cover
Contact Name
Anwar Efendi
Contact Email
anwar@uny.ac.id
Phone
+62274550843
Journal Mail Official
litera@uy.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55281 litera@uny.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Litera
ISSN : 14122596     EISSN : 24608319     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical original research papers on linguistics, literature, and their teaching.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020" : 10 Documents clear
PERSPEKTIF MASYARAKAT JAWA TERHADAP PEMAKAIAN BAHASA NONVERBAL: STUDI KASUS ETNOPRAGMATIK Pranowo Pranowo
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.28873

Abstract

Masyarakat Jawa memiliki perspektif tersendiri mengenai Bahasa nonverbal (BN) karena latar belakang budayanya. Kajian BN ini menggunakan teori etnopragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah warga masyarakat Umbul Harja, Yogyakarta. Data berupa tuturan yang didukung BN. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan wujud BN, fungsi BN, dan makna pragmatik BN. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, dan perekaman. sedang analisis data melalui langkah identifikasi data, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan adalah sebagai berikut. (1) Wujud BN bahasa Jawa meliputi bahasa dinamis yang berupa gerakan kepala dan bagaian-bagiannya, gerakan tangan dan bagian-bagiannya; wujud BN statis meliputi postur tubuh, warna kulit, warna rambut, bentuk hidung, bentuk bibir, dan status social. (2) Fungsi BN adalah untuk menggerakkan, menyetujui, menolak,  mengkritik, menyuruh, meminta, menjaga penampilan,  memberi penekanan atas kepuasan, memberi ucapan selamat jalan, menunjukkan status sosial, dan menjaga kehormatan. (3) Makna pragmatik BN dinamis mencakup persetujuan, perintah halus, penolakan tidak langsung, penolakan langsung, senyuman lamis. Di pihak lain, BN statis makna pragmatiknya adalah menunjukkan status sosial, menjaga penampilan , memberi kritik secara tidak langsung, dan menyampaikan pujian.  Kata kunci: bahasa nonverbal, pragmatik, konteks, etnopragmatik  JAVANESE COMMUNITY PERSPECTIVES ON THE USE OF NONVERBAL LANGUAGE: A CASE STUDY OF ETNOPRAGMATICS AbstractJavanese people have their own perspectives on Non-verbal Language (NvL) because of their cultural backgrounds. This NvL study uses the ethnopragmatic theory in qualitative descriptive methods. Data sources are residents of the East Celeban community, Umbul Harja, Yogyakarta. Data are in the form of speech supported by NvL. The purpose of the study is to describe the form of NvL, the function of NvL, and the pragmatic meaning of NvL. Data are collected through observation, interviews, and recording. The data analysis steps include data identification, classification, and interpretation. The results of the study show that (1) the manifestation of the Javanese NvL includes dynamic languages, including head movements and parts and hand movements and parts. Static NvL manifestations include body posture, skin color, hair color, nose shape, lip shape, and social status; (2) NvL functions include moving, approving, refusing, criticizing, ordering, asking, maintaining appearance, emphasizing satisfaction, saying goodbye, showing social status, and maintaining honor; and (3) pragmatic meaning of dynamic NvL includes approval, subtle commands, indirect rejection, direct rejection, and dynamic smiles. Meanwhile, the static NvL pragmatic meaning is showing social status, maintaining appearance, giving criticism indirectly, and expressing praise. Keywords: nonverbal language, pragmatics, context, ethnopragmatics
THE STYLES’ VARIATION CONTAINED IN FRENCH MEDIA Tobing, Roswita Lumban; Rahayu, Siti Perdi; Rohali, Rohali; Utami, Nastiti
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.30515

