cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pusbullhsr@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Percetakan Negara No. 29 Jakarta 10560
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN
ISSN : 14102935     EISSN : 23548738     DOI : https://doi.org/10.22435/hsr.v23i2.3101
hasil-hasil penelitian, survei dan tinjauan pustaka yang erat hubungannya dengan bidang sistem dan kebijakan kesehatan
Articles 154 Documents
Status Gizi Dan Perkembangan Pada Anak Baduta Di Kabupaten Wonosobo Hadi Ashar; Yusi Dwi Nurcahyani; Dyah Yunitawati; Hastin Dyah Kusumawardani
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 2 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i2.4009

Abstract

The need for nutritional intake in early childhood is not just to maintain survival with the predicate of good nutritional status, but more than that lack of nutritional intake will affect the child's developmental status. This study aims to determine the relationship of characteristics, nutritional status with development status in children aged 6-20 months. The study was conducted in Wonosobo Regency in 2019 with a Cross Sectional design. The population was children aged 6-20 months with sub-districts as the sampling unit. The total sample was 455 of children under two years in one district, but only 450 under two years met the data requirements. The results of the study showed that 19.8% of children under two years were stunted; 27.1% of children experienced motoric development delay; 16.2% of children endured language development delay and 68.7% of children had personal social development delay. Chi-Square test results showed that age was significantly related to motoric and language development with p=0.00; but there was no relationship with social personal development (p=0.50). There was no significant relationship between nutritional status and child development status. In conclusion, age of infants had a significantly higher risk of impaired motor and language development than age above. There was a tendency for boys to have motoric and language development delay. Children who had low birth weight have a risk of personal social development, and WHZ and WAZ nutritional status had a tendency of having language development delay. Abstrak Kebutuhan asupan nutrisi pada anak usia dini tidak hanya sekedar untuk mempertahankan kelangsungan hidup dengan predikat status gizi yang baik, namun lebih dari itu asupan gizi yang kurang akan mempengaruhi status perkembangan anak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, status gizi dengan status perkembangan pada anak baduta usia 6–20 bulan. Studi dilakukan di Kabupaten Wonosobo tahun 2019 dengan desain Cross Sectional. Populasi adalah baduta usia 6-20 bulan dengan sampling unitnya adalah kecamatan. Sampel total sebanyak 455 baduta di satu kecamatan, namun hanya 450 baduta yang memenuhi syarat kelengkapan data. Hasil studi menemukan sebesar 19.8% baduta mengalami stunting; 27.1% mengalami hambatan perkembangan motorik; 16.2% hambatan perkembangan bahasa dan 68.7% mengalami hambatan perkembangan personal sosial. Hasil uji Chi-Square menunjukkan usia berhubungan secara signifikan dengan perkembangan motorik dan bahasa dengan nilai p=0.00; namun tidak terdapat hubungan dengan perkembangan personal sosial (p=0.50). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan status perkembangan anak. Kesimpulan dalam studi ini bahwa usia bayi secara signifikan mempunyai risiko lebih tinggi terhadap gangguan perkembangan motorik dan bahasa dibandingkan usia diatasnya. Terdapat kecenderungan anak laki-laki memiliki risiko hambatan perkembangan motorik dan bahasa, anak yang BBLR memiliki risiko terjadi hambatan perkembangan personal sosial, dan status gizi WHZ dan WAZ terdapat kecenderungan untuk mengalami hambatan perkembangan bahasa.
Determinan Penggunaan Kontrasepsi pada Perempuan di Perkotaan Indonesia Tumaji Tumaji; Oktarina Oktarina
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 2 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i2.4028

