cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
PENGEMBANGAN MODUL DOKTRIN TNI DAN NILAI-NILAI KEJUANGAN BAGI MAHASISWA D3 TEKNIK ELEKTRONIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT SURABAYA TEGUH SETIAWAN, RIO
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL DOKTRIN TNI DAN NILAI-NILAI KEJUANGAN BAGI MAHASISWA D3 TEKNIK ELEKTRONIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) merupakan salah satu lembaga pendidikan di lingkungan militer yang memiliki tujuan untuk mendidik dan mencetak prajurit TNI yang profesional dan terampil. STTAL memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan ciri khas kemiliteran atau kedinasan TNI AL, terdapat mata kuliah doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan yang mengajarkan pendidikan tentang aturan, kode etik, prinsip-prinsip dasar sebagai prajurit TNI. Dalam proses pembelajaran mata kuliah doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan, pembelajaran bertumpu pada penjelasan dosen saat kegiatan tatap muka berlangsung dengan hanya menggunakan slide power point. Mahasiswa tidak memiliki buku pegangan terkait dengan materi. Minimnya rekomendasi buku terkait materi yang hanya untuk kalangan militer. Sering terjadinya kekosongan jam perkuliahan yang disebabkan dosen yang juga merupakan anggota TNI yang memiliki tanggung jawab pada tugas kenegaraan. Sehingga banyak mahasiswa yang tidak mencapai nilai ketuntasan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan peranan media pembelajaran yang mampu menjadi solusi pemecahan masalah tersebut yakni perlu dilakukan pengembangan modul doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan bagi mahasiswa D3 teknik elektronika STTAL. Modul merupakan seperangkat bahan ajar yang disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan dikemas dalam satuan pembelajaran terkecil dan memungkinkan dapat dipelajari secara mandiri dalam satuan waktu tertentu. Dalam hal ini modul yang dikembangkan berbentuk modul cetak. Modul doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan ini dikembangakan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yakni Analisys, Design, Development, Implementation and Evaluation. Modul melalui beberapa tahap uji coba yakni oleh para ahli materi, ahli media, ahli evaluasi butir soal dan 16 mahasiswa D3 teknik elekronika STTAL. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatif didapat berdasarkan hasil angket ahli dan angket yang diberikan untuk uji coba perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Data kualitatif didapat berdasarkan hasil deskriptif dari evauasi butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase untuk angket, serta perbandingan nilai untuk tes. Hasil uji kelayakan modul berdasarkan hasil angket ahli materi 100% (sangat baik), ahli media 100% (sangat baik) serta hasil angket uji coba perorangan 97,77% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 96% (sangat baik), dan uji coba kelompok besar 97,5% (sangat baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di STTAL Surabaya. Selanjutnya untuk keefektifan modul diperoleh perhitungan rata-rata kenaikan nilai mahasiswa dengan rata-rata kenaikan nilai sebesar 27,75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul doktrin TNI dan nilai-nilai kejuangan efektif digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci : Pengembangan, Modul, Doktrin TNI dan Nilai-Nilai Kejuangan. ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF MILITARY DOCTRINE MODULE AND STRUGGLE VALUES FORDIPLOMA PROGRAM STUDENT AT ELECTRONIC ENGINEERING IN THE COLLEGE OF NAVAL TECHNOLOGY College Of Naval Technology (STTAL) is one of the educational institutions in the military who has a goal to educate and to be the soldiers were professional and skilled. STTAL have a curriculum aligned with the typical military or official of the Navy, there are subjects military doctrine and struggle values ??that teach education about the rules, code of ethics, the basic principles as soldiers. In the process of learning subjects military doctrine and struggle values, learning relies on the explanation lecturers face when activities take place by simply using a power point slide. Students do not have a handbook relating to the material. The lack of book recommendations regarding the material only to the military. Frequent occurrence of the vacancy caused lecture hours lecturer who is also a member of the military who have responsibility on state duties. So many students who do not reach the value of completeness. In addressing the problems it is necessary role of media that could be a solution solving the problem that is necessary to the development of military doctrine modules and struggle values ?? for students of electronics engineering three-years diploma STTAL. The module is a set of teaching materials systematically arranged based on specific curriculum and packaged in the smallest units of learning and enabling can be studied independently in a certain time unit. In this case the modules developed modular print. Module military doctrine and stuggle values ? developed using ADDIE development model with 5 stages namely Analisys, Design, Development, Implementation and Evaluation. Module through some test phase which by the subject matter experts, media specialists, expert evaluation items and 16 students of engineering Electronics three-years diploma STTAL. Types of data used are qualitative and quantitative data, quantitative data obtained by questionnaire experts and questionnaires given to individual testing, small group, and large groups. The qualitative data obtained based on the descriptive results of evaluation items. Data analysis technique used is the percentage of the questionnaire, as well as the comparison value for the test. The results of the feasibility test module based on the results of questionnaires matter expert 100% (excellent), a media 100% (excellent) and the results of the questionnaire individual testing 97.77% (excellent), a small group trial 96% (excellent), and testing of large groups of 97.5% (excellent). It concluded that TNI doctrine modules and struglle values is fit for use in learning activities in STTAL Surabaya. Furthermore, to the effectiveness of the modules obtained by calculating the average increase in value of a student with an average increase in value of 27.75. It can be concluded that the use of military doctrine modules and struglle values ??effectively used in learning. Keywords : Development , Modules , TNI's doctrine and Struggle Values ?
