cover
Contact Name
Agustina Engry
Contact Email
agustina-engry@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalexperientia@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalisari Selatan 1, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Experientia : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26859963     DOI : 10.33508/exp
Core Subject :
Experientia is an open-access, scientifically sound peer-reviewed journal that considers manuscripts from all domains of psychology and also encourages interdisciplinary studies pertaining to the human mind and behaviors. The journal welcomes quantitative and qualitative methods, and also considers non-empirical research (i.e literature reviews, metanalysis). Replication studies and negative results are welcomed.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
HUBUNGAN ANTARA STRENGTH-BASED PARENTING DENGAN STUDENT SUBJECTIVE WELLBEING PADA REMAJA AWAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA X SURABAYA Chavellaryan Raynold Edward Gilbert Pondaag
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i2.2949

Abstract

ABSTRAKSubjective wellbeing penting bagi remaja awal sebagai pelajar di sekolah, karena menggerakkan remaja untuk menyadari lingkungannya dan membuat mereka lebih efektif dalam membangun dan meningkatkan kemampuan kreativitas, pemecahan masalah dan beberapa kemampuan lainnya yang penting untuk menjadi seseorang pelajar yang sukses. Jika tidak terpenuhi, akan timbul masalah-masalah bagi remaja seperti malas ke sekolah dan terjerumus dalam kenakalan remaja. Salah satu sumber ketidakbahagiaan remaja sebagai pelajar di sekolah adalah masalah dengan orang tua, yakni orang tua kurang mengenali kekuatan anak seperti yang terjadi pada remaja di Sekolah X Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Strength-Based Parenting dengan Student Subjective Wellbeing pada remaja awal di Surabaya. Penelitian ini melibatkan 80 orang pelajar sekolah X di Surabaya dengan rentang usia 13-15 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala Student Subjective Wellbeing Questionnaire untuk mengukur wellbeing remaja sebagai pelajar dan Strength-Based Parenting untuk mengukur persepsi Strength-Based Parenting dari siswa terhadap orang tua. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif antara Strength Knowledge dengan Student Subjective Wellbeing dengan nilai p=0,027 (p < 0,05) dan r = 0,192, dan antara Strength Use dengan Student Subjective Wellbeing dengan nilai p=0,000 (p < 0,05) dan r = 0,354. Dengan demikian, semakin tinggi Strength-Based Parenting (Strength Knowledge & Strength Use) yang dilaporkan oleh remaja awal, maka semakin tinggi pula Student Subjective Wellbeing remaja awal di sekolah tersebut dan semakin rendah Strength-Based Parenting (Strength Knowledge & Strength Use) maka semakin rendah pula Student Subjective Wellbeing remaja awal di sekolah tersebut.Kata Kunci: Subjective Wellbeing, Strength Knowledge, Strength Use, Strength-Based Parenting, Student Subjective Wellbeing.
DINAMIKA PSIKOSPIRITUAL PENYEMBUHAN LUKA BATIN Katharina Anggun Dwi Novitasari; Gratianus Edwi Nugrohadi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i1.2954

Abstract

AbstraksiHingga saat ini luka batin menjadi salah satu persoalan kompleks, terkhusus bagi anak muda dengan segala tugas dan tanggung jawab berat yang mulai diterimanya.  Maka penelitian ini ingin mengkaji secara ilmiah mengenai dinamika psikospiritual pada anak muda yang menjalani penyembuhan luka batin. Penyembuhan luka batin merupakan suatu proses mengingat, memahami, dan menerima kembali pengalaman yang melukai batin seseorang dengan apa adanya (Bock, 2011). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan proses wawancara mendalam pada tiga informan yaitu laki-laki dan perempuan dengan usia dewasa awal (18-35 tahun) yang belum menikah dan telah mengikuti penyembuhan luka batin. Penelitian ini menggunakan teknik purposive dalam menentukan informan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik induktif, dengan melakukan validitas komunikatif dan argumentatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dinamika psikospiritual pada anak muda yang melakukan penyembuhan luka berangkat dari keinginan untuk sembuh dan berdamai dengan masa lalunya sehingga bisa memiliki perasaan, pemikiran, dan perilaku baru yang terlepas dari pengalaman luka batin. Selain itu orang yang sudah berdamai dengan luka batinnya akan lebih bisa menggali pengalaman cinta dan juga hidup bagi sesama dan semesta, tidak memikirkan diri sendiri. Kemauan dari diri sendiri dan dukungan sosial sangat berperan pada proses penyembuhan luka batin ini. Kata kunci : luka batin, penyembuhan luka batin, dinamika psikospiritual
SELF REGULATED LEARNING DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMALB/B X Dorothea Diana Feliarosa; Ermida Simanjuntak
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i1.3064