Abstract

The use of language styles has a widely varied purpose to convey information that is not explicitly expressed by the speaker. This study is aimed at describing the form and function of the styles contained in the French media. The subjects of this research are phrases and sentences contained in the CDP Lyrics in the Blonde albums, alcoholic beverages and advertisement aplle in French-language magazines, and in the speech by François Hollande in ‘Le Figaro’ newspaper. Data collection is done by observation and recording techniques using data tables. Data analysis uses the agih method. The analysis of the language style functions is done by using the speech components of SPEAKING. The validity is obtained through semantic validity and reliability through intra-rater reliability.  The results of the study show that the style of language in the media is necessary for speech so that the content of communication is more beautiful and attractive. Language style functions depend on the context and purpose of the speech. The most dominant function in the lyrics of the song is the poetic, which prioritizes beauty. In Alcoholic Beverage Ads, the expressive function becomes dominant to make the advertisement more alive. In the Apple Product Advertising on the Internet, the language function is referential for emphasizing the topics described.Keywords: language style, form and function  VARIASI GAYA BAHASA DALAM MEDIA PERANCIS AbstrakPenggunaan gaya bahasa mempunyai tujuan yang sangat bervariasi untuk menyampaikan informasi yang tidak akan dinyatakan secara eksplisit oleh si penutur.   Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi gaya bahasa pada media komunikasi yang berupa lagu, iklan, dan Surat Kabar berbahasa Prancis. Subjek penelitian ini adalah frasa dan kalimat yang terdapat dalam Lagu CDP pada album Blonde, iklan minuman beralkohol, iklan aplle dalam majalah berbahasa Prancis, dan Pidato François Hollande dalam Surat Kabar Le Figaro. Pengumpulan data dengan metode simak dan teknik catat dengan tabel data. Analisis data menggunakan metode agih. Penentuan fungsi gaya bahasa menggunakan metode padan referensial. Fungsi penggunaan gaya bahasa dianalisis  dengan komponen tutur SPEAKING. Keabsahan data melalui validitas semantis, reliabilitas dengan intra-rater. Hasil penelitian menunjukkan bahasa gaya bahasa yang paling menonjol pada lagu adalah asonansi dan hiperbola, pada iklan minuman beralkohol adalah aliterasi dan hiperbola, pada pidato François Hollande adalah repetisi dan hiperbola, pada iklan apple adalah asonansi dan aliterasi. Fungsi bahasa yang sering muncul adalah referensial kecuali pada iklan minuman beralkohol, yang dominan adalah fungsi emotif.  Fungsi gaya bahasa tergantung pada konteks dan tujuan. Gaya bahasa di media diperlukan agar konten indah dan menarik. Kata kunci : Gaya Bahasa, Bahasa Prancis, Bentuk dan Fungsi
TRANSLATION PROCEDURES AND IDEOLOGY OF TWO DIFFERENT ENGLISH TRANSLATION VERSIONS OF SURAH AL-FATIHAH: A CONTRASTIVE ANALYSIS Sukarno Sukarno; Risyah Adilia; Riskia Setiarini
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.29425

