cover
Contact Name
Nanda Septiana
Contact Email
mubtadijurnal@uinmadura.ac.id
Phone
+6285646309147
Journal Mail Official
mubtadijurnal@uinmadura.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324) 333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah
ISSN : 27157067     EISSN : 27208850     DOI : https://doi.org/10.19105/mubtadi
Core Subject :
Mubtadi adalah Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah yang dikelola Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtadiiyah (PGMI) UIN Madura yang berlokasi di jalan Jalan Raya Panglegur Km 4 Pamekasan 69371. Terbit 2 kali dalam satu tahun, pada bulan Pebruari dan Agustus. Bermula dari usul dan masukan para praktisi pendidikan bahwa begitu pentingnya saling tukar informasi dan sharing terkait keilmuan pendidikan khususnya seputar ke-MI/SD-an, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Prodi PGMI UIN Madura kemudian melakukan koordinasi secara intensif untuk merespon masukan positif tersebut, dengan melakukan rapat dan workshop tentang pendirian jurnal, hingga terbitlah jurnal ini dihadapan pembaca. Untuk menjamin kualitas dari isi jurnal dan penyeragaman subtansi tulisan serta efektifitas, maka jurnal ini cukup menerbitkan seputar naskah yang berkaitan dengan keilmuan ke-MI/SD-an, baik dari sisi manajemen, pembelajaran, regulasi dan SDM di sekolah MI/SD. Adapun bentuk tulisannya bisa berupa hasil penelitian yang tentu dilengkapi dengan data, metode dan analisis yang benar; bentuk lain juga bisa berupa kajian analisis yang sangat kritis, idealis, produktif dan kontributif, dengan kaidah penulisan yang berlaku. Naskah belum pernah dimuat dimedia manapun.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menjumlahkan Dan Mengurangkan Bentuk Pecahan Biasa Yang Perpenyebut Tidak Sama di Kelas V SDN Kalianget Barat IV Kec. Kalianget Kab. Sumenep Agus Syafrudin
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3019

Abstract

 Dalam pengajaran Matematika, ketepatan dalam penggunaan metode pengajaran sangat mempengaruhi hasil belajar Matematika ang dicapai oleh siswa. Banyak metode pengajaran yang bisa dikembangkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Misalnya: metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode tanya-jawab, metode pemberian tugas, dan lain-lain. Setelah melihat hasil evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran. Penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama dengan metode diskusi pada siklus I, menunjukkan pembelajaran belum efektif dan masih perlu dilakukan perubahan pada rencana perbaiakan pembelajaran (pada siklus II) berdasrkan kelemahan siklus I. Hasil peneamatan terhadap peran guru dalam pembelajaran di kelas pada kegiatan : Pada tahap pradiskusi, apersepsi yang diberikan guru sudah dapat membangkitkan motivasi siswa, dan guru sudah siap dengan perencanaan yang akan mengkondisikan pembelajaran. Pada tahap diskusi, guru sudah dapat mengarahkan   jalannya pembelajaran sesuai yang direncanakan, dan guru sudah dapat menjadi fasilitator dalam menanggapi kesulitan-kesulitan siswa. Pada setelah diskusi guru sudah nampak memberikan aploug dan penguatan terhadap unjuk kerja siswa, dan guru sudah menilai dan sudah dapat mengukur kemampuan siswa setelah pembelajaran. Dari basil revaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran pembelajaran Penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama dengan metode diskusi pada siklus II, terjadi peningkatan motivasi, perhatian, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan metode diskusi. Hasil skor siswa setelah mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangaa bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama juga terjadi peningkatan. Kata Kunci          : Diskusi, Menjumlahkan, Mengurangkan
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Model pengajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKn dalam Materi Pokok Lembaga Pemerintahan Tingkat Pusat Siswa Kelas IV SDN Murtajih III Kecamatan Pademawu Kab. Pamekasan Umar .
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3020

