cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA Melli Melli; Heni Rusnayati; Hera Novia
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.169 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.6969

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penguasaan konsep fisika siswa yang ditandai dengan perolehan nilai rata-rata 48, dimana nilai tersebut masih di bawah nilai KKM yaitu 70. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh penulis untuk meningkatkan kemampuan penguasaan konsep fisika siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe think pair share. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran cooperative learning tipe think pair share terhadap kemampuan penguasaan konsep fisika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu SMA yang berada di Kota Bandung. Sampel pada penelitian ini adalah siswa dalam satu kelas X MIA D. Metode Penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Designs dengan rancangan One-Group Pretes-Posttest Designs. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes kemampuan penguasaan konsep fisika yang berupa soal pretes dan postes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan konsep fisika siswa meningkat setelah mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran cooperative learning tipe think pair share dengan perolehan nilai rata-rata 73,30 yang juga terlihat dari nilai effect size sebesar 0,52 yang termasuk dalam kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini model pembelajaran cooperative learning tipe think pair share berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan konsep fisika siswa.  Kata Kunci:  Pembelajaran Cooperative Learning; Think Pair Share; Kemampuan Penguasaan Konsep Fisika
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL FISIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK LURUS Kiar Vansa Febrianti; Fauzi Bakri; Hadi Nasbey
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.933 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8273

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan yang menghasilkan bahan ajar berupa modul digital fisika berbasis discovery learning untuk materi kinematika gerak lurus. Penelitian dilakukan di laboratorium pendidikan fisika FMIPA UNJ untuk tahap pengembangan dan di SMAN 2 Bekasi serta SMAN 54 Jakarta untuk tahap uji lapangan penggunaan modul digital. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Tampilan modul menggunakan software 3D PageFlip Professional 1.7.6 dan kontennya dibantu dengan beberapa software, seperti AVS Video Editor, iSpring Suite 6, Macromedia Flash Professional 8, dan Microsoft Office. Modul digital divalidasi oleh 4 dosen ahli materi dan 3 dosen ahli media, serta diuji coba oleh 4 pendidik dan 82 peserta didik. Hasil validasi dan uji coba menunjukkan persentase capaian sebesar 92,94% dari ahli materi, 84,73% dari ahli media, 90,75% dari pendidik fisika SMA, dan 84,87% dari peserta didik SMA. Dari segi karakteristik modul didapatkan hasil penilaian dari para ahli untuk self instructional 90,26%, self contained 91,82%, stand alone 91,15%, adaptif 92,71%, dan user friendly 91,67% dengan rata-rata seluruh karakteristik modul sebesar 91,52%. Adapun hasil evaluasi peserta didik setelah menggunakan modul digital adalah 89,10% pada ranah kognitif C3 (memakai/menerapkan).Kata Kunci: Pengembangan; Modul Digital; Discovery Learning; Kinematika Gerak Lurus; 3D PageFlip Professional. A research had been conducted which produced a teaching material in form of a digital module based on discovery learning for linear kinematics topic. The research is conducted in laboratory of educational physics FMIPA UNJ for development stage, and at SMAN 2 Bekasi and SMAN 54 Jakarta for field test. The research method used is Research and Development which refers to ADDIE Development Model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The module appearance is developed using 3D PageFlip Professional 1.7.6 meanwhile the content of module is created using several softwares, such as AVS Video Editor, iSpring Suite 6, Macromedia Flash Professional 8, and Microsoft Office. The module is then validated by 4 lecturers specialized in physics subject, 3 lecturers specialized in media, and also tested by 4 teachers and 82 students. The validation and test gets 92,94% score in subject category, 84,73% score in media category, 90,75% score from high school physics teachers, and 84,87% score from high school students. Then in characteristic aspect, the module is scored by specialists as 90,26% self-instructional, 91,82% self-contained, 91,15% stand alone, 92,71% adaptive, and 91,67% user friendly with total average point 91,52%. Meanwhile the evaluation after using physics digital module shows that the students get 89,10% score in C3 (using/applying) cognitive aspect.Keywords: Development; Digital Module; Discovery Learning; Linear Kinematics; 3D PageFlip Professional.
Penerapan Model Virtual Conceptual Change Laboratory (VCCLAB) Untuk Meremediasi Miskonsepsi Siswa Pada Materi Tekanan Hidrostatik Yunina Surtiana; Andi Suhandi; KL Putri; Wawan Setiawan; Parsaoran Siahaan; Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.685 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan model Virtual Conceptual Change Laboratory (VCCLab) dalam memfasilitasi terjadinya perubahan konsepsi pada pengajaran remedial terkait konsep tekanan hidrostatik. Model VCCLab ini bisa juga dijadikan solusi untuk mengatasi kendala praktikum di era pandemi ini. Keadaan konsepsi peserta didik SMA sebelum dan setelah penerapan model VCCLab didiagnosis dengan menggunakan tes konsepsi format four-tier test. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pre-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 36 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Lembang, dimana subjek penelitian merupakan peserta didik yang telah mendapatkan pembelajaran dan yang masih mengalami miskonsepsinya sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang mengalami perubahan konsepsi setelah mengikuti tahapan-tahapan model VCCLab adalah 90% (29 orang) yang mengalami remediasi miskonsepsi dan 10% (3 orang) lainnya masih mengalami miskonsepsi. Berdasarkan hasil tersebut penerapan model VCCLab mampu meremediasi miskonsepsi peserta didik terkait konsep tekanan hidrostatik. Kata kunci : Kegiatan laboratorium, Miskonsepsi, Model VCCLab, Pembelajaran remedial   ABSTRACT This study aims to obtain an overview of the application of the Virtual Conceptual Change Laboratory (VCCLab) model in facilitating a change in conception in remedial teaching related to the concept of hydrostatic pressure. This VCCLab model can also be used as a solution to overcome practical problems in this pandemic era. High school students' conception conditions before and after the application of the VCCLab model were diagnosed using a four-tier test format conception test. This research was conducted using a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 36 students of class XI MIPA SMA Negeri 2 Lembang, where the research subjects were 32 students who had learned and who still experienced misconceptions. The results showed that the number of students who experienced a change in conception after following the stages of the VCCLab model was 90% (29 people) who experienced misconception remediation and 10% (3 people) still experienced misconceptions. Based on these results, the application of the VCCLab model was able to remediate students' misconceptions regarding the concept of hydrostatic pressure. Keywords : Laboratory activities, Misconception, VCCLab Model, Remedial teaching
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN PENGETAHUAN KAJIAN FISIKA TENTANG MAGNETICALLY LEVITATED TRAINS Wahyudi Wahyudi; I Made Astra; Yetty Supriyati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.249 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10934

