cover
Contact Name
Agustina Engry
Contact Email
agustina-engry@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalexperientia@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalisari Selatan 1, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Experientia : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26859963     DOI : 10.33508/exp
Core Subject :
Experientia is an open-access, scientifically sound peer-reviewed journal that considers manuscripts from all domains of psychology and also encourages interdisciplinary studies pertaining to the human mind and behaviors. The journal welcomes quantitative and qualitative methods, and also considers non-empirical research (i.e literature reviews, metanalysis). Replication studies and negative results are welcomed.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
HUBUNGAN ANTARA RELIGIOSITAS DENGAN HARDINESS PADA MAHASISWA KATOLIK TINGKAT AKHIR DI SURABAYA Emanuela Adika Cahyasari; Dicky Susilo; Detricia Tedjawidjaja
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3769

Abstract

Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Tidak sedikit mahasiswa yang berada dalam kondisi tertekan, sehingga dibutuhkan hardiness untuk dapat bertahan dalam situasi penuh tekanan. Hardiness adalah suatu karakteristik yang terdiri dari komitmen, kontrol, dan tantangan yang mempunyai fungsi dan strategi untuk dapat beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi keadaan stres. Salah satu faktor yang mempengaruhi hardiness adalah strategi koping dengan implementasinya yaitu religiositas. Adanya hubungan spiritual dengan orang lain dan mengakui campur tangan Tuhan, akan membantu dalam mengendalikan dan mengarahkan diri dalam mengatasi permasalahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara religiositas dengan hardiness pada mahasiswa Katolik tingkat akhir di Surabaya. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 91 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu accidental sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Hardiness dan skala Religiositas. Hasil analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment menghasilkan r=0,555 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan positif antara religiositas dan hardiness pada mahasiswa Katolik tingkat akhir di Surabaya. Semakin tinggi religiositas pada diri seseorang maka semakin tinggi pula hardiness seseorang dan begitu pula sebaliknya.
STRES AKADEMIK DAN DUKUNGAN TEMAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA SELAMA PEMBELAJARAN DARING Alessandro Widianto Putro; Ermida Simanjuntak
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3789

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mahasiswa tahun pertama sebagai mahasiswa yang baru saja mengalami masa transisi dari SMA menuju Perguruan Tinggi merupakan pihak yang rentan mengalami stres akademik saat pembelajaran daring. Stres akademik adalah respon yang dirasakan oleh tubuh terkait tuntutan yang tinggi dari dunia akademik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dapat menurun ketika individu memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya. Pada penelitian ini dukungan dari lingkungan sekitar adalah dukungan yang diberikan oleh teman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan teman dan stres akademik pada mahasiswa tahun pertama selama pembelajaran daring. Responden dalam penelitian ini berjumlah 194 mahasiswa tahun pertama yaitu 66 mahasiswa dan 128 mahasiswi. Hasil penelitian  menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan teman dengan stres akademik pada mahasiswa tahun pertama selama pembelajaran daring (r = -0,356; p<0,05). Mahasiswa tahun pertama yang memperoleh dukungan dari teman akan menurun stres akademik yang dirasakannya. Dosen disarankan dapat menyediakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk bekerjasama secara interaktif sehingga mahasiswa memperoleh dukungan dari teman mahasiswa selama proses pembelajaran daring. Kata Kunci: dukungan teman, stres akademik, mahasiswa tahun pertama Abstract Ministry of Education and Culture issue a regulation for University to conduct online learning due to the Covid-19 pandemic in Indonesia. First-year university students as students who have just experienced a transition from high school to university are vulnerable to academic stress during online learning. Academic stress is the body responses related to high demand of academic tasks. Several studies show that academic stress can be lower when a person get support from surrounding environment. This study aims to explore the relationship between peers support and academic stress of first-year students during online learning in the Covid-19 pandemic. Participants in this study are 194 first-year students with 66 male students and 128 female students. The result shows that there is a significant relationship between peer support and academic stress of first-year students (r = -0.356; p < 0.05). Students who have support from their peers will have lower academic stress. It is recommended that the lectures should provide teaching methods that allow students to do learn interactively in order to get support from their peers during online learning.Keywords: peer support, academic stress, first-year students
CAREER DECISION MAKING SELF-EFFICACY (CDMSE) DENGAN CAREER INDECISION PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Andhika Alexander Repi; Angela Kurniawati
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3820

