cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
Pengambilan Keputusan sebagai Langkah Strategis Tugas Manajer Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3207.474 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3794

Abstract

Manajer dimanapun harus membuat keputusan-keputusan. Membuat keputusan yang baik adalah sesuatu yang diusahakan untuk dilakukan oleh setiap manajer, sebab keseluruhan mutu keputusan manajerial sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi. Dalam hal ini diperlukan pemahaman terhadap konsep membuat keputusan dan bagaimana manajer membuat keputusan-keputusan berbasis informasi. Berkaitan dengan hal ini maka pengambilan keputusan yang dilakukan manajer selalu menyangkut bagaimana, menggariskan langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan bagaimana dan mengapa pengambilan keputusan tersebut dilakukan dalam kegiatan manajerial. Manajer masa kini dan masa depan, harus mampu berfikir dan mampu membuat keputusan-keputusan yagn cepat dan efektif. Setiap manajer harus mampu mengantisipasi dan menghindari masalah-masalah. manajer jjuga harus bersikap fleksibel untuk menghadapi lingkungan dan keadaan yang terus menerus berubah yang dapat ditempuh dalam rentang aktivitas manajer yang bersangkugan. Tantangan dari hakekat tugas manajer dalam pengambilan keputusan adalah mencegah rasa tertekan oleh keterbatasan waktu dan tidak membuat keputusan yang tidak efektif bahkan dengan kata lain pemborosan waktu dan uang.
Kesiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Program Studi Sekretari D3 Tahun 2018 Siti Umi Khayatun Mardiyah; Joko Kumoro; Muslikhah Dwihartanti; Yuliansah Yuliansah; Isti Kistiananingsih
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.633 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v15i1.24481

Abstract

Abstrak: Kesiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Program Studi Sekretari D3 Tahun 2018. Salah satu cara untuk mencapai kompetensi lulusan Sekretari D3 ialah dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk PKL. Pelaksanaan PKL membutuhkan koordinasi yang baik antara mahasiswa, prodi sekretari D3 dan instansi mitra atau dunia kerja/dunia industri (DU/DI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan dari segi administrasi dan teknis mahasiswa, Prodi dan DU/DI dalam pelaksanaan PKL tahun 2018. Jenis penelitian yaitu penelitian survey. Populasi sekaligus sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang melaksanakan PKL tahun 2018, Ketua Prodi Sekretari D3 dan pembimbing PKL. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian: 1) Kesiapan administrasi mahasiswa dalam pelaksanaan PKL yaitu pemenuhan persyaratan, melakukan pendaftaran pada Prodi Sekretari D3, dan pendaftaran PKL pada DU/DI. Kesiapan prodi dalam pelaksanaan PKL secara administratif terdiri dari mengidentifikasi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, memfasilitasi proses pendaftaran, membuat jadwal penyelenggaraan pembekalan dan penunjukan dosen pembimbing. Kesiapan DU/DI dalam pelaksanaan PKL secara administratif terdiri atas penyediaan informasi penyelenggaraan PKL, proses penerimaan surat permohonan PKL dan penunjukan pembimbing PKL. 2) Kesiapan teknis dalam pelaksanaan PKL mahasiswa terdiri atas proses mencari informasi tempat PKL, mengikuti pembekalan, memperoleh buku panduan, melakukan pendaftaran, persiapan pelaksanaan PKL. Kesiapan prodi Sekretari D3 secara teknis yaitu menyelengarakan pembekalan, penjelasan teknis,  menyediakan waktu konsultasi,  persetujuan pelaksanaan PKL dan menyediakan dosen pembimbing. Kesiapan teknis DU/DI sebagai tempat PKL yaitu menyediakan fasilitas untuk mahasiswa yaitu tempat kerja, peralatan administrasi, uang saku dan uang lembur, membuat deskripsi pekerjaan untuk mahasiswa, membuat jadwal penyelenggaraan dan menyiapkan pembimbing yang sesuai latar belakang pendidikan mahsiswa. Abstract: Field Work Practice Readiness (PKL) for D3 Secretary Study Program Students in 2018. One way to achieve the competence of D3 Secretary graduates is to provide opportunities for students to PKL. The implementation of PKL requires good coordination between students, D3 secretary study programs and partner agencies or the world of work/industry (DU/DI). The purpose of this study was to determine the readiness in terms of administrative and technical students, study programs and DU/DI in the implementation of PKL in 2018. This type of research is survey research. The population as well as the sample in this study are students who carry out PKL in 2018, the Head of the D3 Secretary Study Program and the PKL supervisor. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Descriptive quantitative data analysis techniques. The results of the study: 1) Administrative readiness of students in the implementation of PKL, namely fulfillment of requirements, registering at the D3 Secretary Study Program, and PKL registration at DU / DI. The readiness of study programs in the implementation of PKL administratively consists of identifying students who meet the requirements, facilitating the registration process, making a schedule for organizing debriefing and appointment of supervisors. DU / DI readiness in implementing PKL administratively consists of providing information on the implementation of PKL, the process of receiving PKL application letters and the appointment of PKL. 2) Technical readiness in implementing student PKL consists of the process of finding information on the location of PKL, taking part in debriefing, obtaining guidebooks, registering, preparing for the implementation of PKL. Technical readiness of the D3 Secretariat is to conduct debriefing, technical explanations, provide consultation time, approval for the implementation of PKL and provide a supervisor. DU / DI's technical readiness as a place for PKL is to provide facilities for students, namely workplaces, administrative equipment, pocket money and overtime pay, make job descriptions for students, make a schedule for implementation and prepare counselors that are appropriate for students' educational background.
Integrasi Bahasa Inggris dalam Proses Pembelajaran Chusnu Syarifa Diah Kusuma
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 2 Agustus 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.252 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v15i2.24493