Abstract

Abstraksi Siswa tunarungu dapat mengalami kesulitan untuk belajar khususnya pada pelajaran Matematika. Prestasi belajar matematika adalah pencapaian yang dapat diamati yang berhubungan dengan proses belajar matematika. Salah satu faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh pada prestasi belajar matematika adalah self regulated learning (SRL). SRL adalah kemampuan peserta didik untuk mengaktifkan dan memfokuskan pikiran, perasan, tindakan serta melakukan perencanaan agar siswa dapat mencapai tujuan belajar yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara SRL dengan prestasi belajar matematika pada siswa tunarungu di SMALB/B X. Subjek penelitian adalah 37 siswa tunarungu di SMALB/B X. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur SRL adalah skala self regulated learning dan prestasi belajar dinilai melalui nilai ulangan harian dan nilai ujian tengah semester. Hasil penelitian menunjukkan r = 0,585 (p<0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self regulated learning (SRL) dengan prestasi belajar matematika pada siswa di SMALB/B X. Sekolah disarankan untuk dapat merancang program yang dapat mengembangkan self regulated learning siswa sehingga prestasi belajar matematika siswa dapat meningkat. Kata Kunci:self regulated learning, prestasi belajar matematika, siswa tunarungu Abstract Deaf students might have difficulties in learning especially Mathematics. Mathematics achievement is student’s performance in learning mathematic. Regarding mathematics achievement, self regulated learning (SRL) is considered to be one of the important factors that contribute to mathematics achievement. SRL is defined as student’s  ability to activate and focus their thoughts, feelings, actions and plans to achieve their learning goals. This study aims to determine the relationship between self regulated learning and mathematics achievement of deaf students in SMALB/B X. Participants in this study are 37 deaf students in SMALB/B X. Self regulated learning scale is used to measure student’s self regulated learning while mathematics achievement is measured using daily mathematics tests and midterm exam scores. The results show that r = 0,585 (p<0.05) means that there is a significant relationship between self regulated learning (SRL) and student’s mathematics achievement in SMALB/B X. Schools should design self regulated learning training program for the students in order to optimize student’s mathematics achievement.   Keywords:self regulated learning, mathematics achievement, deaf students
GAMBARAN IDENTITAS SOSIAL PADA WARGA PENGANUT BUDAYA BERSIH DESA WILAYAH SAWO KELURAHAN BRINGIN SURABAYA Raras Pramudita; Dicky Susilo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.3256

Abstract

Indonesia memiliki banyak keberagaman tradisi yang masih dilakukan secara turun-temurun. Salah satu tradisi upacara ritual yang masih dilaksanakan pada masyarakat Indonesia adalah bersih desa atau sedekah bumi. Melekatnya tradisi upacara ritual dengan kehidupan bermasyarakat, dapat menjadi sebagai ciri atau identitas. Akan terkesan janggal jika suatu tradisi atau budaya tidak dilakukan. Sehingga individu yang menganut budaya ini menjadikannya sebagai identitas sosial akan memiliki nilai-nilai, emosi, dan pemikiran serta melewati proses identitas sosial terhadap budaya bersih desa. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan identitas sosial pada warga penganut budaya bersih desa berdasarkan komponen identitas sosial dan proses identitas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah studi fenomenologi kepada dua informan yang menjalankan upacara kebudayaan ini di suatu daerah. Hasil dari penelitian ini, yaitu berdasarkan tiga komponen identitas sosial, yaitu komponen evaluatif berdasarkan nilai kehidupan, yaitu selamat dan bersyukur, komponen emosi berdasarkan perasaan individu, yaitu empati, cuek dan senang. Serta komponen kognitif yang meliputi proses identitas sosial, yaitu terdiri dari social categorization yang didasarkan atas lingkungan desa, tradisi adat, dan sejarah desa, prototypes yang didasarkan atas bentuk representasi kognitif meliputi kegiatan sedekah bumi dan partisipasi warga dalam kegiatan tersebut, dan depersonalization yang berdasarkan hasil internalisasi dari anggota kelompok, yaitu desa aman, warga rukun, saling membantu, dan tidak membeda-bedakan antar individu.
PENGARUH PREOCCUPIED ATTACHMENT DAN AUTHORITARIAN PARENTING STYLE TERHADAP SELF-ESTEEM PADA REMAJA SMA DI SURABAYA Ersa Lanang Sanjaya; Maghrizkia Aulia Wilda
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.3330

