang akan digunakan adalah berbentuk cetak dengan jenis bahan ajar yaitu buku ajar. Buku ajar kepemimpinan militer ini dikembangkan dengan model pengembangan Reseacrh and Development (R&D) dari Borg and Gall yang diadaptasi dari Dick, W, Carey, L.,& Carey. J.O. Bahan ajar tersebut kemudian di ujicobakan kepada subjek penelitian yaitu 2 ahli media, 2 ahli materi, dan 2 ahli evaluasi butir soal, serta kepada 26 mahasiswa STTAL. Jenis data yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatif didapat berdasarkan hasil angket terbuka kepada ahli materi, ahli media, dan angket yang diberikan untuk uji coba perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Data kualitatif didapat berdasarkan hasil deskriptif dari evauasi butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase untuk angket, serta teknik uji-t untuk tes. Hasil uji kelayakan bahan ajar berdasarkan hasil angket dengan menggunakan rumus presentase dihasilkan ahli materi 96,67% (sangat baik), ahli media 93,33% (sangat baik) serta hasil angket uji coba perorangan 100% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 97,5% (sangat baik), dan uji coba kelompok besar 96% (sangat baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar kepemimpinan militer ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di STTAL Surabaya. Selanjutnya untuk keefektifan bahan ajar diperoleh perhitungan dengan rumus t-test, dihasilkan d.b = N-1 = 26-1 = 25 (dikonsultasikan dengan table nilai t) dengan nilai t0,05 harga tabel = 2,06 maka dapat diketahui bahwa thitung lebih besar dari pada ttabel dengan perbandingan angka thitung = 11,10 > ttabel = 2,06. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar efektif digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Kepemimpinan Militer Abstract Military leadership is a subject that must be taken by every student in STTAL Surabaya. Military Leadership in the learning process indicates that a student does not have its own handbook, reference sources owned by the students in the form of books recommended by lecturers lacking. Lecturer find it difficult to teach because the student has not had its own handbook, and only rely on face to face lectures. That problem is the gap that should not exist and should be minimized by developing teaching materials military leadership to students at the College of Technology Navy (STTAL), required due diligence teaching materials military leadership that has been developed, and the necessary test the effectiveness of teaching materials military leadership has been developed with the aim of military leadership produced teaching materials for students in the College of Naval Technology (STTAL) Surabaya in facilitating learning. Teaching materials to be used is print the form with the kind of teaching materials namely textbooks. Textbook was developed with the military leadership development model Reseacrh and Development (R & D) from Borg and Gall adapted from Dick, W, Carey, L., & Carey. J.O. The teaching materials later in ujicobakan to the subject of research that two media experts, two subject matter experts, and two expert evaluation items, as well as to 26 students STTAL. The data used in the development of these materials, namely quantitative and qualitative data, quantitative data obtained based on the results of the open questionnaire to the subject matter experts, media experts, and questionnaires given to individual testing, small group, and large groups. The qualitative data obtained based on the descriptive results of evaluation items. Data analysis technique used is the percentage of the questionnaire, as well as t-test technique to the test. The results of the feasibility test of teaching materials based on the results of questionnaires using a percentage formula produced material experts 96.67% (excellent), media experts 93.33% (excellent) and the results of the questionnaire individual testing of 100% (excellent), group trial small 97.5% (very good), and a large group trial 96% (excellent). It can be concluded that the military leadership teaching material is fit for use in learning activities in STTAL Surabaya. Furthermore, to the effectiveness of teaching materials obtained by the calculation formula t-test, resulting db = N-1 = 26-1 = 25 (consulted with the table value of t) with values ??t0,05 price table = 2.06, it can be seen that the larger thitung of the ttabel with comparative figures t = 11.10> table = 2.06. It can be concluded that the use of effective instructional materials used in learning. Keywords: Development, Instructional Materials, Military Leadership
PENGEMBANGAN MEDIA KOMPUTER PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 4 SIDOARJO CHRISDIAN, VIDDO
