cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmial.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Tim. No.5, RT.2/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : https://doi.org/10.25104/transla
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Laut adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah hasil penelitian atau kajian bidang transportasi laut, sungai, danau, dan penyeberangan. Cakupan penelitian meliputi operasional kepelabuhanan, manajemen dan jaringan angkutan, perilaku (behaviour) pengguna transportasi laut, sosial dan hukum maritim, desain dan sistem perkapalan, logistik, lingkungan maritim, beserta hal lain yang berkaitan dengan transportasi laut.
Articles 147 Documents
halaman cover Bambang Siswoyo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v22i2.1713

Abstract

Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Kunjungan Pelabuhan Perairan Pedalaman: Studi Kasus Pelabuhan Talang Duku Wiwit Trisnawati; Fitri Indriastiwi; Arry Rahmawan
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i1.1726

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Selain di tepi pantai, terdapat juga pelabuhan perairan pedalaman seperti di semenanjung Malaysia and Nigeria, dilayari oleh kapal laut hingga pelosok menuju pelabuhan tujuan. Pengaruh Pandemi Covid-19 dialami juga oleh angkutan laut, khususnya terhadap Kunjungan kapal di Pelabuhan, salah satunya adalah Pelabuhan Talang Duku. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan rekomendasi kebijakan terkait proses bongkar muat kargo selama masa pandemi Covid-19 di Pelabuhan Talang Duku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, analisis gap, dan analisis komparatif. Kajian ini akan membandingkan penanganan bongkar muat barang sebelum dan selama pandemi, serta menganalisis bahwa bongkar muat kargo di pelabuhan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Secara umum, panggilan kapal kargo sedikit menurun tidak signifikan sebesar 8,5% di awal pembatasan mobilitas. Sedangkan untuk kegiatan bongkar muat terjadi penurunan yang tidak signifikan sebesar 13,0%. Penurunan terendah terjadi pada Oktober 2020.The Effect of the Covid-19 Pandemic on Inland Water Port Arrival: A Case Study of Talang Duku Port; As an archipelagic country, Indonesia has unique characteristics. In addition to port in the coast, there are also inland water ports such as in peninsula of Malaysia, and Nigeria, navigable by ships to remote areas to the destination port. The influence of the Covid-19 pandemic is also experienced by sea transportation, especially on ship visits at the port, one of which is the Talang Duku Port.The purpose of this study is to give a policy recommendation regarding the process of loading and unloading cargo during the Covid-19 pandemic at Talang Duku-port. This research using quantitative research methods, gap analysis, and comparative analysis. This study will compare the handling of loading and unloading goods before and during the pandemic, and analyze that loading and unloading cargo in the port is following health protocols established by the government. In general, cargo ship calls decreased slightly, but not significantly by 8.5% at the beginning of restriction mobility. While for loading and unloading activities, there was an insignificant decrease of 13.0%. The lowest decline occurred in October 2020.
Dampak Penerapan Protokol Covid-19 Terhadap Kinerja di Pelabuhan Hub Internasional: Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Muhammad Al Hazman; Tri Achmadi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i1.1737