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan kajian fisika tentang Magnetically Levitated Trains yang layak untuk SMA serta dapat menambah wawasan pengetahuan atau tidak. Penelitian ini termasuk penelitian Research and Development yang mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analyze, Desain, Development, Implementation, and Evaluation). Telah dilakukan survey untuk anlisis kebutuhan buku pengayaan terhadap beberapa sekolah dijakarta dan sekitarnya serta toko buku. Didapat presentase sekitar 90% guru dan 96% siswa yang setuju dibuatnya buku pengayaan. Dan keberadaan buku pengayaan tentang Magnetically Levitated Trains di sekolah dan toko buku belum tersedia.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa buku pengayaan pengetahuan kajian fisika tentang magnetically levitated trains perlu dibuat.   Kata Kunci:  Buku Pengayaan Pengetahuan; Magnet; Magnetically Levitated Trains ABSTRACT This study was conducted to develop Knowledge-Enrichment Book about Magnetically Levitated Trains for senior High School and can increase knowledge insight or not. The research method use Research and Development which refers to ADDIE development model (Analyze, Desain, Development, Implementation, and Evaluation). Survey has done to know the necessity of Enrichment Book on several school in Jakarta and surrounding areas and book store. Obtained a percentage of about 90 % teachers and 96% studens who agree to make the book enrichment. And the percentage of enrichment books on Magnetically Levitated Trains in schools and bookstores is not yet available. So it can be concluded that the book enrichment of knowledge about the Magnetically Levitated Trains needs to be made. Keywords: Knowledge-Enrichment Book; Magnet; Magnetically Levitated Trains
Inventory Kemampuan Representasi Konsep Gerak Melingkar Siswa SMA Di SMAN 1 Anjatan Sebagai Dampak Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid 19 Ninda Amalia
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.895 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.36934