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan media yang beragam akan menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif selama media tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan masalah belajar yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi energi dalam sistem kehidupan untuk kelas VII SMP di SMPN 4 Sidoarjo. Hal ini karena dalam menyampaikan materi guru menggunakan media yang terbatas yaitu buku serta dengan metode ceramah. Untuk itu perlu adanya pengembangan media Computer Assisted Instruction (CAI) materi Energi dalam Sistem Kehidupan yang layak dan efektif digunakan oleh siswa kelas VII SMPN 4 Sidoarjo. Model pengembangan yang digunakan adalah R&D Models dari Walter Dick dan Lou Carey. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji kelayakan media CAI pada ahli materi I,II, dan III didapatkan katagori sangat baik. Ahli media I dan II didapatkan hasil yang sangat baik. Uji coba perorangan 90% termasuk dalam katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil 91% termasuk dalam katagori sangat baik, sedangkan pada uji coba lapangan 90% termasuk dalam katagori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media CAI dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan uji-t dengan db= N – 1 = 33 – 1 = 32 dan taraf signifikan 5%. Maka nilai ttabel = 2,037 dan thitung adalah 5,49. T hitung <ttabel (5,49 > 2,037), sehingga media yang dikembangkan telah efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII/D di SMPN 4 Sidoarjo. Kata Kunci: Pengembangan, Media, CAI tutorial, IPA. Abstract The using of various media will make the learning process more interactive and more interesting as long as the media which used compatible with the material features and students’ requirements. ased on interviews conducted had been founded learning problem that is the low outcomes of student learning in the material energy in living systems for VII grade of junior high school.The typical development that used to developing the media CAI is based on R & D Models of Walter Dick and Lou Carey. Data collection methods which used are interviews, questionnaires, and tests. Based on the data analysis, the testing results of media CAI tutorial on the subject experts I, II, and III obtained very good category. Media expert I and II obtained excellent results. In individual testing founded 90% in a very good category, in group testing founded 91% included in the category very well, whereas in field testing founded 90% included in the category very well. It can be concluded that the media CAI tutorial in science is appropriate to use in the learning process. As t-test with db = N - 1 = 33-1 = 32 and a significance level of 5%. Then the value t table = 2.037 and tcount is 5.49. T count <t table (5.49> 2.037), resulting a significant difference between the average pre-test and post-test. Consequently, the media which developed has been effective in improving student learning outcomes in VII / D grade at SMPN 4 Sidoarjo Keywords : CAI, tutorial, science, Interactive
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN COMMUNICATION SKILLS PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KARTIKA, WIDYA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan komunikasi juga merupakan salah satu kategori dari kecakapan abad 21,dimana dalam keterampilan ini mengacu pada kemampuan individu untuk berkomunikasi dengan jelas secara lisan, tertulis, dan non-verbal. Untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi pada mahasiswa, diperlukan suatu upaya yang dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran dan salah satunya melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Pembelajaran berbasis proyek ini merupakan strategi pembelajaran yang memberdayakan mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru. Tujuan dari penerapan model pembeajaran ini adalah agar mahasiswa TP 2014B dapat mengembangkan kemampuan komunikasinya dalam menyampaikan hasil proyek yang dikerjakan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan dua kelas yakni kelas ekperimen dan kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui tes, observasi dan angket. Tes dilakukan setelah proses pembelajaran dan digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan dosen dan juga mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Angket digunakan untuk mengetahui respon mahasiswa mengenai model pembelajaran Project Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa. Hal ini terlihat dari hasil tes mahasiswa,dimana kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Saat pengamatan dilakukan, dosen dan mahasiswa telah melaksanakan perannya dengan baik. Dosen membimbing dan memotivasi mahasiswa. Dan mahasiswa aktif serta antusias saat pembelajaran berlangsung. Kata Kunci : penerapan, model pembelajaran, project based learning, keterampilan komunikasi ABSTRACT IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE COMMUNICATION SKILLS FOR HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT COURSE Communication skill is also a category of 21st century skills, which in this skill refers to the ability of individuals to communicate orally, in writing and non – verbal clearly.To improve communication skills of students , required an effort that can be applied to the learning activities and one of which through the implementation of Project Based Learning model. Project-based learning is an instructional strategy that empowers students to acquire new knowledge and understanding.The purpose of this learning model implementation is that TP 2014B students can improve their communication skills to convey the results of projects that