cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Evaluasi Kinerja Pelayanan Penumpang di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi Lita Yarlina
Warta Ardhia Vol. 42 No. 2 (2016)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v42i2.286.79-100

Abstract

Bandar udara Sultan Thaha adalah bandar udara yang terletak di Kota Jambi dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, tanggal 27 Desember 2015 Terminal Bandara Baru Bandara Sultan Thaha baru dioperasikan seluas 9.801 m2 dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun. Pergerakan Penumpang mengalami kenaikan sebesar 2,66%, pada tahun 2014 menjadi 1.316.379 penumpang. Oleh karena itu, pengelola bandara dapat meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan standar pelayanan pengguna jasa bandar udara agar dapat memberikan kepuasan terhadap penumpang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) . Hasil yang diperoleh terhadap 24 indikator kinerja pelayanan terhadap kepuasan penumpang sebesar 79,85, hal ini menunjukan bahwa Bandar udara Sultan Thaha Jambi sudah memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap penumpang. Berdasarkan Standar pelayanan pengguna jasa bandar udara penilaian terhadap fasilitas proses keberangkatan dan kedatangan penumpang di bandar udara ini dengan nilai 90 yaitu A (istimewa), fasilitas yang memberikan kenyaman dengan nilai 85 yaitu B (baik sekali), dan fasilitas yang memberikan nilai tambah dengan nilai 50 yaitu B (baik sekali). Berdasarkan standar pelayanan nilai tambah Bandar udara Sultan Thaha Jambi belum memiliki ruang bermain anak dan fasilitas air minum, sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas layanan pengelola Bandar udara Sultan Thaha agar menyediakan kedua fasilitas tersebut agar standar pelayanan penguna jasa bandar udara terpenuhi. [The Evaluation of Passenger Services Performance in Sultan Thaha Airport - Jambi] Sultan Thaha Airport which is located at Jambi is one of airports managed by PT Angkasa Pura II (Persero). At December 27, 2015, the new terminal of Sultan Thaha Airport officially operated with building area of 9,801 m2 and can accommodate up to 1.8 million passengers per year. In the year of 2014, the airport experienced the increase of passenger movement by 2.66% which made the total amount of 1,316,379 passengers. Therefore, the airport operator needs to improve the services quality in accordance with the standard of the airport user services in order to maintain the customer satisfaction. The analytical method that is used in this study is Customer Satisfaction Index (CSI). The results assign the satisfaction score of 79.85 for 24 service performance indicators which means Sultan Thaha Airport provide satisfactory services for its users. In regard of the airport user services standard, the rank of those services indicators is as follows the departure and arrival facilities indicator receives the score of 90 which is equal to A (exceptional), facilities that provide comfort indicator receives the score of 85 which is equal to B (excellent), and facilities that provide added value indicator receives the score of 50 which is equal to B (excellent). However, Sultan Thaha Airport is still lack of kids playground and tap water facilities that can be proposed as consideration for the improvement of the airport service quality.
Pengaruh Penyeimbangan Pergerakan Pesawat terhadap Peningkatan Kinerja Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta) Muhammad Iqbal Rachmansyah; Nahdalina Nahdalina
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.281.13-26

