cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
EFEKTIVITAS MODEL TUTORIAL DELIBERATIF LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PGSD DI UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PURWOKERTO Rahayu R Tri; Kartika Sari; Samsul Islam; Rusna Ristasa
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.056 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8272

Abstract

Efektivitas model tutorial deliberative learning dalam  pembelajaran IPA mahasiswa program studi S1 PGSD di unit program belajar jarak jauh Universitas Terbuka Purwokerto dilakukan untuk mengembangkan metode dan strategi alternatif pembelajaran  (tutorial) yang lebih kreatif dan inovatif telah dilakukan. Selama ini, model tutorial yang dilakukan adalah model tradisional (conventional learning), di mana proses tutorial  kurang melibatkan mahasiswa dan sumber pembelajaran lainnya dalam bentuk pembelajaran berbasis teamwork. Model tutorial deliberatif learning (MDL) dilakukan di 3 kelompok belajar  yaitu Slawi, Kemangkon dan Purwokerto untuk semester 9 kelas paralel (disebut kelas kontrol dan kelas eksperimen) dan dibuat per kelompok untuk diskusi.  Hasil tutorial kelas kontrol (conventional learning) dan kelas eksperimen (MDL) kemudian dibandingkan dan dianalisis aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.  Setelah dilakukan pengujian, diperoleh hasil tutorial bahwa efektivitas hasil belajar kelas eksperimen meningkat  untuk aspek kognitif, afektif dan psikomotorik rata-rata sebesar  75%.  Hal ini menunjukkan bahwa  model tutorial MDL membuat mahasiswa lebih kreatif untuk mengeksplorasi dan termotivasi untuk belajar sistematis dan inovatif,  sehingga dapatlah disimpulkan bahwa model tutorial deliberatif learning  signifikan dapat mengubah perilaku sumber pembelajaran (tutor, mahasiswa dan sumber pembelajaran berbasis cyber) untuk dapat saling berkolaborasi.Kata kunci:  Model Deliberative Learning;  Model conventional learning;  efektivitas; kreatif; inovasi. The effectiveness of the deliberative learning model in IPA teaching students of S1 PGSD in units of distance learning programs, Open University Purwokerto are done to develop alternative methods and strategies of learning (tutorial) that are more creative and innovative has been done. During this time, the tutorial model is done is the traditional model (conventional learning), where the process is less involved students tutorials and other learning resources in the form of teamwork based learning. Model deliberative learning tutorial (MDL) was conducted in three study groups that Slawi, Kemangkon and Purwokerto for fourth-level and parallel classes (called the control class and experimental class) and are made per group for discussion. The results tutorials of the control class (conventional learning) and the experimental class (MDL) are compared and analyzed in the cognitive, affective and psychomotor. After testing, the results are obtained tutorials that the effectiveness of experimental class increased learning outcomes for cognitive, affective and psychomotor average of 75%. This shows that the deliberative learning tutorial model makes students creatively ways to explore and be motivated to learn a systematic and innovatively, so it can be concluded that the deliberative learning tutorial model can significantly change the behavior of learning resources (tutors, students and resource-based learning cyber) to be able to collaborate.Keywords: Deliberative Learning Model, Model conventional learning, effectiveness, creativity, innovation.
Efektivitas Inkuiri Terbimbing Menggunakan CVS (Control Of Variable Strategy) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Fisika Rima Nurul Fajriyati; Heni Rusnayati; Saeful Karim
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.197 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32390

Abstract

Pembelajaran baik merupakan  hal yang sangat penting dalam melatih keterampilan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan CVS (control of variable strategy) terhadap keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasy-experiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini kelas XI terdiri dari 32 siswa kelas ekperimen dan 28 siswa kelas kontrol di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Instrumen penelitian ini berupa 20 soal pilihan ganda menggunakan instrumen keterampilan proses sains. Analisis penelitian ini menggunakan uji perbedaaan, uji peningkatan n-gain, dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan CVS efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa berdasarkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen, uji n-gain pada tiap kelas menunjukan kelas eksperimen berada pada kategori sedang sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah, dan uji effect size berada dalam kategori sedang. Kata Kunci: CVS (Control of Variable Strategy), Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains ABSTRACT Good learning is very important in training student skills. The purpose of this study was to determine the effectiveness of guided inquiry learning using CVS (control of variable strategy) on students' science process skills. The research method used is Quasy-experiment with the research design Nonequivalent Control Group Design. The sample in this study class XI consisted of 32 experimental class students and 28 control class students in one of the public high schools in Bandung. The research instrument was 20 multiple choice questions using science process skills instruments. The analysis of this research uses the difference test, the n-gain test, and the effect size test. The results showed that guided inquiry learning using CVS was effective in improving students' science process skills based on a significant difference between the control class and the experimental class, the n-gain test in each class showed that the experimental class was in the medium category while the control class was in the low category. and the effect size test is in the medium category. Kata kunci : CVS (Control of Variable Strategy), Guided Inquiry, Science Process Skills 
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN PENGETAHUAN “PENERAPAN KONSEP FISIKA PADA PESAWAT TERBANG KOMERSIAL” UNTUK SISWA SMA D. Naradiva Liany; Desnita Desnita; Raihanati Raihanati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.431 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10932