PENGEMBANGAN MEDIA CAI TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF MULTIMEDIA KOMPETENSI DASAR SYARAT ANIMASI UNTUK SISWA KELAS XII MULTIMEDIA SMKN 1 KALITENGAH LAMONGAN SAADAH, ANIS
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan media Computer Assisted Insruction (CAI) Tutorial pada mata pelajaran produktif kompetensi dasar menjelaskan syarat animasi pada siswa kelas XII Multimedia di SMK N 1 Kalitengah ini menggunakan model pengembangan DDD-E yang pengujiannya menggunakan desain uji coba Arief Sadiman sebagai acuan. Dikarenakan di dalam model DDD-E terdapat langkah-langkah yang lebih sistematis dan tepat yang diakuratkan dengan uji coba arief sadiman. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran yang layak, efektif dan untuk memfasilitasi belajar siswa. Dalam pelaksanaan dilakukan beberapa tahapan, yakni ; review dengan para ahli materi, media dan pembelajaran, kemudian di uji cobakan kepada siswa dalam bentuk perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Pengumpulan data menggunakan metode angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik perhitungan PSA(prosentase Setiap Aspek) danPSP(prosentase Setiap Program). Sedangkan data eksperimen di hitung menggunakan rumus post-test dan post-test. Hasil review kepada ahli materi dengan skor 100, review pada ahli media dengan skor 100 dan review kepada ahli pembelajaran dengan skor 100. Kemudian pada hasil uji coba perorangan yaitu 96,62 lalu pada kelompok kecil yaitu 97,91 dan pada uji coba kelompok besar 96,37. Hasil data diperoleh menunjukan media layak dipergunakan. Hasil tes diperoleh data 10.14 > 1.69 dapat disimpulkan t0 lebih besar dari t0.05. Dari hasil tersebut maka dapat diintreprestasikan bahwa media Computer Assisted Insruction (CAI) Tutorial pada mata pelajaran produktif multimedia kompetensi dasar menjelaskan syarat animasi efektif dipergunakan pada siswa kelas XII Multimedia di SMK N 1 Kalitengah. Media CAI dapat dikatakan layak dan efektif karena berdasarkan kategori yang ditunjukan pada uji coba yang dilakukan. Media CAI yang dikembangkan perlunya instruksi dalam penggunaannya untuk memudahkan siswa menggunakannya. Melihat karakteristik media CAI dikembangkan media CAI hanya dapat dipergunakan dalam kegiatan belajar kelas XII Multimedia kompetensi dasar menjelaskan syarat animasi. Kata Kunci : Pengembangan, Media CAI (Computer Asisted Instruction), Tutorial, CAI Tutorial, Multimedia, syarat-syarat animasi. Abstract This development of Computer Assisted Instruction (CAI) media Tutorial type at Productive Multimedia lesson, with basic competency is to explain animation’s requisite for XII multimedia major class student in Vocational High School 1 Kalitengah process use DDD-E model, in which the test is use Arief Sadiman’s tryout designas references. This development aims to produce feasible and effective instructional media, and to fasilitate student’s learning process. As implementation, there are some steps that has been realized, that is : review with material, media expert, learning expert, then itis tested to students in formed of individual, small group, and the larger group. Data collecting process use questionnaire. Then it is been analyzed with PSA (Precentage for Each Aspect) and PSP (Precentage for Each Program). Whereas experimen data is analyzed useing pre-test and post-test. The results of both material, media expert and learning expert review shows 100 points. Then in individual test, the result is 96,62. From small group test the result os 97,91 and at the larger group test the result is 96,37. The result of data analysis shows that this media is feasible to be used. Test result shows data 10.14 > 1.69, then it conclude thatt0 is bigger from t0,05. From those result can be interpreted that Tutorial type Computer Assisted Instruction (CAI) Media at Productive multimedia lessons with basic competency is to explain animation’s requisite effective to be used for XII Multimedia major class in Vocational High School 1 Kalitengah. CAI media can be stated as feasible and effective, because, based on categories that has been shown during tryout process in ongoing. CAI media that has been developed is need instruction in usage to make easier for student to use it. After look from the CAI media characteristics that has been developed, CAI media is can be used only during learning process in XII Multimedia class with Basic competency is to explain animation’s requisite. Keywords: Development, CAI (Computer Assisted Instruction) Media, Tutorial, CAI Tutorial, Multimedia, Animation’s requisite.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TENTANG CARA MEMBUAT PUFF PASTRY DOUGH UNTUK MAHASISWA GELOMBANG I PROGRAM STUDI PASTRY DAN BAKERY DI SURABAYA HOTEL SCHOOL Safitri, Yusiana