Abstract

Pertumbuhan permintaan arus pergerakan penumpang dan pesawat tiap periode waktu harus diikuti dengan ketersediaan infrastruktur yang cukup. Namun masalah yang umumnya terjadi adalah kondisi dimana kapasitas infrastruktur tidak dapat meningkat secara simultan dengan peningkatan jumlah pergerakan tersebut. Apabila pergerakan melebihi kapasitas, maka akan terjadi kondisi ketidakseimbangan pergerakan dan kapasitas, yang akan berimplikasi pada menurunnya tingkat pelayanan atau kinerja pada Bandara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langkah penyeimbangan pergerakan pesawat terhadap peningkatan kinerja Bandara pada masa yang akan datang. Optimasi penyeimbangan pergerakan pesawat dilakukan dengan penggunaan pesawat dengan kapasitas yang lebih besar untuk rute domestik dan peningkatan nilai PLF untuk rute internasional, sedangkan kapasitas sisi udara, khususnya runway akan dianalisis dengan menggunakan metode FAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyeimbangan pergerakan, baik pada rute internasional dan domestik akan menurunkan tingkat pergerakan pesawat pada tahun proyeksi. Kinerja runway yang dimanifestasikan dalam rasio D/C menunjukkan adanya penurunan kejenuhan sebesar 16% pada kondisi dimana telah dilakukannya optimasi pergerakan. [Influence of Aircraft Movement Balancing towards Airport Performance Improvement (Case Study: Soekarno-Hatta International Airport)] The demand growth of passanger and aircraft movement flows over a period of time should be followed by adequate infrastructure availability. However, the most common problem is the condition where the existing infrastructure capacity can not increase simultaneously with an increase in the number of movements. If the movement exceeds the existing capacity, there will be an imbalance condition of movement and capacity, which will have implications on the decrease of service level or performance at the airport. This study aims to analyze the effect of balancing the movement of aircraft towards the improvement of airport performance in the future. The balancing optimization of aircraft movement is carried out with the use of aircraft with greater capacity for domestic routes and increased PLF value for international routes, while air side capacity, especially runways will be analyzed using the FAA method. The results show that balancing movements, both on international and domestic routes will decrease the level of aircraft movement during the projection year. The runway performance manifested in the movement (D) to capacity (C) ratio shows a 16% reduction in saturation under conditions where movement optimization has been performed.
Data Mining pada Data Quick Access Recorder untuk Peningkatan Keselamatan Penerbangan Mahardi Sadono; Javensius Sembiring
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.280.1-12

Abstract

Keberadaan angin vertikal dan kekasaran permukaan landasan merupakanan parameter yang perlu diperhatikan terutama saat fase pendekatan (approach) hinggamendarat (landing)dan saat lepas landas (take-off) di bandar udara, karenakedua parameterdi atasmempengaruhi keselamatanpesawat udarasaat fase tersebut. Sementara itu,sampai saat ini belum ada peralatan yang dapat dipergunakan untuk melihat kecenderungan adanya angin vertikal maupun rendahnya koefisen gesek landasan. Makalah ini memaparkan teknik pengolahan data Quick Access Recorderuntuk mengestimasi parameter tersebut, kecepatan angin arah vertikal pada fase pendekatan sampai fase landingdan koefisien friksi runwaypada fase landing. Oleh karena kedua parameter di atas tidak direkam pada Quick Access Recorder maka diperlukan cara lain untuk mendapatkan parameter tersebut yaitu dengan teknik identifikasi sistem. Proses validasi dalam rangka meningkatkan keyakinan terhadap parameter yang diperoleh juga akan dilakukan. Teknik pengolahan data yang dipaparkan melibatkan dinamika gerak pesawat udara dan estimator. Bila semua airline memberikan data penerbangannya, tendensi keadanya angin vertikal dan penurunan koefisien friksi landasan akan segera didapatkan sehingga baik airline maupun bandar udara dapat melakukan antisipasi untuk keselamatan penerbangan. [The Data Mining on Quick Access Recorder for Flight Safety Improvement] Vertical wind and runway surface roughness are the most concerned parameters when the aircraft initiating the procedures of approach-to-landing and take-off at an airport, due to they will affect the safety of the aircraft in those phases. In the meantime, there is no equipment that can be used to assess the chance of vertical wind emergence as well as the decline of runway surface friction. This paper describes Quick Access Recoder data processing technique for estimating those parameters, the speed of vertical wind in the approach-to-landing phase and runway friction coefficient in the landing phase. Due to those parameters does not recorded in Quick Access Recorder then system identification technique is utilized in order to obtain both of parameters. Validation process is sequenced to increase the confidence level. The described data processing technique involving the aircrafts motion dynamics and the estimator. In case all the airline provide their flight data, the tendency of vertical wind and the difference of runway friction can be calculated promptly so that the airline and the airport can take anticipation action for maintaining the safety level of the flight.
Pembelajaran dari Pelayanan Bandar Udara Terhadap Aktivitas General Aviation diAmerika Serikat Dedes Kusumawati
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.278.51-62

