cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pusbullhsr@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Percetakan Negara No. 29 Jakarta 10560
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN
ISSN : 14102935     EISSN : 23548738     DOI : https://doi.org/10.22435/hsr.v23i2.3101
hasil-hasil penelitian, survei dan tinjauan pustaka yang erat hubungannya dengan bidang sistem dan kebijakan kesehatan
Articles 154 Documents
Peran Dukungan Sosial Pada Ibu Dengan Gejala Depresi Dalam Periode Pasca Persalinan Tri Wurisastuti; Rofingatul Mubasyiroh
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 23 No 3 (2020): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v23i3.3610

Abstract

A mother who just gave birth needs to psychological support from her closest people. Lack of support from the closest people triggers her emotions that lead to depression. This study aims to determine the relationship between social support and postpartum depression. The analysis used Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 data in 2014. The samples were all mothers aged 15 years old and above who married and had babies aged 2-24 weeks. The independent variables included the presence of a spouse, the presence of other relatives, the participation of the mother in the social gathering, and the characteristics of the mother (age, education and occupation). Data were from 593 mothers who had complete variables using multiple logistic regression analysis. The analysis showed that the absence of a husband had a significant effect on postpartum depression (p-value = 0.001; OR = 2.81). Both the presence of other relatives and the maternal age are confounding variables for postpartum maternal depression. Mothers who did not stay with their partners had a risk of depression 2.81 times higher than those who did. It was controlled by the presence of other relatives and the age of the mother. Postpartum mothers have to be accompanied by her partner during babysitting. Abstrak Ibu yang baru melahirkan membutuhkan dukungan psikologis dari orang-orang terdekatnya. Kurangnya dukungan dari orang terdekat dapat menyebabkan penurunan psikologis yang akan menyebabkan ibu menjadi depresi. Studi ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dengan depresi ibu pasca persalinan. Analisis menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014. Sampel dalam analisis adalah seluruh ibu berusia 15 tahun ke atas yang menikah dan memiliki bayi berusia 2-24 minggu. Variabel bebas yang dianalisis meliputi keberadaan pasangan, keberadaan kerabat lain, keikutsertaan ibu dalam arisan, dan karakteristik ibu (usia, pendidikan dan pekerjaan). Data dianalisis dari 593 ibu yang memiliki variable lengkap dengan menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakberadaan suami berpengaruh signifikan terhadap depresi pasca persalinan (p-value=0,001; OR=2,81). Keberadaan kerabat lain dan usia ibu merupakan variabel confounding terhadap depresi ibu pasca bersalin. Ibu yang tidak tinggal bersama pasangannya memiliki risiko depresi 2,81 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tinggal dengan pasangannya setelah dikontrol variabel keberadaan kerabat lain dan usia ibu. Ibu pasca bersalin disarankan didampingi oleh pasangan selama pengasuhan bayi.
Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Pernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya Herti Windya Puspasari; Indah Pawitaningtyas
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 23 No 4 (2020): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v23i4.3672

Abstract

The negative impact of early age marriage in Indonesia is the risk maternal and infant mortality by 30%, as many as 56% of adolescent girls experienced domestic violence, only 5.6% of adolescents with early marriage still continue schooling after marriage. This article arrange by further analysis and literature review of the ethnographic research book series on the Center for Research and Development in Humanities and Management Health, NIHRD. This article aim to determine the impact of early marriage on the maternal and child health in several ethnic groups in Indonesia and about the prevention. Cases of early marriage still occur in many ethnic groups in Indonesia and contribute to mortality and morbidity for mothers and children. The impact of early marriage on maternal and child health includes miscarriage, premature, bleeding and maternal death. They must get a education health about repoduction health from reliable source. It is necessary for the government’s role to provide education about reproductive health and positive activities to avoid early age marriage. Especially in districs that have high rates of early age marriage. Abstrak Dampak negatif dari pernikahan dini di Indonesia adalah risiko kematian ibu dan bayi sebesar 30 %, 56% remaja perempuan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan hanya 5,6% remaja dengan pernikahan dini yang masih melanjutkan sekolah setelah kawin. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan ibu dan anak di beberapa etnis di Indonesia serta pencegahannya. Artikel dibuat berdasarkan analisis lanjut dan kajian literatur dari buku seri riset etnografi Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan. Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di berbagai etnis di Indonesia dan menyumbang angka kematian dan kesakitan bagi Ibu dan Anak. Dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak antara lain, terjadinya keguguran, kelahiran premature, perdarahan hingga kematian ibu. Sebaiknya remaja memiliki pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi yang benar dan layak dari sumber yang terpercaya. Perlu peran pemerintah untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kegiatan-kegiatan yang positif untuk menghindari pernikahan dini. Edukaski tersebut khususnya untuk masyarakat di daerah yang memiliki angka pernikahan dini yang cukup tinggi.
Hubungan Konsumsi Alkohol dengan Cedera Disebabkan Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Tahun 2018 Khairun Nisa’il Hulwah; Wahyu Pudji Nugraheni; Andi Sari Bunga; Kurnia Sari; Pujiyanto Pujiyanto; Budi Hidayat
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 1 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i1.3707

