cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
PENGEMBANGAN ELECTRICITY CONCEPT TEST BERFORMAT FOUR-TIER TEST Invea Nur Mukti Lestari; Iyon Suyana; Agus Jauhari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.883 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10943

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Electricity Concept Test (ECT) berformat four-tier test sebagai sebuah alat tes yang mampu mengungkap miskonsepsi peserta didik pada materi listrik statis. Instrumen dikembangkan dari instrumen ECT oleh Esra Bilal dan Mustofa Erol berupa two-tier open ended question, dengan langkah-langkah sebagai berikut: adaptasi kurikulum, adaptasi bahasa, menentukan option jawaban, uji coba dan evaluasi. Uji coba dilakukan terhadap siswa SMA di kabupaten Bandung Barat. Hasil uji coba menunjukkan instrumen yang dikembangkan mampu mengungkap peserta didik yang miskonsepsi, tidak menguasai konsep, menguasai konsep sebagian dan menguasai konsep. Analisis lebih lanjut dari hasil uji coba merekomendasikan perlu perbaikan berupa: perbaikan Bahasa serta distraktor agar dapat ditindaklanjuti untuk uji coba lebih luas. Kata kunci: listrik statis; ECT; miskonsepsi; four-tier test ABSTRACT This research aimed to develop the Electricity Concept Test (ECT) four-tier test formatted as a diagnostic test which can revealed student’s misconception at electrostatic. The instrument was developed from the ECT instrument by Esra Bilal and Mustafa Erol in the form of a two-tier open ended question, with the following steps: curriculum adaptation, language adaptation, choice of options, trials, and evaluation. The isntrument has been tested on high school students in the regency of West Bandung. The results of the test showed that the developed instrument is able to showed the students who misconception, do not understand the concept, partially understand and understand the concept. Further analysis of the trial results recommends improvements in the form of: Language improvement and the distractors to be followed up for a wider trial. Keywords: electrostatic; ECT; misconception; four-tier test
Karakteristik Tes Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Momentum dan Impuls: Perbandingan Classical Theory Test (CTT) dan Model Rasch Hardianti Hardianti
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.788 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.30958

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil analisis instrumen tes kemampuan berpikir kritis melalui teori tes klasik dan model Rasch ditinjau dari uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda butir soal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian berjumlah 23 butir soal. Tes disebarkan ke siswa SMA kelas XI dan XII sebanyak 75 orang partisipan dengan jumlah laki-laki sebanyak 23 orang dan jumlah perempuan sebanyak 52 orang yang berasal dari 21 sekolah melalui google form. Data dianalisis melalui teori tes klasik menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan model Rasch dengan software Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan kualitas instrumen pengukuran kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan teori tes klasik dan model rasch berkualitas baik dari segi validitas. Reliabilitas instrumen baik melalui teori tes klasik dan model rasch memiliki nilai Cronbach Alpha yang sama yaitu sebesar 1,00 (sangat baik). Berdasarkan indeks tingkat kesukaran melalui teori tes klasik, tes memiliki tingkat kesukaran pada tingkatan mudah dan sedang, sedangkan hasil analisis melalui model Rasch menunjukkan tingkat kesukaran yang beragam yaitu sangat mudah, mudah, sulit dan sangat sulit. Daya pembeda tes kemampuan berpikir kritis melalui analisis teori tes klasik menunjukkan bahwa tes mampu membedakan kemampuan responden menjadi tiga kelompok dengan kategori sedang dan jelek, sedangkan hasil analisis model rasch mampu membedakan responden menjadi lima kelompok. Dilihat dari hasil analisis, teori tes klasik lebih baik daripada model rasch dalam mengukur validitas karena teori tes klasik mampu mengetahui nilai validitas setiap butir soal sedangkan model rasch tidak. Analisis model rasch memiliki kemampuan lebih baik dalam hal reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda daripada teori tes klasik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KINEMATICS APPLICATION (KA) PADA PLATFORM ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMA Jayus Riyadi Solikhin Solikhin; Murni Murni
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.281 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13728

