cover
Contact Name
Elihami
Contact Email
elihamid72@gmail.com
Phone
+6282343195141
Journal Mail Official
elihamid72@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 17 Enrekang, Indonesia
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Edumaspul: Jurnal Pendidikan
ISSN : 25488201     EISSN : 25800469     DOI : https://doi.org/10.33487/edumaspul.v10i2
Core Subject :
Edumaspul: Jurnal Pendidikan publishes original research articles, review articles, and current issues related to the multidisciplinary field of education. The journal provides an academic platform for teachers, lecturers, and researchers to contribute innovative scholarly work in education and learning. The journal focuses on curriculum development, teacher education and professional development, teacher training, cross-cultural studies, learning, evaluation, English language teaching, counseling, management, educational quality, and the use of communication and information technology at various levels of education and in the delivery of learning.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Implementation of Moral Faith Lessons for Students at Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Tanjung Jabung Timur Wulandari Wulandari; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelajaran Akidah Akhlak terhadap pembentukan akhlak murid di Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah serta upaya guru dalam meningkatkan akhlak peserta didik di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, karena penelitian berfokus pada pemahaman mendalam mengenai proses pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak dan pengaruhnya terhadap perilaku siswa. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran dan perilaku siswa di lingkungan sekolah, wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai implementasi pembelajaran Akidah Akhlak, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa arsip, foto kegiatan, dan perangkat pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelajaran Akidah Akhlak di madrasah dilakukan secara terstruktur melalui keteladanan guru, pemberian motivasi, pembinaan perilaku, penerapan strategi pembelajaran yang efektif, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Guru Akidah Akhlak berperan sebagai teladan dalam membentuk sikap dan perilaku siswa melalui pembiasaan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru memberikan motivasi berupa pujian, nasihat, teguran, dan pembinaan kepada siswa agar memiliki kesadaran dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan strategi yang komunikatif, sabar, dan mudah dipahami oleh siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Upaya lain yang dilakukan adalah memaksimalkan sarana dan waktu pembelajaran untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.
Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) in Enhancing Self-Confidence of Cyberbullying Victim Students Nuzliah Nuzliah; Muslima
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v10i1.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa korban cyberbullying di SMPN 1 Kota Jantho. Cyberbullying merupakan salah satu permasalahan yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja, khususnya dalam menurunkan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan intervensi SFBC dan kelompok kontrol yang diberikan konseling konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada rasa percaya diri siswa dalam kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai Z hitung eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa SFBC efektif dalam membantu siswa korban cyberbullying mengembangkan kepercayaan diri melalui pendekatan yang berfokus pada solusi dan potensi individu.
Development of a Basic Learning Module on Unit Conversion and Energy Based on Science Literacy Mukhlis Mukhlis; Arusman; Fakhri Yacob
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v10i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis literasi sains pada materi konversi satuan dan energi serta menganalisis kelayakan dan respon peserta didik terhadap modul yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri dari 45 peserta didik kelas X SMA/MA. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh nilai kelayakan sebesar 80,78% dengan kategori layak, yang mencakup aspek isi, bahasa, penyajian, dan literasi sains. Selain itu, respon peserta didik menunjukkan nilai rata-rata sebesar 99,17% dengan kategori sangat baik. Modul yang dikembangkan terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan analisis, serta penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis literasi sains ini layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sains di tingkat SMA/MA.