Abstract

English translation of the Holy Qur’an comes as solutions for Muslims and non-Muslims worldwide to be able to understand the message of the Holy Qur’an besides its authentic Arabic text. Two of the most famous versions are translated by Saheeh International SI (2004) and Abdel Haleem hereafter AH (2004). Since Arabic and English belong to different language families, the translations resulted in the variation of lexicons and grammatical structures to express the same meaning in English from the Holy Qur’an. This research attempts to reveal how lexical and grammatical differences happened in two different English translation versions of surah al-Fatihah by SI and AH. The data were analyzed using a contrastive analysis method with content analysis. The results showed that firstly, there are lexical and grammatical differences in the five ayats. Secondly, SI used procedures that are mostly oriented to the SLT such as transcription and componential analysis while AH used procedures that are mostly oriented to the TLT such as modulation and contraction. Lastly, the two translators applied different dominant ideologies on their translations. SI represents the foreignization ideology while AH represents domestication ideology. Keywords: al-Fatihah, English translation, contrastive analysis, translation procedures, translation ideology PROSEDUR PENERJEMAHAN DAN IDEOLOGI DALAM DUA VERSI  TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS SURAT AL-FATIHAH:  SEBUAH ANALISIS KONTRASTIF AbstrakTerjemahan bahasa Inggris dari kitab suci AlQur’an adalah sebuah solusi untuk orang-orang muslim dan nonmuslim di seluruh dunia untuk dapat memahami isi dari kitab suci AlQur’an di samping teks Arab aslinya. Di antara versi terjemahan-terjemahan kitab suci AlQur’an, dua yang paling terkenal diterjemahkan oleh Saheeh International yang disingkat SI (2004) dan Abdel Haleem (2004) yang disingkat AH. Karena bahasa Arab dan bahasa Inggris berasal dari keluarga bahasa yang berbeda, terdapat beberapa perbedaan leksikal dan gramatikal dalam terjemahan dari kitab suci Al-Qur’an untuk menunjukkan makna yang sama di dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perbedaan leksikal dan gramatikal terjadi pada dua versi terjemahan surah al-Fatihah oleh SI dan AH. Data dianalisis menggunakan metode analisis kontrastif dengan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat perbedaan leksikal dan gramatikal yang dapat ditemukan di 5 ayat. Kedua, SI menggunakan prosedur yang kebanyakan berorientasi pada bahasa sumber seperti transkripsi dan analisis komponen, sedangkan AH menggunakan prosedur yang kebanyakan berorientasi pada bahasa sasaran seperti modulasi dan reduksi. Selain itu, SI cenderung menggunakan ideologi foreignisasi, sedangkan AH cenderung menggunakan ideologi domestikasi. Kata kunci: Al-Fatihah, terjemahan bahasa Inggris, analisis kontrastif, prosedur penerjemahan, ideologi penerjemahan
PREDIKAT KOMPLEKS DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING Latifah Yusri Nasution; Mulyadi Mulyadi
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.25455

Abstract

Predikat kompleks terbentuk ketika dua atau lebih elemen predikat bergabung ke dalam hubungan subjek dan objek. Penelitian tentang predikat komplek bahasa Angkola Mandailing merupakan media mempelajari bahasa daerah yang mulai ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi predikat kompleks bahasa Angkola Mandailing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interaktif dengan teori X-bar. Sumber data penelitian adalah tuturan lisan informan dalam situasi tutur yang alamiah. Pengumpulan data dengan metode simak atau observasi. Analisis dilakukan selama pengumpulan, reduksi, penyajian, dan pena­rikan simpulan/verifikasi. Analisis data menggunakan metode agih dan disajikan menggunakan metode informal. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, karakteristik predikat kompleks dalam bahasa Angkola Mandailing, yaitu dibentuk dari dua verba atau lebih, letaknya berdampingan, dan memiliki kesamaan aspek dan negasi. Kedua, pola pembentuk predikat kompleks dalam bahasa Angkola Mandailing berupa V1 intransitif + V2 intransitif, V1 transitif + V2 intransitif, V1 intransitif + V2 transitif, dan V1 transitif + V2 transitif. Ketiga, kedua verba atau lebih dalam konstruksi predikat kompleks bahasa Angkola Mandailing sama-sama menjadi verba inti dalam kalimat. Skema X-barnya ialah predikat kompleks (V1+V2) berkombinasi membentuk V’. V’ membentuk FV. FV berkombinasi dengan I membentuk I’. I’ berkombinasi dengan Spes membentuk FI (kalimat). Kata Kunci: konstruksi, predikat kompleks, bahasa Angkola Mandailing COMPLEX PREDICATION IN ANGKOLA MANDAILING LANGUAGE AbstractComplex predicates are formed when two or more predicate elements are joined into the relationship of subjects and objects. Research on the complex predication of the Angkola Mandailing language is a medium for learning the languages of the region that are becoming obsolete. This study is aimed at describing the complex construction of the Angkola Mandailing language. The study uses a qualitative approach with interactive methods with the X-bar theory. The source of the research data is the oral speech of informants in natural speech situations. Data collection is done by listening or observing. The analysis is carried out during the collection, reduction, presentation, and conclusion/verification research steps. Data analysis uses the aggregate method and is presented using the informal method. The results of this study indicate that first, the characteristics of complex predicates in the Angkola Mandailing language are formed from two or more verbs, located side by side, and having similar aspects and negations. Second, the complex predicate patterns are intransitive V1 + intransitive V2, transitive V1 + intransitive V1, intransive V1 + transitive V2, and transitive V1 + transitive V2. Third, the two or more verbs in the construction of the complex predicate together become the core verbs in the sentence. The X-bar scheme is a complex predicate (V1+V2) combined to form V '; V ’forms VP; VP combines with I to form I '; and I ’combines with Spes to form IP (sentence). Keywords: grammatical construction, complex predicate, Angkola Mandailing language
OBITUARY PRESENTED IN INDONESIAN NEWSPAPER Atiqa Sabardila; Adyana Sunanda; Yunus Sulistyono; Dini Restiyanti Pratiwi; Agus Budi Wahyudi
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.26977

