cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENALARAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI EVALUASI TEKNIK RANKING TASK PADA MATA KULIAH LISTRIK MAGNET 1 Diah Mulhayatiah; Herni Yuniarti Suhendi; Vita Oktaviani
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.859 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4865

Abstract

Pendidikan yang berkualitas dan mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa sehingga mampu menghadapi dan memecahkan problematika kehidupan.Pendidikan IPA merupakan bagian dari pendidikan formal yang semestinya ikut memberi kontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penalaran mahasiswa melalui evaluasi teknik ranking task, hasil belajar mahasiswa melalui evaluasi teknik rangking task, dan hubungan antara tingkat penalaran dengan hasil belajar mahasiswa melalui evaluasi teknik rangking task. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan mengunakan sampel 1 kelas dari 2 kelas Program Studi Pendidikan Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengambil mata kuliah Listrik Magnet 1 dengan teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan tes tertulis. Aktivitas dosen dan mahasiswa selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran collaborative ranking task mengalami peningkatan pada tiap pertemuan. Hasil tingkat penalaran mahasiswa yang diukur dengan teknik ranking task dalam penelitian ini diperoleh rata-rata nilai berkategori baik. Hasil belajar mahasiswadalam penelitian ini dengan menggunakan tes tulis berbentuk multiple choice diperoleh rata-rata nilai berkategori baik. Hubungan hasil tingkat penalaran dengan hasil belajar mahasiswa menunjukkan harga korelasi 0,212 yang berkategori lemah.
Studi Kasus Keterampilan Berpikir Kritis Open-Ended Test pada Materi Gerak Harmonik Esti Maras Istiqlal
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.908 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23437

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI di SMAN 27 Garut pada materi gerak harmonik. Berpikir kritis merupakan pemikiran masuk akal dan reflektif yang berfokus pada pengambilan keputusan tentang apa yang harus dipercaya atau dilakukan. Penelitian ini terdiri dari 30 orang yang terdiri dari 19 orang perempuan dan 11 orang laki-laki. Metode penelitian ini merupakan studi kasus single case dimana penelitian dilakukan untuk meneliti kondisi dan situasi yang sedang terjadi, sehingga memberikan gambaran berdasarkan fakta yang dijumpai di lapangan bertujuan untuk mencari keterangan secara faktual. Masalah yang diteliti yaitu keterampilan berpikir kritis dan motivasi siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan berpikir kritis dengan soal essay sebanyak 4 soal. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa pada setiap indikator dengan persentase untuk indikator mencontohkan (72.22%), mendeskripsikan menyimpulkan (55.56%), menafsirkan (41,67), membandingkan (47,22%), menjelaskan (57.64 %) menentukan (72.22 %) dan mengklasifikasikan (61.11 %). Dari hasil penelitian tersebut beberapa indikator dari keterampilan berpikir siswa masih rendah.  ABSTRACT This study aims to determine the critical thinking skills of class XI students in one of the high schools in Garut district on harmonic motion material. Critical thinking is sensible and reflective thinking that focuses on making decisions about what to believe or do. This research consisted of 30 people consisting of 19 women and 11 men. This research method is a single case case study where research is conducted to examine the conditions and situations that are happening, so as to provide a picture based on the facts found in the field aimed at finding information factually. The problems studied were critical thinking skills and student motivation. The instrument used in this study was a critical thinking skills test with 4 question essays. The low critical thinking skills of students on each indicator with the percentage for indicators exemplifying (72.22%), describing conclusions (55.56%), interpreting (41.67), comparing (47.22%), explaining (57.64%) determining (72.22%) and classifying (61.11%). From the results of these studies several indicators of students' thinking skills are still low. Kata kunci: Gerak Harmonik Sederhana, Keterampilan berpikir kritis, Open-ended Test
Pengaruh Pola Scaffolding terhadap Kemampuan Analogi Siswa D. Destiawaty; Hikmat Hikmat; R. Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.764 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4893