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan representasi siswa pada konsep gerak melingkar di salah satu SMA Negeri di Anjatan, Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif, yaitu metode untuk memperoleh informasi mengenai penemuan suatu variabel, gejala, atau keadaan tanpa adanya manipulasi. Serangkaian tes kemampuan representasi berupa 15 soal pilihan ganda materi gerak melingkar yang diujikan kepada 197 responden peserta didik kelas X. Penilaian kemampuan representasi diolah menggunakan statistik deskriptif dengan empat aspek kemampuan representasi berdasarkan aspek pemahaman (C2) Taksonomi Bloom, yaitu aspek interpretasi, translasi, ekstrapolasi, dan intrapolasi. Hasil kemampuan representasi dikategorikan ke dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Dari hasil penelitian terdapat 29 peserta didik dengan pemahaman rendah dengan persentase 14,7%, 123 peserta didik dengan pemahaman sedang dengan persentase 62,4%, dan 45 peserta didik dengan pemahaman tinggi dengan persentase 22,8%. Dari hasil tersebut, rata-rata responden yang diteliti memiliki kemampuan representasi pada kategori sedang. Kata kunci: Kemampuan representasi, Tes kemampuan representasi
MENGUKUR EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Gisna Maulida Q; Chaerul Rochman; Dindin Nasrudin; Denni Muttaqien
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.778 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13720

Abstract

ABSTRAKDalam setiap proses pembelajaran, terdapat perbedaan kemampuan siswa dalam menyerap suatu informasi. Beberapa siswa mengalami kesulitan menyerap suatu informasi berupa konsep maupun operasi matematis dibanding siswa yang lain. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan penerapan model TAI (Team Assisted Individualization). Tujuan paper ini adalah untuk mengukur efektifitas model pembelajaran TAI dengan sistem penilaian Authentic Assesment Based On Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS). Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) kemampuan siswa untuk memahami konsep lebih merata, (2) adanya produktifitas siswa dalam berbicara atau mengemukakan pendapat, (3) berkurangnya perilaku-perilaku siswa yang dapat mengganggu proses pembelajaran, (4) adanya tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan permasalahan kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AABTLT with SAS dapat merekam dan mengukur aktifitas proses pembelajaran dengan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization). Penelitian ini merekomendasikan penggunaan AABTLT with SAS untuk mengukur efektifitas model pembelajaran yang lain.Kata Kunci: AABTLT with SAS ;efektivitas pembelajaran; TAI.ABSTRACTIn every learning process, there are differences in students’ abilityto absosrb information. Some students have difficulty absorbing information about the form of concepts and mathematical information than others students. One effort to tackle the problem is with the application of TAI (Team Assisted Individualization) model. The purpose of this paper is measure the efeectiveness of the TAI learning model with the Authentic Assesment Based On Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS). The research method used is descriptive. The results of this study shows that (1) the ability of students to understand the concepts more evenly, (2) the students’ productivity in speaking or expressing opinions, (3) the decreasing of student behaviors that can discrupt the learning process, (4) the existence of students responsibility in solving group problems. This study concludes that the use of AABTLT with SAS can record and measure learning process activity with TAI learning model. This study recommends that the use of AABTLT with SAS to measure the effectiveness of other learning models.Keywords: AABTLT with SAS; efeectiveness of learning; TAI.
Peningkatan HOTS Peserta Didik Melalui Pembelajaran Fisika Berbasis App Inventor pada Materi Gelombang Berjalan Rapi Priatna; Pina Pitriana; Ade Yeti Nuryantini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.313 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.43958

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan salah satu keterampilan yang harus ditingkatkan oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran App Inventor, keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, dan peningkatan HOTS peserta didik. Metode yang digunakan yaitu research and development dengan tahapan model 4D (define, design, development, dan dissemination). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran App Inventor sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan rata-rata hasil validasi dan uji coba skala kecil sebesar 95%, keterlaksanaan kegiatan pembelajaran masuk pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase aktivitas guru sebesar 94,6% dan peserta didik 92,8%, hasil pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 memperoleh nilai thitung sebesar 44,117 dan ttabel sebesar 2,0345 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan HOTS peserta didik setelah belajar dengan menggunakan media pembelajaran App Inventor. Peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik masuk pada kategori tinggi dengan nilai N-gain sebesar 0,75.
Survey Pemahaman Konsep dan Identifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Kinematika Gerak Asep Dedy Sutrisno
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.846 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pemahaman konsep siswa SMA terhadap materi kinematika gerak dan juga miskonsepsi yang terjadi. Penelitian dilakukan di salah satu SMA swasta di Kota Bandung kepada 100 siswa dari kelas X, kelas XI dan Kelas XII. Instrumen soal yang digunakan berupa three tier test. Desain penelitian menggunakan quasi experimental design dengan hanya memberikan post test. Hasil yang didapatkan yaitu 1) terdapat pemahaman konsep siswa pada materi kinematika gerak yaitu sebesar 49,6%. 2) terdapat indikasi adanya miskonsepsi siswa pada materi kinematika gerak dengan presentase sebesar 26,7. Hasil wawancara menunjukkan pengaruh miskonsepsi dari pemahaman sendiri dan kurangnya minat belajar fisika.Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Miskonsepsi, Three tier test, Kinematika gerak
Pengembangan Modul Usaha Dan Energi Berbasis Permainan Tradisional Egrang Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Renita Yoranika; Tsania Nur Diyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.369 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.54069