Abstract

Kegiatan bongkar muat barang merupakan faktor penting penentuan kinerja pelayanan kapal di pelabuhan. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan aktifitas di Pelabuhan. Protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO untuk meminimalisir dampak covid 19 dengan menggunkan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dengan menggunakan metode regresi linier polinomial didapatkan hasil penerapan protokol kesehatan pada operator sebesar 85% menggunakan masker, 49% menghindari jabat tangan, 39% mencuci tangan, 39% menjaga jarak, 25% menghindari kerumunan dan 10% melakukan penyemprotan disinfektan. Pada kunjungan kapal berdampak pada turunnya kapal bermuatan curah cair mengalami kontraksi -30% pada triwulan I, Curah kering -48% Triwulan III, dan General Cargo -16% pada triwulan III. Sedangkan volume muatan mengalami penurunan yaitu curah cair -14% pada triwulan I, Curah kering -12% Triwulan II, dan General Cargo -54% pada triwulan III. Model persamaan regresi polinomial didapatkan Y= 320 - 9 X1+ 71 X2 - 54 X3 -13 X4 -63 X5 + 6 X6. Dampak pandemi covid-19 berpengaruh secara signifikan terhadap angkutan penumpang, sementara untuk angkutan barang sempat mengalami kontraksi saat awal pandemi dan selanjutnya mengalami peningkatan mendekati normal seperti kondisi pra pandemi.AbstractThe loading and unloading of goods are an important factor in determining the performance of ship services at the Port. The Covid-19 pandemic has had a significant impact on the movement of activities at the Port. The health protocol that has been set by WHO is to minimize the impact of COVID-19 by wearing masks, washing hands, and maintaining distance. Using the polynomial linear regression method, the results of implementing health protocols for operators were 85% using masks, 49% avoiding handshakes, 39% washing hands, 39% keeping distance, 25% avoiding crowds and 10% spraying disinfectants. On ship visits, the impact on ships carrying liquid bulk contracted -30% in the first quarter, dry bulk -48% in the third quarter, and General Cargo -16% in the third quarter. Meanwhile, cargo volume decreased, namely liquid bulk -14% in the first quarter, dry bulk -12% in the second quarter, and general cargo -54% in the third quarter. The polynomial regression equation model obtained Y= 320 - 9 X1+ 71 X2 - 54 X3 -13 X4 -63 X5 + 6 X6. The impact of the COVID-19 pandemic had a significant effect on passenger transportation. In contrast, freight transportation had experienced a contraction at the beginning of the pandemic and subsequently increased to near normal as in pre-pandemic conditions
Maritime Tribunal as Quasi-Judicial Body in Indonesia Ghalib Alghani Lusarno
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1746

Abstract

Maritime Tribunal as Quasi-Judicial Body in Indonesia; Supreme Court is a judicative body under Article 24 of the 1945 Constitution 1945. The development of the legal system in Indonesia has established new institutions with judicative power to settle certain disputes which are attributed from the special legislation. In the field of maritime law in Indonesia, the Maritime Tribunal has the authority to conduct further examination of a shipwreck in accordance with the Shipping Law. This article uses the normative legal research method with the statutory statute approach. This matter requires further analysis towards the legality of the Maritime Tribunal's authority in Indonesia, that the tribunal is part of the an echelon II organ of the Ministry of Transportation. Based on the criteria and characteristics of a quasi-judicial body, Maritime Tribunal is a quasi-judicial body that possessed has mixed authority of executive function in implementing rules and regulation and administration in the maritime sector, as well as nd judicative function to conduct legal process concerning shipwrecks, that the result of the examination becomes the consideration of the judge in general courts to issue the judgment. The judge in civil or criminal disputes that arise from shipwrecks, in making consideration of the judgment, oblige the disputing parties to settle further examination of a shipwreck in Maritime Tribunal.  
Exploring the Qualifications of Future Seafarers from the Perspective of Stakeholders: its Implications in the Maritime Education and Training Ade Niko Setiawan; Yudha Prawira Dijaya; Andhika Wira Paratama
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i1.1756