have been undertaken. This research uses quantitative designs, using two classes namely experimental class and control class. Method of collecting data rely on tests, observation and questionnaires. Test done after the process of learning to see an increase in student results. Observations carried out to observe the activities of lecturer and students during the learning process. The questionnaire used to evaluate the response of the students on the Project Based Learning model. Based on the research results, it can be seen that there has been an increase in student results. This is evident from the test results in which the experimental class students have an average value higher than the control class. When the observations were made, lecturer and students have been performing its role well. Lecturer guides and motivate students. And students learn actively and enthusiastically when learning takes place. Keyword: implementation, learning model, project based learning, communication skill
PENGEMBANGAN MEDIA KOMPUTER PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 MOJO KEDIRI IVON, ADE
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Terdapat beberapamateri dalam Fisika yang masih abstrak bagi siswa, diantaranya materi Induksi Elektromagnetik kelas IX di SMP Negeri 1 Mojo Kediri. Berdasarkan hasil wawancara dan observasidapat diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan belajar dikarenakan materi yang masih abstrak bagi siswa, jumlah materi yang cukup banyak, dan belum terdapat media pembelajaran yang memadai untuk membantu siswa dalam memahami materi. Permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan adanya media komputer pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media komputer pembelajaran. Media komputer pembelajaran dengan format tutorial ini menyajikan informasi yang berupa materi yang harus dipelajari, membantu peserta didik belajar sesuai dengan kecepatannya, dan dapat memberikan respons terhadap kemampuan peserta didik. Model pengembangan yang digunakan adalah model Borg and Gall (1989) dalam buku Arifin, 2011:129-132. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menguji kelayakan media adalah wawancara untuk ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, kemudian angket untuk siswa. Berdasarkan hasil wawancara terstruktur dengan ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, sebagian besar indikator dinyatakan sangat baik namun masih terdapat perbaikan di beberapa bagian untuk menyempurnakan produk. Hasil uji coba awal yang terdiri dari 3 siswa, uji coba lapangan yang terdiri dari 10 siswa, dan uji lapangan yang terdiri dari 30 orang siswa menyatakan bahwa hampir seluruh indikator dinyatakan baik namun masih terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki untuk menyempurnakan produk hingga produk layak digunakan. Analisis data pre-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh hasil nilai statistik uji Mann Whitney yaitusig.2-tailed adalah 0,767 > 0,05 sehingga Ho diterima artinya tidak ada perbedaan distribusi skor pada kedua kelompok tersebut. Analisis data post-testantara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh hasil nilai statistik uji Mann Whitney yaitu sig.2-tailed adalah 0,016 < 0,05 sehingga Ha diterima artinya ada perbedaan distribusi skor antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilai yang diperoleh kelompok eksperimen lebih besar daripada nilai yang diperoleh kelompok kontrol. Kata Kunci : Media Komputer Pembelajaran, Fisika, Induksi Elektromagnetik, Kelas IX Abstract Sains subjects is one of the subjects that must be studied at the Junior High School level. There are some materials in physics that is still abstract for students, including the Electromagnetic Induction material in ninth grade of SMPN 1 Mojo Kediri. Based on interviews and observations showed that students with learning difficulties due to the material that is still abstract for students, the amount of material that is quite a lot, and there has been no adequate learning media to help students understand the material. The problems that occur can be overcome with the instructional computer media. The aim of this research is to produce products such as instructional computer media. Instructional computer media with tutorial format provides information in the form of material that must be learned, help students learn according to their speed, and may respond to the ability of learners. The model used is a model development Borg and Gall (1989) in the book Arifin, 2011: 129-132. Data collection methods used to know the feasibilityof product are interview of subject matter expert, media experts, and learning expert, then a questionnaire to students. Based on the results of structured interviews with subject matter experts, media experts and learning experts, most of the indicators is expressed very well but there are improvements in some parts to enhance the product. The results of early trials consisting of three students, a field trial consisting of 10 students, and a field test consisting of 30 students stated that almost all indicators is good, but there are still some parts that need to be improved to