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pengembangan buku pengayaan pengetahuan “penerapan konsep fisika pada pesawat terbang komersial” untuk siswa SMA sebagai bahan ajar dalam program pengayaan. Penelitian ini mengacu pada metode Research dan Development didalam rumusan ADDIE untuk menggasilkan produk tertentu dan menguji kelayakan produk tersebut. Beberapa tahapan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa SMAN di daerah Jakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan pembagian kuisioner. Kemudian, data tersebut dianalisis dengan menggunakan Skala Likert. Berdasarkan hasil uji kelayakan penelitian sementara, dapat disimpulkan bahwa buku pengayaan pengetahuan penerapan konsep fisika pada pesawat komersial layak digunakan sebagai bahan ajar dalam program pengayaan di sekolah untuk siswa SMA.      Kata Kunci:  Penelitian Pengembangan, ADDIE, Buku Pengayaan Pengetahuan, Pesawat Terbang Komersial, Hukum Bernoulli.AbstractThis research aims to find out how the implementation of the development of knowledge-enrichment book "application of the concept of physics on commercial aircraft" for high school students as learning materials in the enrichment program. This study refers to the methods of Research and Development in the formulation of the ADDIE to produce specific products and test the feasibility of the product. Several stages in this study includes several stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The subject used in this study includes several Senior High School in areas of Jakarta. Data collection techniques using observation and the Division of the questionnaire. Then, the data were analyzed using the Likert Scale. Based on the results of a test of the feasibility study, it can be concluded that the application of the concept of knowledge enrichment book “Physics in commercial aircraft” worth used as materials in the school enrichment program for high school students. Keywords:      Research Development, ADDIE, Enrichment Book Knowledge,Commercial Airplanes, Bernoulli's Law.
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika untuk Pembelajaran Gejala Gelombang Bunyi Alfi Azzahra
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.751 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.32856

Abstract

Pengembangan media pembelajaran fisika gejala gelombang bunyi menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE. Media pembelajaran fisika yang dikembangkan berupa media audio fisik.
Halaman Depan WaPFi September 2018 Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.367 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13719

Abstract

Halaman Depan WaPFi September 2018
Meningkatkan Kompetensi Guru SMA/MA dalam Mendesain Eksperimen Fisika sebagai Upaya Melatihkan Keterampilan Abad 21 Muhamad Gina Nugraha; Andi Suhandi; Heni Rusnayati; hera novia; hana susanti
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.167 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.43969

Abstract

Kegiatan eksperimen merupakan ciri khas dalam pembelajaran sains (salah satunya Fisika) dimana siswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sebagaimana para ilmuwan menemukan suatu konsep. Melalui kegiatan eksperimen, siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran dan penemuan, sehingga bukan hanya pengetahuan yang akan diperoleh siswa, tetapi juga dilatihkan keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan siswa. Salah satu penentu pelaksanaan dan keefektifan kegiatan eksperimen dalam pembelajaran Fisika di sekolah adalah pengetahuan dan keterampilan Guru dalam mendesain kegiatan eksperimen, terutama pada massa pandemic dimana pembelajaran umumnya dilakukan secara Daring. Sehingga diperlukan kegiatan pelatihan bagi Guru sebagai upaya melatihkan keterampilan abad 21 siswa melalui kegiatan eksperimen yang tepat. Metode one shot case study dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terbuka dan tes penguasaan konsep berbentuk pilihan ganda digunakan untuk melihat dampak dari kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 65 peserta Guru SMA/MA dari berbagai daerah se-Indonesia. Berdasarkan hasil pengolah data diperoleh informasi bahwa semua peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan pelatihan dengan pencapaian penguasan konsep mendesain eksperimen berada pada kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kegiatan pelatihan mendesain eksperimen dapat memberikan pengetahuan dan motivasi bagi guru untuk melaksanakan eksperimen dalam pembelajaran fisika disekolah, sehingga diharapkan dapat melatihkan keterampilan abad 21 siswa. Namun demikian, berdasarkan hasil evaluasi kegiatan ditemukan 2 hal yang menjadi bahan refleksi perbaikan kegiatan, yaitu terdapat sekurangnya 4 peserta yang mengalami gangguan jaringan internet selama kegiatan dan durasi waktu pelatihan yang masih kurang.
Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Dalam Membuat Karya Fisika Melalui Model Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) Pada Materi Fluida Statis Mochamad Rizalul Fikri; Muslim Muslim; Unang Purwana; Karyawan Karyawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.244 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15771