Abstract

Abstrak: Integrasi Bahasa Inggris dalam Proses Pembelajaran. Salah satu bahasa yang paling luas dan penting di dunia adalah bahasa Inggris. Mulai dari konferensi akademik internasional hingga laporan berita bahkan lirik musik popular menggunakan bahasa Inggris. Tidak hanya itu bahasa Inggris digunakan untuk menyampaikan informasi dan berita serta menjadi  bahasa bisnis dan pemerintahan. Bahasa Inggris diperlukan dalam  diplomasi dan berperan dalam profesi.  Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Program pendidikan berkualitas tinggipun membutuhkan kefasihan bahasa Inggris. Belajar bahasa Inggris adalah penting. Oleh karena itu pendidik harus siap mengembangkan kompetensi bahasa Inggris sebagai bahasa internasional kepada siswa melalui kegiatan proses pembelajaran.  Abstract: Integration of English in the Learning Process. One of the most extensive and important languages in the world is English. Starting from international academic conferences to news reports and even popular music lyrics using English. Not only that English is used to convey information and news and to become the language of business and government. English is needed in diplomacy and plays a role in the profession. English is the international language. High quality education programs also require English fluency. Learning English is important. Therefore educators must be prepared to develop English language competence as an international language to students through the learning process activities.
Pemberdayaan Umum melalui Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web (Suatu Gagasan) Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3264.69 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3829

