cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
MENGUKUR EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN FISIKA CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Nur Komalasari; Chaerul Rochman; Dindin Nasrudin; Supriatna Supriatna
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.383 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13733

Abstract

ABSTRAKPembelajaran fisika di tingkat SMK kurang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang biasa digunakan dalam pembelajaran di kelas adalah model Contextual Teaching Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengunaan model CTL pada proses pembelajaran fisika. Untuk mengukur efektivitas penggunaan proses pembelajaran CTL digunakan penilaian dengan teknik Authentic Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS). Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian kelas X RPL 1 dan X RPL 2 SMK Bakti Nusantara 666. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Tingkat konsentrasi belajar dan pendalaman materi fisika setiap peserta didik bervariasi. (2) Kurang sesuai antara rancangan dan tujuan pembelajaran yang disiapkan guru dengan capaian tujuan pembelajaran peserta didik. Hasilnya menunjukkan kurang efektif, berada pada kategori kurang tinggi dengan rata-rata 57,14 dan 59,29. (3) Proses pembelajaran fisika CTL berdasarkan sintaks menunjukkan kurang efektif, berada pada kategori kurang tinggi dengan rata-rata 58,5 dan 61,5. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan AABTLT with SAS untuk mata pelajaran yang lain.Kata Kunci: AABTLT with SAS; Contextual Teaching and Learning; Efektivitas Proses PembelajaranABSTRACTPhysics learning at SMK level is less related to daily life. One of the models commonly used in classroom learning is the Contextual Teaching Learning (CTL) model. This study aims to determine the effectiveness of using CTL model in physics learning process. To measure the effectiveness of the use of CTL learning process used assessment with Authentic Assessment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) technique with Student Activity Sheet (SAS). This study used quashes experimental method of X class RPL 1 and X RPL 2 SMK Bakti Nusantara 666 study. The result concluded that (1) the level of learning concentration and the deepening of the physics of each learner varied. (2) Less appropriate between the design and learning objectives prepared by the teacher with the achievement of learning goals of learners. The results show less effective, are in the less high category with an average of 57,14 and 59,29 (3) CTL physics learning process based on syntax shows less effective, is in the category of less high with an average of 58,5 and 61,5. The results of this study recommend the application of AABTLT with SAS for other subjects.Keywords: AABTLT with SAS; Contextual Teaching and Learning; Effectiveness of Learning Process.
Penerapan Argumentation-Based Science Inquiry (ABSI) dalam Upaya Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Silvanti Fitria Anggraeni
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 2 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.481 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i2.41792

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik agar dapat mengikuti tantangan arus globalisasi di abad 21, salah satu cara untuk melatihkan literasi sains adalah melalui pendidikan formal menggunakan model pembelajaran yang sesuai. Model pembelajaran Argumentation-Based Science Inquiry (ABSI) merupakan integrasi antara proses inkuiri dengan argumentasi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan Argumentation-Based Science Inquiry (ABSI) terhadap peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik, dan bagaimana keterlaksanaan pembelajaran ABSI. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain pretest-posttest one group. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes soal literasi sains berupa 25 butir soal pilihan ganda, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Sampel penelitian ini yaitu 34 peserta didik kelas XI MIPA yang dipilih menggunakan simple random sampling. Berdasarkan data yang diperoleh, keterlaksanaan kegiatan pembelajaran terlaksana dengan kategori hampir seluruhnya terlaksana, dan peningkatan literasi sains yang dianalisis menggunaan N-gain menunjukkan peningkatan dengan kategori sedang.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Mengomunikasikan Hasil Percobaan melalui Model Pembelajaran Inquiry Lab pada Materi Fluida Statis Malinda Riwi Anugrah Putri; Muslim Muslim; Unang Purwana; Karyawan Karyawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.79 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengomunikasikan hasil percobaan melalui model pembelajaran inquiry lab pada materi fluida statis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian sebanyak 33 siswa kelas XI MIPA 7 SMA Negeri 4 Bandung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penilaian laporan hasil percobaan. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I keterlaksanaan pembelajaran inquiry lab sebesar 86,4%. Kemampuan siswa dalam mengomunikasikan hasil percobaan diperoleh 33,3% tuntas dan 66,7% belum tuntas dengan rata-rata nilai 63,4. Pada siklus II keterlaksanaan pembelajaran inquiry lab diperoleh 93,8%, Kemampuan siswa dalam mengomunikasikan hasil percobaan diperoleh 90,1% tuntas dan 9,1% belum tuntas dengan rata-rata nilai 88,2. Dengan merujuk pada kategori ketercapaian indikator jika 70% siswa mencapai nilai rata-rata 70, maka pada pada siklus II indikator kemampuan mengomunikasikan hasil percobaan telah tercapai. Kemampuan siswa dalam mengomunikasikan hasil percobaan meningkat dari siklus I ke siklus II melalui model pembelajaran inquiry lab. Kata Kunci: Kemampuan mengomunikasikan hasil percobaan, inquiry lab.     ABSTRACT This study aims to improve students' ability to communicate the results of experiments through the lab inquiry learning model on static fluid material. This research is a classroom action research with 33 subjects of class XI MIPA 7 Senior High School 4 Bandung in Odd Semester Academic Year 2018/2019. Data collecting techniques are carried out by observing and evaluating experimental report results. The data are analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the research showed, in the first cycle the implementation of lab inquiry learning reached 86.4%. Students' ability to communicate the results of the experiment was 33.3% complete and 66.7% had not been completed with the average score 63.4. In the second cycle, the implementation of lab inquiry learning reached 93.8%, the ability of students to communicate the experimental results obtained 90.1% complete and 9.1% have not been completed with average score 88.2. By referring to the category of  indicator achievement if 70% of students reach the average score 70, then in the second cycle the indicator of the ability to communicate the results of the experiment has been achieved. Students' ability to communicate the results of the experiment increased from cycle I to cycle II through the lab inquiry learning model. Keywords: the ability to communicate experimental results, inquiry lab
Profil Hambatan Belajar Epistemologis Siswa SMA pada Materi Gelombang Bunyi Fajar Pagun Saepudin; Heni Rusnayati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.304 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20202