Abstract

Abstrak Arus reformasi nasional telah digelindingkan, krisis reformasi mulai dibenahi dari lembaga pemerintahan dampai pada dunia pendidikan juga mulai dibenahisehingga menghantarkan PKn bahan kajian yang menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang meragukan eksistensi PKn. Karena banyaknya penyelewengan dan pengkhianatan Pancasila, sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi terhambat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sementara prestasi beajar PKn Kelas IV SDN Murtajih III Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II masih rendah yaitu 48 atau dibawah 50% rata-rata kelas, untuk itulah perlu diadakan penelitian tindakan kelas, dan setelah penelitian diharapkan presrtasi belajar PKn siswa kelas IV telah mencapai 70 atau lebih. Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya pembelajaran model pengajaran Model Jigsaw  ? (b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran Model Jigsaw  terhadap motivasi belajar PKn. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kontekstual model pengjaran Model Jigsaw .(b.) Mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkan pembelajaran kontekstual model pengajaran bebasis masalah. (c) Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran PKn. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari 4 tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Murtajih IIIKecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi beljar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu , siklus I (67,44%), siklus II (76,74%), siklus III (88,37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berepengaruh positif terhadap prestasi dam motivasi belajar siswa Kelas IV SDN Murtajih III Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn. KataKunci  : Kontektual, Jigsaw, Prestasi
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika (Bangun Ruang) Melalui Penggunaan Media Benda Asli Pada Siswa Kelas V SDN Trasak III Kecamatan Larangan Kab. Pamekasan Minarni Hamdani
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3021

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untukk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa Kelas V SDN Trasak II Kecamatan Larangan  . Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, agar dapat meminimalkan sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Berdasarkan pengamatan, siswa VI SDN Trasak II Kecamatan Larangan   dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 63,93 dan pada sikklus I yang tuntas ada 13 siswa (39,4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60,6%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69,39 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57,6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42,4%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76,36 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87,9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12,1%). Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup, pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup, kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup. Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik, kerjasama dalam kelompok berkriteria baik, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik. Kata Kunci    :  Prestasi, Media, Benda 
PENERAPAN LAYANAN ORIENTASI MATERI TATAKRAMA PERGAULAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENGEMBANGAN SOSIAL SISWA SMPN 1 SUMENEP Farid Mashudi
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3032

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa siswa masih terlihat kurang bisa bergaul dan setia terhadap temannya sendiri, itu terjadi di SMPN 1 Sumenep. Siswa sulit memahami pentingnya sikap sosial terhadap temannya seutuhnya, yang terjadi justru tidak ada keharmonisan dan kondusifitas dalam kelas. Akibatnya, siswa dinilai kurang memiliki keakraban dalam bersahabat . Maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) menggambarkan sikap sosial siswa, 2) menguraikan pelaksanaan layanan orientasi dalam mengatasi lemahanya sikap sosial siswa, 3) menjelaskan hasil dari layanan orientasi terhadap sikap sosial siswa.            Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subjek penelian siswa kelas VIII SMPN 1 Sumenep. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunakan instrument berupa RPBK, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas peneliti dan angket respon siswa terhadap penerapan teknik layanan orientasi.            Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) melalui siklus tindakan bimbingan konseling dapat ditemukan langkah-langkah efektif penerapan layanan orientasi terhadap pengembangan sosial siswa. (2) Melalui siklus tindakan bimbingan konseling penerapan layanan orientasi terbukti dapat meningkatkan sikap sosial siswa.            Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini, direkomendasikan: (1) Tujuan pokok layanan orientasi materi tata krama pergaulan dapat digunakan untuk memberikan pemahaman dan pengembangan sikap sosial siswa. Oleh sebab itu guru BK sebagai penyelenggara layanan bimbingan konseling harus mengutamakan proses yang mendukung terciptanya suasana komunikatif, interaktif dan kerja kelompok dalam pelaksanaannya itu. (2) Guru BK/calon guru BK masih perlu terus menerus untuk membuktikan penerapan layanan orientasi materi tata krama pergaulan jikalau ada siswa yang kurang bersikap sosial. Kata kunci: layanan orientasi, tata krama, pergaulan, pemahaman pengembangan sosial.
IMPLEMENTASI TEKNIK ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MI MATHALIUL ULUM I MALANGAN PADEMAWU TIMUR PAMEKASAN siti rohmah
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3405