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional sangat dibutuhkan pada era globalisasi, khususnya lulusan Pastry dan Bakery di Surabaya Hotel School. Lulusan Pastry dan Bakery dapat memproduksi produk-produk yang baik, lezat dan berkualitas serta memperoleh hasil nilai jual dan pemasukan yang tinggi . apabila sumber daya manusia lulusan Pastry dan Bakery memperoleh pendidikan dan pelatihan yang tepat dan berkualitas. Namun berdasarkan hasil observasi kegiatan praktik menunjukkan bahwa 10 dari 16 mahasiswa belum dapat membuat puff pastry dough dengan baik dan benar sesuai karakteristik mutu yang ditetapkan. Dengan alasan tersebut, peneliti mengembangkan media video pembelajaran tentang cara membuat puff pastry dough untuk mahasiswa gelombang 1 program studi pastry dan bakery di Surabaya hotel school. Pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan wawancara, PSA (Penilaian Setiap Aspek) dan uji t. Hasil uji validasi kelayakan media video berdasarkan hasil wawancara ahli materi adalah 93,65 (sangat baik), hasil wawancara ahli media adalah 86,98 (sangat baik), hasil angket uji coba perorangan 81,33 (sangat baik), hasil angket uji coba kelompok kecil 83,77 (sangat baik). Maka dari itu kelayakan media termasuk dalam kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil perolehan uji-t mahasiswa pada penggunaan media video diperoleh d.b 9 dengan taraf kesalahan 5 % (0,05) adalah 2,26 dan t-hitung adalah 28,78. Apabila t-tabel< t-hitung yakni 2,26< 28,78. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembang telah berhasil menghasilkan media video pembelajaran yang layak dan efektif. Kata kunci: Media Video Pembelajaran, Puff Pastry, Surabaya Hotel School. Abstract The development of human resources and qualified professionals are needed in the era of globalization, especially graduates Pastry and Bakery in Surabaya Hotel School.Lulusan Pastry dan Bakery dapat memproduksi produk-produk yang baik, lezat dan berkualitas serta memperoleh hasil nilai jual dan pemasukan yang tinggi .Graduates Pastry and Bakery can manufacture the products were good, tasty and quality and get the results the selling price and higher incomes.apabila sumber daya manusia lulusan Pastry dan Bakery memperoleh pendidikan dan pelatihan yang tepat dan berkualitas.when human resources graduate Pastry and Bakery education and training and quality.Namun berdasarkan hasilobservasi kegiatan praktik menunjukkan bahwa 10 dari 16 mahasiswas belum dapat membuat puff pastry dough dengan baik dan benar.However, based on theobservationofthe practical activities shows that 10 of the 16 mahasiswas yet to make puff pastry dough properly base on quality of characteristic decided.Dengan alasan tersebut, peneliti mengembangkan media video pembelajaran tentang cara membuat puff pastry dough untuk mahasiswa gelombang 1 program studi pastry dan bakery di Surabaya hotel school.For these reasons, researchers developed media instructional video on how to make puff pastry dough for students wave 1 pastry and bakery courses in Surabaya hotel school. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE.This development using ADDIE model.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan tes.Methods of data collection using interviews, questionnaires and tests.Teknik analisis data menggunakan wawancara, PSA (Penilaian Setiap Aspek) dan uji t.Data were analyzed using interviews, PSA (Rating Every Aspect) and t test.Hasil uji validasi kelayakan media video berdasarkan hasil wawancara ahli materi adalah 93,65 (sangat baik), hasil wawancara ahli media adalah 86,98 (sangat baik), hasil angket uji coba perorangan 81,33 (sangat baik), hasil angket uji coba kelompok kecil 83,77 (sangat baik).Test results validate the feasibility of video media based on the interview subject matter experts is 93.65 (very good), the result is a media expert interview 86.98 (very good), questionnaire individual testing 81.33 (very good), questionnaire test small groups 83.77 (very good).Maka dari itu kelayakan media termasuk dalam kriteria sangat baik.Thus the feasibility of media included in the criteria very well.Berdasarkan hasil perolehan uji-t mahasiswa pada penggunaan media video diperoleh db 9 dengan taraf kesalahan 5 % (0,05) adalah 2,26 dan t-hitung adalah 28,78.Based on the results of the acquisition of the t-test students on the use of video media obtained db 9 with a standard error of 5% (0.05) is 2.26 and the t-test is 28.78 Apabila t-tabel< t-hitung yakni 2,26< 28,78.It can be concluded that the developers have managed to produce video media learning feasible and effective Kata kunci : Media Video Pembelajaran, Puff Pastry, Surabaya Hotel School. Keywords: Media Video Learning, Puff Pastry Dough, Surabaya Hotel School.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH PEMINATAN MATERI POKOK PERANG DUNIA I PADA SISWA KELAS XI PEMINATAN ILMU-ILMU SOSIAL DI MAN 1 TULUNGAGUNG ADE SETIAWAN, OKY