Abstract

Kehidupan mahasiswa akhir tidak hanya dikelilingi oleh banyaknya beban tugas dan pengerjaan skripsi atau tugas akhir saja, namun juga dihadapkan pada pilihan untuk memilih masa depan. Jika mahasiswa akhir tersebut, tidak dapat menentukan bidang karir yang akan ditekuni di masa depan maka akan timbul perasaan bimbang dan ragu pada pilihan karirnya. Hal ini disebut dengan career indecision. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebimbangan karir pada mahasiswa akhir, salah satunya adalah efikasi diri pada bidang karir yang disebut juga Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE). Dengan metode penelitian kuantitatif, peneliti menyebarkan kuisioner melalui google form dan didapatkan total 79 responden mahasiswa akhir yang tersebar di beberapa fakultas UKWMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara Career Indecision dan juga Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE). Berdasarkan hasil penelitian, nilai sig sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti ada hubungan yang negatif antara Career Decision Making Self-Efficacy dengan Career Indecision pada mahasiswa akhir Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Artinya, semakin tinggi tingkat kebimbangan mahasiswa mengenai karirnya, maka semakin rendah keyakinan pada kemampuannya di bidang karir yang akan ditekuni. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat kebimbangan mahasiswa akan karirnya, maka mahasiswa semakin yakin dengan kemampuannya di bidang karir yang ditekuni. Hasil ini didukung dengan sumbangan efektif yang diberikan Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) terhadap Career Indecision (CI)  sebesar 66,6%, yang artinya CDMSE memiliki peran yang kuat untuk menentukan bimbang tidaknya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DALAM KETERLIBATAN PENGASUHAN PADA AYAH YANG MEMILIKI ANAK REMAJA Rindy Fiorentika Yonad; Ersa Lanang Sanjaya; Mopheta Audiola Dorkas
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v%vi%i.3882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara stres kerja dengan keterlibatan pengasuhan ayah pada anak remaja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Alat ukur yang digunakan yaitu skala stres kerja dan skala keterlibatan ayah (IFI). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara stres kerja dengan keterlibatan ayah (ρ = -0.196; p = 0.133). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara stres kerja dengan keterlibatan ayah pada anak remaja. Hasil lain dimensi job itself pada stres kerja dengan keterlibatan pengasuhan ayah pada remaja memiliki hubungan negatif (ρ = -0.305; p = 0.018). Dimensi lainnya yang juga memiliki hubungan negatif adalah dimensi family work conflict pada stres kerja dengan keterlibatan pengasuhan ayah pada anak remaja (ρ = -0.310; p = 0.016).
WORK ENGAGEMENT DENGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT PADA KARYAWAN YANG MELAKUKAN WORK FROM HOME Florentina Yuni Apsari; Vincentius Michael Wijaya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i1.3886

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused the work system that was originally in the office to now work from home or what we usually know as work from home (WFH). Work from home causes employee not to get full support from the company, such as the absence of work support facilities and having to provide work needs while work at home. These things make employee more lazy at work, feel their work is heavy, etc. decreased enthusiasm for wok is one aspect of work engagement. According to Schaufeli & Bakker (2004) work engagement is a condition of thinking about work where a person has positive thoughts and feels happy about work that is formed through vigor, dedication, and absorption. The factor that affect work engagement are perceived organizational support. Researchers use quantitative research method, researchers use google form as a medium for data collection. The number of subjects obtained by the researchers were 84 respondents (WFH employees). The results of this study show sig. of 0.000 (p <0.05) means that there is a relationship between work engagement and perceived organizational support for employees who do WFH. This study is supported by a correlation value of 0.391 and an effective contribution of 31.9% so that it can be said that the two variables studied have a positive relationship, which means that when individuals have high perceived organizational support, the individual will also have high work engagement. On the other hand, when an individual has low perceived organizational support, the individual will have low work engagement.
RESIPROSITAS PENJUAL PEMBELI PADA APLIKASI TIKTOK Anggi Vidia Nurjannah; Cicilia Larasati Rembulan; Jessica Noviana Onggono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i2.3891