Abstract

Saat ini, kegiatan general aviation memiliki pertumbuhan yang signifikan di dunia penerbangan. Bahkan, kategori bandar udara terbanyak di Amerika Serikat adalah bandar udara general aviation. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman pelayanan bandar udara untuk mendukung aktivitas general aviation berdasarkan pengalaman Amerika Serikat dalam merencanakan skebandarudaraan nasional sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada Indonesia dalam mengembangkan bandar udara yang sesuai untuk kegiatan general aviation. Penelitian ini menggunakan strategi kualitatif melalui studi kasus dan metode perbandingan untuk 2 kasus Amerika Serikat dan Indonesia. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kepada pengelola General Aviation Terminal (GAT) di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan pengelola Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Data sekunder berasal dari studi dokumentasi. Berdasarkan pengalaman di Amerika Serikat, beberapa rekomendasi antara lain pertimbangan untuk bandar udara general aviation dalam perencanaan kebandarudaraan nasional, pengembangan kriteria bandar udara general aviation, perencanaan fungsi dan aktivitas untuk bandar udara general aviation, dan penyediaan fasilitas di bandar udara general aviation. [Lesson Learned from Airport Services for General Aviation Activities in United States] Nowadays, general aviation activities have significant growth in aviation world. Addition, the highest airport category in United States is general aviation airport. The purpose of this research is to get understanding about airport services to support general aviation activities based on United States; experience in national airport planning to give recommendations for Indonesia in developing airports that compatible with general aviation activities. This research uses qualitative strategy through case study and comparative analysis for two cases the United States and Indonesia. Primary data from was collected through observation and interview with official representative of General Aviation Terminal (GAT) in Ngurah Rai Internasional Airport and manager of Halim Perdanakusuma International Airport. Secondary data came from documentation study. Based on the United States, experience, the recommendations are consideration for general aviation airport on national airport planning, development of basic criteria for general aviation airport, planning of function and activities for general aviation airport, and provision for general aviation airport facilities.
Dukungan Bandara Sekitar Terhadap Pengembangan Candi Borobudur Sebagai Destinasi Wisata Prioritas Eny Yuliawati; Yati Nurhayati
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.277.63-78

Abstract

Ketersediaan infrastruktur transportasi merupakan elemen kunci dalam pengembangan obyek tujuan wisata. Sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap kegiatan transportasi nasional Kementerian Perhubungan mempunyai andil dalam memberikan dukungan infrastruktur transportasi terhadap 10 destinasi wisata prioritas. Penetapan pada sepuluh destinasi pariwisata dimaksud sebagai upaya terobosan membuat “Bali Baru” di Indonesia. Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata prioritas tersebut tentu perlu menyiapkan infrastruktur transportasi yang dapat menunjang kemudahan aksesibilitas wisatawan. Salah satu upayanya adalah dengan pembenahan infrastruktur aksesibilitas melalui kemudahan dalam menggunakan moda transportasi udara. Merujuk pada permasalahan tersebut penelitian ini diharapkan dapat merumuskan strategi dalam meningkatkan aksesibilitas melalui optimalisasi bandara sekitar untuk mendukung kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur. [The Support of Surrounding Airports for Borobudur Temple Development as a Top Priority Tourist Destination] Transportation infrastructure is a key element for the development of tourist destination. The Ministry of Transportation as the institution that responsible for the national transportation activities has a role in providing transportation infrastructure that supports the ten priority tourist destinations. The strengthening of the ten priority tourist destinations is intended as an attempt to create a "new Bali" in Indonesia. The Borobudur temple as one of the priority tourist destinations needs a transportation infrastructure in order to support the accessibility. One of the programs is providing convenience air transportation access. This study aims to provide strategies to improve the Borobudur Temple accessibility through the optimization of surrounding airports.
Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Potensi Kertajati Sebagai Aerocity Tri Tjahjono; Eny Yuliawati
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.274.43-50

