cover
Contact Name
Ramdani, M.Pd.
Contact Email
ramdani12@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
edutech@upi.edu
Editorial Address
Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 297 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA E-JOBSHEET PADA MATERI PEMBUATAN SAKU KLEP KELAS X TATA BUSANA DI SMKN 8 PADANG
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99890

Abstract

The study entitled *“Development of E-Jobsheet Media on Flap Pocket Making Material for Grade X Fashion Design at SMKN 8 Padang”* was motivated by students’ difficulties in constructing flap pockets. These difficulties include inaccurate measurements of the upper and lower welts, poorly finished welt corners, and flap sizes that do not match the welt openings, resulting in wrinkled or loose stitching outcomes. In addition, low student interest and participation in the learning process also become obstacles, indicated by students’ reluctance to ask questions when experiencing difficulties. Therefore, learning media are needed to help students understand the procedural steps independently and systematically. This study aims to describe the validity and practicality of the e-jobsheet media for flap pocket making in the Basic Clothing Design subject at SMKN 8 Padang. This research is a Research and Development (RD) study using the 4D development model, which consists of define, design, development, and dissemination stages. The research subjects included media validators, material validators, subject teachers, and Grade X Fashion Design students. The data used were primary data collected through observation, interviews, and questionnaires. The research instrument employed a Likert scale questionnaire. The results showed that the developed e-jobsheet media obtained a media validity score of 86% with a very valid category and a material validity score of 86% with a very valid category. The teacher practicality test resulted in a percentage of 85% with a very practical category, while the students’ practicality test obtained a percentage of 87% with a very practical category. Based on these results, the e-jobsheet media is considered valid and practical to be used as a learning medium in the Basic Clothing Design subject. Penelitian berjudul “Pengembangan Media E-Jobsheet pada Materi Pembuatan Saku Klep Kelas X Tata Busana Di SMKN 8 Padang” dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam pembuatan saku klep. Kesulitan tersebut meliputi ketidaktepatan ukuran passpoille atas dan bawah, penyelesaian sudut passpoille yang kurang rapi, serta ukuran klep yang tidak sesuai dengan lubang passpoille sehingga hasil jahitan menjadi berkerut atau longgar. Selain itu, rendahnya minat dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga menjadi kendala, ditandai dengan kurangnya keberanian siswa untuk bertanya ketika mengalami kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami langkah kerja secara mandiri dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan praktikalitas media e-jobsheet pembuatan saku klep pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana di SMKN 8 Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, development, dan dissemination. Subjek penelitian terdiri dari validator media, validator materi, guru mata pelajaran, dan siswa kelas X Tata Busana. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media e-jobsheet yang dikembangkan memperoleh nilai validasi media sebesar 86% dengan kategori sangat valid dan validasi materi sebesar 86% dengan kategori sangat valid. Hasil praktikalitas guru memperoleh persentase 85% dengan kategori sangat praktis, sedangkan praktikalitas siswa memperoleh persentase 87% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, media e-jobsheet dinyatakan valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana.
PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN PRODUK CAKE DAN KUE INDONESIA
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99446

Abstract

his study was motivated by the low level of students’ learning interest in the subject of Indonesian Cake and Pastry Products at SMK Negeri 3 Payakumbuh due to the suboptimal use of learning media. The study aims to describe the use of instructional videos, students’ learning interest, and to analyze the effect of instructional video usage on students’ learning interest. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 107 students selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the use of instructional videos was in the moderate category with a mean score of 171.49, while students’ learning interest was in the high category with a mean score of 385.15. The regression analysis revealed a positive and significant effect of instructional video usage on students’ learning interest, with an R² value of 0.705 and a significance level of 0.000 0.05. Therefore, instructional videos can be considered an effective learning medium to enhance students’ learning interest, particularly in practice-based learning. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Produk Cake dan Kue Indonesia di SMK Negeri 3 Payakumbuh, yang disebabkan oleh kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan penggunaan video pembelajaran, mendeskripsikan minat belajar siswa, serta menganalisis pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap minat belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuntitatif dengan jenis penelitian korelasional Sampel berjumlah 107 siswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan analisis menggunakan statistic deskriptif dan interensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 171,49, sedangkan minat belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 385,15 dengan kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan anatara penggunaan video pembelajaran terhadap minat belajar siswa dengan nilai R2 sebesar 0,705 dan signifikansi 0,000 0,05. Dengan demikian, video pembelajaran efektif digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran berbasis praktik. 
KAJIAN LITERATUR : “EFEKTIVITAS MODEL PBL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CT PADA PEMBELAJARAN INFORMATIKA”
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99190

