Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Jurnal Penelitian Transportasi Laut adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah hasil penelitian atau kajian bidang transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Cakupan penelitian meliputi operasional kepelabuhanan, manajemen dan jaringan angkutan, perilaku (behaviour) pengguna transportasi laut, sosial dan hukum maritim, desain dan sistem perkapalan, logistik, lingkungan maritim, beserta hal lain yang berkaitan dengan transportasi laut.
Articles
147 Documents
Kebutuhan Desain Kapal Untuk Tongkang Batu Bara Secara Statistik
Khafendy Khafendy;
Johny Malisan
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v16i1.1430
Muatan batubara saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap kebutuhan bahan baku batubara dan bahan tambang lainnya. Untuk itu kebutuhan pasar khususnya dalam kaitan dengan penerapan Inpres 5 tahun 2005 dan UU 17/2008 yang melindungi pelayaran dalam negeri maka dorongan untuk membangun kapal yang mampu menggantikan peran armada asing untuk angkutan antar pulau di Indonesia. Pembangunan kapal disesuaikan dengan konsep perancangan kapal yang erat hubungannya dengan metode pengembangan baik secara ilmiah maupun teknis. Proses pencarian ukuran kapal menjadi hal yang pertama dilakukan sebelum proses pembangunan dilaksanakan. Kapasitas kapal tentunya harus didasarkan pada jumlah muatan yang akan diangkut. Metode penentuan ukuran kapal dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah metode statistik (statistical methode) yang akan digunakan dalam penelitian ini. Melalui metode ini akan diperoleh ukuran utama kapal yakni panjang, lebar, tinggi, dan sarat sesuai berdasarkan kapasitas kapal yang diinginkan.
Kualitas Pelaksanaan ISPS Code di Pelabuhan Benoa
Wahyu Prasetya Anggrahini
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v16i1.1431
Penerapan prosedur ISPS Code bertujuan untuk menjamin keadaan yang aman di pelabuhan. Pengamanan dilakukan dengan meminimalkan gangguan atau melakukan pemeriksaan secara intens bagi para pengunjung, calon penumpang dan personil kapal serta barang-barang yang masuk pelabuhan. Tujuan penelitian adalah menilai kualitas pelaksanaan ISPS Code di Pelabuhan Benoa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Importance – Performance Analysis dengan tujuan mencari aspek-aspek dan komponen-komponen yang memiliki nilai kesenjangan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana dan prasarana di Pelabuhan Benoa sudah cukup bagus. Hanya ada satu aspek yang dinilai kurang memadai, yaitu ketersediaan kapal patroli untuk pemantauan keamanan di perairan pelabuhan. Pelaksanaan prosedur pengamanan sesuai dengan ISPS Code sudah berjalan dengan cukup baik di Pelabuhan Benoa. Namun, pelaksanaan patroli keamanan di perairan belum berjalan dengan optimal karena kurangnya kapal patroli. Hasil perhitungan CSI untuk pelaksanaan ISPS Code di Pelabuhan Benoa sebesar 72,50% (cause for concern), yang artinya pelaksanaan ISPS Code di Pelabuhan Benoa sudah cukup bagus, tetapi tetap harus ditingkatkan.
Evaluasi Efektivitas Pelayanan Angkutan Laut Perintis di Pulau Sumatera (Studi Kasus: Rute R-01)
Dienda Rieski Pramita;
Imbang Danandjojo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v16i1.1432
Pelayanan angkutan laut perintis perlu dinilai apakah sudah dilakukan dengan tepat untuk menghindari adanya suatu wilayah yang telah berkembang tetapi masih dilayani oleh angkutan laut perintis, sementara daerah yang benar-benar terpencil belum terlayani. Tujuan kajian adalah menganalisis dan mengevaluasi efektivitas pelayanan angkutan laut perintis di Sumatera khususnya pada rute R-01. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode quantitatif Travelling Salesman Program untuk mengetahui rute yang paling efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dapat dilakukan rerouting terhadap rute perintis yang ada saat ini. Dengan asumsi kapal perintis hanya singgah tepat satu kali pada setiap pelabuhan, maka jarak yang ditempuh juga semakin berkurang sehingga diharapkan dapat mengurangi lamanya 1 round voyage. Beberapa aspek pelayanan angkutan laut perintis yang masih dinilai belum bagus adalah rute atau jarak tempuh kapal perintis, frekuensi kunjungan kapal, serta lama satu round voyage kapal perintis.