enhance the product until the product is ready to use. Analysis of the data pre-test between the experimental group and the control group obtained the results of the Mann Whitney test statistic is sig.2-tailed is 0.767> 0,05 so Ho accepted means there is no difference in the distribution of scores in both groups. Post-test data analysis between the experimental group and the control group obtained the results of the Mann Whitney test statistic is sig.2-tailed is 0.016 <0.05 so that Ha received means that there are differences in the distribution of scores between the experimental group and the control group. Values ??obtained for the experimental group was greater than the value obtained by the control group. Keywords : Instructional Computer Media, Physics, Electromagnetic Induction, 9th Grade
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN HUBUNGAN ANTAR SUDUT KELAS VII SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO Arista Ismawati, Duwi
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang aljabar, analisis, dan matematika diskrit. Hubungan antar sudut pada mata pelajaran matematika SMP Kelas VII mengaharuskan siswa untuk menerapkan berbagai konsep dan sifat-sifat terkait garis dan sudut dalam pembuktian matematis serta pemecahan masalah nyata. Dalam hal ini video animasi merupakan media pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar. Pengembangan media video animasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Krembung Sidoarjo. Model dan prosedur pengembangan yang digunakan yaitu R&D Borg and Gall. Dalam pelaksanaan uji coba dilakukan beberapa tahap, yaitu: review dengan ahli materi dan ahli media, evaluasi dengan uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dilakukan uji coba pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kelas eksperimen dan kelas kontrol dihitung menggunakan rumus uji T. Hasil uji coba kepada dua ahli materi yaitu 69,75% dan uji coba kepada dua ahli media yaitu 84,7%. Sedangkan hasil uji coba perorangan yaitu 86,1%, uji coba kelompok kecil yaitu 84,1%, dan uji coba kelompok besar yaitu 86,4%. Data hasil uji T diperoleh 1,66 < 6, maka hasil tersebut menunjukkan peningkatan hasil belajar. Kata kunci: pengembangan, media video, animasi, matematika, garis dan sudut, Borg and Gall ABSTRACT The rapid development in ICT nowadays can happen because of the development of mathematics, especially in algebra, analysis, and discrete mathematic. The connection between angles in mathematics for seventh graders of junior high school requires students to apply various concepts and characteristics related to the lines and angles in mathematics verification along with the real problem solving. In this case, animated video is one of the appropriate instructional media to help students increase their learning results. The development of animated video media is supposed to know the influence of animated video media in increasing students’ learning results for seventh graders of SMP Negeri 1 Krembung Sidoarjo. Model and procedure development that is used in this research is R & D model by Borg and Gall. There are some steps in the implementation of this research, those are review from the material expert and media expert, evaluation from the individual trial, small group trial, and large group trial. To know the improvement of students’ learning result, the researcher do the trial in experimental and controlled group. Experimental and controlled is counted by using T-test. The trials result from the two material experts is 69,75% and from the two media experts is 84,7%. Meanwhile, the results from the individual trial is 86,1%, small group trial is 84,7%, and large group trial is 86,4%. In addition, the results from T-test data is 1,66<6, from that results, it can be concluded that this media can improve students’ learning results in mathematics related to the connection between angles material. Keywords: development, video media, animation, mathematics, lines, angles, and Borg and Gall.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO CERITA RAKYAT RORO ANTENG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI SISWA TUNANETRA KELAS V SEKOLAH DASAR LUAR BIASA DHARMA WANITA PARE TAFRILIA, ANSIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH METODE MINDSCAPING TERHADAP KEMAMPUAN MERUMUSKAN IDE DASAR IKLAN PADA MATA PELAJARAN IKLAN NON CETAK SISWA KELAS XII DKV DI SMK IPIEMS SURABAYA NUR ANGGRAENI, APRIYANTI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mindscaping terhadap kemampuan merumuskan ide dasar iklan siswa kelas XII DKV di SMK IPIEMS Surabaya. Mindscaping merupakan metode untuk memvisualisasikan ide dengan menggunakan gambar dan kata. Desain penelitian menggunakan control grouppre tes – pos test yang dilakukan didua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan metode mindscaping dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan metode mindscaping dan tes digunakan untuk untuk mengukur kemampuan siswa dalam merumuskan ide dasar iklan. Teknik analisis data menggunakan uji t (t test) yang menghasilkan nilai thitung8,10 > ttabel 2,68 dengan signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa metode