Abstract

The global need for logistics distribution is increasing from year to year. Significant technological developments have been applied to merchant ships to run supply chains more effectively and efficiently. Seafarers are the main subjects who operate and navigate ships to adapt to technological advances. Their qualification to meet stakeholder expectations then becomes an essential issue for discussion. This study aims to discover the qualifications of future seafarers from a stakeholder perspective. Implications in Maritime Education and Training are also discussed. The authors uses a qualitative research design and conducts interviews to collect data. Using the purposive sampling method, the author involved participants who had much experience in the maritime industry. The findings of this study reveal that technical and theoretical knowledge, english communication skills, and IT skills are hard skills expected by stakeholders. Apart from hard skills, seafarers also need soft skills to support their work, including managerial skills, hardiness and adaptability, motivation to learn, and a good attitude. This finding has significant training in the Maritime Education and Training sector. Students need to learn lessons to foster student learning motivation and provide more time for ship simulators and engines to experience actual work activities on board.AbstrakMenggali Kualifikasi Pelaut Masa Depan dari Perspektif Pemangku Kepentingan: Implikasinya dalam Pendidikan dan Pelatihan Maritim; Kebutuhan global distribusi logistik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan besar teknologi telah diterapkan pada kapal-kapal niaga untuk menjalankan rantai pasokan dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Pelaut sebagai subjek utama yang mengoperasikan dan menavigasi kapal dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Kualifikasi mereka untuk memenuhi harapan para pemangku kepentingan kemudian menjadi isu penting untuk dibahas. Studi ini bertujuan untuk menggali kualifikasi pelaut masa depan dari perspektif pemangku kepentingan. Implikasi dalam Pendidikan dan Pelatihan Maritim juga dibahas. Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dan melakukan wawancara untuk mengumpulkan data. Dengan menggunakan metode purposive sampling, penulis melibatkan partisipan yang banyak mendapatkan pengalaman di industri maritim. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pengetahuan teknis dan teoritis, keterampilan komunikasi bahasa Inggris, dan keterampilan TI merupakan hard skill pelaut yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan. Selain hard skill, pelaut juga membutuhkan soft skill untuk menunjang pekerjaannya, antara lain kemampuan manajerial, hardiness dan adaptability, motivasi belajar, dan attitude yang baik. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan di sektor Pendidikan dan Pelatihan Maritim. Penting untuk menyesuaikan metodologi pengajaran untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dan memberikan lebih banyak waktu untuk penggunaan simulator kapal dan mesin agar siswa dapat mengalami aktivitas kerja nyata di atas kapal. 
Evaluation Analysis of Commercial Port Hierarchy in Indonesia: A Case Study of Ports in East Java Province Alwi Sina Khaqiqi; Alif Damara; Maulidia Putri Azuningrum; Wahyu Nur Hidayatun Nisa
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1783

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional(RIPN), pelabuhan dikelompokkan menjadi 4 hierarki yaitu Pelabuhan Utama, Pelabuhan Pengumpul, PelabuhanPengumpan Regional, dan Pelabuhan Pengumpan Lokal. Pengelompokan pelabuhan dilakukan denganmenggunakan beberapa kriteria dari segi teknis maupun non-teknis. Saat ini terdapat 1.240 pelabuhan yang tersebardi Indonesia, namun belum semua pelabuhan sesuai dengan hierarkinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikesesuaian antara kondisi pelabuhan saat ini dengan kriteria RIPN, khususnya untuk pelabuhan di Provinsi JawaTimur. Indikator yang ditinjau meliputi potensi produksi, kapasitas terpasang, panjang dermaga, kecepatan bongkarmuat dan aliran produksi industri ke pelabuhan di Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwaproduksi arus muatan terbesar di Provinsi Jawa Timur adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 87,04%.Kesesuaian hierarki pelabuhan saat ini yaitu Pelabuhan Tanjung Perak sebagai Pelabuhan Utama, Pelabuhan Gresikdan Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai Pelabuhan Pengumpul, dan Pelabuhan Probolinggo sebagai PelabuhanPengumpan Regional yang mana telah sesuai dengan usulan kriteria baru terkait hierarki pelabuhan pada RIPN.
halaman cover Bambang Siswoyo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i1.1841

Abstract

Konsep Smart Port di Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia Chyntia Limas; Okti Setyaningsih; okkie Putriani; Ibnu Fauzi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1847

