cover
Contact Name
Muhamad Baedowi
Contact Email
jurnalhakikat@gmail.com
Phone
+6285293001761
Journal Mail Official
jurnalhakikat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53122, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Hakikat: Journal of Halal Studies
ISSN : -     EISSN : 30907683     DOI : https://doi.org/10.20884/1.hakikat.2025.1.1.14931
Core Subject :
Hakikat: Journal of Halal Studies (Hakikat) mendorong peneliti di berbagai bidang terkait halal untuk memajukan pengetahuan di bidang halal. Hakikat memiliki cakupan penelitian dari berbagai disiplin ilmu termasuk di dalamnya: manajemen, teknologi pangan, teknik kimia, kimia, peternakan, ekonomi, kewirausahaan, hukum, keuangan, perhotelan, pariwisata dan lainnya. Menyadari industri halal merupakan industri yang berkembang pesat di berbagai aspek pengetahuan yang dimulai dari “farm to fork”, maka Hakikat mengkaji berbagai aspek keputusan yang mampu memberikan wawasan baik secara teori, praktik, kebijakan untuk masyarakat secara luas di bidang halal. Penelitiannya dipublikasikan dapat digunakan oleh berbagai pihak baik akademisi, praktisi, industri, pemerintah, peneliti, eksekutif industri, serta pengambil kebijakan dan keputusan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Dampak Sertifikat Halal Terhadap Pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas Nabila Nur Azizah; Altri Mulyani; Syahrul Ganda Sukmaya
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 2 No 1 (2026): Hakikat : Journal of Halal Studies April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2026.2.1.17898

Abstract

Sertifikat halal merupakan dokumen resmi dari BPJPH yang menjamin kehalalan produk melalui sistem jaminan produk halal. Sertifikasi ini memberikan berbagai manfaat bagi produsen, seperti meningkatkan daya saing, memperluas akses ke pasar global, serta memperbaiki sistem dokumentasi dan administrasi perusahaan. Kewajiban sertifikasi halal di Indonesia diatur dalam UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 39 Tahun 2021 seiring dengan meningkatnya permintaan produk halal baik dari konsumen muslim maupun non muslim. Implementasi sertifikasi masih menghadapi kendala, terutama terkait kesadaran, biaya, dan waktu yang diperlukan UMKM dalam mengurus sertifikat halal. Peneltian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui rata-rata pedapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal, 2) mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan UMKM sebelum dan sesudah memiliki sertifikat halal. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik snowball sampling pada pengambilan sampel. Sampel yang digunakan sebanyak 68 yang kemudian di analisis dengan metode analisis biaya dan pendapatan serta uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sesudah memperoleh sertifikat halal meningkat sebesar Rp1.845.183 atau sekitar 27%, dari semula Rp8.239.941 sebelum sertifikasi menjadi Rp10.085.123 setelah tersertifikasi halal. Hasil penelitian secara statistic juga menunjukan adanya perbedaan rata-rata pendapatan UMKM di Kabupaten Banyumas sebelum dan sesudah memperoleh sertifikat halal.
Perkembangan Penelitian Halal dalam Industri Pangan dan Agroindustri: Sebuah Literature Review Salma Salsabila Rabbani; Dian Novitasari; Riana Listanti
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 1 No 2 (2025): Hakikat : Journal of Halal Studies Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2025.1.2.19018

Abstract

Penelitian mengenai halal pada industri pangan dan agroindustri mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen, regulasi jaminan produk halal, serta dinamika pasar global. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan penelitian halal berdasarkan tiga aspek utama, yaitu relevansi topik, kesesuaian metode penelitian, dan kontribusi terhadap tujuan kajian. Dari kumpulan jurnal terpilih, dilakukan telaah kritis terhadap fokus penelitian, pendekatan metodologis yang digunakan, serta implikasi teoretis dan praktis yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian halal tidak lagi terbatas pada aspek normatif-keagamaan, tetapi telah berkembang mencakup isu sertifikasi, rantai pasok halal, inovasi teknologi, daya saing industri, keberlanjutan, dan pemberdayaan UMKM. Metode penelitian yang dominan meliputi studi literatur, pendekatan kualitatif deskriptif, serta kuantitatif empiris, yang secara umum telah sesuai dengan tujuan masing-masing studi. Kontribusi penelitian-penelitian tersebut memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem halal di sektor pangan dan agroindustri.
Arah dan Inovasi Kebijakan dalam Mendorong Transformasi Gaya Hidup Halal di Era Ekonomi Digital Siti Inayatul Faizah; Avicena Syahrazaq Alfafa; Abdul Halim
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 2 No 1 (2026): Hakikat : Journal of Halal Studies April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2026.2.1.20047