Abstract

In the context of Informatics education, developing students’ computational thinking (CT) skills has become increasingly important. One of the instructional approaches assumed to effectively enhance these skills is Problem Based Learning (PBL). This study aims to analyze the effectiveness of the PBL model in improving students’ computational thinking abilities. The method employed in this study is a Systematic Literature Review (SLR) by examining five relevant scientific articles. The data were collected through document analysis and reviewed qualitatively. The results of the analysis indicate that PBL consistently improves students’ computational thinking skills and learning outcomes. In addition, PBL enhances students’ motivation, engagement, and learning autonomy. These findings suggest that PBL is an effective instructional model for supporting the development of computational thinking in Informatics learning. Dalam konteks pendidikan Informatika, pengembangan keterampilan computational thinking (CT) siswa menjadi semakin penting. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diyakini efektif untuk meningkatkan keterampilan tersebut adalah Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model PBL dalam meningkatkan kemampuan computational thinking siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji lima artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dan ditinjau secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan keterampilan computational thinking dan hasil belajar siswa. Selain itu, PBL juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemandirian belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL merupakan model pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan computational thinking dalam pembelajaran Informatika.
EFEKTIVITAS MEDIA GAMIFIED ZEP QUIZ DALAM MODEL KOOPERATIF TIPE DETEKTIF TERHADAP KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99634

Abstract

Aqidah Akhlak learning continues to face challenges related to low student participation, largely due to the dominance of conventional teaching methods. This study aimed to examine the effect of ZEP Quiz-based gamified learning media integrated within a Detective-type cooperative learning model on student activity in Aqidah Akhlak at MA Nurul Hidayah Lecari. A pre-experimental One-Group Pretest-Posttest design was employed with 34 eleventh-grade students as participants. Data were collected through student activity questionnaires and structured observation sheets, then analyzed using descriptive statistics, the Wilcoxon Signed Rank Test, and N-Gain Score. Results showed an increase in mean student activity scores from 86.38 (pretest) to 98.97 (posttest). The Wilcoxon test yielded Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 ( 0.05), indicating a statistically significant difference. Observational data also rose from 56.75% to 86.25%. The N-Gain score of 0.3635 indicated moderate effectiveness. These findings confirm that integrating ZEP Quiz-based gamified media within the Detective cooperative model significantly improves student engagement in Aqidah Akhlak learning.  Pembelajaran Aqidah Akhlak masih menghadapi rendahnya partisipasi aktif siswa akibat dominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh media pembelajaran berbasis gamifikasi menggunakan platform ZEP Quiz dalam kerangka model pembelajaran kooperatif tipe Detektif terhadap tingkat keaktifan siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MA Nurul Hidayah Lecari. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental berbentuk One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 34 siswa kelas XI MA Nurul Hidayah Lecari ditetapkan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan melalui instrumen angket keaktifan dan lembar pengamatan. Teknik analisis data mencakup statistik deskriptif, Wilcoxon Signed Rank Test, dan N-Gain Score. Hasil studi memperlihatkan adanya lonjakan signifikan pada rata-rata keaktifan siswa, yakni dari 86,38 pada pengukuran awal menjadi 98,97 pada pengukuran akhir. Uji Wilcoxon menghasilkan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 ( 0,05), yang berarti H₀ ditolak. Data observasi lapangan juga mencatat kenaikan dari 56,75% menjadi 86,25%. Nilai N-Gain diperoleh sebesar 0,3635, tergolong dalam kategori sedang atau cukup efektif. Berdasarkan keseluruhan temuan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media gamified berbasis ZEP Quiz dalam model kooperatif tipe Detektif terbukti mampu mendorong peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.
HUBUNGAN KETERAMPILAN KURASI SUMBER BELAJAR DIGITAL GURU TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS X SMK
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.98951

Abstract

This study aims to determine the relationship between teachers' digital learning resource curation skills and students' digital literacy skills. This research used a quantitative correlational method with an ex post facto approach. The population consisted of 36 students of class X SMK. The sampling technique used was total sampling, in which all members of the population were taken as the research sample. Data were collected through questionnaires and tests. The results showed a significant relationship between teachers' digital curation skills and students' digital literacy with a significance value of 0.009 0.05 and a correlation coefficient of 0.427 (moderate category). These findings indicate that better curation practices by teachers are associated with students' digital literacy skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan kurasi sumber belajar digital guru dengan kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian adalah 36 siswa kelas X SMK. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara keterampilan kurasi sumber belajar digital guru dengan kemampuan literasi digital siswa dengan nilai signifikansi 0,009 0,05 dan koefisien korelasi 0,427 (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa praktik kurasi yang baik oleh guru berhubungan dengan kemampuan literasi digital siswa.
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN DIGITAL BAGI GENERASI Z DI SMAN 1 TEBING TINGGI BALANGAN
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99053