The Use of Digital Media in Arabic Language Learning at MTs Raudhatul Hasanah Tanjung Jabung Timur Wiji Hastutik; M. Syukron Maksum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the use of digital media in Arabic language learning at MTs Raudhatul Hasanah Tanjung Jabung Timur and its influence on student motivation and learning outcomes. The development of educational technology requires teachers to be able to utilize digital media as an effective, interactive, and appropriate learning tool in accordance with the characteristics of the digital generation. However, in practice, Arabic learning in madrassas is still dominated by conventional methods that cause low student motivation to learn. This study uses a mixed method approach with a sequential explanatory design. The research sample consisted of 56 grade VIII students and 2 Arabic teachers. Data collection techniques use observation, learning motivation questionnaires, interviews, documentation, and learning outcome tests. Data analysis was carried out through descriptive statistics, simple regression tests, and interactive qualitative analysis. The results show that the use of digital media such as interactive PowerPoint, learning videos, application-based quizzes, and online learning platforms has a positive influence on student motivation and learning outcomes. The average value of learning motivation increased from 65.2 to 84.6, while the average learning outcome increased from 68.4 to 86.1. The results of the regression test showed a significance value of 0.000 < 0.05 which means that digital media has a significant effect on Arabic language learning. The novelty of this research lies in the use of digital media based on the context of rural madrasas with limited facilities but still effective through a simple and adaptive approach. This study recommends strengthening teachers' digital literacy to improve the quality of Arabic learning in madrasas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs Raudhatul Hasanah Tanjung Jabung Timur serta pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Namun, pada praktiknya, pembelajaran Bahasa Arab di madrasah masih didominasi metode konvensional yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential. Sampel penelitian terdiri atas 56 siswa kelas VIII dan 2 guru Bahasa Arab. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket motivasi belajar, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji regresi sederhana, dan analisis kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti PowerPoint interaktif, video pembelajaran, kuis berbasis aplikasi, dan platform pembelajaran daring memberikan pengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata motivasi belajar meningkat dari 65,2 menjadi 84,6, sedangkan rata-rata hasil belajar meningkat dari 68,4 menjadi 86,1. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti media digital berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran Bahasa Arab. Novelty penelitian ini terletak pada pemanfaatan media digital berbasis konteks madrasah pedesaan dengan fasilitas terbatas namun tetap efektif melalui pendekatan sederhana dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di madrasah.
Teachers' Strategies in Increasing the Interest in Learning Arabic for Students of MI Nurul Hidayah Tanjung Jabung Timur M. Raka Akbar; M. Syukron Maksum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan minat belajar Bahasa Arab siswa di MI Nurul Hidayah Tanjung Jabung Timur. Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Arab menjadi salah satu kendala utama dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Siswa sering menganggap Bahasa Arab sebagai pelajaran yang sulit, membosankan, dan penuh hafalan. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan metode pembelajaran yang monoton serta kurangnya inovasi media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kualitatif melalui desain sequential exploratory. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala madrasah, 2 guru Bahasa Arab, dan 42 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket minat belajar, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta penguatan dengan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru yang efektif dalam meningkatkan minat belajar Bahasa Arab meliputi penggunaan ice breaking, media gambar kontekstual, reward sederhana, metode bernyanyi, pembelajaran kelompok, dan pendekatan personal kepada siswa. Nilai rata-rata minat belajar siswa meningkat dari 64,3 menjadi 81,7 setelah strategi tersebut diterapkan secara konsisten. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi strategi pembelajaran berbasis pendekatan emosional dan konteks lokal siswa pedesaan yang jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Arab yang menyenangkan dan bermakna. Abstract This study aims to analyze teachers’ strategies in improving students’ interest in learning Arabic at MI Nurul Hidayah Tanjung Jabung Timur. Low student interest in Arabic lessons is one of the main obstacles in achieving learning objectives. Students often perceive Arabic as a difficult, boring subject full of memorization. This condition is worsened by monotonous teaching methods and a lack of innovative learning media. This study employed a mixed-method approach with qualitative dominance using a sequential exploratory design. The research subjects consisted of 1 principal, 2 Arabic teachers, and 42 fifth-grade students. Data collection techniques included observation, interviews, learning interest questionnaires, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and strengthened by quantitative descriptive statistics. The results showed that effective teacher strategies in increasing students’ interest in learning Arabic included the use of ice breaking, contextual picture media, simple rewards, singing methods, group learning, and personal approaches to students. The average student learning interest score increased from 64.3 to 81.7 after these strategies were consistently implemented. The novelty of this study lies in the integration of learning strategies based on emotional approaches and local rural student contexts, which has rarely been discussed in previous studies. This study recommends strengthening teachers’ pedagogical competence in designing enjoyable and meaningful Arabic learning.