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil Hambatan Epistemelogis siswa dalam mata pelajaran fisika, khususnya pada materi gelombang bunyi yang dialami oleh siswa SMA di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskriptif Kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tujuh butir soal uraian yang mencakup konsep-konsep gelombang bunyi yang diberikan kepada siswa di salah satu SMA di Kota Bandung yang telah mempelajari materi gelombang bunyi. Hasil studi ini menunjukan bahwa hambatan yang dialami siswa adalah tidak dapat:  membuktikan rumusan pipa organa (100%), menggunakan konsep efek doppler untuk menyelesaikan permasalahan fisika (95%), menentukan nilai intensitas bunyi (95%), menjelaskan hubungan antara panjang pipa organa dan gelombang bunyi (90%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum siswa masih mengalami hambatan dalam mempelajari materi gelombang bunyi khususnya dalam membuktikan rumusan pipa organa. Sehingga peneliti memerlukan upaya untuk meminimalisir hambatan epistemologis yang dialami oleh siswa, dengan penelitian dengan metode DDR (Didactical Design Research). Kata kunci: Gelombang Bunyi, Hambatan Belajar, Hambatan Epistemologi ABSTRACT The purpose of this study is to find out the profile of the epistemological learning obstacles of students in physics subjects, especially in sound wave material experienced by high school students in the city of Bandung. The research method used is Qualitative Descriptive Research. The instruments used are seven item open-ended question which includes the concepts of sound waves given to students in one of the high schools in Bandung who have studied sound wave material. The results of this study indicate that the obstacle experienced by students are unable to: prove organa pipe formulation (100%), use the concept of doppler effects to solve physical problems (95%), determine the sound intensity value (95%), explain the relationship between organa pipe length and sound waves (90%). Thus it can be concluded that in general students still experience obstacles in learning sound wave material, especially in proving the organa pipe formulation. so that researchers need an effort to minimize the epistemological learning obstacles experienced by students, with research using the DDR method (Didactical Design Research).Keywords: Sound Wave, Learning Obstacle, Epistemological Learning Obstacle
PENERAPAN METODE SCIENCE LITERACY CIRCLES (SLC) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SMP W. Trie Seno Ajie; T. Ramlan Ramalis; W. Liliawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.697 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4889

