cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
PENCIPTAAN BUDAYA PERUSAHAAN YANG BAIK DALAM RANGKA MEMBANGUN PERUSAHAAN BERKUALITAS GLOBAL MELALUI PENINGKATAN ETOS KERJA KARYAWAN Nadia Sasmita Wijayanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.132 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7860

Abstract

Budaya perusahaan yang kuat dan jelas dapat memberikan kerangka kerja yang mendasar kepada semua orang.  Adanya kejelasan terhadap tata peraturan, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan visi misi yang ingin dituju, akan mempermudah setiap karyawan dalam melaksanakan aktivitasnya. Tanpa adanya kejelasan tata peraturan, prosedur yang konkret dan visi misi yang jelas, karyawan tidak akan mampu mencapai hasil kerja yang optimal. Tujuan dalam pembentukan budaya perusahaan yang baik adalah menciptakan etos kerja karyawan yang tinggi, etos kerja tinggi merupakan tolok ukur kualitas dari suatu perusahaan. Budaya perusahaan adalah soft side, sebagai pendukung hard side (sistem produksi, struktural, desain dan teknologi) untuk memacu kualitas.
Komunikasi Efektif untuk Mendukung Kinerja Perkantoran Suranto Aw
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.893 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3849

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu faktor untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi perkantoran. Komunikasi efektif dan tingkat kinerja perkantoran berhubungan secara positif dan signifikan. Memperbaiki komunikasi perkantoran berarti memperbaiki kinerja perkantoran. Argumentasi ini didasari oleh sebuah logika bahwa semua pekerjaan di dalam perkantoran pada kenyataannya saling berhubungan. Kurang baiknya kinerja sebuah devisi akan berpengaruh negatif pada devisi lain serta terhadap perkantoran itu sendiri. Komunikasi meningkatkan keharmonisan kerja dalam perkantoran. Sebaliknya apabila komunikasi tidak efektif. maka koordinasi akan terganggu. Akibatnya adalah disharmonisasi yang akan mengganggu proses pencapaian target dan tujuan perkantoran.
STUDI TENTANG IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN ARSIP ELEKTRONIK PADA KANTOR PEMERINTAHAN KOTA YOGYAKARTA Sutirman Sutirman; Nadia Sasmita Wijayanti; Purwanto Purwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3480.434 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v14i1.16478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). unit kerja di lingkungan Kantor Pemerintahan Kota Yogyakarta yang mengimplementasikan sistem manajemen arsip elektronik; 2). sistem manajemen arsip elektronik yang diimplementasikan; 3). jenis arsip yang dikelola dengan sistem manajemen arsip elektronik; 4). sarana yang digunakan dalam implementasi manajemen arsip elektronik di lingkungan Kantor Pemerintahan Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei.  Sedangkan dilihat dari segi sifat analisisnya maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksploratif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pegawai yang bertugas mengelola arsip pada kantor pemerintahan Kota Yogyakarta. Jumlah unit kerja yang menjadi subjek penelitian sebanyak 13. Responden yang menjadi sumber data pada setiap unit kerja adalah satu orang, sehingga jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 13 orang. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1). terdapat dua unit kerja di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta yang mengimplementasikan sistem manajemen arsip elektronik, yaitu Dinas Perizinan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; 2). sistem manajemen arsip elektronik yang diimplementasikan pada Dinas Perizinan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah sama, yaitu terdiri dari sistem pemindaian dokumen dan sistem software manajemen dokumen; 3). jenis arsip yang dikelola dengan sistem manajemen arsip elektronik adalah arsip dinamis in aktif; 4). sarana yang digunakan untuk implementasi sistem manajemen arsip elektronik di lingkungan Pemerintahan Kota Yogyakarta berupa: komputer, scanner, printer, compact disk, dan software manajemen arsip elektronik.
Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pendidikan Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3089.985 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3800

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh mutu pendidikan. Oleh karena itu peningkatan  mutu pendidikan merupakan kenyataan yang harus dilakukan scara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan sehingga menghaislkan sumber daya manusia yang berdaya saing global, adalah melalui pengenalan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Aplikasi teknologi informasi dalam pendidikan dapat sebagai sumber maupun media pembelajaran.  
Formulasi Aspek-Aspek Pelayanan Publik Berkualitas Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5166.469 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3819

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas masih menjadi kendala bagi pomerintah karena berbagai hambatan-hambatan baik dari segi sikap, porllaku dan mentalitas SDM dalam hal ini PNS sebagai aparatur pemerintah. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan melayani dan bukan untuk dilayani. Sekaligus berupaya mempertahankan dukungan, keepercayaan masyarakat dengan mereformasi wawasan berfikir dan mengevaluasi diri sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terpenuhi. Upaya-upaya menuju meningkatkan kualitas pelayanan tersebut dengan memahami: unsur-unsur dan jenis pelayanan publik, kegiatan pelayanan, penyelenggaraan publik, azas, prinsip, standar pelayanan publik, kualitas dan dimensi pelayanan agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Dengan memahami formulasi aspek-aspek pelayanan publik diharapkan pegawai sebagai aparatur negara dapat meningkatkan produktivitas kerjannya dalam hal pelayanan publik dengan mengedepankan pelayanan publik yang berkualitas.
MICE- MASA DEPAN BISNIS PARIWISATA INDONESIA Chusnu Syarifa Diah Kusuma
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.059 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27420

