cover
Contact Name
Anisa Agustanti, M.Psi.
Contact Email
anisaagustanti@stitihsanulfikri.ac.id
Phone
+628895668752
Journal Mail Official
humas@stitihsanulfikri.ac.id
Editorial Address
Address: Jl. Pabelan1, Pabelan satu, Pabelan Box 56511, Mungkid Magelang Jawa tengah Indonesia
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamic Education and Counseling Journal
ISSN : 28285905     EISSN : 28298551     DOI : https://doi.org/10.63831/iecj
Core Subject :
This journal is published by the Islamic Education Guidance and Counseling Study Program, Tarbiyah Ihsanul Fikri College of Science. The purpose of publishing this scientific journal is as a forum for actualizing opinions, research results, scientific articles from scholars, masters, academics, researchers and practitioners in the field of Islamic Education Counseling Guidance and Guidance studies which will then be disseminated publicly for the sake of progress and development of Islamic scientific studies. This journal is published twice a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
p1-9 Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia dalam aspek Kurikulum Perspektif Mahmud Yunus dan Relevansinya pada Era Revolusi Industri 4.0 suliwati; Fauzi
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia terus berkembang dan mengalami kemajuan dengan adanya gagasan dari berbagai pemikiran tokoh. Salah satu tokoh pemikiran pendidikan Islam adalah Mahmud Yunus dengan ide pembaharuannya tentang integrated kurikulum pendidikan Islam. Integrasi kurikulum pendidikan Islam memiliki relevansi dalam menghadapi tantangan di era 4.0. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa konsep pembaharuan pendidikan Islam berdasarkan pemikiran Mahmud Yunus dan relevansinya pada era revolusi industri 4.0. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini membahas mengenai konsep pembaharuan pendidikan dalam kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum di lembaga pendidikan Islam. Metode pengajaran yang integrated harus mewujudkan tujuan pendidikan dalam aspek pengetahuan kognitif (to know), mempraktikkannya (to do), menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari (to act), dan mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari (to life). Relevansi pembaharuan pendidikan Islam menurut Mahmud Yunus pada era revolusi Industri 4.0 terletak pada menyelaraskan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, klasifikasi materi pelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, metode yang digunakan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan jenjang usia, mengintegrated kurikulum dalam artian memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum serta lingkungan pendidikan yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter dalam mengasah kemampuan serta ke
p1-10 Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa Untuk Meningkatkan Nilai-nilai Kebaikan Serta Minat Belajar Diah Ayu
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah usaha atau proses bagi seseorang untuk berkembang dan berubah. Dengan pendidikan seseorang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, karena peranan pendidikan bagi manusia sangat penting yaitu untuk meningkatkan kemajuan. Oleh karena itu pendidikan dikatakan sebagai jembatan untuk mencapai apa yang diinginkan. Penerapannya dalam dunia pendidikan adalah peserta didik dituntut untuk dapat belajar dan berinteraksi dengan baik. Sehingga kemungkinan terabaikannya penerapan nilai-nilai seperti sopan santun, etika, moral, agama, kejujuran, toleransi dan sebagainya sangat rendah. Rendahnya nilai-nilai kebajikan tersebut harus dipertanggungjawabkan dengan cara pelaksanaan pendidikan karakter. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library), tujuan penggunaan metode ini terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum menurun sehingga membatasi peneliti dalam mengumpulkan data. Datanya secara langsung. Jenis metode ini menggunakan sumber dari buku, jurnal, artikel yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Selain menggunakan metode kepustakaan juga menggunakan metode wawancara (dengan kuesioner yang dibuat melalui Google form). Formulir Google akan dibagikan kepada siswa. Tujuannya adalah untuk mengetahui jawaban dari responden, dimana hasil akhir dari pengumpulan data yang terkumpul dideskripsikan oleh peneliti dalam bentuk kata-kata. Jenis metode yang terakhir adalah observasi, pengumpulan data dalam metode ini adalah melalui pendengaran atau penglihatan yang digunakan untuk mengamati masalah yang diamati. Setelah itu peneliti mencatat informasi yang disaksikan selama penelitian.