Abstract

The newspaper enables the readers to obtain enlightenment, particularly moral values. Moral values can be obtained through obituary writings. This study was aimed at elaborating the reference, author’s perspective, technique of collecting material, role assertion, contribution to writing biography, and motive in the obituary. The data were obtained through a documentation technique while the data source was attained from the printed version of the called Kompas Indonesia newspapers from 2015 to 2017. The newspaper was the only one in the country giving this special rubric. The study applied the referential identity method, marker reading technique, and pragmatic identity analysis as well as pedagogic and hermeneutic approach. Results show that the obituary texts in the newspaper are potential to become a learning material in Indonesian language education, particularly in the elementary school. The inspirational figures can further impact on students’ character building. Keywords: obituary, character building, motives, reference, Kompas  PEMBERITAAN OBITUARI DALAM SURAT KABAR INDONESIA AbstrakSurat kabar memungkinkan pembaca mendapatkan pencerahan, khususnya nilai-nilai moral. Nilai-nilai moral dapat diperoleh melalui penulisan berita kematian di surat kabar. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan referensi, perspektif penulis, teknik mengumpulkan bahan, peran peran, kontribusi untuk menulis biografi, dan motif dalam berita kematian. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi; sementara sumber data diperoleh dari surat kabar cetak bernama Kompas Indonesia pada 2015-2017. Sumber data hanya diambil dari koran Kompas mengingat bahwa Kompas satu-satunya koran yang menyediakan kolom mengenai isu ini. Penelitian ini menggunakan metode identitas referensial dan teknik marker reading. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode referensial, teknik membaca penanda, dan metode identitas pragmatis serta pendekatan pedagogik dan hermeneutik. Berdasarkan analisis data yang disajikan dalam artikel ini, teks berita kematian berpotensi menjadi bahan pembelajaran dalam pendidikan bahasa Indonesia, khususnya di Sekolah Dasar. Tokoh-tokoh inspirasional dapat lebih jauh berdampak pada pembentukan karakter siswa. Kata kunci: obituari, pembentukan karakter, motif, referensi, Kompas
LATAR BELAKANG ASPEK KEHIDUPAN PADA SISTEM PENAMAAN JALAN DI KOTA YOGYAKARTA: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Prihadi, Prihadi; Listiyorini, Ari
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.26617