Abstract

Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Konsep Ibu Kota Negara baru ialah sebagai kota yang smart, green, beautiful, sustainable, dan berwawasan lingkungan. Lokasi Pelabuhan Balikpapan berdekatan dengan Kawasan Ibu Kota Negara akan menjadi infrastruktur pendukung IKN sesuai dengan demand dan konsep IKN. Penelitian ini berfokus pada analisis mengenai potensi smart port yang dapat diterapkan pada Pelabuhan Balikpapan sebagai penopang Ibu Kota Negara dalam aspek perekonomian. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka digunakan metode deskriptif untuk menganalisis potensi penerapan smart port di Pelabuhan Balikpapan berdasarkan kondisi eksisting pelabuhan, konsep IKN, serta konsep smart port. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa arus peti kemas di Pelabuhan Balikpapan menurun dari tahun 2014-2019, yaitu dengan rata-rata sebesar 12,25% di Terminal Kariangau. Jumlah penduduk di Kawasan Ibu Kota Negara sebanyak 2,9 juta jiwa juga akan mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 0,1%. Peningkatan arus peti kemas diakibatkan pertumbuhan demand di Kawasan IKN dapat ditopang dengan penerapan smart port. Penggunaan teknologi yang belum dilakukan secara maksimal, penggunaan energi dan sistem keamanan keselamatan yang masih konvensional, serta belum adanya manajemen lingkungan memadai meningkatkan urgensi penerapan konsep smart port di Pelabuhan Balikpapan.
Analisis Perancangan Dry Container Sebagai Alternatif Transportasi Liquid Petroleum Gas (LPG) 12 KG di Daerah Perintis kharis abdullah; Id Adha Mulab; Rodlitul Awwalinc
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.1944

Abstract

LPG is one of the gas fuels needed in daily life after the government has converged the use of fuel oil to fuel gas. The distribution of 12 Kg LPG in remote and outermost areas is still often hampered by the delivery process. Constraints in the distribution of 12 Kg LPG caused prices to become unstable. Government program to reach out and equal distribution of goods by making jalur tol laut. One of the sea toll fleets is the pioneer container ship that transports containers from remote and outermost areas. One alternative to transporting 12 Kg LPG is to use dry containers as a means of transportation. The transportation of 12 Kg LPG using containers goes through the design stages and structural analysis to determine the feasibility of the construction. Containers with a length of 20 feet are capable of carrying 126 12 Kg LPG cylinders, with an additional deck construction in the middle of the container with a deck plate thickness of 2 mm. By using the ANSYS APDL software, the analysis of the strength of the additional construction structure in the container is still below the required allowable stress of 103.23 N/mm2 and the actual deflection that occurs is 0.516 mm.
Strategi Transportasi Laut Untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata Di Karimunjawa Vega F. Andromeda; Wahyu Anggrahini; Rufiajid Navy Abritia; I Made Wahyu Sandika Putra
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.1947

Abstract

Pengembangan potensi wisata yang ada di Kepulauan Karimunjawa terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dan cuaca ekstrem yang terjadi. Pada saat cuaca ekstrem, kapal-kapal kecil tidak bisa berlayar untuk menuju Karimunjawa. Hanya kapal berukuran besar seperti kapal milik PELNI yang masih bisa berlayar pada saat cuaca ekstrem, tetapi tidak bisa sandar di dermaga hanya bisa lego jangkar. Adanya cuaca ekstrem menyebabkan pasokan sembako ke Karimunjawa juga terhambat karena tidak ada kapal yang berani berlayar ke Karimunjawa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Pemerintah membangun Pelabuhan Legon Bajak agar kapal-kapal berukuran besar bisa sandar di Karimunjawa. Namun, sejak pengembangan pelabuhan selesai, Pelabuhan Legon Bajak ini belum dimanfaatkan optimal oleh penyedia jasa maupun masyarakat. Belum ada kegiatan nyata kunjungan kapal dan bongkar/muat barang maupun naik turun penumpang. Untuk itu perlu dilakukan kajian mendalam untuk mengetahui kekuatan (strenght), kelemahan (weakness), peluang (oppurtunities) dan ancaman (threat) atau analisis SWOT sebagai rumusan kebijakan strategis transportasi laut untuk mendukung pengembangan pariwisata di Karimun Jawa.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penggabungan dua metode atau mixed method. Hasil analisis dengan pendekatan SWOT, dihasilkan bahwa posisi transportasi laut di Karimunjawa berada di kuadran I yaitu menggunakan strategi agresif (pengembangan). Peneliti merekomendasikan 3 alternatif kebijakan strategi yang dihasilkan dalam analisis SWOT transportasi laut yang diprioritaskan untuk dilaksanakan guna mendukung pengembangan pariwisata di Karimunjawa yaitu dari Strategi SO (Strengths – Opportunities).

Page 11 of 15 | Total Record : 147


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut More Issue