cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Comparative Study Aerodynamics Effects of Wingtip Fence Winglet on Fix Wing Airfoil Eppler E562 Setyo Hariyadi Suranto Putro; Sutardi Sutardi; Wawan Aries Widodo; Bambang Juni Pitoyo
Warta Ardhia Vol. 45 No. 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.356.67-76

Abstract

Wings on airplanes and Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) have a very important role in the formation of lift forces. This is because most of the lifting force arises on the wing. Therefore, aircraft designers pay great attention to wing modification. Today's aircraft designers tend to provide geometric modifications displayed in computational applications so that visualization of fluid flow can appear clearly. By increasing the lift as high as possible on the wing and lowering the drag as low as possible, it is expected that high aerodynamic efficiency will be achieved in air transportation. This research was done numerically by using the turbulence model k-ω SST. Reynolds number in this research was 2,34 x 104 with the angle of attacks are 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o, 12o, 15o, 17o and 19o. The model specimen is wing airfoil Eppler 562 with winglets. Two types of wingtips are used: forward and rearward wingtip fence. From this study, it was found that the wingtip fence reduced the strength of vorticity magnitude on the x-axis and z-axis compared to plain wings. With the addition of a wingtip fence, it has a significant effect on the shape of the vorticity magnitude behind the wing. This indicates a decrease in induced drag on the wing which has a wingtip fence.
SIMULASI PERGERAKAN PESAWAT MENDEKATI DAN MELEWATI NAVAIDS(VOR) Ariawan Djoko Rachmanto; Iswanto Iswanto
Warta Ardhia Vol. 45 No. 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.350.121-132

Abstract

Pesawat terbang merupakan sarana transportasi umum yang operasionalnya tidak dapat dilakukan oleh setiap orang, tetapi harus mendapatkan pendidikan khusus sebagai penerbang/pilot. Penerbangan dengan pesawat terdiri dari 3 (tiga) fasa, yaitu take-off, cruise to destination, dan landing. Pilot berkewajiban untuk memilih atau menentukan rute penerbangannya yang akan dilalui dengan mempertimbangkan perkiraan cuaca (termasuk angin), konsumsi bahan bakar, dan kemampuan (performance) pesawat. Jika visibility baik, pilot dapat melakukan penerbangan mengikuti aturan VFR , tetapi jika visibility di bawah persyaratan minimum maka pilot harus mengikuti IFR. Ketika harus mengikuti IFR, maka penerbangannya berada di bawah kendali pengatur lalu lintas udara. Airways adalah jalur-jalur fiktif diudara yang dibentuk oleh gelombang elektromagnet yang dipancarkan peralatan elektronik di bumi yang dikenal dengan VOR/DMF. Instrument pesawat yang digunakan untuk menampilkan informasi VOR adalah OBS atau CDI. Indicator display yang digunakan selain CDI adalah HSI. Dalam setiap penerbangan pilot akan melewati airways, dimana airways tersebut menghubungkan airport-VOR-NDB, sehingga dengan menggunakan alat dalam pesawat pilot tidak akan salah dalam menerbangkan pesawat. Simulasi yang akan dibuat adalah saat pesawat menuju atau melewati sebuah navaids, dengan mensimulasikan alat/instrumen yang terdapat dalam pesawat terbang.
Evaluasi Penentuan Lokasi Bandara Berdasarkan Peninjauan Aksesibilitas di Provinsi Jawa Timur Brian Nararya Nugraha
Warta Ardhia Vol. 45 No. 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v45i2.349.85-98

Abstract

Adanya bandara yang berdekatan akan menyebabkan adanya wilayah cakupan pelayanan yang saling tumpang tindih. Dinamika yang terjadi pada bandara-bandara di suatu wilayah mungkin menghasilkan kemunculan multiple airport regions (MARs). Dalam melakukan evaluasi, tahap pertama yang dilakukan yaitu menghitung catchment area bandara dan travel time transportasi darat sebagai aksesibilitas darat pada wilayah yang ditinjau. Kemudian dilakukan analisa jaringan penerbangan pada bandara yang ditinjau dengan cara observasi dan peramalan. Aksesibilitas udara suatu bandara kemudian dihitung dengan melihat jaringan penerbangan bandara tersebut. Setelah didapat aksesibilitas darat dan udara bandara, kemudian dihitung aksesibilitas transportasi udara suatu bandara sebagai nilai kriteria yang digunakan untuk evaluasi. Hasil perbandingan dari nilai aksesibilitas transportasi udara regional antara bandara eksisting dengan penambahan bandara rencana menunjukkan peningkatan sebesar 19,78%. Artinya pembangunan bandara rencana berpotensi meningkatkan aksesibilitas secara regional yang ditinjau berdasarkan aksesibilitas darat dan udara pada wilayah Provinsi Jawa Timur. Walaupun secara regional aksesibilitas transportasi udaranya meningkat, namun aksesibilitas transportasi udara masing-masing bandara eksisting menurun sebesar 33,10% dengan adanya bandara baru.
Risk Assessment Keberadaan Burung di Lingkungan Bandar Udara Studi Kasus: Bandar Udara Soekarno-Hatta Minda Mora; M. Hasan Bashory; Yusron Saaroni; Tedi Setiadi; Zaini Rakhman; Muhammad Rafiqi Sitompul
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.433.82-93

