cover
Contact Name
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
Contact Email
concrete@unitomo.ac.id
Phone
+6281335675889
Journal Mail Official
concrete@unitomo.ac.id
Editorial Address
Jalan Semolowaru no. 84 Surabaya, 60283
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
ISSN : -     EISSN : 30250390     DOI : -
Core Subject :
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology -Constructions Economy and Management -Earthquake Engineering -Environmental Engineering -Renovation of Buildings -Geotechnical Engineering -Highway Engineering -Hydraulic and Hydraulic Structures -Road and Bridge Engineering -Structural Engineering -Surveying and Geo-Spatial Engineering -Transportation Engineering -Tunnel Engineering -Urban Engineering and Economy -Water Resources Engineering -Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 02: october 2024" : 14 Documents clear
Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing (Studi Kasus Proyek Gedung Kontrol Gardu Induk 150Kv Blimbing Baru 2021): Analysis of Project Acceleration Using the Crashing Method (Case Study of the 150Kv Blimbing Baru 2021 Main Substation Control Building Project) Erfandi Pamungkas Putra; Bambang Sujatmiko; Maulidya Octaviani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8227

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur dari waktu ke waktu selalu berkembang dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan suatu proyek kontruksi, setiap pelaksana kegiatan pasti menginginkan proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan juga dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Percepatan proyek pada Pembangunan Gedung Kontrol Gardu Induk 150 Kv Blimbing menggunakan metode crashing, menggunakan beberapa cara agar proyek tidak terlambat antara lain, menggunakan penambahan tenaga kerja, dan menggunakan penambahan jam kerja (lembur). Dengan biaya awal proyek Rp1.409.139.200 ditempuh dalam waktu 589 hari. Dengan hasil yang diperoleh oleh metode penambahan tenaga kerja yaitu Rp1.445.540.320.395 ditempuh dalam waktu 499 hari, selisih Rp. 36.401.120 dari biaya awal proyek dan lebih cepat 90 hari dari durasi normal. Sedangkan dengan penambahan jam kerja (lembur) 2 jam kerja dapat diperoleh yaitu Rp. 1.495.443.142 ditempuh dalam waktu 508 hari. lebih mahal selisih Rp 49.902.822 dari biaya penambahan tenaga kerja dan selisih waktu 9 hari lebih lama dibandingkan metode penambahan jam kerja, dan selisih Rp. 86.303.942 lebih besar dari biaya normal, dan selisih waktu 81 hari lebih cepat dari durasi normal. Jadi sebagai pertimbangan, saya lebih merekomendasikan metode penambahan tenaga kerja. Karena dari analisa ini penambahan tenaga kerja hanya selisih Rp.36.401.120 dari jam kerja normal. Dan mempercepat durasi 90 hari dari jam kerja normal. Yang lebih ekonomis untuk menyelesaikan proyek ialah penambahan tenaga kerja karena lebih hemat Rp. 49.902,822 dari penambahan jam kerja (lembur).
PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR UNTUK CAMPURAN PEMBUATAN BETON: UTILIZATION OF PALM SHELLS AS A SUBSTITUTION FOR COARSE AGGREGATE FOR CONCRETE MIXTURE Sapherdi Lapu Kalinggoru; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8307

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang konstruksi yang semakin maju dan serba canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi, karena beton mudah dikerjakan dan ekonomis dari segi biaya. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi sehingga mampu mendukung struktur bangunan besar dan berat. Tetapi beton mempunyai kekuatan tarik rendah dan sifatnya getas (Brittle). Campuran adukan dari pasir,batu pecah dan cangkang kelapa sawit, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Pengunaan cangkang kelapa sawit dalam campuran beton tidak asing lagi dalam dunia konstruksi dimana salah satu cangkang sawit yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan cangkang kelapa sawit dan untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal. Adapun variasi persentase cangkang kelapa sawit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase cangkang kelapa sawit dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan, kuat tarik belah,berat volume dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum pada variasi cangkang kelapa sawit 03%, 0,6%, 0,9%, menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
Redisain Struktur Beton Bertulang Menjadi Sruktur Baja (Studi Kasus : Pada Gedung 4 Lantai UKM Center Universitas Negeri Surabaya): Redesign of Reinforced Concrete Structure into Steel Structure (Case Study: 4-Storey Building of UKM Center, Surabaya State University) Deny Kurniadi; Safrin Zuraidah; K. Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8411