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan banyaknya usia sekolah yang memiliki smartphone ber-platform Android. Hal ini seharusnya menjadi kemudahan dalam mencari informasi terutama terkait dengan materi yang dipelajari sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitifnya. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kemampuan kognitif siswa dari sekolah mitra PPL STKIP Surya yang nilai kognitifnya masih di bawah KKM. Berdasarkan wawancara dengan siswa mereka menyatakan kurang tersedianya bahan ajar ber-platform Android. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan kinematics application untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Model penelitian yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah Small Scale Research and Development (RD) dari Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kabupaten Tangerang yang menjadi sekolah mitra STKIP Surya dalam kegiatan PPL. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kognitif. Hasil analisis data diperoleh penilaian oleh ahli media dan ahli materi berada pada kategori sangat layak. Sedangkan untuk tanggapan siswa mengenai aplikasi memiliki interpretasi baik dan untuk tanggapan oleh guru mengenai aplikasi memiliki interpretasi sangat baik. Peningkatan kognitif siswa yang menggunakan kinematics application sebagai bahan ajar memiliki interpretasi sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya bahan ajar ber-platform Android sebagai bahan ajar siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif mereka.Kata Kunci: Bahan ajar; kinematics application; Android; kemampuan kognitifAbstractThe development of technology cause many students in school age have Android Smartphone. It should make them easier to look information about the lesson so that they can increase their cognitive ability. In the other hand, the student’s cognitive ability is under KKM. They said the learning materials in android platform is rare. The aim of the research is to improve kinematics application for increase student’s cognitive ability. Research model in this research is Small Scale Research and Development (RD) form Borg dan Gall. The research is conducted on STKIP Surya- high school partner in Tangerang. The instrument are questionnaire for validator, questionnaire for teacher and student, and conitive test. The analysis shows that assessment from media and content expert to kinematics application is very good. Response form student is good and response from teacher is very good. The N-gain in this research is medium.Keywords: learning materials; kinematics application; Android; cognitive ability
The Development of Concept Development – Collaborative Decision-Making Problem Solving (CD-CDMPS) To Improve The Prospective Physics Teachers’ Decision-Making Skills Yulianti Yusal
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 2 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.961 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i2.34222

Abstract

ABSTRACTResearch on the development of a concept development model - collaborative decision making problem solving (CD-CDMPS) to improve the prospective physics teachers’ decision-making skills has been carried out. This study aims to develop a teaching model that is effective in improving the decision-making skills of student-teachers. The method used in this research is R D (reseach and development) which includes the following stages: (1) needs analysis; (2) product development (design, develop, and product validating); (3) field test of the products produced; and (4) product improvement based on the results of field test. The research subjects were 23 prospective physics teachers on a limited scale trial and 76 prospective physics teachers on a large-scale trial at a university in Makassar, South Sulawesi. The research instrument used was a 5-point decision-making skill test in the form of a description. The results showed that after the application of the developed CD-CDMPS lecture model, most students achieved improved decision-making skills in the high category. Thus, the CD-CDMPS model developed can be effectively used to improve students’ decision-making skills.Keywords: CD-CDMPS model, Decision-making Skills, Prospective Physics Teachers
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berupa Permainan Monopoli Pada Pokok Bahasan Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar Kelas XI SMA Yunika Apriyani; Siswoyo Siswoyo; Vina Serevina
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.328 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan monopoli yang layak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu tahap analisis (Analyze), tahap perencanaan (Design), tahap pengembangan (Development), tahap impelementasi (Implement), dan tahap evaluasi (Evaluate). Melalui produk yang dikembangkan diharapkan dapat dihasilkan media pembelajaran yang layak digunakan sehingga dapat menjadi dinamika dalam pembelajaran fisika. Kata kunci: Media Pembelajaran; Model ADDIE; Permainan Monopoli  Abstract This research aims to develop learning media in the form of monopoly games that are appropriate to be used in the learning process. The method of this research uses the ADDIE model which includes five stages, there are  the analysis stage (Analyze), the planning stage (Design), the development stage (Development), the implementation stage (Implement), and the evaluation stage (Evaluate). In research produce a learning media that is suitable to use so it becomes dynamic in physics learning. Keywords: Learning Media; ADDIE model; Monopoly Games
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA HUKUM NEWTON UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Nilna Faizah; Taufik Ramlan Ramalis; Parlindungan Sinaga
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.889 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.53132

