cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Studi Prospektif Penggunaan Drone Kargo di Daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) dan Terdampak Bencana Dr. Ir. Yazdi Ibrahim Jenie, ST.,MT.; Chandra Liuswanto; Mahesa Akbar; Novyanto Widadi
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.485.31-46

Abstract

Saat ini, salah satu potensi yang menjadi fokus saat ini adalah pemanfaatan drone sebagai wahana logistik (pengiriman barang), sesuai dengan prediksi dari laporan PwC [1] di tahun 2018, yang menempatkan drone transportasi di peringkat 3 pemanfaatn drone berdasarkan nilai pasarnya. Pada artikel ini, sebuah studi prospektif terhadap implementasi drone kargo di Indonesia dijabarkan, utamanya di daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T) dan daerah terdampak bencana. Beberapa simulasi parametrik dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor krusial implementasi pada enam parameter, yakni kebutuhan logistik, tipe drone, trayek, infrastruktur, regulasi, dan lini masa realisasi. Hasil dari simulasi parametrik ini menunjukkan delapan prospek implementasi drone kargo. Untuk operasi antar pulau, dalam jangka waktu dekat, pengiriman bahan medis seperti distribusi vaksin dinilai akan sangat menguntungkan. Sebaliknya, untuk operasi di area pegunungan, drone kargo masih akan terhambat masalah performanya di ketinggian. Terakhir, pada kasus daerah terdampak bencana, drone kargo dinilai sudah sangat mungkin diimplementasikan dengan banyaknya contoh riil. Di masa mendatang, studi ini menemukan bahwa operasi drone kargo dapat mencakup area yang lebih luas. Dengan memilih beberapa bandara strategis, trayek drone yang terintegrasi secara nasional dapat dirancang hanya dengan kurang dari 10 hub utama, setidaknya dalam lima tahun ke depan.
Airline Service Delays And The Impact On Customer Perceptions, Switching Intentions And Negative Word Of Mouth Juliater Simarmata; Ridho Bramulya Ikhsan; Hartiwi Prabowo; Yuniarty Yuniarty; Dewulf Wouter
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.483.1-11

Abstract

This research examines the influence of service delay on negative emotions and its result on switching plans and negative word of mouth as customer behavior. The survey was conducted on customers who have undergone delays in LCC airlines in Indonesia. The respondents' total number was 383, and the questionnaire responses were analyzed using SEM and mediation testing. As a result, this study accepts all the hypotheses that service delay affects anger and worry, and its impact on switching intention behavior and negative word of mouth. This research provides insight into how airlines can manage and improve their service policies to minimize service delays.
Analisis Kebutuhan Fasilitas Operasional Waterbase Seaplane Pulau Panjang Ade ratih Ispandiari; Ibnu Fauzi
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.472.59-71

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan, letaknya tersebar dan dipisahkan oleh perairan. Pulau Panjang merupakan bagian dari gugusan kepulauan di Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta dengan potensi wisata alam yang indah. Dengan potensi pariwisata tersebut, Pulau Panjang dapat menjadi waterbase yang menguhubungkan pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Seaplane termasuk kategori pesawat memiliki resiko kecelakaan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan seaplane, fasilitas teknis dan fasilitas operasional waterbase harus sesuai standar. Dalam penelitian ini dilaksanakan analisis kebutuhan fasilitas operasional waterbase meliputi fasilitas apron, marka, hanggar, fasilitas pertolongan kecelakaan penerbangan & pemadam kebakaran (PKP-PK) serta Personil yang berwenang dibidang keselamatan penerbangan. Metode yang digunakan adalah physical carrying capacity (PCC) analysis dan requirement analysis. Seaplane yang akan beroperasional pada waterbase di Pulau Panjang adalah seaplane N219A.
Persyaratan Kendali Terbang untuk Pesawat Terbang tak Berawak Sayap Tetap Prasetyo Ardi Probo Suseno; Ardian Rizaldi; Angga Septiyana; Yusuf Giri Wijaya; Fuad Surastyo Pranoto
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.470.12-22