Abstract

Penelitian mengenai onomastika telah beberapa kali dilakukan. Lewat penelitian onomastika dapat dijelaskan penggunaan aspek kebahasaan dan aspek lain seperti sejarah dan budaya, kehidupan, motivasi, serta alasan motivasi dan tujuan penamaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kehidupan pada sistem penamaan jalan di Yogyakarta sebagai bagian dari keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian dibatasi pada Kota Yogyakarta yang memiliki data nama jalan secara formal. Data berupa nama-nama jalan. Sumber data berupa sumber data tertulis dan lisan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Analisis data dengan kultural-historis. Validasi dilakukan dengan triangulasi data dan metode. Penelitian menemukan 26 aspek kehidupan yang selanjutnya dapat dikelompokkan menjadi 9 aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut meliputi aspek tumbuhan dan binatang, aspek tempat (asal-usul tempat, fungsi tempat, penanda tempat, dan arah tempat), aspek yang berhubungan dengan keraton (kerabat keraton, prajurit keraton, tempat tinggal pegawai keraton, senjata perang), aspek geografis (ciri-ciri geografis, gunung/sungai, dan fenomena alam), aspek profesi, aspek pahlawan dan tokoh, aspek harapan dan cita-cita, aspek nama wayang, dan aspek lainnya (aktivitas kerja, karakter, dan sifat). Kata kunci: nama jalan, aspek kehidupan, kultural-historis BACKGROUNDS OF THE LIFE ASPECTS ON THE ROAD NAMING SYSTEM IN YOGYAKARTA CITY: ANTHROPOLINGUISTIC STUDYAbstract              Research on onomastics has been conducted a number of times. Through onomastic research, road naming can be described in terms of the linguistic and other aspects such as history and culture, ways of life, and motives and objectives. This study is aimed at describing the aspects of life in the street naming system in Yogyakarta as part of the special features of the Yogyakarta Special Region. This study uses the descriptive research design. The research location in Yogyakarta is limited to the city of Yogyakarta which has formal road name data. Data are in the form of street names in the study location. Data sources are written and oral. Data collection techniques are observation, interview, and recording. Data analysis is cultural-historical. Validation is done by data and method triangulations. Results show 26 aspects of life grouped into 9. These aspects are related to plants and animals, places (origin, function, marker, and direction), palaces (family kinship, soldier troop, official residence, and war weapon), geography (feature, mountain/river, and natural phenomena), profession, hero and figure, hope and ideal, wayang figure, and other (work activity, character, and nature). Keywords: street names, aspects of life, cultural-historical aspect
DESIGN AND DISCOURSE OF MODERN STANDARD ARABIC E-TEXTBOOK Thohir, Muhammad; Kurjum, Mohammad; Muhid, Abdul
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.28901

Abstract

An E-textbook of Modern Standard Arabic (MSA) is an important device that supports the on-line practical aspects of the teaching Arabic as a foreign language (TAFL). The present study was aimed at describing the characteristics of the design and discourse of the Schulz’s E-textbooks of MSA. The study focused on Schulz MSA E-Textbook as an instructional material package of standard Arabic of the intermediate levels (B1 and B2 levels). The study used the qualitative research approach with the discourse-analysis method of data analyses.The results showed the following findings. The design of the E-package is web-based with multimedia as resources. The content prioritizes on grammar material in each initial lesson unit of the textbook. Although standard modern Arabic is used as the language variant for the language skills, colloquial language variants are given sufficient attention that can be accessed only in the E-edition version of the package. In terms of the contents of the discourse, a wide selection of texts are used with varied themes in the field of education, social affairs, economy, culture,  politics,  religion, environment,  and technology. Citations embedded in header texts do not always match the contents of the discourse. The religious discourse pieces in the materials seem to be positioned more as socio-cultural facts rather than as theological facts. Keywords: E-textbook, Modern Standard Arabic, discourse, learning material  DESAIN DAN WACANA BUKU PELAJARAN BAHASA ARAB BAKU AbstrakBuku ajar elektronik bahasa Arab standar merupakan perangkat penting yang mendukung aspek-aspek praktis online pada pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing (PBABA). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik desain dan muatan wacana buku ajar elektronik bahasa Arab Standar. Kajian difokuskan pada e-text karya Eckehard Schulz yang banyak digunakan di Indonesia dan dibatasi pada tingkat menengah (tingkat B1-B2). Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan temuan berikut. Desain e-textbook MSA Schulz berkarakter web based dengan multimedia sebagai resources. Kontennya memprioritaskan materi tata bahasa di setiap awal pelajaran. Meskipun keterampilan berbahasa Arab ditekankan pada penggunaan variasi standar atau modern language, variasi colloquial language mendapat perhatian cukup memadai yang hanya dapat diakses dalam versi e-edition. Dari segi muatan wacana, ia menghadirkan banyak muatan seperti pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, politik, agama, lingkungan, dan teknologi. Kutipan yang disematkan di setiap header halaman tidak selalu cocok dengan isi wacana. Yang menarik, wacana agama di dalamnya terlihat lebih diposisikan sebagai fakta sosial-budaya daripada fakta teologis. Kata kunci: buku elektronik, bahasa Arab standar, wacana, kegiatan pembelajaran
THE PROFILE OF PRIMARY ENGLISH TEACHERS IN INDONESIA B. Yuniar Diyanti; Lusi Nurhayati; Nury Supriyanti
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.27228