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja hukum Newton yang secara empiris dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RD (Research and Development). Model yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation Evaluation). Sampel penelitian ini sejumlah 75 peserta didik SMA kelas XI semester 1 yang diambil melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah pre-test post-test. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan rasch model dan uji N-Gain. Hasil uji coba lapangan menunjukkan hasil peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik sebesar 0,49 yang masuk pada kategori sedang. 
Upaya Menuntaskan Ketrampilan Merumuskan Hipotesis dan Mengomunikasikan Hasil Percobaan Siswa melalui Model Pembelajaran GI-GI (Group Inestigation-Guided Inquiry) pada Materi Fluida Statis Ahmad Ruslan Abdul Aziz; Agus Danawan; Andi Suhandi; Ani Amiyati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.928 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20187

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menuntaskan capaian keterampilan merumuskan hipotesis dan keterampilan mengkomunikasikan hasil percobaan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Bandung setelah diterapkan model pembelajaran GI-GI (Group Inestigation-Guided Inquiry) Pada mata pelajaran Fisika khsusnya materi fluida statis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 Siklus. Setiap Siklus terdiri dari Tahap Perencanaan, Tahap Tindakan, Tahap Observasi dan Tahap Refleksi. Penelitian dilakukan dikelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Bandung. Sumber data berasal dari Guru dan Siswa, Teknik pengumpulan data meliputi tes berupa tes keterampilan proses sains, serta teknik non tes berupa observasi aspek keterlaksaan pembelajaran di dalam kelas. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yatu secara kuantitatif dilihat dari persentase jumlah siswa yang mengalami ketuntasan capaian keterampilan proses sains dari criteria acuan mininimal sebesar 70 %, kemudian dari analisis tersebut di deskripsikan untuk menggambarkan keuntasan capaian keterampilan proses sains yang dialami siswa. hasil yang diperoleh menunjukan bahwa: (1) keterampilan proses sains siswa terutama aspek keterampilan merumuskan hipotesis mengalami ketuntasan capaian. Pada siklus I diperoleh hasil sebesar 65.71 % siswa dari jumlah seluruh siswa yang menunjukan keterampilan proses sains pada aspek merusmuskan hipotesis, kemudian pada siklus II ketercapaian proses sains siswa menjadi 70.3 % siswa dari jumlah seluruh siswa yang mengalami keruntasan, (2) keterampilan proses sains siswa terutama aspek keterampilan mengkomunikasikan hasil percobaan mengalamai ketuntasan capain. Pada siklus I diperoleh hasil sebesar 54.39 % siswa dari jumlah seluruh siswa yang menunjukan ketuntasan capaian keterampilan proses sains pada aspek mengkomunikasikan hasil percobaan kemudian pada silkus II ketercapaian keterampilan proses sains menjadi 86.79% siswa dari jumlah seluruh siswa yang mengalami ketuntasan. Kata Kunci: Keterampilan Proses Saians, Model Pembelajaran GI-GI (Group Investigation-Guided Inqury) ABSTRACT The purpose of this study was to complete the achievement of the skills of formulating hypotheses and communicating skills of students of class XI IPA 1 Bandung 10 SMA after the implementation of the GI-GI learning model in the Physics subjects especially static fluid material. This study is a Classroom Action Research consisting of 2 Cycles. Each Cycle consists of the Planning Stage, Action Stage, Observation Stage and Reflection Stage. The study was conducted in class XI IPA 1 Bandung 10 Senior High School. Data sources came from Teachers and Students, Data collection techniques included tests in the form of science process skills tests, and non-test techniques in the form observing aspects of learning in the classroom. analysis using descriptive quantitative. The success criteria in this study are quantitatively seen from the percentage of students who experience mastery in the achievement of science process skills from the minimum reference criteria of 70%, then from the analysis are described to illustrate the achievement of the achievement of science process skills experienced by students. The results that: (1) science process skills of students, especially aspects of the hypothesis formulation skills, have attained mastery. In the first cycle results obtained at 65.71% of students of the total number of students who showed science process skills on aspects of hypothesis destroying, then in the second cycle the achievement of science processes students to 70.3 % of students, (2) science process skills students especially the aspects the skill of communicating the results of the experiment experienced. At sikuls I obtained results of 54.39% of students of the total number of students who showed the completeness of the achievement of science process skills in communicating the results of the experiment then on cycle II the achievement of science process skills to 86.79% of students. Keywords: Science Process Skills, GI-GI Learning Model (Group Investigation-Guided Inqury)
Pengembangan KIT Peraga Proses Terjadinya Gempa, Tsunami dan Likuifaksi untuk Pembelajaran di Sekolah Menengah Kota Palu Unggul Wahyono; I Komang Werdhiana; Ketut Alit Adi Untara
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.807 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23420