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Pola Hubungan antara Pola Scaffolding dengan Kemampuan Analogi Siswa pada Tes Mata Pelajaran Fisika” yang dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa untuk menyelesaikan soal fisika yang memiliki konteks yang berbeda dengan contoh soal dan soal latihan yang telah diberikan sebelumnya sebagai gambaran bahwa kemampuan analogi siswa yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola scaffolding yang dapat memberikan dampak terhadap kemampuan analogi siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Sedangkan desain penelitian yang digunakan yaitu empat kelas yang diberikan perlakuan berbeda pada saat pemberian dua kali tes. Satu kelas sebagai kelas kontrol dan tiga kelas sebagai kelas eksperimen yang diberikan pola scaffolding. Sampel penelitian terdiri dari empat kelas dengan jumlah siswa 37 orang tiap kelas. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dua tipe soal isomorfik dan berita acara pelaksanaan tes. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga pola scaffolding yang digunakan memberikan pengaruh terhadap kemampuan analogi siswa.Has done research on " Relation Pattern between Pattern of Scaffolding with Ability of Studens Analogy at Physics Subject Test" are motivated by the difficulty of students to solve physics problem that has a different context with examples of questions and practice questions that have been previously given as an illustration that the ability of students analogy was low. The purpose of this research was to determine the pattern of scaffolding that may impact on the ability of students analogy. The method used is descriptive-analysis method. While the study design used the four classes are given different treatment at the time of the test twice. One class as the control class and three classes for a given experimental class scaffolding patterns. Study sample consisted of four classes with 37 people the number of students per class. Data is collected using two types of test instruments and news about events isomorphic test execution. The study states that the three patterns of scaffolding being used to give effect to the analogy of student ability.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN WRITING TO LEARN MENGGUNAKAN FORMAT TULISAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SMA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI Alvin Syahrul Fauzan; Parlindungan Sinaga; Unang Purwana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.404 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.27158

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki keefektifan strategi writing to learn dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan komunikasi siswa serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pretest-posttest control grup design dan dilaksanakan di salah satu SMA di Kota Bandung, Jawa Barat. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif adalah soal tes pilihan ganda berjumlah 20 butir sedangkan instrumen untuk mengukur keterampilan komunikasi adalah tugas menulis berupa jurnal pembelajaran. Hasil analisis menggunakan presentase gain dinormalisasi menunjukkan bahwa penerapan strategi writing to learn dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan komunikasi dengan kategori sedang. Hasil uji statistik juga menunjukan bahwa strategi writing to learn lebih efektif dalam meningkatkan kognitif siswa. Adapun hubungan antara kemampuan kognitif dan keterampilan komunikasi berdasarkan hasil analisis uji korelasi tergolong dalam kriteria rendah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DIPADUKAN DENGAN STRATEGI COOPERATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA Dwi Ratnaningdyah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.827 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.5043

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen semu mengenai penerapan model pembelajaran novick yang dipadukan dengan strategi cooperative problem solving (CPS) untuk menguji keefektivitasannya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada topik arus listrik searah. Masalah yang ditemukan di lapangan adalah siswa masih sering menghafal rumus dan sering kali hanya menyelesaikan soal-soal hitungan saja. Dengan kata lain, kemampuan pemecahan masalah fisika siswa masih lemah. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XII di salah satu SMA di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model novick dipadukan dengan strategi CPS sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran dengan model novick yang dipadukan dengan strategi individual problem solving (IPS). Dari perbandingan rata-rata gain yang dinormalisasi n-gain dari tes kemampuan pemecahan masalah, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran novick yang dipadukan dengan strategi CPS lebih signifikan dengan tingkat keyakinan 95% dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA pada topik arus listrik searah dibandingkan jika dipadukan dengan strategi IPS.Kata Kunci: model pembelajaran novick, strategi cooperative problem solving (CPS), kemampuan pemecahan masalah Quasi-experimental research has been done on the application of Novick learning models combined with cooperative problem solving (CPS) strategy to test the effectiveness in improving students’ problem-solving abilities on the topic of electric direct current. The problems were found in the field is students often just memorize the formulas of physics and they often just do the mathematical of written tests, and they don’t get the concepts of the tests. In other words, the students' physics problem-solving ability is still weak. This research was conducted to students class XII in one of senior high school in Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra with pretest-posttest control group design. The experimental group was applied by Novick learning model combined with CPS strategy while the control group was applied by Novick learning model combined with individual problem solving (IPS) strategies. Based on the comparison of the average of normalized gain n-gain of problem-solving test, it can be concluded that the Novick learning model combined with CPS strategies is more significant than if it’s combined with IPS strategy with 95% level of confidence to improve the senior high school students’ physics problem solving ability on the topic of electric direct current.Keywords: novick learning model, cooperative problem solving (CPS) strategy, problem solving ability
Pengembangan Alat Praktikum Konduktivitas Termal Zat Cair pada Geometri Silinder Berbasis Sensor Suhu Sabana Asmi; Sukirman Sukirman; Supriyadi Supriyadi; Sulhadi Sulhadi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.347 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32384