Korelasi Seni dan Agama Terhadap Perkembangan Islam yesika julia; Muhamad Sholihudin; Nabila Robiatul Adawiyah; Rika Aulia Fitriani
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni adalah kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi kepuasannya terhadap keindahan, dalam pengertian ini meliputi daya tarik, imajinasi, ekspresi, dan penghayatan emosional serta makna-makna yang universal dikaitkan dengan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Agama merupakan sumber norma dan nilai yang menjadi acuan bagi manusia dalam segala tindakannya, sehingga segala tindakan manusia merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan. Dalam konteks inilah makna yang paling dalam dari semua agama adalah pengalaman keilahian manusia, dan manusia menjadi pribadi justru karena keilahiannya. Metode yang digunakan penulisan artikel ini dengan menggunakan kajian kepustakaan atau library research. Adapun jenis data yang penulis gunakan dalam menyelesaikan penelitian ini dengan menggunakan data yang berbasis literatur, berupa data primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan menggunakan metode tematik. Rumusan masalah yang mendasari penulisan artikel ini adalah diharapkan dapat menjawab pertanyaan bagaimana sejarah seni-agama-agama, bagaimana prinsip-prinsip seni agama, bagaimana bentuk dan korelasi seni dalam agama-agama. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa seni yang sahih adalah seni yang bisa dapat mempertemukan secara sempurna antara keindahan dan al haq, karena itu keindahan adalah hakikat dari ciptaan ini dan al haq adalah puncak dari segala keindahan ini. Seni dapat menghubungkan keindahan sebagai nilai yang tergantung kepada seluruh kesahihan Islam itu sendiri, dimana menurut islam seni yang mempunyai nilai tertinggi adalah seni yang dapat mendoromg kearah ketaqwaan, kema’rufan dan moralitas tersebut. Kata Kunci: agama, seni, korelasi.
p1-8 PENERAPAN SABAR DAN SYUKUR DALAM KEHIDUPAN BERDASAR ILMU TASAWUF Nanda Andini; Naufal Kurniawan; Linda Sri Milarada Sanotoso
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai muslim hendaknya kita menerapkan perilaku sabar dan syukur dalam kehidupan sehari-hari untuk menyikapi nikmat maupun cobaan yang diberikan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sabar dan syukur beserta penerapannya dalam sehari-hari. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui manfaat dari penerapan sabar dan syukur dalam sehari-hari. Dalam penelitian ini kami mengguanakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber.
p1-6 STRATEGI MEMBENTUK KEDISIPLINAN SISWA MELALUI KULTUR SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 JENANGAN: PENDIDIKAN amir mukminin; Arif Rahman Hakim; Bagas Prastiyo Utomo; Prasti Rahayu
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan merupakan suatu sikap atau perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang terkait dengan keselarasanya dengan peraturan dan ketetapan yang diperoleh dari pelatihan yang dilakukan secara terus menerus. Dalam dunia pendidikan kedisplinan merupakan salah satu tujuan dari pendidikan itu sendiri yaitu membentuk pribadi peserta didik yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi membentuk kedisiplinan siswa melalui kultur sekolah di SMP Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model miles & huberman yang terdisi dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembentukan kedisiplinan siswa di SMPN 1 Jenangan dilaksanakan melalui membangun hubungan harmonis antar warga sekolah, dengan melalui penerapan pola perilaku 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun), upacara-upacara, dan nilai-nilai atau keyakinan yang dianut warga sekolah. Strategi dalam pembentukan kedisiplinan siswa di sekolah mencakup segala hal yang dapat mempengaruhi siswa untuk membantu mereka agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan sekolah.