Abstract

Struktur yang sering diterapkan pada pembangunan gedung bertingkat adalah struktur beton bertulang, struktur baja dinilai masih dapat bersaing dengan struktur beton bertulang. Mengingat material baja memiliki keunggulan dibandingkan beton yaitu dalam hal kuat tarik,berat, dan alat bantu penunjang pemasangan struktur baja lebih sederhana sehingga mempercepat proses pengerjaan dan bisa menghemat biaya pengadaan barang dan efisiensi waktu. Dari segi perbandingan biaya struktur baja memiliki biaya yang lebih mahal dari struktur beton bertulang. Redisain bangunan ini mengacu pada peraturan LRFD dengan SNI 1729-2002 serta menggunakan baja profil WF. Struktur dimodelkan dengan menggunakan AutoCAD lalu dimport menuju sofware SAP2000. Permodelan struktur dengan sistem portal (Frame) terdiri atas balok dan kolom. Beban yang ditinjau dari redisain tersebut adalah beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa. Dari hasil redisan didapatkan balok dengan dimensi profil Wf 350x350x14x22 mm dan kolom dengan profil Wf 400x400x45x70 mm. Perbandingan antara harga beton bertulang dan baja pada Gedung UKM Center Universitas Negeri Surabaya untuk beton bertulang memerlukan biaya Rp. 10.538.123 dan Baja Rp. 58.702.800, dengan persentase struktur baja 457% dari struktur beton. Pada waktu pelaksanaan kontruksi beton relatif lebih panjang dan biaya yang lebih mahal dibandingan dengan kontruksi baja.
Evaluasi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dengan Mereduksi Tenaga Kerja Dan Bahan (Studi Kasus: Kegiatan Swakelola Sdn 1 Sugihwaras Kabupaten Nganjuk Tahun 2023): Evaluation of Unit Price Analysis of Work by Reducing Labor and Materials (Case Study: Self-Management Activities of Sdn 1 Sugihwaras, Nganjuk Regency in 2023) Asyudi Dahmiyanto; Bambang Sujatmiko; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8709

Abstract

Setiap proyek mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda sehingga terjadi perbedaan biaya antara satu bangunan dengan bangunan lainnya meski dalam satu lokasi, tergantung pada kondisi existing bangunan, cukup penting untuk kontrol kualitas dan kuantitas pekerjaan. Ada beberapa analisa yang dapat digunakan, analisa B.O.W (Burgerlijke Open bare Werken), SNI, ataupun AHSP berdasarkan PERMENPU bidang PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat. Menurut Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR. Oleh karenanya dibutuhkan perencanaan yang matang dengan menganalisis item pekerjaan yang akan dikerjakan dan mereduksi waste factor / faktor buang dalam AHSP 2022. diharapkan dapat ditemukan item pekerjaan yang memiliki waste factor / faktor buang yang besar. Salah satu contoh pengambilan sampel penelitian yaitu pada analisa harga satuan pemasangan keramik dibandingkan dengan harga borongan pemasangan keramik yang datanya diambil secara random dari beberapa mandor / pelaksana dari kontraktor besar, atau membandingkan nilai koefisien pemasangan keramik dengan koefisien pemasangan ubin. Maka dengan keterbatasan dalam ketersediaan dana yang ada, untuk memenuhi kegiatan pembangunan tersebut dibutuhkan analisa harga satuan yang lebih terjangkau dengan mereduksi koefisien dalam ASHP 2022 supaya rencana pembangunan dapat terselesaikan hingga finish. Kegiatan Pembangunan yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk baik yang bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana AlokasiKhusus (DAK) bertujuan untuk mewujudkan peningkatan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas Koefisien yang lebih efisien dicapai melalui penyesuaian koefisien yang ada dalam AHSP 2022 dan penyesuaian beberapa item pekerjaan yang memiliki faktor pemborosan yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan nyata di lapangan serta penyesuaian terhadap tingginya harga borong kerja yang ada di pasaran. Selisih dari perhitungan Analisa reduksi terhadap AHSP 2022 menghasilkan pengurangan (efisiensi) antara 10% hingga 40%. Dengan menggunakan Analisa Reduksi, RAB yang efisien dapat menghemat 20% anggaran atau 80% dari RAB dengan AHSP 2022. Penghematan sebesar Rp.1.630.576.000,00 dikurangi dari Rp.1.299.844.000,00 = Rp.330.732.000,00.
ANALISIS SISTEM DRAINASE MENGGUNAKAN HEC-RAS 5.0.2 UNTUK PENANGANAN GENANGAN DI KAWASAN SEMOLOWARU – SURABAYA: DRAINAGE SYSTEM ANALYSIS USING HEC-RAS 5.0.2 FOR FLOODING HANDLING IN SEMOLOWARU AREA – SURABAYA Norman Sasongko; Nurul Jannah; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8712