Basic Nahwu Learning Problems at MTs Al-Irsyad East Cape Jabung M. Riadi Saputra; M. Syukron Maksum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the problems of basic nahwu learning in students of MTs Al-Irsyad Tanjung Jabung Timur and the efforts of teachers in overcoming them. Nahwu as one of the important branches of learning Arabic is often considered a difficult, abstract, and boring material by students. These difficulties have an impact on the low understanding of Arabic sentence structure and weak ability to read Arabic texts. This study uses a mixed method approach with qualitative dominance through a sequential exploratory design. The research subjects consisted of 2 Arabic teachers, 1 madrasah head, and 48 grade VIII students. Data collection techniques use observation, interviews, learning difficulty questionnaires, documentation, and diagnostic tests. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, conclusion drawn, and quantitative descriptive statistical strengthening. The results of the study show that the main problems of basic nahwu learning include low mastery of mufradat, weak understanding of the concept of i'rab, learning methods that are still teacher-centered, lack of learning media, and low student learning motivation. The average score of students' understanding of nahwu only reached 61.8 from the minimum completeness standard of 75. The novelty of this research lies in the analysis of basic nahwu problems based on the context of rural madrasas with limited learning resources and solution approaches through the integration of contextual examples of student life. This study recommends the application of nahwu learning that is more communicative, simple, and contextual so that students can more easily understand the structure of the Arabic language. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran nahwu dasar pada siswa MTs Al-Irsyad Tanjung Jabung Timur serta upaya guru dalam mengatasinya. Nahwu sebagai salah satu cabang penting dalam pembelajaran Bahasa Arab sering dianggap sebagai materi yang sulit, abstrak, dan membosankan oleh siswa. Kesulitan tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman struktur kalimat Arab serta lemahnya kemampuan membaca teks berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kualitatif melalui desain sequential exploratory. Subjek penelitian terdiri atas 2 guru Bahasa Arab, 1 kepala madrasah, dan 48 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket kesulitan belajar, dokumentasi, dan tes diagnostik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta penguatan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama pembelajaran nahwu dasar meliputi rendahnya penguasaan mufradat, lemahnya pemahaman konsep i’rab, metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru, minimnya media pembelajaran, serta rendahnya motivasi belajar siswa. Nilai rata-rata pemahaman nahwu siswa hanya mencapai 61,8 dari standar ketuntasan minimum 75. Novelty penelitian ini terletak pada analisis problematika nahwu dasar berbasis konteks madrasah pedesaan dengan keterbatasan sumber belajar serta pendekatan solusi melalui integrasi contoh kontekstual kehidupan siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran nahwu yang lebih komunikatif, sederhana, dan kontekstual agar siswa lebih mudah memahami struktur Bahasa Arab.
Implementation of the School Health Unit Program at Jarinabi Elementary School Tanjung Jabung Timur Jambi Province Meliani; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The School Health Business Program (UKS) is an effort to foster student health through three pillars, namely health education, health services, and fostering a healthy environment. However, in practice, the implementation of UKS in elementary schools still faces various obstacles. This study aims to describe the implementation of the UKS program and the obstacles and challenges that arise in its implementation. This study uses a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of school principals, UKS coaches, teachers, and students. Data was obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of UKS is already running, but it is not optimal. The obstacles found include the limited facilities of UKS space, lack of budget, lack of special training for UKS coaches, and low student awareness in maintaining cleanliness and health. Cooperation with the Health Center has also not been carried out optimally. Nevertheless, the school continues to conduct basic health education, light first aid, and clean living habits through routine activities. The conclusion of this study emphasizes that the implementation of UKS requires facility support, improving the competence of UKS coaches, cross-agency cooperation, and sustainable health education. This research is expected to be an input for schools to increase the effectiveness of the UKS program in shaping clean and healthy living behaviors in students. Abstract Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya pembinaan kesehatan peserta didik melalui tiga pilar, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan UKS di sekolah dasar masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program UKS serta hambatan dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, pembina UKS, guru, dan siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan UKS sudah berjalan, tetapi belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas ruang UKS, minimnya anggaran, kurangnya pelatihan khusus bagi pembina UKS, serta rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Kerja sama dengan Puskesmas juga belum terlaksana secara maksimal. Meskipun demikian, sekolah tetap melakukan edukasi kesehatan xiv dasar, pertolongan pertama ringan, dan pembiasaan hidup bersih melalui kegiatan rutin. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan UKS membutuhkan dukungan fasilitas, peningkatan kompetensi pembina UKS, kerja sama lintas instansi, dan edukasi kesehatan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk meningkatkan efektivitas program UKS dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa.