mindscaping dapat berpengaruh meningkatkan kemampuan siswa dalam merumuskan ide dasar iklan. Kata Kunci : pengaruh, metode mindscaping, kemampuan merumuskan ide dasar iklan. Abstract The study aims to determine the effect on the ability to formulate methods mindscaping basic idea DKV ads class XII students in SMK IPIEMS Surabaya. Mindscaping is a method to visualize ideas using pictures and words. The study design using a control group pre test - post test performed on two classes, namely the experimental class and control class. Class experiments using methods mindscaping and control classes using lecture method. Data collection methods used were observation and tests. Observations conducted to determine the enforceability of the implementation of mindscaping methods and tests used to measure the ability of students to formulate the basic idea of advertising. Data were analyzed using t test (t test) which produces tcount 8.10 > ttabel 2.68 with 5% significance. The result showed that the method can affect mindscaping improve students' skills in formulating the basic idea of advertising. Keyword : influence, mindscaping methods, the ability to formulate ideas based of advertising.
PENGEMBANGAN MODUL PART OF SPEECH (JENIS KATA) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 MOJOKERTO ILMAN N, ZIDNI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penulisan dalam bahasa Inggris perlu ditulis dengan baik karena kemampuan menulis berkorelasi signifikan dengan kemampuan bahasa Inggris secara keseluruhan. Vocabulary skill (ketrampilan kosakata) dan grammar skill (ketrampilan tata bahasa) diusulkan oleh banyak peneliti sebagai modal utama dalam menulis teks berbahasa Inggris. Vocabulary skill memiliki kelebihan pada kemudahan mengungkapkan gagasan namun hanya jika menguasai banyak perbendaharaan kosakata sehingga menjadikannya sebuah kelemahan pula. Grammar skill memiliki kelebihan pada ketepatan struktur teks namun memiliki kekurangan dengan banyaknya peraturan tata bahasa yang dirasa siswa membingungkan. Pembelajaran part of speech (kelas kata) dapat memecahkan masalah pada pembelajaran vocabulary dan grammar karena mampu meringkas keduanya sehingga menjadi dasar dalam penguasaan bahasa Inggris yang mana ini tepat diajarkan kepada siswa kelas 7 SMP. Sayangnya, sebagian besar guru SMP merasa kesulitan mengajar part of speech karena kurangnya sumber buku. Pengembangan modul adalah solusi yang terbukti efektif digunakan untuk memecahkan masalah kesulitan guru bahasa Inggris dalam menemukan bahan ajar. Tujuan yang diharapkan dari hasil pengembangan ini adalah untuk menghasilkan modul part of speechsebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks berbahasa Inggris untuk siswa kelas VII SMP Negeri 7 Mojokerto. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model R&D. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest yakni dengan membandingkan hasil belajar siswa dalam menulis bahasa Inggris sebelum dan sesudah menggunakan modul. Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test diolah menggunakan uji t. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah t-hitung > t-tabel yakni 7,15 > 2,045 sehingga dapat dikatakan perolehan hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan setelah memanfaatkan modul sebagai bahan ajar pada mata pelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci: pengembangan modul, bahasa Inggris, part of speech. Abstract Writing in English needs to be well written because writing skills significantly correlated with overall English skills. Vocabulary skill and grammar skill were proposed by many researchers as the main capital for writing English text. Vocabulary skill has advantages in ease of expressing the idea but only if you master a lot of vocabulary that makes a weakness as well. Grammar skill has advantages in accuracy of text structure but has the disadvantage on the number of grammar rules are too confusing for students. Part of speech can solve problems in vocabulary and grammar learning because it can summarize them so that becomes the basis of English mastery which is appropriate to be taught to 7th grade students of junior high school. Unfortunately, the majority of junior high school teachers find it difficult to teach part of speech due to lack of source books. Development of the module is a solution that proved very effective to solve the problem of the difficulty of English teachers finding teaching materials. Objectives expected from the results of this development is to produce part of speech module in an effort to improve writing skills in English for 7th grade students of public junior high school 7 Mojokerto. This development uses a model of R&D. This research design used one group pretest-posttest, by comparing the result of student learning to write in English before and after using the module. Data obtained from the pre-test and post-test were analyzed by t-test. The calculation result obtained is t-count > t-table is 7.15 > 1,69 so it can be said the learning outcomes of students has increased after using the module as teaching materials on the subjects of English. Keywords:module development, English, part of speech.
