cover
Contact Name
Ramdani, M.Pd.
Contact Email
ramdani12@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
edutech@upi.edu
Editorial Address
Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 297 Documents
EXPLORING TEACHERS' AND STUDENTS' PERSPECTIVES ON THE UTILIZATION OF INTERACTIVE FLAT PANELS IN DEEP LEARNING APPROACHES
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.98806

Abstract

The latest policy from the Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendikdasmen) promotes school digital transformation and the implementation of deep learning approaches, necessitating the use of devices such as Interactive Flat Panels (IFPs) in classrooms. Although IFPs are considered capable of enhancing interactivity, collaboration, and student engagement, their practical utilization in schools remains varied and not fully understood from the perspectives of teachers and students. This article aims to describe how teachers and students perceive and experience the benefits of utilizing Interactive Flat Panels (IFPs) in implementing deep learning approaches in the classroom. The method employed combines qualitative interviews with teachers and students and quantitative surveys to gather a comprehensive understanding of the subject. This methodology involves teachers and students from elementary schools. Survey analysis reveals that 81.0% of teachers already utilize Interactive Flat Panels (IFPs) in implementing deep learning approaches in the classroom, while 94.0% of students perceive benefits from such learning. In conclusion, Interactive Flat Panels (IFPs) hold strong potential to support deep learning when backed by student-centered lesson designs, adequate teacher technological literacy, and consistent school-level policy and infrastructure support. Overall, this article contributes by providing an empirical and detailed overview of how teachers and students interpret IFP usage in the context of education digitalization policies, while offering practical implications for leveraging IFPs in deep learning at schools. Kebijakan terbaru Kemendikdasmen yang mendorong transformasi digital sekolah dan implementasi pembelajaran mendalam menuntut pemanfaatan perangkat seperti Interactive Flat Panel (IFP) di kelas. Meskipun IFP dianggap mampu meningkatkan interaktivitas, kolaborasi, dan keterlibatan siswa, praktik pemanfaatannya di sekolah masih beragam dan belum sepenuhnya dipahami dari sudut pandang guru maupun siswa. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru dan siswa memaknai dan merasakan manfaat, dalam pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) pada penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di kelas. Metode yang digunakan adalah menggabungkan wawancara kualitatif dengan guru dan siswa serta survei kuantitatif untuk mengumpulkan pemahaman yang komprehensif tentang subjek tersebut. Metodologi ini mencakup guru dan siswa di Sekolah Dasar. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan bahwa sebanyak 81.0% guru sudah memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) pada penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di kelas dan 94.0% siswa merasakan manfaat dari pembelajaran tersebut. Sebagai simpulan, Interactive Flat Panel (IFP) berpotensi kuat mendukung pembelajaran mendalam ketika didukung oleh desain pembelajaran yang berpusat pada siswa, literasi teknologi guru yang memadai, dukungan kebijakan dan infrastruktur yang konsisten di tingkat sekolah. Secara keseluruhan, artikel ini berkontribusi dengan memberikan gambaran empiris dan terperinci tentang bagaimana guru dan siswa memaknai penggunaan IFP dalam konteks kebijakan digitalisasi pendidikan, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pemanfaatan IFP untuk pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah.
PEMANFAATAN GENERATIVE AI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH DAN PENELITIAN AKADEMIK SEBAGAI ALAT PRODUKTIVITAS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS PRISMA
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.97257