Abstract

Kota Surabaya mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sistem drainase. Salah satu faktor dalam hal ini adalah adanya perubahan tata guna lahan dari persawahan menjadi lahan pemukiman, sehingga adanya pengurangan daerah resapan dan peningkatan koefisien pengaliran menjadi semakin besar. Wilayah Semolowaru di Surabaya bagian Timur merupakan salah satu kawasan penting, dimana terdapat fasilitas sosial ekonomi dan penunjang lainnya seperti pertokoan, permukiman, serta sarana pendidikan. Kawasan Jl. Semolowaru memiliki penampungan air yang berasal dari Saluran Primer Semolowaru serta Saluran Sekunder dan Tersier yang berasal dari perumahan-perumahan penduduk. Pada musim hujan, banyak penduduk mengeluhkan adanya banjir ataupun genangan yang tidak mampu ditampung oleh saluran eksisting tersebut. Mengacu pada keadaan tersebut, skripsi ini bertujuan menganalisis besar debit rencana 5 tahun pada kapasitas saluran eksisting serta menganalisis usaha untuk mencegah terjadinya banjir pada wilayah catchment area saluran Jl. Semolowaru. Metode penelitian dalam skripsi ini meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi meliputi analisis curah hujan maksimum, analisis distribusi frekuensi dan debit banjir rencana. Sedangkan analisis hidrolika meliputi perencanaan dimensi saluran menggunakan aplikasi HEC-RAS. Analisis hidrologi menghasilkan nilai curah hujan rencana (R24) Periode Ulang Hujan 5 tahun sebesar 34,857 mm yang didapat dari Stasiun Hujan Gubeng, Keputih dan Wonorejo. Analisis hidrolika menggunakan HEC-RAS menunjukkan adanya banjir di Saluran Tersier Semolowaru Utara dan Semolowaru Utara 3, serta Saluran Sekunder Semolowaru. Solusi genangan banjir dengan peningkatan kapasitas saluran drainase yang disarankan adalah perubahan dimensi Saluran Tersier 3 dan 4 menjadi 2,5 x 2; serta Saluran Sekunder menjadi 5 x 2,5. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut antara lain peningkatan kapasitas saluran, pembuatan kolam retensi dan resapan, penggunaan permeable pavement, pengelolaan ruang terbuka hijau, serta pemeliharaan rutin sistem drainase.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK MENGGUNAKAN METODE CONSTRUCTION WETLAND PADA SALURAN DRAINASE PT PBSB LOMBOK: PLANNING OF WASTEWATER TREATMENT INSTALLATION FOR POND USING THE CONSTRUCTION WETLAND METHOD ON PT PBSB LOMBOK DRAINAGE CHANNELS Dimas Septyan; Nurul Jannah; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8733

