cover
Contact Name
Dr. Eddy Saputra, M.Pd.I.
Contact Email
akhlakjerb@gmail.com
Phone
+6281399958557
Journal Mail Official
akhlakjerb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics
ISSN : -     EISSN : 30902304     DOI : https://doi.org/10.30998/ajebre
Core Subject :
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics is a peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing articles concerned with research, theory development, or program applications related to language and literature studies. Our Journal is concerned with the preparation the academician and practitioners to applied their understanding of language and literature studies with high responsibility; in agency or school settings; in colleges and universities; or other society context and levels.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Disintegrasi Akhlak dalam Religiusitas Muslim Kontemporer: Perspektif Etika Islam Siti Fuadah; Ahmad Mujib; Yoseph Salmon Yusuf; Muhammad Akrom
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i2.1429

Abstract

Fenomena religiusitas Muslim kontemporer menunjukkan paradoks: meningkatnya ekspresi ritual dan simbol keagamaan justru diiringi oleh degradasi moral sosial seperti korupsi, intoleransi, dan lemahnya etika publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradoks tersebut dengan menempatkan akhlak sebagai indikator autentisitas keberagamaan. Kajian literatur mengintegrasikan perspektif lokal, internasional, dan klasik Islam. Temuan global tentang religiosity–morality gap menunjukkan bahwa religiusitas tidak selalu berbanding lurus dengan komitmen etis, sementara tokoh klasik seperti al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih menekankan pentingnya pembentukan karakter moral melalui internalisasi nilai. Fazlur Rahman menegaskan bahwa inti ajaran Islam adalah moralitas Qur’ani yang menuntun pembentukan masyarakat adil dan beradab. Analisis ini juga menyoroti tantangan era digital yang melahirkan religiusitas performatif serta lemahnya pendidikan akhlak yang berorientasi pada kognisi dan ritual semata. Novelty penelitian ini terletak pada model konseptual yang menempatkan akhlak sebagai inti keberagamaan, sehingga religiusitas tidak hanya dipahami sebagai kesalehan simbolik, tetapi sebagai transformasi moral nyata dalam kehidupan sosial. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada rekonstruksi religiusitas berbasis etika Islam yang relevan menghadapi modernitas dan budaya digital.
Rekonstruksi Pemahaman Sumber Hukum Islam dan Relevansinya di Era Globalisasi Salamah; Robiah Adawiyah; Avisina Anadri; Lia Fadlia Sa'dayati; Siti Uswatun Khasanah; Sayyid Qutub
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i2.1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rekonstruksi pemahaman sumber hukum Islam dan menguji relevansinya dalam menghadapi dinamika sosial di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis isi dari literatur primer serta sekunder. Hasil studi menunjukkan bahwa pemahaman tekstual-literal terhadap sumber-sumber hukum Islam (Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas) sering kali mengalami hambatan dalam menjawab masalah-masalah kontemporer yang dipicu oleh globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi epistemologi pemikiran hukum Islam melalui reaktualisasi ijtihad, penguatan metodologi maqāṣid al-syari'ah, dan kontekstualisasi teks-teks syariat. Dengan pendekatan ini, sumber hukum Islam tidak kehilangan nilai luhurnya (al-tsawābit), melainkan tetap fleksibel (al-mutaghayyirāt) dalam mewujudkan kemaslahatan umat (maslahah) di era modern.
Strategi Pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam Melalui Keteladanan Khulafaur Rasyidin di Bimbingan Belajar Agama Islam Yayasan AhbabuzZahro Syarifah Soraya; Ifham Choli; Merah Isna
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i2.1498

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran sejarah Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi historis, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai akhlak, kepemimpinan, tanggung jawab, kesederhanaan, kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial kepada peserta didik. Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, merupakan figur teladan yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan dan peradaban Islam. Keteladanan mereka dapat dijadikan sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam melalui keteladanan Khulafaur Rasyidin di Bimbingan Belajar Agama Islam Yayasan AhbabuzZahro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan pengajar dan pengelola bimbingan belajar, serta dokumentasi yang berkaitan dengan materi, metode, dan aktivitas pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Sejarah Pendidikan Islam di Yayasan AhbabuzZahro dilakukan melalui penyampaian kisah keteladanan Khulafaur Rasyidin, diskusi nilai-nilai moral, tanya jawab, pemberian contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, serta pembiasaan sikap religius dalam lingkungan belajar.

Page 3 of 3 | Total Record : 23