Abstract

Praktikum untuk menentukan nilai konduktivitas termal zat cair pada geometri silinder masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu merancang alat praktikum konduktivitas termal zat cair pada geometri silinder berbasis sensor suhu. Alat praktikum yang dirancang terdiri dari (1) tabung isolator berbentuk silinder, (2) elemen pemanas berbentuk silinder, (3) sumber tegangan AC, (4) sensor suhu digital, dan (5) material cair yang akan diukur nilai konduktivitas termalnya. Data profil distribusi temperatur yang diperoleh kemudian digunakan untuk menghitung nilai konduktivitas termal zat cair. Adapun nilai konduktivitas termal air pada suhu ruang 31°C diukur menggunakan alat praktikum yang dikembangkan yaitu 0.60 Wm-1K-1. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat praktikum konduktivitas termal zat cair pada geometri silinder yang dikembangkan tidak dapat secara langsung mengukur nilai konduktivitas termal zat cair. Namun, alat praktikum yang dikembangkan dapat mengukur secara langsung profil distribusi temperatur zat cair pada geometri silinder. Kata kunci : geometri silinder, konduktivitas termal, praktikum, sensor suhu, zat cair ABSTRACT Practicum to determine the value of  thermal conductivity of liquid in cylinder geometry is still rarely done. The purpose of this research is to design a liquid thermal conductivity practicum instrument on a temperature sensor-based cylinder geometry. The practicum instrument that is designed consists of (1) a cylindrical insulator tube, (2) a cylindrical heating element, (3) an AC voltage source, (4) a digital temperature sensor, and (5) a liquid material for which the thermal conductivity value will be measured. The temperature distribution profile data obtained are then used to calculate the value of the thermal conductivity of the liquid. The value of the thermal conductivity of water at room temperature of 31°C was measured using the developed practicum instrument is 0.60 Wm-1K-1. Based on the research results, it can be concluded that the liquid thermal conductivity practicum instrument in the cylinder geometry that was developed cannot directly measure the value of the thermal conductivity of the liquid. However, the developed practicum instrument can directly measure the temperature distribution profile of the liquid in the cylinder geometry.  Kata kunci : cylinder geometry, liquid, practicum, temperature sensor, thermal conductivity
SOCRATIC METHOD: METODE PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI Surya Gumilar; Deni Moh Budiman
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.895 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10931

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan Socratic Method dalam meningkatkan keterampilan berargumentasi mahasiswa calon guru IPA SD. Tahapan metode pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari empat tahap yang meliputi elicit, clarify, test, dan decide. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan desain Non-equivalent Control Group. Untuk mengetahui efektivitas perlakuan, kedua kelompok diberikan pretes dan postes masing-masing sebanyak satu kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki perbedaan rata-rata antara pretes-postes yang signifikan untuk keterampilan berargumentasi berdasarkan uji Wilcoxon (sig 0.05). Selain itu, perbedaan rata-rata postes-postes (eksperimen terhadap kontrol) juga signifikan berbeda beradasarkan uji Withney U (sig 0.05). Sedangkan untuk efektivitas perlakukan kelompok eksperimen (0.68) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (0.46). Secara keseluruhan, penerapan Socratic Method dapat meningkatkan keterampilan berargumentasi mahasiswa.  Kata Kunci:  Socratic Method; Keterampilan berargumentasi AbstractThe purpose of this research is to describe implementation of Socratic Method in increasing student’s argumentation skill of pre-service of primary science teacher. The learning syntax in this research consists of four stages namely elicit, clarify, test, and decide.  The research method used in this research is Quasy Experiment with Non-equivalent Control Group Design. To know effectiveness of treatment, two groups are given one pretest and posttest. The result of the research shows that two groups have mean difference of pretest-posttest is significantly different for argumentation skill based on Wilcoxon test (sig 0.05). In addition, the mean difference of posttest-posttest (experiment to control group) is also significantly different based on Withney U test (sig 0.05). Meanwhile for effectiveness of treatment on experiment group (0.68) is higher than control group (0.46). Over all, implementation of Socratic Method can increase the student’s argumentation skill. Keywords:  Socratic Method; Argumentation Skill
Analisis Struktur Pengetahuan Tekanan Hidrostatis Peserta Didik SMA Menggunakan Pathfinder Networks Denni Yulius Girsang
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.046 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.30612