Abstract

The emergence of technology through digitization can drive the overall growth of the Islamic economy. This condition presents an opportunity for Indonesia to become the center of the global halal industry, thus requiring in-depth exploration of the integration of halal lifestyles with digital technology. The aim of this research is to contribute by providing practical recommendations to enhance the competitiveness of Indonesia's halal industry in the context of the global digital economy. This study applies qualitative methods with literature review as the basis for analyzing directions and policy innovations in promoting the transformation of halal lifestyles in the digital economy era. The results show that the penetration of digital technology into halal lifestyles brings significant changes in how consumers access halal products and services. This condition is evidenced by the ease of accessing e-commerce and other sharia financial technologies. The large Muslim population in Indonesia presents a very strategic opportunity to lead the digital halal market and innovation. The recommendations offered in this study include the need for cooperation to promote the harmonization of global digital halal standards, the need for investment and halal technology research in higher education and business incubation, the need for public knowledge regarding digital halal transformation, and emphasizing the empowerment of women, youth, and UMKM actors in digital halal policies and programs.
Implementasi Good Agriculture Practice (GAP) dalam Mendukung Produk Halal: A Review Sabila Awanis; Salma Salsabila Rabbani; Syekh Zulfadli Arofah Deli
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 2 No 1 (2026): Hakikat : Journal of Halal Studies April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2026.2.1.20272

Abstract

Industri halal global mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dalam konteks ini, integrasi antara Good Agricultural Practices (GAP) dan halal supply chain menjadi isu strategis dalam menjamin kualitas produk sejak tahap hulu hingga hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, pola penelitian, serta keterkaitan antara implementasi GAP dan halal supply chain dalam sektor pertanian selama periode 2015–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui penelusuran artikel pada database Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif, tematik, dan konten terhadap artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi terkait halal supply chain dan GAP, khususnya setelah tahun 2020. Halal supply chain menekankan pentingnya integritas halal sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi. Sementara itu, GAP berperan sebagai fondasi dalam menjamin aspek keamanan pangan dan kualitas produk di tingkat hulu. Integrasi keduanya terbukti meningkatkan traceability, mengurangi risiko kontaminasi, serta memperkuat daya saing produk pertanian di pasar global. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan penelitian, khususnya terkait model kuantitatif integrasi GAP–halal serta implementasi pada skala petani kecil. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kerangka konseptual integrasi GAP dan halal supply chain sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan.
Jaminan Halal sebagai Perlindungan Konsumen Muslim dalam Program Makan Bergizi Gratis Eka Safitri; Casidi Casidi; Iyan Soenandar; Sri Nuryani; Munawir Hamzah
Hakikat: Journal of Halal Studies Vol 2 No 1 (2026): Hakikat : Journal of Halal Studies April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.hakikat.2026.2.1.20522

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik di Indonesia. Namun, diskursus mengenai program ini masih lebih banyak berfokus pada aspek nutrisi, anggaran, dan distribusi pangan, sementara aspek jaminan produk halal sebagai hak konsumen Muslim belum memperoleh perhatian yang memadai. Padahal, mayoritas penerima program MBG merupakan masyarakat Muslim yang memiliki hak untuk memperoleh makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga halal dan thayyib. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi jaminan produk halal dalam program MBG sebagai bentuk perlindungan konsumen Muslim serta mengkaji tanggung jawab negara dalam menjamin kehalalan makanan pada program pangan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konseptual-normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta berbagai literatur mengenai halal supply chain, maqashid syariah, dan kebijakan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaminan produk halal dalam program MBG tidak dapat dipahami sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan bagian dari perlindungan hak dasar konsumen Muslim dan implementasi prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga agama (hifz al-din) dan menjaga jiwa (hifz al-nafs). Selain itu, konsep halal-thayyib perlu diintegrasikan dalam seluruh rantai penyediaan makanan MBG, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian. Oleh karena itu, negara perlu membangun sistem pengawasan dan standar halal yang lebih komprehensif dalam pelaksanaan program MBG.

Page 2 of 2 | Total Record : 15