Abstract

COVID-19 pandemic has led to changes in the way people shop online and has an impact on the emergence of a new phenomenon where the TikTok application becomes a medium for buying and selling online. With TikTok becoming online commerce medium, can cause practical-knowledge gap, by which negative behavior such as scams can happen during buying and selling activities occurs. With this phenomenon, the purpose of this research is to describe the pattern of buyer-seller reciprocity on TikTok social media. This research is included in qualitative research. Primary data used were obtained through informants and secondary data obtained through comments on the TikTok application. Participant characteristics were taken using purposive sampling technique and using a screening with an open questionnaire to find participants who would be interviewed. From the research results, it was found that the buyer-seller reciprocity pattern in TikTok contained three stages in the big theme. The first big theme is the predecessor condition, then it is continued at the process stage (interaction), and ends with output.
EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU PROKRASTINASI PADA REMAJA DI DAERAH PESISIR SURABAYA Jennifer Olivia Lapod; Arnelita Natalie Antonio; Clara Hosana Yessica Jelita Dewi; Inggrid Devyana Chandra; Putri Ayu P. W; Livia Yuliawati; Ersa Lanang Sajaya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v11i1.3973

Abstract

Remaja bersekolah, terutama yang berada di daerah pesisir kota, menghadapi berbagai tekanan, persoalan dan tuntutan lingkungan, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan prokrastinasi akademik. Tekanan yang terjadi adalah fase storm dan stres akibat perubahan sosial, fisik, dan emosional. Apabila tidak bisa menghadapi fase tersebut secara konstruktif, remaja akan mengalami masalah proses belajar, seperti kurang baik dalam manajemen waktu. Prokrastinasi yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan performa akademik dan meningkatkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat prokrastinasi akademik sebelum dan sesudah diberi pelatihan motivasi berprestasi pada remaja di daerah pesisir Surabaya. Metode yang digunakan yaitu quasi-experiment (one-group pre-test-post-test design) dengan teknik purposive sampling. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini merupakan remaja berjumlah 9 orang yang berusia antara 12-17 tahun di bawah naungan komunitas X dan tinggal di pesisir Surabaya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah General Procrastination Scale. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap tingkat prokrastinasi akademik sebelum dan sesudah diberi pelatihan motivasi berprestasi dengan hasil p = 0,542 (p > 0,05). Minimnya efek dari pelatihan terjadi karena beberapa peserta tidak mengikuti pertemuan penuh, kurangnya partisipasi aktif peserta selama pelatihan berlangsung, durasi dan jumlah pelatihan terlalu singkat, serta terdapat faktor lain turut menjadi penyebab prokrastinasi. Hal ini perlu diperhatikan peneliti selanjutnya untuk membuat pelatihan dengan lebih memperhatikan kehadiran dan partisipasi aktif peserta, menambah durasi dan jumlah pelatihan, serta meninjau faktor lain selain motivasi berprestasi.
HELP-SEEKING INTENTION DAN SELF- EFFICACY DALAM MENCARI BANTUAN LAYANAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA Betta Febryani Sitanggang; Jaka Santosa Sudagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i2.4086