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan untuk mengembangkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka dan menjadikan tata ruang kawasan sekitarnya terintegrasi menjadikan kota bandar udara (aero-city). Penelitian ini membahas pengembangan sebuah kota bandar udara atau aerotropolis bendasarkan studi literatur (meta analisis) yang kemudian dikaitkan dengan konsep tata ruang Kertajati maupun konteks Kota Cirebon Raya dan permasalahan maupun potensi yang ada. Di dalam pengelolaannya, dikarenakan sumber pembiayaan dari pemerintah pusat, maka perlu dibuat Badan Pelayanan Umum (BLU) untuk penanganan bandara  dan PT. BIJB dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menangani kawasan sekitarnya  agar konsep Aero-City dapat terwujud. Kemitraan Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) juga dimungkinkan baik di fasilitas ke bandar-udaraan maupun fasilitas penunjang. [West Java International Airport and The Potential of Kertajati as The Aerocity] West Java Provincial Government has decided to develop West Java International Airport (BIJB) in Kertajati, Majalengka Regency, and plan to integrate its surrounding region as an aerocity. This paper discusses the development of an airport as a city, or aerotropolis, based on literature review (meta analysis) which is then associated with the concept of Kertajati spatial management as well as the context of Greater Cirebon Area and the existing problems as well as the potential. Since the central government acts as a financing source, it is important to establish a public service agency that will support the management of airport within its technical part while the BIJB enterprise, that is formed by West Java Provincial Government will be focused to actualize the concept of aerocity. Therefore the partnership of the Government with Business Entities is also possible both in airport facilities or airport supporting facilities.
Pengaruh Fasilitas, Layanan dan Informasi Aksesibilitas Terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Bandung Dina Yuliana
Warta Ardhia Vol. 43 No. 1 (2017)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v43i1.235.27-42

Abstract

Mobilitas masyarakat yang semakin meningkat akibat dari peningkatan aktivitas dengan tata guna lahan yang bervariasi di Jawa Barat, hal ini menyebabkan Bandara internasional Husein Sastranegara dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja layanan dan fasilitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pengaruh fasilitas, layanan dan informasi aksesbilitas terhadap kinerja pelayanan bandara di Bandara Husein Sastranegara berdasarkan tingkat kepuasan penumpang 2) untuk melakukan evaluasi pelaksanaan standar pelayanan bandar udara di Bandara Husein Sastranegara, dan 3) mengukur kinerja pelayanan bandara berdasarkan persepsi penumpang angkutan udara di Bandara Husein Sastranegara. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kinerja dan analisis jalur. Pengambilan sampel dengan non-probability sampling melalui metode judgment sampling dengan responden 102 orang penumpang penerbangan dalam negeri dan 100 orang penumpang penerbangan ke luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas, kualitas layanan, dan aksesibilitas informasi secara gabungan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan angkutan udara dalam negeri sebesar 60,3%. Fasilitas, kualitas layanan, informasi aksesbilitas secara gabungan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan angkutan udara luar negeri sebesar 51,2%. Nilai Indeks Kinerja pelayanan bandara berdasarkan kepuasan penumpang angkutan udara dalam negeri sebesar 77,73% (kategori baik). Nilai Indeks Kinerja pelayanan bandara berdasarkan kepuasan penumpang angkutan udara ke luar negeri sebesar 71,67% (kategori baik). [The Influence of Facility, Service and Accessibility Information on Passenger Satisfaction Level at Husein Sastranegara Airport–Bandung] The increasing mobility of society resulting from increased activity with varying land uses in West Java, Husein Sastranegara international airport is required to improve the performance of its services and facilities. The purpose of this research is 1) to know the effect of facility, service and information of accessibility to airport service performance at Husein Sastranegara Airport based on passenger satisfaction level. 2) to evaluate the implementation of airport service standards at Husein Sastranegara Airport, and 3) measure the performance of airport services based on the perception of air transport passengers at Husein Sastranegara Airport. The method of analysis in this study using the method of performance analysis and path analysis. Sampling with non-probability sampling through judgment sampling method with 102 respondents of domestic flight passengers and 100 passengers flight abroad. The results showed that the facility, service quality, and accessibility of information in aggregate affect the level of satisfaction of air transport in the country amounted to 60.3%. Facilities, quality of service, accessibility and information in aggregate affect the level of satisfaction of air transport abroad amounted to 51.2%. Index Performance of airport service based on domestic air passenger transportation satisfaction of 77.73% (good category). Index Performance of airport service based on the satisfaction of air transport passengers abroad of 71.67% (good category).
Pemodelan Optimasi Penjadwalan Angkutan Pemadu Moda Bandara dengan Pendekatan Program Lindo (Studi Kasus Bus Damri Bandara Soetta-Cengkareng) Eny Yuliawati
Warta Ardhia Vol. 42 No. 2 (2016)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v42i2.240.63-70