Abstract

AbstrakDalam kegiatan pembelajaran seorang guru harus mampu memberikan pelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan, untuk itu diperlukan model yang mengktifkan siswa dalam pembelajaran, sehingga guru perlu menerapkan model pembelajaran langsung. Dalam model pembelajaran langsung ini ada beberapa teknik yang bisa digunakan guru untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan mengkondisikan siswa, salah satunya yaitu teknik ice breaking. Berdasarkan hal tersebut, maka ada empat permasalahan yang menjadi pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, bagaimana langkah-langkah ice breaking yang digunakan guru untuk  meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas V MI Mathaliul Ulum 1 Malangan Pademawu Timur Pamekasan?; kedua, bagaimana keberhasilan teknik ice breaking untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V MI Mathaliul Ulum 1 Malangan Pademawu Timur Pamekasan?; ketiga, bagaimana keberhasilan teknik ice breaking untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MI Mathaliul Ulum 1 Malangan Pademawu Timur Pamekasan?; keempat, apa saja faktor pendukung dan penghambat terlaksananya teknik ice breaking untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas V MI Mathaliul Ulum 1 Malangan Pademawu Timur Pamekasan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian dilakukan di MI Mathaliul Ulum 1 Malangan Pademawu Timur Pamekasan, dengan subyek penelitian adalah siswa kelas V. Dan pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama langkah-langkah teknik ice breaking ialah direncanakan dan dimasukkan dalam skenario pembelajaran pada awal pembelajaran, inti proses pembelajaran maupun akhir proses pembelajaran, ice breaking yang digunakan yaitu nyel-yel, games, tepuk tangan, dan tepuk harmoni. Kedua, keberhasilan teknik ice breaking untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa yaitu dapat membuat siswa lebih kondusif dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Ketiga, keberhasilan teknik ice breaking untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu ketika guru memberikan atau menanyakan materi, pertanyaan, dan tugas siswa bisa menjawab dan mengerjakannya. Keempat, faktor pendukung seperti sarana dan prasarana, minat dan motivasi siswa, kesabaran guru dalam mengajar. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu, sumber belajar masih minim, alat peraga atau media masih terbatas, dan juga siswa yang berbicara sendiri ketika pembelajaran berlangsung.Kata Kunci: Teknik Ice Breaking, Aktivitas BelajarIn learning activities a teacher must be able to pro  vide creative, innovative and fun lessons, for that we need a model that activates students in learning, so the teacher needs to apply a direct learning model.  In this direct learning model there are several techniques that teachers can use to design interesting learning activities and condition students, one of which is the ice breaking technique. Based on this, there are four problems that become the main subject in this study, namely first, how the ice breaking steps are used by teachers to improve learning activities and learning outcomes of fifth grade student Elementary School Mathaliul Ulum I Malangan Pademawu Pamekasan?; second, how the success of the ice breaking technique to improve the learning activities of fifth grade studens Elementary School Mathaliul Ulum I Malangan Pademawu Pamekasan?; third, how success of the ice breaking technique to improve student learning outcomes of fifth  grade student Elementary School Mathaliul Ulum I Malangan Pademawu Pamekasan?; four, what are the supporting factors and obstacles to the implementation of ice breaking techniques to improve learning activities and laerning outcomes of fifth grade students Elementary School Mathaliul Ulum I Malangan Pademawu Pamekasan. This research use a qualitative approach with descriptive type. The study was conducted in elemntary school, with the subject of the study was fifth grade students. And data collection is done by conducting interviews, observations, and documentation. The results showed that, the steps of the ice breaking technique were planned and included in the learning scenario at the begining of learning, the core of the learning process and at the end of the learning process, the ice breaking used was yells, games, applause, and applause of harmony. Second, the success of ice breaking techniques to improve student learning activities that can make studentas more conducive and active in participating in learning. Third, the success of ice breaking techniques to improve student learning outcomes, namely when the teacher gives or asks material, questions, and assignments studentas can answer and work on it. Fourth, supporting factors such as facilities and infrastructure, student interest and motivation, teacher patience in teaching. While the inhibiting factors are, the laerning resourcesare still minimal, teaching aids or media are still limited, and also students who speak for themselves when learning takes place.        Keywords: Ice Breaking Technique, Learning Activities
PROBLEMA GURU DALAM MENGAJARKAN BERHITUNG PEMBAGIAN DIKELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Yantoro Yantoro Yantoro; Endang Putri Susanti; Agung Rimba Kurniawan
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3475