Abstract

Materi astronomi tidak maksimal diajarkan kepada siswa, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan literasi sains khususnya dalam materi astronomi. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan cara menerapkan metode pembelajaran SLC. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan SLC siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan tiap anggota kelompok memilih peran. Peran untuk masing-masing siswa dalam metode SLC, dapat membangun rasa tanggung jawab dari setiap peran. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Hasil yang didapatkan setelah diimplementasikannya metode SLC dalam pembelajaran adalah literasi sains siswa untuk keseluruhan aspeknya meningkat dengan indeks gain yang dinormalisasi g = 0,59 dan rata-rata nilai karakter berkembang dengan kriteria antara mulai berkembang dan membudaya. Kesimpulan yang didapat, pembelajaran dengan penerapan metode SLC dapat meningkatkan literasi sains siswa SMP serta mengembangkan karakter siswa.Astronomy content is not given in maximal to students, so that the science literacy skills is low especially in astronomy. Solution for the problem is to apply the learning SLC method. In learning activities using the SLC, the students divided into small groups and each group member pick their respective roles. Roles for each student in the SLC method, can build a sense of responsibility of each role. Research design used is one group pretest-posttest design. The results after implementation of the SLC method in learning is that students are science literacy for all its aspects with normalized gain g = 0,59 and the character average that evolved with the criteria of began to develop and entrenched. The conclusion, learning the application of SLC method can improve the science literacy of students and junior high students build character.
Bagian Depan WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2020 Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.108 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.30342

Abstract

Bagian Depan WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2020
MEMASYARAKATKAN PERAN TEKNIK INFORMATIKA DALAM PENYELESAIAN PERSOALAN FISIS DAN MATEMATIKA DI SMAN 1 PANGALENGAN Suka P. Pandia; Ratih Hadiantini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.574 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4907

Abstract

Sebagian besar siswa sekolah menengah atas merasa pelajaran matematika dan fisika adalah matapelajaran yang sulit. Paradigma yang mereka miliki ini dapat menyebabkan turunnya minat dan motivasimereka dalam mempelajari fisika dan matematika. Sedangkan, motivasi adalah unsur penting dalamkeberhasilan siswa dalam menguasai materi ajar yang disampaikan. Apabila siswa memiliki motivasi yangtinggi, maka besar kemungkinan hasil belajar yang diperoleh juga lebih maksimal. Penelitian ini bertujuanuntuk memberikan wawasan baru bagi siswa-siswa di SMA Negeri 1 Pangalengan berkaitan dengan peranteknik informatika dalam menolong siswa dalam memahami materi gelombang. Kegiatan yang dilakukanadalah meminta siswa memberikan tanggapan terhadap pembelajaran matematika dan fisika. Selanjutnyadiberikan materi ajar berkaitan dengan topik gelombang yang di dalamnya diberikan cara mensimulasikangelombang dengan visual basic, sehingga siswa-siswa melihat secara langsung.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN Linda Sari; Rita Juliani; Evi Juliani
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.521 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.9861

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu Dan Kalor Di Kelas X Semester II SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan T.P 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yang diambil dengan teknik  random sampling yaitu X MIA-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 orang yang diberikan perlakuan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dan kelas X MIA-5 sebagai kelas kontrol berjumlah 30 orang yang diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa essay test sebanyak 7 soal. Hasil analisis data pretes kedua kelas menunjukan kedua kelas berdistribusi normal dan homogen serta memiliki kemampuan awal yang sama. Nilai rata-rata postes kelas eksperimen 73 dan nilai rata-rata kelas kontrol 62,02. Berdasarkan analisis data postes bahwa data berdistribusi normal, homogen dan uji t satu pihak menunjukkan ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu Dan Kalor Di Kelas X Semester II SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan T.P 2016/2017.  Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry); Hasil Belajar; Suhu dan Kalor ABSTRACT The aims of this research tofind the effect of guided inquiry learning model to the learning outcomes on the subject matter temperature and heat of class x semester II in state high school 1 of Percut Sei Tuan T.P. 2016/2017. This type of research is quasi experiment with design two group pre-test dan post-test. The study population was all class X state high school 1 Percut Sei Tuan divided into 5 classes. The study sample consisted of 2 classes were taken at random cluster sampling technique that is X MIA-1 as experiment class which amounted to 30 people who were given treatment of Guided Inquiry model and X class MIA-5 as control class amounted to 30 people who were treated conventional learning. The research instrument is essay test of 7 questions. The results of pretest data analysis of both classes show that both classes are normal and homogeneous distributed and have the same initial capability. Average grade of experimental class postes and average grade of control class 62,02. Based on postes data analysis that normal distributed data, homogenous and t test one side showed there is significant difference due to the effect of guided inquiry model to the learning outcomes on the subject matter temperature and heat of class x semester II in state high school 1 of Percut Sei Tuan T.P. 2016/2017 Keywords: Guided Inquiry; Learning Outcomes; Temperature and Heat       
DISAIN DIDAKTIS PADA MATERI TEKANAN HIDROSTATIS BERDASARKAN HAMBATAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 CILILIN Heni Rusnayati; Edah Nur Syamsiah; Chaerul Rochman
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.497 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8278