Abstract

Penjadwalan bus adalah salah satu proses rencana operasi diperusahaan angkutan umum yang berhubungan dengan kegiatan melayani penumpang secara cepat dan efisien dari tempat asal ke daerah tujuan. Analisis dalam proses perencanaan angkutan umum terdiri dari banyak tingkatan dan sangat kompleks. Pada tingkat operasional, pengumpulan data dan peramalan jumlah penumpang pada setiap titik transfer adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Proses pengambilan keputusan terkait dengan penjadwalan bus adalah trade-off antara kualitas pelayanan dan biaya operasi. Hal ini disebabkan, disatu sisi jika menggunakan terlalu banyak bus akan meningkatkan biaya operasi dari perusahaan bus, disisi lain jika menggunakan armada bus terlalu sedikit akan menurunkan tingkat kualitas pelayanan. Saat ini Perum DAMRI melayani 21 rute yang menghubungkan bandara Soekarno-Hatta dengan beberapa wilayah di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Data jumlah penumpang menunjukkan tingginya perbedaan antara tiap periode waktu (peak dan off-peak) yang mana membutuhkan jumlah bus yang berbeda untuk melayani setiap periode tersebut. Akan tetapi, Perum DAMRI cenderung menggunakan jumlah bus yang sama disetiap rute sepanjang hari tanpa mempertimbangkan fluktuasi jumlah penumpang. Hal ini mengakibatkan, beberapa bus terlihat kosong (load factor rendah) sementara armada lain terisi penuh (load factor 100 persen). Kondisi tersebut menunjukkan kinerja yang rendah terkait dengan produktivitas atau penggunaan bus, jarak dan jumlah perjalanan serta konsumsi BBM. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki system penjadwalan bus bandara (DAMRI) Soekarno Hatta berbasis demand flexibility dengan menggunakan metode program linier khususnya rute Gambir dan Bogor. Secara umum system penjadwalan hasil optimasi memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan sebesar 5 persen. [The Scheduling Optimization Modeling of The Airport Interconnecting Transport Modes With Lindo Program Approach (Case Study Damri Bus of Soekarno-Hatta Airport Cengkareng)]Bus scheduling is a process of operational planning in public transport operator which is related to passenger service quality. A decision making of bus scheduling is a trade-off between service quality and operational cost. In one side if public transport operator employs too many buses, it will increase operational cost of company. In another side a low number of bus fleet causes the declining of service quality. Nowadays DAMRI serves 21 routes connecting Soekarno-Hatta airport with some destinations in Jakarta, Banten and West Java. Passenger data shows that there is a significant difference between time period (peak and off-peak) where it needs a different bus number to serve each period. Nevertheless DAMRI is still using the same number of bus in every route without considering daily passenger fluctuation. As a result, some buses look like empty (low load factor) at off-peak hour. This condition reveals a low performance related to bus productivity, travel distance, trip number and fuel consumption. In average, the daily load factor is approximately 65 percent. The purpose of this research is to improve airport bus scheduling system based on demand flexibility with linear programming method in Gambir and Bogor line. The improvement could be examined by minimizing total trip without sacrificing the service quality. This strategy will surely decrease the operational cost and increase company profit up to 5 percent.
Perencanaan Integrasi Transportasi Antarmoda Dalam Pembangunan Bandar Udara (Studi Kasus: Pembangunan Bandar Udara di Kertajati) Dedes Kusumawati
Warta Ardhia Vol. 42 No. 2 (2016)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v42i2.239.101-108