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problema guru dalam mengajarakan berhitung pembagian dikelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Study Kasus. Subjek penelitian adalah guru wali kelas 2 Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi.Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang berisi deskripsi tentang hasil wawancara dengan guru mengenai strategi pembelajaran berhitung pembagian disekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di kelas II SD Negeri 155/1 Sungai Buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki problema dalam mengajarkan berhitung pembagian dikelas rendah. Berdasarkan indikator berhitung pembagian yaitu pengenalan konsep membagi, pembagian sederhana, dan mengajarkan konsep sisa, problema guru dalam mengajar berhitung pembagian yaitu terdapat pada peserta didik yang masih terfokus pada menghafal perkalian saja tanpa memahami pada proses operasi hitung pembagian itu sendiri. Kata Kunci : Problema Guru, Berhitung Pembagian
Penerapan Reward dan Punishment Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Siswa di SDI-Terpadu Al-Azhar Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Abd. Mannan
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3532

Abstract

AbstractHuman is the individual and social creatures. Human can not separate from other human in their relationship as social creature. Human will always live together based on their character. So that, there is such an interaction in this life. Therefore in human’s activities, there will always a process of interaction or communication either the interaction with nature, human, or the interaction with their God intentionally or not. One of the interaction which is exist is the educative interaction. It is the interaction that occurs to aim education and teaching. In the process of teaching learning, one of the central is the students who has various characters. There is a student who is easy to be controlled, some of them are diligent, and some other are very lazy to study. Some of them study to reach progressive and some other just want to avoid a punishment. Based on this case, this research want to explore the effectiveness of kinds of reward and punishment in the process of learning especially in SDI-Terpadu al-Azhar Kelurahan Kowel Kecamatan/Kabupaten Pamekasan. This research include to descriptive research and using Qualitative approach. From the result of research which is writer write, the innovation is there are some kinds of reward and punishment which is given by teacher to increase students’ learning motivation. There are some various effectiveness in giving reward and punishment to students’ learning motivation and this reward and motivations are done everytime when they need it.Keywords: Reward and Punishment. Spirit of Students’ LearningAbstrakManusia adalah makhluk individu dan mahluk sosial. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai mahluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu dibarengi dengan proses interaksi atau komunikasi, baik interaksi dengan alam lingkungan, interaksi dengan sesamanya, maupun dengan tuhannya, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, salah satu bentuk interaksi yang ada adalah interaksi edukatif ialah interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. dalam interaksi belajar mengajar salah satu sentralnya ialah siswa, dimana sering dijumpai siswa dengan karakter yang beragam. Ada siswa yang mudah dibina dan ada yang sulit dibina, sebagian giat belajar dan sebagian lain sangat malas belajar, sebagian mereka belajar untuk maju dan sebagian lain belajar hanya untuk terhindar dari hukuman. Berdasarkan hal sebagaimana tersebut di atas penelitian ini bermaksud untuk mengeksplorasi berbagai bentuk reward dan funisment serta efektifitasnya dalam kegiatan pembelajaran khususnya di SDI-Terpadu al-Azhar Kelurahan Kowel Kecamatan/Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, diperoleh beberapa temuan bahwa di SDI-Terpadu al-Azhar Kelurahan Kowel Kecamatan/Kabupaten Pamekasan ada beberapa macam bentuk reward dan punishment yang diberikan oleh para guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, ada efektifitas yang bervariasi dalam pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar siswa, serta reward dan punishment tersebut diberlakukan setiap saat jika dibutuhkan.Kata Kunci: Reward dan Punishment, Semangat Belajar Siswa
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SENI KALIGRAFI KARYA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH IAIN PONOROGO Tirta Dimas Wahyu Negara; Ratna Yunita
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3583