The Concept of Student Characteristics in the Perspective of Hadith Muhammad Mamba&#039;ul Mursidin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students have difficulties in the process of developing their potentials, all of which are caused by a lack of understanding of their characteristics, so that the learning and teaching process becomes less effective, innovative, and efficient. This study is expected to provide knowledge to readers about the many characteristics possessed by students, in addition to educating about the importance of understanding student characteristics in the teaching and learning process from the perspective of hadith. The method used in this study is qualitative with the type of library research. The data used in the study are sourced from the pole of al-sittah, Islamic Educational Philosophy towards character formation, individual differences in the learning process, the data processing process uses content analysis techniques (Content Analysis). The results of this study indicate that understanding characteristics is important for students in the process of developing and utilizing the potentials possessed by students. The development of students' potentials is influenced by the characteristics they get from two factors, the first is internal factors such as genes and given by Allah and the second is external factors in the form of social, cultural, and educational environmental influences. The benefits of understanding characteristics will also be felt by educators as a reference in the process of transferring knowledge to their students, so that the learning process becomes more effective and efficient. Abstrak Peserta didik memiliki kesulitan dalam proses pengembangan potensi-potensi yang dimilikinya, itu semua disebabkan oleh kurangnya pemahaman atas karakteristinya, sehingga proses belajar dan mengajar menjadi kurang efektif, inovatif, dan efisien. Penelitian ini diharapkan mampu memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai banyaknya karakteristik yang dimiliki oleh peserta didik, selain itu juga mengedukasi mengenai pentingnya memahami karakteristik peserta didik dalam proses belajar mengajar dalam perspektif hadis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian library reshearch. Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari kutub al-sittah, Filsafat Pendidikan Islam menuju pembentukan karakter, perbedaan individu dalam proses pembelajara, proses pengolahan datanya menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman karakteristik menjadi penting bagi peserta didik dalam proses pengembangan dan pemanfaatan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Perkembangan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dipengaruhi oleh karakteristik yang dia dapatkan dari dua faktor, yang pertama faktor internal seperti gen dan given Allah dan yang kedua faktor eksternal yang berupa pengaruh lingkungan sosial, budaya, dan pendidikan. Kemanfaatan pemahaman karakteristik juga akan dirasakan oleh pendidik sebagai acuan dalam proses transfer ilmu kepada peserta didiknya, sehingga dalam proses pembelajarannya menjadi lebih efektif dan efisien.