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada berbagai bidang peminatan di SMA atau yang sederajat. Sejarah dalam kurikulum 2013 terbagi atas Sejarah wajib yang diajarkan pada semua bidang peminatan, dan sejarah peminatan yang diajarkan khusus pada Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Sejarah bukan hanya mengajarkan fakta-fakta kejadian masa lalu, namun bagaimana menemukan hubungan sebab-akibat berdasarkan pengalaman yang didapatkan dari setiap kejadian masa lalu. Pada sejarah peminatan, salah satu materi yang memerlukan pemahaman hubungan sebab-akibat tersebut adalah perang dunia I dan pengaruhnya terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi dan hubungan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan dan kemampuan video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok Perang Dunia I. Objek penelitian adalah peserta didik kelas XI Peminatan Ilmu-ilmu Sosial MAN 1 Tulungagung, terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan IDI. Pengujian kelayakan video pembelajaran dilakukan dengan melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran masing-masing dua orang. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar dilakukan uji t dua kelompok. Setelah dilakukan pengujian dan analisis data, diperoleh hasil yang menunjukkan video pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil uji t menunjukkan nilai t = 2,425 dan t kritik pada dan pada sehingga diketahui 1.672 < 2.394 < 2.425. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan video pembelajaran berhasil dilakukan dengan model IDI. Lebih lanjut, video pembelajaran dinyatakan layak dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Peminatan Ilmu-ilmu Sosial di MAN 1 Tulungagung. Video pembelajaran juga mampu mengatasi masalah belajar pada materi Perang Dunia I Sejarah Peminatan. Kata Kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran Perang Dunia I, Sejarah Peminatan Abstract History is one of lessons that has been taught on any majors in High School. History in 2013’s Curriculum divided as Mandatory History which is been taught in all majors, and Advanced History which is been taught only in Social Science major. It is not only teach about past events, but also how to find causal relations based on experience that has been gained among those events. In advanced History, on of the subject that need that relations is World War I and it's effects to political life, Social-Economy, and international relations. This research aimed to determine how development process works, it's appropriatness and ability in order to increase student's outcomes especially in World War I Subject Matter. Objects for this research are XI Social Science major class students from Islamic Senior High School 1 Tulungagung, divided into control group and experimental group. It's development process using IDI model. Test for instructional video's appropriateness done through subject, media, and instructional expert group with two experts for each group. Whereas to determine ability of instructional video to increase student's outcome, two group t-test is used. After all of tests and data analysis, this research gains result which shows that instructional video successfully increase student's outcome. t-test result shows t's value = 2,425 with t's table at and at , so it’s known that 1.672 < 2.394 < 2.425. Thereby, this clarify the increase of student's outcome. Conclusion of this research shows that instructional video development process had been successfully done with IDI model. Further more, instructional video is clarified as appropriate and be able to improve the outcomes of XI social Science major class. Instructional video also afford to resolve any learning problem on Advanced History's World War I subject matter. Keywords:Development, World War I’s Instructional Video, Advanced History
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL ELEKTRONIK PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK KALOR DAN PERPINDAHANNYA DI KELAS VII G SMPN 34 SURABAYA NUR HASANAH, RIFAATUL
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyaknya rumus-rumus yang harus dihafalkan dan percobaan-percobaan yang harus di lakukan pada mata pelajaran IPA materi pokok kalor dan perpindahannya, maka guru dituntut untuk melakukan pembelajaran yang lebih bervariasi lagi. Tetapi, pada kenyataannya, proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya menggunakan media buku paket yang dipinjamkan dari sekolahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan media modul elektronik yang layak dan efektif pada mata pelajaran IPA materi pokok kalor dan perpindahannya untuk siswa kelas VII G SMPN 34 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil validasi media dari ahli media dan ahli materi adalah media layak digunakan dengan revisi. Hasil angket uji coba produk kepada siswa kelas VII SMPN 34 Surabaya, dapat disimpulkan bahwa: (a) hasil presentase uji coba perorangan 83,33% (sangat baik), (b) hasil presentase uji kelompok kecil 87% (sangat baik), (c) hasil presentase uji coba lapangan 88,15% (sangat baik). Dengan hasil tersebut, media modul elektronik ini layak digunakan. Selain itu dengan hasil perhitungan perbandingan antara pretest dan posttest yang dilakukan adalah thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 4,94 > 2,02809. Hal ini menunjukkan bahwa modul elektronik mata pelajaran ipa materi pokok kalor dan perpindahannya efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Pengembangan, Media, Modul Elektronik, Kalor dan Perpindahannya. Abstract Many formulas that must be memorized and experiments that should be done in science subjects and subject matter kalor dan perpindahannya, the