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain atau menciptakan sesuatu yang baru. Penelitian bertujuan meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat karya fisika melalui model pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian sebanyak 33 siswa kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 4 Bandung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan lembar kerja siswa. Aspek kreativitas dalam membuat karya fisika yang diukur dalam penelitian ini mencakup empat indikator, yaitu fleksibilitas, kelancaran, elaborasi dan keaslian. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II yang pada setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, yang masing-masing memiliki 2 pertemuan tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam membuat karya fisika pada siklus I secara keseluruhan berada pada kategori kreativitas rendah dengan presentase sebesar 31,43% dengan capaian indikator fleksibilitas sebesar 31,06% (kategori rendah), kelancaran sebesar 31,81% (kategori rendah), elaborasi sebesar 29,54% (kategori rendah) dan keaslian sebesar 33,33% (kategori rendah). Pada siklus II kreativitas siswa dalam membuat karya fisika secara keseluruhan berada pada kategori kreativitas tinggi dengan presentase sebesar 81,06% dengan capaian indikator fleksibilitas sebesar 80,30% (kategori tinggi), kelancaran sebesar 81,81% (kategori tinggi), elaborasi sebesar 79,54% (kategori tinggi) dan keaslian sebesar 82,57% (kategori tinggi). Dengan demikian kreativitas siswa dalam membuat karya fisika meningkat dari siklus I ke siklus II melalui model pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Kata Kunci: Kreativitas, Pembelajaran Berbasis STEM. ABSTRACT Creativity is the ability of someone to make something different from others or create something new. The research aims to improve students' creativity in making physics through STEM-based learning models (Science, Technology, Engineering and Mathematics). This research is a classroom action research with 33 subjects of class XI MIPA 6 Bandung 4 High School Odd Semester Academic Year 2018/2019. Data collection techniques are carried out by observation and student worksheets. Aspects of creativity in making physical works measured in this study include four indicators, namely flexibility, fluency, elaboration and authenticity. This study consisted of 2 cycles, namely cycle I and cycle II which in each cycle consisted of the planning, implementation, observation and reflection stages, each of which had 2 meetings each cycle. The results showed that the creativity of students in making physics works in the first cycle as a whole was in the category of low creativity with a percentage of 31.43% with achievement of indicators of flexibility of 31.06% (low category), fluency of 31.81% (low category ), elaboration of 29.54% (low category) and authenticity of 33.33% (low category). In cycle II students' creativity in making physics works as a whole is in the category of high creativity with a percentage of 81.06% with achievement of flexibility indicators of 80.30% (high category), fluency of 81.81% (high category), elaboration of 79.54% (high category) and authenticity of 82.57% (high category). Thus the creativity of students in making physics works increased from cycle I to cycle II through STEM-based learning models (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Keywords: Creativity, STEM Based Learning.
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika “Delight Physics Web” pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Didit Aditya Ningsih; Tsania Nur Diyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.236 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.54067

Abstract

Motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran fisika materi Elastisitas dan Hukum Hooke masih rendah, karena hal tersebut dibutuhkan media pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran berbasis Google Site dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan suatu media bernama Delight Physics Web sebagai salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kelayakan dan reliabilitas media pembelajaran Delight Physics Web untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke. Jenis peneilitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4D yang terdiri dari tahapan define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar validasi yang diberikan kepada validator untuk menilai media pembelajaran yang telah dikembangkan. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa media pembelajaran fisika Delight Physics Web untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke yang telah dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dan reliabel.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dipadukan dengan Pembuatan Media Pembelajaran oleh Siswa pada Materi Medan Magnetik Hidayati Hidayati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.634 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.19553