Abstract

Menganalisis struktur pengetahuan peserta didik dan mengkategorikan berdasarkan beberapa kriteria untuk melihat tingkat kemiripan berdasarkan kriteria2 yang diberikan
WEBSITE E-LEARNING BERBASIS MODUL: BAHAN PEMBELAJARAN FISIKA SMA DENGAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING Fauzi Bakri; Dewi Muliyati; Inas Nurazizah
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.446 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10947

Abstract

ABSTRAK Artikel bertujuan untuk mengembangkan web pembelajaran berbasis modul digital fisika SMA. Modul digital dikembangkan menggunakan perangkat lunak 3D PageFlip Professional dengan pendekatan discovery learning. Modul fisika diperlukan untuk mendukung pembelajaran yang saintifik dan kostruktivistik. Metode penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan website pembelajaran ini menggunakan strategi pengembangan 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Langkah-langkah penelitian pengembangan dengan tahapan: Define, Design, Develop, dan Dissemination. Pembelajaran yang dilakukan peserta didik pada web pembelajaran berbasis modul dapat dilakukan secara mandiri. Proses pembelajaran pada modul ditunjang dengan multi representasi seperti video, animasi, data table, grafik, persamaan matematika, contoh persoalan, perangkat test yang terintegrasi dalam satu perangkat modul. Website e-learning berbasis modul dapat digunakan dalam jaringan maupun tanpa jaringan. Perangkat modul tersebut dapat diunduh untuk penggunaan tanpa jaringan. Untuk penggunaan dalam jaringan maupun tanpa jaringan, peserta didik pengguna dapat umpan balik dalam penggunaannya. Perbedaan penggunaan dalam jaringan dengan tanpa jaringan ada pada laporan hasil belajar peserta didik pada gurunya. Penggunaan tanpa jaringan tidak menghasilkan laporan proses pembelajaran peserta didik pada gurunya Kata Kunci: Website pembelajaran, e-learning, modul digital, discovery learning, Fisika ABSTRACT The article aims to develop a digital learning-based digital physics module. The digital module was developed using the 3D PageFlip Professional software with a discovery learning approach. Physic’s modules are needed to support scientific and costructivism learning. Research and development methods to produce this learning website using 4D development strategy proposed by Thiagarajan. Step by step development research: Define, Design, Develop, and Dissemination. Learning that students do on the learning web based module can be done independently. The learning process in the module is supported by science’s multiple representation such as video, animation, data table, graph, mathematical equation, problem example, test device integrated in one module device. Module-based e-learning website can be used in online or offline. The module device can be downloaded for offline use. For online or offline usage, user learners can feedback on their use. Differences in online with offline exist in the learners' learning outcomes report to the teacher. The used in offline so no report of the learners' learning process to the teacher.          Keywords: Website learning, e-learning, digital module, discovery learning, Physics
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Hasil Belajar Fisika dan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Helen Helen; A Kusdiwelirawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.1 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.43965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Hasil Belajar Fisika dan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik dengan Menggunakan jenis soal Open-Ended Test. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 88 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan istilah teknik acak sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 36 peserta didik pada kelas eksperimen setelah data berdistribusi normal dan homogen berdasarkan uji normalitas Liliefors Galat Taksiran dan uji homogenitas dengan menggunakan uji Barlett, dilanjutkan dengan uji peningkatan menggunakan uji N-gain dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan normalitas yang didapat  , hasil perhitungan homogenitas yang diperoleh  , dan hasil hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan α = 0.05 memperoleh  dan pada taraf signifikan α= 0.01 memperoleh . Maka Ho ditolak yang berarti terdapat Pengaruh yang sangat signifikan penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Hasil Belajar Fisika dan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik.

Page 5 of 22 | Total Record : 216