Abstract

After the implementation of the 2013 national curriculum which excludes English from the primary school, many primary schools in Indonesia keep offering English to the students despite the uncertainty of the status of English for the primary school. However, the state of the practice of English currently in primary schools is barely unknown. This study is an attempt to portray the teachers that strive to teach English in the primary schools in one of the regencies that are still implementing English education. This survey study involved 44 randomly selected Primary English teachers (PETs) in the regency. The research instrument was a set of online (google format) and offline questionnaires. Results show that the majority of the teachers have English teaching qualification, however only very few ever attended pre-service or in-service training for teachers of young learners. The teachers also deal with employment uncertainty as primary English has no formal legal government policy. The findings bring about the issue of gaps and opportunities for professional developments of PETs and inequality in professional supports for PETs. Keywords: English for young learners (EYL), primary English, primary English teacher (PET) PROFIL GURU BAHASA INGGRIS SEKOLAH DASAR DI INDONESIA AbstrakSetelah penerapan Kurikulum 2013 yang tidak mengikutsertakan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan muatan lokal (mulok) dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD), banyak SD di Indonesia yang tetap menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris dalam suasana ketidakpastian. Tidak diketahui kondisi pembelajaran bahasa Inggris di SD saat ini. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan guru-guru bahasa Inggris yang berjuang untuk tetap mengajarkannya di salah satu kabupaten di Indonesia yang tetap mengizinkan pembelajaran bahasa Inggris di SD. Penelitian survei ini melibatkan 44 guru bahasa Inggris SD yang dipilih secara acak dan instrumen yang digunakan adalah seperangkat kuesioner daring (googleform) dan luring (cetak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki latar beakang pendidikan bahasa Inggris, namun hanya sedikit sekali yang pernah mengikuti pelatihan pengajaran bahasa Inggris bagi anak-anak. Guru-guru tersebut juga menghadapi ketidakjelasan status kepegawaian yang disebabkan tidak adanya aturan pemerintah yang jelas tentang bahasa Inggris di SD. Temuan penelitian mengangkat isu tentang kesenjangan pada pengembangan professional guru bahasa Inggris SD dan ketimpangan dalam dukungan profesional bagi guru-guru tersebut. Kata Kunci: bahasa Inggris bagi anak-anak (EYL), bahasa Inggris di SD, dan guru bahasa Inggris SD
KONSEP DIRI PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN BUDAYA DALAM AUTOBIOGRAFI STUPEUR ET TREMBLEMENTS KARYA AMÉLIE NOTHOMB Yeni Artanti
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.30465