Abstract

The presence of birds in the airport area is a danger to aviation. Collisions between aircraft and birds (birdstrikes) have potential to damage the aircraft which is very detrimental to the airline financially and fatal accidents as the worst case. The International Civil Aviation Organization (ICAO) provides recommendations to all member countries to take preventive and anticipatory actions to control and reduce bird populations by conducting Risk Assessment and Habitat Management so that airport is not become attractive places for birds. This research aims to conduct a Risk Assessment (RA) on bird species in the airport environment, a case study at Soekarno-Hatta Airport. HRA is carried out using two methods, namely the based method (Sowden et al. 2007) and the modified method based on location, flight altitude and number of birds popullation. The results of the analysis of the two methods indicate that there are no bird species with a very high risk of bird strike hazard at Soekarno-Hatta Airport. Based on the modified method, there are five species of birds with a high risk of bird strike danger, namely rice heron (Ardeola speciosa), buffalo egret (Bubulcus ibis), silver egret (Ardea intermedia), red heron (Ardea purpurea), and bluwok heron (Mycteria cinerea). Meanwhile, based on the approach (Sowden et al. 2007) there are three types of birds that have a risk of causing significant danger in the event of a birdtsrike, namely the Bluwok heron, the gray heron (Ardea cinerea), and the Asian snakehead (Anhinga melanogaster). Keberadaan burung di area bandar udara merupakan bahaya bagi penerbangan. Tabrakan antara pesawat udara dengan burung (birdstrikes) berpotensi menimbulkan kerusakan pesawat yang sangat merugikan bagi maskapai penerbangan secara finansial hingga menyebabkan kecelakaan fatal. International Civil Aviation Organization (ICAO) memberikan rekomendasi ke seluruh negara anggota untuk melakukan tindakan preventif dan antisipatif untuk mengendalikan dan mengurangi populasi burung dengan melakukan Risk Asessment dan Habitat Management agar bandar udara tidak menjadi tempat yang menarik bagi burung. Peneitian ini bertujuan untuk melakukan Risk Assessment (RA) terhadap jenis burung yang berada di lingkungan bandar udara, studi kasus di Bandar Udara Soekarno-Hatta. HRA dilakukan dengan dua metode yaitu metode berdasarkan (Sowden et al. 2007) dan metode modifikasi berdasarkan lokasi, ketinggian terbang dan jumlah individu burung. Hasil analisis dari kedua metode tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat jenis burung dengan resiko sangat tinggi bahaya bird strike di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Berdasarkan metode modifikasi, terdapat lima jenis burung dengan resiko tinggi bahaya bird strike yaitu Blekok sawah (Ardeola speciosa), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul perak (Ardea intermedia), Cangak merah (Ardea purpurea), dan Bangau bluwok (Mycteria cinerea). Sedangkan berdasarkan pendekatan (Sowden et al. 2007) terdapat 3 jenis burung yang memiliki resiko menimbulkan bahaya yang signifikan apabila terjadi birdtsrike, yaitu Bangau bluwok, Cangak abu (Ardea cinerea), dan Pecuk-ular asia (Anhinga melanogaster).
Implementasi Konsep Dynamic Capacity Dalam Peningkatan Kapasitas Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta Taufan Kurniawan Wiratama; Ina Primiana Sagir; Umi Kaltum
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.417.27-50