Abstract

Berkembangnya tambak udang di desa tambak sari menimbulkan persoalan baru dalam lingkungan. Persoalan yang muncul adalah akumulasi limbah yang mengakibatkan pencemaran, masih banyak pemilik tambak udang yang tidak melakukan pengolahan limbahnya. Melalui PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK diharapkan akan berdampak kepada keberlanjutan dari usaha tambak udang yang secara tidak langsung memberikan dampak baik terhadap lingkungan dan SDM sekitar. Dilihat dari segi keefektifannya, metode Constructed wetland mempunyai efisiensi penyisihan TSS hingga 97% dan dilihat dari segi lingkungan dapat meminimalisir aroma yang tak sedap apabila menggunakan model aliran Sub-Surface Flow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan dari penelitian antara lain: subjek penelitian, objek penelitian , tempat penelitian ,sumber data , pengumpulan data serta pengolahan data . Subjek penelitian ini adalah hasil survey saluran drainase di tambak milik PT PBSB Lombok yang bertpatan di daerah dadap Lombok timur. Analisa data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi: parameter hasil uji kualitas air limbah, perhitungan volume air limbah dan perhitungan detail unit IPAL. Melihat kondisi tambak yang memiliki limbah sebesar 1.994,064 m3/hari maka dengan desain instalasi yang terdiri dari 8 tambak dengan 6 bak diantaranya bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak biofilter aerob, bak pengendapan akhir, dan bak pengolahan lumpur. Desain IPAL tambak udang didapatkan total debit limbah yaitu sebesar 1.994,064 m3/hari. Rancangan rangkaian bak antara lain bak ekualisasi dengan dimensi 19 m x 9,5 m x 2,5 m; bak pengendapan awal dengan dimensi 60 m x 30 m x 3 m; bak biofilter anaerob dengan dimensi 120 m x 60 m x 3 m; bak biofilter aerob dengan dimensi 120 m x 60 m x 3 m; bak pengendapan akhir dengan dimensi 60 m x 30 m x 3 m; dan bak pengolah lumpur dengan diameter 60 m dan tinggi 5 m. Dengan volume harian air limbah sebesar 1,994,064 m³ dan kapasitas pengolahan per unit CW sebesar 249,258 m³, dibutuhkan 8 unit Constructed Wetland untuk mengolah air limbah tambak secara efektif. Perhitungan ini memastikan bahwa setiap unit CW dapat menangani beban air limbah yang masuk dan mencapai standar kualitas efuen yang ditetapkan., METODE CONSTRUCTION WETLAND dapat dijadikan alternatif yang efisien dan berkelanjutan dalam pengolahan air limbah tambak, khususnya di kawasan PT PBSB Lombok.
Analisis Percepatan Proyek Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Dan Biaya Dengan Menggunakan Metode Crashing: Project Acceleration Analysis To Improve Time And Cost Efficiency Using Crashing Method Gilang wahyu candrika cendana; Wisnu Abiarto; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8735

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, menghadapi masalah banjir akibat pertumbuhan pesat dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah Kota Surabaya berusaha mencegahnya dengan pembangunan 75 rumah pompa. Salah satunya adalah proyek Rumah Pompa Bulak. Namun, proyek ini mengalami kendala dan keterlambatan karena faktor seperti kualitas sumber daya dan ketersediaan material. Tingkat penyelesaian proyek ini masih mencapai 65% dari yang seharusnya mencapai 80-90%, diperlukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah dengan evaluasi penjadwalan percepatan dengan menggunakan metode percepatan (crashing). Studi ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan waktu pelaksanaan proyek rumah pompa Bulak sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Data yang dibutuhkan dalam dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa time schedule dan rancangan anggaran biaya (RAB). Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui waktu dan biaya akibat percepatan/crashing, selanjutnya dapat dicari perbandingan waktu dan biaya sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Setelah di lakukan penjadwalan ulang menggunakan microsoft project terdapat 10 pekerjaan yang bisa di lakukan percepatan, pada penjadwalan tersebut bisa di lakukan dengan 3 pecepatan yaitu penambahan jam kerja (lembur), shift kerja, dan penambahan tenaga kerja. Masing – masing dari 3 cara percepatan tersebut di dapatkan hasil penambahan jam kerja dari 372 hari menjadi 301 hari dengan biaya sebanyak 79.063.110,71, percepatan Shift kerja dari 372 menjadi 198 hari dengan biaya sebanyak 69.550.000,02, percepatan Penambahan tenaga kerja 25% dari 372 menjadi 335 dengan biaya sebanyak 26.412.285,73.
Pengaruh Penambahan Bottom Ash Dengan Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton: The Effect of Adding Bottom Ash with Fine Aggregate on Concrete Compressive Strength Yosaphan Gery Ora; Bambang Sujatmiko; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8757