Retracted article: Kelembagaan Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Perikanan di Kendari
Dewi Indira Biasane
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v18i1.1490
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan Kendari, yang ditinjau dari aspek kelembagaan dan kewenangan masing-masing instansi. Efektifitas dan efisiensi dalam lembaga penting adanya agar tujuan dari didirikannya lembaga tersebut dapat terpenuhi. Salah satu indikasi adanya tidak efektif dan efisiensi dari kedua lembaga tersebut bahwa sama-sama mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan analisis perbandingan normatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kendari semakin meningkat, namun demikian di salah satu sisi terjadi peningkatan tuntutan akan pertambahan sarana dan prasarana sebagi akibat meningkatnya permintaan pelayanan baik kualitas maupun kuantitas oleh pengguna pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan. Penataan kelembagaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kota Kendari perlu dilakukan dengan cara inventarisasi dan harmonisasi pasal demi pasal dari peraturan perundang-undangan yang menyangkut pelaksanaan pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan, antara lain: Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
Retracted article: Estimasi Jumlah Kunjungan Kapal di Pelabuhan Teluk Bayur
Imbang Danandjojo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v17i1.1494
Kajian ini bertujuan untuk mengestimasi jumlah kunjungan kapal di Pelabuhan Teluk Bayur. Model yang dikembangkan adalah trend pertumbuhan dan analisis multiple regression. Data yang digunakan adalah potensi hinterland wilayah Provinsi Sumatera Barat, kunjungan kapal dalam satuan unit dan GT, serta volume pergerakan barang, baik ekspor-impor maupun antar pulau. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel penentu pertumbuhan volume pergerakan barang, baik ekspor-impor maupun antar pulau, adalah Produksi Buah-Buahan (Ton), Populasi Sapi Perah (Ekor), Populasi Kambing (Ekor), Populasi Domba (Ekor), Populasi Babi (Ekor), dan Produksi Perikanan (Ton). Pada tahun 2017, diperkirakan kapal luar negeri yang berkunjung di Pelabuhan Teluk bayur hanya membawa muatan impor dan tidak membawa muatan ekspor. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa jumlah kunjungan kapal di Pelabuhan Teluk Bayur terus menurun sampai dengan tahun 2030, namun terjadi peningkatan ukuran GT kapal. Hal ini memberi gambaran bahwa jumlah kunjungan kapal di Pelabuhan Teluk Bayur menurun tetapi ukuran kapalnya semakin besar.
Comparative Cost Analysis of Domestic Container Shipping Network: A Case Study of Indonesian Sea-Toll Concept
Wegit Triantoro
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v22i1.1535
The Logistics Performance Index (LPI) of Indonesia shows minor improvement compared to neighbouring countries such as Singapore and Malaysia. The economic disparity between Indonesia’s eastern and western regions has reportedly become one of the fundamental problems in the country. Consequently, an ambitious project on shipping connectivity improvement, namely the ‘Sea-Toll’, has been proclaimed by the Indonesian government to overcome this chronic problem. One of the most influential parameters for measuring the success rate of this project is cost efficiency. Therefore, this paper proposes a comparative approach by constructing a generalised cost model. It develops a measurement for transport costs that combines actual freight cost with the value of time attached to delivery activities concerning cargo types. Overall results study depend on the shipping network is described in terms of a current and future condition. This condition is because the factor of economies of scale has a significant influence in the combination of actual empirical data and extractions of regression approach with the function of vessel size. Finally, all scenarios show that there is a positive relationship with a convincing impact on efforts to save costs for domestic shipping routes after the implementation of the sea-Toll program.
Indonesian Port Cluster Simulation Game: Understanding Complex System Through Simulation Game
Armand Omar Moeis;
Shara Marcheline;
Arry Rahmawan Destyanto;
Teuku Yuri Zagloel;
Akhmad Hidayatno
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v22i1.1548
Port Cluster is a collection of interdependent and involved companies in related activities in the same port area. Port clusters can be categorized as infrastructure. One of the characteristics of infrastructure is the number of parties involved in a problem, referred to as a Multi-Actor System. In a multi-actor system, policymaking becomes more complicated because it cannot be based on only one party's interests. Policymaking in this domain requires contemporary approaches where one of them is Simulation Gaming. This paper shows how Simulation Gaming can serve as an approach to comprehend the Indonesian Port Cluster, a multi-actor system.