Abstract

One of the government's efforts to control population growth is the family planning (KB) program through the use of contraception. Contraceptive use is influenced by several factors. This study aims to analyze the determinants of contraceptive use among women in urban Indonesia. This research is an observational study with a cross sectional design. The data were obtained from the Non-Communicable Diseases Research in 2016. The data analyzed including age, education, occupation, number of children, and index of possession as well as the use of contraception among women who had had sexual intercourse. Data were analyzed by using the chi-square test and multiple logistic regression. The results showed that work had no effect on contraceptive use. Meanwhile, the use of contraception among women aged 25–34 years was 2.823 times greater than those aged 55–64 years and this possibility decreased with age. At low education level, the likelihood was 1.441 higher than that of tertiary education. Those with 2–3 children were 8.120 times more likely than those who had none. Women with the lowest index of ownership were 1.196 times more likely than women with the highest index of ownership. Contraceptive use is influenced by age, education level, number of children, and ownership index. It is recommended to pay attention to the determinants that affect the use of contraceptives in every outreach/socialization of family planning programs so that the activities are right on target and can ultimately increase the use of contraception. Abstrak Upaya pemerintah untuk mengontrol pertumbuhan penduduk adalah dengan program keluarga berencana (KB) melalui penggunaan kontrasepsi. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan penggunaan kontrasepsi pada perempuan di perkotaan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang. Data didapat dari data hasil Riset Penyakit Tidak Menular tahun 2016. Data yang dianalisis meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan indeks kepemilikan serta penggunaan kontrasepsi pada perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual. Data dianalisis dengan uji chi-square serta uji regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap penggunaan kontrasepsi. Sementara itu, penggunaan kontrasepsi pada perempuan umur 25–34 tahun 2,823 kali lebih besar dibandingkan umur 55–64 tahun dan kemungkinan ini menurun seiring bertambahnya umur (95%CI: 2,611–3,053). Pada tingkat pendidikan rendah, kemungkinannya 1,441 lebih besar dibandingkan pendidikan tinggi (95%CI: 1,339–1,550). Mereka yang memiliki anak 2–3 kemungkinannya 8,120 kali lebih besar dibandingkan dengan yang belum memiliki anak (95%CI: 7,461–8,838). Perempuan dengan indeks kepemilikan terbawah kemungkinannya 1,196 kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan dengan indeks kepemilikan teratas (95%CI: 1,112–1,287). Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh umur, tingkat pendidikan, jumlah anak, dan indeks kepemilikan. Disarankan untuk memperhatikan determinan yang berpengaruh terhadap pengguunaan kontrasepsi dalam setiap melakukan penyuluhan/sosialisasi program KB agar kegiatan tepat sasaran dan pada muaranya dapat meningkatkan penggunaan kontrasepsi.
Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemi Covid-19: Studi Cross-Sectional di Provinsi DKI Jakarta Wardah Hanifah; Anissa Dwi Oktaviani; Fidah Syadidurrahmah; Nurul Fadhillah Kundari; Rizky Muharany Putri; Tri Aulia Fitriani; Hoirun Nisa
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 2 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i2.4162