Abstract

The incidence of injury increased from 7.5% to 9.2% (2007-2018). The proportion of injuries due to traffic accidents in Indonesia is 2.2% and the highest is at 15-24 years of age at 4.9%. Total per capita alcohol consumption is expected to increase in Indonesia by 2025. The behavior of consuming alcoholic beverages increases the risk of traffic accidents. This study aimed to determine the relationship and the magnitude of the risk of alcohol consumption behavior with the incidence of injuries caused by traffic accidents in people aged >10 years in Indonesia. This research was a quantitative study using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The multivariate results of the study showed a significant relationship between alcohol consumption and injuries caused by traffic accidents with OR 2.436 (95% CI: 1.233 - 4.811) after being controlled by other variables, namely age, sex, education, occupation, area of residence and island of domicile. Male group had a significant relationship with OR 1.204 (95% CI: 1.131 - 1.282), higher education was significantly associated with OR 1.953 (95% CI: 1.783 - 2.138), work was significantly associated with OR 1.230 (95% CI: 1.138 - 1.329) ), living in urban areas was significantly associated with OR 1.176 (95% CI: 1.104 - 1.253) and domicile in Sulawesi Island was significantly associated with OR 1.811 (95% CI: 1.580 - 2.077). The age variable is not significant. Alcohol consumption is the variable that has the greatest influence on injuries caused by traffic accidents. Interventions need to be focused on population groups who are more at risk in formulating health policies and programs to reduce the incidence of injuries caused by traffic accidents. Abstrak Kejadian cedera meningkat dari 7,5% menjadi 9,2% (2007-2018). Proporsi cedera akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia sebesar 2,2% dan paling tinggi pada usia 15-24 tahun sebesar 4,9%. Total konsumsi alkohol per kapita diperkirakan meningkat di Indonesia tahun 2025. Perilaku mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan besaran risiko perilaku konsumsi minuman beralkohol dengan kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas pada penduduk usia >10 tahun di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil multivariat penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman beralkohol dengan cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas dengan OR 2,436 (95% CI: 1,233 – 4,811) setelah dikontrol oleh variabel lain yaitu variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal dan pulau domisili. Kelompok laki-laki berhubungan bermakna dengan OR 1,204 (95% CI:1,131 – 1,282), pendidikan tinggi berhubungan bermakna dengan OR 1,953 (95% CI: 1,783 – 2,138), bekerja berhubungan bermakna dengan OR 1,230 (95% CI: 1,138 – 1,329), tinggal di perkotaan berhubungan bermakna dengan OR 1,176 (95% CI: 1,104 – 1,253) dan domisili di Pulau Sulawesi berhubungan bermakna dengan OR 1,811 (95% CI: 1,580 – 2,077). Variabel umur tidak signifikan. Variabel konsumsi alkohol adalah variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas. Perlu fokus intervensi terhadap kelompok penduduk yang lebih berisiko dalam merumuskan kebijakan dan program kesehatan untuk menurunkan kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional pada Penduduk Lanjut Usia di Indonesia Rukmini Rukmini; Lusi Kristiani
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 1 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i1.3843