EVALUASI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA CBIFONIK DI TKIT AL USWAH BANGIL KABUPATEN PASURUAN QOLBI, NURUL
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Evaluasi meupakan hal penting dalam suatu proses pembelajaran. Standar pendidik untuk PAUD (guru, guru pendamping, dan pengasuh) dan tenaga kependidikan memuat kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan evaluasi program pembelajaran.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru TK B TKIT Al Uswah Bangil dalam mendesain pembelajaran dan menerapkan metode CBIFonik.Penelitian ini adalah penelitian evaluasi. Subjek penelitian ini adalah guru TK B dan guru fonik TKIT Al Uswah Bangil yang berjumlah 4 orang. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket, instrumen penilaian, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisa statistik deskriptif. Hasil evaluasi yang didapat ditinjau dari pengalaman mengajar >10 tahun dengan skor 55, 5-10 tahun dengan skor 61 dan <5 tahun dengan skor 60 dikategorikan sangat baik ditinjau dari keikutsertaan pelatihan <3 kali mendapatkan skor rata-rata 55 dengan kategori sangat baik dan keikutsertaan pelatihan >3 kali dengan skor 60,7dengan kategori sangat baik. Ditinjau dari status sudah bersertifikasi mendapatkan skor rata-rata 0 dan belum bersertifikasi mendapatkan skor rata-rata 59,25 dengan kategori sangat baik. Simpulan dalam penelitian ini adalah evaluasi penerapan metode CBIFonik pada guru TK B TKIT Al Uswah di tinjau dari penguasaan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran dikategorikan baik dengan adanya perbedaan berdasarkan pengalaman bekerja, keikutsertaan pelatihan, dan status sertifikasi. Rekomendasi yang diberikan yaitu guru lebih meningkatkan kemampuannya dalam mendesain pembelajaran dalam mengkombinasikan metode CBIFonik secara tepat, Direkomendasikan untuk melakukan penelitian dalam desain, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, serta pelatihan yang kontinyu untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menerapkan metode CBIFonik. Kata Kunci : Metode CBIFonik, Desain Pembelajaran, Model CIPP         Abstract Evaluation meupakan important things in a learning process.Standards for early childhood educators (teachers, assistant teachers, and caregivers) and education personnel includes qualifications and competencies required in a learning program evaluation activities .. This study aims to determine the competence of TK B TKIT Al Uswah Bangil in designing and implementing learning CBIFonik. The method is a research evaluation.This research subject is a kindergarten teacher and teacher phonic TKIT B Al Uswah Bangil amounting to 4 people.Evaluation model used is the CIPP evaluation model.The data collection is questionnaire, assessment instruments, interviews and documentation.Data analysis using descriptive statistical analysis. The evaluation results obtained in terms of teaching experience> 10 years with a score of 55, 5-10 years with a score of 61 and <5 years with an excellent score of 60 is categorized in terms of participation training <3 times to get an average score of 55 with very good categories and participation training> 3 times the score 60,7dengan category very well.Judging from certified status earn an average score of 0 and has not been certified to get an average score of 59.25 with a very good category. The conclusions in this study is the evaluation of the application of methods CBIFonik the TK B TKIT Al Uswah in the review of control of the competency of teachers in designing learning categorized either by their differences based on work experience, participation training, and certification status.Recommendations are given that teachers further enhance its ability to design learning in CBIFonik appropriately combining methods, recommended to conduct research in the design, implementation and assessment of learning, as well as continuous training to develop the skills of teachers in applying the method CBIFonik. Keywords: CBIFonik Methods, Instructional Design, CIPP Model