Abstract

Adapting New Habits (ANH) is a new way of life to maintain productivity during the COVID-19 pandemic by implementing COVID-19 prevention behaviors. The ANH implemented in stages according to specific regional conditions. This study aims to determine the factors influencing the people of DKI Jakarta in implementing ANH readiness behavior. This cross-sectional study was conducted from September-October 2020 in Jakarta by a voluntary sampling technique. The questionnaire was distributed by online form via social media and achieved total 424 respondents. The proportion for respondents with good ANH readiness behavior was 57.10%. The multivariate analysis showed gender (OR = 2.29; 95% CI = 1.38-3.80), attitudes towards ANH (OR = 4.41; 95% CI = 2.78-6.98), infrastructure for IMR (OR = 1.97; 95% CI = 1.27-3.10), the frequency of seeking ANH information (OR = 1.94; 95% CI = 1.24-3.03) was significantly related to ANH behavior (P <0.05). Gender, attitudes towards ANH, infrastructure for ANH, and frequency of seeking ANH information had contribution in encouraging ANH readiness behavior among people in Jakarta. The Provincial Government and Health Office of Jakarta need to strengthen optimum health promotion and to design strategies to influence people's attitudes towards ANH. Abstrak Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) merupakan tindakan menerapkan tatanan hidup baru guna menjaga produktivitas selama masa pandemi COVID-19 dengan menerapkan perilaku pencegahan penularan COVID-19. Pemberlakuan AKB dilakukan bertahap sesuai kondisi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku AKB masyarakat DKI Jakarta dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada bulan September—Oktober 2020 di DKI Jakarta dengan teknik voluntary sampling. Kuesioner disebarkan secara online melalui media sosial dan sebanyak 424 responden berpartisipasi. Proporsi responden dengan perilaku AKB yang baik adalah 57,10%. Hasil analisis multivariat menunjukkan gender (OR= 2,29; CI 95%= 1,38—3,80), sikap terhadap AKB (OR= 4,41; CI 95%= 2,78—6,98), sarana prasarana untuk AKB (OR= 1,97; CI 95%= 1,27—3,10), frekuensi pencarian informasi AKB (OR= 1,94; CI 95%= 1,24—3,03) berhubungan signifikan dengan perilaku AKB (P<0,05). Gender, sikap terhadap AKB, sarana prasarana untuk AKB, dan frekuensi mencari informasi AKB berperan untuk mendorong perilaku AKB pada masyarakat DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta disarankan untuk memperkuat promosi kesehatan secara masif dan merancang strategi guna mempengaruhi sikap masyarakat terhadap AKB.
Cover, Dewan Redaksi, Daftar Isi dan Kata Pengantar hsr managerxot
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 2 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover, Dewan Redaksi, Daftar Isi dan Kata Pengantar hsr managerxot
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 3 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Covid-19 Dan Perilaku Kesehatan Shela Delfia Ramadhana; Dian Fadlilati; Ahmad Fauzan Hidayatullah; Bunga Ihda Norra; Anif Rizqianti Hariz
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 4 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i4.3378

Abstract

Covid-19 is a disease caused by the coronavirus. Since the end of 2019, WHO has reported cases of pneumonia that occurred in Wuhan, Tiongkok, which then spread to several countries including Indonesia. The number of the spread of Covid-19 is increasing day by day, the government continues to try to break the chain of the spread of Covid-19. The success of efforts to break the Covid-19 chain depends on the public's knowledge and perception of Covid-19 and its prevention efforts. This study aims to determine the perceptions and behavior of UIN Walisongo students in preventing Covid-19. This study used a quantitative descriptive research method, with a data collection instrumen in the form of a questionnaire. Data collection techniques using a google form questionnaire with 10 statements and opinions from UIN Walisongo students. The study population was all students of UIN Walisongo Semarang and as a sample were 302 students from various faculties who were selected by nonprobability sampling. The results showed 86.49% of the students of UIN Walisongo have a "very good" perception of Covid-19. Healthy behaviors carried out by UIN Walisongo students as an effort to prevent Covid-19 include: washing hands, using masks, social distancing, taking vitamins and exercising. To increase the prevention of Covid-19, it is necessary to conduct health education directly or online through social media to communicate with the public. Abstrak Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Pada akhir tahun 2019, WHO melaporkan kasus pneumonia yang terjadi di Wuhan, Tiongkok yang kemudian menyebar di beberapa negara termasuk Indonesia. Angka penyebaran Covid-19 semakin hari kian meningkat, pemerintah terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Keberhasilan upaya pemutusan rantai Covid-19 tergantung dari pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap Covid-19 serta upaya pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku Mahasiswa UIN Walisongo dalam pencegahan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan instrument pengumpulan data berupa kuesioner. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner google form dengan 10 pernyataan serta pendapat dari mahasiswa UIN Walisongo. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan sebagai sampel adalah 302 mahasiswa dari berbagai fakultas yang dipilih dengan teknik nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukkan 86.49% mahasiswa UIN Walisongo mempunyai persepsi “sangat baik” terhadap Covid-19. Perilaku sehat yang dilakukan mahasiswa UIN Walisongo sebagai upaya pencegahan Covid-19 meliputi: cuci tangan, menggunakan masker, social distancing, mengonsumsi vitamin dan berolahraga. Untuk meningkatkan pencegahan Covid-19 perlu dilakukan penyuluhan kesehatan secara langsung atau online melalui media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Intervensi Kinesio Taping Dan Bobath Exercises Terhadap Peningkatan Keseimbangan Berdiri Dan Penurunan Spastisitas Tungkai Pasien Cerebral Palsy Di Sekolah Luar Biasa Dan Yayasan Pendidikan Anak Cacat Makassar Suharto Anwar; Sri Saadiyah L; Ahmad Syakib
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 4 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i4.3407