Abstract

The emergence of Generative AI technology such as ChatGPT has transformed academic writing in Indonesian higher education. Despite increasing adoption, systematic evidence about effectiveness and implications remains limited. Objective: This systematic literature review aims to synthesize scientific evidence on Generative AI utilization in enhancing academic writing productivity, with specific focus on Indonesian context. Method: Following PRISMA 2020 protocol, systematic searches were conducted across Google Scholar, ERIC, and Indonesian journal repositories for publications from 2022-2025. Inclusion criteria encompassed peer-reviewed articles in Indonesian and English discussing Generative AI in academic writing contexts. Results: From 50 identified articles, 32 met inclusion criteria after rigorous screening (24 international, 8 Indonesian studies). Meta-analysis reveals significant productivity gains: 40% average time reduction (range 25-54%, n=8 experimental studies), 18% quality improvement in professional writing (Noy Zhang, 2023, Science, n=453), and 61-75% increase in research output. Indonesian context shows 73.6% faculty adoption, with primary benefits in language barrier reduction. Critical challenges include 40-50% hallucination rate for Indonesian content (vs 25-40% internationally), complete institutional policy vacuum, and ethical concerns raised in 93.8% of studies. Conclusion: Generative AI demonstrates significant potential as a productivity tool when deployed as human augmentation rather than replacement, requiring coordinated policy development and enhanced AI literacy in Indonesian higher education. Kemunculan teknologi Generative AI seperti ChatGPT telah mentransformasi penulisan akademik di perguruan tinggi Indonesia. Meskipun adopsi meningkat, bukti sistematis tentang efektivitas dan implikasi masih terbatas. Tujuan: Systematic literature review ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang pemanfaatan Generative AI dalam meningkatkan produktivitas penulisan akademik, dengan fokus khusus konteks Indonesia. Metode: Mengikuti protokol PRISMA 2020, pencarian sistematis dilakukan di Google Scholar, ERIC, dan repositori jurnal Indonesia untuk publikasi 2022-2025. Kriteria inklusi mencakup artikel peer-reviewed berbahasa Indonesia dan Inggris yang membahas Generative AI dalam konteks penulisan akademik. Hasil: Dari 50 artikel teridentifikasi, 32 memenuhi kriteria inklusi setelah screening ketat (24 studi internasional, 8 studi Indonesia). Meta-analisis mengungkap peningkatan produktivitas signifikan: rata-rata reduksi waktu 40% (range 25-54%, n=8 studi eksperimental), peningkatan kualitas 18% dalam penulisan profesional (Noy Zhang, 2023, Science, n=453), dan peningkatan output penelitian 61-75%. Konteks Indonesia menunjukkan adopsi dosen 73.6% (Kusumaningrum et al., 2023) dengan manfaat utama pengurangan hambatan bahasa. Tantangan kritis meliputi hallucination rate 40-50% untuk konten Indonesia (vs 25-40% internasional), vakum kebijakan institusional total, dan kekhawatiran etis diangkat di 93.8% studi. Kesimpulan: Generative AI menunjukkan potensi signifikan sebagai alat produktivitas ketika di-deploy sebagai augmentasi manusia bukan replacement, memerlukan pengembangan kebijakan terkoordinasi dan peningkatan literasi AI di pendidikan tinggi Indonesia.
PERAN KEGIATAN MENGGAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS, PERKEMBANGAN BAHASA, DAN KREATIVITAS SISWA DI TK A XYZ
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.97762

Abstract

Fine motor skills, language development, and creativity are essential aspects of early childhood development. This study aims to determine the role of drawing activities in developing these three aspects among 20 students of Kindergarten A at XYZ Kindergarten, Jakarta. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental design in the form of a one-group pretest–posttest without a control class. The instrument used was an assessment rubric validated by two experts. Data were collected through observations of fine motor skills, language abilities, and creativity during drawing activities. Data analysis was conducted by calculating the n-gain to measure the improvement between pretest and posttest results, followed by testing using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an asymp. sig. (2-tailed) value of 0.000 for all variables, indicating a significant difference before and after the treatment. It can be concluded that drawing activities play a significant role in improving students’ fine motor skills, language development, and creativity. Keterampilan motorik halus, perkembangan bahasa, dan kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kegiatan menggambar dalam mengembangkan ketiga aspek tersebut pada 20 siswa TK A XYZ Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pre-experimental design berbentuk one group pretest-posttest tanpa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa rubrik penilaian yang telah divalidasi oleh dua ahli. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kemampuan motorik halus, bahasa, dan kreativitas selama kegiatan menggambar. Analisis data dilakukan dengan menghitung n-gain untuk melihat peningkatan hasil pretest dan posttest, kemudian diuji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan nilai asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0.000 pada seluruh variabel, yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Disimpulkan bahwa kegiatan menggambar berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, perkembangan bahasa, dan kreativitas siswa.
KESIAPAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS MODEL CIPP
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99335