teachers are required to perform more varied learning again. But, in fact, the learning process performed by the teacher only uses media textbooks loaned from school.Therefore, this study aims to develop electronic module media viable and effective in science subjects and subject matter kalor dan perpindahannya for students of class VII G SMPN 34 Surabaya. This type of research is the research of development.Based on the analysis that has been done, it can be deduced that the validation results media from media experts and subject matter experts are worthy of media used by the revision. The results of product testing questionnaire to students of class VII SMPN 34 Surabaya, it can be concluded that: (a) the results of individual testing percentage of 83.33% (excellent), (b) the results of a small group of test percentage 87% (excellent), (c) the results of field trials percentage of 88.15% (excellent). With these results, the media electronic module is fit for use. In addition to the results of the calculation of the ratio between pretest and posttest performed is greater than the t table 4.94> 2.02809. This indicates that the electronics module subjects IPA subject matter kalor dan perpindahannya of effectively to improve student learning outcomes. Keywords:Development, Media, Electronic Modules, Kalor dan Perpindahannya.
PENGARUH PENERAPAN METODE DIGITAL STORYTELLING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI MY GRANDFATHER IS A DOCTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTS NEGERI III SURABAYA CHOLIFAH NURCIPTO, IDA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rendahnya nilai hasil belajar siswa pada materi my grandfather is a doctor menjadi faktor penyebab adanya permasalahan, di mana siswa tidak bisa mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Dari 36 siswa hanya 11 siswa yang mencapai nilai KKM tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan dan peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode digital storytelling mata pelajaran Bahasa Inggris materi my grandfather is a doctor untuk siswa kelas VII MTs Negeri III Surabaya. Subjek penelitian terdiri dari kelas VII A-B sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas VII C sebagai kelas kontrol. Adapun desain penelitian yang digunakan ialah true experimental design dengan instrument berupa observasi, tes dan dokumentasi. Hasil analisis data yang diketahui pada observasi siswa di kelas eksperimen VII A dan VII B yang diperoleh dengan N = 35-1 = 34. Signifikansi 5%diperoleh 0,334 < 1, sehingga data yang dianalisis menunjukkan adanya persamaan antara observer I dan II di kelas eksperimen. Maka diperoleh hasil rata-rata 100% yang dapat dikategorikan “baik sekali”. Hasil belajar siswa didapatkan melalui tes tertulis dengan menggunakan rumus One-Way Anova yang dilakukan dengan aplikasi statistik SPSS Versi 20 diperoleh = 13,891 dengan nilai probabilitas (Sig.) = 0,000, sedangkan diketahui = 2,26 untuk probabilitas 0,05. Sedangkan nilai probabilitas signifikansi diperoleh sebesar 0,000. Oleh karena itu, nilai probabilitas signifikansi 0,000 < 0,05 maka di tolak, yang berarti ada pengaruh yang signifikan. Sehingga dapat dinyatakan bahwa yang membuat post-test kelas eksperimen meningkat adalah perlakuan yaitu metode digital storytelling. Kata Kunci: Penerapan, Metode digital storytelling, Bahasa Inggris, hasil belajar. Abstract The problem in this research contentsisabout the low grade of the students in the material my grandfather is a doctor. The students can not gain standart minimum (KKM) is 75 that the school have decided. From 36 students only 11 students who gained the standart minimum (KKM). The purpose of this research is to enhancethestudent’slearning activity andstudyresult byapplying the Implementation ofdigital storytelling method in the material my grandfather is a doctor at VII class in MTSN III Surabaya . Subjects of this study consisted of class VII A and VII B as the experimental class, while the class VII C as controls. The study design used is true experimental design to study the instrument in the form of observation, testing and documentation. The results analysis of the data known at the observation experiment of students in grade VII A and VII B obtained with N = 35-1 = 34. The significance 5% is acquired 0.334 < 1, so the data analyzed indicate parallels between observer I and II in class experiments. Then the average results obtained 100% that can be categorized as "excellent". Student learning outcomes acquired through a written test using One-Way Anova formula made with statistical applications SPSS Version 20 shows = 13.891 with probability values (Sigs.) = 0.000, while known = 2.26 probability for 0.05. While the significance probability value acquired0.000. Therefore, the value of the probability of significance 0.000 < 0.05 then decline, which means there is a significant influence. So it can be stated that the reason makes post-test grades increased experimentation is the treatment method of digital storytelling. Keywords: application, digital storytelling method, English language, learning outcomes.
