cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi
ISSN : 1978192X     EISSN : 26549344     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Ketimpangan sosial sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan dalam struktur masyarakat modern Maghfiroh, Fina
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 15, Nomor 1, 1 Maret 2026
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v15i1.94019

Abstract

Ketimpangan sosial merupakan fenomena struktural yang terus bertahan dalam masyarakat modern dan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan distribusi sumber daya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan sosial sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dilegitimasi dan dipertahankan melalui berbagai institusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis teori konflik untuk mengkaji bagaimana relasi kuasa bekerja dalam pengelolaan konflik sosial, institusi pendidikan, dan praktik hukum mikro. Hasil kajian menunjukkan bahwa stabilitas sosial sering kali bukan mencerminkan keadilan struktural, melainkan merupakan hasil dari keberhasilan kelompok dominan dalam mengelola konflik dan menormalisasi ketimpangan melalui mekanisme simbolik dan institusional yang tampak netral. Dengan demikian, ketimpangan sosial berfungsi sebagai instrumen reproduksi kekuasaan yang berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan. Social inequality is a persistent structural phenomenon in modern society and cannot be understood solely as a matter of resource distribution. This article aims to analyze social inequality as a mechanism for the reproduction of power, legitimized and maintained through various social institutions. This research uses a qualitative approach, employing literature review methods and conflict theory analysis, to examine how power relations operate in social conflict management, educational institutions, and microlegal practices. The results of this study indicate that social stability often does not reflect structural justice but rather results from the success of dominant groups in managing conflict and normalizing inequality through seemingly neutral symbolic and institutional mechanisms. Thus, social inequality functions as an instrument for the reproduction of power, systematically and sustainably occurring.
Analisis sosio-legal pengasuhan anak untuk pencegahan penyimpangan kriminalitas Laluna Nuralika
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 15, Nomor 1, 1 Maret 2026
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v15i1.94834

Abstract

Kriminalitas yang melibatkan anak menunjukkan bahwa pendekatan perlindungan anak yang ada saat ini masih bersifat represif sehingga belum mampu menekan perilaku menyimpang anak sejak usia dini. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengakui hak anak untuk memperoleh pengasuhan dari orang tua, namun belum mengatur secara rinci mengenai standar pengasuhan yang memperhatikan aspek psikologis perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengasuhan anak berbasis psikologi sebagai bagian dari budaya hukum masyarakat dalam upaya pencegahan kriminalitas anak serta implikasinya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan socio legal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan orang tua yang tidak memperhatikan kebutuhan psikologis anak dapat berkontribusi terhadap kegagalan pembentukan karakter dan meningkatnya risiko kriminalitas anak. Oleh karena itu, pengasuhan anak berbasis psikologi perlu diposisikan sebagai strategi preventif dalam kebijakan perlindungan anak untuk menekan angka kriminalitas anak sejak usia dini. Crimes involving children show that the current approach to child protection is still repressive and therefore unable to curb deviant behavior in children from an early age. Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection recognizes the right of children to receive care from their parents but does not regulate in detail the standards of care that consider the psychological aspects of child development. This study aims to analyze psychology-based childcare as part of the legal culture of society in an effort to prevent child crime and its implications for strengthening child protection policies. This study uses a normative legal research method with a conceptual and socio-legal approach. The results of the study show that parenting patterns that do not pay attention to children's psychological needs can contribute to character formation failure and an increased risk of child criminality. Therefore, psychology-based childcare needs to be positioned as a preventive strategy in child protection policies to reduce child criminality rates from an early age.
Pengukuran mutual trust pada masyarakat multikultural kota Pekanbaru Sinaga, Azizah Aini; Simanihuruk, Muba; Naibaho, Rini
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 15, Nomor 1, 1 Maret 2026
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v15i1.96000

Abstract

Fenomena “Rayap Besi”, Gerakan Kemerdekaan Riau, dan Pekanbaru termasuk di antara 10 kota paling intoleran di Indonesia, berpotensi memicu ketegangan dan konflik antarkelompok etnis di Pekanbaru, sehingga mengancam kesatuan komunitas etnis yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutual trust antarkelompok etnis di masyarakat multikultural Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Mutual trust digunakan sebagai fondasi dalam memahami proses penerimaan perbedaan etnis sehingga keragaman dikelola dengan tepat. Variabel yang digunakan adalah tingkat pendapatan, usia, dan lama tinggal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan observasi, data sekunder dari studi literatur. Analisis dilakukan pada 100 responden dari empat kelompok etnis mayoritas, yaitu Minang, Melayu, Jawa, dan Batak, menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel tersebut memiliki hubungan lemah hingga moderat dengan mutual trust. Secara keseluruhan, mutual trust masyarakat Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, relatif terjaga dengan baik tanpa potensi konflik etnis, meskipun kota ini termasuk salah satu kota intoleran. The “Iron Termite” phenomenon, the Riau Independence Movement, and Pekanbaru as one of Indonesia’s most intolerant cities may trigerring ethnic tensions and threaten social unity. This study examines mutual trust between ethnic groups in Sukajadi District, Pekanbaru City. Mutual trust as a foundation for understanding the process of accepting ethnic differences so that diversity is properly managed. The variables analyzed include income level, age, and length of stay. Using a quantitative approach, primary data collection through questionnaires and observation, and secondary data from literature studies. Data from 100 respondents representing four majority ethnic groups—Minang, Malay, Javanese, and Batak, were tested using Spearman's rank correlation. The results of the study show a weak to moderate correlations with mutual trust. Overall, mutual trust in Sukajadi District, Pekanbaru City, is relatively well maintained without the potential for ethnic conflict, even though this city is considered one of the most intolerant cities.
Model game-based learning berbantuan blooket reward untuk meningkatkan motivasi belajar Sosiologi Hasto, Aryo Tri; Pratiwi, Poerwanti Pratiwi
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 15, Nomor 1, 1 Maret 2026
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v15i1.96021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Game-Based Learning menggunakan media Blooket dengan pemberian reward terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 144 siswa sekolah menengah atas yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi belajar dan dokumentasi hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji t dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam motivasi belajar maupun hasil belajar antara kedua kelompok. Namun, terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap reward dan motivasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas reward dalam Game-Based Learning dipengaruhi oleh bagaimana siswa memaknai reward sebagai bagian dari pengalaman belajar mereka. This study aimed to evaluate the effect of Game-Based Learning using the Blooket platform with physical rewards on students’ learning motivation and learning outcomes. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental pretest–posttest control group design. The sample consisted of 144 senior high school students divided into experimental and control groups. Data were collected using a learning motivation questionnaire and academic records and analyzed using t-tests and Spearman correlation. The results showed no significant differences in learning motivation or learning outcomes between the two groups. However, a significant positive relationship was found between students’ perceptions of rewards and their learning motivation. These findings highlight the importance of students’ perceptions in mediating the effectiveness of rewards in game-based learning.

Filter by Year

2007 2026