Abstract

Cerebal Palsy is a non progressive neuromuscular dysfunction in the form of muscle tone abnormalities which results in postural tone disorders in the form of spasticity, especially the legs, coordination disorders, sitting and standing balance, road disturbances that cause sufferers with daily functional impairment. The purpose of this study is to determine the effect of Kinesio taping and Bobath exercises for increasing the ability to balance standing and decrease the spasticity of the patient's limbs. This type of research is a pre-experiment with one group pre-test-post test design. Held at the Special School and the Makassar Disability Children Education Foundation from July to October 2019, with a sample of 49 cerebral palsy patients. Standing balance data were obtained using a Pediatric balance scale and limb spasticity data were obtained using the Asworth scale. Paired sample T Test Results obtained p value = 0.006 for spasticity and standing balance with p = 0.000 after being given Kinesio taping and bobath exercises. The conclusion of the study was that kinesio taping and bobath exercises had no significant effect on leg spasticity and there was a significant effect on the sitting balance of cerebral palsy patients. It is hoped that these two methods can be used in cerebral palsy patients who experience impaired sitting balance. Abstrak Cerebal Palsy adalah kelainan fungsi neuromuscular non progresif berupa abnormalitas tonus otot yang mengakibatkan gangguan tonus postural berupa spastisitas terutama tungkai, gangguan koordinasi, keseimbangan duduk dan berdiri, gangguan jalan yang menyebabkan penderita terganggu fungsionalnya sehari-hari. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh Kinesio taping dan Bobath exercises terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan berdiri dan penurunan spastisitas tungkai pasien. Jenis penelitian ini adalah pre - experiment dengan desain pretest – post test one group. Dilaksanakan di Sekolah luar Biasa dan Yayasan Pendidikan Anak Cacat Makassar mulai bulan JulisampaiOktober2019, dengan sampel penelitian sebanyak 49 pasien cerebral palsy. Data keseimbangan berdiri di peroleh menggunakan Pediatric balance scale dan data spastisitas tungkai diperoleh menggunakan skala asworth. Hasil Uji Paired sample T Test diperoleh nilai p = 0.006 untuk spastisitas dan keseimbangan berdiri dengan p = 0.000 setelah diberikan Kinesio taping dan bobath exercises. Kesimpulan penelitian bahwa kinesio taping dan bobath exercises tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada spastititas tungkai dan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keseimbangan duduk pasien cerebral palsy. Dengan demikian diharapkan kedua metode ini dapat digunakan pada pasien cerebral palsy yang mengalami gangguan keseimbangan berdiri.
Nilai Budaya Jawa Dalam Pengendalian Malaria Untuk Mencapai Eliminasi Malaria Di Kawasan Bukit Menoreh Tri Isnani; Bina Ikawati; Asnan Prastawa; Zumrotus Sholichah
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 4 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i4.3974