PENGEMBANGAN CAI ( COMPUTER ASSISTED INSTRUCTIONS) MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR PLUS AT-TAQWA BRONDONG LAMONGAN MARIFAH, IZZATUL
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN CAI ( COMPUTER ASSISTED INSTRUCTIONS) MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR PLUS AT-TAQWA BRONDONG LAMONGAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan media Computer Assisted Instructions model tutorial yang layak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajran pada mata pelajaran IPA materi Proses Pembentukan Tanah. Pengembangan media ini menggunakan model pembelajran ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementations, dan Evaluation). Sasaran pengembangan dalam penelitian ini dalah siswa kelas V Sekolah Dasar Plus At-Taqwa Brondong. Dari semua aspek reviewer materi mendapatkan prosentase sebanyak 98%(sangat baik). Aspek reviewer ahli media mendapatkan prosentase sebanyak 77,33%(baik). Data yang didapat pada uji coba perorangan sebanyak 3 siswa mendapatkan prosentase nilai sebanyak 88,67%(sangat baik). Sedangkan data yang didapat pada uji coba kelompok kecil sebanyak 10 siswa dengan prosentase sebanyak 93%(sangat baik) dan uji coba kelompok besar sebanyak 20 siswa mendapatkan prosentase 96,5% (sangat baik). Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran CAI pengembang menggunakan perbandingan uji t pretest dan uji t postest. Uji t pretest menghasilkan uji t hitung lebih kecil dari t tabel (0,32<2,02) , sedangkan uji postest manghasilkan uji t hitung lebih besar dari t tabel (4,1>2,02). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan media CAI pada siswa kelas V SD Plus At-taqwa Brondong siswa mengalami peningkatan hasil belajar secara signifikan pada materi proses pembentukan tanah. Kata Kunci: Pengembangan Media, CAI tutorial, Proses Pembentukan Tanah. Abstract This study was conducted to generate media Computer Assisted Instructions use the tutorial models for appropriate and effective for use in the learning process of science subjects of Soil formation process. This development media using model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementations, and Evaluation). Target development in this study were students of class V Plus Elementary School At-Taqwa Brondong. Of all aspects of the material reviewer get a percentage as much as 98% (excellent). Aspects media expert reviewer to get a percentage as much as 77.33% (excellent). Data of individual testing of three students get a percentage 88.67% (excellent). While the data of a small group testing of 10 students get percentage value of as much as 93% (excellent) and large groups testing of 20 students get a percentage of 96.5% (excellent). So, developers use of comparation of t test of pretest and t test of postets. For t test of pretest produce tcount is smaller than ttable (0.32 <2.02) , and t test of postest produce tcount is greater than ttable (4.1> 2.02). It can be concluded that the use of media CAI of Class V in At-Taqwa Elementary School Brondong learning outcomes of students has increased significantly in the material process of soil formation. Keywords: Development Media, CAI tutorial, soil formation process.