Abstract

Setiap karya seni pada umumnya memiliki nilai khusus yang terkandung disetiap ide penciptaannya, bisa berupa nilai keindahan, nilai pendidikan, teknik pembuatan dan lain sebagainya. Kaligrafi islam merupakan salah satu media da’wah yang memiliki nilai pendidikan. Oleh karena itu artikel ini ingin mengulas hasil karya kaligrafi mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dalam mata kuliah Pembelajaran Seni dan Budaya di Madrasah Ibtidaiyah. Penulisan ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penulis mengolah data dimulai dengan studi pustaka, merumuskan tema, membuat kata kunci dan merumuskan hasil analisis kedalam bentuk deskriptif. Kesimpulan hasil observasi menunjukkan bahwa karya kaligrafi mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo bertemakan lafadz Asmaul Husna dan Ayat-ayat suci Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya. Hal ini bisa dilihat dari pemilihan lafadz, arti lafadz, pemilihan khat, pemilihan warna dan teknik pewarnaan yang digunakan. In general, each work of art has an exceptional value contained in each of its evaluation ideas. It can be beauty value, educational value, manufacturing techniques and so forth. Islamic calligraphy is one of the missionary endeavour media that has educational value. Therefore, this article would like to review the calligraphy works of students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education department State Islamic Institute of Ponorogo in the Arts and Culture Learning at Madrasah Ibtidaiyah course. This study is descriptive qualitative. It is started with reviewing the literature, formulating the theme, creating keywords and formulating analysis results in descriptive forms. The conclusion of observations on the calligraphy works of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education department State Islamic Institute of Ponorogo students with the theme of Asmaul Husna and the holy verses of the Qur'an has educational values contained therein. This can be seen from the word selection, word meaning, line selection, colour selection, and colouring techniques used.
ANALISIS KRITIS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS ONLINE DI MADRASAH IBTIDAIYAH MASA PANDEMI COVID 19 (SOLUSI MENYELAMATKAN MASA DEPAN ANAK-ANAK INDONESIA) Muhammad Syahrul Ulum; Jati Pamungkas
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3584

Abstract

AbstraksiPada tanggal 15 Maret 2020 atau tiga hari setelah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Kebijakan tersebut mempunyai arti bahwa semua kegiatan harus berubah orientasinya yaitu tidak boleh melalui tatap muka secara langsung, termasuk di dalamnya adalah kegiatan belajar-mengajar di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun informal. Kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan, akan tetapi harus memanfaatkan media berbasis online dengan maksud untuk menghindari penularan Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran berbasis online di jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dengan analisis kritis data level mikro. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa ada unsur kecanduan teknologi oleh peserta didik untuk disalahgunakan di luar kepentingan pembelajaran. Selain itu, jebakan pendidikan gaya bank telah menjerat proses pembelajaan di mana guru lebih memposisikan diri sebagai subjek dan peserta didik sebagai objek yang hanya bisa menerima begitu saja perintah dari gurunya melalui pemberian tugas mandiri secara terus-menerus dengan sejumlah deadline pengumpulan akhir. Tujuan pendidikan secara umum tetap diarahkan pada pembentukan pribadi yang bermental pembebas, humanis dan demokratis, namun kenyataannya justru menjadikan peserta didik mengalami penindasan akan teknologi pembelajaran.  Kata kunci: Madrasah Ibtidaiyah, pembelajaran online, teknologi, analisis   kritis
PENGARUH KEDISIPLINAN TERHADAP KESULITAN BELAJAR SISWA PENDIDIKAN DASAR Tusriyani Sri
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v2i1.3585