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw yang dipadukan dengan pembuatan media pembelajaran oleh siswa pada materi medan magnetik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 31 siswa kelas X TAV SMK Negeri 1 Rambah, Rokan Hulu, Riau 25 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengamati aktivitas siswa serta mengamati keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Parameter penelitian yang diamati dari penelitian ini adalah hasil belajar, daya serap dan ketuntasan belajar. Daya serap diperoleh dari hasil belajar pada setiap akhir pertemuan dan di akhir setiap pokok bahasan. Ketuntasan belajar akan diperoleh jika daya serap individu minimal 65% sedangkan untuk ketuntasan klasikal minimal 85%.Penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang dipadukan dengan pembuatan media pembelajaran oleh siswa ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X TAV SMK Negeri 1 Rambah Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan rata-rata nilai ulangan harian antara sebelum tindakan dengan sesudah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Perbandingan hasil rata-rata nilai ulangan harian sebelum pemberian tindakan dengan ulangan harian 1 pada siklus 1 mengalami peningkatan dari 62,10 menjadi 69,90. Sedangkan hasil rata-rata nilai ulangan harian 1 pada sikus 1 dengan hasil ulangan harian 2 pada siklus 2 juga mengalami peningkatan dari 69,90 menjadi 76,87.Berdasarkan analisis hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa persentase hasil belajar siswa dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dengan ersentase perbandingan hasil ulangan harian sebelum tindakan dengan ulangan harian 1 meningkat dari 62,10 % menjadi 69,90 %. Sedangkan persentase hasil ulangan harian 1 dengan hasil ulangan harian 2 meningkat dari 69,90 % menjadi 76,87 %. Jika dikaitkan dengan ketuntasan belajar menunjukkan bahwa jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar sudah lebih besar daripada jumlah siswa yang belum tuntas belajar. Pada siklus II terdapat 27 siswa yang mencapai KKM atau 87,09 % siswa yang sudah tuntas belajar sedangkan yang lainnya 12,91 % belum tuntas belajar. Berdasarkan data tersebut, model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dinyatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran medan magnet. Kata Kunci: model kooperatif Tipe Jigsaw;media pembelajaran;medan magnet; penelitian tindakan kelas ABSTRACT This research is classroom action research. The purpose of this research is to improve students learning outcomes by using the Jigsaw Type Learning Model combined by making of students learning media on magnetic field materials. This research was conducted in the even semester of the 2017/2018 academic year with the subject of 31 TAV class X students of SMK Negeri 1 Rambah, Rokan Hulu, Riau, 25 male and 6 female students. Technique of collecting data wasdone by observing students activities and implementing of learning a guided inquiry model. The research parameters were observed from this study is learning outcomes, absorption and completeness of learning. Absorption is obtained from learning outcomes at the end of each meeting and at the end of each subject. Learning completeness will be obtained if the individual achivement is at least 65% while for classical completeness at least 85%.The application of the Type Jigsaw Cooperative learning model combined with the making of learning media by these students can improve the learning outcomes of students of Class X TAV of SMK Negeri 1 Rambah, RokanHuluin 2017/2018. This can be seen from the increase in average daily test scores between before and after the application of the Type Jigsaw Cooperative learning model. The ccomparison of the results of the average daily test score before giving the action with a daily test 1 in the first cycle has increased from 62.10 to 69.90. Meanwhile,  the results of the average daily test value 1 on cursor 1 with the results of the daily test 2 in cycle 2 also increased from 69.90 to 76.87.Based on the analysis of students learning outcomes, it can be concluded that the percentage of students learning outcomes and the percentage of students who reached KKM with a percentage comparison of daily test results before the action with 1 daily test increased from 62.10% to 69.90% while the percentage of daily test results 1 with daily test results 2 increased from 69.90% to 76.87%. If it is combined with the learning completeness, it shows that the number of students who have achieved learning mastery is greater than the number of students who have not yet. In the second cycle there were 27 students who reached the KKM or 87.09% of students who had finished learning while the others 12.91% had not yet. Based on data, the Cooperative Type Jigsaw learning model was stated successful in improving students learning outcomes in learning magnetic fields. Keywords:Type Jigsaw cooperative model; learning media; magnetic field; classroom action research
Pengembangan Four-Tier Diagnostic Test untuk Mengidentifikasi Profil Konsepsi Siswa pada Materi Alat-alat Optik Pujia Rawh; Achmad Samsudin; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.695 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.22888

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan tes diagnostik dalam bentuk four-tier untuk mengidentifikasi profil konsepsi siswa pada matari alat-alat optik. Mengidentifikasi profil konsepsi siswa tentang alat-alat optik penting dilakukan untuk mendukung siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas.  Metode yang dilakukan pada penelitian adalah menggunakan model 4D (Defining, Designing, Developing, and Disseminating). Sampel yang digunakan adalah 33 siswa dan 29 siswa SMA Negeri di kota Bandung dari dua sekolah yang berbeda. Hasil validasi menunjukkan bahwa semua butir soal dikategorikan valid dan nilai reliabilitasnnya sebesar 0,69. Hasil menunjukkan bahawa four tier diagnostic test yang dikembangkan peneliti dapat digunakan untuk mengidentifikasi profil konsepsi siswa pada konsep alat-alat optik. The research aims to develop an isntrument of four-tier diagnostic test to identify student’s conception in optical instrumets concepts. Student’s conceptions about optical instruments concepts are important to support the student itself for the learning process in classroom. The study is research develop with an aply 4D model (Defining, Designing, Developing, and Disseminating). The sample used 33 students and 29 students of High School in Bandung from two different schools.   The result showed that four-tier diagnostic test is able to identify student’s conception profil of optical instrumets concepts

Page 4 of 22 | Total Record : 216