PENGEMBANGAN MEDIA BOARD GAME GARIS BILANGAN MATERI BILANGAN BULAT PADAMATA PELAJARAN MATEMATKA KELAS IV SDN NGAMPELSARI CANDI SIDOARJO DWI ERLITASARI, NOVA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 Nomer 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN Ngampelsari Candi Sidoarjo dilatarbelakangi oleh hasil wawancara dan pengumpulan data dalam proses pembelajaran yang menyebutkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dalam penyampaian materi bilangan bulat guru hanya mengunakan media koin dan kelereng sehingga siswa kurang tertarik. Efek sampingnya adalah rendahnya nilai siswa dalam materi ini. Dalam ulangan harian hanya 16 siswa yang mendapat nilai di atas nilai minimum. Materi bilangan bulat ini akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami siswa jika menggunakan media yang lebih menarik dan inovatif. Dengan demikian diperlukan media Board Game dalam proses pembelajaran bilangan bulat yang dapat menarik perhatian siswa dan merangsang sistem motorik anak karena siswa terlibat langsung dalam penggunaan media tersebut. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah diperlukannya pengembangan media Board Game Garis Bilangan materi bilangan bulat pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN Ngampelsari Candi Sidoarjo yang layak dan fektif Pengembangan media Board Game ini menggunakan model pengembangan Research & Development (R&D) dari Sugiyono karena model pengembangan ini tahapannya sistematis untuk menghasilkan suatu produk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kulitatif dan kuantitatif. Data hasil pengembangan validasi yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba. Berdasarkan hasil analisis data ahli media dan ahli materi dapat disimpulkan: a) hasil presentase uji coba dari ahli materi I dan ahli materi II adalah 100% tergolong sangat baik, b) hasil presentase ahli media I dan ahli media II adalah 89,5% tergolong sangat baik. Berdasarkan hasil angket uji coba dapat disimpulkan bahwa: a) hasil presentase uji coba perorangan 97,2% tergolong sangat baik, b) hasil presentase uji coba kelompok kecil 95,2% tergolong sangat baik, c) hasil presentase uji coba kelompok besar 97,5% tergolong sangat baik. Berdasarkan hasil presentase diatas maka dinyatakan layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media Board Game ini efektif. Dengan demikian media Board Game Garis Bilangan dikatakan layak dan efektif. Kata kunci: Pengembangan, media Board Game, Matematika. Abstract The research performed within forth grade student of Ngampelsari Candi Sidoarjo Elementary School by way of interviews and data collecting of the learning activity that mentions teachers have conveying difficulties towards the student. Teachers simply just utilize coins and marbles to convey the interger lesson. As the result, students have hit low in this lesson. Only 16 students can achieve above the standard score in the exam. The interger lesson can be attractive and comprehensible by using catchy and innovative media. Thereby a media such as Board Game is necessary for activities of learning the interger lesson which can draw the students attention and stimulate their motoric system as the students were directly involved in the use of the media. The problem in this research is requiring a decent and effective development of a Line Numbers Board Game for interger lesson in math subject forth grade Ngampelsari Candi Sidoarjo elementary school. This development of Board Game media is using Sugiyono’s Research & Development (R&D) model, because this model have a systematic step to produce a product. The likes of observation, interviews, questionnaire and test are used for data collecting method. The types of data that can be obtain is qualitative and quantitative data. The data result of validation of development consist of experts assessment and trials. Based on analysis the results of media experts data and lecture specialist can be inferred that : a) the percentage of trial result from lecture specialist I and lecture specialist II that classified as superfine is 100%, b) the percentage of trial result from media expert I and media expert II that classified as superfine is 89,5%. Based on questionnaire trials can be inferred that : a) the percentage of trial result from individual that classified as superfine is 97,2%, b) the percentage of trial result from minority groups that classified as superfine is 95,2%, c) the percentage of trial result from majority groups that classified as superfine is 97,5%. Based on those percentage of trials, this media is a decent media. Therefore this can be inferred) that Board Game media is effective. Thus Line Numbers Board Game is expressed as decent and effective. Keywords: Development, Board Game Media, Math

Page 8 of 44 | Total Record : 439