Abstract

 Abstrak Dunia pendidikan dewasa ini menghadapi berbagai masalah yang amat kompleks yang memerlukan perhatian kita semua. Salah satu masalah itu adalah kurang disiplin terhadap waktu juga terhadap belajarnya dan tidak mengindahkan peraturan. Pada kenyataannya sekarang banyak siwa yang mengalami kesulitan dalam belajar sehingga hasil akademiknya menurun dan semua itu di sebabkan kurangnya tingkat kedisipinan terhadap diri siswa. Masalah tersebut apabila tidak segera diatasi akan semakin mengancam kehidupan generasi bangsa kita khususnya, dan tata kehidupan sosial masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa, kesulitan-kesulitan belajar siswa, dan signifikansi korelasi pengaruh kedisiplinan terhadap kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri  Kalimook I.Disiplin  belajar  adalah  kepatuhan  mentaati peraturan dalam proses untuk memiliki pengetahuan atau kepatuhan mentaati peraturan dalam belajar,yang meliputi ; disiplin belajar di sekolah yang berupa : patuh dan taat terhadap tata tertib belajar di sekolah, persiapan belajar, perhatian terhadap kegiatan pembelajaran dikelas,  menyelesaikan  tugas  pada  waktunya,  sedangkan  disiplin belajar di rumah berupa : memiliki rencana atau jadwal belajar, belajar dalam tempat dan suasana yang mendukung, ketaatan dan keteraturan dalam belajar dan juga perhatian terhadap materi pelajaran. Kesulitan belajar siswa merupakan siswa yang tidak dapat belajar dengan baik, yang disebabkan adanya hambatan ataupun kegagalan dalam belajar sehingga menghambat tercapainya kinerja akademik yang sesuai dengan harapan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi penelitian para siswa kelas V SD Negeri  Kalimook I sejumlah 378 siswa. Dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 56 siswa dengan menggunakan teknik random sampling secara proporsional (melalui cara undian/acak). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen berupa kuesioner kedisiplinan dan kesulitan belajar. Kuesioner sebelum digunakan untuk mengumpulkan data-data penelitian, terlebih dulu dilakukan pretest  untuk melakukan uji reliabilitas dan validitasnya. Data-data penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika r korelasi product moment. Diperoleh angka koefisien korelasi sebesar rhitung = 0,714. Angka koefisien tersebut lebih besar daripada r tabel = 0,266 baik pada taraf signifikan 95%. Jadi r = 0,714> 0,266 yang berarti signifikan.Berdasarkan hasil analisis tersebut, disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedisiplinan dan kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri  Kalimook I.Kata Kunci:Kedisiplinan, Kesulitan Belajar Siswa. Abstract Today's education world faces various complex problems that require our attention. One of the problems is lack of discipline in time as well as in learning and not heed the rules. In fact now many students have difficulty in learning so that academic results decline and all of that is caused by the lack of level of discipline of students. If the problem is not immediately addressed, it will increasingly threaten the lives of our nation's generation in particular, and the social life order of society in general. This study aims to determine student learning discipline, student learning difficulties, and the significance of the correlation of disciplinary influence on learning difficulties of fifth grade students at SD Negeri Kalimook I.Learning discipline is the obedience to obey the rules in the process of having knowledge or obedience to obey the rules in learning, which includes; discipline of learning in school in the form of: obedient and obedient to the rules of learning in school, preparation for learning, attention to learning activities in class, completing assignments on time, while learning discipline at home in the form of: having a plan or schedule of learning, learning in a place and atmosphere that is support, obedience and regularity in learning and also attention to the subject matter. Difficulties in student learning are students who cannot learn well, which are caused by obstacles or failures in learning that hinder the achievement of academic performance in accordance with expectations.This study uses a quantitative approach with a research population of class V students of SD Negeri Kalimook I totaling 378 students. From the population, a sample of 56 students was taken using proportional random sampling technique (via lottery / random method). Data collection methods used were instruments in the form of disciplinary questionnaires and learning difficulties. Before the questionnaire was used to collect research data, a pretest was first conducted to test the reliability and validity.The research data were further analyzed using statistical product moment correlation analysis techniques. Obtained correlation coefficient number of r count = 0.714. The coefficient number is greater than r table = 0.266 both at a significant level of 95%. So r = 0.714> 0.266 which means significant.Based on the results of the analysis, it was concluded that there was a significant positive relationship between discipline and learning difficulties of fifth grade students of SD Negeri Kalimook I Keywords: Discipline, Student Learning Difficulties.

Page 2 of 13 | Total Record : 128