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL PEMBELAJARAN TENTANG TROUBLESHOOTING DALAM MATA PELAJARAN REPARASI KOMPUTER BAGI SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI GRESIK 1 TRI MAYANGSARI, TIKA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah produk media modul pembelajaran untuk materi troublesooting pada kelas XI di MAN 1 Gresik. Media modul pembelajaran ini diharapkan efektif dan layak digunakan dalam proses belajar peserta didik pada mata pelajaran tata busana. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Modul ini terdiri atas lima langkah yaitu : 1) analisis (analyze), 2) perancangan (design), 3) pengembangan (development), 4) implementasi (implementation), dan 5) evaluasi (evaluate). Hasil uji kelayakan media modul ini berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media melalui wawancara terstruktur adalah layak digunakan dalam pembelajaran dengan revisi. Sedangkan hasil angket uji coba produk kepada siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1, dapat disimpulkan bahwa : a) Hasil Presentase uji coba perorangan, yaitu aspek (1) 90% (sangat baik), aspek (2) 85% (sangat baik), dan aspek (3) 88,3% (sangat baik); b) Hasil uji coba kelompok kecil, yaitu aspek (1) 100% (sangat baik), aspek (2) 91% (sangat baik), dan aspek (3) 87% (sangat baik); dan c) Hasil uji coba kelompok lapangan, yaitu aspek (1) 94% (sangat baik), aspek (2) 85% (sangat baik), dan aspek (3) 93% (sangat baik). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media modul ini dikategorikan sangat baik dan layak digunakan. Selain itu, hasil perhitungan berdasarkan uji lapangan menggunakan 1 kelas dengan taraf signifikan 5%, maka didapat d.b = N-1 = 27-1 = 26. Sehingga thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 14,937 > 2,056. Dengan demikian dapat disimpulkan dari data hasil belajar dengan menggunakan media modul cetak troubleshooting mengalami peningkatan sehingga media tersebut bisa dinyatakan efektif dalam mata pelajaran pada materi troubleshooting untuk siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1. Kata Kunci: Pengembangan, Media Modul, Troubleshooting Abstract This study aims to produce a media product learning modules for the material in class XI troublesooting in MAN 1 Gresik. Media learning module is expected to be effective and feasible in the learning process of students in the subjects of fashion. This learning module has a physical form A5 size. The development method used is the model ADDIE. This consists of five steps: 1) analysis (analyze), 2) design (design), 3) development (development), 4) implementation (implementation), and 5) evaluation (Evaluate). The results of this feasibility test media module based on the results of expert validation of materials and media experts through a structured interview are eligible for use in learning to revision. While the results of the questionnaire testing products to a class XI student of Madrasah Aliyah Gresik District 1, it can be concluded that: a) Results Percentage of individual testing, namely the aspects (1) 90% (excellent), aspect (2) 85% (excellent) , and the aspect (3) 88.3% (very good); b) The results of trials of small groups, namely the aspect (1) 100% (excellent), aspect (2) 91% (very good), and the aspect (3) 87% (very good); and c) Results of field trials group, namely the aspect (1) 94% (excellent), aspect (2) 85% (very good), and the aspect (3) 93% (excellent). It can be concluded that the development of this module media categorized as very good and fit for use. In addition, the calculation results based on field tests using a 1st class with significant level of 5%, then obtained d.b = N-1 = 27-1 = 26. So thitung greater than ttable, ie 14.937> 2.056. It can be concluded from the data result of learning using print media troubleshooting module increased so that the media can be expressed effectively in subjects on the material troubleshooting for class XI student in Madrasah Aliyah Gresik 1. Keywords: Development, Media Modules, Troubleshooting
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL PEMBELAJARAN MATERI SERAT TEKSTIL PADA MATA PELAJARAN TATA BUSANA BAGI SISWA KELAS X DI MAN 1 GRESIK FUADIYAH, TSAMROTUL
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah produk media modul pembelajaran untuk materi serat tekstil pada kelas x di MAN 1 Gresik. Media modul pembelajaran ini diharapkan efektif dan layak digunakan dalam proses belajar peserta didik pada mata pelajaran tata busana. Modul pembelajaran ini memiliki bentuk fisik berukuran A5. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Modul ini terdiri atas lima langkah yaitu : 1) analisis (analyze), 2) perancangan (design), 3) pengembangan (development), 4) implementasi (implementation), dan 5) evaluasi (evaluate). Hasil uji kelayakan media modul ini berdasarkan hasil validasi ahli materi adalah layak digunakan, validasi ahli media adalah layak digunakan, hasil uji coba perorangan adalah 78,5% (baik), dan hasil uji coba kelompok kecil adalah 77,3% (baik). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media modul dinyatakan layak dan dapat membantu proses belajar peserta didik secara mandiri. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus uji t, hasil dari perbandingan pre test kelas eksperimen dengan pre test kelas control adalah sama atau tidak ada perbedaan. Dan hasil dari perbandingan post test kelas eksperimen dengan kelas control adalah mean post test kelas ekspermen lebih bagus daripada mean post test kelas control, padahal dari hasil pre test kedua kelas adalah sama. Jadi yang membedakan adalah perlakuan. Sehingga media modul pembelajaran ini adalah efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas x di MAN 1 Gresik pada mata pelajaran tata busana materi serat tekstil. Kata Kunci: Pengembangan, Media Modul, Serat Tekstil Abstract This study aims to produce a media product learning modules for the textile fiber material at a grade x in MAN 1 Gresik. Media learning module is expected to be effective and feasible in the learning process of students in the subjects of fashion. This learning module has a physical form A5 size. The development method used is the model ADDIE. This consists of five