Abstract

Dalam perancangan sistem kendali terbang dibutuhkan kriteria-kriteria khusus yang unik dari setiap pesawat untuk memenuhi spesifikasi misi yang diberikan dan untuk memenuhi kebutuhan stakeholder. Seperti halnya persyaratan perancangan pesawat, secara umum persyaratan desain sistem kendali diturunkan dari misi pesawat tersebut. Persyaratan tersebut juga harus memenuhi kontrak, standar, spesifikasi dan dokumen formal lainnya yang dikenakan dari para stakeholder. Setiap persyaratan desain kendali terbang tersebut harus dapat dibuktikan untuk memenuhi sertifikasi. Secara umum di Indonesia belum ada regulasi yang secara spesifik mewajibkan kriteria khusus tentang kendali terbang untuk dipenuhi pada pesawat terbang tak berawak, akan tetapi terdapat beberapa regulasi dan dokumen-dokumen standar untuk pesawat berawak sebagai panduan untuk menyusun kriteria - kriteria sistem kendali terbang. Makalah ini merangkum dokumen tersebut dan memberikan panduan dalam menyusun persyaratan untuk sistem kendali terbang pesawat udara tak berawak sayap tetap. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, persyaratan kendali terbang pada suatu pesawat sangat dipengaruhi oleh bentuk geometri dan inersia. Oleh karena sistem kendali terbang merupakan sistem berbasis software maka standar untuk sistem pesawat berbasis perangkat lunak juga harus diterapkan. Makalah ini juga memberikan metode verifikasi untuk sistem yang dirancang terhadap persyaratan yang telah disusun. Diharapkan makalah ini dapat dijadikan acuan bagi para desainer pesawat tak berawak untuk menyusun persyaratan untuk sistem kendali terbang yang dirancang.
Layanan Angkutan Udara pasca Pandemi Covid-19: Pemenuhan Kebutuhan Armada Pesawat Udara Dina Yuliana; Muhammad Rafiqi Sitompul; Rossi Danny Sakti; Minda Mora; Ali Murtadho; Lianna Dwi Rahmawati
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.468.23-30

Abstract

Dampak Covid-19 sangat dirasakan oleh angkutan udara berjadwal dalam negeri. Banyak pesawat udara yang lama terparkir dan tidak beroperasi. Kondisi armada yang masih dalam proses maintenance dan pengembalian ke lessor mengakibatkan semakin berkurangnya jumlah armada yang tersedia. Saat ini pergerakan transportasi udara sudah mulai tumbuh ditandai dengan angka seat load factor (SLF) yang mengalami pemulihan sejak mencapai titik terendah pada tahun 2020. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui gap antara ketersediaan jumlah armada pesawat udara dengan kebutuhan layanan angkutan udara. Kajian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Ditemukan kesenjangan distribusi frekuensi layanan penerbangan pada rute-rute yang memiliki demand tinggi. Optimalisasi operasional armada pesawat udara yang ada pada maskapai penerbangan perlu didukung dengan layanan operasional bandara terutama terkait fleksibilitas jam operasional bandara, serta navigasi udara, dan penyederhanaan proses perizinan rute, slot time dan flight plan yang lebih fleksibel dengan tetap memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Bagaimana Mengelola Aerotropolis? Sebuah Tinjauan Literatur Jajang Ginanjar; Sam'un Jaja Raharja
Warta Ardhia Vol. 48 No. 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.465.47-58