Abstract

Mental health problems are common among college students. The existence of psychological and social changes that make it difficult for students to adjust during the lecture period can cause individuals become vulnerable for developing mental health problems. Help-seeking early as a protective factor is important to improve students’ mental health and well-being, however most students do not seek professional help when they need to. Self-efficacy can play a role in the formation of help-seeking intention so that it affects individual decisions to seek professional psychological help for their mental health problems. This study aimed to determine the relationship between self-efficacy in seeking mental health care and help-seeking intention among undergraduate students. This research was conducted using purposive sampling on students in East Java aged 18-25 years and had experienced psychological distress. Data were collected using MHSIS (Mental Help-Seeking Intention Scale) and SE-SMHC (Self-Efficacy to Seek Mental Health Care) scale which translated through forward translation dan back translation. The data analysis was performed using Kendall’s Tau-b correlation test. The results showed that self-efficacy in seeking mental health care was positively correlated with help-seeking intention with a correlation coefficient of 0.459 and significance value of 0.000 (p < 0.05), which means the higher self-efficacy (confidence in knowledge and confidence in coping) in seeking mental health care, the higher the student's help-seeking intention. Therefore, students need to maintain healthy relationships with their social networks and expand information about psychological help-seeking.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIOSITAS DAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BERAGAMA KATOLIK Stanley Evans Susanto; Dicky Susilo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v10i2.4162

Abstract

Abstrak - Menjalani pendidikan di perguruan tinggi menjadi suatu hal yang didambakan. Meskipun demikian, pada mahasiswa, dapat terjadi gangguan pola pemikiran dan perilaku, sebagai bentuk dari kecemasan akademik. Religiositas mungkin berperan sebagai coping mechanism terhadap kecemasan akademik ini sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara religiositas dengan kecemasan akademik. Dengan metode kuantitatif, peneliti membuat alat ukur untuk kedua variabel yakni skala religiositas dan skala kecemasan akademik. Jumlah total responden adalah sebanyak 205 orang dengan kriteria subjek yakni mahasiswa yang beragama Katolik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan nilai r = -0,156 dan p = 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan di antara kedua variabel dengan arah hubungan negatif, yang dapat diintepretasikan jika semakin tinggi tingkat religiositas, maka semakin rendah tingkat kecemasan akademik. Demikian pula sebaliknya, jika semakin rendah tingkat religiositas, maka semakin tinggi tingkat kedemasan akademik
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN SOCIAL LOAFING PADA MAHASISWA DALAM TUGAS KELOMPOK SELAMA PERKULIAHAN DARING Allison Carol Karana; Dita Lavienda; Margaretha Eka Gayatri Maheswari; Elizabeth Rani; Melani Dian Prasetya; Detricia Tedjawidjadja
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v11i1.4307

Abstract

Selama pandemi Covid-19 proses pembelajaran mengalami perubahan dikarenakan kebijakan pemerintah yang awalnya dilakukan secara tatap muka menjadi daring. Perubahan pembelajaran tersebut mengakibatkan penurunan tingkat motivasi berprestasi mahasiswa dan berpotensi memunculkan perilaku social loafing. Social loafing adalah fenomena terjadinya penurunan dalam usaha yang dikeluarkan oleh individu saat mengerjakan tugas kelompok untuk mencapai tujuan kelompok dibandingkan saat mengerjakan tugas individu yang bertujuan untuk mencapai tujuan pribadi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi berprestasi dengan social loafing pada mahasiswa selama pembelajaran daring. Penelitian ini berbentuk kuantitatif studi hubungan. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 169 responden yang merupakan mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya angkatan 2018-2021 dan mengikuti perkuliahan secara daring. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan skala social loafing milik Kusuma (2015) dan motivasi berprestasi milik Pratiwi (2016). Data dianalisis menggunakan Uji Non-Parametrik Kendall’s Tau-B, dengan hasil nilai korelasi sebesar -0,306 dan nilai p= 0,000, yang memiliki makna adanya hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan social loafing pada mahasiswa selama perkuliahan daring dengan arah hubungan negatif. Artinya, semakin tinggi tingkat motivasi berprestasi maka semakin rendah tingkat social loafing. Demikian pula sebaliknya. Hasil penelitian ini memberikan implikasi atas pentingnya meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa agar dapat menurunkan perilaku social loafing.

Page 10 of 15 | Total Record : 148