steps: 1) analysis (analyze), 2) design (design), 3) development (development), 4) implementation (implementation), and 5) evaluation (Evaluate). The results of this feasibility test media module based on the results of expert validation material is fit for use, media expert validation is fit for use, the results of individual trials was 78.5% (good), and a small group of test results was 77.3% (good). It can be concluded that the development of media modules to be eligible and can help the learning process of students independently. Based on calculations using the formula t test, the results of pre-test comparison of the experimental class with a pre-test grade control is equal to or no difference. And the results of the comparison post test experimental class with a grade control is the mean post test ekspermen class better than the mean post-test grade control, whereas the results of the pre-test the two classes are the same. So the difference is the treatment. Media so that this learning module is effective and can improve the learning outcomes of students in class X MAN 1 Gresik on the subjects of fashion textile fiber material. Keywords: Development, Media Modules, Fiber Textiles
PENGEMBANGAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTIONAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI I LOVE THINGS AROUND ME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 26 SURABAYA WULANDARI, ASRULY
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2016): Volume 7 Nomer 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTIONAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI I LOVE THINGS AROUND ME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 26 SURABAYA Asruly Wulandari, Utari Dewi S1 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabayaasrulywulandari@gmail.com Abstrak Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMPN 26 Surabaya mata pelajaran Bahasa Inggris materi I Love Things around Me kelas VII diperoleh informasi bahwa 50% dari jumlah siswa sebanyak 38 siswabelum mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) keseluruhan yaitu 80. Siswa mengalami kesulitan dalam materi kata ganti orang subject/object, cardinal/ordinal number, penambahan s/es pada benda jamak, article a/an pada benda tunggal. Penelitian Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media CAI materi I Love Things around Me pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis data menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, angket, dan tes. Wawancara digunakan untuk memperoleh data validasi ahli materi dan media, angket digunakan untuk memperoleh data uji coba produk, tes digunakan untuk memperoleh data pretes dan posttest.Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research and Development (R&D), dikarenakan setiap langkahnya jelas dan efisien dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hasil penelitian di SMPN 26 Surabaya menunjukkan bahwa hasil wawancara ahli materi diperoleh 80% (baik sekali), sedangkan hasil dari wawancara ahli media diperoleh 94,16% (baik sekali). Hasil uji coba perorangan diperoleh 90,38% (baik sekali), hasil uji coba kelompok kecil diperoleh 86,11% (baik sekali), hasil uji coba kelompok besar diperoleh89,13% (baik sekali). Analisis data uji t-test diperoleh rata-rata uji coba posttest (90,45) lebih besar dari nilai pretest (57,97). Berdasarkan pengujian menggunakan taraf signifkan 5% d.f. =37-1 = 36, sehingga di peroleh t tabel = 1.68830 sedangkan t hitung 5,89912. Sehingga t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 5,89912>1,68830. Dengan demikian perbedaan pretes dan posttest terserbut dinyatakan mengalami perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diterapkannya media CAI pada mata pelajaran Bahasa Inggris, sehingga media CAI terserbut dinyatakan layak dan efektif dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi I Love Things Around Me di kelas VII E SMP Negeri 26 Surabaya Tahun Pelajaran 2015/1016. Kata Kunci: Pengembangan, Media CAI, Bahasa Inggris, hasil belajar. Abstract Based on observations conducted at SMPN 26 Surabaya subjects in English material I Love Things around Me class VII the developers get the information that 50% of students from 38 students have not reached the KKM (Criteria Complete Minimal) that is 80. Students having difficulty in the material the personal pronoun subject/object, cardinal/ordinal number, s/es on plural noun, article a/an on single objects. This Research Development aims to produce media CAI on English subject material I Love Things around Me that is expected to improve student learning outcomes. The type of data using quantitative data and qualitative data. Data collected by using interviews, questionnaires, and tests. Interviews are used to obtain data on material and media expert validation, the questionnaire used to obtain data on product testing, test is used to get data on the pretest and posttest. The development method used the model of Research and Development (R&D), because in every step is clear and efficient implementation. Based on the results of research in SMPN 26 Surabaya shows that the interview subject matter experts obtained 80% (excellent), while results from media expert interview obtained 94.16% (excellent). The results of individual testing obtained 90.38% (excellent), a small group of test results obtained 86.11% (excellent), a large group of test results obtained 89.13% (excellent). Analysis of data obtained t-test average posttest trial (90.45) is greater than the pretest value (57.97). Based on testing using significantly the level of 5% d.b. = 37-1 = 36, so that the obtained t table = 1.68830 while t count 5.89912. So that, t count is greater than t table is 5.89912> 1.68830. Thus the differences in pretest and posttest otherwise experiencing a significant difference. It can be concluded that learning outcomes of students has increased after the implementation of media CAI on English subjects, so the media CAI be feasible and effective in English subject material I Love Things around Me in class VII E SMPN 26 Surabaya Academic Year 2015/2016. Keywords: Development, Media CAI, English, learning outcomes.

Page 9 of 44 | Total Record : 439