Analisis Biaya Transaksi Di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Jambi
Septa Riadi;
Eva Anggraini;
Yudi Wahyudin
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v22i2.1549
Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas antar pulau melalui pelabuhan. Jambi adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki lokasi strategis di muara Selat Malaka, tetapi pelabuhan di provinsi Jambi belum menjadi pilihan utama pelaku bisnis untuk melakukan proses bongkar muat. Dalam berbagai penelitian, biaya merupakan salah satu konstrain pelaku usaha dalam menentukan pelabuhan yang digunakan untuk melakukan bongkar-muat barang. analisis biaya transaksi dirasa perlu dilakukan untuk bisa menentukan besaran biaya yang berlaku di pelabuhan Jambi sehingga dapat dilakukan analisis lanjutan untuk mengefisiensikan biaya di pelabuhan provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis biaya transaksi. Hasil analisis biaya transaksi ditemukan bahwa biaya transaksi masih merupakan komponen tertinggi dengan rasio 0,78 untuk kapal domestik dan 0,69 untuk kapal asing. Tingginya biaya transasksi ini telah mengakibatkan turunnya kunjungan kapal di pelabuhan Jambi dengan signifikan.Transaction Cost Analisys In The Container Terminal in Port of Jambi; Indonesia is an archipelago that requires inter-island connectivity through ports. Jambi is one of the provinces in Indonesia which has a strategic location in the estuary of the Malacca Strait, but the port in the province of Jambi has not been the main choice for business people to carry out the loading and unloading process. In various studies, cost was one of the constraints of business actors in determining the port used for loading and unloading goods. transaction cost analysis was deemed necessary to be able to determine the amount of costs that apply at the port of Jambi so that further analysis can be done to make costs efficient at the port of the province of Jambi. The method in this research used transaction cost analysis. Transaction cost analysis results found that transaction costs are still the highest component with a ratio of 0.78 for domestic vessels and 0.69 for foreign vessels. The high cost of this transaction has resulted in a significant decline in ship visits at the port of Jambi.
Desain Pelabuhan untuk Pengangkutan Kapal Ternak: Studi kasus Sistem Bongkar Muat Pelabuhan Dungkek, Madura
Achmad Mustakim;
Alwi Sina Khaqiqi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v22i1.1557
Populasi sapi potong di Indonesia menurut data statistik mencapai 16,6 juta ekor, dimana 27,4% berada di provinsi Jawa Timur, terutama di Pulau Sapudi. Kebutuhan sapi potong kemudian dikirim ke Pelabuhan lokal untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah Jawa Timur, pulau Madura khususnya. Untuk proses bongkar muat hewan ternak di Pelabuhan lokal masih menerapkan pola tradisional, belum memperhatikan kesejahteraan hewan, hal ini dikarenakan minimnya fasilitas pelabuhan yang tidak mendukung untuk bungkar muat hewan ternak. Hewan ternak harus diturunkan di laut dan membuat hewan ternak menjadi tertekan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem bongkar muat hewan ternak. Metode yang digunakan House of Quality (HOQ) bertujuan membuat sistem bongkar muat yang sesuai dengan kebutuhan dan metode optimasi untuk mendapatkan nilai kelayakan yang optimum. Nilai kelayakan untuk sarana yang dipilih 1,56 untuk kapal katamaran II tanpa mesin, sementara untuk infrastruktur dermaga adalah 1,25 poin untuk dermaga HDPE.
Desain Kapal Tradisional Pinisi untuk Jaringan Tujuan Wisata Berkelanjutan: Studi Kasus Gugus Kepulauan Selayar
Alwi Sina Khaqiqi;
Adam Hilal Dwianto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/transla.v22i1.1559
Kapal Pinisi merupakan salah satu alternatif moda trnasportasi yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi potensi pariwisata di Takabonerate Kepulauan Selayar dan kemudian pendapatan pariwisata dapat menyumbang pendapatan negara. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rute dan dimensi kapal berdasarkan survei kebutuhan pengguna dan karakteristik lokasi yang optimum menggunakan metode optimasi. Hasil analisis didapatkan bahwa Kapal Pinisi yang dirancang ditargetkan untuk segmen pasar dengan pendapatan sedang untuk wisatawan yang berusia kurang dari 30 tahun. Ukuran Kapal Pinisi yang optimum memiliki kapasitas 15 penumpang dengan dimensi LOA 37.14 meter, LPP 26.63 meter, LWL 26,96 meter, B 8.05 meter, T 2.65 meter, dan H 4.55 meter. Rute kapal dengan paket 5 hari 4 malam melewati rute Pelabuhan Rauf Rahman, Jinato, Lantigiang, Tinabo, Tinanja, Taka Lamungan, Tarupa Kecil, Latondu Kecil, dan kembali ke Pelabuhan Rauf Rahman. Dalam sekali roundtrip kapal memiliki waktu berlayar selama 98 jam dan waktu di pelabuhan pangkal selama 24.03 jam dengan jumlah 1 kapal. Harga jasa kapal wisata untuk penumpang penyelam sebesar 208 USD/malam-pax untuk lower deck dan 221 USD/malam-pax untuk main deck. Sedangkan harga jasa untuk penumpang non-penyelam sebesar 193 USD/malam-pax untuk lower deck dan 206 USD/malam-pax untuk main deck.