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis,serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.Salah satu kunci keberhasilan usaha mikro, kecil dan menengah adalah adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UMKM. Sementara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing. Oleh karena itu, peran pemerintah diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM untuk memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunikasi bisnis global.Salah satu gagasan pemberdayaan UMKM di era teknologi informasi sekarang ini adalah melalui pembentukan Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web di setiap daerah kabupaten atau kecamatan di Indonesia. Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web ini diperuntukan bagi UMKM dalam mempromosikan usahanya, mengakses informasi faktor­faktor produksi, melakukan transaksi usaha, serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global, dalam rangka rnernpenuas jaringanusahanya.Kata Kunci: pemberdayaan, komunikasi bisnis
Hubungan Kemandirian Belajar dan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Rika Astuti; Djihad Hisyam
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4555.17 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, desain penelitiannya adalah korelasi. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena dimaksudkan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,0492 (r hitung 0,492 r tabel 0.279); (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi yang ditunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,737 (r hitung 0,737 r tabel 0,279); (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua secara bersama-sama dengan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,742 dan koefisien determinasi (R kuadrat) sebesar 0,550. Nilai F hitung yang diperoleh sebesar 28,779 sedangkan F tabel sebesar 3,18 (F hitung F tabel).
Membangun Kembali Etos Kerja Generasi Muda Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6127.174 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i3.3907

Abstract

Manusia dan bekerja tidak dapat dipisahkan. Bekerja merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan seseorang. Orang yang sehat jasmani merasa tidak terhormat berada di lingkungan keluarga dan masyarakatnya apabila orang itu tidak bekerja (menganggur). Aktivitas bekerja melibatkan fungsi fisik dan mental. Ini tidak berarti bahwa semua aktivitas itu adalah bekerja, tergantung motif yang mendasari dilakukannya aktivitas tersebut. Agar memberikan hasH yang memuaskan. pertu ada etas kerja. Etos kerja sangat penting peranannya mengingat ada kecenderungan tumbuhnya budaya instan kalangan generasi muda Indonesia. Budaya ingin cepat berhasil dan terkenal menurunkan etos kerja generasi muda. Untuk itu perlu etos kerja agar menyadari tidak selamanya budaya instan memberikan hasil yang memuaskan. Nilai yang terkandung didalamnya seperti kerja keras, perilaku hidup hemat, kegairahan, ketekunan dan semangat dalam bekerja, per1u ditanamkan pada generasi muda. Lembaga pendidikan memiliki paranan dalam membangun etos kerja. Nilai yang terkandung dalam konsep etos kerja berhubungan dengan sikap mental dan tampak dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Manusia di mana pun ia bekerja. akan merasa dihargai bila hasil kerjanya mempunyai makna dan mendapat penghargaan atas yang telah dilakukan. Penghargaan tidak hanya berupa materi tetapi juga immateri. Bekerja suatu kebutuhan dan meyakini sebagai ibadah kepada Allah SWT, hal itu akan memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Ini merupakan daya dorong orang agar bekerja lebih baik dari waktu ke waktu.
Membudayakan Komunikasi antar Budaya dalam Aktivitas di Perkantoran Siti Umi Khayatun Mardiyah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3207.286 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i2.3924

Abstract

Komunikasi antar budaya merupakan komunikasi biasa layaknya komunikasi yang sering kita lakukan, hanya orang-orang yang terlibat mernpuyai latar belakang budaya yang berbeda. Komunikasi kita dengan orang lain khususnya dalam aktivitas di perkantoran berpotensi mengandung komunikasi antar budaya, karena setiap orang selalu memiliki "budaya" yang berbeda-beda meskipun perbedaan itu hanya kecil. Komunikasi antar budaya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi. Aktivitas komunikasi meliputi: apa makna pesan verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya yang bersangkutan, apa yang layak dikomunikasikan, bagaimana cara mengkomunikasikannya (verbal dan nonverbal), dan kapan mengkomunikasikannya. Membudayakan komunikasi antar budaya memiliki keuntungan secara pribadi yaitu: 1) Perasaan senang dan puas dalam menentukan sesuatu yang baru, dalam hal ini kebudayaan orang lain yang belum pemah diketahui atau disadari sebelumnya; 2) Pengetahuan tentang komunikasi antar budaya dapat membantu untuk menghindari masalah komunikasi. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang melatarbekangi persepsi seseorang atau sekelompok orang dapar menjadi pedoman untuk memperlakukan mereka, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman; 3) Kesempatan-kesempatan kerja banyak terbuka untuk bidang komunikasi antar budaya; 4) Memberikan kesempatan untuk mampu mempersepsikan dan memahaml diri sendiri. Usaha untuk mengerti kebudayaan orang lain dapat membuat pengertian yang lebih rasional tentang diri sendiri dan kebudayaan kita sendiri.
Akankah Pemerintah Daerah Bangkrut karena Kenaikan Gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah? Indarto Waluyo
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 1, Februari 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2696.51 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i1.3985