Abstract

Abstrak: MICE - Masa Depan Bisnis Pariwisata Indonesia. MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) adalah terobosan baru untuk kemajuan pariwisata Indonesia karena dinilai memilki keuntungan 7 kali lipat lebih besar dari leisure tourism. Dampak utama adanya bisnis MICE di Indonesia adalah semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan citra pariwisata di daerah destinasi MICE. Potensi MICE Indonesia terlihat dari banyaknya event besar bertaraf internasional yang sering menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah, selain itu Indonesia memiliki sumber daya manusia MICE yang profesional, infrastruktur yang berkualitas, sarana dan prasarana akomodasi MICE yang cukup memadai. Abstract: MICE - The Future of Indonesia's Tourism Business. MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) is a new innovation in tourism field for the advancement of Indonesian tourism because it has profit 7 times bigger than leisure tourism. The potential of Indonesian MICE can be seen from the many large international events that often designate Indonesia as the host, besides that Indonesia has professional MICE Human Resources, infrastructure, and international accommodation.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Kusuma, C. S. D. (2019). MICE-Masa Depan Bisnis Pariwisata Indonesia. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 52-62. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27420
Korupsi dalam Jenjang Birokrasi Budiman Budiman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4934.521 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i2.3855

Abstract

Masalah korupsi menjadi masalah utama di Indonesia, dalam catatan Transparancy International. dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mulai tahun 2001-2005, Indeks Persepsi Kosupsi yang diraih Indonesia adalah 1,9 - 2,2, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling korup di dunia. Pola kerja penyebaran perilaku korupsi di negara manapun, termasuk Indonesia secara teoretis tidak lepas dari masalah birokrasi. Tidak ada satupun korupsi yang tidak melibatkan birokrasi. Hingga saat ini birokrasi masih melayani diri sendiri terbukti dari 60-70 persen anggaran pemerintah masih berupa anggaran rutin, sisanya baru untuk publik. Tulisan ini berupaya untuk menjelaskan mengenai pengertian korupsi, ciri-ciri serta pola dan modus korupsi dalam jejaring birokrasi di Indonesia. Jika pola birokrasi dalam jejaring birokrasi tidak segera di bongkar, dapat dipastikan upaya pemberantasan korupsi hanya akan berjalan ditempat. Titik fokus yang perlu dilakukan bukan lagi sekedar bagaimana mengadili pelaku korupsi, tapi lebih dari itu adalah bagaimana melakukan upaya pencegahan dengan memutus mata rantai penyebarannya dengan cara membongkar jejaring dalam birokrasi.
Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Kantor Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.271 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3873

Abstract

Riset menunjukkan bahwa komunikasi yang jelek (tidak efektif) paling sering disebut sebagai sumber konflik antar pribadi. Karena individu menghabiskan hampir 70% dari waktunya untuk berkomunikasi, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu kekuatan yang paling menghambat suksesnya kinerja kelompok/organisasi adalah kurangnya komunikasi yang efektif. Mengingat pentingnya komunikasi yang efektif untuk pencapaian tujuan organisasi maka para manajer harus memainkan peranan penting dalam proses kornunikasi dengan berkomitmen pada komunikasi lewat kata dan tindakannya, dan mengambil langkah-Iangkah untuk meningkatkan komunikasi dalam organisasi. Dengan memahami proses komunikasi, pola/saluran komunikasi yang ada dalam organisasi, faktor-faktor yang menghambat komunikasi efektif, maka upaya-upaya untuk meningkatkan komunikasi organisasi dapat dilakukan secara efektif.
Pengembangan Etos Kerja Aparat Pemerintah Desa dalam Pelayanan Publik Francisca Winarni
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6306.675 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3913

Abstract

Pelayanan publik merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Pelayanan publik ini menjadi penting karena senantiasa berhubungan dengan kalayak masyarakat atau orang banyak dalam masyarakat. Dengan memahami prinsip-prinsip nilai kerja yang berkembang dalam pelaksanaan pelayanan public, maka membawa implikasi  terhadap penyiapan strategi yang tepat bagi peningkatan kualitas pelayanan public, untuk mengimbangi tuntutan perubahan-perubahan dalam era global yang bertumpu pada information technology (IT). Nilai kerja tidak serta merta melekat pada setiap orang, apalagi orang yang baru mulai kerja. Oleh karena itu, segenap atau beberapa nilai kerja perlu sekali diperkenalkan kepada semua pegawai dalam organisasi, dibina secara teratur, dan ditanamkan dalam diri mereka dengan langkah-Iangkah yang terencana melalui pendidikan dan latihan yang terstruktur. Adapun bentuk etos kerja yang sangat diperlukan antara lain: efisiensi, ketekunan, kerapian, sikap tepat waktu, kesederhanaan, kejujuran, rasionalitas dalam mengambil keputusan, kesediaan untuk berubah, kegesitan dalam mempergunakan setiap kesempatan, sikap bekerja secara energik/bersemangat, sikap bertumpu pada kekuatan sendiri, dan sikap memandang jauh kedepan dan sikap bekerjasama.
Dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam Kinerja Organisasi Marita Ahdiyana
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5715.497 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v10i1.3965

Abstract

Secara umum citizenship behavior merujuk pada 3 elemen utama yaitu, kepatuhan, loyatitas, dan partisipasi. Kepatuhan dan loyalitas merupakan definisi citizenship dalam pengertian yang luas, sehingga esensi dari citizenship behavior adalah partisipasi. Dalam partisipasi, perhatian terutama ditujukan pada arena nasional, arena komunal, dan arena organisasional. Dalam artikel ini, citizenship behavior akan disoroti dalam dimensi organisasional (Organizational Citizenship Behavior/OCB). Organisasi akan tetap eksis bila didukung oleh karyawan yang loyal dan berkomitmen tinggi kepada organisasi, yang ditunjukkan dalam sikap dan perilaku karyawan dl tempat kerja. Perilaku positif karyawan atau anggota organisasi mampu mendukung kinerja individu dan kinerja organisasi untuk perkembangan organisasi yang lebih baik.

Page 5 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2001 2025