Abstract

Bandar udara merupakan infrastruktur vital di suatu wilayah. Bandar udara akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selain mendukung konektivitas antar wilayah. Perencanaan integrasi transportasi antarmoda menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh perencana bandar udara sejak awal pembangunan bandar udara untuk mempercepat pengoperasian bandar udara serta menghindari adanya permasalahan di kemudian hari. Tujuan dari studi ini adalah untuk menginterpretasikan konsep perencanaan integrasi transportasi antarmoda yang dapat diimplementasikan di Indonesia khususnya infrastruktur bandar udara berdasarkan dari pengalaman negara lain. Studi ini menggunakan metode kualitatif yaitu tinjauan pustaka dan analisis perbandingan. Hasil dari studi ini adalah Indonesia dapat belajar dari kesuksesan negara lain seperti Jerman dalam perencanaan integrasi transportasi antarmoda di bandar udara berdasarkan beberapa aspek integrasi seperti organisasi, operasional, fisik, dan motif. Mewujudkan sistem transportasi yang berkesinambungan dari dan ke bandar udara akan menarik permintaan masyarakat yang lebih tinggi untuk menggunakan bandar udara di Kertajati. [Intermodal Transportation Integration Planning in Airport Development (Case Study: Airport Development in Kertajati)] An airport is the vital infrastructure in a region. Airport will increase the economic growth, besides supporting inter-regional connectivity. Intermodal transportation integration planning should be considered by airport planner since the beginning of airport development time in order to fasten airport operation and to avoid problems in the future. The purpose of this study is to interpret intermodal transportation integration planning concept that can be implemented in Indonesia spesifically for airport infrastructure regarding to the experiences from other country. This study uses qualitative method through literature review and comparative analysis. The result of this study is that Indonesia can learn from the successful of other country like Germany in intermodal transportation integration planning in airport based on some integration aspects like organizational, operational, physical, and motives. Realizing seamless transportation system from and to the aiport will attract the higher people demand for using airport in Kertajati.
Gaya Hambat Saat Hidro Planing dan Gaya Angkat Aerodinamika Saat Cruise di Efek Permukaan pada Pesawat Wing in Surface Effect Sayuti Syamsuar
Warta Ardhia Vol. 42 No. 2 (2016)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v42i2.237.71-78

Abstract

Perhitungan komputasional dinamika fluida pada model 3 Dimensi pada pesawat Wung In Surface Effect sangat penting untuk mengetahui data hasil uji towing tank dan uji terbang. Konfigurasi Lippisch mempunyai sayap berbentuk inverse delta dan punuk di atasnya menggunakan airfoil jenis Clark Y yang telah dirancang untuk memenuhi karakteristik efek permukaan. Piranti lunak pertama Maxsurf digunakan untuk membandingkan hasil uji model towing tank saat fase hydro planing. Piranti lunak kedua ANSYS CFX digunakan untuk menghitung gaya hambat air dan gaya angkat aerodinamika dari pesawat Wing In Surface Effect kapasitas 8 orang model 3 Dimensi dengan konfigurasi Berat Maksimum saat take off sebesar 32000 Newton pada kecepatan cruise 80 knots pada ketinggian terbang 2.5 meter. Aspek eksperimen pada uji model towing tank dan data uji terbang pada prototipe pesawat Wing In Surface Effect kapasitas (1-2) orang saat hydro planing dijelaskan dengan menggunakan teori gelombang hidrodinamika dan porpoising efek. [The Hump Drags During Hydro planing and Aerodynamic Lift During Cruise in Surface Effect Altitude Of Wing in Surface Effect Craft] The computational fluid dynamics of 3 Dimensions model of Wing in Surface Effect craft is very important to proof the model towing test and flight testing data. The inverse delta wing and shoulder airfoil is by using Clark Y of Lippisch configurations have been designed for the surface effect characteristics. The first Maxsurf software are used to compared the towing test results during hydro planing phase. The second ANSYS CFX software is used to calculate the hump drags and aerodynamic lift of Wing In Surface Effect craft 8 seaters 3 Dimensions model to verified the Design Requirement and Objectives. The forces equilibrium on the body axis during hydro planing are very important to fulfill the take off phase on the water surface. And, the aerodynamic lift for Maximum Take off Weight of 8 seaters configuration is 32000 Newton during cruise speed at 80 knots on the 2.5 meter altitude. The experimental aspects of towing tank test model and Wing In Surface Effect craft (1-2) seaters prototype during hydro planing test have been proposed by using the hydrodynamic wave and porpoising effect theory.