Abstract

Teacher readiness is a crucial factor in the successful implementation of the Independent Curriculum in elementary schools. This study aims to describe teacher readiness in implementing the Independent Curriculum at SD N 01 Sumber based on the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through questionnaires, interviews, and documentation involving class teachers or subject teachers as research respondents. Data validity was tested through source triangulation and technical triangulation. Data analysis was conducted descriptively by interpreting questionnaire data in percentage form and strengthening it through interview results and documentation. The results of the study indicate that teacher readiness in implementing the Independent Curriculum is in the ready category, as indicated by 64.4% of respondents in the agree category and 35.6% in the strongly agree category with the teacher readiness indicators. This readiness is reflected in teachers' understanding of the Independent Curriculum, pedagogical and professional competencies, ability to utilize learning technology, as well as attitudes, motivation, and mental readiness to face change. However, this readiness is not yet fully optimal, especially in the use of technology by senior teachers and the implementation of project-based learning in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). Therefore, a continuous training program is needed from the Ministry of Education through the Center for Teachers and Education Personnel (BGTK) which focuses on improving technological literacy, the use of digital learning media and platforms, as well as mentoring the practical implementation of project-based learning and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the classroom to improve teacher readiness more evenly and optimally. Kesiapan guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD N 01 Sumber berdasarkan model Context, Input, Process, and Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas atau guru mata pelajaran sebagai responden penelitian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menafsirkan data kuesioner dalam bentuk persentase serta memperkuatnya melalui hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka berada pada kategori siap, yang ditunjukkan oleh 64,4% responden berada pada kategori setuju dan 35,6% pada kategori sangat setuju terhadap indikator kesiapan guru. Kesiapan tersebut tercermin dari pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka, kompetensi pedagogik dan profesional, kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta sikap, motivasi, dan kesiapan mental dalam menghadapi perubahan. Namun demikian, kesiapan tersebut belum sepenuhnya optimal, terutama pada pemanfaatan teknologi oleh guru senior dan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) yang berfokus pada peningkatan literasi teknologi, penggunaan media dan platform pembelajaran digital, serta pendampingan implementasi pembelajaran berbasis proyek dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) secara praktis di kelas guna meningkatkan kesiapan guru secara lebih merata dan optimal. 
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PELATIHAN MINDFULLNESS AND COMMUNITY LIVING CAMP DALAM MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS 7 DI SMP EHIPASSIKO
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99347

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Mindfulness and Community Living Camp (MCLC) training policy in reducing social anxiety among seventh-grade junior high school students. Social anxiety is a common psychosocial issue during early adolescence that may hinder academic development and social interaction. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 70 students. Data were collected using the Social Interaction Anxiety Scale (SIAS) and analyzed through normality tests, paired sample t-test, normalized gain (N-Gain), and Cohen’s d effect size.The results revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p 0.05), with the mean increasing from 60.54 to 77.84. The N-Gain score was in the moderate category, while the effect size indicated a large effect. These findings suggest that the MCLC training policy is statistically effective and has a meaningful practical impact on improving students’ social-emotional conditions.This study recommends maintaining and further developing the MCLC program as a preventive policy to support students’ mental health during educational transition periods. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan Pelatihan Mindfulness and Community Living Camp (MCLC) dalam mengurangi kecemasan sosial peserta didik kelas VII SMP. Kecemasan sosial merupakan permasalahan psikososial yang umum terjadi pada masa transisi remaja dan berpotensi menghambat perkembangan akademik serta interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 70 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah Social Interaction Anxiety Scale (SIAS). Analisis data meliputi uji normalitas, paired sample t-test, normalized gain (N-Gain), dan effect size Cohen’s d.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p 0,05). Rata-rata skor meningkat dari 60,54 menjadi 77,84. Nilai N-Gain berada pada kategori sedang, sementara nilai effect size menunjukkan kategori besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan pelatihan MCLC efektif secara statistik dan memiliki dampak praktis yang signifikan dalam meningkatkan kondisi sosial-emosional peserta didik.Penelitian ini merekomendasikan agar program MCLC dipertahankan dan dikembangkan sebagai kebijakan preventif dalam mendukung kesehatan mental peserta didik pada masa transisi pendidikan.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN PEDAGOGIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR SEBAGAI MODERATOR
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99211