p1-7 KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA SEKOLAH BERBASIS ASRAMA: PENDIDIKAN anisa agustanti
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat disayangkan jika siswa yang memiliki kesempatan sekolah diasrama tapi tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi sedangkan siswa tersebut memiliki banyak kesempatan untuk belajar tentang kehidupan selama berada diasrama tidak hanya akademik saja tapi non akademik juga siswa pelajari dalam waktu 24 jam selama tinggal diasrama. Hal in menjadi sangat penting untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena mereka berada pada kondisi yang jauh dari lingkungan keluarga harapannya bisa hidup lebih mandiri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dengan cara mengasah kemampuan keterampilan sosial bisa dengan memulai membuka diri, memahami orang lain dan mempunyai keterampilan dalam berinteraksi dengan orang lain secara baik dengan begitu teman sebayanya akan menerimanya untuk memberikan dukungan sosial sehingga siswa merasa diterima oleh teman sebaya yang menjadikan siswa tersebut lebih percaya diri
PENGARUH PERGANTIAN KURIKULUM KTSP MENJADI KURIKULUM 2013 Naufal Naufal
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Curriculum as a written plan of learning (educational document). The curriculum as a written plan has a certain format. In Indonesia, we know the matrix format used by the 1975 curriculum, the 1986 curriculum, the 1994 curriculum, and so on Changes in the curriculum from the original KTSP to the 2013 curriculum caused many changes and influences in learning. The goal to be achieved in this study is to analyze the effect of changing the KTSP curriculum to K13 in elementary schools. With the interview method at one of the teachers and educational institutions, it is hoped that this can be used as an analysis for this curriculum change. This research was motivated by the implementation of the 2013 curriculum at all levels of education, both at the elementary, junior high, and high school levels. Teachers face many problems in implementing the 2013 curriculum, especially the revised 2013 curriculum applied at MIM 11 Sumberagung. This research is a qualitative research with descriptive method. This study aims to identify problems faced by teachers in implementing the revised 2013 curriculum in elementary schools. This study concludes that not all problems faced by teachers are due to errors in the 2013 curriculum, but teachers must also be able to maximize their professional abilities to answer the challenges in the 2013 curriculum. Keywords: Curriculum Change, KTSP Curriculum, 2013 Curriculum. Abstrak Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis tentang pembelajaran (dokumen pendidikan). kurikulum sebagai suatu rencana tertulis memiliku format tertentu. Di Indonesia kita mengenal format matriks yang digunakan kurikulum 1975, kurikulum 1986, kurikulum 1994, dan seterusnya. Peruabahan kurikulum yang semula KTSP menjadi kurikulum 2013 menimbulkan banyak perubahan dan pengaruh dalam pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pergantian kurikulum KTSP mejadi K13 pada sekolah dasar. Dengan metode wawancara pada salah satu guru dan lembaga pendidikan diharapkan mampu dijadikan analisis pada pergantian kurikum ini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejak diberlakukannya kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, sampai dengan SMA. Guru banyak menghadapi masalah dalam penerapan kurikulum 2013, khusunya kurikulum 2013 revisi yang diterapkan di MIM 11 Sumberagung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan masalah yang dihadapi guru dalam penerapan kurikulum 2013 revisi di SD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak semua masalah yang dihadapi guru karena kesalahan di dalam kurikupum 2013, tetapi guru juga harus mampu memaksimalkan kemampuan profesionalnya untuk menjawab tantangan-tantangan di dalam kurikulum 2013. Kata Kunci: Perubahan Kurikulum, Kurikulum KTSP, Kurikulum 2013
DINAMIKA PERKEMBANGAN SPIRITUAL KAUM GAY: pendidikan sita anna janti; azzam syukur rahmatullah
Islamic Education and Counseling Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gay in its current development is starting to be seen in social media circles in the sense that it is men who like men or commonly abbreviated as (MSM). Gays have different psychological and spiritual developments. The purpose of this research is to find out the spiritual development of gays. This study uses a qualitative approach to 1 respondent and 5 respondents from YouTube. The data collection techniques used were interviews, observations and field notes. The results of the research showed that some people felt gay since childhood and some felt that they were developing into adulthood. Gays feel that their differences are different from other people. Since they were small, spiritually they still play the role of a man, but psychologically they are different people. Feelings of liking and loving do not grow in a woman at all. The results of this research were carried out directly or in the field, all of these gays experienced development and confusion or cognitive dissonance, they had doubts in their hearts where there was turmoil and felt that they were aware that what they were doing was wrong. only at the level of rituality. Therefore, the researcher wants to directly examine the spiritual development of gays, which in the future can provide a little knowledge for other people.