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN I cililin kelas XI Kabupaten Bandung Barat melalui wawancara ditemukan hambatan belajar pada materi Hukum Fluida Statis. Beberapa kesulitan yang terjadi pada peserta didik diantaranya motivasi belajar peserta didik yang kurang, kemampuan menggunakan persamaan Fisika dalam menyelesaikan masalah dan kemampuan menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hambatan peserta didik, serta menentukan desain didaktis yang akan digunakan untuk meminimalisir hambatan belajar peserta didik pada materi fluida statis.Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Cililin, sample penelitian sebanyak 146 ditentukan dengan metode random sampling. Desainyang dikembangkan adalah Desain Didactical Research(DDR) dengan metode kualitatif deskriptif yang terdiri dari analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, analisis metapedadidaktis dan analisis restrospektif. DDR ini di implementasikan ke tiga kelas yang berbeda dan kecenderungan memiliki karakteristik yang sama. Hasil penelitian dengan menggunakan DDR menunjukan hambatan pada penguasaan konsep tekanan, mengformulasikan persamaan tekanan hidrostatis, merngkonversi suatu besaran ke besaran yang lain dan menerapankan konsep tekanan hidrostatik dalam kehidupan sehari hari dapat di minimalisir.Kata Kunci: Desain Didaktis, Hambatan Belajar, Hukum Fluida Statis
Penyusunan E-book Fisika SMA Berbasis Multi Representasi menggunakan Platform Storyline 3 pada Materi Getaran Harmonik Sederhana Resi Helina Sari; Unang Purwana; Ika Mustika Sari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.587 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32459

Abstract

Perkembangan teknologi memiliki pengaruh dibidang pendidikan. Pengaruh perkembangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan implementasi pendidikan guna mengembangkan bahan ajar. Didalam proses pembelajaran, bahan ajar adalah hal yang sangat penting karena bahan ajar adalah sumber informasi belajar bagi peserta didik. Saat ini pengembangan bahan ajar banyak dilakukan, salah satunya dengan membuat bahan ajar elektronik atau e-book. Pada penelitian ini, akan dikembangkan e-book yang berbasis multi representasi pada materi getaran harmonik sederhana. Penelitian dilatarbelakangi oleh anggapan peserta didik bahwa fisika itu sulit, sehingga diperlukan pengembangan bahan ajar dalam pembelajarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE melalui 5 tahapan; Analysis, Desgin, Development, Implementation dan Evaluation. Penyusunan e-book dilakukan berdarakan hasil angket kebutuhan buku ajar dan angket penggunaan buku ajar. Hasil validasi konten dan media e-book terkualifikasi “baik” dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Tingkat keterbacaan e-book sebesar 90,44% dan peserta didik juga merespon e-book ini dengan respon yang positif. Kata kunci : ADDIE, e-book, getaran harmonik sederhana  ABSTRACT Technological developments have an influence in the field of education. The influence of these developments can be used to improve the implementation of education in order to develop teaching materials. Technological developments have an influence in the field of education. The influence of these developments can be used to improve the implementation of education in order to develop teaching materials. In the learning process, teaching materials are very important because teaching materials are a source of learning information for students. Currently, the development of many teaching materials is done, one of which is by making electronic teaching materials or e-books. In this research, an e-book will be developed based on multiple representations on simple harmonic osilation material. Research is motivated by the assumption of students that physics is difficult, so it is necessary to develop teaching materials in learning. The research method used is Research and Development (RD) with the ADDIE model through 5 stages; Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The e-book was prepared based on the results of a questionnaire on the need for textbooks and a questionnaire on the use of textbooks. The results of the content validation and e-book media are qualified "good" and suitable for use in learning. The e-book readability rate is 90.44% and students also respond to this e-book with a positive response. Key word : ADDIE, e-book, simple harmonic osilation

Page 6 of 22 | Total Record : 216