Abstract

This study aimed to analyze the effect of digital literacy on pedagogical readiness and to examine the moderating roles of learning motivation and learning environment. The study employed a quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data were collected through a questionnaire instrument designed to measure four main constructs, namely digital literacy, learning motivation, learning environment, and pedagogical readiness. The analysis was conducted to examine both direct effects and interaction effects among variables within the structural model. The findings revealed that digital literacy, learning motivation, and learning environment had positive and significant effects on pedagogical readiness. Among these variables, learning motivation demonstrated the strongest influence. The effect size (f-square) analysis indicated that learning motivation had a moderate effect on pedagogical readiness (f² = 0.296), followed by learning environment with a moderate effect (f² = 0.220), while digital literacy showed a small to moderate effect (f² = 0.135). Furthermore, learning motivation significantly strengthened the relationship between digital literacy and pedagogical readiness. In contrast, the learning environment exhibited a negative moderating effect on this relationship. The coefficient of determination (R-square) value of 0.784 indicated that the model possessed strong explanatory power in predicting pedagogical readiness. The study concludes that pedagogical readiness is influenced by a combination of cognitive, affective, and environmental factors. Digital literacy serves as a fundamental component, while learning motivation and learning environment determine the strength of its influence on pedagogical readiness. This study contributes to the development of a more comprehensive technology-based pedagogical readiness model. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kesiapan pedagogik, serta menguji peran motivasi belajar dan lingkungan belajar sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang mengukur empat konstruk utama, yaitu literasi digital, motivasi belajar, lingkungan belajar, dan kesiapan pedagogik. Analisis dilakukan untuk menguji pengaruh langsung dan interaksi antar variabel dalam model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, motivasi belajar, dan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pedagogik. Motivasi belajar memiliki pengaruh paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Hasil analisis effect size (f-square) menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh sedang terhadap kesiapan pedagogik (f² = 0.296), diikuti lingkungan belajar dengan pengaruh sedang (f² = 0.220), serta literasi digital dengan pengaruh kecil hingga sedang (f² = 0.135). Selain itu, motivasi belajar terbukti memperkuat pengaruh literasi digital terhadap kesiapan pedagogik. Sebaliknya, lingkungan belajar menunjukkan efek moderasi negatif terhadap hubungan tersebut. Nilai koefisien determinasi (R-square) sebesar 0.784 menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang tinggi terhadap kesiapan pedagogik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan pedagogik dipengaruhi oleh kombinasi faktor kognitif, afektif, dan lingkungan. Literasi digital berperan sebagai fondasi utama, sementara motivasi belajar dan lingkungan belajar menentukan kekuatan hubungan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model kesiapan pedagogik berbasis teknologi yang lebih komprehensif.
PENGEMBANGAN E-JOBSHEET BERBASIS FLIPHTML5 PADA MATERI PEMBUATAN KERAH KEMEJA UNTUK SISWA TATA BUSANA
EDUTECH Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v25i2.99884

Abstract

The development of digital technology in vocational education requires the use of more interactive and flexible learning media to support students’ practical skills. In the Basic Sewing Techniques subject, particularly in the shirt collar construction material, students still experience difficulties in understanding systematic work procedures because the learning media used are still conventional. This study aimed to develop a FlipHTML5-based e-jobsheet that is valid and practical for the shirt collar construction material for Fashion Design students. This research employed a Research and Development (RD) method using the 4-D development model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The research subjects consisted of 3 material experts, 1 media expert, and 25 eleventh-grade Fashion Design students at SMKN 8 Padang. The research instruments included material validation questionnaires, media validation questionnaires, and student practicality questionnaires using a Likert scale. The results showed that the FlipHTML5-based e-jobsheet obtained a “very valid” category from material experts with an average percentage of 89.05% and from the media expert with a percentage of 92.86%. The practicality test conducted by students obtained an average percentage of 94% categorized as “very practical.” In addition to validity and practicality tests, this study also conducted an effectiveness test. The average pretest score of 68.40 for students increased to 86.20 for the posttest, with an N-gain of 0.56, in the “medium category”. Therefore, the FlipHTML5-based e-jobsheet on shirt collar construction material is considered valid and practical to be used as a learning medium to support students’ understanding and independent learning in Fashion Design education.  Perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran vokasi menuntut penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel untuk mendukung keterampilan praktik peserta didik. Pada mata pelajaran Teknik Dasar Menjahit, khususnya materi pembuatan kerah kemeja, peserta didik masih mengalami kesulitan memahami langkah kerja secara sistematis karena media pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media e-jobsheet berbasis FlipHTML5 yang valid dan praktis pada materi pembuatan kerah kemeja untuk siswa Tata Busana. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 3 ahli materi, 1 ahli media, dan 25 siswa kelas XI Tata Busana SMKN 8 Padang. Instrumen penelitian menggunakan angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan angket praktikalitas peserta didik dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media e-jobsheet berbasis FlipHTML5 memperoleh tingkat validitas “sangat valid” dari ahli materi dengan persentase rata-rata 89,05% dan dari ahli media sebesar 92,86%. Hasil uji praktikalitas oleh peserta didik memperoleh persentase rata-rata 94% dengan kategori “sangat praktis”. Selain uji validitas dan praktikalitas, penelitian ini juga melakukan uji efektivitas. Nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 68,40 meningkat menjadi 86,20 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,56 dalam kategori “sedang”. Dengan demikian, e-jobsheet berbasis FlipHTML5 pada materi pembuatan kerah kemeja dinyatakan valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung pemahaman dan kemandirian belajar siswa Tata Busana.