Pj GAMBARAN PROSES ADAPTASI SANTRI BARU PADA PERATURAN PONDOK PESANTREN: pendidikan Didin Hafidhuddin; Faqih Rabbani; Nanang Nazril; Abdulloh Azzam Robbani; Akhmad Zamroni
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren merupakan tempat pembelajaran dimana para santri tinggal bersama-sama dibawah bimbingan guru (kiai). Lingkungan dan peraturan pesantren memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan lingkungan rumah para santri. Santri baru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Para santri baru yang didominasi oleh remaja memiliki dinamika pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupannya, sehingga mereka dituntut untuk selalu beradaptasi dari berbagai kondisi dan pengalaman dalam Pondok Pesantren. Dalam proses adaptasi, para santri masih rentan mengalami permasalahan di tahun pertama, sehingga beberapa santri mengundurkan diri, dan ada yang tetap bertahan dalam keterpaksaan. Keterpaksaan para santri dalam proses adaptasi dapat berdampak buruk pada perilaku diri yang tidak terarah dan hasil belajar yang buruk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran para santri baru dalam proses adaptasi dengan peraturan yang terdapat dalam pondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review (studi literatur) yang menggunakan acuan jurnal referensi sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri baru masih kesulitan dalam adaptasi sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat beradaptasi terhadap kegiatan pondok pesantren, serta membutuhkan proses dalam membaur dengan kegiatan dan peraturan yang ada di Pondok Pesantren. Implikasi pada penelitian ini yaitu diharapkan memberikan gambaran proses adaptasi santri baru, faktor penyebab dan strategi yang dilakukan agar santri baru dapat beradaptasi dengan peraturan pondok pesantren.
Pj FAKTOR-FAKTOR PENDORONG SELF HARM PADA SANTRI REMAJA PUTRI: pendidikan Almas Azimatun Qonita; Aisyah Shidiqoh; Ridla Surya Ramadlani; Weidya Cahya Wulandar; Anisa Agustanti
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang berpeluang terjadi banyak krisis akibat fluktuasi hormon, perubahan fisik dan psikologis, serta sosial. Krisis ini terutama dapat terjadi apabila pada usia dini, masa kanak-kanak, hingga pra-remaja, seorang individu kurang mendapatkan penguatan yang dibutuhkannya. Adapun remaja yang telah kokoh sejak kecil, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjadi remaja yang tuntas, yang dapat disebut dengan istilah lebih indah, yakni pemuda. Di Indonesia, ada sistem pendidikan alternatif yang sangat menjanjikan dan dipercaya banyak orang, yakni Pondok Pesantren. Di pesantren, ada banyak dinamika yang akan dialami santri. Banyak budaya khas pesantren yang menuntut santri untuk segera menyesuaikan diri dan berjuang lebih keras daripada remaja lain yang tidak berstatus santri. Santri remaja yang gagal atau kesulitan beradaptasi, ada yang kemudian melakukan perilaku self harm. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong santri melakukan perilaku self harm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dan setelah dilakukan telaah bahan studi, ditambah dengan data faktual dari guru BK di pondok pesantren, ditemukan bahwa faktor penyebab perilaku self harm di kalangan santri remaja putri, antara lain masalah regulasi emosi, kesepian, kecemasan pada berbagai hal, dan juga faktor biologis (genetik). Adapun salah satu solusi atau terapi yang dapat diberikan adalah Emotion focused coping, fokus pada masalah yang membuat stress dan merubahnya menjadi sesuatu hal positif. Jika kontrol emosi sudah baik, itu akan membantu dalam bersosialisasi, sehingga menghindarkan dari kesepian yang menjadi faktor penyebab utama self harm.