Abstract

One of the health efforts that have the opportunity to improve the health status of the elderly is traditional health services (Yankestrad). This paper aims to describe the use of Yankestrad among the elderly in Indonesia. The data source in this analysis is Riskesdas 2018, a research conducted by the Ministry of Health with the elderly (≥60 years) as the analysis unit. Data were analyzed descriptively. The results showed that the use of Yankestrad in the elderly was 37.0% and self-medication with traditional medicine was 17.3%. Young elderly people mostly use Yankestrad (37.9%), while self-medication with traditional medicine are dominated by elderly women (18.3%) in rural areas (19.5%). The use of Toga in the elderly in Indonesia (31.9%), mostly women (33.3%) in rural areas (36.3%). The most common types of Yankestrad used by the elderly were manual skills, potions, and homemade potions. Male elderly (55.5%) in urban areas (56.5%) used more prepared ingredients, while female elderly (43.6%) in rural areas (46.5%) preferred homemade ingredients. Older people with low expenditure levels tend to take advantage of prepared ingredients or homemade ingredients, while high expenditures tend to take advantage of manual skills. Traditional healers (98.2%) are the type of yakestrad used mostly by the elderly. In conclusion, Yankestrad in Indonesia is mostly used by the elderly, therefore it has the potential to be developed as an alternative model of health services for the elderly. Given the high interest of the elderly with Yankestrad and the use of traditional healers, it is necessary to provide Yankestrad facilities, especially in Puskesmas with traditional health workers who are able to provide safe and quality health services to the elderly. Abstrak Salah satu upaya kesehatan yang berpeluang meningkatkan status kesehatan lansia adalah pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad). Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan Yankestrad pada penduduk lansia di Indonesia. Sumber data dalam analisis ini adalah Riskesdas 2018. Riset yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan unit analisis lansia (≥60 tahun). Analisis data secara deskriptif. Hasil menunjukkan, pemanfaatan Yankestrad pada lansia 37,0% dan upaya sendiri dengan obat tradisional 17,3%. Lansia muda terbanyak memanfaatkan Yankestrad (37,9%), sedangkan upaya sendiri dengan obat tradisonal didominasi lansia perempuan (18,3%) di perdesaan (19,5%). Pemanfaatan Toga pada lansia di Indonesia (31,9%), terbanyak perempuan (33,3%) di perdesaan (36,3%). Jenis Yankestrad terbanyak dimanfaatkan lansia adalah keterampilan manual, ramuan jadi dan ramuan buatan sendiri. Lansia laki-laki (55,5%) di perkotaan (56,5%) lebih banyak memanfaatkan ramuan jadi, sedangkan lansia perempuan (43,6%) di perdesaan (46,5%) lebih menyukai ramuan buatan sendiri. Lansia dengan tingkat pengeluaran rendah cenderung memanfaatkan ramuan jadi atau ramuan buatan sendiri, sedangkan pengeluaran tinggi cenderung memanfaatkan ketrampilan manual. Penyehat tradisional (98,2%) adalah jenis tenaga terbanyak dimanfaatkan lansia. Kesimpulan, Yankestrad di Indonesia lebih banyak dimanfaatkan oleh lansia, oleh karena itu berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif model pelayanan kesehatan bagi lansia. Rekomendasi, mengingat tingginya minat para lansia dengan Yankestrad dan pemanfaatan penyehat tradisional, maka diperlukan penyediaan fasilitas Yankestrad khususnya di Puskesmas dengan tenaga kesehatan tradisional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi para lansia.
Halaman Depan Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Daftar Isi, Lembar Abstrak) hsr managerxot
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 23 No 4 (2020): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Lembar Indeks Subjek dan Pengarang, Lembar Ucapan Terima Kasih dan Petunjuk Penulisan) hsr managerxot
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 23 No 4 (2020): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover, Dewan Redaksi, Daftar Isi dan Kata Pengantar hsr managerxot
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 1 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan0
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Orang dengan Disabilitas: Situasi Tantangan dan Layanan di Indonesia Nurliana Cipta Apsari; Santoso Tri Raharjo
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 3 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i3.3069