Abstract

Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) saat ini bukan hanya menjadi bandara tersibuk di Indonesia, namun telah menjadi bandara tersibuk di wilayah Asia Pasifik. Lonjakan penumpang tiap tahunnya tidak sebanding dengan kapasitas terminal sehinggal mengalami overcapacity. Penelitian ini bertujuan untuk penilaian kapasitas dan alur kerja Terminal 1 dengan mengidentifikasi pola perilaku penumpang (passenger behavior) dalam penggunaan waktu pemrosesan fasilitas (processing time), antrian penumpang (passenger queueing), ruang (space) dan jumlah faslitas yang dibutuhkan (number of facilities). Selanjutnya akan dilakukan implementasi konsep dynamic capacity dalam peningkatan kapasitas Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta sehingga dapat memberikan usulan perubahan/rekomendasi dalam mengatasi overcapacity yang terjadi. Analisis yang dilakukan menggunakan implementasi konsep dynamic capacity pada jam puncak (peak hour) dengan pembatasan pada area sisi udara yang dianggap tidak mempengaruhi kapasitas terminal. Pendekatan keseimbangan kapasitas (balancing capacity) digunakan dalam analisis ini dalam penentuan kapasitas setiap fasilitas pemrosesan (processor) Terminal 1 dengan mempertimbangkan bottleneck yang terjadi sehingga didapatkan peningkatan kapasitas menjadi 3 kali dari kapasitas Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Setiap sub terminal 1 mempunyai kapasitas 3.000.000 penumpang/tahun yang dapat ditingkatkan menjadi 10.090.000 penumpang/tahun dengan beberapa perubahan yang harus dilakukan meliputi pengurangan waktu pemrosesan (processing time), penambahan area (space), penyesuaian tingkat layanan dan penambahan fasliltas yang dapat mempercepat waktu pemrosesan (processing time)
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Bisnis Penerbangan di Indonesia Lita Yarlina; Sitti Subekti; Evy Lindasari; Minda Mora; Novyanto Widadi; Tito Yusmar; Dedes Kusumawati; Zulaichah Zulaichah; Muhammad Rafiqi Sitompul
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.416.67-81

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi segala aspek dalam berbagai bisnis khususnya transportasi dan pariwisata. Operasional moda transportasi semakin ketat persyaratan dan pengawasannya baik dari sisi penumpang maupun operator untuk menjalankan protokol kesehatan dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19. Upaya mitigasi perlu dilakukan untuk tetap menjaga kelangsungan bisnis dan operasi transportasi udara yang padat modal dan berperan menghubungkan wilayah di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan obyek penelitian berdasarkan pada data dan informasi terkait. Secara umum, deskripsi tersebut dapat menjelaskan fenomena yang terjadi, berkaitan dengan dampak pandemi Covid-19 pada sektor transportasi udara. Dengan tetap memprioritaskan pencegahan penyebaran Covid-19 dan mengendalikan sektor transportasi udara secara bersamaan, maka dalam penelitian ini diusulkan penambahan elemen-elemen kebijakan baik yang telah ditetapkan sebelumnya maupun kebijakan baru, yaitu dengan menerapkan capacity plan yang tepat, optimalisasi pesawat udara, skema logistik antar daerah, insentif dari pemerintah, penajaman peraturan, waiver dan prosedur tambahan.
Penerapan Metode Lean Six Sigma untuk Meningkatkan Keakuratan Jadwal Perawatan Pesawat CN-295M di Skadron Teknik 021 Retno Pratiwi; Toto Hardiyanto Subagyo; Dinar Dewi Kania; Prasadja Ricardianto
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.411.51-66

Abstract

Dalam dunia penerbangan bukan tidak mungkin akan terjadinya kecelakaan, tergantung dari manusianya sendiri bagaimana cara menyikapi atau meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut. Sering ditemukan ada beberapa perawatan pesawat yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Maka, perlu dilakukannya perawatan pesawat sesuai standar untuk menjaga agar pesawat yang digunakan tetap laik dan memiliki kondisi serviceable yaitu dengan membuat perencanaan perawatan pesawat. Sehingga dari perawatan kecil yang juga bisa menimbulkan ketidaktepatan ini agar tidak diabaikan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan waktu pelaksanaan perawatan terjadwal pada pesawat angkut militer CN-295M di Skadron Teknik 021. Perlu dilakukannya perawatan pesawat untuk menjaga agar pesawat yang digunakan memiliki kondisi laik terbang yaitu dengan membuat perencanaan perawatan pesawat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Lean Six Sigma, metode fishbone diagram dan pareto diagram. Sebagai alat analisis digunakan tree diagram dan diagram SIPOC (Supplier Input Process Output Customer). Metode militer CN-295M berdasarkan riwayat pelaksanaan dan perencanaan. Upaya perbaikan proses dari perawatan terjadwal pesawat agar tepat waktu sesuai dengan perencanaan perawatan maka perlu dilakukan mitigasi pada masing-masing masalah yang telah dianalisis pada fishbone diagram. Temuan yang dihasilkan, Skadron Teknik 021 harus dapat menggunakan seluruh peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang telah dimiliki.
Model ARIMA Musiman dengan Outlier untuk Peramalan Penumpang Pesawat Tujuan Domestik dari Bandara Soekarno Hatta di Masa Pandemi Covid-19 Siti Puji Utami; Gama Putra Danu Sohibien
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.409.17-26