Abstract

This study aims to analyze the utilization of social media as a digital learning tool for Generation Z students at SMAN 1 Tebing Tinggi Balangan. The research employed a mixed methods approach with an explanatory sequential design. The subjects consisted of 60 students selected through purposive sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires, interviews, and documentation, and then analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The results revealed that WhatsApp was the most dominantly used platform in learning activities with a percentage of 95%, followed by YouTube (90%), TikTok (88%), and Instagram (85%). Social media was found to enhance students’ learning motivation, access to information, and learning interaction. However, the use of social media also created challenges such as learning distractions and limited academic control. The novelty of this study lies in the analysis of a pedagogically integrated multiplatform social media approach within the context of secondary schools in rural areas. This study confirms that the structured integration of social media can support digital learning that aligns with the characteristics of Generation Z students. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran digital bagi siswa Generasi Z di SMAN 1 Tebing Tinggi Balangan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi platform yang paling dominan digunakan dalam pembelajaran dengan persentase 95%, diikuti YouTube 90%, TikTok 88%, dan Instagram 85%. Media sosial terbukti meningkatkan motivasi belajar, akses informasi, serta interaksi pembelajaran siswa. Namun demikian, penggunaan media sosial juga menimbulkan distraksi belajar dan rendahnya kontrol akademik. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pendekatan multiplatform media sosial yang diintegrasikan secara pedagogis dalam konteks sekolah menengah di daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media sosial secara terstruktur dapat mendukung pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z.
PENDAMPINGAN GURU MELALUI PENDEKATAN BUDDY SYSTEM: STUDI FENOMENOLOGI PADA PROGRAM ‘ORGANISASI BANTU GURU BELAJAR LAGI’ DI AREA 3T INDONESIA
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.97625

Abstract

This study focuses on teacher mentoring through the buddy system approach within the Teachers' Independent Learning program by Bantu Guru Belajar Lagi in the 3T area. Using a qualitative phenomenological approach involving facilitators, teachers, and principals, data were collected through interviews and documentation. The results indicate a novelty in the cross-cultural and cross-skilled buddy system model that fosters a sense of security and enhances teacher self-efficacy. The study also demonstrates a shift in teachers' mindsets from conventional learners to active learners. Penelitian ini berfokus pada pendampingan guru melalui pendekatan buddy system melalui program Guru Merdeka Belajar oleh Bantu Guru Belajar Lagi di area 3T menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi melibatkan fasilitator, guru, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kebaruan dari model buddy system lintas budaya dan lintas keahlian yang menumbuhkan rasa aman dan meningkatkan efikasi diri guru. Penelitian juga menunjukkan adanya perubahan sedimentasi pemikiran guru dari pembelajar yang konvensional menjadi pembelajar aktif.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING BERBASIS AR GEOGEBRA PADA KETERAMPILAN CRITICAL THINKING, PROBLEM SOLVING DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VI SD XYZ
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.97414

Abstract

21st-century skills are the foremost and essential things that students must possess as their provision in facing educational advancements. The deep learning approach is a sustainable approach to the independent curriculum to create a learning process that meets the demands of the 21st century. The deep learning approach is based on three fundamental elements: mindful learning, meaningful learning, and joyful learning. The purpose of this study was to analyse the effect of AR GeoGebra-based deep learning on critical thinking skills, problem-solving, and learning motivation of sixth-grade students of XYZ Elementary School. The method used in this study was a quasi-experimental design with 28 students in each class, class VI R as the control class, and class VI L as the experimental class. The results of data analysis using the Mean Test showed no statistically significant difference in student learning motivation, with a p-value of 0.05707 when AR GeoGebra was used in the learning process. The results of data analysis using the Mean Test with a p-value of 0.02342 it can be concluded that the AR GeoGebra-based deep learning approach affects critical thinking skills. The p-value of 0.02397 for the problem-solving variable, therefore, concludes that there is a significant influence of the AR GeoGebra-based deep learning approach on problem-solving. Qualitative analysis of student interview data helps explain the quantitative results and demonstrates a productive approach strategy.  Keterampilan abad ke-21 menjadi hal terdepan dan penting yang harus dimiliki siswa sebagai bekal mereka dalam menghadapi kemajuan pendidikan. Pendekatan deep learning merupakan pendekatan berkelanjutan dari kurikulum merdeka untuk menciptakan proses pembelajaran yang memenuhi tuntutan abad ke-21. Pendekatan deep learning berpijak pada tiga elemen fundamental yaitu pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh deep learning berbasis AR GeoGebra terhadap keterampilan critical thinking, problem solving dan motivasi belajar siswa kelas VI SD XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan jumlah peserta masing-masing kelas 28 siswa, kelas VI R sebagai kelas kontrol dan kelas VI L sebagai kelas eksperimen. Hasil analisis analisis data menggunakan Uji Mean dengan T Test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam motivasi belajar siswa dengan nilai p-value sebesar 0.05707 ketika AR GeoGebra digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis data menggunakan Uji Mean dengan T Test dengan nilai p-value sebesar 0.0243, maka dapat disimpulkan pendekatan deep learning berbasis AR GeoGebra berpengaruh terhadap keterampilan critical thinking. Nilai p-value sebesar 0.02397 untuk variabel problem solving, maka disimpulkan ada pengaruh signifikan dari pendekatan deep learning berbasi AR GeoGebra terhadap problem solving. Analisis kualitatif dari data wawancara siswa, membantu dalam menjelaskan hasil kuantitatif dan menunjukkan strategi pendekatan yang produktif.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS WARGA KAMPUNG PONDOK PABRIK PASCABANJIR HIDROMETEOROLOGI
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99531