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan usaha dan energi berbasis permainan tradisional egrang yang dapat meningkatkan pemahaman konsep. Pengembangan modul usaha dan energi berbasis permainan tradisional egrang ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development (RD) dengan mengadaptasi model pengembangan 4D. Tahap pendefinisian dilaksanakan dengan menganalisis silabus, menganalisis KI, menganalisis KD, menetapkan tujuan pembelajaran, dan menetapkan indikator pencapaian kompetensi dasar. Tahap perancangan dilaksanakan dengan menyusun modul. Tahap pengembangan dilaksanakan dengan menguji kelayakan isi dan kebahasaan modul. Tahap penyebaran dilaksanakan dengan penyebarluasan informasi berupa jurnal terkait pengembangan perangkat pembelajaran. Modul usaha dan energi berbasis permainan tradisional egrang yang  dihasilkan  pada  divalidasi oleh 1 dosen dan 1 guru fisika yang ahli di bidang fisika.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dan energi berbasis permainan tradisional egrang sangat layak. usaha dan energi berbasis permainan tradisional egrang dapat disempurnakan kembali sesuai saran yang diterima.
Analisis Hasil Observasi Motivasi Ekstrinsik Siswa SMP terhadap Pembelajaran IPA Lintang Nurul Fatichah; Irma Rahma Suwarma; Agus Jauhari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.963 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20186

Abstract

Orang tua merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan setiap anak. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran juga dapat mempengaruhi proses kehidupan yang sangat besar pada anak. Selain itu juga guru dan lingkungan belajar di sekolah juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam Pelajaran IPA di sekolah khususnya Fisika yang dikenal sebagai pelajaran yang sulit dikalangan siswa SMP. Maka dari itu guru dan suasana lingkup belajar harus mendukung agar siswa termotivasi lebih untuk mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Siswa akan merasa termotivasi ketika ia merasa diperhatikan dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik siswa SMP terhadap pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Adapun subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 yang berjumlah 30 siswa. Hasil dari analisis data yang peneliti teliti adalah beberapa siswa kelas VII-5 sudah mempunyai motivasi belajar yang tinggi tetapi ada juga yang masih belum mempunyai motivasi yang benar-benar untuk mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas. Sebagian siswa yang sudah memiliki motivasi yang tinggi itu percaya bahwa Ilmu sains itu sangat bermanfaat bagi dirinya untuk dimasa depan. Solusi untuk meningkatkan motivasi belajar terhadap pelajaran IPA dapat menggunakan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).          Kata Kunci:  Motivasi; Motivasi Ekstrinsik; STEM. ABSTRACT Parents are the most influential figures in the lives of every child. The involvement of parents in the learning process can also affect the life process that is very large in children. Besides that, the teacher and the learning environment in the school can also influence students' learning motivation in Science Lessons in schools, especially Physics, which is known as a difficult lesson among middle school students. Therefore the teacher and the atmosphere of the learning environment must support so that students are more motivated to take Natural Sciences lessons. Students will feel motivated when they feel cared for and can benefit others. The purpose of this study was to determine the effect of extrinsic motivation of junior high school students on science learning. This study uses an experimental method with research instruments in the form of learning motivation questionnaires. This research was conducted at one of the state junior high schools in the city of Bandung. The subject of this study was students of class VII-5, which amounted to 30 students. The results of the data analysis by a careful researcher are that some students of class VII-5 already have high learning motivation but there are also those who still do not have the true motivation to take Natural Sciences lessons in class. Some students who already have high motivation believe that science is very beneficial for themselves in the future. Solutions to increase learning motivation for science lessons can use learning based on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Keywords:  Motivation; Extrinsic Motivation; STEM

Page 8 of 22 | Total Record : 216