Abstract

Pemodelan deret waktu sangat rentan akibat adanya data outlier. Kehadiran data outlier bisa menyebabkan tidak terpenuhinya asumsi error berdistribusi normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ARIMA musiman dengan outlier untuk peramalan penumpang pesawat terbang domestik dari Bandara Soekarno-Hatta di masa pandemi Covid-19. Model yang terbentuk bermanfaat untuk meramal jumlah penumpang pesawat terbang ke depannya. Hasil penelitian didapatkan bahwa model ARIMA (0,1,1)(0,1,0)12 dengan variabel outlier terpilih karena sudah memenuhi asumsi white noise dan dapat mengatasi masalah pelanggaran asumsi error berdistribusi normal yang terjadi pada ARIMA biasa. Peramalan penumpang pesawat terbang domestik dari Bandara Soekarno Hatta pada bulan Juni 2021 adalah 858.112 dan Desember 2021 adalah 792.124
Strategi Memaksimalkan Tingkat Pemilihan Penumpang Terhadap Bandara Internasional Yogyakarta Berbasis Kepuasan Penumpang Yang Dipengaruhi Oleh Kualitas Pelayanan Dan Keunggulan Kompetitif Bachtiar Arief Nugroho; Zulkifli Zulkifli; Mombang Sihite
Warta Ardhia Vol. 47 No. 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i1.400.1-16

Abstract

Bandara Internasional Yogyakarta merupakan bandara yang baru beroperasi di tahun 2019 yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi untuk memaksimalkan tingkat pemilihan penumpang terhadap Bandara Internasional Yogyakarta dengan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, keunggulan kompetitif bandara dan kepuasan Penumpang terhadap keputusan memilih bandara dengan aspek aksesibilitas sebagai variabel moderator. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang pesawat udara Bandar Udara Internasional Yogyakarta (kode IATA: YIA) yang berusia antara 18 hingga 60 tahun, dengan sampel sebanyak 220 orang yang diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling melalui metode judgement sampling. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM) yang dioperasikan melalui program WarpPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan, keunggulan kompetitif dan kepuasan Penumpang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih bandara. Sementara aspek aksesibilitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta sebagai variabel moderator tidak mampu mendorong atau memperkuat pengaruh kepuasan Penumpang terhadap keputusan memilih Bandara Internasional Yogyakarta.
Kesiapan Indonesia Dalam Implementasi Pelatihan Berbasis UPRT Novyanto Widadi; Minda Mora; Lita Yarlina; Susanti Susanti; Mohamad Hasan Bashory; Tito Yusmar; Dio Agro Nugroho; Muhammad Rafiqi Sitompul
Warta Ardhia Vol. 47 No. 2 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v47i2.449.146-157

Abstract

Loss of Control in Flight (LOC-I) merupakan penyebab kecelakaan pesawat udara dengan tingkat fatalitas yang paling tinggi, 49% dari total fatalitas. Kecelakaan terkait LOC-I terjadi ketika pilot berusaha mengendalikan kembali pesawat udara secara manual yang justru membuat pesawat udara mengalami upset dan stall. Sekitar 80% kecelakaan pesawat udara disebabkan oleh human factor, dan 57% dari human factor tersebut adalah karena pilot error. Guna menghadapi masalah tersbut, International Civil Aviation Organization (ICAO) mengeluarkan persyaratan pelatihan terkait pelatihan terbang berbasis Upset Prevention and Recovery Training (UPRT). Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Indonesia saat ini dalam implementasi UPRT. Dilakukan pengumpulan data dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) selaku regulator, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug selaku Lembaga Pelatihan Terbang (Approved Training Organization/ATO), dan dari PT. Indonesia Air Asia (IAA) selaku Operator Pesawat Udara. Diketahui bahwa meskipun IAA sendiri sudah melaksanakan pelatihan UPRT secara internal, namun masih kurang optimalnya peraturan terkait UPRT di Indonesia, sehingga DKPPU perlu merumuskan aturan terkait implementasi UPRT tersebut. Aturan yang disusun akan digunakan sebagai acuan bagi ATO dan Operator Pesawat Udara dalam merumuskan program UPRT-nya. DKPPU perlu melakukan pemutakhiran regulasi dan standar praktis UPRT dan menyusun Advisory Circular (AC). Pembentukan kelompok kerja (Task Force) oleh DKPPU dapat membantu percepatan implementasi UPRT.