The Role of the Principal in Improving Extracurricular Activities at MTs Negeri Binjai Sa&#039;adatun Na&#039;imah; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kepala sekolah dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler di MTs Negeri Binjai. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah berkontribusi dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melalui perannya sebagai manajer, motivator, dan supervisor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, karena penelitian berupaya memahami secara mendalam fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Pendekatan penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, dan peserta didik untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Observasi digunakan untuk melihat secara langsung aktivitas ekstrakurikuler serta keterlibatan kepala sekolah dalam mendukung kegiatan tersebut, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa jadwal kegiatan, foto, dan dokumen pendukung lainnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik agar data yang diperoleh lebih valid dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Sebagai manajer, kepala sekolah berupaya menyediakan fasilitas dan sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan peserta didik merasa lebih nyaman dalam mengembangkan minat dan bakat mereka. Selain itu, kepala sekolah juga berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan, bimbingan, arahan, serta penghargaan kepada siswa agar lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Pemberian motivasi tersebut dinilai mampu meningkatkan partisipasi dan prestasi siswa dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Abstract This study aims to describe the role of school principals in improving extracurricular activities in MTs Negeri Binjai. The focus of the research is directed at how the principal contributes to the development and implementation of extracurricular activities through his role as a manager, motivator, and supervisor. This research uses a qualitative method with a descriptive type of research, because the research seeks to understand in depth the phenomena that occur in the school environment related to the implementation of extracurricular activities. The research approach was carried out through interviews, observations, and documentation. Interviews were conducted with school principals, extracurricular coaches, and students to obtain information related to the implementation of extracurricular activities. Observation is used to see directly the extracurricular activities and the involvement of the principal in supporting these activities, while documentation is used to complete data in the form of activity schedules, photos, and other supporting documents. The data obtained was analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The validity of the data is tested through triangulation of sources and techniques so that the data obtained is more valid and trustworthy. The results of the study show that school principals have a very important role in supporting the success of extracurricular activities. As managers, the principal strives to provide the facilities and facilities needed to support the implementation of extracurricular activities so that activities can run well and students feel more comfortable in developing their interests and talents. In addition, the principal also acts as a motivator by providing encouragement, guidance, direction, and appreciation to students to be more active and enthusiastic in participating in extracurricular activities. The provision of motivation is considered to be able to increase
Curriculum Management in the Formation of Student Discipline Character at Kalibaru Islamic Junior High School Banyuwangi Sigit Wahyu Nugroho; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang manajemen kurikulum dalam pembentukan karakter siswa di SMP Islam Kalibaru bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen kurikulum dalam membentuk siswa yang berakhlakul karimah, tidak hanya unggul dalam penguasaan IPTEK tetapi juga memiliki kemampuan IMTAQ yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen kurikulum dalam pembentukan karakter siswa didasarkan pada landasan filosofis, sosiologis, dan psikologis. Perencanaan tersebut mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang kemudian dijabarkan ke dalam visi, misi, dan tujuan sekolah. Pelaksanaan manajemen kurikulum dimulai dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter, kemudian diterapkan melalui kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia kepada peserta didik melalui pembiasaan dan keteladanan. Evaluasi kurikulum dilakukan melalui evaluasi pembelajaran, supervisi pendidikan, dan akreditasi nasional. Proses evaluasi meliputi penetapan tujuan evaluasi, pengukuran tingkat keberhasilan program, serta perbaikan terhadap kekurangan yang ditemukan. Dengan manajemen kurikulum yang terencana dan berkelanjutan, sekolah mampu membentuk peserta didik yang cerdas, religius, disiplin, dan memiliki kepribadian Islami. Abstract This study on curriculum management in character building for students at Kalibaru Islamic Junior High School aims to describe the planning, implementation, and evaluation of curriculum management in developing students with noble character, who excel not only in mastering science and technology but also possess strong IMTAQ (Islamic Religious Faith). This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. Data validity was tested through source and technique triangulation. The results indicate that curriculum management planning for character building for students is based on philosophical, sociological, and psychological foundations. This planning refers to national education goals, which are then translated into the school's vision, mission, and objectives. Curriculum management implementation begins with the development of a Learning Implementation Plan (RPP) integrated with character values, which is then implemented through learning activities both inside and outside the classroom. Teachers not only deliver subject matter but also instill religious values, discipline, responsibility, and noble character in students through habituation and role modeling. Curriculum evaluation is conducted through learning evaluation, educational supervision, and national accreditation. The evaluation process includes establishing evaluation objectives, measuring program success, and correcting any identified deficiencies. With planned and sustainable curriculum management, schools are able to develop students who are intelligent, religious, disciplined, and possess an Islamic personality.

Page 2 of 18 | Total Record : 176