Abstract

Bukit Menoreh is a border area of three regencies and two provinces which have malaria problems. The target to achieve and maintain the predicate as being free or has eliminated malaria was carried out byvarious control methods, either as government programs or community participations. The area itself is a Javanese cultural area in which its values are stronglyheld. This affects existing malaria control efforts. The research was conducted with a qualitative approach, held in three districts in Bukit Menoreh, each with 2 villages. The data was obtained through observations, indepth interview, and focus group discussions (FGD) with 3 groups in each village. The results showed that from the various control efforts carried out there was a culture of ‘isin’ (shame), ‘pekewuh’ (feeling of reluctant), and the influence of community leaders, especially in ‘gotong royong’ or community service activities in environmental cleanliness, health educations, and migration surveillance. The conclusion of this study is that some of these values are supportive, and some are hindering the effort to control malaria. Therefore, a special approach is needed with attention to culture. Intervention to control malaria should pay local wisdom and culture so it can be accepted and implemented. Abstrak Bukit Menoreh adalah daerah perbatasan tiga kabupaten dari dua provinsi yang merupakan daerah dengan masalah malaria. Target mencapai dan mempertahankan predikat bebas atau eliminasi malaria dilakukan dengan berbagai cara pengendalian, baik program dari pemerintah maupun peran serta masyarakat. Wilayah ini merupakan wilayah budaya Jawa yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya yang masih kuat dipegang. Hal ini berpengaruh terhadap usaha pengendalian malaria yang ada. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, di tiga kabupaten di Bukit Menoreh masing-masing diambil dua desa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (DKT) terhadap tiga kelompok di tiap desa. Hasil penelitian menunjukkan dari berbagai usaha pengendalian malaria terdapat budaya rasa isin (malu), rasa ewuh (sungkan), dan panut (patuh) terhadap pengaruh tokoh dalam masyarakat terutama dalam kegiatan kerja bakti atau gotong royong kebersihan lingkungan, sosialisasi, dan surveilans migrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai tersebut ada yang mendukung dan ada yang menghambat usaha pengendalian malaria sehingga diperlukan pendekatan khusus dengan memperhatikan budaya. Kebijakan pengendalian malaria sebaiknya memperhatikan budaya lokal sehingga bisa menggunakan budaya lokal dan bisa diterima dan diterapkan.
Kualitas dan Keberlanjutan Pelayanan KB pada Era Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Mencapai Universal Health Coverage Di Yogyakarta Sri Sularsih Endartiwi; Istika Dwi Kusumaningrum
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 4 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i4.4122