Abstract

Tinjauan literatur ini memberikan tinjauan sistematis penelitian aerotropolis antara tahun 1990 dan 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif tentang penelitian awal serta mutakhir pada bidang aerotropolis dengan membahas masalah utama dan mengidentifikasi kesenjangan serta area untuk penelitian masa depan khususnya pada manajemen aerotropolis. Melalui pendekatan kualitatif, analisis atas 31 publikasi yang diambil dari basis data Scopus mengklasifikasikan 4 area fokus literatur penelitian yaitu 1) Bandara & Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Aerotropolis, 2) Perencanaan dan Tata Kelola Aerotropolis, 3) Strategi dan Implementasi Aerotropolis, dan 4) Evaluasi dan Pengukuran Aerotropolis. Wawasan penelitian dari tinjauan literatur ini dapat mendorong praktisi, termasuk pengelola bandara, manajer bisnis dan pemerintah, untuk mempertimbangkan strategi pengelolaan bisnis secara holistik saat membangun aerotropolis.
Design of Alerting System for Beyond Visual Line of Sight Operational Cargo Delivery UAV Enita Sonaria; Yazdi Ibrahim Jenie
Warta Ardhia Vol. 49 No. 1 (2023)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.547.48-59

Abstract

The development of drones is now crucial to many industries, investors, and governments as they are more cost-effective and efficient in various industries, such as filmmaking, consumer, and tourism. They can also be used in various fields, such as agriculture, meteorology, construction, logistics, and conservation. Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) technology enables drone operations to perform missions more accurately as it allows them to be operated in a wider angular range. BVLOS includes the use of advanced technologies and systems to monitor drones and ensure they comply with regulations. As such, BVLOS can be used to optimise marine cargo drone operations. In addition, the Ground Control System (GCS) is used by multi-UAV systems to remotely monitor drone performance. This enables advancements in navigation and autonomous technologies that can be utilised in the maritime sector. However, the operation of cargo delivery UAVs, especially those operated as multi-UAVs, requires a surveillance system supported by a qualified warning system. One of them is a warning system that will appear when the UAV approaches the boundary of the area of operation that has been set at the beginning. The warning system aims to improve safety and security because by warning UAVs approaching or entering restricted or sensitive areas, this system can prevent unauthorised access or accidents, ensuring the safety and security of the area and the UAV itself. In addition, it improves efficiency and reduces costs where the warning system can help UAVs avoid entering prohibited or unauthorised locations, improving efficiency, and reducing costs associated with re-routing or returning to home. For this reason, in this research, the design of a warning system for UAVs approaching the boundary of the operating area is performed and shown through simulation. In this research, a two-level alert system was designed and simulated that is triggered when the UAV approaches the boundary of the specified operation area to enable the operation supervisor to perform safety procedures in response to mitigate potential risks.
Studi Literatur Evaluasi Kualitas Pelayanan Angkutan Umum oleh Pengguna Tri Mulyono
Warta Ardhia Vol. 49 No. 1 (2023)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.546.1-13

Abstract

Sistem transportasi umum yang baik untuk transportasi penumpang terbukti menjadi katalisator dalam mengubah kota menjadi lebih layak huni dan berkelanjutan. Merancang sistem angkutan umum yang berorientasi pada pelanggan sesuai dengan permintaan pelanggan membutuhkan pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan dan apa yang disediakan oleh penyedia layanan angkutan umum. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi yang memengaruhi pengukuran peningkatan kualitas layanan dari perspektif pengguna dengan menggunakan metode pencarian literatur dari internet, buku, artikel jurnal dan standar terkait untuk mengidentifikasi kualitas layanan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa banyak peneliti di dunia telah mengembangkan pengukuran kualitas layanan berdasarkan teori SERVQUAL persepsi pelanggan, yaitu (1) keandalan, (2) daya tanggap, (3) jaminan, (4) bukti langsung, dan (5) empati. Berdasarkan lima dimensi, peneliti menyatakan kualitas pelayanan angkutan umum angkutan penumpang sektor transportasi dengan menambahkan dimensi secara terpisah meliputi (6) biaya, (7) kebijakan, (8) budaya, dan (9) dampak lingkungan. Dimensi ini digunakan sebagai variabel independen dalam hal persepsi pengguna yang akan membangun ukuran kinerja yang ditawarkan oleh penyedia layanan sebagai variabel dependen untuk analisis regresi. Analisis dengan pendekatan model yang berbeda dapat digunakan dengan mengacu pada atribut-atribut yang membentuk dimensi kualitas pelayanan angkutan umum untuk angkutan penumpang.
Optimalisasi Jalur Lintasan Pendaratan Berbasis Required Navigation Procedures (RNP) menggunakan Metode Simulasi Studi Kasus Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung Imam sonhaji; Ichyu Machmiyana; Djoko Jatmoko
Warta Ardhia Vol. 49 No. 1 (2023)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.513.38-47