Abstract

Identitas atau konsep diri merupakan representasi seseorang.  Konsep diri pengarang  dapat direkonstruksi pembaca melalui karya-karyanya, salah satunya autobiografi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep diri perempuan di persimpangan budaya, mencakup gambaran diri, harga diri, dan harapan diri. Sumber data penelitian ini adalah roman autobiografi Stupeur et Tremblements karya Amélie Nothomb.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis interpretatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca, mencatat, mengklasifikasikan, dan mengkoding.  Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep diri sebagai berikut. Pertama, kegagalan usaha peleburan diri tokoh Aku atau Amélie, sosok perempuan Belgia terdidik, menguasai bahasa Jepang dan diterima bekerja di Perusahaan Yumimoto sebagai penerjemah Jepang-Belgia/Prancis,  namun terpaksa harus menerima dirinya diperkerjakan  sebagai pembersih toilet, agar diterima dan melebur sebagai seorang Jepang. Dia mencoba menghapus dirinya dan mencoba melebur dalam cara pikir dan  budaya Jepang, tempat ia dilahirkan dan tumbuh sampai usia lima tahun. Kedua,  self-esteem atau harga diri yang selalu direndahkan oleh atasannya, wanita Jepang bernama Mori Fubuki, Saito dan Omichi. Hal itu  berbenturan dengan keyakinan dan penilaian dirinya sebagai perempuan yang tumbuh di Barat. Ketiga,  ideal self tokoh Amélie di Jepang yang tidak tercapai.  Tokoh ini mengalami  self-discrepancies, yaitu harapan dirinya berbeda dengan kenyataan. Pada akhirnya ia dapat mengaktualisasikan diri menjadi penulis setelah kembali ke  Belgia. Kata Kunci: identitas, feminisme, barat-timur, autobiografi, konsep diri WOMEN'S SELF-CONCEPT IN CULTURAL JUNCTION IN AMÉLIE NOTHOMB’S STUPEUR ET TREMBLEMENTS AUTOBIOGRAPHY AbstractIdentity is closely related to self-concept. Through an autobiography, authors reconstruct their concepts through their works. This study is aimed at describing women’s self-concepts in a cross-cultural setting which includes their self-images, self-esteem, and self-ideals. The main source of this study is “Stupeur et Tremblements”, an autobiography written by Amélie Nothomb. This study is a descriptive qualitative research using interpretive analysis techniques. Data collection is done by reading, collecting, classifying, and coding. The results show that self-concepts consist of (1) dissolution of selves marked by the figure of ‘I’ as  Amélie, a Belgian woman, 22 years, educated, mastering Japanese, accepted to work at Yumimoto as a Japanese-French translator but working as toilet janitor in this company. She tried to fuse into the Japanese way of thinking and culture, the country where she was born and grew until she was five years old; (2) her self-esteem is always demeaned by his direct supervisor, a Japanese woman named Mori Fubuki and also Omichi. It clashes with her beliefs and considerations as a woman who grew up as a Western woman; and (3) Amélie’s ideal self in Japan was disapproved because she faced self-discrepancies and pushed her to return to Belgium and became a successful writer. Keywords: identity, feminism, east-west, autobiography, self-concept
EKSISTENSI TRADISI LISAN CAKAP LUMAT DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN KARO Sylvie Meiliana
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.30478