Abstract

People with disabilities experience discrimination for their rights. This discrimination makes them experiencing difficulties in their lives. This article explores the challenges facing people with disabilities and what services are available to the disability population in Indonesia. A literature study used to capture the phenomenon of challenges and services for the disability population in Indonesia. This study indicated that people with disabilities still experience social injustice and discrimination. These challenges demonstrate the public perception to the disability population that those were not independent or depends on the other compassion. The services are centralized in some cities so that the challenge appeared for those living in the countryside. Social workers may actively provide excellent services by considering local wisdom and commitment to social justice by fulfilling the rights of people with disabilities. In addition, they also promote the participation of the beneficiaries at all levels to fulfilment of needs. Abstrak Orang dengan disabilitas mengalami diskriminasi dalam keterpenuhan haknya. Diskriminasi dalam pemenuhan hak tersebut membuat orang dengan disabilitas kesulitan dalam kehidupannya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi orang dengan disabilitas dan layanan apa yang tersedia bagi populasi disabilitas di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan tentang fenomena tantangan dan layanan bagi populasi disabilitas di Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa di Indonesia, populasi disabilitas masih mengalami ketidakadilan sosial dan diskriminasi. Tantangan tersebut menunjukkan cara pandang orang umum terhadap populasi disabilitas sebagai populasi yang tidak mandiri dan tergantung pada bantuan orang lain yang berdasar pada belas kasihan. Layanan yang tersedia bagi populasi disabilitas di Indonesia terpusat di kota-kota besar Indonesia, sehingga menjadi tantangan tambahan bagi populasi disabilitas terutama yang tinggal di pedesaan. Profesi pekerjaan sosial memberikan layanan kompeten dengan mempertimbangkan budaya yang berkembang di masyarakat, kemudian berkomitmen untuk mengusung keadilan sosial dengan mengupayakan pemenuhan hak orang dengan disabilitas, serta mempromosikan partisipasi penerima layanan di semua level usaha pemenuhan kebutuhan. .
Rokok Dan Hipertensi Faika Rachmawati; Tities Puspita; Anton Suryatma
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 3 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i3.3561

Abstract

Hypertension was one of the non-communicable diseases that may cause death in Indonesia. Through Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK), the public health centers conduct home visits to collect family’s health status, such as risk factors and health outcomes involving smoking and hypertension. This study investigates the correlation of smoking and hypertension in two heath centers to the lowest and highest healthy family index (IKS) in Metro City, Lampung Province. The data analysis used multiple logistic regression. The results indicated Puskemas Mulyojati had 11.18% of people diagnosed with hypertension, while Puskesmas Iringmulyo had 5.14%. More smokers were higher in Mulyojati (27.30%) than those in Iringmulyo (23.38%). The proportion of smokers with hypertension in Mulyojati was 2.40% (OR 0.70; 95%CI 0.59-0.84; p 0.006) and in Iringmulyo was 1.09% (OR 0.87 95%CI 0.66-1.14; p 0.115). In Mulyojati, the odds of smokers contracting hypertension was 0.56 times lower than the non-smokers (95%CI 0.44-0.71; p <0,000); meanwhile, the smoking-hypertension relationship in Iringmulyo was not significant despite a bigger odds ratio (OR 0.83, 95%CI 0.59-1.17; p 0.293.) As a recommendation, both Puskesmas promote campaigns for a smoke-free movement, smoke-free areas and smoking cessation counseling to reduce the prevalence of hypertension. Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian di Indonesia. Melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), puskesmas melakukan kunjungan rumah dan mengumpulkan data profil kesehatan keluarga, meliputi faktor risiko dan kejadian penyakit termasuk kebiasaan merokok dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi di dua puskesmas yang memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) terendah dan tertinggi di Kota Metro, Provinsi Lampung. Data dianalisis dengan regresi logistik berganda. Sebanyak 11,18% orang di Puskesmas Mulyojati didiagnosis hipertensi, sedangkan Puskesmas Iringmulyo sebesar 5,14%. Perokok lebih banyak ditemukan di Puskemas Mulyojati (27,30%) daripada di Puskesmas Iringmulyo (23,38%). Proporsi orang yang merokok dan didiagnosis hipertensi di Puskesmas Mulyojati sebanyak 2,40% (OR 0,70; IK 95% 0,59-0,84; p 0,000) sedangkan di Puskesmas Iringmulyo 1,09% (OR 0,87; IK 95% 0,66-1,14; p 0,325). Odd rasio orang merokok untuk mengidap hipertensi 0,56 kali dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dengan hasil signifikan (IK 95% 0,44-0,71; p <0,000) di Puskesmas Mulyojati. Di Puskesmas Iringmulyo, meskipun odd rasionya sebesar 0,83, namun hasilnya tidak signifikan (IK 95% 0,59-1,17; p 0,293). Kedua Puskesmas disarankan untuk melakukan kampanye gerakan tanpa asap rokok, area bebas rokok dan konseling berhenti merokok untuk menurunkan prevalensi hipertensi.
Gambaran Pelaksanaan Program Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) Di Dua Puskesmas Di Kota Jakarta Pusat Tahun 2020 Mugi Wahidin; Rini Febrianti
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 3 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i3.3841