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan kit alat peraga gempa, tsunami dan likuifaksi.  Dengan kit peraga diharapkan siswa mudah memahami proses terjadinya bencana.yang merupakan salah satu cara pengurangan resiko bencana.  Metode penelitian imenggunakan modifikasi RD  Borg Gall.  Hasil riset pengembangan kit peraga diperoleh nilai validasi ahli  mitigasi gempa diperoleh nilai sebesar 3,56; media tsunami  3,43;  media likuifaksi dengan nilai 3,43.  Uji coba produk awal dilakukan pada mahasiswa  calon gutu Fisika Universitas Tadulako yang berjumlah 15 orang.  Dari uji produk  dilakukan perbaikan terutama pada ukuran, fleksibilitas  dan tampiilan. Uji lapangan dilakukan pada siswa kelas XIII SMP Negeri 21 Palu wilayah Petobo dengan jumlah siswa 30 orang. Hasil uji instrumen pemahaman proses terjadinya  bencana  nilai 68,25 dengan kategori baik.  Kesimpulan dari seluruh rangkaian pengembangan alat peraga proses terjadinya gempa, tsunami dan likuifaksi bahwa media kit peraga  dapat dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Media Pembelajaran, gempa , likuifaksi, mitigasi, tsunami, ABSTRACT The purpose of this research is to develop model kits of earthquake, tsunami and liquefaction. With this model kits,  students are expected to easily understand the process of disaster occurrence which is one way to reduce disaster risk. It used the modification of Reserach and Development of Borg Gall. The results show that the validation value of earthquake mitigation by experts is 3.56; tsunami media is 3.43; liquefaction media  is 3.43. The trial of initial product was conducted on 15 students of Physics Education Study Programme of Tadulako University. From the product testing, improvements were made mainly to size, flexibility and appearance. The field testing was conducted on 30 students of grade 8th of SMP Negeri 21 Palu in Petobo area. The test indicated that the process understanding of disaster occurrence is 68.25 with good category. The conclusion from the whole series of the development of this kits is that it is eligible to be used as learning media. Keywords: Learning Media, earthquake, liquefaction, mitigation, tsunami,
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan STEM dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP Lulu Iolanessa; Ida Kaniawati; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.259 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23452