Abstract

Masyarakat Karo selalu menggunakan tradisi lisan dalam berbagai jenis kegiatan upacara adat. Salah satu bentuk tradisi lisan masyarakat Karo adalah Cakap Lumat yang digunakan dalam upacara adat perkawinan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaku, bentuk kebahasaan, dan fungsi tuturan dalam tradisi lisan Cakap Lumat dalam upacara adat masyarakat Karo. Sumber data penelitian adalah tuturan lisan Cakap Lumat dalam upacara adat perkawinan karo  di Dusun Tongkoh, Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat dengan informan kunci Nande Beru Tarigan. Pengumpulan data dengan teknik perekaman dan transkripsi. Anasisis data menggunakan teknik analisis isi dengan model alir. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tuturan Cakap Lumat dilakukan oleh seseorang sesuai posisinya dalam status sosial, yakni kalimbubu, senina, dan anak beru. Kedua, bentuk kebahasan Cakap Lumat, yaitu bahasa kiasan dan perumpamaan. Ketiga, Cakap Lumat berfungsi untuk ucapan salam, ucapan doa, konfirmasi, pujian, dan nasehat. Kata kunci: tradisi lisan, bentuk dan fungsi Cakap Lumat, masyarakat Karo  EXISTENCE OF ORAL TRADITIOAN CAKAP LUMAT IN WEDDING CEREMONY IN KARO SOCIETY AbstractThe Karo people always use oral traditions in various types of traditional ceremonial activities. One form of the oral traditions of the Karo people is Cakap Lumat which is used in traditional marriage ceremonies. This study is aimed at describing the speech performers, forms of language, and the function of the oral tradition of Cakap Lumat in the traditional ceremony of the Karo community. The data source of the study is oral speech of Cakap Lumat in a traditional karo marriage ceremony in Tongkoh village, Dolat Rakyat Village, Dolat Rakyat District with key informant Nande Beru Tarigan. Data collection is by recording and transcription techniques. Data analysis uses content analysis techniques with flow models. The results of the study are as follows. First, Cakap Lumat is done by someone according to his/her position in social status, namely kalimbubu, senina, and anak beru. Second, the forms of the language of Cakap Lumat are figurative language and parables. Third, the function of Cakap Lumat is for giving greetings, blessing, confirmation, praise, and advice.  .Keywords: oral tradition, form and function, Cakap Lumat, Karo people

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2025) Vol. 24 No. 2: LITERA (JULY 2025) Vol. 24 No. 1: LITERA (MARCH 2025) Vol. 23 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2024) Vol. 23 No. 2: LITERA (JULY 2024) Vol. 23 No. 1: LITERA (MARCH 2024) Vol. 22 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2023) Vol. 22 No. 2: LITERA (JULY 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) -- IN PRESS Vol 21, No 3: LITERA (NOVEMBER 2022) Vol 21, No 2: LITERA (JULY 2022) Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022) Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol. 20 No. 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021 Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021 Vol 19, No 3: LITERA NOVEMBER 2020 Vol 19, No 2: LITERA JULI 2020 Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020 Vol 18, No 3: LITERA NOVEMBER 2019 Vol 18, No 2: LITERA JULI 2019 Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019 Vol 17, No 3: LITERA NOVEMBER 2018 Vol 17, No 2: LITERA JULI 2018 Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018 Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017 Vol 16, No 1: LITERA APRIL 2017 Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016 Vol 15, No 1: LITERA APRIL 2016 Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015 Vol 14, No 1: LITERA APRIL 2015 Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014 Vol 13, No 1: LITERA APRIL 2014 Vol 12, No 2: LITERA OKTOBER 2013 Vol 12, No 1: LITERA APRIL 2013 Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012 Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012 Vol 10, No 2: LITERA OKTOBER 2011 Vol 10, No 1: LITERA APRIL 2011 Vol 9, No 2: LITERA OKTOBER 2010 Vol 9, No 1: LITERA APRIL 2010 Vol 8, No 2: LITERA OKTOBER 2009 Vol 8, No 1: LITERA APRIL 2009 Vol 7, No 1: LITERA APRIL 2008 Vol 6, No 1: LITERA JANUARI 2007 Vol 5, No 1: LITERA JANUARI 2006 Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005 Vol 4, No 1: LITERA JANUARI 2005 Vol 3, No 2: LITERA JULI 2004 Vol 3, No 1: LITERA JANUARI 2004 Vol 2, No 1: LITERA JANUARI 2003 More Issue