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk untuk menganalisa pengaruh penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus dan untuk mengetahui nilai maksimal kuat tekan beton Agar menghasilkan nilai yg optimum. Adapun variasi persentase Bottom Ash yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%,20%,25%,30%,35% dari berat Agregat Halus. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase Bottom Ash dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan dan berat volume. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton maksimum Terjadi Pada beton Normal 0% campuran Bottom Ash.dan untuk variasi bottom ash 20%,25%,30%,35% tidak memenuhi target. Menurut hasil penelitian, penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus pada campuran beton hasil nya menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan dalam campuran pembuatan beton.
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Paku Kayu Untuk Beton Fiber: THE EFFECT OF UTILIZING WOODEN NAIL WASTE FOR FIBER CONCRETE Alfonius Anjelo Dardur Dardur; Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8770

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah paku kayu dan penambahan zat additive superplasticizer untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal pada umur 28 hari. Adapun variasi persentase Limbah Paku Kayu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%, 1,5%, 2%, dan 3% dari berat pasir, tampa penambahan zat additive dan menggunakan zat additive superplasticizer 1% dari berat semen. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150 x 300 mm sebanyak 96 benda uji untuk uji tekan dan uji kuat tarik belah. Hasil penelitian dengan kadar penambahan limbah Paku kayu sebesar 0%, 1,5%, 2%, dan 3% tampa penambahan zat additive superplasticizer 1% kuat tekan beton adalah sebesar 18,30 Mpa; 18,49 Mpa; 19,62; dan 19,81 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,36 Mpa; 2,42 Mpa; 2,50 Mpa; dan 2,52 Mpa. Sedangkan untuk variasi limbah paku dengan penambahan zar additive superplasticizer 1% kuat tekan bedan adalah sebesar 18,39 Mpa; 26,98 Mpa; 25,09 Mpa; dan 25,47 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,69 Mpa; 2,78 Mpa; 3,25 Mpa; dan 3,28 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum pada variasi limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada variasi 1,5% untuk kuat tekannya. Untuk kuat tarik belahnya pada variasi 3%. Menurut hasil penelitian, penambahan limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanik beton sehingga bisa direkomendasikan walaupun peningkatan kuat tekan dan tarik belah tidak terlalu signifikan atau relatif kecil.
Penggunaan Limbah Keramik Sebagai Substitusi Agregat Kasar Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Beton: The Use of Ceramic Waste as a Coarse Aggregate Substitute in Terms of Concrete Compressive Strength Sardino Rusminus Wawan Wawan; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8819

Abstract

Beton sangat penting dalam sebuah pembangunan, agar sebuah konstruksi ataupun bangunan menjadi bangunan yang kokoh dan tertata rapi sesuai desain arsitektur yang di inginkan. Campuran adukan dari pasir,batu pecah, limbah keramik, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Adapun variasi persentase limbah keramik dalam penelitian ini yaitu 10%, 20% dan 30% dari berat agregat kasar, benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan Kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari terdapat pada persentase 10% sebesar 14,53 Mpa, 20% sebesar 13,58 Mpa dan 30% sebesar 13,39 Mpa. Sedangakn pada umur 14 hari terdapat pada persentase 10 % sebesar 13,39 Mpa, 20% sebesar 17,17 Mpa dan 30% sebesar 16,32 Mpa. Dan pada umur 28 hari terdapat pada persentasi 10% sebesar 16,60 Mpa, 20% sebesar 14,15 Mpa dan 30% sebesar 18,02 Mpa. Kuat tekan beton maksimum dengan menambahkan superplasticizier pada variasi limbah keramik 10%, 20% dan 30% menurun tidak melebihi dari hasil nilai kuat tekan dari beton normal sebesar 20,18 Mpa. Sedangkan porositas yang di hasilkan paling tinggi yaitu beton dengan variasi 0% dengan nilai terbesar 0,098% sedangkan nilai yang paling rendah yaitu presentase 10% sebesar 0,082%. Sehingga tidak dapat direkomendasikan limbah keramik untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.

Page 1 of 2 | Total Record : 14