Abstract

The hydrometeorological flood in Pondok Pabrik Village caused significant psychological distress among the community, characterized by the emergence of stress, anxiety, and emotional instability in the aftermath of the disaster. These conditions indicate that psychological recovery has not yet been optimal, primarily because family support—as the primary support system—has not been fully utilized. This study aims to analyze the influence of family support on the psychological well-being of the community following the flood. The hypothesis proposed is that there is a positive and significant relationship between family support and psychological well-being. The study employs a quantitative approach with an associative design. The study sample consisted of 200 respondents selected using accidental sampling. Data collection utilized questionnaires adapted from the Family Support Scale (FSS) and the Psychological Well-Being (PWB) scale. Data analysis was conducted using Pearson’s Product-Moment correlation and simple linear regression. The results indicate that family support has a positive and significant effect on psychological well-being, with a correlation coefficient of 0.699 (p 0.05), a regression coefficient of 0.621 (p 0.05), and a contribution of 48.8%. These results indicate that family support plays a crucial role in enhancing psychological well-being, maintaining emotional stability, and supporting the post-disaster recovery process. In conclusion, family support is a key factor in improving psychological well-being while supporting the post-flood recovery process.  Banjir hidrometeorologi di Kampung Pondok Pabrik menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan pada masyarakat, ditandai dengan munculnya stres, kecemasan, dan ketidakstabilan emosi pascabencana. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan psikologis belum optimal, terutama karena dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat pascabanjir. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara dukungan keluarga dan kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Subjek penelitian berjumlah 200 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Family Support Scale (FSS) dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, dengan koefisien korelasi sebesar 0,699 (p 0,05), koefisien regresi sebesar 0,621 (p 0,05), serta kontribusi sebesar 48,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, menjaga stabilitas emosi, serta mendukung proses pemulihan individu pascabencana. Kesimpulannya, dukungan keluarga merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis sekaligus mendukung proses pemulihan pascabanjir.
STUDI KUALITATIF: PERAN MATA KULIAH MICROTEACHING TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI DIRI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.97833

Abstract

This study aims to analyze the role of the microteaching course in improving the self-efficacy of Mechanical Engineering Education students. The research used a qualitative descriptive approach involving lecturers, alumni, and students through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model supported by NVivo 12 Pro. The results show that microteaching enhances students’ self-efficacy through teaching skills practice, direct teaching experience, and feedback and reflection processes. Supporting factors include repeated practice, social support, collaborative learning environments, and lesson planning readiness. Inhibiting factors include initial anxiety, limited teaching experience, social evaluation pressure, and inadequate preparation. In conclusion, microteaching plays an important role in developing teaching competence and strengthening students’ confidence as prospective teachers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mata kuliah microteaching terhadap peningkatan efikasi diri mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data dosen, alumni, dan mahasiswa melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman berbantuan NVivo 12 Pro.Hasil penelitian menunjukkan bahwa microteaching meningkatkan efikasi diri mahasiswa melalui penerapan keterampilan dasar mengajar, praktik mengajar langsung, serta umpan balik dan refleksi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi pengalaman praktik berulang, dukungan sosial, lingkungan kolaboratif, dan kesiapan perencanaan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kecemasan awal, keterbatasan pengalaman, tekanan penilaian, dan kurangnya kesiapan materi. Kesimpulannya, microteaching berperan penting dalam meningkatkan keterampilan mengajar sekaligus membangun keyakinan diri mahasiswa sebagai calon pendidik.