Abstract

Human Papillomavirus (HPV) is the main risk factor for cervical cancer. HPV vaccination among adolescents may prevent the disease. Jakarta Province has been implementing an HPV vaccination program since 2016. This research aimed to know the overview of the HPV vaccination program in Central Jakarta in 2020. This research was a qualitative study conducted in the City of Central Jakarta from March till June 2020. Informants of the research were 12 persons from Central Jakarta Health Office, PHCs, Central Jakarta Education Office, and teachers from elementary schools selected purposively. Primary data was collected through interview using a structured questionnaire. Secondary data was from the report of the Jakarta Provincial Health Office. Data were analyzed using content analysis for planning, organizing, implementing, monitoring, evaluation, intersectoral collaboration and coverage. The study results showed that the HPV vaccination program was conducted through planning, organizing, implementing, monitoring and evaluation, with intersectoral collaboration. The problem was vaccine availability, invalid target data, lack of teachers involved, rejection from parents and lack of PHC providers. Monitoring and evaluation were not conducted adequately in the schools, and there was an obstacle in private schools for vaccination. The vaccinaton coverage was 90.98% in 2016, 95.40% in 2017, and 94.55% in2018. In conclusion, the HPV vaccination program in Central Jakarta was running but needed strengthening. It is recommended to strengthen the coordination in vaccines supply, update target data, increase education, involve the Education office and schools in monitoring and evaluation, and collaborate with community and religious leaders. Abstrak Human PapillomaVirus (HPV) merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker serviks. Vaksinasi HPV pada remaja dapat mencegah kanker serviks. Provinsi DKI Jakarta telah mengembangkan program vaksinasi HPV sejak tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program vaksinasi HPV di Jakarta Pusat tahun 2020. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang dilaksanakan di Kota Jakarta Pusat pada Maret - Juni 2020. Informan penelitian adalah 12 orang dari Sudin Kesehatan dan Puskesmas, Sudin Pendidikan, dan guru Sekolah Dasar yang dipilih secara purposif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur. Data sekunder dikumpulkan dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta. Data dianalisis dengan analisis konten untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, kerja sama lintas sektor, serta cakupan program vaksinasi HPV. Hasil penelitian menunjukkan program vaksinasi HPV dilaksanakan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dengan kerja sama lintas sektor. Kendala dan hambatan yang terjadi adalah ketersediaan vaksin, ketidaksesuaian data sasaran, kurangnya guru yang terlibat, penolakan orang tua dan kurangnya petugas kesehatan. Monitoring dan evaluasi belum dilaksanakan sepenuhnya di sekolah dan masih ada hambatan vaksinasi pada sekolah swasta. Cakupan program vaksinasi HPV sebesar 90,98% pada 2016, 95,40% pada 2017 dan 94,55% pada 2018. Kesimpulan penelitian adalah program vaksinasi HPV di Jakarta Pusat dilaksanakan tetapi perlu penguatan. Saran yang diberikan adalah penguatan koordinasi dalam penyediaan vaksin HPV, pemutakhiran data sasaran, peningkatan edukasi, pelibatan Sudin Pendidikan dan sekolah dalam monitoring dan evaluasi, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat dantokoh agama.