Abstract

This study aimed to determine the effect of Preoccupied Attachment Style and Authoritarian Parenting Style on Self-Esteem in high school adolescents in Surabaya. This research was conducted with a correlational quantitative design. The subjects of this study were 121 high school students in Surabaya. The sampling technique used is non-probability incidental sampling with the Slovin formula. Retrieval of data using the State Self Esteem Scale (Heatherton & Polivy, 1991), Attachment Style Scale (Bartholomew & Horowitz, 1991), Parental Authority (Buri, 1991). These three scales were adapted to Indonesian. Data analysis in this study used simple regression analysis with JASP version 9.2 software. The results of the regression test showed that when tested together, preoccupied attachment and authoritarian parenting style had a significant effect on adolescent self-esteem, but if we examined the relationship between each variable, preoccupied attachment had a negative effect on self-esteem, while authoritarian parenting style had no effect on self-esteem.Keywords: preoccupied attachment, authoritarian parenting, self-esteem 
SELF REGULATED LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA Ivana Febriana; Ermida Simanjuntak
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.3350

Abstract

Stres akademik merupakan respons individu terhadap kejadian yang menekan ketika menghadapi tuntutan akademik yang mempengaruhi fisiologis, kognitif, emosi, dan perilaku dari individu tersebut. Faktor yang diduga berhubungan dengan stres akademik pada mahasiswa adalah self regulated learning. Self regulated learning merupakan cara individu untuk melakukan pengaturan diri yang melibatkan pikiran, perasaan dan perilaku guna mencapai tujuan belajarnya. Mahasiswa yang memiliki self regulated learning yang tinggi cenderung melakukan melakukan evaluasi, menjaga motivasi, menyusun rencana dan strategi belajarnya, serta berinisiatif mencari informasi mengenai materi perkuliahan jika mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning dengan stres akademik pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 134 mahasiswa tingkat menengah yaitu mahasiswa tahun kedua dan tahun ketiga di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala stres akademik dan skala self regulated learning. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stres akademik dan self regulated learning pada mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki self regulated learning yang baik akan memiliki stres akademik yang rendah. Saran yang dapat diberikan adalah kampus dapat membantu mahasiswa memberikan program-program pengelolaan self regulated learning sehingga mahasiswa dapat mengendalikan stres akademik yang mereka miliki.
DINAMIKA KEBAHAGIAAN (HAPPINESS) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME Yessi Dewi Sangga Wijaya; Eli Prasetyo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.3359

Abstract

Kebahagiaan menjadi salah satu tujuan hidup bagi mayoritas individu yang bisa dicapai dengan membentuk persepsi positif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan. Kebahagiaan harus diperjuangkan pencapaiannya, sekalipun kenyataan yang terjadi seringkali di luar harapan individu. Memiliki anak dengan down syndrome pasti akan memberikan dampak pada kehidupan individu, khususnya ibu. Ibu sebagai seorang individu berhak untuk merasakan kebahagiaan di dalam diri dan hidupnya sekalipun memiliki anak down syndrome. Ada serangkaian proses yang dilalui seorang ibu sejak menerima diagnosis down syndrome pada anak hingga akhirnya mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kebahagiaan (happiness) pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah dua ibu yang memiliki anak down syndrome usia 7-12 tahun (usia SD). Peneliti memperoleh informan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data inductive thematic analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua informan merasakan kebahagiaan selama mengasuh anak down syndrome. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya spiritualitas yang terdiri dari pandangan-pandangan positif seperti memandang kehadiran anak sebagai anugerah dan percaya bahwa mereka telah diberi kepercayaan serta tanggung jawab yang lebih dari Allah untuk memiliki anak tersebut. Kedua informan juga menunjukkan adanya penghargaan diri dan pengembangan diri yang positif terhadap kehidupan informan.
PERBEDAAN KEPUASAN HIDUP PADA LANSIA WANITA DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL Maria Imaculata Minamodesta Adolfince Lio Dando; Jaka Santosa Sudagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3532