Abstract

ICAO merekomendasikan untuk program pencapaian capacity and efficiency dilakukan melalui model penerapan Performance Based Navigation (PBN), dengan fleksibelitas rute terbang saat ini belum tergambar pola terbang yang mendapatkan jarak terbang yang lebih pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model terbang dalam rangka optimalisasi jarak tempuh terbang pesawat yang menggunakan instrument approach procedure berbasis RNP approach. Penelitian menggunakan Metodologi kuantitatif dengan model penelitian eksperimen (Pre experimental one-shot case study. Hasilnya adalah pola terbang pada lintasan melengkung (arc segment) dengan penerapan kecepatan minimal mulai Initial Approach Fix (IAF) sebesar (V=210 knot) ini menghasilkan efisiensi jarak terbang sebesar 8 % serta penghematan bahan bakar sebesar 1.5 % dibandingkan dengan current procedure. Penerapan prosedur penerbangan berbasis RNP Approach (RNP Arc) sangat sesuai pada daerah dengan kontur pegunungan.
Evaluasi Pertukaran Informasi pada Simulasi Dampak Abu Vulkanik Terhadap Operasi Penerbangan di Indonesia Fani Setyawan; Rajasain Edralin
Warta Ardhia Vol. 49 No. 1 (2023)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.511.28-37

Abstract

Dokumen ICAO 9766 tentang Handbook on the International Airways Volcano Watch (IAVW) menyebutkan bahwa diperlukan suatu exercise atau simulasi di setiap wilayah regional International Civil Aviation Organization (ICAO) agar dapat menjadi sarana latihan respons antar pemangku kepentingan penerbangan jika terdapat erupsi gunung berapi yang mengakibatkan adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara. Pelaksanaan Volcanic Ash Exercise (Volcex) yang telah dilakukan Indonesia, masih perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui alur informasi yang diberlakukan telah sesuai standar internasional yang ditetapkan. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan penerapan prosedur penanganan abu vulkanik di Indonesia dengan standar internasional yang ditetapkan oleh ICAO. Sehingga akan diketahui hal apa saja yang masih perlu dilakukan perbaikan serta penggunaan sistem komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan melakukan observasi secara langsung pada kegiatan Volcanic Ash Exercise (Volcex) 22/01. Kegiatan Volcex 22/01 yang melibatkan Indonesia dan Sri Lanka, mensimulasikan letusan gunung Sorikmarapi yang berada di Sumetera Utara, menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga memasuki wilayah FIR Colombo dan mengganggu aktivitas penerbangan. Seluruh unit yang terlibat, memberikan data dan informasi terkait abu vulkanik, baik yang berada di ruang udara maupun di daratan. Hasil dari kegiatan simulasi tersebut menunjukkan adanya alur informasi yang diterbitkan oleh masing-masing pihak terkait telah sesuai dengan standar internasional, sehingga perubahan rencana operasi penerbangan berjalan dengan lancar. Pertukaran informasi abu vulkanik tersebut  dilakukan menggunakan sistem I-Wish, dan mampu mendemonstrasikan pengambilan keputusan penutupan suatu bandara akibat adanya abu vulkanik melalui proses Collaborative Decision Making (CDM) yang melibatkan berbagai stakeholder penerbangan.