Abstract

The National Health Insurance managed by the BPJS Health to achieve Universal Health Coverage (UHC) also provides Family Planning (FP) services that are good at First-Level Health Facilities and Second Level Health Facility. One of the challenges in planning the service is not yet optimal availability, affordability, and quality of family planning services. Based on the results of observation in the health centers found participants NHI stated the quality of family planning services is still lacking, for example, related to the availability of drugs for injecting are depleted. This study aimed at researching the Quality and Sustainability of Family Planning Services in the era of national health insurance in achieving Universal Health Coverage in Yogyakarta. The research method is quantitative and qualitative research design case study. The subject of this research is JKN participants who have already been utilizing the services of Family Planning services at health centers, which amounted to 90 people. Data collection is done by giving questionnaires to 90 people acceptors and focus group discussions with the participants of the 2 people from National Population and Family Planning Board, 1 people of National Health Insurance, 2 people of FP service officers, and 3 people of FP acceptor. Qualitative Data were processed using software open code. The results of this study are the qualities that include aspects of tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy in family planning services has been done by 3 health centers consists of the health center Imogiri I, Pleret, and Banguntapan II in Bantul Regency, Yogyakarta has been good. The sustainability of family planning services should also be continued because of the passing on the financing of family planning services by BPJS Health to improve the community for the use of contraceptives to reduce the birth rate. Abstrak Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan guna mencapai Universal Health Coverage juga memberikan pelayanan Keluarga Berencana baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut. Salah satu tantangan dalam pelayanan KB adalah belum optimalnya ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan KB. Berdasarkan hasil observasi di puskesmas dijumpai peserta JKN menyatakan kualitas pelayanan KB masih kurang, misalnya terkait ketersediaan obat untuk suntik yang habis. Pada waktu-waktu tertentu petugas di puskesmas tidak ada karena sedang mengikuti acara atau kegiatan di luar puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan keberlanjutan KB pada era JKN dalam Mencapai Universal Health Coverage di Yogyakarta. Metode penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah peserta JKN yang sudah pernah memanfaatkan fasilitas pelayanan Keluarga Berencana di puskesmas yang berjumlah 90 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner kepada 90 orang akseptor KB dan FGD dengan peserta 2 orang dari BKKBN, 1 orang dari BPJS Kesehatan, 2 orang petugas pelayanan KB dan 3 orang akseptor KB. Data kualitatif diolah dengan menggunakan software open code. Hasil penelitian ini adalah kualitas yang meliputi aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy pada pelayanan KB yang sudah dilakukan oleh 3 puskesmas yang terdiri dari Puskesmas Imogiri I, Pleret, dan Banguntapan II di Kabupaten Bantul Yogyakarta sudah baik. Keberlanjutan pelayanan KB juga harus dilanjutkan karena dengan ditanggungnya pembiayaan pelayanan KB oleh BPJS Kesehatan meningkatkan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi sehingga dapat menekan angka kelahiran.
Pengelompokan Provinsi Di Indonesia Berdasarkan Faktor Penyebab Balita Stunting DODI SATRIAWAN
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 4 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i4.4341

Abstract

The stunting condition is characterized by the growth of childrens who are slow and fail to reach normal height. Some of the causes of stunting include household access to sanitation and drinking water sources, initiation of early breastfeeding, exclusive breastfeeding, full immunization, household income, and household access to nutritious food. Basically, to make it easier to see the characteristics of the factors that cause stunting under five in Indonesia, it can be done through group formation. The formation of this group is based on the similarity of the characteristics of the factors causing stunting under five in each province in Indonesia. This study aims to classify provinces in Indonesia based on the causes of stunting. The source of the data used is secondary data from the Ministry of Health and BPS in 2017. Clustering was carried out using the ward method cluster analysis. The clustering results are four groups with different characteristics. The 1st group consisting of 4 provinces is a group with a very high stunting factor. The 2nd group of 16 provinces was a group with a high stunting factor. The 3rd group consisting of 8 provinces was a group with a moderate stunting factor. The 4th group consisting of 6 provinces is a group with a low stunting factor. Abstrak Kondisi stunting ditandai dengan pertumbuhan anak-anak yang lambat dan gagal mencapai tinggi badan normal. Beberapa faktor penyebab stunting antara lain akses rumah tangga terhadap sanitasi dan sumber air minum, inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian imunisasi lengkap, pendapatan rumah tangga, serta akses rumah tangga terhadap makanan bergizi. Pada dasarnya untuk mempermudah melihat karakteristik faktor penyebab balita stunting di Indonesia dapat melalui pembentukan kelompok. Pembentukan kelompok ini didasarkan pada kesamaan karakteristik faktor penyebab balita stunting pada setiap provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan faktor penyebab stunting. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari Kementerian Kesehatan dan BPS tahun 2017. Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan analisis cluster metode ward. Hasil pengelompokan adalah empat kelompok dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kelompok pertama beranggotakan 4 provinsi yang merupakan kelompok dengan faktor stunting sangat tinggi. Kelompok kedua beranggotakan 16 provinsi yang merupakan kelompok dengan faktor stunting tinggi. Kelompok ketiga beranggotakan 8 provinsi yang merupakan kelompok dengan faktor stunting sedang. Sedangkan kelompok keempat beranggotakan 6 provinsi yang merupakan kelompok dengan faktor stunting rendah.