Abstract

Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai tiga peran dalam kehidupan bernegara. Peran tersebut adalah PNS sebagai Abdi Negara, Abdi Masyarakat, serta Abdi Pemerintah, Sebagai imbal jasanya, pemerintah memberikan gaji dan tunjangan kepada PNS yang dibayarkan setiap bulan. Dewasa ini, jumlah PNS di daerah dan besaran gaji yang semakin bertambah menjadi beban tersendiri bagi daerah. Belanja gaji pegawai yang dianggarkan dari dana alokasi umum (DAU) juga semakin bertambah porsinya. Di beberapa daerah porsi belanja pegawai mencapai lebih dari 70% dari APBD-nya. Bila hal tersebut dibiarkan, maka dikhawatirkan beberapa pemerintah daerah lama kelamaan akan mengalami kebangkrutan, karena APBD habis hanya untuk membayar gaji pegawai. Beberapa hal yang diduga menjadi penyebab adalah 1) Meningkatnya jumlah dan besaran gaji pegawai, 2) Kebebasan pemberian tunjangan pegawai, 3) Formula penghitungan DAU yang tidak mendorong efisiensi, 4) Sistem Rekrutrnen PNS di daerah, 5) Tidak Adanya Rasio Ideal Jumlah Pegawai, 6) Pernekaran Wilayah. Untuk itu diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan riil dari pemerintah. Reformasi birokrasi dipandang sebagai langkah penting untuk mengatasinya. Reformasi birokrasi meliputi ; 1) Moratorim PNS di daerah, 2) Revisi formula penghitungan DAU, 3) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Kearifan Pembangunan Berbasis Sumber Daya Manusia Suranto Aw
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.766 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3740

Abstract

Program pembangunan merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan peningkatan derajat kesejahteraan suatu bangsa. Diperlukan kemampuan untuk secara krif memilih strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat. Pilihan tersebut adalah pada kearifan pembangunan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), yakni program pembangunan yang dilaksanakan dengan mendasarkan diri pada logika human centered development. Dengan pola kearifan pembangunan ini, berarti SDM ditempatkan sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan menekankan pada inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta peningkatan daya kreasi.
MODEL KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAH Rumsari Hadi Sumarto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.388 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7855

Abstract

Birokrasi pemerintah di Indonesia pada masa Orde Baru sering diindetikkan dengan birokrasi yang korup dan lamban. Kemudian, birokrasi pada masa Orde Reformasi yang diharapkan dapat menampilkan wajah baru dari birokasi Orde Baru, pada kenyataannya gagal untuk merepresentasi birokrasi yang mampu memahami konteks pelayanan yang sesungguhnya. Bahkan korupsi meraja lela sampai birokrasi tingkat paling bawah. Ekspetasi publik pun tidak mampu terrpresentasi dengan baik pada Orde Reformasi. Oleh karena itu, untuk meluruskan kembali birokrasi yang menjadi harapan publik dibutuhkan figur pemimpin birokrasi yang mampu menjadi pelayan publik dan membawa organisasi birokrasi pemerintah menjadi birokrasi yang berpihak pada masyarakat. Pemimpin birokrasi tersebut juga inovatif dan kreatif dalam mengemban fungsi pelayanan kepada publik sehingga dapat menjadi representasi pemerintahan milik masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Page 3 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2001 2025