Abstract

ABSTRAK Rangkaian keterampilan abad 21 yang diinginkan telah diidentifikasi melalui berbagai penelitian terdahulu salah satunya ialah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah adalah upaya seseorang atau kelompok untuk menemukan jawaban suatu persoalan berdasarkan pengetahuannya, pemahaman, kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEM. Penelitian ini bertujan untuk mengukur bagaimana kemampuan pemecahan masalah setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digabungkan dengan pendekatan STEM. Penelitian ini menggunakan metode pre- experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian yang sudah divalidasi oleh ahli dan dilakukan uji instrumen. Instrumen diberikan kepada 27 siswa di salah satu SMP Swasta di Kota Bandung. Berdasarkan analisis instrumen menggunakan analisis N-gain menunjukan bahwa hasil penelitian penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai N-gain 0,62, termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Problem Based Learning, STEM, Kemampuan Pemecahan Masalah  ABSTRACT The desired set of 21st century skills has been identified through various previous studies, one of which is the ability to solve problems. Problem-solving ability is the effort of a person or group to find answers to a problem based on their knowledge, understanding, and previous abilities. One effort to improve problem solving skills is through learning with the Problem Based Learning (PBL) model with the STEM approach. This research is intended to measure how the ability to solve problems after applying the Problem Based Learning (PBL) learning model combined with the STEM approach. This study uses a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The instrument used was an instrument of problem-solving ability in the form of problem descriptions that had been validated by experts. The instrument was given to 27 students in one private junior high school in the city of Bandung. Based on the analysis of instruments using N-gain analysis shows that the results of the study of the application of PBL learning models can improve students' problem solving abilities with an N-gain value of 0.62, included in the medium category. Keywords: Problem Based Learning, STEM, Problem Solving Ability
ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI SISWA BERDASARKAN HASIL TES URAIAN PADA MATERI BUNYI DI SMP S. Nulhaq; S. Utari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.273 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4898

Abstract

Pemahaman konsep siswa dapat dilihat dari profil kemampuan multirepresentasi siswa dalam memecahkan masalah, karena siswa dituntut untuk mampu menginterpretasi suatu konsep pada berbagai representasi (multirepresentasi) dalam memecahkan masalah secara tepat. Profil kemampuan multirepresentasi siswa tersebut berdasarkan hasil tes pada dua bentuk soal uraian, yaitu soal uraian terbatas dan soal uraian terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil kemampuan multirepresentasi siswa dari hasil tes pada bentuk soal uraian terbatas dan soal uraian terstruktur. Selain itu, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis profil kemampuan multirepresentasi pada setiap label konsep. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang didasarkan pada tafsiran persentase dari hasil tes yang dilakukan siswa. Pada desain penelitian hanya dilakukan post-test dan kelompok yang diperbandingkan ditentukan tidak secara random. Post-test dilakukan dua kali pada dua kelompok homogen yang terdiri dari 30 siswa SMP secara cross sectional, yaitu dilakukannya pertukaran uji tes pada pertemuan selanjutnya untuk menghindari bias. Materi yang diujikan baik pada post-test pertemuan pertama maupun post-test pertemuan kedua adalah materi bunyi SMP dengan menggunakan penilaian berdasarkan kriteria multiple ways. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil kemampuan multirepresentasi siswa dalam mengerjakan tes berbentuk soal uraian terstruktur lebih baik daripada dalam mengerjakan tes berbentuk soal uraian terbatas. Hal tersebut ditunjukan dengan jawaban siswa yang lebih lengkap dan rinci pada setiap kriteria multiple ways saat mengerjakan tes berbentuk uraian terstruktur. Oleh sebab itu, tes berbentuk soal uraian terstruktur lebih baik digunakan pada jenjang SMP yang masih berfikir abstrak.The understanding of a concept of a student can be measured from their multi representation ability profile in solving the problems, because they are demanded to be able to interpret a concept in various representation (multi representation) to solve the problem accurately. The profile of students’ multirepresentation ability can be discovered from the result of two types of essay tests; they are restricted response items and structurized response items. The aims of this research was to analyze the profile of students’ multirepresentation ability in solving the restricted response items and structurized response items. Furthermore, this research was aimed to analyze the profile of students’ multirepresentation ability in each concept. The method used in the research was descriptive analisys method which was taken from the percentage commentary of the test result. In the research design, post-test was the only test taken. Two groups were taken to be compared in purposive way. The post-test was conducted twice in two homogeneous groups consisted 30 junior high school students in cross-sectional method, which meant that there was an exchange of the test in the next test to avoid a bias. The material given in both post-test was sound for junior high school. The evaluation was done by employing the seven criteria of multiple ways. The result of the test showed that the profile of students’ multirepresentation ability in solving structurized response items was better than in solving restricted response items. It was seen as the students answered more completely and more detail when they solved the structurized response items. Therefore, the structurized response items is better to be used in junior high school level where the students are still in a stage that cannot fully think in abstract way.

Page 7 of 22 | Total Record : 216