Abstract

ABSTRAKPopulasi lansia wanita yang terus meningkat di Indonesia menunjukkan harapan hidupnya pun meningkat, sehingga lebih banyak menghadapi kesulitan terkait penuaannya seorang diri. Hal tersebut berkaitan dengan konsep  “successful aging”, salah satu hal yang mempengaruhi yaitu kepuasan hidup.Kepuasan hidup yang rendah pada lansia wanita dapat menyebabkan tingginya resiko mengalami depresi dan memiliki status fungsional dan kesehatan fisik maupun psikologis yang rendah. Kepuasan hidup adalah evaluasi subjektif terhadap keseluruhan kehidupan masa lalu,  masa kini dan masa yang akan datang dengan situasi yang dianggap standar atau ideal sesuai dengan kriteria yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan hidup pada lansia wanita ditinjau dari tempat tinggal. Tempat tinggal tersebut terdiri dari tempat tinggal bersama anak/keluarga, sendiri dan di panti lansia. Subjek Penelitian ini adalah lansia wanita yang sudah tidak memiliki pasangan, dan berusia 60 tahun ke atas (N=82). Teknik Pengambilan data dalam penelitian ini adalah Purposive sampling dan snowball sampling. Kepuasan hidup lansia wanita diukur menggunakan kuesioner kepuasan hidup LSITA-SF. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji beda Anova One-Way. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,019 (p<0,05), yang berarti ada perbedaan kepuasan hidup lansia wanita ditinjau dari tempat tinggal. Berdasarkan nilai mean, kepuasan hidup tertinggi berada pada kelompok tempat tinggal di panti lansia sebesar 39,90 diikuti kelompok tempat tinggal bersama anak/keluarga sebesar 35,84 dan terendah yaitu tempat tinggal sendiri sebesar 34,86. Kata Kunci : kepuasan hidup, lansia wanita, tempat tinggal.ABSTRACTAs the population of older women always increases in Indonesia, it shows that their life expectancy also increases. Therefore, a lot of them experience difficulty in their aging process. This is associated with the concept of “successful aging” on the elderly, one of them being life satisfaction. Low life satisfaction on older women can cause high risk in depression and lower function of physical and psychological health. Life satisfaction is a subjective evaluation of past life, current life, and the future, with a standardized situation that is perceived as ideal and compatible by chosen criteria. This study’s purpose is to know the differences in life satisfaction on older women reviewed by their residences. The residence itself consists of the house with children/family, alone, and in the elderly home.  The informants in this study were older women who do not have partners, and the age range is above 60 years old (N=82). The data gathering in this study is using purposive sampling and snowball sampling. Life satisfaction on older women was measured using the life satisfaction  LSITA-SF questionnaire. The analysis technique is using a one-way ANOVA test. The analysis result shows a p score = 0,019 (p<0,05), which means that there are differences in life satisfaction on older women reviewed by their residences. According to the mean score, the highest life satisfaction is in the group of older women who live in an elderly home, with the amount of 39,90. It is followed by older women who live with children or families, with the amount of 35,84. The lowest life satisfaction is in the group of older women who live alone, with the amount of 34,86. Keywords : life satisfaction, older women, residence
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN FANATISME SUPORTER KLUB SEPAK BOLA ARSENAL DI KOTA MADIUN Alfian Yunus; David Ary Wicaksono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan fanatisme suporter klub sepak bola Arsenal di Kota Madiun. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 45 orang yang tergabung dalam grup media sosial WhatsApp Arsenal Indonesia Suporter Madiun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan skala konformitas dan skala fanatisme sebagai alat pengumpul data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil pengujian koefisien korelasi yang diperoleh adalah 0,826 dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukan hipotesis diterima dan ada hubungan yang signifikan antara konformitas dengan fanatisme suporter klub sepak bola Arsenal di Kota Madiun.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN ALOR Elisabet Widyaning Hapsari; Louise Niga Bakan
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3749

Abstract

Citra tubuh merupakan salah satu aspek yang menonjol pada masa remaja. Pada remaja perempuan, perhatian terhadap tubuh menjadi kekhawatiran terpenting dalam kehidupan. Gratitude merupakan emosi positif yang memiliki manfaat untuk mengurangi, dan menghilangkan emosi-emosi negatif seperti penyesalan, ketidakpuasan, kekecewaan, dan frustasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara gratitude dengan citra tubuh pada remaja putri di Kabupaten Alor. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 106 remaja putri di Kabupaten Alor, teknik pengambil sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gratitude dengan citra tubuh pada remaja putri di Kabupaten Alor dengan koefisien korelasi sebesar 0,306 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Semakin tinggi tingkat gratitude maka semakin tinggi pula citra tubuh, dan sebaliknya semakin rendah tingkat gratitude maka semakin rendah citra tubuh. Penelitian ini juga menghasilkan temuan lain dimana meningkatnya gratitude tidak selalu diikuti dengan meningkatnya citra tubuh pada individu.

Page 9 of 15 | Total Record : 148